FAKTOR LINGKUNGAN KERJA DAN STRES TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA HOTEL SANTIKA
DI MAKASSAR
Muh. Akbar1, Andi Hadidu2, Muh. Indra Fauzi Ilyas3
1,2,3Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YPUP Makassar
1[email protected], 2[email protected], 3[email protected]
ABSTRACT
The research aims to analyze the effect to work environment and stress on employee performance at Santika Hotel in Makassar. The data of the research was primary data obtained through questionnaires and secondary data from Santika Hotel in Makassar.This research used mulitple linear regression analysis and hypothesis testing which was done by t test dan F test. Before applying multiple lienar regression analysis and hypothesis tasted,the validity test and the relaibility test were first performed. The result showed that the work environment variables have significant effect on employee performance and work stress variables have an effect on and significant on employee performance. Work environment and work stress variables also influence employee performance. It proves that the result of the F test of 12 work environment and work stress which is at a high level will create poor employee arround 12.834.
therefore performance will make employee become worse if it is in a very long and excessive tempo.
Keywords: Work environment, Work stress, and Employee performance..
PENDAHULUAN
Masyarakat modern sekarang ini bekerja adalah suatu tuntutan mendasar, baik dalam konteks mendapatkan imbalan dalam bentuk uang atau jasa ataupun dalam membiayai kebutuhannya. Pada kebenarannyahampir dari seluruh pekerjaan cenderung mempunyai konotasi paksaan, baik yangdisebabkan dari dalam diri maupun dari luar. Pekerjaan juga sering melitputi pengguna waktu dan upaya diluar keinginan pekerja individu. Hampir dari seluruh pekerja yang melakukan pekerjaan yang sesuai dengan prosedur, yang membutuhkan sedikit atau tidak ada inisiatif dan tanggung jawab, dengan adanya keinginan untuk mempebaiki status jabatan atau memilih pekerjaa yang berbeda demi kebutuhan yang mereka inginkan dengan memaksa, hingga mempengaruhi kinerja pada perusahan tersebut, dan ini mungkin terjadi pada karyawan Hotel Santika Makassar.
Hotel Santika Makassar, sebagai salah satu industri yang bergerak pada bidang jasa, yang mengutamakan kepuasan tamu dalam menjalankannya. Demi memuaskan tamu, tak jarang para karyawan hotel yang dituntut untuk bersikap ramah kepada para tamu yang berada di Hotel Santika Makassar, meskipun
sedang memiliki banyak masalah yang dihadapinya. Mereka harus menngontrol dan menekan segala masalah tersebut agar menjaga kualitas pelayanan kepada para tamu hotel. Hal inilah salah satu pemicu yang mengakibatkan stres di lingkugan kerja.
Terkadang juga karyawan sering mengalami gangguan dalam bekerja yang disebabkan oleh banyaknya beban yang dialami dalam lingkungan kerja yang mengakibatkan stres dalam kinerja karyawan.
Pada umumnya, individu yang mengalami stres dalam lingkungan kerja dikarenakan olehprosedur kerja yang harus ditaati dalam perusahaan oleh karena itu akan terganggu siklus kinerja dan merasakan ketidaknyamanan pada kinerja karyawan.
Sumber daya manusia merupakan alat utama yang sangat dibutuhkan dalam setiap kelompok kerja sama (organisasi), yang
dimana pada hakikatnya
bergunadalamhaldorongan pada kegiatan disetiap perusahaan. Semakin baik sumber daya manusia yang dibuat dalam sebuah perusahaan maka baik pula kemampuan kerja dalam perusahaan tersebut, tetapi jika semakin rendah kadar ukuran sumber daya manusia
akan menurun pula kemapuan kerja pegawai dalam perusahaan tersebut.
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Apakah Lingkunga Kerja mempangaruhi kinerja karyawan Hotel Santika Makassar?. 2) Apakah stres kerja mempengaruhi kinerja karyawan pada Hotel Santika Makassar?. 3) Apakah Lingkungan Kerja dan Stres Kerja mempengaruhi Kinerja karyawan?.
Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui pengaruh Lingkungan kerja dalam kinerja karyawan pada Hotel Santika Makassar. 2) Untuk mengetahui pengaruh Stres Kerja dalam kinerja karyawan pada Hotel Santika Makassar. 3) Untuk mengetahui Lingkungan Kerja dan Stres Kerja mempengaruhi Kinerja karyawan.
TINJAUAN LITERATUR
Lingkungan kerja adalah suatu kehidupan yang harus dihadapi oleh setiap pekerja dalam kebutuhan sehari-hari dan dapat mepengaruhi dirinya dalam setiap melakukan aktivitas kerja yang diberikan. Kehidupan sosial dalam lingkungan kerja dapat juga mempengaruhi psikologi,fisik dan berbagai kondisi lingkungan yang tak akan terpisahkan oleh para pekerja dalam perusahaan terebut.
Menurut Sedarmayanti (2017) mengatakan bahwa lingkungan kerja dapat mempengaruhi suatu kinerja pegawai karna seseorang manusia akandapat melakukanaktivitas dengan baik, agar mendapatkan hasil yang optimal yang dicipai jika didukung oleh kondisi lingkungan yang baik. Berikutnya Sedarmayanti mengatakan bahwa suatu kondisi lingkungan dikatakan baik atau sesuai apabila manusia dapat melaksanakan kegiatannya secara optimal, sehat, aman dan nyaman dan dalam keadaan lingkungan kerja yang kurang baik dapat
menutut tenaga dan waktu yang lebih banyak dan tidak mendukung diperolehnya rancangan sistem kerja yang efesien.
Seperti yang kita ketahui sebagai manusia, dengan bertambahnya usia juga akan menambah tuntutan hidup yang harus dijalani.
Seperti dengan kehidupan ketika kita berada di lingkungan kerja, karena tuntutan dan pengalaman baru, itu akan sangat memungkinkan untuk stres.Masalah stres adalah masalah yang sering kita jumpai dalam setiap harinya, dan tempatnya sangat penting dalam kaitannya dengan produktivitas kerja karyawan. Dengan adanya berbagai hal yang bisa timbul dan menciptakan stres dalam diri.
Contoh dari hal lingkugan kerja membuat agar selalu bisa beradaptasi dengan kondisi yang ada.
Menurut Triatna (2015) Stres adalah suatu kondisi seseorang, dimana kondisi fisik dan / atau psikologisnya dipengaruhi oleh gangguan dari dalam atau luar dirinya sehingga menyebabkan ketegangan dan menyebabkan munculnya perilaku yang tidak biasa (yang dikategorikan menyimpang) baik secara fisik, sosial, dan secara psikologis.
Kinerja merupakan suatu proses untuk mendapatkan pencapaian dari segala tugas suatu aktivitas atau kebijakan untuk melaksanakan yang harus didapatkan oleh individu atau sekelompok dalam suatu organisasi, sesuai dengan kewenangan tanggungjawab yang ada didalamnya untuk melaksanakan suatu tujuan, sasaran, visi dan misi yang terdapat dalam rencana suatu perusahaan.
Istilah kinerja ini digunakan untuk menentukan suatu ciri kesuskesan, dalam hal ini kesuksesan adalah bentuk tujuan atau sasaran tertentu yang ingin digapai. Ini merujuk pada pencapaian atau tingat kesuksesan individu atau kelompok yang ada, untuk setiap individu pasti memiliki kriteria kesuksesan yang ditentukan sebagai tolak ukur.
Kinerja karyawan akan baik jika dia memiliki keterampilan maksimal dan ingin bekerja karena dia dibayar sesuai dengan perjanjian yang ditentukan, memiliki harapan masa depan menjadi lebih baik. Untuk gaji dan harapan adalah hal-hal yang memberikan semangat seseorang karyawan siap untuk melakukan pekerjaan dengan kinerja yang baik. Jika sekelompok karyawan dan atasan mereka memiliki kinerja yang baik, itu akan
berdampak pada kinerja perusahaan yang baik juga.
Menurut Simmamora (2015), kinerja dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut:
1) Faktor individu yang terdiri dari:
kemampuan, dan faktor demografis. 2) Faktor psikologis yang terdiri dari: Sikap, motivasi, persepsi, kepribadian dan pembelajaran. 3) Faktor organisasi yang terdiri dari: sumber
daya, kepemimpinan, penghargaan, struktur, dan desain pekerjaan.
