1
GAMBARAN MYOPIA PADA SISWA KELAS IX DI SMPN 1RANCAEKEK BANDUNG
Selly Lutfia Faudah1,Aghani Setiawan 2, Ari Sulistiawati3, Ono Taryono4
1Repraksi Optisi, STIkes Dharma Husada Bandung email: [email protected]
2Repraksi Optisi, STIkes Dharma Husada Bandung email: pembimbing@kedua.
3Repraksi Optisi, STIkes Dharma Husada Bandung email: [email protected]
4Repraksi Optisi, STIkes Dharma Husada Bandung email: [email protected]
Abstract
Abstract should be written in English. The abstract is written with Times New Roman font, size 10 pt, Italic and single spacing. Please translate the abstract of manuscript written in English into Indonesian. The abstract should summarize the content cover the aim, methods and technique, also the result in no more than 250 words.
Keywords: Should reflect important concepts in the article. Maximum 5 keywords in English (10 pt, italic)
Abstrak
Myiopia adalah kelainan refraksi yang sering dialam iolehusia14-16.Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaranMyopia pada siswa-siswi kelas IXSekolah menengah pertama negri 1 Rancaekek 2023. Penelitian inimenggunakanmetode pengumpulan data deskriptif Kuantitatifmenggunakan Lembar observasi,lembar kusioner. Populasinya adalah siswa-siswi kelas IX berumur 14-16 tahundiSMPN 1 Rancaekekdengan sampel77 orang diperoleh random sampling. Penelititerlebih dahulu meminta izin kepada Kepala Sekolah. untuk melakukan penelitian disekolah tersebut. Setelah mendapatkan izin, peneliti melakukanpengumpulan data.Datadikelompokanmenjadidataprimer.Hasilpenelitiandimanajumlahyangdiperiksa ada 77 siswa, yang terkena kelainan mata miopia hampir keseluruhan siswayaitu77siswa, dan mata.
I. PENDAHULUAN
Myopiamerupakangangguantajampen glihatanyangterjadipadaseseorang yangpaling banyak ditemui saat ini. Myopia disebut juga dengan sebagai mata minus.Berdasarkan studijumlah populasi myopia semakin banyak terutama menyerang usiamuda yang mungkin ada keterkaitannya myopa dengan maraknya penggunaan gawaiseperti smartphone atau tablet. Sesuaipenelitian (Nasution et al., 2022) kasus covid-19 menyebabkan pembelajaran daring harus dilakukan, hal ini berhubungan lom.
langsungdenganmaraknyapenggunaansmartph onemeskipunpenyebabpastinyabelumdiketahu i. Namun banyak dokter mata yang menduga bahwa mata minus memilikikaitannya erat dengan kelelahan mata akibat penggunaan dari
gawai yang
berlebihanataumembacabukudalamwaktuyang lama.Ditambahlagidenganadanyakecenderung angenetik(ZuyyinaCandraKirana,2019
II. TINJAUAN PUSTAKA
Myopia merupakan suatu keadan mata yang mempnyai pembiasan sinar yang berlebihan atau kerusakan refraksi mata sehingga sinarsejajar yang datang dibiaskan di depan retina (bintik kuning) dimana sistemakomodasi berkurang. Hal ini disebabkan oleh panjang aksial bola mata lebihpanjang dibandingkan dengan mata normal pada umumnya. Pasien Myopiamempunyai pungtum remotum (titik terjauh yang masih dilihat jelas) yangdekat
2 sehingga mata selalu dalam atau berkedudukan
konvergensi yang akanmenimbulkan keluhan astenopia konvergensi. Kelainan ini diperbaiki denganlensa negatif sehingga bayangan benda tergeser ke belakang dan tepat jatuh diretina(
Kalangi et al.,2016) 2.1. hypermetropoia
Hypermetropiaa dalah dimana keadaan mata tidak bisa berakomndasi dengan baik dan bayangan tidak tepat kjatuh di belakang retina.prmdrtita akan mengeliuh melihat jauh dan dekat akan terasa buram anak (Yumte et al., 2013)
2.2. Astigmatism
Astigmatism atau di sebut juga dengan silinder adalah kelainan refraksiyang terjadi karena titik yang terjadi karena sinar cahaya yang masuk ke mataterakomondasitidak masuk ke dalam retina. Hal ini terjadi karena mata tidakmenghasilkan titik fokussehingga prngelihatanmenjadi buram ,hal ini bisasaja terjadi bersamman dengan myopia atau hypermetropia begitu juga denganpreshbiopia hal ini akan mempengruhi sitem pengelihatan yang tidak sejajar
III. METODE PENELITIAN
Metode Penelitian mengungkapkan cara-cara yang digunakan dalam proses penelitian atau metode penyelesaian terhadap analisis data yang sesuai dan pengumpula data yang digunakan adalah menggunakan observasi dan kusioner berdasarkan derajat myopia dan genetika denhgan pengupulan data crossensasional dan menggunakan perhutungan data tabulating spss
IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan tabel di atas diketahui dari 77 responden yng mengalami kelaian myopia adalah pia, hasil data jumlah responden berdasarkan jenis kelamin terbanyak yaitupada jenis kelamin Laki- Laki yaitu 40 reaponden (51,9%) sedangkan untuk
jumlahrespondenpalingsedikitadalahpere mpuanyaitusebanyak37responden (48,1%).
