TUGAS TERSTRUKTUR
Mata Kuliah : Bimbingan Konseling Pengampu :
\
NAMA : FEBRIARINI KUSUMA WARDHANI
PRODI PENDIDIKAN GEOGRAFI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS
TUGAS TERSTRUKTUR
“STUDI KASUS”
Mata Kuliah : Bimbingan Konseling Pengampu : Dr. Naharus Surur, M.Pd
NAMA : FEBRIARINI KUSUMA WARDHANI NIM : K5418030
KELAS : B
PRODI PENDIDIKAN GEOGRAFI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA 2020
NAMA : FEBRIARINI KUSUMA WARDHANI
PRODI PENDIDIKAN GEOGRAFI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
SEBELAS MARET
STUDI KASUS
MASALAH PESERTA DIDIK : BIDANG BELAJAR
Studi kasus adalah pendekatan untuk meneliti gejala sosial dengan menganalisis satu kasus secara mendalam dan utuh atau bisa juga upaya mempelajari suatu kasus secara mendalam untuk mendapatkan pemecahan masalah. Studi kasus juga merupakan proses identifikasi suatu masalah untuk menentukan jenis treatmen yang diperlukan.
Langkah-langkah dalam studi kasus sebagai berikut: mengenali gejala dengan mengamati adanya suatu gejala; membuat deskripsi kasus secara objektif, sederhana, tetapi cukup jelas; menentukan jenis masalah, bidang pribadi, sosial, belajar atau karir; menjabarkan masalah dengan cara mengembangkan ide-ide atau konsep-konsep menjadi lebih rinci, agar lebih mudah memahami permasalahannya; memperkirakan kemungkinan sumber penyebab; pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan analisis dokumentasi; penggunaan dan pengolahan data; sintesa dan interpretasi data; membuat perencanaan pelaksanaan pertolongan (treatment); dan evaluasi dan tindak lanjut (follow up).
Berdasarkan identifikasi masalah peserta didik bidang belajar di pertemuan ke-13, contoh masalah peserta didik dalam bidang belajar contohnya seperti : kurangnya motivasi dalam belajar, siswa yang malas, siswa yang benci dengan mata pelajaran tertentu, dan siswa yang salah menerapkan metode belajar.
Dalam studi kasus ini saya akan mengambil contoh masalah : Kurangnya motivasi belajar siswa. Dan berikut adalah langkah-langkah studi kasus dari permasalahan tersebut:
1. Identifikasi masalah
Identifikasi masalah adalah upaya untuk memahami jenis, karakteristik kesulitan atau masalah yang dihadapi oleh peserta didik. Salah satu cara untuk memudahkan dalam menyatakan identifikasi masalah adalah dengan mengetahui secara jelas apa yang dihadapi.
Contoh : Disini saya mengambil contoh siswa yang bernama Citra. Citra memiliki latar belakang keluarga yang kaya raya, kedua orang-tuanya seorang pengusaha dan jarang sekali berada dirumah karena harus melaksanakan bisnis diluar kota dan dirumah Citra hanya bersama dengan pembantunya. Orang-tua Citra yang tergolong kaya membuat segala keinginan dan kebutuhannya terpenuhi, namun ada satu hal yaitu Citra kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari keluarga. Walaupun ia memiliki fasilitas belajar yang memadai namun Citra juga memiliki nilai mata pelajaran yang rendah.
2. Analisis
Langkah pengumpulan informasi tentang diri peserta didik beserta latar belakanganya. Informasi atau data yang dikumpulkan mencakup segala aspek kepribadian, seperti kemampuan, minat, motivasi, kesehatan fisik, dan karakteristik lainnya. Tujuan analisis yaitu untuk mengetahui secara mendalam dan luas tentang masalah yang dihadapi oleh peserta didik serta untuk memberikan bantuan yang tepat pada peserta didik.
Contoh : Berdasarkan informasi yang di dapat dari teman-teman, Citra jarang mau diajak untuk belajar kelompok karena Citra lebih senang memilih untuk pergi ke Mall. Saat guru bertanya dikelas, Citra juga terkadang tidak fokus, sering mengantuk, terkesan tidak tertarik dengan pelajaran dan tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyan guru karena tidak adanya semangat dalam belajar, bahkan saat ujian Citra juga tidak bisa mendapatkan nilai yang baik atau maksimal. Menurut analisis saya, masalah yang Citra hadapi adalah kurang adanya motivasi dari dalam diri ataupun dari luar yang bisa menunjang semangatnya dalam belajar.
