39 BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN A. HASIL
1) Gambaran umum lokasi penelitian a. Letak geografis
SMA Negeri 8 Kendari terletak di tengah-tengah pusat pengembangan pemukiman Kota Kendari, tepatnya di Kelurahan Nambo Kecamatan Nambo yang didirikan sejak tahun 2004. Wilayahnya termasuk daerah pengembangan kota, letak geografis SMA Negeri 8 Kendari disebelah selatan berbatasan pantai nambo, disebelah barat berbatasan dengan puskesmas nambo,sebelah timur berbatasan dengan rumah warga. SMAN 8 kendari berpontensi untuk dijadikan sebagai salah satu sekolah unggulan. Hal tersebut berdasar pada luas lahan yang cukup untuk pengembangan sarana dan prasarana sekolah yang berstandar nasional bahkan internasional. Kelurahan Nambo Kecamatan Abeli merupakan daerah bagian Timur dan berjarak ± 10 km dari pusat Kota Kendari.
Daerah ini merupakan pusat pengembangan Kawasan Perekonomian Kota Kendari dan pusat pengembangan pemukiman penduduk Kota Kendari.
Untuk pengembangan wilayah, transportasi darat memang sangat strategis dan dibutuhkan, namun sarana ini relatif mahal dan kurang memadai, hal ini dilihat dari kondisi jalan darat yang sudah bagus. Kendaraan roda empat dan roda dua merupakan kendaraan yang banyak dimiliki masyarakat.
40 b. Keadaan ketenagaan
Guru tenaga pengajar/ pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) di SMN 8 kendari berjumlah 55 orang terbagi antara guru tetap/ PNS sebanyak 37 orang, tenaga pengajar honor sebanyak 18 orang.
c. Jumlah Siswa
Jumlah seluruh siswa di SMAN 8 kendari pada tahun ajaran 2022/2023 adalah 655 orang,dengan jumlah siswa laaki-laki sebanyak 302 orang, dan untuk siswa perempuan sebanyak 353 orang.
2) Karakteristik sampel 1) Jenis kelamin
Distribusi sampel menurut jenis kelamin dapat disajikan dalam bentuk narasi.
Berdasarkan distribusi sampel jenis kelamin dapat diketahui sampel yang diteliti adalah 100% (n=69) semua berjenis kelamin perempuan.
2) Umur
Umur adalah lamanya waktu menjalani kehidupan yang dimulai sejak lahir hingga sekarang yang diukur dengan partokan skala tahun.
Distribusi frekuensi siswa/i SMAN 8 kendari berdasarkan kelompok umur dapat di lihat pada tabel 14.
Tabel 13 Distribusi sampel menurut umur.
Umur (tahun) n %
15-16 tahun 14 20,28
17-19 tahun 55 79,72
Total 69 100
Sumber: data primer di olah 2023
Berdasarkan tabel 13. Dapat diketahui dari 69 sampel yang diteliti,jumlah sampel dengan kelompok umur yang paling banyak menjadi sampel adalah umur 17-19 tahun yaitu sebanyak 79,72% (n=55)
41 sedangkan yang paling sedikit diteliti adalah umur 15-16 tahun yaitu sebanyak 20,28% (n=14)
3) Status anemia
Hasil penelitian kadar Hb dikelompokkan menjadi 2 kateori yaitu anemia dan tidaak anemia. Kategori anemia adalah responden yang mempunyai kadar Hb <12 gr/dl sedangkan kategori tidak anemia (normal) adalah sampel dengan kadar Hb > 12 gr/dl. Berdasarkan tabel 14.
Tabel 14. Distirbusi sampel berdasarkan kadar hemoglobin remaja putri di SMAN 8 kendari
Kadar Hb n %
Normal 45 65,22
Tidak normal 24 34,78
Total 69 100
Sumber : data UPTD puskesmas nambo diolah 2023
Berdasarkan tabel 14. Menunjukkan bahwa dari 69 siswi sebagian besar atau sekitar 65,22% (n=45)dengan kondisi kadar Hb normal sedangkan sekitar 34,78% (n=24) mengalami anemia.
4) Pengetahuan gizi
Pengetahuan gizi merupakan faktor yang mempengaruhi asupan gizi seseorang. Asupan protein dan asupan fe sangat dibutuhkan pada masa remaja khususnya remaja putri, karena pada masa remaja terjadi lonjakan pertumbuhan sehingga asupan protein dan asupan fe dapat mempengaruhi status gizi remaja. Berdasarkan pada tabel 15.
