Format RPL :
RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL
A Komponen Layanan Layanan Dasar B
.
Thema Mengembangkan minat belajar untuk meningkatkan prestasi
C Bidang Layanan Akademik
D Fungsi Layanan Pemahaman dan Pengembangan E Sasaran Layanan Siswa Kelas IX
F Materi 1. Pengertian minat belajar
2. Cara meningkatkan minat 3. Pengertian prestasi Belajar
4. Faktor yang meningkatkan prestasi siswa 5. Hubungan Minat Dan Prestasi Belajar G Metode dan Teknik Ceramah dan diskusi tanya jawab
H Waktu 1 x 40 menit
I Tanggal Pelaksanaan 27 November 2021
J Media Alat Gmeet, Google Form, PPT, HP/Laptop
K Sumber Bacaan • Aina Mulyana, maret 2020. Pengertian Minat Dan Minat Belajar Siswa.
https://ainamulyana.blogspot.com/2012/02/minat- belajar.html?m=1 ( diakses pada 20 September)
• 8 BAB II Tinjauan Pustaka A. Prestasi Belajar.
https://repository.usm.ac.id/files/skripsi/F11A/2016/F.11 1.16.0127/F.111.16.0127-05-BAB-II-
20200228124417.pdf
• Zamanhurri , Desember, 2013 , Hubungan Minat Dan Prestasi Belajar
https://galaxyaceh.wordpress.com/2013/12/19/hubungan -minat-dan-prestasi-belajar/ (Diakses pada 28 September 2021)
L Tujuan 1. Siswa mampu memahami makna minat belajar
2. Siswa mampu memahami cara meningkatkan minat belajar 3. Siswa mampu memhami prestasi
4. Siswa mampu memahami factor yang memepengaruhi minat belajar
5. Siswa mampu mengerti hubungan minat dan prestasi belajar
M Uraian Kegiatan
1. Tahap Pendahuluan
1) Guru BK masuk room dengan memberikan salam dan berdoa
2) Guru BK menanyakan kondisi jaringan internet siswa 3) Guru BK mengapresiasikan kehadiran siswa
4) Guru BK menanyakan kabar dan kondisi siswa
5) Guru BK menyampaikan tujuan layanan sesuai dengan materi yang akan disampaikan
6) Guru BK bertanya mengenai kesiapan siswa memperoleh layanan
2. Tahap Inti
1) Guru BK memberikan materi melalui PPT yang disediakan 2) Siswa mencermati materi yang diberikan guru
3) Siswa dapat bertanya apabila ada materi yang belum dipahami
4) Guru memeberikan jawaban atas pertanyaan siswa 5) Siswa diminta mengerjakan lembar kerja yang diberikan
guru 3. Tahap Penutup
1) Guru meminta 2 anak untuk menyampaikan materi yang dibahas
2) Guru memberikan klarifikasi atas jawaban siswa 3) Guru BK memberi apresiasi kepada seluruh siswa
4) Guru BK menutup layanan dengan berterimakasih, berdo’a dan mengucapkan salam penutup
N Evaluasi
1. Evaluasi Proses Memperhatikan proses layanan dengan refleksi hasil masing- masing siswa dan sikap/antusias dalam mengikuti kegiatan layanan melalui instrumen
2. Evaluasi Hasil Setelah mengikuti kegiatan layanan bimbingan klasikal siswa diharapkan mampu memahami minat belajar untuk
meningkatkan prestasi di isi melalui instrumen
Surakarta, 20 September 2021 Mengetahui
Dosen Pengampu, Guru BK,
Dr. Naharus Surur, M.Pd Rama Aji Satrio Pamungkas
Lampiran-lampiran : Lampiran 1 Materi Lampiran 2 lembar kerja Lampiran 3 Evaluasi Proses Lampiran 4 Evaluasi Hasil
Lampiran 1
Materi 1. Pengertian Minat Belajar
Minat belajar menurut Priansa (2015: 61) adalah sesuatu keinginan atas kemauan yang disertai perhatian dan keaktifan yang disengaja yang akhirnya melahirkan rasa senang dalam
perubahan tingkah laku, baik berupa pengetahuan, sikap dan keterampilan.
Kompri (2015: 268) minat belajar adalah kecenderungan siswa terhadap aspek belajar. Minat tidak dibawa sejak lahir, melainkan diperoleh kemudian. Minat terhadap sesuatu, dipelajari dan mempengaruhi belajar selanjutnya serta memengaruhi penerimaan minat-minat baru. Jadi, minat terhadap belajar merupakan hasil belajar dan menyokong belajar selanjutnya.
Sesuai dengan pendapat Wardiana (2014: 4) minat belajar adalah rasa suka yang timbul dari dalam diri seseorang karena adanya ketertarikan terhadap suatu kegiatan pembelajaran yang kemudian dilakukan dan mendatangkan kepuasan dalam dirinya.
Berdasarkan beberapa pendapat di atas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa minat belajar adalah suatu keinginan dan ketertarikan siswa terhadap pelajaran disertai dengan perhatian dan keaktifan untuk menguasai pengetahuan dan pengalaman yang disertai dengan rasa senang dan diperoleh kepuasan.