Kinerja karyawan dapat menanggapi kondisi-kondisi tersebut dengan tekanan yang dihadapinya, oleh karena itu stres mempunyai dua tekanan yang dikontrol yang secara positif dan negatif. Ini adalah tugas manajemen untuk bisa mengelolah kinerja karyawan agar baik dalam bekerja. Untuk itu keharusan bagi perusahaan untuk mengontrol keadaan atau menganali faktor-faktor apa saja yang membuat kinerja karyawan menurun. Oleh karena itu, tekanan yang dihadapi harus dikondisikan dan harus meningkatkan sumber daya manusia, baik dalam bentuk peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan pengembangan sikap dan perilaku yang produktif.
Berdasarkan latar belakang masalah dan penelitian terdahulu yang telah dikemukakan diatas, maka hipotesis peneltian ini adalah:
H1: Lingkungan kerja berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan Hotel Santika Makassar
H2: Stres kerja berpengaruh terhadap kinerja Karyawan pada Hotel Santika Makassar H3: Apakah Lingkungan Kerja dan Stres Kerja
mempengaruhi Kinerja karyawan.
Rumusan hipotesis rumusan hipotesis rumusan hipotesis rumusan hipotesis rumusan hipotesis rumusan hipotesis:
H1 : hipotesis satu H2 : hipotesis dua H3 : hipotesis tiga
Model penelitian model penelitian model penelitian model penelitian model penelitian.
Gambar 1. Model Penelitian
Sumber: Wuri, I. (2013) & Olusegun, Oluwasyo (2014)
METODE PENELITIAN
Pada penelitian ini dasarnya untuk menunjukan kebenaran dan pemecahan masalah atas apa yang diteliti untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan suatu metode yang tepat dan berguna untuk tujuan yang diteliti.
Dalam pengertian Metode Penelitian menurut Sugiyono (2014) adalah “Metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu”. Metode penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif asosiatif dengan pendekatan survey.Metode penelitian survey digunakan untuk mendapatkan data dari instansi melalui penyebaran kuesioner.
Penelitian iniakan dilaksanakan pada Kantor Hotel Santika di Makassar, yang berlokasi di Jalan Sultan Hasanuddin No. 40 Makassar. Adapun waktu penelitian akan dilakukan kurang lebihnya selama 2 bulan.
Jenis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah : 1) Data Kualitatif, adalah diperoleh melalui berbagai macam teknik pengumpulan data misalnya wawancara, analisis dokumen, diskusi terfokus, atau observasi yang telah dituangkan dalam catatan(transkrip) dan data yang berbentuk kata-kata, bukan dalam bentuk angka. Bentuk lain data kualitatif adalah gambar yang diperoleh melalui sumber primer.
2) Data kuantitatif adalah jenis data yang dapat diukur atau dihitung secara langsung, yang berupa informasi atau penjelasan yang dinyatakan dengan bilangan atau
berbentuk angka.
Menurut Sugiyono (2010). Dalam hal ini data kuantitatif yang diperlukan adalah: Jumlah Pegawai, jumlah sarana dan prasarana, dan hasil angket.
Data primer adalah data yang mengacu pada informasi yang diperoleh dari tangan pertama oleh peneliti yang berkaitan dengan variabel minat untuk tujuan spesifik studi.
Sumber data primer adalah responden individu, kelompok fokus, internet juga dapat menjadi sumber data primer jika koesioner disebarkan melalui internet.
Data sekunder adalah data yang mengacu pada informasi yang dikumpulkan dari sumber yang telah ada. Sumber data sekunder adalah catatan atau dokumentasi perusahaan, publikasi pemerintah, analisis Kinerja
Karyawn (Y) Lingkunga
kerja X1
Stres Kerja X2
industri oleh media, situs Web, internet dan seterusnya.
Populasi yang akandilakukan dalam penelitian ini adalah 91 orang karyawan di Hotel Santika Makassar.
Dengan populasi diatas kurang dari 100 orang maka sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan sampel Jenuh.
