• Tidak ada hasil yang ditemukan

MENGENAL DAN MEMAHAMI OBYEK FILSAFAT

N/A
N/A
Khilmi Zuhroni

Academic year: 2024

Membagikan "MENGENAL DAN MEMAHAMI OBYEK FILSAFAT "

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

Khilmi Zuhroni….1 MENGENAL DAN MEMAHAMI OBYEK FILSAFAT

Oleh : Khilmi Zuhroni

(STKIP Muhammadiyah Sampit, 2020)

A. Pengertian Obyek Filsafat

Obyek kajian filsafat merujuk pada subjek atau domain spesifik yang menjadi fokus analisis, pertanyaan, dan refleksi dalam disiplin filsafat. Obyek kajian ini merupakan hal-hal atau fenomena yang menjadi pusat perhatian dalam upaya untuk memahami hakikat, makna, dan implikasi dari berbagai aspek kehidupan manusia dan alam semesta secara umum. Penjelasan tentang obyek kajian filsafat dapat dibagi menjadi beberapa aspek utama:

1. Realitas

Salah satu obyek kajian utama dalam filsafat adalah realitas itu sendiri.

Filsuf mempertanyakan hakikat eksistensi, sifat dasar realitas, dan hubungan antara realitas fisik dan metafisik. Hal ini mencakup pertanyaan tentang apa yang sebenarnya ada di dunia ini, apakah realitas itu objektif atau subjektif, dan bagaimana kita dapat mengetahui realitas tersebut.

2. Pengetahuan

Obyek kajian lainnya adalah pengetahuan dan proses pencapaiannya.

Filsafat epistemologi mempertanyakan sumber, batasan, dan validitas pengetahuan manusia. Ini mencakup pertanyaan tentang sifat pengetahuan, peran pengalaman, akal budi, dan apakah pengetahuan itu mungkin.

3. Etika

Etika adalah bidang filsafat yang mempertimbangkan masalah-masalah moral dan nilai-nilai. Obyek kajian dalam etika meliputi pertanyaan tentang apa yang membuat tindakan itu benar atau salah, prinsip-prinsip

(2)

Khilmi Zuhroni….2 moral yang mendasari tindakan manusia, dan bagaimana kita harus bertindak dalam situasi tertentu.

4. Metafisika

Metafisika mempertanyakan sifat dasar dari realitas. Ini mencakup pertanyaan tentang hakikat eksistensi, substansi, waktu, ruang, kausalitas, dan entitas metafisik lainnya. Obyek kajian metafisika mencakup eksplorasi tentang apa yang ada di luar dunia fisik yang dapat kita amati.

5. Logika

Logika adalah studi tentang prinsip-prinsip penalaran yang benar dan metode penggunaannya. Obyek kajian dalam logika meliputi struktur argumen, kesesatan logis, dan cara menggunakan alat-alat logika untuk mencapai kesimpulan yang benar.

6. Estetika

Estetika mempertimbangkan konsep-konsep tentang keindahan, seni, dan apresiasi estetika. Obyek kajian estetika meliputi pertanyaan tentang apa yang membuat karya seni berharga, bagaimana kita menghargai keindahan, dan peran seni dalam kehidupan manusia.

7. Filsafat Politik

Filsafat politik adalah kajian tentang prinsip-prinsip yang mendasari pemerintahan, keadilan, kekuasaan, dan hak asasi manusia. Obyek kajian dalam filsafat politik mencakup pertanyaan tentang bentuk-bentuk pemerintahan yang ideal, hak dan kewajiban individu dalam masyarakat, dan sumber legitimasi politik.

8. Filsafat Bahasa

Filsafat bahasa mempertimbangkan sifat dan fungsi bahasa dalam komunikasi manusia. Obyek kajian dalam filsafat bahasa mencakup makna, referensi, struktur logis, dan asal-usul bahasa.

(3)

Khilmi Zuhroni….3 9. Filsafat Ilmu

Filsafat ilmu mempertimbangkan metode ilmiah, sifat pengetahuan ilmiah, dan hubungan antara ilmu pengetahuan dan realitas. Obyek kajian dalam filsafat ilmu mencakup pertanyaan tentang bagaimana ilmu pengetahuan berkembang, apa batasan dan kelemahannya, dan bagaimana ilmu pengetahuan berbeda dari bidang pengetahuan lainnya.