2. Cara meningkatkan Minat Belajar
Nasution (1998:147) menyatakan, bahwa minat dapat ditimbulkan atau dibangkitkan dengan cara-cara sebagai berikut:
a. Bangkitkan suatu kebutuhan (kebutuhan untuk menghargai keindahan, untuk mendapatkan penghargaan).
b. Hubungan dengan pengalaman yang telah lalu.
c. Beri kesempatan untuk mendapatkan hasil yang baik, “Nothing succed like succed”, tak ada yang lebih memberi hasil yang baik daripada hasil yang baik. Untuk itu, bahan pelajaran harus sesuai dengan kesanggupan individu.
d. Gunakan berbagai bentuk metode belajar seperti, diskusi, kerja kelompok, membaca, dan sebagainya
3. Pengertian Prestasi Belajar
Prestasi adalah suatu bukti keberhasilan yang dicapai seseorang dalam berfikir, merasa dan berbuat yang lazimnya ditunjukkan dengan nilai atau angka yang diberikan guru.
Menurut S. Nasution (2009: 7) mengatakan bahwa prestasi belajar adalah
“kesempurnaan yang dicapai seseorang dalam berfikir, merasa dan berbuat”. Prestasi
merupakan hasil yang telah dicapai dari usaha yang telah dilakukan dan dikerjakan” (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1997:787) begitu pula dalam definisi yang lebih singkat bahwa prestasi adalah “hasil yang telah dicapai (Purdaminta, 1987:768). Senada dengan purdaminta, prestasi adalah “hasil yang telah di capai dari apa yang dikerjakan atau yang sudah
diusahakan” (Zein, 1994: 1088). Menurut Siti Partini (1980 : 49), “Prestasi belajar adalah hasil yang dicapai oleh seseorang dalam kegiatan belajar”. Sunarya (1983 : 4) menyatakan
“Prestasi belajar merupakan perubahan tingkah laku yang meliputi ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik yang merupakan ukuran keberhasilan siswa”.
Menurut Abdul Qahar (1994:20), prestasi adalah apa yang telah dapat diciptakan, hasil pekerjaan, hasil yang menyenangkan hati yang diperoleh dengan jalan keuletan kerja. Tidak jauh dari pengertian yang disampaikan oleh Mas’ud, Syaiful Bahri mengatakan bahwa prestasi adalah “hasil dari sesuatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan, yang menyenangkan hati yang diperoleh dengan keuletan kerja, baik secara individual maupun kelompok dalam bidang kegiatan tertentu” (Djamarah, 1994:21). Djamarah (2011: 32) menjelaskan bahwa prestasi adalah apa yang telah dapat diciptakan, hasil pekerjaan, hasil yang menyenangkan hati yang diperoleh dengan jalan keuletan kerja. Djamarah juga berpendapat prestasi adalah “penilaian pendidikan tentang perkembangan dan kemajuan peserta didik (siswa) berkenaan dengan penguasaan bahan pelajaran yang disajikan kepada siswa”. Menurut Tirtonegoro (1984 : 4), mengemukakan bahwa “Prestasi belajar adalah penilaian hasil usaha kegiatan belajar yang dinyatakan dalam bentuk symbol angka, huruf maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap anak didik
dalam periode tertentu”.
Prestasi belajar dapat dinyatakan beberapa rumusan dari pengertian tersebut, diantaranya bahwa “prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau materi yang dikembangkan oleh mata pelajaran” (Habeyh, 1974:139). Hasil belajar menurut Nana Sudjana adalah “kemampuan yang dimiliki siswa, setelah ia menerima pengalaman belajar”.
Sedangan menurut Djamarah (1994: 32) prestasi belajar adalah “tingkat keberhasilan murid untuk mempelajari materi pelajaran di sekolah yang dinyatakan dalam bentuk skor yang diperoleh dari hasil test mengenai sejumlah materi.
Dalam dunia pendidikan, bentuk penilaian dari suatu prestasi biasanya dapat dilihat atau dinyatakan dalam bentuk simbol huruf atau angka-angka. Jadi, prestasi belajar adalah hasil yang diraih oleh peserta didik dari aktivitas belajarnya yang ditempuh untuk
memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dapat diwujudkan dengan adanya
perubahan sikap dan tingkah laku dan pada umumnya dinyatakan dalam bentuk simbol huruf atau angka-angka. Prestasi belajar yang didapatkan oleh seorang siswa bersifat sementara kadang kala dalam suatu tahapan belajar, siswa yang berhasil secara gemilang dalam belajar, sering pula dijumpai adanya siswa yang gagal. Seperti angka raport rendah, tidak naik kelas, tidak lulus ujian akhir dan sebagainya.