Selanjutnya “Menurut Sugiyono (2014) Teknik sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel.”
Maka dari itu, Penulis memilih sampel menggunakan teknik sampel jenuh karena jumlah populasi yang ada relatif kecil.
Sehingga sampel yang akan digunakan pada penelitian ini berjumlah 91 orang.
Teknik pengumpulan data yang berkaitan dengan penelitain ini menggunakan metode,yaitu: 1) Observasi adalah kegiatan langsung oleh peneliti yang terlibat dalam suatu kegiatan atau situasi untuk diamati agar objek yang diperoleh sesuai hasil survei lapangan. 2) Wawancara adalah metode pengumpulan data dengan cara tanya jawab secara langsung mengenai gambaran umum dan masalah yang berhubungan dengan pokok masalah kepada pegawai yang berwenang untuk menggunakan kebutuhan data-data tersebut. 3) Kuesioner adalah metode penelitian pengumpulan data dengan cara membagikan berupa daftar pertanyaan kepada responden tentang masalah yang dibahas. 4) Dokumentasi adalah bentuk tulisan, gambar atau karya-karya ilmiah seseorang pada Hotel Santika Makassar.
Dalam penelitian ini digunakan 2 jenis variable yaitu Lingkungan Kerja (X1) dan Stres (X2 yang dipengaruhi variabel lain Kinerja Karyawan(Y).
Untuk pengisian kuesioner jawaban responden menggunakan skala likert 5 poin, yaitu berupa pilihan dari lima alternatif, yaitu:
1)SS : Sangat Setuju, 2) S: Setuju, 3) N:
Netral, 4) TS: Tidak Setuju, 5) STS: Sangat Tidak Setuju
Jawaban memiliki masing-masing nilai sebgai berikut:
SS : 5 S : 4 N : 3 TS : 2 STS : 1
Menurut Sugiyono (2014) pengertian analisis data adalah Analisis data adalah proses
mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih nama yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain.
Hasil penelitian ini valid jika ada kesamaan antara data yang dikumpulkan dan data aktual. Uji validitas mempunyai arti sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melaksanakan fungsi ukurnya.
Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur (Sugiyono, 2008). Uji validitas dilakukan untuk menguji apakah butir-butir pertanyaan dapat mengkonfirmasi sebuah faktor atau konstruk atau variabel.
Oleh karena itulah digunakan program SPSS untuk melakukan pengujian tersebut.
Keputusan pengujian validitas item responden adalah seabagai berikut: 1) Nilai r dibandingkan dengan nilai r tabel dengan d=
n-2 dansignifikan sebasar 5%. 3) Item pernyataan yang diteliti dikatakan valid jika r Hitung> r Tabel. 3) Item pernyataan yang diteliti dikatakan tidak valid jika r Hitung< r Tabe.
Pengujian validitas instrumen dalam penelitian ini dilakukan pada setiap item pernyataan 12 pertanyaan disetiap variabel, yang terdiri dari 23 orang pernyataan.
Selain valid, maka instrumen penelitian juga harus reliable (dapat diandalkan).
Penelitian reliable bila terdapat kesamaan data pada waktu yang berbeda. Test-retest adalah instrumen penelitian yang reliabilitasnya diuji dengan mencobakan instrumen beberapa kali pada responden. Jadi dalam hal ini instrumennya sama, respondennya sama, tetapi waktunya berbeda. Reliabilitas diukur dari koefisien korelasi antara percobaan pertama dengan kedua. Bila koefisien korelasi positif dan signifikan maka instrumen tersebut dinyatakan reliable. Hasil penelitian disebut reliable apabila nilai alpha cronbach (ɑ) > 0,5 (Azwar, 2001).
Keputusan pengujian realiabilitas instrumen sebagai berikut: 1) Insturmen dikatakan reliabel jika rHitung> rTabel. 2) Instrumen dikatakan tidak reliabel jika rHitung< rTabel.
Untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat digunakan metode analisis uji regresi berganda, persentase semua pengaruh variabel bebas secara simultan terhadap nilai variabel terikat serta pengaruh variabel bebas secara bersama- sama terhadap nilai variabel terikat. Untuk menentukan ada pengaruh yang signifikan antara variabel bebas terhadap variabel terikat digunakan uji statistik koefisien regresi.
