Dia (juga) menjadikan siang dan malam bergantian bagi orang-orang yang ingin mengambil pelajaran atau bersyukur.' (QS. Dan dikhawatirkan jika salah satu bagian dari dirimu hilang, maka kamu semua akan tersesat.' (Fashal Khitab Zuhud, Raqaaiq dan Adab 3/555).34;Aku tidak pernah menyesali apapun seperti penyesalanku pada hari ketika matahari terbenam pada hari itu, hidupku berkurang sedangkan amalku tidak bertambah.” (Qimatu az-Zaman 'Inda al-' Ulama 27/1).
34; Sesungguhnya aku sangat membenci sesiapa yang tidak berbuat kebaikan yang bermanfaat dalam urusan dunia dan urusan akhirat." (Sifatu Ash-Shafwah 1/156). Antara musibah lain yang disebabkan oleh gajet dan media sosial ialah musibah yang menimpa kanak-kanak.Seperti sabda Rasulullah sallallahu 'alaihi wa sallam ketika seseorang bertanya kepadanya dengan tegas,
Nabi bersabda: “Jaga lidahmu, biarlah rumahmu membuatmu lapang (tinggal di rumah) dan menangisi dosa-dosamu.” (HR. Kemudian bencana lain dari internet dan media sosial adalah banyaknya orang yang tidak ada sopan santunnya. 34; Barangsiapa menghiasi dirinya dengan apa yang tidak ada, maka dia seperti memakai dua baju kebohongan.” (HR.
34; Barangsiapa yang memakai jubah kebesaran untuk menjadi terkenal di dunia, Allah akan memakaikan jubah kehinaan padanya pada hari kiamat.” (HR.
398 /5) ةحيحصلا ةلسلسلا }لعفيلف
Meskipun niat para da’i atau ustaz dalam meriwayatkan amal shalehnya baik, namun dapat dikatakan bahwa meskipun demikian persoalan meriwayatkan amal shaleh masih sangat rentan terhadap pintu riya’ dan ujub. Oleh karena itu, saya katakan salah satu musibah yang menimpa orang-orang alim, pembela ilmu, para dai karena internet dan media sosial adalah mereka membeberkan segala amalan mereka, yang akhirnya menjadi bahan diskusi dan komentar orang lain. Sehingga ketika mereka dibanjiri pujian, mereka akan mencatat pujian tersebut dan menulis ulang di status media sosialnya.
Subhanallah, ketahuilah bahwa orang-orang seperti itu telah terperangkap dalam penipuan media sosial.
5 /6) لبنح نب دمحأ
34; Betapa banyak orang yang bingung dan tertolak di muka pintu, yang jika mereka bersumpah dengan nama Allah, niscaya Allah akan menunaikannya untuk mereka.” (HR. Ini menunjukkan bahwa tidak akan ada pengaruh di sisi Allah Subhanahu wa ta’ ala-ala ramainya follower kita di laman sosial.Walaupun ada orang yang memuji kita, biarlah pujian itu tidak menipu kita.
Perlu diketahui bahwa yang saya bicarakan bukanlah orang biasa, namun tentang asatizah dan khatib yang harus menjadi teladan bagi banyak orang dan benar-benar memperhatikan niatnya. Saya mengatakan ini karena saya takut terjebak di dalamnya, atau bahkan mungkin saya terjebak di dalamnya, tetapi saya tidak menyadarinya. Oleh karena itu saya ingatkan diri saya terlebih dahulu, sebelum saya ingatkan saudara-saudaraku, agar kita tidak tertipu dengan pujian dan jumlah yang banyak.
Seorang ulama pernah berkata: "Dua orang yang hadir di majlis ilmu seorang da'i yang ikhlas lebih baik daripada dua juta pengikut di laman sosialnya. Beri salam jika dia tidak ikhlas." Seperti menjadi penderma, jawatankuasa penyelidikan, dan lain-lain yang tidak perlu muncul di hadapan ramai orang.
رسلا لمع ناطيشلا نم ينلماعلا زرحأ
Meskipun mungkin ada permasalahan yang harus didiskusikan selama berbulan-bulan untuk menemukan solusi yang tepat, namun kenyataannya tidak. Namun mereka akan langsung memberikan komentar seolah-olah itu adalah solusi terbaik dari permasalahan yang ada. Oleh karena itu, fitnah media sosial tidak hanya menimpa masyarakat awam saja, namun semua orang tanpa terkecuali pun bisa terkena dampak fitnah media sosial tersebut.
453 /1) يمرادلا
Amal tergantung niat
6 /1) يراخبلا
Jika seseorang membuka alat dan akun media sosial dengan niat Allah, maka semoga kita mendapat pahala dengan niat tersebut. Bahkan ketika seseorang berusaha mencari kebaikan dengan membuka jejaring sosial, entah ia akan mendapat pahala atau tidak, karena ia berniat baik pada anugerah yang Allah berikan kepadanya, yaitu Internet. Namun sebaliknya jika seseorang mempunyai niat buruk seperti saling memutus, menimbulkan kerugian dan keinginan melihat hal-hal yang haram, maka berhasil atau tidaknya ia berbuat maksiat.
