• Tidak ada hasil yang ditemukan

FAKULTAS KEDOKTERAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "FAKULTAS KEDOKTERAN "

Copied!
83
0
0

Teks penuh

(1)

NEW STUDENTS PASSING GRADE ANALYSIS WITH CONVENTIONAL SYSTEM AND ONE DAY SERVICE SYSTEM IN FACULTY OF MEDICINE

MUHAMMADIYAH UNIVERSITY OF MAKASSAR

ANALISIS NILAI KELULUSAN MAHASISWA BARU DENGAN SISTEM KONVENSIONAL DAN SISTEM ONE DAY SERVICE DI FAKULTAS

KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

KURNIA AMALIAH HAMBALI NIM 10542 0364 12

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIAH MAKASSAR

2016

(2)

NEW STUDENTS PASSING GRADE ANALYSIS WITH CONVENTIONAL SYSTEM AND ONE DAY SERVICE SYSTEM IN FACULTY OF MEDICINE

MUHAMMADIYAH UNIVERSITY OF MAKASSAR

ANALISIS NILAI KELULUSAN MAHASISWA BARU DENGAN SISTEM KONVENSIONAL DAN SISTEM ONE DAY SERVICE DI FAKULTAS

KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

KURNIA AMALIAH HAMBALI NIM 10542 0364 12

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Melaksanakan Penelitian Skripsi Sarjana Kedokteran

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIAH MAKASSAR

2016

(3)
(4)
(5)

RIWAYAT HIDUP

Nama : Kurnia Amaliah Hambali

Ayah : H. Hambali

Ibu : Hj. Rahmawati Rajab

Tempat/ tanggal Lahir : Makassar, 3 November 1994

Agama : Islam

Alamat : Jl. Letjen Andi Mappaoddang

Telp/HP : 085343800387

Email : [email protected]

RIWAYAT PENDIDIKAN

1. TAHUN 2000-2006 : SD INP. Bontosunggu kota No.200 2. TAHUN 2007-2009 : SMP Negeri 1 Binamu

3. TAHUN 2009-2012 : SMA Negeri 1 Binamu

4. TAHUN 2012-2016 : Universitas Muhammadiyah Makassar

(6)

ii

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

Skripsi, 21 Juni 2016 KURNIA AMALIAH HAMBALI, (10542 0364 12)

JULIANI IBRAHIM

ANALISIS NILAI KELULUSAN MAHASISWA BARU DENGAN SISTEM KONVENSIONAL DAN SISTEM ONE DAY SERVICE DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR (xii + 41 halaman,2 tabel, 2 gambar, 3 lampiran)

ABSTRAK

LATAR BELAKANG: Penerimaan mahasiswa baru merupakan peristiwa yang penting bagi hampir seluruh Perguruan Tinggi yang bisa dikatakan sebagai titik awal proses pencarian sumber daya yang berkualitas, yaitu calon mahasiswa.

Dengan menerima calon mahasiswa yang berkompeten, maka akan dapat

menunjang mutu dan kualitas Perguruan Tinggi itu sendiri. Dalam hal penentuan calon mahasiswa baru diperlukan beberapa pertimbangan yang cukup banyak dan rumit yaitu standarisasi nilai, persyaratan masuk sekolah serta kebijakan-

kebijakan dari pemerintah dan lembaga pendidikan yang sering berubah setiap tahunnya.

TUJUAN PENELITIAN: Untuk mengetahui perbedaan nilai penerimaan mahasiswa baru dengan sistem konvensional dan sistem one day service di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar.

METODE: Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan metode pendekatan retrospective study. Jumlah subjek penelitian 306 data responden Penelitian ini menggunakan data sekunder dari arsip kelulusan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar.

HASIL: Dari 199 data sistem konvensional kategori nilai tinggi (51,3%) dan nilai rendah (48,7%). Dari 107 data sistem one day service kategori nilai tinggi (42,1) dan nilai rendah didapatkan (57,9%) .Hasil analisis bivariat diperoleh analisis hubungan perbedaan nilai penerimaan mahasiswa baru dengan konvensional dan sistem one day service berdasarkan hasil uji statistika dengan uji T test didapatkan p-value 0,000 kurang dari α (0,05) yang artinya H0 ditolak dan Ha diterima dimana terdapat hubungan yang signifikan antara perbedaan nilai mahasiswa baru terhadap sistem konvensional dan one day service.

KESIMPULAN: Terdapat hubungan perbedaan nilai penerimaan mahasiswa baru dengan sistem konvensional dan one day service.

DAFTAR PUSTAKA : 59 (2000 - 2012)

KATA KUNCI : Sistem konvensional, One Day Service, penerimaan mahasiswa baru

(7)

i FACULTY OF MEDICINE MUHAMMADIYAH UNIVERSITY OF MAKASSAR Undergraduate Thesis, june 2016 KURNIA AMALIAH HAMBALI, (10542 0364 12)

JULIANI IBRAHIM

NEW STUDENTS PASSING GRADE ANALYSIS WITH

CONVENTIONAL SYSTEM AND ONE DAY SERVICE SYSTEM IN FACULTY OF MEDICINE MUHAMMADIYAH UNIVERSITY OF MAKASSAR

(xii + 41 pages ,2 tables, 2 pictures, 3 appendices) ABSTRACT

BACKGROUND: New students acceptance is important event for every university that can be a starting point of a high quality recource searching proccess, i.e new students. By receive a high quality student candidate, then it will support a quality of university itself. In determine new student candidate requires a lot of judgement i.e score standardization, university prerequiresite, government and educational institution policies that always changes annually.

PURPOSE: To find out the difference of acceptance new students pasing grade with conventional system and one day service system in faculty of medicine muhammadiyah university of makassar.

METHOD: This study using analytical descriptive design with retrospective study approach. The sum of the subjects are 306 respondents data. This study using secondary data from faculty of medicine passed score archives

RESULT: According to 199 conventional system data a high score category (51.3% and low score (48.7%). According to 107 one day service system a high score category (42.1%) and low score (57.9%). Bivariat analysis result found relation analysis the difference of new students passing grade with conventional system and one day service system according statistical test result with T test found p-value 0.000 is more tahn α (0.05) thats mean Ho rejected and Ha accepted , there is significant relation between passing grade by conventional system and one day service system.

CONCLUTION: There is no relation difference of passing grade by conventional system and one day service system.

REFERERENC :59 (2000 - 2012)

KEYWORDS : conventional system, one day service system, the acceptance of new students

(8)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. Atas rahmat dan hidayahnya yang tak terhingga sehingga penulis dapat merampungkan skripsi ini.

Skripsi penelitian berjudul “Analisis Nilai Kelulusan Mahasiswa Baru Dengan Sistem Konvensional dan Sistem One Day Service Di Fakultas Kedokteran

Universitas Muhammadiyah Makassar” ini dapat terselesaikan dengan baik dan tepat pada waktunya.

Skripsi penelitian ini disusun sebagai salah satu syarat untuk melaksanakan penelitian skripsi sarjana kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar. Dalam penyusunan proposal penelitian ini penulis memperoleh bantuan dari berbagai pihak oleh karena itu penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada:

1. Dosen pembimbing ibu Juliani Ibrahim Ph.D yang senantiasa sabar dan baik hati dalam membimbing terselelsainya skripsi ini.

2. dr.Mahmud Ghaznawie Sp.PA(K) selaku Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar

3. Kedua orang tua penulis H.Hambali juha dan Hj. Rahmawati Rajab yang selalu menyemangati, memberikan dukungan material dan doa yang senantiasa dipanjatkan untuk penulis.

4. Dr. Rahasiah Taufik, Sp.M (K) selaku Penasehat Akademik yang telah memberikan bantuan dan ilmu yang tiada henti kepada penulis

5. Seluruh staf dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar yang selalu membimbing dan memberikan ilmu tak henti-hentinya sehingga terselesaikannya skripsi ini.

(9)

6. Sahabat dan teman-teman, Fernizha Mentari , Alfiani Nur, A.Ratu Palar, Nurhardianti, Windyani ,Fristya, Irda Nurdin ,Isriana, Fadhliani yang selalu menyemangati dan membantu dalam penulisan skripsi ini.

7. Kepada teman-teman terdekat penulis Muh. Aditya Manulusi S.Ked, Arli harfiani S.Ked, musliawati S. Kep dan Wahyuni chora M.Kes yang selalu membantu dan memberikan semangat dalam skripsi ini.

8. Teman-teman kelompok bimbingan skripsi, irda nurdin, desi winanda yang selalu membantu, kompak dan sabar dalam menyelesaikan skripsi ini

9. Keluarga besar Trigeminus yang tidak bisa saya sebutkan satu-satu atas dorongan semangat dan doanya masing-masing atas selesainya skripsi ini.