4. Faktor – faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar 1) Faktor Eksternal.
Syah (2003) menjelaskan bahwa faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi hasil belajar digolongkan menjadi dua, yaitu :
• Faktor-faktor non sosial
Kelompok faktor ini tak terbilang jumlahnya, misalnya : keadaan udara, suhu udara, cuaca, waktu (pagi, atau siang, ataupun malam), tempat (letaknya, pergudangannya), alat-alat yang dipakai untuk belajar (seperti alat tulis menulis, buku-buku, alat-alat peraga, dan sebagainya yang biasa kita sebut alat-alat pelajaran), metode pengajaran.
▪ Faktor-faktor Lingkungan Sosial
Lingkungan sosial sekolah, seperti guru, administrasi dan teman-teman sekelas dapat mempengaruhi proses belajar seorang siswa. Hubungan yang harmonis antara ketiganya dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk belajar lebih baik di sekolah. Perilaku yang
simpatik dan dapat menjadi teladan seorang guru atau administrasi dapat menjadi pendorong bagi siswa untuk belajar.
2) Faktor Intern
Digolongkan menjadi dua golongan yaitu :
• Faktor-faktor Fisiologis
Faktor-faktor fisiologis ini masih dapat lagi dibedakan menjadi dua macam, yaitu : a. Keadaan tonus jasmani pada umumnya ini dapat dikatakan melatar belakangi aktivitas
belajar; keadaan jasmani yang segar akan lain pengaruhnya dengan keadaan jasmani yang kurang segar; keadaan jasmani yang lelah ain pengaruhnya daripada yang tidak lelah.
b. Keadaan Fungsi-fungsi jasmani tertentu terutama fungsi-fungsi panca indera. Bahwa panca indera dapat dimisalkan sebagai pintu gerbang masuknya pengaruh ke dalam individu. Orang mengenal dunia sekitarnya dan belajar dengan mempergunakan panca inderanya. Baiknya fungsi panca indera merupakan syarat dapatnya belajar itu berlangsung dengan baik.
• Faktor-faktor Psikologi
a. Kecerdasan siswa / intelegensi siswa
Semakin tinggi tingkat intelegensi seorang individu, semakin besar peluang individu tersebut meraih sukses dalam belajar.
b. Motivasi
Para ahli psikologi mendefinisikan motivasi sebagai proses dalam diri individu yang aktif, mendorong, memberikan arah, dan menjaga perilaku setiap saat (Slavin, 1994). Menurut Arden N. Frandsen (Hayinah, 1992) yang termasuk dalam motivasi intrinsik untuk belajar antara lain :
1.Dorongan ingin tahu dan ingin menyelidiki dunia yang lebih luas.
2.Adanya sifat positif dan kreatif yang ada pada manusia dan keinginan untuk maju.
3.Adanya keinginan untuk mencapai prestasi sehingga mendapat dukungan dari orang-orang penting.
5. Hubungan Minat Dan Prestasi Belajar
Prestasi belajar siswa merupakan hasil dari proses belajar. Baik buruknya prestasi tersebut tergantung bagaimana proses belajar berlangsung dan tanggapan siswa dari proses tersebut. Apabila proses tersebut berlangsung seperti yang diharap kan tanpa ada gangguan baik internal atau eksternal siswa maka hasil belajar akan berhasil seperti yang diharapkan, dan sebaliknya kalau terdapat gangguan maka hasilnyapun jauh dari harapan.
Seperti yang digambarkan atau dipaparkan diatas bahwa salah satu faktor keberhasilan siswa adalah faktor intern, minat siswa terhadap belajar merupakan bagian dari faktor intern.
Dalam upanya guru yang mengajar, menarik atau tidak dari segi penampilan, gaya mengajar, pemilihan metode tidak monoton, pengaturan ruang belajar, pemilhan meteri dan sebagainya.
Jadi kalau kita lihat beberpa pendapat diatas bahwa minat dapat mendorong seseorang siswa untuk dapat belajar dengan baik. Siswa yang mempunyai minat belajar yang tinggi akan menghasilkan prestasi belajar yang tinggi pula. Dimana siswa memperlihatkan adanya rasa senang dan melalui mau belajar tanpa ada pengaruh dari siapapun. Karena mereka melakukan semua itu didasari atas niat yang suci dan ikhlas.
Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa seseorang yang berminat dalam belajar dapat dilihat dalam kegiatan belajarnya, adanya rasa senang, dapat dilihat dari frekuensi belajarnya.
Hubungan minat dengan prestasi belajar dapat digambarkan sebagai berikut:
• Minat Proses belajar
• Perhatian Hasil belajar
• Rasa senang
• Frekuensi belajar
Siswa yang berminat dalam pelajaran akan merasa senang dan penuh perhatian dalam belajar, ia akan dengan suka rela aktif dalam mengikuti proses pembelajaran. Siswa yang demikian sudah barang tentu akan menguasai materi pelajaran dengan baik sehingga prestasi belajarnya pun akan meningkat pula.
Lampiran 2
Lembar Kerja Siswa
Lampiran 3 Evaluasi Proses
Lampiran 4 Evaluasi Hasil
Lampiran.5 Link Video Praktikum
https://drive.google.com/drive/u/0/folders/15GB1XqeMuGib0NIED5zx40fimDJKxZ5e