• Tidak ada hasil yang ditemukan

FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS BOSOWA 2019

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS BOSOWA 2019"

Copied!
70
0
0

Teks penuh

Karya Ilmiah berupa tesis dengan judul “KAJIHAN JURIDIK TERHADAP PIDANA PENIPUAN” (Putusan Studi Kasus Nomor 1673/Pid.B/2015/PN.Mks) merupakan salah satu syarat tugas akhir pada jenjang pertama (S1) Universitas Program Studi Hukum Fakultas Hukum Universitas Bosowa Makassar. Segenap guru, seluruh pegawai dan seluruh sivitas akademika Fakultas Hukum Universitas Bosowa Makassar yang telah memberikan ilmu, nasehat dan urusan administrasi.

Runusan Masalah

Tujuan Penelitan

Manfaat Penelitian

Lokasi Penelitian

Pendekatan Penelitian

Sumber Data

Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari hasil penelitian lapangan yaitu Pengadilan Negeri Makassar.Sumber data primer ini merupakan hasil wawancara dengan pihak-pihak yang dianggap mengetahui atau menguasai permasalahan yang akan dibahas, serta dokumen-dokumen yang diperoleh langsung dari lokasi, penelitian seperti hakim, yang mengambil keputusan dan pegawai yang menyimpan berkas atau dokumen perkara dan terpidana. Dalam penelitian ini sumber data sekunder adalah berbagai data yang diperoleh dari buku, literatur, artikel hukum, dokumen, KUHP dan KUHAP serta sumber lain yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti.

Teknik Pengumpulan dan Analisis Data

TINJAUAN PUSTAKA

Pengertian Tindak Pidana Penadahan 1. Tindak pidana Penadahan

Kata penadadah sendiri merupakan kata kerja yaitu tadah yang dilakukan oleh pelaku yang disebut dengan wali. Hal ini dapat mendorong pelaku kejahatan untuk mengambil kesempatan menipu orang lain untuk melakukan kejahatan dan mengambil keuntungan dari hasil kejahatan yang dilakukan oleh orang yang ditipu. Pembuat undang-undang berbicara tentang tindak pidana terhadap harta benda, yaitu tentang bantuan setelah dilakukannya tindak pidana terhadap harta benda, yaitu tentang bantuan setelah dilakukannya suatu tindak pidana, namun dari sini tidak dapat disimpulkan bahwa untuk setiap perampokan perlu dinyatakan bahwa suatu tindak pidana. Pada mulanya dilakukan dengan bantuan penerima, perbuatan asal barang itu diperoleh orang lain.

Menurut penulis, pengertian tindak pidana pemberatan adalah suatu jenis perbuatan yang dilakukan dengan cara memberikan bantuan kepada pelaku tindak pidana harta benda atau yang patut diduga sebagai pelaku tindak pidana harta benda, dengan maksud untuk memperoleh keuntungan. atau memudahkan pelaku kejahatan terhadap harta benda setelah harta benda itu dikuasai oleh pelaku, baik karena mengetahui bahwa harta itu merupakan hasil tindak pidana, atau patut menduga bahwa harta itu merupakan hasil tindak pidana.

Unsur-unsur Tindak Pidana Penadahan

Kejahatan berasal dari bahasa Belanda straf yang pada dasarnya dapat diartikan sebagai penderitaan (nestapa) yang sengaja ditimpakan/ditimpakan kepada seseorang yang terbukti bersalah melakukan tindak pidana. Menurut Andi Hamzah, para ahli hukum Indonesia membedakan istilah pidana dengan pidana, yang dalam bahasa Belanda dikenal dengan istilah punishment. Istilah hukuman merupakan istilah umum yang digunakan untuk semua jenis sanksi di bidang hukum administrasi perdata, disiplin, dan pidana, sedangkan istilah hukum pidana diartikan secara sempit, yaitu hanya sanksi yang berkaitan dengan hukum pidana.