Penulis mengucapkan banyak terima kasih semoga segala bantuan yang telah diberikan sebagai amal sholeh senantiasa mendapat Ridho Allah SWT

Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi penelitian ini belum sempurna adanya, oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran konstruktif dari para pembaca demi tercapainya kesempurnaan. Sehingga proposal penelitian ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis dan umumnya bagi kita semua.

Makassar, 21 Juni 2016

Penulis

(10)

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL HALAMAN JUDUL

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PEMBIMBING LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PENGUJI LEMBAR PERNYATAAN PENGESAHAN

LEMBAR PERNYATAAN TIDAK PLAGIAT RIWAYAT HIDUP

ABSTRACT ... i

ABSTRAK ... ..ii

KATA PENGANTAR ... .iii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR TABEL ... viii

DAFTAR GAMBAR ... ix

BAB 1 PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Rumusan Masalah ... 4

C. Tujuan Penelitian ... 4

D. Manfaat Penelitian ... 5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 6

A. Penerimaan Mahasiswa Baru ... 6

B. Tes ... 6

(11)

C. Jenis Tes ...7

1. Tes Tertulis ... ..7

2. Tes Lisan ... ..7

3. Tes Tindakan ... ..8

D. Penilaian... 8

1. Fungsi Penilaian ... 9

2. Tujuan Penilaian ... 9

E. Sistem Ujian... 9

1. Sistem Konvensional ... 10

2. Sistem One Day Service ... 10

BAB III ... 13

A.Kerangka Teori ... 13

B. Kerangka Konsep Penelitian ... 13

C. Definisi Operasional ... 14

D. Hipotesis ... 15

BAB IV METODE PENELITIAN ... 16

A. Desain Penelitian ... 16

B. Waktu dan Lokasi Penelitian ... 16

C. Populasi dan Sampel ... 16

D. Tekhnik Pengumpulan Data ... 17

E. Rencana Analisis Data ... 18

F. Pengolahan dan Penyajian Data ... 19

G. Etika Penelitian ... 19

(12)

BAB V HASIL PENELITIAN ... 20

A. Gambaran Umum Objek Penelitian ... 20

B. Gambaran Populasi ... 24

C. Analisis ... 24

1. Analisis Univariat ... 25

2. Analisis Bivariat ... 26

BAB VI PEMBAHASAN ... 26

A. Pembahasan Analisis Data ... 26

B. Keterbatasan Penelitian ... 29

C. Kelebihan Penelitian ... 30

BAB VII TINJAUAN KEISLAMAN ... 31

BAB VIII PENUTUP A. Kesimpulan ... 37

B. Saran ... 37 DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

(13)

DAFTAR TABEL

TABEL JUDUL HALAMAN

Tabel 5.1 Distribusi Responden Ujian Masuk Mahasiswa Baru 25 berdasarkan angkatan

Tabel 5.2 Hubungan system konvensional dan sistem 26 One Day Service dengan nilai ujian

(14)

DAFTAR GAMBAR

Kerangka Teori ... 13

Kerangka Konsep ... 14

(15)

1 BAB I

PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Di era globalisasi seperti saat ini, yang bercirikan tuntutan terhadap perguruan tinggi bukan hanya sebatas kemampuan untuk menghasilkan lulusan yang diukur secara akademik, melainkan keseluruhan program dari lembaga- lembaga perguruan tinggi tersebut harus mampu membuktikan kualitas yang tinggi demi terciptanya manusia Indonesia seutuhnya, yaitu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), estetika (seni), moral dan etika.1

Penerimaan mahasiswa baru merupakan peristiwa yang penting bagi hampir seluruh Perguruan Tinggi. Peristiwa yang berulang tiap tahun ini dapat dikatakan sebagai titik awal proses pencarian sumber daya yang berkualitas, yaitu calon mahasiswa. Dengan menerima calon mahasiswa yang berkompeten, maka akan dapat menunjang mutu dan kualitas Perguruan Tinggi itu sendiri.

Di Indonesia, tingkat Human Development Index (HDI) yang mengukur pembandingan antara Life Expectancy, Literacy, Education, dan Standard Of Living belum beranjak naik secara signifikan, sementara akses pendidikan bagi usia 19-24 tahun yang terdaftar sebagai mahasiswa di Indonesia juga belum menggembirakan yaitu sebesar 14 persen. Kondisi partisipasi untuk melanjutkan di perguruan tinggi ini masih rendah.1

Penyeleksian atau penerimaan mahasiswa baru adalah suatu hal yang perlu ditentukan secara cepat dan tepat. Dalam hal penentuan calon mahasiswa baru diperlukan beberapa pertimbangan yang cukup banyak dan rumit yaitu

(16)

2 standarisasi nilai, persyaratan masuk sekolah serta kebijakan-kebijakan dari pemerintah dan lembaga pendidikan yang sering berubah setiap tahunnya.

Universitas Muhammadiyah Makassar merupakan salah satu lembaga pendidikan yang berada di kota Makassar juga merupakan salah satu Universitas yang berstandar nasional. Oleh karena itu, dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan berprestasi dalam bidang pendidikan salah satunya adalah mahasiswa yang dapat mendukung tujuan tersebut. Untuk memperoleh mahasiswa yang unggul, berprestasi dan berkualitas dalam bidang pendidikan maka proses penyeleksian mahasiswa baru harus menetapkan kriteria-kriteria yang sesuai dan juga harus dipersiapkan dengan semaksimal mungkin.

Sebagaimana diketahui, ada beberapa cara dalam pemerimaan mahasiswa baru, pertama jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang diselenggarakan secara nasional merupakan kesatuan integratif dari 61 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) di seluruh Indonesia, termasuk perguruan tinggi Badan Hukum Milik Negara (BHMN). Kedua, Ujian Masuk Politeknik Negeri (UMPN) yang dikhususkan bagi penerimaan mahasiswa politeknik negeri yang terdiri dari 32 Politeknik Negeri di seluruh Indonesia. Ketiga, Ujian Masuk Perguruan Tinggi Swasta (UMPTS) yang persyaratan maupun mekanisme pelaksanaannya diserahkan sepenuhnya kepada perguruan tinggi swasta masing-masing.2

(17)

3 Sesuai dengan Undang-Undang nomor 12 tahun 2012 tentang pendidikan tinggi:

a. Adil, yaitu tidak membedakan agama, suku, ras, jenis kelamin, umur, kedudukan sosial, kondisi fisik, dan tingkat kemampuan ekonomi calon mahasiswa, dengan tetap memperhatikan potensi dan prestasi akademik calon mahasiswa dan kekhususan program studi di perguruan tinggi yang bersangkutan;

b. Akuntabel, yaitu dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan kriteria yang jelas; dan

c. Transparan, yaitu pelaksanaan penerimaan dilakukan secara terbuka dan hasil pelaksanaan dapat diakses oleh semua pihak secara mudah.3

Dengan adanya peraturan tersebut maka dalam hal ini perguruan tinggi swasta Universitas Muhammadiyah Makassar dapat menerapkan suatu seleksi penerimaan siswa baru untuk menjaring calon mahasiswa yang berkualitas. Dalam website Universitas muhammadiyah Makassar dijelaskan, penerimaan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Makassar menerapkan sistem "One Day Service". Penerapan sistem ini, selain untuk mendapatkan mahasiswa baru yang berkualitas juga bertujuan peningkatan kualitas lulusan. Lebih detail, penerapan sistem "ODS' ini juga bertujuan selain menghindari praktik 'perjokian' juga untuk efisiensi dan efektifitas dalam proses penerimaan mahasiswa baru.4

Berdasakan latar belakang tersebut maka penulis mencoba untuk membuat suatu penelitian untuk membandingkan sistem seleksi penerimaan

(18)

4 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Makassar yang menggunakan sistem konvensional dengan sistem “One Day Service” dan melihat hasil nilai dari sistem tersebut.

B. Identifikasi dan Rumusan Masalah

Bagaimana perbedaan nilai penerimaan mahasiswa baru dengan menggunakan sistem konvensional dan One Day Service di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar .

C. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum

Untuk mengetahui perbedaan nilai penerimaan mahasiswa baru dengan sistem Konvensional dan sistem One Day Service di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar.

2. Tujuan Khusus

a) Untuk menganalisis rata-rata nilai hasil ujian mahasiswa fakultas kedokeran menggunakan sistem konvensional.

b) Untuk menganalisis rata-rata nilai mahasiswa fakultas kedokteran menggunakan sistem One Day Service.