Model regresi liniernya adalah : Y = b0 + b1 X1 + b2 X2 + e Dimana :
Y = Kinerja karyawan X1 = Lingkungan Kerja X2 = Stres
b0 = konstanta b1 dan b2= koefisien regresi e = standar error
Untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara variabel bebas dengan variabel tidak bebas secara simultan, dapat dilihat hasil uji koefisien korelasi multiple R sedangkan tingkat pengaruh dapat dilihat hasil uji koefisien determinasi R2. sedangkan signifikan tidaknya pengaruh tersebut dapat dilihat dari hasil Uji – F serta tingkat probabilitas dengan tingkat kepercayaan 95%
atau α = 0,05.
Jika Uji – F > F – tabel dan probabilitas
< α 0,05 maka ada pengaruh, sehingga hipotesis nol (HO) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima, selanjutnya, jika Uji – F < F - tabel dan probabilitas > α 0,05 maka tidak ada pengaruh maka hipotesis nol (Ho) diterima dan hipotesis alternatif (Ha) ditolak.
Di samping itu juga dapat dilakukan uji – t (uji – student) yaitu untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel bebas secara parsial terhadap variabel tidak bebasnya dengan tingkat kepercayaan 95% atau α = 0,05.
Jika Uji – t > t – tabel dan probabilitas <
α 0,05 maka ada pengaruh sehingga hipotesis nol (HO) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Selanjutnya jika uji = t< t = tabel probabilitas > α 0,05 maka tidak ada pengaruh, Sehingga hipotesis nol (Ho) diterima dan hipotesis (Ha) ditolak
HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian dilakukan pada karyawan Hotel Santika Makassar sebanyak 91 orang, kemudian kuesioner dibagikan kepada
karyawan diinput dan digunakan untuk analisis. Analisis yang digunakan adalah jalur (path), yaitu untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja dan stres terhadap kinerja karyawan.
Berdasarkan hasil kuesioner angkat penelitian yang diperoleh gambaran pada profil karyawan Hotel Santika Makassar dengan berdasarkan jenis kelamin pada tabel
1Tabel 1. Jenis Kelamin
Frequency Percent Vali
d
Pria 63 69.2
Wanita 28 30.8
Total 91 100.0
Sumber : Data diolah (2019)
Berdasarkan tabel 4.1 pada karyawan Hotel Santika Makassar, mayoritas adalah pria dengan jumlah 63 orang dengan jumlah presentasi yaitu sebesar 69.2% dan 28 orang adalah wanita dengan presentasi 30.7%.
Tabel 2. Usia
Frequency Percent
Valid 21-30 Tahun
73 80.2
31-40 Tahun
18 19.8
Total 91 100.0
Sumber : Data diolah (2019)
Pada tabel 2 menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 21-30 tahun sebesar 80.2%, usia antara 31-40 tahun sebesar 19.8%. Dengan ini menunjukkan bahwa karyawan Hotel Santika Makassar masih berusia muda.
Tabel 3. Pendidikan
Frequency Percent
Valid SMA/SMK 82 90.1
D3 6 6.7
S1 3 3.2
Total 91 100.0
Sumber : Data diolah (2019)
Hasil deskriptif responden berdasarkan pada pedidikan terakhir seperti pada tabel 3 bahwa mayoritas karyawan Hotel Santika Makassar dalam pendidikan SMA/SMK 82 orang atau 90.1%, sedangkan yang Sarjana (S1) sebanyak 3 orang atau 3.2%, dan untuk D3 sebanyak 6 orang atau 6.7%.
Tabel 4. Jenis Kelamin
Frequency Percent
Valid 1-5 Tahun 73 80.2
6-10
Tahun 18 19.8
Total 91 100.0
Sumber : Data diolah (2019)
Pada masa kerja responden pada tabel 4 diketahui bahwa mayoritas responden memiliki masa kerja 1-5 tahun yaitu sebanyak 80.2% atau 73 orang,antara 6-10 tahun yaitu sebanyak 19.8% atau 18 orang.