Tabel 15. Distribusi pengetahuan gizi
Kategori n %
Baik ≥80% 52 75,36
Sedang 60-80% 7 10,15
Kurang <60% 10 14,49
Total 69 100
Sumber : data primer diolah 2023
42 Berdassarkan tabel 15 Dapat di ketahui dari 69 orang sampel yang di teliti,sampel dengan kategori baik sebanyak 75,36% (n=52), kategori sedang 7 orang (10,15 %), kategori kurang sebanyak 10 orang (14,49%).
5) Tingkat Asupan protein
Asupan protein adalah jumlah protein yang dikonsumsi oleh remaja yang dihasilkan dari makanan sehari-hari. Distribusi asupan remaja yang anemia dan tidak anemia dapat di lihat pada tabel 16.
Tabel 16. Distribusi asupan protein remaja di SMAN 8 kendari.
Kategori n %
Baik 1 1,45
Kurang 68 98,55
Total 69 100
Sumber : data primer diolah 2023
Dari tabel 16. Diperoleh hasil bahwa dari 69 orang yang memiliki asupan protein baik yaitu sebanyak 1,45% (n=1), dan yang tergolong asupan protein kurang yaitu sebanyak 98,55% (n=68) orang,dan anak yang tergolong asupan protein lebih tidak ada.
6) Asupan zat besi (Fe)
Zat besi merupakan zat gizi mikro yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk hemoglobin. Anemia defisiensi besi sering terjadi pada remaja. Untuk hasil distribusi asupan zat besi dapat di lihat pada tabel 17.
Kategori n %
Kurang 69 100
Total 100 100
Sumber : data primer diolah 2023
Dari tabel diatas diperoleh hasil bahwa semua sampel (100%) sampel memiliki asupan zat besi yang tergolong kedalam kategori kurang.
43 B. PEMBAHASAN
1. Kadar hemoglobin
Hemoglobin adalah protein yang kaya akan zat besi didalam sel darah merah yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen hemoglobin memiliki afinitas (daya gabung) terhadap oksigen dan dengan oksigen itu dibentuk oksihemoglobin didalam sel darah merah. (Giri Wiarto, 2013).
Hemoglobin dapat mengikat zat-zat diantaranya karbondioksida (C02), karbondioksida (Co) dan asam karbonat yang 9 terioritasi. Hemoglobin berfungsi untuk membawa oksigen dari paru-paru ke jaringan tubuh dan karbondioksida dari jaringan ke paru-paru. Fungsi ini tergantung pada jumlah hemoglobin yang terkandung dalam sel darah merah (Zulfrianingrum,2016).
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 69 siswi sebagian besar atau sekitar 65,22 % (n=45) dengan kondisi kadar Hb normal. Ini menunjukkan bahwa jumlah sisiwi di SMAN 8 kendari kadar hemoglobin masih dalam keadaan baik.
Hasil penelitian ini berbanding terbalik dengan penelitian yang di lakukan oleh Ningsih (2020) yang menunjukkan bahwa dari 71 responden terdapat 4 (62%) responden memiliki kadar Hb tidak normal.(Ningsih,2020)
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nur Sri Atika, Endang Susilowati, Kristinawatic. Menunjukkan bahwa rata-rata kadar hemoglobin pada siswi putri di SMK Tarunatama, Getasan, kabupateng semarang adalah 14,54 gr/dl dalam kategori normal.
2. Pengetahuan gizi
44 Pengetahuan gizi memberikan bekal kepada remaja bagimana memiih makanan yang sehat dan mengerti bahwa makanan berhubungan erat dengan gizi dan kesehatan.
Berdasarkan hasil penelitian pengetahuan gizi bahwa dari 69 siswi sebagian besar atau sekitar 75,36% (n=52) memiliki pengetahuan yang baik, kategori sedang 7 orang (10,15 %), kategori kurang sebanyak 10 orang (14,49%).
3. Asupan protein
Protein merupakan salah satu zat gizi makro yang berfungsi sebagai zat pembangun, pemeliharaan sel dan jaringan tubuh serta membantu dalam metabolisme system kekebalan tubuh seseorang, protein merupakan komponen yang penting dari tubuh dan dapat di perlukan untuk struktur tubuh dan beberapa fungsi tubuh( Almatsier,2010).
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 69 siswi sebagian besar atau sekitar 98,55%(n=68) dalam kategori kurang. Ini menunjukkan bahwa tingkat asupan siswi di SMAN 8 kendari masih perlu perhatian baik dari keluarga,keluarga maupun petugas puskesmas.
Asupan protein yang kurang pada penelitan ini disebabkan karena responden mengonsumsi dalam jumlah sedikit makanan sumber makanan yang mengandung protein. Berdasarkan food recall 24 jam selama 2 hari berturut-turut, di peroleh bahwa responden lebih suka memperbanyak porsi makan pada sumber karbohidrat seperti nasi dan mie instan dan jajanan luar seperti snack dan gorengan.