(19)

5 D. Manfaat Penelitian

1. Manfaat ilmiah

Dapat memperoleh sistem penerimaan mahasiswa baru yang baik digunakan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia suatu institusi perguruan tinggi.

2. Manfaat Institusi

a) Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi informasi kepada pemerintah dan institusi terkait dalam menentukan prioritas sistem penyeleksian mahasiswa baru.

b) Mengetahui kelemahan sistem One Day Service yang nantinya dapat dievaluasi sehingga dapat mengembangkan sistem ini menjadi lebih baik.

3. Manfaat Praktis

Bagi peneliti sendiri merupakan pengalaman berharga dalam memperluas pengalaman dan pengetahuan.

(20)

6 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA A. Penerimaan Mahasiswa Baru

Penerimaan mahasiswa baru merupakan sesuatu kegiatan rutin setiap tahun ajaran baru dimana proses pendaftaran, penyeleksian siswa dari sekolah menengah atas keperguruan tinggi dengan beberapa persyaratan yang telah ditentukan oleh masing-masing perguruan tinggi. Dimana yang terkait dengan penerimaan mahasiswa yaitu persyaratan yang perlu dipenuhi oleh calon mahasiswa, pendaftaran pada setiap program study, akreditasi masing-masing program studi, data mengenai penerimaan terhadap peminat pada tahun sebelumnya dan deskripsi masing-masing program study.

B. Tes

Tes merupakan salah satu cara untuk mengevaluasi proses belajar.

Dalam dunia pendidikan ujian dimaksudkan untuk mengukur taraf pencapaian suatu tujuan pengajaran oleh siswa atau mahasiswa dapat mengetahui kemampuannya dalam memahami bidang studi yang sedang ditempuh. Bila ternyata hasilnya belum maksimal, maka proses belajar harus ditingkatkan baik kualitas maupun kuantita.5

Dalam memasuki dunia pendidikan khususnya perguruan tinggi, calon mahasiswa baru dievaluasi terlebih dahulu dengan cara mengikuti ujian

(21)

7 saringan masuk untuk mengukur taraf pencapaian siswa selama di sekolah menengah atas sebagai peserta didik, sehingga calon mahasiswa dapat mengetahui kemampuannya dalam memahami bidang studi yang sudah ditempuh. Bila ternyata hasilnya kurang memuaskan atau belum maksimal, maka proses belajar harus ditingkatkan baik kwalitas maupun kantitas dan ujian saringan masuk wajib di ikuti oleh seluruh calon mahasiswa baru di masing-masing pergurua tinggi.5

C. Jenis Tes

Dilihat dari cara pelaksanaannya tes dapat dibedakan menjadi tes tertulis, tes lisan dan tes tindakan.

1. Tes Tertulis

Tes tertulis termasuk dalam kelompok tes verbal. Tes tertulis ialah tes yang soal dan jawabannya diberikan pada siswa berupa bahasa tulisan.

Tes ini kelebihannya dapat mengukur kemampuan sejumlah mahasiswa dalam tempat yang terpisah dan dalam waktu yang sama.6 2. Tes Lisan

Tes lisan adalah bentuk tes yang menggunkan bahasa secara lisan.

Tes ini bagus untuk menilai kemampuan nalar siswa. Melalui bahasa secara verbal, nilai dapat mengetahui secara mendalam pemahaman siswa tentang sesuatu yang dievaluasi, yang bukan hanya pemahaman tentang masalah konsep, akan tetapi bagaimana aplikasinya serta hubungannya dengan konsep yang lain, bahkan penilai juga dapat

(22)

8 mengungkapkan informasi tentang pendapat dan pandangan mereka tentang sesuatu yang dievaluasi.6

3. Tes tindakan

Tes dalam bentuk peragaan. Tes ini cocok manakala kita ingin mengetahui kemampuan dan keterampilan seseorang mengenai sesuai.6

Perlunya ujian masuk perguruan tinggi juga untuk melihat kemampuan calon mahasiswa berdasarkan program studi yang dipilih ditinjau dari hasil nilai yang didapatkan dari hasil tes berdasarkan passing grade tiap program studi.

D. Penilaian

Penilaian biasa dimulai dengan kegiatan pengukuran. Penilaian suatu prosedur sistematis dan mencakup kegiatan mengumpulkan, menganalisa, serta menginterpretasikan informasi yang dapat digunakan untuk membuat kesimpulan tentang karakteristik seseorang atau objek secara khusus. Prinsip- prinsip dalam penilaian adalah proses penilaian harus merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran, bukan bagian terpisah dari proses pembelajaran.7

Penilaian harus mencakup masalah dunia nyata, bukan hanya dunia sekolah. Penilaian harus menggunakan berbagai ukuran, metode dan kriteria yang sesuai dengan karakteristik dan esensi pengalaman belajar. Penilaian

(23)

9 harus bersifat holistic yang mencakup semua aspek dari tujuan pembelajaran (kognitif, afektif, dan sensorik motorik).7

1. Fungsi penilaian

Penilaian merupkan kegiatan yang sangat penting dalam pengajaran.

Kegiatan ini merupakan salah satu tugas pokok guru atau dosen yaitu merencanakan, menilai keberhasilan pengajar, dan memberikan bimbingan guna mencapai tujuan pendidikan yang optimal, guru atau dosen pun memberikan bimbingan kepada siswa atau mahasiswa dengan berupaya untuk memahami kesulitan belajar yang dialami siswa atau mahasiswa.7

2. Tujuan Penilaian

Dinyatakan bahwa tujuan penilaian adalah untuk mengetahui kemajuan belajar siswa, untuk perbaikan dan peningkatan kegiatan belajar siswa serta sekaligus memberi umpan balik bagi perbaikan pelaksanaan kegiatan belajar.

Lebih bersifat koreksi bahwa tujuan penilaian untuk mengidentifikasi kelebihan dan kelemahan atau kesulitan belajar siswa, dan sekaligus memberi umpan balik yang tepat.7

Penilaian secara sistematis dan berkelanjutan untuk (1) menilai hasil belajar di sekolah maupun universitas (2) mempertanggungjawabkan penyelenggaraan pendidikan kepada masyarakat; dan (3) mengetahu mutu pendidikan di sekolah.7

(24)

10 E. Sistem Ujian

Suatu sistem yang digunakan untuk menyatakan atau mengkomunikasikan segala sesuatu yang didasarkan dengan kesepakatan. Kesepakatan dilakukan oleh sejumlah atau banyak orang yang meliputi sebuah lembaga utuk menyatakan segala sesuatu kegiatan (bersama) yang dimana konsep yang akan dikerjakan pelaksanaanya harus berdasarkan oleh ketentuan-ketentuan yang telah disepakati sehingga proses kegiatan dapat berjalan baik.8

1. Sistem Konvensional

Pada penerimaan calon mahasiswa baru dilakukan dengan sistem konvensional (manual), dimana calon mahasiswa diharuskan datang langsung ke kampus pada jam kerja untuk mengisi formulir pendaftaran, kemudian mengikuti jadwal tes yang telah ditentukan dan disepakati setiap program studi, kemudian menunggu hasil pengunguman yang telah dijadwal oleh setiap universitas.8

2. Sistem One Day Service

Merupakan proses rangkaian penerimaan mahasiswa baru terselesaikan dalam pelayanan sehari. Computer Based Test (CBT) atau Computerized Based Testing merupakan sistem ujian dengan memanfaatkan teknologi komputer sebagai media tes dan tidak lagi menggunakan naskah ujian dan lembar jawaban dalam bentuk kertas.9

Ujian computer based itu sendiri adalah aplikasi komputer sebagai bagian integral dalam sistem ujian terhadap proses belajar dan mengajar yang

bertujuan mempermudah siswa dalam proses ujian.10

(25)

11 Ujian berbasis komputer juga merupakan salah satu usulan yang dapat mengurangi tingkat kecurangan dalam proses ujian dan adapun kelebihan- kelebihan dalam ujian computer based adalah:

A Soal ujian hanya perlu diinput dalam sistem ujian computer based, tidak dipersulit dengan membuat lembar soal yang banyak dan berbeda-beda. 


B Dosen juga dapat mengatur waktu yang dapat diberikan kepada mahasiswa ketika mahasiswa mengerjakan ujian, waktu yang diberikan tentu tidak sama dengan waktu ujian seperti biasanya (lebih banyak). 