Menurut Satochid Kartanegara, hukuman (pidana) bersifat penyiksaan atau penderitaan yang diatur dalam hukum pidana.

Jenis-jenis Pemidanaan

Orang yang dipidana penjara dan masa pidana penjara wajib melakukan (bekerja) pekerjaan tertentu, meskipun pidana penjara bagi terpidana lebih mudah dibandingkan dengan narapidana dan lembaga pemasyarakatan. Tempat pemenjaraan sama dengan tempat pemenjaraan, hanya saja terdapat sedikit perbedaan yaitu harus dipisahkan (Pasal 28). Pidana penjara dijatuhkan pada tindak pidana culpa, pidana penjara dikenakan pada tindak pidana dolus dan culpa.

Ada dua jenis pidana penjara, yakni pidana penjara utama dan pidana penjara tambahan (yang menggantikan pidana denda), namun pidana penjara tidak mengenal hal tersebut.

Teori Tujuan Pemidanaan

  • Dassar Teori Pertimbangan Putusan Hakim

Pokok-pokok kekuasaan kehakiman diatur dalam Pasal 24 dan Pasal 25 UUD 1945 Bab IX, dan dalam UU No. tentang Pancasila dan Undang-Undang Dasar – Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, demi terselenggaranya negara hukum Negara Republik Indonesia. Badan Peradilan dalam ketentuan ini merupakan lembaga yang independen, artinya Badan Peradilan bebas dari segala campur tangan lembaga diluar lembaga peradilan, kecuali dalam hal-hal sebagaimana dimaksud dalam UUD 1945.

8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), Hakim adalah pejabat peradilan negara yang diberi wewenang oleh undang-undang untuk mengadili.

HASL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Penerapan Hukum Pidana Materiil terhaadap Tindak Pidana Penadahan (Studi Kasus Putusan Nomor 1673/Pid.B/2015/PN.Mks)

Identitas Terdakwa

Bermula saat saksi Dedy Syam alias Dedy binti Syamsuddin (tersangka penuntut terpisah) menghubungi tersangka pada Sabtu, 29 Agustus 2015 sekitar pukul 19.00 untuk menitipkan 3 tas seragam sekolah. Saat itu, saksi Dedy Syam juga meminta terdakwa membayar upah masyarakat yang mengangkut barang tersebut sebesar Rp200.000 (dua ratus ribu rupiah). Setelah menjual seragam sekolah tersebut, terdakwa menerima hasil penjualan senilai Rp500.000, namun sisa hasil penjualannya tidak dilimpahkan kepada saksi Dedy Syam.

Selanjutnya, terdakwa kembali membeli barang berupa seragam sekolah dari Dedy Syam seharga Rp 500.000, total 10 bundel.

Dakwaan Jaksa Penuntut Umum

Karena harganya yang murah dan atas bujukan terdakwa, saksi Hasma bersedia membeli 100 buah seragam sekolah seharga Rp, sehingga terdakwa kembali menghubungi saksi Dedy Syam untuk mengantarkan seragam tersebut sesuai pesanan saksi Hasma. Saat itu, saksi Dedy Syam juga meminta terdakwa membayar upah pengangkut barang sebesar Rp200.000. Setelah terdakwa menjual kembali seragam sekolah tersebut, terdakwa menerima hasil penjualan sebesar Rp500.000,00 namun sisa hasil penjualan tidak diserahkan kepada saksi Dedy Syam.

Bahwa saksi Dedy Syam sebelum menerima titipan saksi Dedy Syam berupa 3 tas seragam sekolah untuk disimpan oleh terdakwa, memberitahukan kepada terdakwa bahwa barang tersebut diambil dari tempat penyerahan barang dan tersangka menanyakan kata “ amanji".