Obyek kajian filsafat mencakup berbagai aspek dari kehidupan manusia dan alam semesta, dan disiplin ini bertujuan untuk memahami serta menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang realitas, pengetahuan, nilai, dan tujuan hidup manusia.

Obyek filsafat, menurut para ahli, merujuk pada berbagai hal atau subjek yang menjadi fokus kajian dalam bidang filsafat. Berikut adalah beberapa pengertian obyek filsafat menurut para ahli:

1. Plato

Plato, seorang filsuf kuno Yunani, memandang bahwa obyek filsafat adalah realitas abstrak atau ide-ide universal. Menurutnya, realitas yang sejati terletak di luar dunia fisik yang berubah-ubah dan terlihat, dan filsafat bertujuan untuk mencari pengetahuan tentang realitas tersebut melalui penggunaan akal budi.

2. Aristoteles

Aristoteles, seorang filsuf Yunani lainnya yang merupakan murid Plato, berpendapat bahwa obyek filsafat meliputi segala hal yang dapat dipahami oleh akal budi manusia. Baginya, filsafat mencakup kajian tentang logika, metafisika, etika, politik, dan ilmu alam.

3. Immanuel Kant

Menurut Kant, obyek filsafat meliputi pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang sifat dan batasan pengetahuan manusia. Dia mengemukakan bahwa filsafat harus mencoba untuk menetapkan batasan-batasan pengetahuan manusia dan membedakan antara realitas yang dapat

(4)

Khilmi Zuhroni….4 diketahui oleh akal budi manusia dan realitas yang mungkin berada di luar jangkauan pemikiran manusia.

4. Karl Marx

Marx melihat obyek filsafat sebagai kajian tentang masyarakat manusia dan perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur sosial, ekonomi, dan politik. Baginya, filsafat harus digunakan sebagai alat untuk menganalisis dan mengubah dunia, bukan hanya untuk memahaminya.

5. Friedrich Nietzsche

Nietzsche, seorang filsuf Jerman yang kontroversial, menganggap obyek filsafat sebagai pencerahan dan pembebasan individu dari norma-norma dan nilai-nilai yang ditetapkan oleh masyarakat. Baginya, filsafat adalah upaya untuk mencapai otonomi intelektual dan moral.

6. Martin Heidegger

Heidegger, seorang filsuf eksistensialis Jerman, menekankan bahwa obyek filsafat adalah pertanyaan tentang makna keberadaan manusia (Dasein) dalam dunia. Baginya, filsafat harus mencoba untuk memahami sifat dasar keberadaan manusia, termasuk hubungan mereka dengan waktu, ruang, dan makna.

7. Jean-Paul Sartre

Sartre, seorang filsuf eksistensialis Prancis, melihat obyek filsafat sebagai kajian tentang kebebasan, tanggung jawab, dan pilihan manusia. Baginya, filsafat harus mempertanyakan kondisi eksistensi manusia dan konsekuensi moral dari tindakan-tindakan mereka.

8. John Rawls

Rawls, seorang filsuf politik Amerika, berpendapat bahwa obyek filsafat adalah pembangunan prinsip-prinsip keadilan yang dapat diterima oleh semua individu dalam masyarakat yang adil. Baginya, filsafat harus digunakan sebagai alat untuk membangun masyarakat yang lebih adil dan setara.

(5)

Khilmi Zuhroni….5 9. Michel Foucault

Foucault, seorang filsuf Prancis yang terkenal dengan kajiannya tentang kekuasaan dan pengetahuan, menganggap obyek filsafat sebagai analisis tentang hubungan antara pengetahuan, kekuasaan, dan subjektivitas.

Baginya, filsafat harus mempertanyakan struktur-struktur kekuasaan dan pengetahuan yang membentuk individu dan masyarakat.

Pengertian obyek filsafat menurut para ahli ini mencerminkan berbagai pendekatan dan perspektif dalam filsafat, yang mencakup berbagai topik mulai dari realitas abstrak, pengetahuan manusia, masyarakat, eksistensi individu, hingga kekuasaan dan pengetahuan.

B. Obyek Material Filsafat

Obyek material dalam filsafat merujuk pada subjek-subjek konkret atau fenomena-fenomena nyata yang menjadi fokus kajian dalam disiplin filsafat.