C Dosen tidak perlu lagi harus meluangkan waktu yang banyak untuk memeriksa satu per satu jawaban mahasiswa sesuai dengan kode soal tetapi dalam ujian computer based, hasil ujian sesuai passing score yang dilakukan mahasiswa dapat diterima saat itu juga .10

Praktik 'One Day Service' ini, pelayanan penerimaan mahasiswa baru dipusatkan di kantor dengan sistem pelayanan sehari. Dimulai dari pembayaran dan pengambilan kelengkapan pendafataran di Bank. Selanjutnya, calon maba mengisi formulir secara 'online' dan dipandu oleh panitia yang telah ditugaskan. Proses pendaftaran ini berakhir dengan diterbitkannya "Kartu Tes" untuk mengikuti proses seleksi penerimaan mahasiswa baru.4

Proses seleksi ini dilakukan dalam dua tahap. Pertama, calon maba yang telah memiliki kartu tes, selanjutnya diarahkan ke ruangan tes untuk menyelesaikan soal-soal tes secara komputerisasi. Kedua, Calon maba yang telah menyelasikan soal-soal tes tersebut, kemudian diarahkan ke ruangan

(26)

12 wawancara. Calon maba yang telah mengikuti kedua tahap proses seleksi ini, selanjutnya diarahkan ke ruangan tunggu untuk menunggu hasil sertifikasi kelulusan. Kartu sertifikasi kelulusan ini mencantumkan informasi "Lulus" atau

"Tidak Lulus".4

Sistem One Day Service menggunakan Computer Based Tes (CBT) Tes Berbasis Komputer (Computer Based Test, CBT) merupakan tes yang diselenggarakan dengan menggunakan komputer. Karakteristik dari tes ini sama dengan tes konvensional yaitu menggunakan satu perangakat tes untuk beberapa peserta dengan panjang tes yang sama (fixed test length).

Perbedaannya terletak pada teknik penyampaian (delivery) butir soal yang tidak lagi meggunakan kertas (paperless), baik untuk naskah soal maupun lembar jawaban. Sistem skoring atau koreksi langsung dilakukan oleh komputer. Biasanya peserta bisa mengerjakan dan melihat butir soal dari nomor pertama sampai dengan terakhir. 8

(27)

13 BAB III

KERANGKA KONSEP

A. Kerangka Teori

B. Kerangka Konsep Penelitian

Berdasarkan tinjauan pustaka dan tujuan penelitian maka variabel pola pikir dan kerangka konsep pada penelitian ini adalah

Variabel Independen Variabel Dependent

Penilaian Penerimaan mahasiswa baru

Sistem ujian

- sistem konvensional - sistem one day service Jenis tes

- tes tertulis - tes lisan - tes tindakan

NILAI RATA-RATA SELEKSI MAHASISWA BARU (SPMB) SISTEM

KONVENSIONAL SISTEM ONE DAY

SERVICE

(28)

14 C. Definisi operasional

1. Sistem Konvensional

a. Definisi : Sistem konvensional dilakukan dengan cara tes menggunakan ujian tertulis (manual).

b. Alat Ukur : Data Sekunder

c. Cara ukur : Menggunakan data sekunder dari arsip kelulusan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar

d. Skala Ukur : Numerik e. Kriteria Objektif :

Minimum : 21

Maximum : 69 2. Sistem One Day Service

a. Definisi : Sistem One Day Service dilakukan dengan pelayanan ujian satu hari dengan ujian menggunakan Computer Based Test (CBT) b. Alat ukur : Data Sekunder

c. Cara ukur : Menggunakan data sekunder dari arsip kelulusan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar

d. Skala Ukur : Numerik

(29)

15 e. Kriteria Objektif :

Minimum : 0,9 Maximum : 65

D. Hipotesis

1. Hipotesis Null (H0)

Tidak ada perbedaan antara sistem konvensional dan sistem One Day Service terhadap nilai mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah akassar

2. Hipotesis Alternatif (Ha)

Ada perbedaan antara sistem konvensional dan sistem One Day Service terhadap nilai mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar.

(30)

16 BAB IV

METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian

Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan metode pendekatan retrospective study yaitu rancangan penelitian dengan mengukur nilai rata-rata hasil yang telah dilakukan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Fakultas Kedokteran pada saat itu juga. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari arsip kelulusan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar.

B. Tempat dan Waktu penelitian

1. Tempat Penelitian :Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar.

2. Waktu Penelitian : Februari 2015

C. Populasi dan Sampel 1. Populasi

a) Populasi target adalah Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar.

b) Populasi tejangkau mahasiswa angkatan 2012-2015 Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar

(31)

17 2. Sampel

1. Kriteria Inklusi

a) Data nilai kelulusan angkatan 2012-2015

b) Mahasiswa yang telah lulus ujian sedang menempuh study di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar

2. Kriteria Ekslusi a) Data tidak mencukupi

b) Data kelulusan mahasiswa kedokteran tidak lengkap 3. Cara pengambilan sampel

Cara pengambilan sampel dalam penelitian menggunakan teknik total sampling dengan mengambil data yang akan diteliti sesuai dengan variabel yanga akan diteliti

D. Tehnik Pengumpulan Data

Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data nilai kelulusan Mahasiswa Kedokteran Angkatan 2012-2015 akan diamati lalu dibandingkan nilai kelulusan dari setiap angkatan sesuai dengan sistem konvensional atau One Day Service. Kemudian di tabulasikan hasilnya dan dilihat apakah memang ada hubungan atau tidak, ditinjau dari jumlah persentase nilai kelulusan dari dua sistem tersebut (sistem konvensional dan One Day Service).

(32)

18 D. Rencana Analisis Data

Data yang diperoleh melalui penelitian ini akan diolah menggunakan program komputer. Adapun analisis yang akan dilakukan berdasarkan rancangan analisis data, sebagai berikut:

a. Desain penelitian : Retrospective Study

b. Jenis hipotesis : Komparatif

c. Variabel Independen : Nilai konvensional dan nilai One Day Service

d. Skala pengukuran variabel independen : Numerik

e. Variabel dependen : Nilai hasil rata-rata tinggi dan rendah ujian hasil seleksi penerimaan mahasiswa baru

f. Skala pengukuran variabel dependen : Numerik

h. Berpasangan : Tidak berpasangan

1. Analisis Univariat

Analisis univariat digunakan untuk mendiskripsikan karakteristik dari variabel penelitian. Hasil analisis dari masing-masing variabel kemudian dimasukan ke tabel distribusi nilai ujian berdasarkan masing-masing variable.

2. Analisis Bivariat

Analisis bivariat menggunakan uji statistik yaitu uji independent sample T- Test untuk menguji signifikasi perbedaan rerata antara kelompok variabel independen (sistem konvesional dan sistem one day service) dengan variabel dependen (nilai rata-rata hasil ujian seleksi penerimaan mahasiswa baru).

(33)

19 E. Penyajian dan pengolaan data

Data yang telah dimasukkan, dijelaskan dalam bentuk tabel dan dalam bentuk narasi untuk memperjelas hubungan antara variabel dependen dan variabel independen. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk table dengan rumus chi square menggunakan program SPSS ( Statistical Product and Service Solution ) versi 21, Microsoft Office Word 2007, dan Microsoft Excel 2007.

F. Etika penelitian

Hal-hal yang terkait dengan etika penelitian adalah:

1. Menyertakan surat pengantar yang ditujukan kepada pihak Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar sebagai permohonan izin untuk melakukan penelitian.

2. Menjaga kerahasiaan subjek penelitian dengan cara tidak menuliskan nama subjek penelitian tetapi hanya berupa inisial pasien, sehingga tidak ada yang merasa dirugikan dalam hal penelitian yang dilakukan.

3. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan manfaat kepada semua pihak yang terkait, dimana yang telah dijelaskan di manfaat penelitian yang telah disebutkan sebelumnya.

(34)

20 BAB V

HASIL PENELITIAN

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian

Provinsi Sulawesi Selatan merupakan salah satu provinsi yang berada di negara Indonesia yang beribukota di Makassar. Terletak antara 0o12 – 8o Lintang Selatan dan 116o48 - 122o36 Bujur Timur, yang berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Barat di sebelah utara, Teluk Bone dan Sulawesi Tenggara di sebelah timur, batas sebelah barat dan timur masing-masing adalah Selat Makassar dan Laut Flores. Terdapat kurang lebih 123 Universitas di Provinsi Sulawesi Selatan yang tersebar disetiap kabupaten/kota. Satu diantaranya yang dijadikan sebagai tempat lokasi penelitian yaitu Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.