4 /9) يراخبلا
Hanya niat baik tidaklah cukup
Oleh karena itu, niat baik saja tidak cukup, harus mengikuti Syariah dan Sunnah Nabi SAW. Contohnya adalah seseorang yang menerima sebuah hadits atau informasi yang ternyata hadis palsu dan informasi hoax, kemudian dia menyebarkan pesan tersebut tanpa terlebih dahulu mengecek kebenarannya, maka dia telah menyebarkan kebohongan. Contohnya, jika seseorang menyebarkan ceramah-ceramah yang menyimpang, maka kemungkinan besar dia telah menyesatkan orang-orang biasa.
Begitu pula dengan orang-orang yang menyebarkan berita yang menimbulkan ketakutan dan kecemasan umat Islam.
Mengingkari setiap kemungkaran di dalam grup media sosial
Jangan suka mencaci maki di media sosial
350 /4) يذمرتلا ننس
Dan ada juga yang tidak tahu dengan siapa dia berdebat di media sosial, sehingga sayang sekali jika yang diajak berdebat adalah anak yang tidak tahu apa-apa. Hanya saja terkadang seseorang lebih berani berbicara secara tertulis di media sosial dibandingkan dengan berbicara langsung kepada lawan bicaranya. Karena terkadang ketika seseorang bertemu dengan lawan bicaranya, mereka akan memikirkan terlebih dahulu kata-kata yang ingin diucapkan.
Berbeda dengan berbicara melalui media sosial, seseorang lebih berani mengutarakan apa yang ingin disampaikannya karena tidak saling berhadapan secara langsung, sehingga seringkali ada yang asal-asalan dalam mengucapkannya dan akhirnya saling melontarkan hinaan. 34;Tidak ada satu kata pun yang Dia ucapkan, melainkan ada malaikat pengawas di sisi-Nya yang senantiasa siap (mencatat).” malaikat merekamnya.
101 /8) يراخبلا حيحص
- Tidak semua kenikmatan dipamerkan di media sosial
- Jangan berkeluh kesah di media sosial
- Tidak boleh membuat akun palsu
- Jangan habiskan waktu untuk melihat akun orang lain
- Tatkala seseorang mengirim pesan, hendaknya to the point
Hal tersebut tidak boleh diperlihatkan karena ada orang yang tidak kuat bahkan tidak ingin melihat kebahagiaan yang kita rasakan. Contoh lainnya adalah seorang perempuan yang hanya sering diajak suaminya berlibur ke Monas, kemudian ia melihat orang-orang mengunggah foto liburannya ke luar negeri. Pada akhirnya dia akan merasa risih, sedih dan benci pada suaminya karena tidak pernah mendapatkan kepuasan yang dirasakan orang lain. Hal-hal seperti itu pada akhirnya bisa membuat orang yang haded kehilangan rasa syukurnya kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.
Meski dulu hubungannya dengan keluarga sangat harmonis, namun hal tersebut berubah karena ia belum merasakan kebahagiaan yang dirasakan orang lain. Sebab ia khawatir laki-laki lain akan merasa kecewa dan marah atas perlakuan yang diterima istrinya, yang tidak seperti perlakuan istri orang lain terhadap suaminya. Dan ketahuilah bahwa orang-orang yang sering mengeluh di media sosial seolah-olah sedang menunjukkan kepada orang lain bahwa mereka sedang mengeluhkan nasib Allah Subhanahu wa ta'ala.
Terkadang ada yang menanyakan keluhan kita, namun kebanyakan hanya sekedar penasaran dan tidak lebih. Kalau mengeluh di media sosial mungkin ada yang bertanya, tapi kebanyakan hanya ingin tahu. Perlu diketahui hukum membuat akun palsu adalah haram karena telah berbohong dan menipu orang lain.
Karena orang yang membuat akun palsu di media sosial akan memposting foto yang bukan dirinya, informasi kontak,. Salah satu budi pekerti seseorang terhadap orang lain adalah ia tidak menyita waktu orang lain karena ia tahu bahwa waktu orang tersebut terbatas. Namun ketika kita mengirim pesan ke teman, keluarga, kita tahu mereka adalah orang-orang yang sering menunggu pesan dari kita, maka itu benar.
Sebagian ulama mengatakan, jika salam itu ditulis, maka cukuplah dia menjawabnya dengan lisan, meskipun suaranya tidak sampai ke orang yang memberi salam. Jadi berdasarkan keumuman ayat ini, jika seseorang memberi salam kepada kita secara tertulis, hendaknya kita membalasnya secara tertulis. Sebab jika yang dikirimkannya ke grup media sosial tidak bermanfaat, apalagi berita bohong, maka itu sama saja menyita waktu orang lain untuk hal yang tidak bermanfaat.
Ketahuilah bahwa kami tidak membagikan segala sesuatu yang datang kepada kami. Jadi hadis ini juga berlaku bagi orang yang membagikan apapun yang didapatnya di media sosial.
38 /7) يراخبلا حيحص
Diakhir pembahasan ini ingin saya sampaikan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda, /4) يذ???مرت???لا نن???س { هيِنْع???َي َلا. 34; Sesungguhnya salah satu ciri akidah Islam yang baik seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya.” (HR. Maka jika kamu ingin mengetahui apakah akidah Islammu baik atau tidak, maka lihatlah apakah Allah telah menjauhkanmu darinya. hal-hal yang tidak bermanfaat bagi anda atau Tidak.
Karena saat ini banyak orang yang ingin mengetahui urusan orang lain, sehingga melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat bagi dirinya. Dan ketika seseorang sibuk dengan media sosial, akhirnya mengabaikan hal-hal bermanfaat seperti silaturahmi, membaca Al-Quran, shalat sunnah.