Myopia berdasaerfak faktor genetika Myopia pada siswa-siswi kelas IX SMPN 1 Rancaekek Berdasarkan Genetikabukan dari faktor keturunan adalah 49
responden (63,6%) sedangkan untuk yang tida faktor keturunN adalah 36,4%). Pada table di atas merupakan gambaran
myopia pada siswa-siswi kelas IX SMPN1 Rancaekek Berdasarkan lama penggunaan gadget paling banyak adalah 5 jam yaitusebanyak 48 responden (62,3%) dan penggunaan gadget lebih dari >6 jam
adalahsebanyak28responden(36,4)
V. KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap siswa sekolah MenengahPertama Negeri 1 Rancaekek yang terkena kelainan refraksi Myopia,dari Populasisebanyak 300 Siswa, total sampel yang diperiksa ada 77 orang. Dari ke 77 sampel inidi dapatkan hasil bahwa keseluruhan siswa mengalami kelinan myopia,
Bnerdasarkan njenis kelamin jenis kelamin laki laki lebih banyak mengalami myopia dari perempuan hyaitu sebanyak 40 responden 51 % dan perempun yaitu 37 rewsponden yaitu 48%
Berdasarkan derajat myopia yang derajat myopianya <600 lebih bnyak yaitu Berdarasarkan faktor genetika ,yang tidak mempunyai faktor genetika lebihbesar yaitu 49 responden (63,6%) sedangkan untuk yang mempunyai
DAFTAR PUSTAKA
Angmalisang,Y.S.A.,M oningka1M.E.W.,&Rumampuk,J.F.(2021).Hu bunganPenggunaan Smartphone terhadap Ketajaman Penglihatan. Jurnal E-Biomedik, 9(1),94100.https://doi.org/10.35790/ebm.v9i1
.3 05
Halim, A. A., &
Shinta, A. (2017). Modalitas Pencegahan Progresivitas School-ageMyopia.Cdk-251, 44(4),297.
Irma, K., Romadhan, S., Sofyana, F., &
Putri, H. (2022).
PERBANDINGAN HASILPEMERIKSAAN MENGGUNAKAN
AUTOREFRAKTOMETER DENGAN
3 MANUALSNELLENCHART
DIRSU. SIBOLGA.
Kalangi,W.,Rares,L.,&Sumual,V.
(2016).KELAINANREFRAKSIDI POLIKLINIK MATA RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO PERIODE JULI2014- JULI2016.
Khairiah, K. (2021). Mengenal Karakteristik Pemustaka Usia
Sekolah Dasar
GunaMembangunHubunganInter personaldenganPustakawan.Libri a.https://www.jurnal.ar-
raniry.ac.id/index.php/libria/articl e/view/10972.
Nasution , S. L. R., SR, F., Girsang, E.,
& Silaen, M. (2022).
PENGGUNAANGADGETTE RHADAPKELAINANREFRA KSIPADASISWA-
SISWI.4,1029–1037.
Notoatm odjo, S. (2014). Metodologi Penelitian Kesehatan (R.
Cipta (ed.); ED.REV).
Novalinda, R. (2020).
Koreksi Secara Subjektif Terhadap Penderita HipermetropiaDiSuper Optical Padang.Menara Ilmu, 14(01), 86–90.
Saiyang,B.,Rares,L.M.,
&Supit,W.P.(2021).KelainanRefraksiMata padaAnak. MedicalScopeJournal, 2(2),59–
65.https://doi.org/10.35790/msj.v2i2.32115 .Yumte,M.,Rares,L.,&Saerang,J.S.M.M.(20 13).KasusPterigiumDiPoliklinikMata Rsup Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode Januari – Desember 2011. JurnalE-
Biomedik,1(1), 83–
91.https://doi.org/10.35790/ebm.1.1.2013.4 579.
Zuyyina Candra Kirana. (2019). Pentingnya Gen dalam Membentuk KepribadianAnak. Dirasah : Jurnal Studi Ilmu Dan Manajemen Pendidikan Islam, 2(2), 44–
64.https://doi.org/10.29062/dirasah.v2i2.
59.