Universitas Muhammadiyah Makassar di provinsi Sulawesi Selatan memiliki tiga cabang yaitu kampus pusat Universitas Muhammadiyah Makassar yang beralamat di jalan Sultan Alauddin No.259 Makassar, kampus II Universitas Muhammadiyah Makassar yang beralamat di jalan Letjen Andi Mappaoddang No. 17 Makassar, dan kampus III Universitas Muhammadiyah Makassar beralamat di jalan Ranggong Dg Romo No. 21 Makassar. Adapun yang dijadikan lokasi penelitian ini adalah kampus pusat Universitas Muhammadiyah Makassar yang beralamat di jalan Sultan Alauddin No.259 Makassar.

(35)

21 Universitas Muhammadiyah Makassar memiliki 8 Fakultas dan program pasca sarjana yang terdiri dari 27 program studi. Satu diantarannya yang dijadikan tempat pengambilan sampel penelitian ini yaitu Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar (FK Unismuh Makassar) yang terletak di gedung F Universitas Muhammadiyah Makassar. Program studi strata S-1 Pendidikan Dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar.

1. Sejarah Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh)

sejarah singkat Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar. Timpersiapan pendirian SK Rektor Unismuh No. 139 Tahun 2006 tanggal 21 Desember 2006 melakukan dengar pendapat dan diskusi Tim Fakultas Kedokteran dan melakukan benchmarking ke beberapa Fakultas Kedokteran Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar (Unhas), telah melalui beberapa tahap persiapan di tingkat Universitas seperti, penandatanganan MOU kerjasama dengan Fakultas Kedokteran Unhas dan Rumah Sakit Syekh Yusuf Gowa, maka pada tahun 2007 proposal pendirian Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unismuh di usulkan ke DIKTI jakarta. Dari hasil usulan tersebut maka pada tanggal 16-17 Mei 2008 oleh Tim KKI (Konsil Kedokteran Indonesia) melakukan visitasi ke Universitas Muhammadiyah untuk melihat kelayakan pembukaan program studi. Alhamdulillah dengan

(36)

22 segala rasa syukur kepada Allah SWT, pada tanggal 29 juli 2008 keluarlah izin operasional dari Dirjen Dikti untuk Program Studi Kedokteran dengan No. 2422/D/T/2008.

2. Visi, Misi dan Tujuan a. Visi

Menjadi Program Studi Kedokteran yang terunggul dan terpercaya dengan luaran Dokter yang ber-ETIKA, bermoral Islami dan bernuansa global pada tahun 2020.

b. Misi

1) Menggunakan sistem pembelajaran Problem Based Learning yang terintegrasi pada nilai yang islami dalam proses belajar mengajar.

2) Menghadilkan dokter profesional dan berdaya saing mandiri, beriman dan bertakwa serta berwawasan global yang mampu berperan secara holistik dalam mengatasi kesehatan masyarakat.

3) Menyelenggarakan penyebaran dan penerapan IPTEK kedokteran bagi kesejahteraan masyarakat dan menyelenggarakan pengabdian masyarakat secara alami.

4) Menyediakan jasa konsultasi bagi amal usaha muhammadiyah.

5) Mengembangkan suatu model pemeliharaan kesehatan individu yang berorientasi pada pencegahan (New Paradigma

(37)

23 in Health), dan mengembangkan suatu “Health Complex Muhammadiyah” yang terpandang di Asia

c. Tujuan

1) Mendidik Mahasiswa secara Islami yang beretika melalui proses belajar mengajar, menyelesaikan kurikulum sehingga cukup pengetahuan, keterampilan dan sikap untuk melakukan profesi kedokteran dalam suatu pelayanan kesehatan sesuai dengan kebijaksanaan pemerintah.

2) Menghasilkan alumni yang senantiasa dapat mengembangkan diri dalam segi ilmu Kedokteran sesuai dengan bakat nya dengan berpedoman kepada pendidikan sepanjang hayat.

Menyiapkan generasi dokter yang islami yang senantiasa tanggap dan menyadari keperluan untuk menambah pendidikan, memilih sumber pendidikan yang serasi, serta menilai kemajuan yang telah di capai secara kritis.

3) Menghasilkan luaran yang dapat memelihara dan mengembangkan kepribadian, sikap dan Etika yang di perlukan untuk kelangsungan profesinya: seperti integritas, rasa tanggung jawab, dapat di percaya serta menaruh perhatian dan penghargaan kepada sesama manusia dengan Etika Kedokteran.

(38)

24 B. Gambaran Umum Populasi/Sampel

Telah dilakukan penelitian tentang Analisis nilai kelulusan mahasiswa baru dengan sistem konvensional dan sisitem One Day Service di fakultas kedokteran universitas muhammadiyah makassar. data yang dipilih menjadi sampel adalah mahasiswa angkatan 2012-2015 yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi adapun jumlah sampel angkatan 2012, 2013, 2014 dan 2015.

Data yang dikumpulkan dengan menggunakan Arsip nilai kelulusan dari Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar setelah terkumpul, selanjutnya data tersebut disusun dalam tabel

C. Analisis Univariat

Analisis univariat dilakukan untuk melihat gambaran distribusi frekuensi variabel yang diteliti. Adapun hasil penelitian disajikan dalam tabel yang disertai narasi sebagai berikut:

Tabel 5.1 Distribusi Responden Ujian Masuk Mahasiswa Baru berdasarkan angkatan

Variabel M SD Min Max

Sistem One Day Service 33,3 9,6 0,9 65

Sistem Konvensional 45,5 8,7 21 69

Sumber: Data Primer 2016

Berdasarkan tabel 5.1, dari sistem One Day Service didapatkan nilai terendah 0,9 dan nilai rata-rata tertinggi 65 yang di dapatkan dari total 107 orang yang dinilai dengan rerata nilai angkatan 2014 dan 2015. Sedangkan

(39)

25 sistem konvensional didapatkan nilai terendah 21 dan nilai tertinggi 69 yang didapatkan dari total 199 orang yang dinilai dengan data rerata nilai angkatan 2012 dan 2013.

D. Analisis Bivariat

Tabel 5.2 Hubungan system konvensional dan sistem One Day Service dengan nilai ujian

Variabel M SD Min Max p(Value)

Sistem One Day Service 33,3 9,6 0,9 65

Sistem Konvensional 45,5 8,7 21 69 0,000

Sumber : Data Primer 2016

Berdasarkan tabel 5.2 Pada sistem konvensional yang dihubungkan dengan nilai ujian angkatan 2012 dan 2013 didapatkan nilai mean (45,5) dan nilai standar deviasi 8,7 sedangkan pada sistem One Day Service didapatkan nilai mean 33,3 dan nilai standar deviasi 9,6.

Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan uji Independent Sample T-Test didapatkan p-value 0,000 kurang dari α (0,05) maka Ha diterima, artinya terdapat perbedaan signifikan antara sistem yang digunakan dengan nilai ujian pada tes penerimaan mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Unismuh Makassar.

(40)

26 BAB VI

PEMBAHASAN

A. Pembahasan Hasil Analisis Data

1. Nilai ujian masuk mahasiswa dengan sistem konvensional dan sistem One Day Service

Salah satu tanda bahwa seseorang mahasiswa telah belajar adalah adanya perubahan pada tingkat pengetahuan, ketrampilan dan sikap. Perubahan pada aspek pengetahuan dapat dievaluasi melalui tes dan hasilnya merupakan presentasi dari hasil belajar mahasiswa. Soal test tulis (printout), dianggap tidak interaktif bagi mahasiswa, karena jawaban yang diberikan oleh mahasiswa tidak langsung diketahui salah atau benarnya. Tes adalah alat ukur yang sangat penting dalam penelitian. Tes merupakan seperangkat rangsangan yang diberikan kepada seseorang dengan maksud untuk mendapatkan jawaban-jawaban yang menjadi dasar bagi penetapan skor angka. 14

Pada dasarnya pelaksanaan Computer Based Test (CBT) sama halnya dengan proses pembelajaran menggunakan komputer. CBT dapat dilaksanakan dalam laboratorium komputer yang telah terkoneksi dengan jaringan dan sistemnya. Pelaksanaan CBT ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya: keontetikan peserta tes, bank soal, dan sistem CBT itu sendiri. Keunggulan CBT diantaranya adalah diijinkannya mengerjakan tes pada saat yang tepat bagi peserta, mengurangi waktu untuk pekerjaan

(41)

27 penilaian tes dan membuat laporan tertulis, menghilangkan pekerjaan logistik seperti mendistribusikan dan menyimpan tes menggunakan kertas, serta peserta tes dapat langsung mengetahui hasil.14