Ini mencakup berbagai hal yang dapat diamati, dipahami, dan dianalisis secara filosofis. Dalam ruang lingkup obyek material filsafat, terdapat berbagai topik yang menjadi objek pemikiran filosofis yang mendalam dan abstrak. Mari kita telaah lebih lanjut:

1. Manusia

Manusia adalah salah satu obyek material utama dalam filsafat. Filsafat mengajukan pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang sifat dan hakikat manusia, seperti asal-usul, tujuan hidup, kebebasan, dan tanggung jawab.

Obyek material ini mencakup pertimbangan tentang etika (bagaimana kita harus bertindak), metafisika (apa sifat esensial manusia), dan epistemologi (bagaimana manusia memperoleh pengetahuan).

2. Kebenaran dan Pengetahuan

Kebenaran dan pengetahuan adalah obyek material yang menjadi fokus utama dalam epistemologi. Filsafat mempertanyakan sifat dan sumber pengetahuan manusia, serta bagaimana kita dapat mengetahui apa yang benar. Pertanyaan-pertanyaan tentang sifat pengetahuan, kepercayaan,

(6)

Khilmi Zuhroni….6 skeptisisme, dan rasionalitas merupakan bagian dari ruang lingkup obyek material ini.

3. Realitas

Realitas adalah obyek material yang luas dalam filsafat, terutama dalam cabang metafisika. Filsafat mempertanyakan sifat hakiki realitas, baik fisik maupun metafisik. Ini mencakup pertimbangan tentang substansi, entitas, waktu, ruang, kausalitas, dan hubungan antara realitas fisik dan non-fisik.

4. Tuhan dan Agama

Obyek material ini mencakup pertanyaan-pertanyaan tentang eksistensi Tuhan, sifat Tuhan, dan hubungan antara agama dan kehidupan manusia.

Filsafat agama mempertimbangkan argumen-argumen untuk dan melawan eksistensi Tuhan, sementara filsafat agama mempertanyakan implikasi moral dan epistemologis dari keyakinan agama.

5. Moralitas dan Etika

Moralitas dan etika adalah obyek material yang penting dalam filsafat.

Filsafat etika mempertimbangkan prinsip-prinsip moral yang mendasari tindakan manusia, serta pertanyaan-pertanyaan tentang nilai-nilai, kebaikan, keadilan, dan tanggung jawab. Obyek material ini mencakup diskusi tentang moralitas individual dan sosial, serta etika profesi dan kebijakan publik.

6. Kemasyarakatan dan Politik

Obyek material ini mencakup pertanyaan-pertanyaan tentang struktur sosial, pemerintahan, keadilan, hak asasi manusia, dan kebebasan politik.

Filsafat politik mempertimbangkan berbagai bentuk pemerintahan yang ideal, sumber legitimasi politik, dan hak dan kewajiban individu dalam masyarakat.

7. Seni dan Estetika

Seni dan estetika adalah obyek material yang menjadi fokus dalam filsafat estetika. Filsafat mempertimbangkan sifat dan nilai seni, serta pertanyaan- pertanyaan tentang keindahan, ekspresi, interpretasi, dan apresiasi seni.

(7)

Khilmi Zuhroni….7 Obyek material ini mencakup analisis tentang karya seni, pengalaman estetis, dan peran seni dalam kehidupan manusia.

8. Bahasa

Bahasa adalah obyek material yang penting dalam filsafat bahasa. Filsafat mempertimbangkan sifat dan fungsi bahasa dalam komunikasi manusia, serta pertanyaan-pertanyaan tentang makna, referensi, kebenaran, dan struktur logis bahasa. Obyek material ini mencakup analisis tentang sintaksis, semantik, pragmatik, dan filosofi linguistik.

9. Ilmu Pengetahuan

Ilmu pengetahuan adalah obyek material yang penting dalam filsafat ilmu.

Filsafat mempertimbangkan metode ilmiah, sifat pengetahuan ilmiah, dan hubungan antara ilmu pengetahuan dan realitas. Obyek material ini mencakup analisis tentang kebenaran, justifikasi, konfirmasi, dan batasan ilmu pengetahuan.

10. Teknologi dan Etika Komputer

Teknologi dan etika komputer adalah obyek material yang semakin relevan dalam filsafat kontemporer. Filsafat mempertimbangkan implikasi etis dari pengembangan dan penggunaan teknologi informasi, serta pertanyaan- pertanyaan tentang privasi, keamanan, kebebasan, dan keadilan dalam era digital.