3. Sintesis
Usaha untuk merangkum, menggolong-golongkan, dan menghubung- hubungkan data yang telah terkumpul sehingga menunjukkan keseluruhan gambaran tentang diri peserta didik. Untuk diperoleh pemahaman secara keseluruhan tentang siapa diri peserta didik sebenarnya, serta gambaran masalah apa yang dihadapi peserta didik. Menyimpulkan bahwa peserta didik mengalami masalah.
Contoh : Berdasarkan identifikasi masalah dan analisis, disini saya menemukan gambaran bahwa Citra memiliki masalah dalam semangat belajarnya karena tidak ada hal yang menunjang semangatnya dalam belajar. Dari faktor dalam sendiri, Citra masih belum bisa membedakan mana kebutuhan dan keinginan hal ini dibuktikan dengan Citra yang lebih senang jalan ke mall daripada belajar kelompok. Citra juga tidak bersemangat dengan kegiatan belajar karena sering mengantuk dan tidak tertarik dengan apa yang dijelaskan oleh guru. Dari faktor luar orang tua Citra kurang memberikan kasih dan sayang kepada anaknya karena mereka jarang berada di sekitar Citra sehingga ia tumbuh menjadi anak yang se-enaknya sendiri. Sehingga saya simpulkan bahwa Citra memiliki masalah dalam motivasi belajar.
4. Diagnosis
Diagnosis adalah langkah untuk menemukan faktor-faktor penyebab timbulnya masalah berdasarkan data yang di dapatkan.
Penyebab timbulnya masalah motivasi belajar Citra sebagai berikut:
A. Faktor yang berasal dari dalam diri
Belum bisa membedakan mana keinginan dan kebutuhan
Kurang tertarik dan belum menemukan esensi dari belajar
Malas belajar dan sering bermain B. Faktor yang berasal dari luar diri
Kurang mendapat perhatian dari orangtua
Mendapatkan banyak fasilitas namun tidak sesuai kebutuhan
Bergaul dengan teman-teman yang salah
5. Prognosis
Memprediksi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi apabila permasalahan yang dihadapi peserta didik tidak segera mendapat bantuan.
Apabila masalah yang dihadapi Citra tidak segera diatasi, maka kemungkinan yang dapat terjadi adalah:
Tidak mendapatkan ilmu di sekolah
Tidak lulus UAN
Prestasi belajar semakin menurun
Memiliki nilai rendah
Apabila masalah yang dihadapi Citra dapat segera diatasi, maka kemungkinan yang akan terjadi adalah:
Dapat menggunakan waktu secara baik dan teratur untuk menghadapi UAN
Tidak ketinggalan pelajaran
Prestasi belajar akan meningkat
Dapat membanggakan orangtuanya
Nilai menjadi naik 6. Treatment
Dengan berbagai strategi layanan bimbingan dan konseling, baik secara individual, kelompok maupun klasikal. Bekerjasama dan berkolaborasi dengan personil lain di sekolah. Dimungkinkan dapat bekerjasama dengan pihak-pihak lain di luar sekolah.
Contoh : Teman-teman Citra memberikan dukungan motivasi belajar kepadanya dan selalu mengajak Citra untuk belajar kelompok daripada jalan-jalan di mall. Guru BK memberikan bimbingan secara individual dan memberikan Citra masukan yang baik seperti diberi motivasi belajar dengan seringnya berkomunikasi, Guru BK juga harus memberikan pengertian kepada Citra bahwa fasilitas yang diberikan orang-tua bukan untuk dimanfaatkan dengan salah, Guru BK juga harus memberi informasi masalah ini kepada orang-tua Citra guna masa depan anaknya yang lebih baik.
7. Follow up
Usaha yang berisikan kegiatan lanjutan dari usaha yang telah diberikan.
Hal ini bertujuan agar dapat mengetahui efektifitas bantuan yang diberikan.
Contoh : Citra harus selalu diajak untuk berbuat hal yang lebih positif misal dengan mengikuti lomba-lomba yang ia gemari walaupun mungkin tidak dalam bidang akademik, memberikan semangat dan motivasi dalam belajar supaya Citra mendapatkan nilai yang baik dikelas, mengembangkan bakat dan minat, mengajak Citra untuk pergi ke toko buku atau perpustakaan untuk saling berdiskusi tentang buku dan mata pelajaran, orang-tua Citra juga sebaiknya lebih sering memantau kondisi anaknya tidak hanya dari segi materi namun juga pemberian kasih sayang dan perhatian terhadap perkembangan anaknya.