Hasil penelitian tidak sejalan dengan teori diatas bahwa pada Sistem konvensional yang diadakan pada angkatan 2012 dan 2013 mayoritas mahasiswa pada saat ujian masuk perguruan tinggi mendapatkan nilai ujian yang rendah hal ini sama dengan sistem One Day Service yang diadakan pada angkatan 2014 dan 2015. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi nilai ujian yang rendah pada sistem konvensional dan sistem One Day Service pada mahasiswa yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah faktor dari dalam diri mahasiswa yang mempengaruhi prestasi belajar, terdiri atas minat, intelegensi, dan motivasi. Sedangkan faktor eksternal adalah faktor dari luar yang mempengaruhi prestasi belajar mahasiswa, terdiri dari kondisi ekonomi orang tua mahasiswa, dan metode pembelajaran yang digunakan.15

2. Hubungan sistem konvensional dan sistem One Day Service dengan Nilai masuk ujian mahasiswa

Kepentingan dalam mengembangkan dan menggunakan tes berbasis komputer (CBT) dalam penilaian pendidikan di sekolah-sekolah dan lembaga pendidikan telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Penilaian melalui komputer menjadi lebih muda dan lebih praktis digunakan dalam penilaian pendidikan sebagai perubahan yang dibuat dalam metodologi penilaian. CBT

(42)

28 dipandang sebagai suatu perubahan, membawa transformasi pembelajaran dan kurikulum di lembaga pendidikan.15

Penyelenggaraan tes melalui Paper and pencil test melibatkan penggunaan lembar kertas. Bentuk penyelenggaraan tes ini merupakan penyelenggaraan tes konvensional karena semua penempuh tes menerima seperangkat butir soal yang sama. Kelemahannya adalah kerahasiaan tes tidak dijamin karena dapat saja dibaca oleh orang yang tidak berwenang. Selain itu, karena harus memberikan semua butir soal, maka diperlukan waktu penyelenggaraan yang lebih lama. Penggunaan kertas menjadi masalah tersendiri, misalnya dibutuhkan ruang untuk penyimpanan data perangkat tes. 16

Berdasarkan penelitian yang membandingkan hubungan antara sistem dengan nilai ujian didapatkan hasil p value yaitu 0,000 yang berarti ada perbedaan signifikan antara sistem yang digunakan dengan nilai hasil ujian penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran 2012, 2013, 2014 dan 2015.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa sistem One Day Service yang menggunakan Computer Based Test dengan sistem konvensional yang menggunakan Paper Based Test berpengaruh terhadap hasil nilai yang didapatkan. Hal tersebut tidak sesuai juga dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa tes prestasi dan tes psikologi telah memenuhi persyaratan pedoman internasional pada pengujian berbasis komputer (Komisi Uji Internasional 2004) dan hasilnya konsisten dengan tes teori (Allen & Yen, 1979) bahwa tidak perlu langkah-langkah yang setara dihasilkan dari versi CBT dan PBT; namun dengan perubahan sistem ini

(43)

29 dapat memudahkan, mengefisienkan waktu dan materi dalam setiap pelaksanaan ujian penerimaan mahasiswa baru. Hal ini dimungkinkan karena masing-masing sistem yang digunakan memiliki kelemahan dan kelebihan tersendiri yang dapat diterima setiap calon mahasiswa yang menggunakan salah satu sistem tes tersebut.

Hasil penelitian belum dapat menggambarkan secara keseluruhan pengaruh kedua sistem terhadap hasil nilai mahasiswa yang diterima atau lulus dalam seleksi penerimaan ini, mengingat responden yang dipilih adalah semua mahasiswa yang telah lulus kompetensi calon mahasiswa kedokteran.

Tetapi hasil nilai dari kedua angkatanpun bersifat homogen, karena standar penilaian hanya berdasarkan dari jumlah kuota yang dibutuhkan oleh Fakultas.

B. Keterbatasan Penelitian

Dalam penelitian Analisis Nilai Kelulusan Mahasiswa Baru dengan Sistem Konvensional dan Sistem One Day Service di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar terdapat beberapa keterbatasan, yaitu sulitnya mendapatkan data nilai penerimaan mahasiswa baru dikarenakan prosedur pengambilan data tersebut harus melalui beberapa pihak fakultas maupun universitas sebab data tersebut sangat rahasia.

(44)

30 C. Kelebihan Penelitian

Kemungkinan penelitian ini masih jarang diteliti di Indonesia terutama mengenai sistem ujian menggunakan Computer Based Test (CBT) dan sistem ujian menggunakan Paper Based (PB).

(45)

31 BAB VII

TINJAUAN KEISLAMAN

Pendidikan menurut pandangan Islam adalah merupakan bagian dari tugas kekhalifan manusia yang harus dilaksanakan secara bertanggung jawab, kemudian pertanggungjawaban itu baru bisa dituntut kalau ada aturan dan pedoman pelaksanaan. Oleh karenanya, Islam tentunya memberikan garis-garis besar tentang pelaksanaan pendidikan tersebut. Islam memberikan konsep-konsep yang mendasar tentang pendidikan, dan menjadi tanggung jawab manusia untuk menjabarkan dengan mengaplikasikan konsep-konsep dasar tersebut dalam praktek pendidikan.17

Dengan pendidikan, manusia biasa mempertahankan kekhalifannya sebagaimana pendidikan adalah hal pokok yang membedakan antara manusia dengan makhluk lainnya. Pendidikan yang diberikan atau dipelajari harus dengan nilai-nilai kemanusiaan sebagai mediasi nilai-nilai kemanusiaan itu sendiri. Hal ini dalam agama sangatlah diperhatikan, akan tetapi dalam pengaplikasiannya yang dilakukan umatnya kadang melenceng dari esensi ajaran agama itu sendiri, Hal inilah yang harus menjadi perhatian dasar pendidikan Islam.17

Dengan demikian, ajaran Islam sarat dengan nilai-nilai, bahkan konsep pendidikan. Akan tetapi, semua itu masih bersifat subjektif dan transedental. Agar menjadi sebuah konsep objektif dan membumi perlu didekati dengan keilmuan, atau sebaliknya perlu menggunakan paradigm Islam yang sarat dengan nilai-nilai pendidikan.17

(46)

32 Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna.

Kesempurnaan tersebut dikarenakan manusia diberikan potensi yang lebih dibandingkan dengan makhluk yang lainnya yaitu berupa akal pikiran yang mampu melahirkan pengetahuan teknologi, seni, dan lain sebagainya. Tentang keutamaan orang yang berilmu dalam QS Ali Imran [3]:18

Terjemahanya : “Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Maha Adil. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga yang menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

Pada ayat diatas dinyatakan dengan jelas keutamaan ilmu dan kemuliaan orang yang berilmu. Allah menempatkan ulama (orang-orang yang berilmu) pada urutan ketiga setelah Diri-Nya dan para malaikat dalam menyaksikan ketuhanan- Nya hal ini menunjukkan bahwa kedudukan orang yang berilmu sangat tinggi dihadapan Allah SWT. Tidak ada satu makhluk yang dapat melebihi derajatnya.

Ayat tersebut juga mengandung makna kemuliaan ilmu. Jika ada yang lebih mulia dari ilmu pengetahuan, Allah akan memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk meminta dilebihkan dari hal itu seperti Allah memerintahkannya untuk meminta dilebihkan dalam ilmu pengetahuan. Sabda Rasulullah SAW “Para malaikat akan menundukkan sayap-sayap mereka karena keridhaan mereka pada para penuntut ilmu, seorang yang berilmu akan dimintakan ampunan (oleh malaikat) yang ada di langit dan yang ada di bumi, dan ikan-ikan yang ada di air. Keutamaan orang yang

(47)

33 berilmu dibanding dengan orang yang beribadah seperti keutamaan bulan purnama dibanding semua bintang-bintang. Orang-orang yang berilmu adalah pewaris para nabi. Para nabi tidak mewariskan sedinar atau sedirhampun, tetapi mereka mewariskan ilmu pengetahuan. Maka barang siapa mengambilnya, dia mengambilnya dengan banyak keuntungan.”(HR. Abu Daud dan Turmudzi)

Seperti yang kita ketahui bahwa dalam Islam itu menuntut ilmu adalah sesuatu yang diwajibkan, baik itu menuntut ilmu agama maupun ilmu

pengetahuan (sains) dan teknologi, Dalam hal ini, Allah SWT berfirman sebagai sebagaimana dalam Surah Ar- ra’d Ayat 11

Terjemahannya: Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah.

Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

Sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rasulullah SAW, “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap orang Islam” (HR. Ibnu Majah). Selain itu Allah SWT juga akan memberikan suatu penghargaan dan akan meninggikan derajat bagi orang-orang yang memiliki ilmu pengetahuan.