Ruang lingkup obyek material filsafat sangat luas dan meliputi berbagai aspek dari kehidupan manusia dan alam semesta. Filsafat bertujuan untuk memahami dan menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang realitas, pengetahuan, nilai, dan tujuan hidup manusia melalui analisis kritis, refleksi filosofis, dan diskusi rasional.

C. Obyek Formal Filsafat

Obyek formal dalam filsafat merujuk pada struktur atau bentuk dasar dari berbagai konsep dan pemikiran filosofis yang menjadi fokus kajian dalam disiplin filsafat. Ini mencakup berbagai prinsip, aturan, dan metode penalaran

(8)

Khilmi Zuhroni….8 yang digunakan untuk memahami dan menganalisis fenomena-fenomena yang kompleks dan abstrak. Dalam ruang lingkup obyek formal filsafat, terdapat beberapa aspek utama yang meliputi:

1. Logika

Logika adalah salah satu obyek formal utama dalam filsafat. Ini adalah studi tentang prinsip-prinsip penalaran yang benar dan metode penggunaannya dalam menarik kesimpulan yang valid dari premis- premis yang diberikan. Logika meliputi berbagai konsep seperti deduksi, induksi, abduksi, implikasi, dan kesesatan logis. Filsafat logika mempertimbangkan struktur dan keabsahan dari argumen, serta kriteria untuk penilaian kebenaran dan kevalidan.

2. Bahasa

Bahasa adalah obyek formal yang penting dalam filsafat bahasa. Filsafat bahasa mempertimbangkan struktur dan fungsi bahasa dalam komunikasi manusia, serta pertanyaan-pertanyaan tentang makna, referensi, kebenaran, dan struktur logis bahasa. Ini melibatkan analisis tentang sintaksis, semantik, pragmatik, dan filosofi linguistik. Obyek formal ini mencakup pemahaman tentang bagaimana bahasa digunakan untuk menyampaikan pemikiran, konsep, dan argumen.

3. Metodologi

Metodologi adalah obyek formal yang meliputi prinsip-prinsip dan metode-metode yang digunakan dalam penyelidikan filosofis. Filsafat metodologi mempertimbangkan prosedur-prosedur penelitian, penilaian evidens, pembangunan argumen, dan evaluasi teori. Ini mencakup pertimbangan tentang keandalan, validitas, dan generalisabilitas dari metode-metode filosofis yang digunakan dalam penelitian dan analisis.

4. Epistemologi

Epistemologi adalah studi tentang sifat dan sumber pengetahuan manusia. Obyek formal ini meliputi pertimbangan tentang epistemologi

(9)

Khilmi Zuhroni….9 internal dan eksternal, a priori dan a posteriori, serta konsep-konsep seperti kepercayaan, justifikasi, kebenaran, dan keyakinan. Filsafat epistemologi mempertanyakan batasan-batasan dan kemungkinan pengetahuan manusia, serta kriteria-kriteria untuk penilaian pengetahuan yang sahih dan meyakinkan.

5. Metafisika

Metafisika adalah studi tentang sifat dan hakikat realitas. Obyek formal ini meliputi pertimbangan tentang entitas, substansi, waktu, ruang, kausalitas, dan hubungan antara realitas fisik dan metafisik. Filsafat metafisika mempertanyakan sifat dasar dari eksistensi, serta konsep- konsep seperti keberadaan, identitas, dan perubahan. Ini mencakup diskusi tentang apa yang sebenarnya ada di dunia ini dan bagaimana kita dapat memahami hakikatnya.

6. Matematika

Matematika adalah obyek formal yang terlibat dalam filsafat matematika. Filsafat matematika mempertimbangkan sifat dan status epistemologis dari objek-objek matematika seperti angka, ruang, dan struktur matematika. Ini melibatkan pertanyaan-pertanyaan tentang apakah matematika merupakan hasil dari konstruksi manusia atau realitas objektif, serta hubungan antara matematika dan dunia fisik.

7. Etika

Etika adalah studi tentang prinsip-prinsip moral yang mendasari tindakan manusia. Obyek formal ini mencakup pertimbangan tentang nilai-nilai, kebaikan, keadilan, dan tanggung jawab. Filsafat etika mempertanyakan sifat dasar dari moralitas, serta pertanyaan-pertanyaan tentang apa yang membuat tindakan itu benar atau salah, dan bagaimana kita harus bertindak dalam situasi tertentu.