Tabel 5. Hasil Uji Validitas Variabel Penelitian Lingkungan Kerja
Tabel 6. Hasil Uji Validitas Variabel Penelitian Stres Kerja
Tabel 7. Hasil Uji Validitas Variabel Penelitian Kinerja Karyawan
Dalam hasil diatas diketahui bahwa seluruh variabel memiliki nilai koefisisen yang semua nilainya diatas dari r tabel pada taraf signifikan yaitu sebesar 0.2039, Dan dapat disimpulkan bahwa variabel Lingkungan Kerja, Stres dan Kinerja Karyawan dalam seluruh butir pernyataan dinyatakan semuaya valid.
Uji reliabilitas merupakan pengujian untuk melihat konsistensi jawaban responden terhadap pertanyaan dalam kuesioner. Jika rHitung > rTabel maka angket dinyatakan reliabel atau konsisten.
Tabel 8. Uji reliabilitas
Sumber : Data diolah (2019)
Maka dengan ini selain valid harus juga reliabel atau dapat diandalkan. Jadi dalam hal ini, reliabilitas dukur dari koefisien korelasi, bila koefisien korelasi signifikan maka instrument tersebut dinyatakan reliabel.
Dengan ini jika hasil penelitian tersebut reliabel apa bila nilai alpha cronbach (ɑ) > 0,5 (Azwar, 2001).
Keputusan pengujian realiabilitas instrumen sebagai berikut: 1) Insturmen dikatakan reliabel jika rHitung> rTabel. 2) Instrumen dikatakan tidak reliabel jika rHitung< rTabel
Regresi Linear Berganda: Uji t ini digunakan untuk mengetahui apakah masing- masing variabel independen secara sendiri- sendiri mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen. Dengan kata lain, untuk mengetahui apakah masing-masing
Variabel Item indikator
r Hitung r Tabel Keterangan
Kinerja Kerja KK1 0.595 0.2039 Valid
KK2 0.598 0.2039 Valid
KK3 0.605 0.2039 Valid
KK4 0.617 0.2039 Valid
KK5 0.570 0.2039 Valid
KK6 0.401 0.2039 Valid
KK7 0.499 0.2039 Valid
KK8 0.415 0.2039 Valid
KK9 0.391 0.2039 Valid
KK10 0.536 0.2039 Valid
KK11 0.543 0.2039 Valid
KK12 0.336 0.2039 Valid
Variabel Item indikator
R Hitung r Tabel Keterangan
Lingkungan Kerja LK1 0.697 0.2039 Valid
LK2 0.598 0.2039 Valid
LK3 0.609 0.2039 Valid
LK4 0.583 0.2039 Valid
LK5 0.574 0.2039 Valid
LK6 0.401 0.2039 Valid
LK7 0.431 0.2039 Valid
LK8 0.436 0.2039 Valid
LK9 0.281 0.2039 Valid
LK10 0.387 0.2039 Valid
LK11 0.498 0.2039 Valid
LK12 0.410 0.2039 Valid
Variabel Item indikator
r Hitung r Tabel Keterangan
Stres Kerja SK1 0.626 0.2039 Valid
SK2 0.641 0.2039 Valid
SK3 0.583 0.2039 Valid
SK4 0.634 0.2039 Valid
SK5 0.542 0.2039 Valid
SK6 0.452 0.2039 Valid
SK7 0.615 0.2039 Valid
SK8 0.722 0.2039 Valid
SK9 0.668 0.2039 Valid
SK10 0.688 0.2039 Valid
SK11 0.652 0.2039 Valid
SK12 0.683 0.2039 Valid
Variabel Koefisien reliabilitas
r Tabel
Keteranga n Lingkungan
Kerja
0.716 0.2039 Reliabel Stres Kerja 0.866 0.2039 Reliabel Kinrja
Karyawan
0.745 0.2039 Reliabel
variabel independen dapat menjelaskan perubahan yang terjadi pada variabel dependen secara nyata.
Tabel 9
Sumber: Data diolah (2019)
Pengujian hipotesis tama (H1).
Diketahui bahwa pengaruh untuk X1 terhadap Y adalah sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai t hitung sebesar 3.468 > t tabel 1.987, sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima yang berarti terdapat pengaruh X1 terhadap Y.