(48)

34 Dalam hal ini, Allah SWT berfirman sebagaimana dalam QS Al- Mujaadilah [58] : 11 berikut :

Terjemahannya : “Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu:

"Berlapang-lapanglah dalam majlis", Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Dalam al-Qur'an dan tafsirnya, ayat ini menerangkan bahwa jika Rasulullah SAW berdiri untuk memberikan kesempatan kepada orang tertentu agar ia dapat duduk, atau kamu disuruh pergi dahulu hendaknya kamu pergi, karena Rasul ingin memberikan penghormatan kepada orang-orang atau beliau ingin menyendiri untuk memikirkan urusan-urusan agama, atau melaksanakan tugas-tugas yang perlu diselesaikan.18

Man Jadda Wajada terdiri dari tiga suku kata yaitu “man” yang berarti siapa, “jadda” yang berarti bersungguh-sungguh, dan “wajada” yang berarti mendapatkan atau berhasil.Arti harfiahnya adalah “siapa yang bersungguh- sungguh, ia akan mendapatkan”. Diartikan secara lebih luas, “siapa yang bersungguh-sungguh, ia akan berhasil atau sukses”

(49)

35 Menurut Ibnu Katsir Allah Ta'ala berfirman guna mendidik hamba-hamba- Nya yang beriman dan memerintahkan kepada mereka agar satu sama lain bersikap baik di majlis. Karena siapa yang menanam kebaikan maka ia juga akan memperoleh kebaikan. Karena ayat ini turun berkenaan dengan majlis-majlis zikir, yaitu apabila mereka mempersempit tempat duduk di samping Rasulullah SAW, kemudian Allah SWT memerintahkan kepada mereka untuk melapangkan tempat duduk satu sama lain.19

Dalam tafsir al-Mishbah , ayat ini menerangkan tentang perintah untuk memberi kelapangan dalam segala hal kepada orang lain. Ayat ini juga tidak menyebut secara tegas bahwa Allah SWT akan meninggikan derajat orang yang berilmu. Tetapi menegaskan bahwa mereka memiliki derajat-derajat yakni yang lebih tinggi dari sekadar beriman, tidak disebutkan kata meninggikan itu sebagai isyarat bahwa sebenarnya ilmu yang dimiliki itulah yang berperanan besar dalam ketinggian derajat yang diperolehnya, bukan akibat dari faktor di luar ilmu itu.

Yang dimaksud dengan “Allah meninggikan orang-orang yang beriman” diberi pengetahuan adalah mereka yang beriman dan menghiasi diri mereka dengan pengetahuan. Ini berarti ayat di atas membagi kaum beriman jadi dua, yang pertama sekadar beriman dan beramal saleh, yang kedua beriman, beramal saleh serta memiliki pengetahuan. Derajat kedua kelompok ini menjadi lebih tinggi, bukan saja karena nilai ilmu yang disandangnya, tetapi juga amal dan pengajarannya kepada pihak lain baik secara lisan atau tulisan maupun keteladanan.

(50)

36 Berdasarkan ayat ini dapat dikemukakan bahwa dalam ajaran Islam pengertian ilmu bukan hanya didasarkan pada jumlah ilmu yang dipelajarinya, tetapi ilmu yang benar adalah ilmu yang dapat dirasakan oleh manfaatnya oleh manusia pada umumya, sebagaimana halnya ilmu menyempurnakan hikmah bagi pemiliknya hingga menjadi suatu sikap dan sifat yang menyatu dalam dirinya juga dalam perilakunya tanpa ada paksaan. Di samping itu, ilmu dapat menjadi cahaya jalan yang menerangi jalan dalam mencapai petunjuk dan kebaikan.20

Ilmu merupakan pijakan dalam beramal, sebagai landasan berbuat dan mengarahkan perbuatan ke arah kebaikan. Adapun definisi ilmu itu sendiri dari segi bahasa adalah pengetahuan dan dari segi istilah adalah pengetahuan yang sebenar terhadap sesuatu perkara. Maksud ilmu yang benar disini adalah pengetahuan yang membawa manusia mengenal Allah SWT dan mengakui bahwasannya Allah SWT Maha Pencipta, tidak ada Tuhan lain yang patut diperhambakan diri melainkan kepada-Nya. Karena akan pentingnya sebuah ilmu, Imam Syafi’i pernah berkata: “Barang siapa menginginkan dunia harus dengan ilmu, barang siapa menginginkan akhirat harus dengan ilmu, dan barang siapa menginginkan keduanya harus dengan ilmu”.21

(51)

37 BAB VIII

KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa :

1. terdapat perbedaan yang yang signifikan anatara nilai penerimaan mahasiswa baru yang menggunakan sistem ujian konvensional dan sistem One Day Service.

2. Rata-rata nilai yang diperoleh dari hasil ujian mahasiswa baru yang menggunakan sistem konvensional yaitu 45,5.

3. Rata-rata nilai yang diperoleh dari hasil ujian mahasiswa baru yang menggunakan sistem One Day Service yaitu 33,3.

B. SARAN

1. Dengan adanya penelitian ini dapatdijadikan sebagai bahan pembelajaran bagi institusi selain Universitas muhammadiyah Makassar dalam mempertimbangkan penerapan One Day Service, dalam hal ini Computer Based Test (CBT) agar dapat diterapkan sebagai test penerimaan mahasiswa baru demi menunjang peningkatan kualitas, efisiensi waktu dan anggaran.

2. Diharapkan bagi institusi dengan menerapkan sistem seleksi mahasiswa baru dengan menggunakan sistem One Day Service agar menyediakan sarana yang mendukung karena meskipun tidak ada hubungan yang signifikan dalam hasil ujian (nilai) mahasiswa baru namun dengan menggunakan sistem One Day Service institusi dapat mengefesiensikan

(52)

38 waktu pengumuman hasil ujian, efisiensikan anggaran pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru dan transparasi nilai kelulusan mahasiswa baru.

3. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya untuk mengadakan penelitian dengan sampel yang lebih besar dan dengan variable –variabel yang berbeda agar data yang di peroleh dapat dijadikan acuan untuk kemajuan pendidikan saat ini.

(53)

39 DAFTAR PUSTAKA

1. Farhan,MQ.Misklasifikasi Mahasiswa Baru F Saintek UIN Sunan Kalijaga Jalur Tes Tulis dengan Analisis Regresi Logistik. 2011.

http://download.

portalgaruda.org/article.php?article=116059&val=5272 ,diakses pada tanggal 25 oktober 2015.

2. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Penerimaan Mahasiswa Baru.

2012.http://dikti.go.id/info-akademik/penerimaan-mahasiswa-baru/

diakses pada tanggal, 24 oktober 2015.

3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi: Pustaka Mahardika

4. Panduan seleksi penerimaan mahasiswa baru unismuh Makassar 2015-2016. http://pmb.unismuh.ac.id/ diakses pada tanggal, 24 oktober 2015.

5. Rahadja.U. Sistem Ujian Online Calon Mahasiswa Baru Berbasis I Learning Education Marketing Pada perguruan tinggi.

http://raharja.ac.id/raharja_file/file_jurnal/file/8010714. Diakses tanggal : 29 oktober 2015.

6. Sanjaya, Wina. Perancangan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta.

Kencana Prenada: 2008.

7. Jihad, Asep. Evaluasi Pembelajaran. 2012. Semarang. Sendangmulyo:

(54)

40 8. Suprananto. Tes Berbasis Komputer (Computer Based Test). Dapat diakses : http://surpananto.org/test-berbasis-komputer/2012. Diakses tanggal : 01 November 2015.

9. Kementerian Pendidikan dan Budaya. Penilaian yang berkualitas untuk pendidikan yang berkualitas. Dapat diakses di:

http://litbang.kemendikbud.go.id/pengumuman/mengenal/20puspendi k/. Diakses tanggal: 25 november 2015

10. Sudarto, Ferry. Hidyati. Setiani A.F. Peningkatan Mutu Ujian Dari Paper Based Menuju Computer Based. 2012. Jakarta, Elex Media Komputindo:

11. Slameto. Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya.

2010..Jakarta. Rineka Cipta.

12. Sanjaya, wina. Kurikulum dan Pembelajaran.2011.Jakarta. Kencana Prenada:

13. Suyono, Harianto. Belajar dan Pembelajaran. 2011. Bandung. Remaja Rosdarkarya.

14. Saputri D, Ashari, Kurniawan ES. Pengembangan Computer Based Test (CBT) Dengan Software Hot Potatoes pada Pembelajaran Fisika Dasar 2 di Universitas Muhammadiyah Purworejo Tahun Akademik 2014/2015.