8. Estetika

Estetika adalah studi tentang keindahan dan seni. Obyek formal ini meliputi pertimbangan tentang sifat keindahan, ekspresi seni, dan

(10)

Khilmi Zuhroni….10 apresiasi estetis. Filsafat estetika mempertanyakan konsep-konsep seperti karya seni, pengalaman estetis, dan peran seni dalam kehidupan manusia. Ini mencakup diskusi tentang bagaimana kita menghargai dan memahami seni, serta kriteria-kriteria untuk penilaian keindahan.

9. Filsafat Politik

Filsafat politik adalah studi tentang prinsip-prinsip yang mendasari pemerintahan, keadilan, kekuasaan, dan hak asasi manusia. Obyek formal ini mencakup pertimbangan tentang kontrak sosial, legitimasi politik, dan hak dan kewajiban individu dalam masyarakat. Filsafat politik mempertanyakan struktur-struktur sosial dan politik, serta implikasi moral dari tindakan politik.

10. Filsafat Agama

Filsafat agama adalah studi tentang aspek-aspek fundamental dari keyakinan keagamaan. Obyek formal ini mencakup pertimbangan tentang eksistensi Tuhan, sifat keagamaan, dan hubungan antara agama dan ilmu pengetahuan. Filsafat agama mempertanyakan implikasi moral dan epistemologis dari keyakinan keagamaan, serta peran agama dalam kehidupan manusia.

Ruang lingkup obyek formal filsafat mencakup berbagai aspek dari struktur dasar dari konsep-konsep filosofis dan metode-metode penalaran yang digunakan dalam memahami fenomena-fenomena kompleks dan abstrak.

Filsafat bertujuan untuk mengembangkan kerangka kerja konseptual yang kohesif dan koheren untuk memahami dan menjawab pertanyaan- pertanyaan mendasar tentang realitas, pengetahuan, nilai, dan tujuan hidup manusia.

D. Hubungan Antara Obyek Material dan Obyek Formal Filsafat

Hubungan antara obyek material dan obyek formal dalam filsafat menciptakan kerangka yang kompleks dan terkait erat dalam upaya untuk

(11)

Khilmi Zuhroni….11 memahami fenomena-fenomena kompleks dan abstrak dalam dunia ini.

Obyek material adalah subjek atau fenomena konkret yang menjadi fokus kajian filsafat, sementara obyek formal adalah struktur atau bentuk dasar dari konsep-konsep dan pemikiran filosofis yang digunakan dalam memahami dan menganalisis fenomena tersebut. Dengan demikian, obyek material memberikan substansi atau materi untuk refleksi filosofis, sedangkan obyek formal memberikan kerangka konseptual dan metodologis untuk analisis dan pemahaman yang lebih mendalam.

Pertama-tama, obyek material memberikan dasar konkret untuk refleksi filosofis. Fenomena-fenomena dalam dunia ini, seperti manusia, kebenaran, realitas, moralitas, dan masyarakat, menjadi subjek kajian filsafat karena mereka memiliki dampak yang signifikan pada kehidupan manusia dan pemahaman kita tentang dunia. Misalnya, manusia sebagai obyek material memungkinkan filsafat untuk mempertimbangkan pertanyaan-pertanyaan tentang sifat, tujuan, dan kebebasan manusia. Begitu juga, realitas fisik dan metafisik menjadi subjek kajian karena mereka merupakan dasar dari segala pengalaman dan pengetahuan kita tentang dunia.

Kemudian, obyek formal memberikan kerangka kerja konseptual dan metodologis untuk memahami dan menganalisis fenomena-fenomena tersebut secara lebih mendalam. Misalnya, dalam memahami fenomena manusia, filsafat menggunakan konsep-konsep dari cabang-cabang seperti epistemologi, metafisika, etika, dan filsafat politik. Epistemologi membantu kita memahami sumber dan batasan pengetahuan manusia, metafisika membantu kita memahami sifat dasar eksistensi manusia, etika membantu kita memahami prinsip-prinsip moral yang mendasari tindakan manusia, dan filsafat politik membantu kita memahami struktur dan tujuan dari kehidupan bersama dalam masyarakat.

