• Tidak ada hasil yang ditemukan

Film Indonesia Angkat Budaya Lokal

N/A
N/A
Riska Wati

Academic year: 2024

Membagikan "Film Indonesia Angkat Budaya Lokal"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

NIM : 20232105007

NAMA : MUHAMMAD AKIL SHADIQ KELAS: S.110

agaimana perkembangan film yang mengangkat budaya lokal. Salah satu film yang sangat menarik perhatian adalah CINTA

= Cindolo Na Tape. Film ini dirilis oleh sebuah sinema di bawah garapan sutradara asal Makassar. Selain itu banyak film lainnya yang dipopulerkan anak muda di Makassar seperti Silariang, Uang Panai, Dumba-Dumba, Athirah dan lainnya.

B

Banyak film yang mengangkat budaya lokal yang dapat memperkaya kebudayaan Indonesia yang juga

menjadi ciri khas bagi Masyarakat Bugis-Makassar. Apakah anda termasuk pencinta budaya Nusantara atau budaya lokal Masyarakat Sulawesi Selatan? Tabe Di….!!!

Sebuah film nasional mengangkat budaya lokal Bugis Makassar dihadirkan di layar lebar. Film yang dibintangi Bisma Karisma ini berjudul Silariang Cinta Yang (Tak) Direstui. Disutradarai Wisnu Adi dan Kuman

Nugroho. Film ini mengangkat cerita percintaan sepasang anak muda yang terbentur restu orangtua hanya karena status sosial. Di film Silariang Cinta Yang (Tak) Direstui ini, Bisma berperan sebagai Yusuf, anak muda yang berprofesi sebagai fotografer. Ia mencintai gadis Bugis Makassar bernama Zulaikha yang diperankan Andani Suri.

CINTA =

CINDOLO NA

TAPE?

Referensi

Dokumen terkait

Komik Arjuna Wiwaha yang berbasis sebagai komik online adalah sarana yang tepat untuk mengangkat komik wayang dan budaya lokal terutama bagi generasi

meruntuhkan sebuah peradaban.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui seberapa banyak 

Abstrak. Film Eat Pray Love mengambil latar belakang di Pulau Bali dikarenakan pembuat film ingin melakukan pertukaran budaya dengan cara memahami hasil budaya

Terjadi beberapa hambatan atas penerapan beban pajak yang diberikan tersebut, antara lain : kurangnya partisipasi wajib pajak baik perusahaan impor film maupun lokal film di

Adapun permasalahan yang dikaji adalah Bagaimana mengangkat kembali komik yang berlatar belakang budaya lokal, dalam hal ini berupa wayang, melalui media komik,

Terdapat dua Ikon dalam film ini yang begitu mendeskripsikan identitas budaya lokal bangsa meskipun hanya ditemukan pada beberapa scene saja, akan tetapi ikon tersebut amat

Pokok masalah penelitian ini adalah bagaimana budaya siri’ pada Suku Bugis Makassar dalam Film “Badik Titipan Ayah” dan sub masalahnya ialah: Bagaimana budaya siri’ yang terkandung

Dalam kaitan ini, maka sebuah impresi film yang menempatkan pemaknaan ‘cara bertutur lokal’ sebagai hal penting tidak hanya dimaknai dengan kemahiran, kepekaan dan kesadaran kreator