Jurnal Radiasi. September 2015; 7(2) : 1-13

15. Lembang FK, Fendjalang M. Klasifikasi Variabel Penentu Kelulusan FMIPA Unpatti Menggunakan Metode CHAID. Jurnal Statistika. Mei 2015;15(1) : 1-6)

(55)

41 16. Santoso A, dkk. Pengembangan Model Sistem Ujian Berdasarkan Computerized Adaptive Testing Sebagai Upaya Efisiensi Penyelenggaraan Ujian Universitas Terbuka. Laporan Penelitian Lanjut, Bidang Kelembagaan Dan Pengembangan Sistem, 2010

17. uliavsari P. Konsep Pendidikan Islam Dalam Perspektif Kh. Ahmad Dahlan. Malang : Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang; 2009

18. Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Qur'an Dan Tafsirnya, (Yogyakarta: Dana Bhakti Wakaf, 1990), hlm. 26

19. Hasan Muhammad Asy Syarqawi, 1994, Manhaj Ilmiah Islami, Cetakan 1, Jakarta: Gema Insani Press, hlm. 21-22

20. Muhamad Endut, Johar Seman dan Mashitoh Ahmad, 2008, Pendidikan Islam, Selangor Daruh Ehsan: Penerbitan Pelangi, hlm. 126

21. Anonym. Al quran dan al hadist. Available at http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/Dr.%20Marzuki,%20M.

Ag./Dr.%20Marzuki,%20M.Ag_.%20Buku%20PAI%20SMP%20-

%209%20Al-Quran%20Bab%201.pdf. Accessed on February 26th 2015

(56)

DAFTAR PUSTAKA

1. Farhan,MQ.Misklasifikasi Mahasiswa Baru F Saintek UIN Sunan Kalijaga Jalur Tes Tulis dengan Analisis Regresi Logistik. 2011. http://download.

portalgaruda.org/article.php?article=116059&val=5272 ,diakses pada tanggal 25 oktober 2015.

2. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Penerimaan Mahasiswa Baru.

2012.http://dikti.go.id/info-akademik/penerimaan-mahasiswa-baru/

diakses pada tanggal, 24 oktober 2015.

3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi: Pustaka Mahardika

4. Panduan seleksi penerimaan mahasiswa baru unismuh Makassar 2015- 2016. http://pmb.unismuh.ac.id/ diakses pada tanggal, 24 oktober 2015.

5. Rahadja.U. Sistem Ujian Online Calon Mahasiswa Baru Berbasis I Learning Education Marketing Pada perguruan tinggi.

http://raharja.ac.id/raharja_file/file_jurnal/file/8010714. Diakses tanggal : 29 oktober 2015.

6. Sanjaya, Wina. Perancangan dan Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta.

Kencana Prenada: 2008.

7. Jihad, Asep. Evaluasi Pembelajaran. 2012. Semarang. Sendangmulyo:

8. Suprananto. Tes Berbasis Komputer (Computer Based Test). Dapat diakses : http://surpananto.org/test-berbasis-komputer/2012. Diakses tanggal : 01 November 2015.

(57)

9. Kementerian Pendidikan dan Budaya. Penilaian yang berkualitas untuk pendidikan yang berkualitas. Dapat diakses di:

http://litbang.kemendikbud.go.id/pengumuman/mengenal/20puspendik/.

Diakses tanggal: 25 november 2015

10. Sudarto, Ferry. Hidyati. Setiani A.F. Peningkatan Mutu Ujian Dari Paper Based Menuju Computer Based. 2012. Jakarta, Elex Media Komputindo:

11. Slameto. Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya.

2010..Jakarta. Rineka Cipta.

12. Sanjaya, wina. Kurikulum dan Pembelajaran.2011.Jakarta. Kencana Prenada:

13. Suyono, Harianto. Belajar dan Pembelajaran. 2011. Bandung. Remaja Rosdarkarya.

14. Saputri D, Ashari, Kurniawan ES. Pengembangan Computer Based Test (CBT) Dengan Software Hot Potatoes pada Pembelajaran Fisika Dasar 2 di Universitas Muhammadiyah Purworejo Tahun Akademik 2014/2015.

Jurnal Radiasi. September 2015; 7(2) : 1-13

15. Lembang FK, Fendjalang M. Klasifikasi Variabel Penentu Kelulusan FMIPA Unpatti Menggunakan Metode CHAID. Jurnal Statistika. Mei 2015;15(1) : 1-6)

16. Santoso A, dkk. Pengembangan Model Sistem Ujian Berdasarkan Computerized Adaptive Testing Sebagai Upaya Efisiensi Penyelenggaraan Ujian Universitas Terbuka. Laporan Penelitian Lanjut, Bidang Kelembagaan Dan Pengembangan Sistem, 2010

(58)

17. uliavsari P. Konsep Pendidikan Islam Dalam Perspektif Kh. Ahmad Dahlan. Malang : Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang; 2009

18. Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Qur'an Dan Tafsirnya, (Yogyakarta: Dana Bhakti Wakaf, 1990), hlm. 26

19. Hasan Muhammad Asy Syarqawi, 1994, Manhaj Ilmiah Islami, Cetakan 1, Jakarta: Gema Insani Press, hlm. 21-22

20. Muhamad Endut, Johar Seman dan Mashitoh Ahmad, 2008, Pendidikan Islam, Selangor Daruh Ehsan: Penerbitan Pelangi, hlm. 126

21. Anonym. Al quran dan al hadist. Available at http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/Dr.%20Marzuki,%20M.

Ag./Dr.%20Marzuki,%20M.Ag_.%20Buku%20PAI%20SMP%20-

%209%20Al-Quran%20Bab%201.pdf. Accessed on February 26th 2015 22.

(59)

ANGKATAN TPA IPA & DASAR

2012 41 37

2012 32 30

2012 35 37

2012 40 41

2012 43 40

2012 41 36

2012 46 42

2012 37 37

2012 47 36

2012 33 51

2012 39 38

2012 35 43

2012 41 39

2012 39 44

2012 39 38

2012 45 40

2012 36 38

2012 46 43

2012 36 41

2012 34 48

2012 38 37

2012 46 49

2012 42 40

2012 41 40

2012 45 46

2012 43 36

2012 46 55

2012 27 36

2012 44 40

2012 39 42

2012 30 40

2012 36 40

2012 26 36

2012 44 38

2012 41 37

2012 40 38

2012 33 39

2012 46 42

2012 40 39

2012 34 39

2012 39 36

2012 46 40

2012 41 40

(60)

2012 47 40

2012 40 38

2012 37 43

2012 46 40

2012 36 41

2012 40 37

2012 40 38

2012 40 40

2012 37 36

2012 40 36

2012 39 41

2012 45 37

2012 43 37

2012 41 40

2012 41 38

2012 43 41

2012 46 41

2012 40 39

2012 44 42

2012 41 39

2012 49 35

2012 37 39

2012 49 41

2012 37 39

2012 37 47

2012 43 39

2012 40 59

2012 43 43

2012 38 43

2012 42 46

2012 47 50

2012 35 41

2012 47 42

2012 41 38

2012 44 39

2012 41 43

2012 41 39

2012 46 39

2012 46 49

2012 44 36

2012 42 40

2012 43 64

2012 38 37

2012 32 44

Gambar

TABEL  JUDUL                 HALAMAN
Tabel  5.1  Distribusi  Responden  Ujian  Masuk  Mahasiswa  Baru  berdasarkan angkatan
Tabel  5.2  Hubungan  system  konvensional  dan  sistem  One  Day  Service  dengan nilai ujian
Tabel  5.2  Hubungan  system  konvensional  dan  sistem  One  Day  Service  dengan nilai ujian

Referensi

Dokumen terkait

Nurdin Perdana, SKM., MPH 1Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Makassar angkatan 2016/email [email protected] ²Pembimbing “HUBUNGAN PENGGUNAAN SMARTPHONE

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR Skripsi, 11 Februari 2021 Siti Nur Insani1, Rosdiana Sahabuddin2 1Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu

i FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR Skripsi, Maret 2018 Hardianti Sumarni HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM DENGAN KEJADIAN KEPUTIHAN

TUJUAN PENELITIAN : Untuk mengetahui hubungan antara intensitas membaca al-quran dengan tingkat stress mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar METODE

Sehingga dapat dikatakan bahwa PBL memiliki pengaruh bagi mahasiswa dalam meningkatkan minat dan motivasi belajar mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar Kata

Ummu Kalzum Malik “HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR”

i FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR Skripsi, 27 Februari 2020 Nia Putri Citra, Juliani Ibrahim, M.Sc, Ph.D 1Fakultas Kedokteran dan Ilmu

Laporan diagnosis dan tatalaksana terbaru kolesistitis dari Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar, lengkap dengan panduan klinik dan bimbingan