Pengujuan Hipotesis Kedua (H2).
Diketahui nilai signifikan untuk penngaruh X2 terhadap Y adalah sebesar 0.290 > 0.05 dan nilai t hitung 2.550 > t tabel sebesar 1.987.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa H2 diterima yang berarti terdapat pengaruh X2 terhadap Y..
Uji F digunakan untuk menunjukkan apakah keseluruhan variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen dengan mengunakan level of significance 5%.
Kriteria pengujiannya apabila nilai F-hitung <
F-tabel artinya seluruh variabel independen yang digunakan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen.
Apabila nilai F-hitung > F-tabel berarti seluruh variabel independen berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen dengan taraf signifikasi tertentu.
Tabel 10
Model Df Mean
Squar e
F hitung
F tabel
Sig.
Regression 2 165.214 12.834 3.10 .000a
Residual 88 12.874
Total 90
Sumber: Data diolah (2019)
Dapat diketahui bahwa nilai F hitung 12.834 > F tabel 3.10, sehingga dapat disimpulkan bahwa H3 diterima karena
terdapat pengaruh X1 dan X2 simultan terhadap Y.
Tabel 11
Model R
R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .475a .226 .208 3.58797
Sumber: Data diolah (2019)
Berdasarkan output diatas diketahui nilai R square sebesar 0,226, hal ini mengandung arti bahwa pengaruh variabel X1 dan X2 secara simultan terhadap variabel Y adalah sebesar 22,6%.
PENUTUP
Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah dijelaskan di Bab terdahulu,maka kesimpulan dari peneltian ini adalah: 1) Terdapat pengaruh yang signifikan antara lingkungan terhadap kinerja karyawan pada Hotel Santika Makassar. Hal ini berarti semakin baik lingkungan kerja maka kinerja karyawan akan semakin baik. 2) Stres kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada Hotel Santika Makassar. Hal ini berarti stres kerja yang semakin tinggi akan mengakibatkan kinerja karyawan pada Hotel Santika Makassar akan semakin menurun. 3) Lingkungan kerja dan stres kerja secara simultan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan. Secara parsonal lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja tetapi stres kerja mempuyai pengaruh negatif yang tidak signifikan terhadap kinerja karyawan Hotel Santika Makassar. Hal ini akan membuat ketidak seimbangan terhdap kinerja karyawan Hotel Santika Makassar.
Berdasarkan hasil dalam penelitian ini maka dapat direkomendasikan beberapa saran kepada beberapa pihak yaitu: 1) Pihak manajemen Hotel Santika Makassar mengelola stres kerja karyawan agar tidak berdampak pada penurunan terhadap kinerja karyawan,karena beberapa karyawan mempunyai pilihan terhadap stres yang diahadapi pada lingkungan kerja yang ditempatinya,oleh karena itu Pimpinan hendaknya pada akhir minggu atau akhir bulan memberikan olahraga rutin atau senam agar karyawan dapat merasa tingkat stres semakin
Model
Unstandardized Coefficients
t-hitung t-tabel Sig. Pengaruh B Std. Error
1
Lingkungan
Kerja (X1) 0.372 0.92 3.468 1.987 0.000 Signifikan Stres Kerja
(X2) 0.050 0.47 2.550 1.987 0.290 Signifikan a. Dependent Variable: Prestasi Karyawan (Y)
rendah sehingga kesehatan dan stamina karyawan tetap terjaga dengan baik. 2) Pihak manajemen Hotel Santika Makassar menciptakan lingkungan kerja karyawan yang kondusif, terutama pada item lingkungan kerja tidak pernah terjadi masalah dalam proses yang dimiliki oleh karyawan. Hendaknya menjalin hubungan yang harmonis antara satu dengan yang lain seluruh, dan menciptakan komunikasi yang baik, sehinggadapat menyampaikan permasalahan atau kesulitan, dan gagasan/ide yang ingin dikeluarkan tanpa sungkan.
DAFTAR PUSTAKA
Apriliani, A. (2017). Psikologi Industri dan Organisasi Universitas Pembangunan Jaya.