Sejalan dengan penelitian Asri (2018) yaitu jika kekurangan asupan protein maka akan memiliki resiko kadar hemoglobin tidak normal 3.804 kali lebih besar dibandingkan dengan dengan siswi yang memiliki asupan protein cukup. Hal ini
45 dikarenakan asupan protein memiliki peranan penting dalam transportasi zat besi didalam tubuh. Oleh karena itu, kurangnya asupan protein akan mengakibatkan transportasi zat besi terhambat sehingga akan terjadi defisiensi zat besi yang dapat menyebabkan anemia pada anak remaja.
4. Asupan Fe
Zat besi merupakan mikroelemen yang esensial bagi tubuh, zat ini terutama di perlukan dalam hemopoboesis (pembentukan darah) yaitu sintesis hemoglobin (Hb). Hemoglobin (Hb)yaitu suatu oksigen yang mengantarkan eritrosit berfungsi penting bagi tubuh. Hemoglobin terdiri dari Fe (zat besi), protoporfirin, dan globin (1/3 berat hb terdiri dari Fe). (Sulistiani et al.,2021).
Sumber zat besi berasal dari hewan dan tumbuh-tumbuhan. Cotoh zat besi yang berasal dari hewan, yaitu daging,unggas dan ikan. Contoh zat besi yang berasal dari tumbuh-tumbuhan, yaitu serelia, kacang-kacangan, sayuran-sayuran dan buah- buahan. Sumber zat besi hewani yang paling sering dikonsumsi oleh siswi kelas X dan XI disekolah SMAN 8 kendari adalah telur ayam, daging ayam, bakso, ikan laut (kembung,ikan bandeng) akan tetapi kebanyakan responden kurang mengonsumsi makanan sumber protein hewani dibanding makanan sumber protein nabati dikarenakan bahan pangan sumber nabati seperti tempe dan tahu goreng tergolong murah dan mudah di dapatkan untuk hidangan sehari-hari apalagi di kantin sekolah selalu menyediakan bahan pangan ini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 69 siswi besar 100% (n=69) dengan asupan fe masih dalam kategori kurang. Ini menunjukkan bahwa tingkat asupan siswi SMAN 8 kendari masih snagat perlu perhatian baik dari orang tua, guru maupun petugas puskesmas.
46 Asupan zat besi yang kurang pada penelitian ini disebabkan karena responden mengonsumsi dalam jumlah sedikit sumber makanan yang mengandung zat besi baik protein hewani maupun nabati. Berdasarkan food recall 24 jam selama 2 hari berturut-turut, diperoleh bahwa responden lebih suka jajan, konsumsi makanan siap saji seperti mie dan jajanan lainnya. Responden juga sering melewatkan waktu makan malamnya. Jajanan yang palig sering dikonsumsi disekolah adalah gorengan,mie instan,siomay,dan snack, wafer.
Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian farahdiba (2018), Denistrikasari (2016) yang mengatakan bahwa terdapat hubungan bermakna antara asupan zat besi dengan kejadian anemia.
Jika simpanan zat besi dalam tubuh seseorang sudah sangat rendah berarti orang tersebut mendekati anemia. Simpanan zat besi yang sangat rendah lambat laun tidak cukup untuk membentuk sel-sel darah merah didalam sum-sum tulang sehingga kadar hemoglobin terus-menerus dibawah batas normal. Defisiensi zat besi merupakan penyebab utama anemia. WUS sering mengalami anemia kana kehilangan darah sewaktu menstruasi (Yamin, 2012).
Selain asupan Fe,vitamin C dan asam folat juga sangat dibutuhkan tubuh terutama bagi remaja putri karena kekurangan zat gizi seperti asam folat dan vitamin C akan berdampak terjadinya anemia terutama anemia gizi pada masa remaja dikarenakan diawal remaja cenderung mengalamai kekurangan zat besi.
Salah satu penyebab dari kurangnya asupan zatbesi,asam folat, dan vitamin C pada sebagian besar remaja adalah pola makan yang tidak baikncontohnya seperti makan tidak teratur dan jenis makanan yang tidak bervariasi. Pola makan yang direkomendasikan bagi remaja adalah mengonsumsi makanan bergizi seimbang,
47 terdiri atassumber zat pengatur seperti buah-buahan dan sayuran, sumber tenaga seperti beras, roti, umbi-umbiandan tepung-tepunga. Selain itu terdiri atas zat pembangun yang bersumber dari nabati maupun hewani, sumber nabati terdiri seperti tahu,tempedan kacang-kacangan serta sumber hewani seperti telur, ikan, susu, daging ayam maupun daging sapi.