Farmasi Perapotekan I
apt. Muhammad Marwan Ramadhan, M.Farm
Komponen Perhitungan Harga Sediaan Farmasi
• HNA (harga netto apotek)
• PPN (Pajak Pertambahan Nilai)
• Margin Apotek
• HJA (harga jual apotek)
• HET (harga eceran tertinggi)
HNA (harga netto apotek)
• Harga Netto Apotek adalah harga jual termasuk pajak pertambahan nilai (PPN) dari Pedagang Besar Farmasi (PBF) kepada apotek.
(Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 98 Tahun 2015 Tentang Pemberian Informasi Harga Eceran Tertinggi Obat)
• Disesuaikan dengan Faktur:
• Harga + PPN = HNA
• Harga tanpa PPN : ditambahkan PPN terlebih dahulu
Harga + PPN
Harga Tanpa PPN
PPN (Pajak Pertambahan Nilai)
• Pajak Pertambahan Nilai adalah pungutan yang dibebankan atas transaksi jual-beli barang dan jasa yang dilakukan oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP). Yang memungut, menyetor dan melaporkan PPN adalah para Pedagang/Penjual. Namun, pihak yang berkewajiban membayar PPN adalah Konsumen Akhir.
• Undang-undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2021 Tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.Penetapan PPN :
• sebesar 11% (sebelas persen) yang mulai berlaku pada tanggal 1 April 2022;
• sebesar 12% (dua belas persen) yang mulai berlaku paling lambat pada tanggal 1 Januari2025.
Margin Apotek
• Margin adalah profit yang ingin dicapai bisnis dalam laporan
keuangan. Margin mengacu pada selisih antara keuntungan dan omzet bisnis secara keseluruhan. Margin bisa dinyatakan dalam persentase atau nominal rupiah.
• Margin tergantung kebijakan masing – masing apotek, umumnya 15%
- 30 %
HJA (harga jual apotek)
• Harga jual apotek adalah harga yang ditawarkan kepada konsumen setelah diperhitungkan HNA dan Margin apotek.
HJA = HNA + Margin
HJA = Harga Faktur + PPN + Margin
HET (harga eceran tertinggi)
• harga eceran tertinggi adalah nilai maksimal yang diizinkan dalam menentukan harga barang yang dijual secara langsung kepada
konsumen.