Stres Kerja Pada Karyawan .Diakses pada tanggal 20 Juni 2019 melalui website https://pioupj.wordpress.com/2017/03/19/st res-kerja-pada-karyawan/
Amando, F, P. (2018). Analisis Pengalaman Kerja Dan Stres Kerja Serta Pengaruh Terhdap Kinerja Karyawan PT Air Manado. Tesis Tidak Dipublikasikan.
Manado: Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Diakses pada tanggal 28 Juni 2019, melaui website.
http://webcache.googleusercontent.com/sea rch?q=cache:lj4mvyomyVcJ:https://ejourna l.unsrat.ac.id/index.php/emba/article/viewF ile/22351/22034%2Banalisis+pengalaman+
kerja+dan+stres+kerja+pengaruhnya+terha dap+kinerja+karyawan+pr.air+manado&sa fe=strict&hl=id&gbv=2&ct=clnk
Ardela, F. (2018). mengatasi stres kerja, Pekerjaan, penyebab stres kerja, stres kerja. Diakses pada tanggal 22 Juni 2019
melalui website
https://www.finansialku.com/penyebab- stres-kerja/
Silalahi, U. (2013). Asas-asas Manajemen. PT Refrika Aditama
Fahmi I. (2018). Manajamen Kinerja Teori dan Aplikasi. Bandung: Alfabeta.
Jenis hotel, (2015). Penegrian Hotel dan Definisi. Diaksses pada tanggal 6 Agustus
2019 melalui website
https://jenishotel.info/pengertian-hotel Josephine., & Harjanti, A.D. Pengaruh
Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Bagian Produksi Melalui Motivasi Kerja Sebagai Variabel Intervening Pada PT. Trio Corporate Plastic
(Tricopla). Diakses pada tanggal 18 November 2018 melalui website https://media.neliti.com/media/publications /135167-ID-pengaruh-lingkungan-kerja- terhadap-kiner.pdf
Jurdi, F. (2018). Manajemen Sumber Daya Manusia Strategi Pengelolaan SDM Berkualitas dan Berdaya Saing
Kumpulan Karya Tulis Ilmiah (2013) Pengertian Kinerja Karyawan. Diakses pada tanggal 22 Jnui 2019 melalui website http://belajarilmukomputerdaninternet.blog spot.com/2013/10/pengertian-kinerja- karyawan.html
Landasan Teori Diakses pada tangga 16 Agustus 2019 melalui website
https://abstrak.uns.ac.id/wisuda/upload/G01 12095_bab2.pdf
Wibowo. (2017). Manajemen Kinerja. Edisi 5.
Depok Rajawali Pers. Perpustakaan Nasional: Katalog dalam terbitan (KDT) Maxmanroe. (2019). Pengertian Manajemen
stres, Tujuan, dan Cara Hilangkan stres dengan Manajemen Stres .Diakses pada tanggal 22 Juni 2019 melalui website https://www.maxmanroe.com/vid/manajem en/pengertian-manajemen-stress.html Nurindasari, L. (2017). Kajian Pustaka,
Kerangka Pemikiran dan Hipotesis.
Diakses pada tanggal 16 Agustus 2019,
melalui website
http://repository.unpas.ac.id/30010/5/BAB
%20II.pdf
Putri, T. (2019). Stres Ternayata Bisa Berdampak Positif, Kok Bisa?. Diakses Pada tanggal 28 Juni 2019 melalui website https://lifestyle.okezone.com/read/2019/07/
10/481/2077286/stres-ternyata-bisa- berdampak-positif-kok-bisa?page=2
Pradana, P.T. Pengaruh stres kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan melalui variabel intervening kepuasan kerja (Studi pada Karyawan PT. Bank Mandiri Kantor Cabang Madiun). Diakses pada tanggal 18 November 2019, melalui website
file:///D:/Pengaruh%20Stres%20Kerja%20 dan%20Lingkungan%20Kerja%20Terhada p%20Kinerja%20Karyawan%20Melalui%2 0Variabel%20Intervening%20%20(1).pdf Ridho, M. (2017). Makalah Manajemen Stres.
Diakses pada tanggal 20 Juni 2019 melalui website
https://muhammadridhooo.blogspot.com/20 17/10/makalah-manajemen- stres.html