(12)

Khilmi Zuhroni….12 Selain itu, obyek formal juga membantu dalam pengembangan metode penalaran yang tepat untuk memahami obyek material. Logika, sebagai obyek formal, memberikan alat-alat untuk menganalisis argumen-argumen tentang fenomena-fenomena filosofis dengan cara yang sistematis dan rasional. Bahasa, sebagai obyek formal lainnya, memberikan alat komunikasi yang diperlukan untuk menyampaikan pemikiran dan konsep-konsep filosofis dengan jelas dan akurat. Metode-metode seperti deduksi, induksi, dan abduksi yang digunakan dalam logika membantu filsuf membangun argumen yang kuat dan valid, sedangkan analisis bahasa membantu dalam memahami makna dan referensi dari konsep-konsep filosofis.

Dengan demikian, hubungan antara obyek material dan obyek formal dalam filsafat menciptakan dinamika yang saling melengkapi antara substansi konkret dari fenomena-fenomena yang dipelajari dan kerangka konseptual dan metodologis yang digunakan untuk memahaminya. Tanpa obyek material, filsafat akan kehilangan basis yang diperlukan untuk refleksi dan analisis filosofis. Tanpa obyek formal, filsafat akan kekurangan alat untuk mengorganisir, menganalisis, dan memahami fenomena-fenomena tersebut dengan cara yang sistematis dan rasional. Oleh karena itu, kedua aspek ini saling mendukung dan melengkapi dalam menciptakan pemahaman filosofis yang mendalam dan abstrak tentang dunia dan diri kita.

(13)

Khilmi Zuhroni….13 DAFTAR PUSTAKA

Bertrand Russell, The Problems of Philosophy, 1912, London : Oxford University Press

Nigel Warburton, Philosophy: The Basics, 1992, New York : Routledge

Thomas Nagel, What Does It All Mean? A Very Short Introduction to Philosophy, 1987, New York: Oxford University Press

Simon Blackburn, Think: A Compelling Introduction to Philosophy, 1999, London: Oxford University Press

Will Durant, The Story of Philosophy: The Lives and Opinions of the World's Greatest Philosophers, 1926, New York: Simon & Schuster

Robert C. Solomon & Kathleen M. Higgins, The Big Questions: A Short Introduction to Philosophy, 2008, Belmont, CA: Wadsworth Publishing Simon Blackburn, The Oxford Dictionary of Philosophy, 1994, Oxford: Oxford

University Press

Anthony Kenny, A New History of Western Philosophy, 2010, New York: Oxford University Press

Julian Baggini, Philosophy: Key Themes, 2002, New York: Palgrave Macmillan Daniel Bonevac, Today's Moral Issues: Classic and Contemporary Perspectives,

2009, New York: McGraw-Hill Education

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mencermati pola pemikiran (framework) kajian filsafat dalam materi ajar mata kuliah Filsafat Ilmu Administrasi di Fakultas Ilmu

Memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas tentang Sejarah Perkembangan dan Pemikiran Filsafat, baik filsafat Yunani Kuno, Filsafat Islam dan Filsafat Barat;

Filsafat Siva Siddhanta kelihatannya seperti pluralistik dalam arti filsafat yang tidak absolut mengandung tiga unsur ideal yang tidak dapat direduksi, diantaranya: pati, pasu

sebagaimana yang terjadi di atas. Dalam hal ini, filsafat dapat membuka wawasan berpikir untuk bersikap sophisticated, adil, dan apresiatif dalam meneliti berbagai agama dan

Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berupaya mengkaji tentang masalah- masalah yang muncul dan berkenaan dengan segala sesuatu , baik yang sifatnya materi maupun immateri

Pandangan Dunia : Yang dimaksud adalah pemikiran filsafat sebagai upaya untuk memahami semua realitas kehidupan dengan jalan menyusun suatu pandangan (hidup) dunia, termasuk

Sedangkan dalam filsafat, emanasi adalah proses terjadinya ujud yang beraneka ragam, baik langsung atau tidak langsung, bersifat jiwa atau materi, berasal dari ujud yang

Implikasi Filsafat Fenomenologi terhadap Metode Studi Islam Implikasi Filsafat Fenomenologi terhadap Metode Penelitian Studi Islam, merupakan akibat dari filsafat fenomenologi atas