• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambaran Kasus Obesitas dan Diabetes Melitus

N/A
N/A
Dewi MK

Academic year: 2024

Membagikan "Gambaran Kasus Obesitas dan Diabetes Melitus"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS MATA KULIAH PRAKTIKUM KONSELING GIZI GAMBARAN KASUS OBESITAS DAN DIABETES MELITUS

Dosen Pengampu : Dewi Marfu’ah Kurniawati, S.Gz, M.Gizi Fillah Fithra Dieny, S.Gz, M.Si

Muti’ah Mustaqimatusy Syahadah, S.Gz, M.Gz

Disusun oleh : Kelompok 8 Kloter B1

Frida Nur Laili 22030122120006 Birgitta Jessica Verlyn 22030122120010

PROGRAM STUDI S1 ILMU GIZI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO

SEMARANG 2024

(2)

Kasus Obesitas dan Diabetes Melitus

Ny. H merupakan seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) yang berusia 38 tahun. Ny. H mempunyai suami bernama Tn. B yang merupakan seorang wiraswasta dan mempunyai seorang anak yang sedang duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sehari-hari Ny. H hanya bersantai di rumah sambil menonton TV. Pekerjaan rumah seperti mencuci pakaian, menyapu, dan memasak dikerjakan oleh Asisten Rumah Tangga (ART). Ny. H memiliki tinggi badan 155 cm dengan berat badan sebesar 80 kg. Setelah dihitung IMTnya, Ny. H memiliki IMT sebesar 33,3 kg/m2. Berdasarkan hasil IMT Ny. H termasuk kedalam kategori obestitas.

Ny. H masuk rumah sakit karena mengalami beberapa keluhan, seperti mual dan mutah, meningkatknya frekuensi buang air kecil (12 kali sehari, paling sering di malam hari), tangannya kesemutan, sering haus, penglihatan kabur, pusing, dan sembelit. Ny. H mengatakan bahwa dirinya sudah didiagnosis diabetes melitus setengah tahun yang lalu.

Menurut pernyataan Ny. H, dapat diketahui bahwa Ny. H memiliki keluarga dengan riwayat diabetes melitus yang berasal dari kakeknya.

Ny. H memiliki tekanan darah 120/80 mm/Hg, frekuensi nafas 24/menit, dan suhu tubuh 36oC. Setelah diukur Ny. H memiliki gula darah puasa sebesar 150 mg/dl, gula darah sewaktu sebesar 350 mg/dl, dan HbA1c sebesar 8,5% yang menandakan bahwa Ny. H mengalami diabetes. Ny. H sudah mendapatkan edukasi terkait pola makan penderita diabetes saat pertama kali didiagnosis, namun Ny. H tidak melaksanakan anjuran yang diberikan, karena Ny. H merasa kesulitan dan terbebani.

Ny. H biasanya mengonsumsi karbohidrat berupa nasi 3x/hari @3 centong, lauk hewani berupa ayam goreng 3x/hari @1 potong besar, ikan lele goreng 2x/minggu @1 ekor, bakso 2x/minggu @1 mangkuk, telur goreng 3x/minggu, telur balado 2x/minggu. Lauk nabati berupa tempe goreng 4x/hari @1 potong, bakwan 2x/hari, tahu bacem 5x/minggu @1 potong.

Sayur berupa kangkung 1 piring per hari, sayur sop @1 mangkuk 4x/minggu. Buah berupa jeruk 4x/bulan dan semangka 6x/bulan, serta camilan berupa pisang goreng. Ny. H sering mengolah makanan dengan cara digoreng, semua lauk di rumahnya biasanya diolah dengan cara digoreng. Ny. H cenderung mengonsumsi makanan dan minuman manis berlebihan, misalnya mengonsumsi es teh manis 3x/hari, es sirup,cookies,brownies, dan sebagainya. Ny.

H juga suka ngemil makanan di malam hari.

(3)

Setelah masuk rumah sakit Ny. H hanya menghabiskan setengah porsi makanan yang diberikan karena Ny. H merasa bahwa makanan yang diberikan oleh rumah sakit tidak sesuai dengan selera Ny. H yang menyukai makanan manis dan gurih.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan permasalahan yang telah dipaparkan terkait faktor-faktor yang mempengaruhi diabetes melitus, diduga faktor (variabel) diabetes melitus, genetik, obesitas,

HUBUNGAN POLA MAKAN DAN KEBIASAAN OLAH RAGA DENGAN KADAR GULA DARAH PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE II DI RS PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA.. Latar belakang : Diabetes

Obesitas dan asupan energi total berhubungan dengan kejadian diabetes melitus gestasional karena mengkonsumsi makanan tinggi energi yang berlebihan dapat memacu

Faktor Risiko Hipertensi, Diabetes Melitus, Merokok, Asam urat, Dislipidemia, Obesitas, Dan Riwayat Stroke Dalam Keluarga Sebagai Risiko Kejadian Stroke 78

penelitian yang berjudul FAKTOR RISIKO HIPERTENSI, DISLIPIDEMIA, MEROKOK, ASAM URAT, OBESITAS, DIABETES MELITUS, DAN RIWAYAT STROKE DALAM KELUARGA PADA PENDERITA STROKE. dan

diabetes melitus dengan obesitas dengan jumlah sampel yang lebih banyak.. Selain pengulangan variabel penelitian ini, variabel-variabel yang

Diabetes melitus tipe 2 erat kaitannya dengan perilaku hidup yang kurang sehat seperti berat badan lebih atau obesitas abdominal/sentral, hipertensi, dislipidemia

Hasil penelitian sejalan dengan Dyan Ayu Marisa, (2013) dengan judul hubungan antara pola makan, genetik dan kebiasaan olahraga terhadap kejadian diabetes melitus