Barang Bukti Tindak Pidana Penadahan

Tuntutan Jaksa Penuntut Umum

Amar Putusan

Komentar Penulis

Dakwaan Jaksa Penuntut Umum dalam perkara ini secara teknis sesuai dengan ketentuan Pasal 143 KUHAP yaitu bertanggal, ditandatangani dan memuat identitas tersangka (nama lengkap, tempat lahir, umur). /tanggal lahir, jenis kelamin). Jaksa Penuntut Umum dalam perkara ini mengajukan dakwaan tunggal karena hanya memuat satu jenis tindak pidana yang didakwakan kepada terdakwa, yaitu pelanggaran Pasal 480 ayat (1) KUHP yaitu melakukan perbuatan menabung, menukarkan, dijual atau mundur. Setelah menelaah seluruh fakta-fakta yang ditemukan dalam persidangan, Majelis Hakim menilai terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar ketentuan Pasal 480 ayat (1) KUHP tentang penahanan.

Apalagi menurut Pak. Cening Budian, seperti yang diungkapkan atau dikemukakan JPU dalam dakwaan.

Pertimbangan Hukum Hakim

Hakim berpendapat bahwa terdakwa setelah surat dakwaan dibacakan oleh JPU, ketika ditanya oleh majelis hakim, menyatakan memahami dan tidak berkeberatan terhadap dakwaan; Setelah membacakan isi dakwaan, hakim belum bisa memastikan apakah terdakwa melakukan tindak pidana atau tidak, sehingga majelis hakim belum bisa mengambil keputusan. Untuk memperoleh kepercayaan dalam memutus perkara ini, maka majelis hakim telah mengetahui bukti-bukti dan pertimbangan hukum dalam perkara ini.

Menimbang karena terdakwa didakwa dengan satu dakwaan, maka Majelis Hakim akan membuktikan dakwaan tersebut.

Unsur Barang Siapa

Pertimbangan hukum yang diuraikan di atas menjadi pertanyaan hukum bagi Majelis Hakim, apakah tersangka dapat diperbolehkan melakukan tindak pidana yang didakwakan Jaksa Penuntut Umum dalam dakwaannya. Menimbang karena tersangka didakwa melakukan satu tindak pidana yaitu melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam menurut ketentuan.

Unsur menyimpan, membeli, menukarkan, menjual, atau menarik keuntungan suatu benda

Menimbang bahwa berdasarkan uraian pertimbangan tersebut, unsur-unsur menyimpan, menukarkan, menjual atau menarik keuntungan suatu benda telah terbukti dan terpenuhi.

Unsur diketahui atau sepatutnya harus diduga bahwa benda tersebut diperoleh karena kejahatan

Menimbang hal tersebut, benar terdakwa mendapat untung karena Dedy Syam membayarkan sekitar 60 potong pakaian kepada terdakwa. Menimbang bahwa dari fakta-fakta yang diperoleh selama persidangan, Majelis Hakim tidak menemukan satu pun hal yang dapat melepaskan terdakwa dari tanggung jawab pidana, baik sebagai pembenaran maupun alasan, maka Majelis Hakim berkesimpulan bahwa perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa adalah wajib. dimintai pertanggungjawaban kepadanya. Menimbang bahwa karena terdakwa cakap untuk mempertanggungjawabkan, maka terdakwa harus dinyatakan bersalah atas tindak pidana yang didakwakan terhadap terdakwa, oleh karena itu harus dijatuhkan pidana.

Menimbang bahwa untuk menjatuhkan pidana kepada tersangka perlu terlebih dahulu mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan.

Amar Putusan

Komentar Penulis

Pertimbangan hukum yang berkaitan dengan tindak pidana yang didakwakan merupakan konteks terpenting dalam putusan hakim dan merupakan unsur-unsur tindak pidana: pertanyaan apakah perbuatan tersangka patuh dan sesuai dengan rumusan keterangan Jaksa. ke peradilan. Singkatnya, fakta-fakta di persidangan menitikberatkan pada bagaimana tindak pidana itu dilakukan, sebab-sebab atau latar belakang tersangka melakukan tindak pidana tersebut, lalu apa akibat langsung dan tidak langsungnya. Dalam pemeriksaan di sidang tersangka tidak ditemukan alasan untuk mengecualikan pertanggungjawaban pidana atau menghilangkan alasan tersangka melakukan tindak pidana, sehingga tersangka adalah badan hukum yang mampu mempertanggungjawabkan perbuatannya dan oleh karena itu harus dinyatakan. bersalah atas tindakannya.

Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan beberapa pihak mengenai hukuman pidana yang dijatuhkan oleh hakim yang mungkin dianggap ringan oleh sebagian masyarakat pada umumnya, sebagian masyarakat yang penulis wawancarai berpendapat bahwa memberikan terdakwa sanksi selama 4 bulan atas hukuman tersebut. tindak pidana penahanan dinilai mudah karena dipandang sebagai penangkapan yang tidak adil. Salah satu pendorong meningkatnya tindak pidana pencurian, penipuan, dan lain-lain serta maraknya tindak pidana ringan berdampak besar terhadap upaya pencegahan tindak pidana di masyarakat. . Sebagaimana diketahui, efek preventif dimaksudkan melalui pemberian sanksi.

PENUTUP

  • Saran

Namun hakim juga harus memperhatikan dasar dan tujuan pemidanaan itu sendiri, agar sanksi pidana tersebut bermanfaat bagi masyarakat.Sementara itu, menjatuhkan hukuman penjara kepada seseorang berarti melaksanakan pidana tersebut untuk mempertanggungjawabkan orang yang dianggap bersalah. buruk dan membahayakan kepentingan umum. Penyidik ​​harus lebih berhati-hati agar tidak terpengaruh dengan pengakuan tersangka yang kerap mengaku tidak mengetahui bahwa barang yang ditemukannya merupakan hasil kejahatan. Diharapkan adanya sosialisasi mengenai peraturan yang tepat, tindakan yang pantas dan tidak tepat untuk dilakukan karena tidak semua masyarakat mengetahui bahwa dirinya telah melakukan suatu tindakan yang melanggar hukum, termasuk penahanan yang tidak diketahui oleh sebagian besar masyarakat umum. tentang adanya unsur-unsur yang perlu diketahui. Pembatasan tersebut dilakukan baik oleh pihak terkait maupun oleh pihak yang mengetahuinya.

Referensi

Dokumen terkait

Diancam karena penadahan ringan, dengan pidana penjara paling lama tiga bulan atau denda paling banyak enam puluh rupiah, jika kejahatan dari mana benda diperoleh adalah

Yang dimaksud dengan “harta bendanya” dalam pasal 18 ayat (2) adalah harta benda kepunyaan terpidana yang bukan merupakan harta benda hasil dari tindak pidana korupsi dan/atau

Dalam hukum pidana, kejahatan atau tanggung jawab seorang pelaku yang melakukan kejahatan atau kejahatan memerlukan asas-asas hukum pidana. Salah satu asas hukum pidana

Tindak pidana penadahan merupakan tindakan yang dilarang oleh hukum karena penadahan diperoleh dengan cara kejahatan, dapat dikatakan menolong atau memudahkan tindakan kejahatan

Penggelapan adalah salah satu jenis tindak pidana yaitu berupa kejahatan terhadap harta kekayaan manusia yang diatur di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana

Bentuk tindak pidana penipuan dengan dasar Hutang Piutang antara lain tindak pidana penipuan dalam KUHP diatur pada Buku II tentang Kejahatan terhadap Harta Kekayaan,

Kendala yang timbul dalam penanggulangan yakni kelemahan pemberantasan tindak pidana di bidang perpajakan criminal justice sytem untuk memita pertanggungjawaban pelaku

Hakim pada perkara ini sebelum menjatuhkan pidana pada terdakwa, terlebih dahulu hakim memperhatikan dakwaan, usia, kesehatan yang bersifat lahiriah dan batiniah, maka terdakwa harus