BENTUK LAHAN ASAL STRUKTURAL
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Geomorfologi yang diampu oleh:
Ir. Yakub Malik, M.Pd.
Di buat oleh:
Yohanna Fitri Marhetha 1900568
PRODI PENDIDIKAN GEOGRAFI DEPARTEMEN PENDIDIKAN GEOGRAFI
FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
BANDUNG
KATA PENGANTAR
Puji syukur alhamdulillah penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat rahmat dan hidayahnya penulis dapat menyelesaikan makalah ini.
Dalam penulisan makalah ini saya selaku penulis menyadari bahwa masih banyak kesalahan-kesalahan baik dari segi ejaan, definisi maupun konseptual di dalam makalah ini. Oleh karena itu penulis dengan hati terbuka berharap adanya masukan, saran, dan kritik yang bersifat membangun oleh pembaca demi terciptanya kesempurnaan makalah ini. Sehingga proses pembelajaran yang dilakukan menjadi lebih bermanfaat baik bagi khalayak umum atau bagi mahasiswa. Akhir kata kami ucapkan terimakasih.
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL... i
KATA PENGANTAR...ii
DAFTAR ISI...iii
I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang... 1
1.2 Rumusan Masalah... 1
1.3 Tujuan Makalah... 1
II. PEMBAHASAN 2.1 Bentuk Lahan Asal Struktural... 2
2.2 Tenaga pembentukan Lipatan, Patahan, dan Lengkungan... 2
2.3 Ciri-ciri Bentuk Lahan Asal Struktural………..…………... 2
2.4 Pemanfaatan Bentuk Lahan Asal struktural………... 3
III. PENUTUP 3.1 Kesimpulan………. 4
3.2 Saran………... 5
DAFTAR PUSTAKA……… 6
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Bentuk lahan atau landform adalah setiap unsur bentang lahan (landscape) yang dicirikan oleh ekspresi permukaan yang jelas, struktur internal atau kedua – duanya menjadi pembeda yang mencolok dalam mendiskripsi fisiografi suatu daerah.
Landform juga merupakan batas permukaan antara atmosfer, hidrosfer, biosfer,
pedosfer, dan lakmus dimana kehidupan berada di atas bumi. Bentuk lahan merupakan kenampakan medan (terrain) yan terbentuk oleh proses alami, memiliki komposisi tertentu, memiliki julat (range) karakteristik fisikal dan visual tertentu dimanapun medan tersebut terjadi.
Pembentukan lahan pada proses geomorfologis mempunyai banyak asal yang berguna untuk mengawali kajian tekstur lahannya. Salah satunya adalah bentuk lahan asal struktural. Bentuk lahan asal struktural merupakan proses pembentukan lahan yang disebabkan oleh adaya proses endogen. Misalnya proses pengangkatan, penurunan dan pelipatan kerak bumi. Contoh dari bentuk lahan asal struktural adalah pegunungan lipatan, pegunungan patahan dan pegunungan kubah.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana proses terbentuknya bentuk lahan asal struktural?
2. Bagaimana tenaga endogen pembentuk lipatan, patahan dan lengkungan?
3. Apa saja ciri-ciri bentuk lahan asal struktural?
4. Bagaimana pemanfaatan bentuk lahan asal struktural?
1.3 Tujuan Penulisan Makalah
Tujuan penulisan makalah ini adalah :
1. Mengetahui tentang bentuk lahan asal struktural.
2. Mengetahui Tenaga pembentuk lipatan, patahan dan lengkungan 3. Mengetahui ciri-ciri bentuk lahan asal struktural.
4. Mengetahui pemanfaatan bentuk lahan asal struktural.
BAB II PEMBAHASAN
2.1 BENTUK LAHAN ASAL STRUKTURAL
Bentuk lahan asal proses struktural tersusun dari seseri lapisan, baik yang telah terusik oleh suatu tekanan maupun yang belum terusik. Terbentuk karena adanya
proses endogen berupa tektonisme dan diatropisme. Proses ini meliputi pengangkatan,
penurunan, pelengkungan, pelenturan dan pelipatan kerak bumi sehingga terbentuk struktur geologi lipatan dan patahan. Selain itu terdapat struktur horisontal yang merupakan struktur asli sebelum mengalami perubahan. dari struktur pokok tersebut dapat dirinci menjadi berbagai bentuk berdasarkan sikap lapisan batuan dan kemiringannya. Dapat digambarkan dengan diagram berikut ini:
Serta penjelasan lebih rincinya adalah sebagai berikut:
Tenaga Endogen
Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang menyebabkan perubahan pada kulit bumi. Tenaga endogen ini sifatnya membentuk permukaan bumi menjadi tidak rata. Mungkin saja di suatu daerah dulunya permukaan bumi rata (datar) tetapi akibat tenaga endogen ini berubah menjadi gunung, bukit atau pegunungan. Pada bagian lain permukaan bumi turun menjadikan adanya lembah
atau jurang. Secara umum tenaga endogen dibagi dalam tiga jenis yaitu tektonisme, vulkanisme, dan seisme atau gempa.
Tektonisme
Seperti telah dijelaskan, keragaman muka bumi dipengaruhi oleh adanya gerakangerakan di kerak bumi, baik gerakan mendatar maupun gerakan tegak. Gerakangerakan tersebut mengakibatkan terjadinya perubahan bentuk yang menghasilkan
pola baru yang disebut struktur diastropik. Bentuk baru yang termasuk dalam struktur diastropik adalah pelengkungan, pelipatan, patahan, dan retakan.
a. Lipatan :
lapisan kulit bumi yang mendapat tekanan arah mendatar akan membentuk lipatan. Punggung lipatan disebut antiklinal. Lembah lipatan disebut sinklinal.
Tenaga Endogen
Tektonisme/
Diatropisme
Menghasilkan:
-lipatan -patahan -lengkungan -retakan Mengalami:
-pengangkatan
-penurunan
- pelengkungan
- pelenturan
-pelipatan
(kerak bumi )
a. lipatan tegak b. lipatan miring c. lipatan rebah
d. lipatan menggantung e. lipatan isoklin f. lipatan kelopak
b. Patahan :
terjadi karena adanya tekanan atau gerakan tektonik secara horizontal maupun vertikal pada kulit bumi yang rapuh. Daerah patahan merupakan daerah yang rawan gempa karena rapuh. Patahan sering disebut juga sesar.
Sesar ada bermacam-macam tipenya, tergantung dari gerakan relatif blok di satu sisi sesar terhadap yang lain, diantaranya:
- Sesar Normalhasil pergeseran kerak bumi sisi satu dengan sisi lainya, dimana pada
posisi hangingwall turun ke bawah dari sisi footwallnya, sesar ini hasil dari gaya ekstensi kerak bumi.
- Sesar Naik (thrust fault) hasil pergerakan kerak bumi sisi satu dengan sisi lainya, dimana pada
posisi hangingwall terdorong ke atas dari sisi footwallnya, sesar ini hasil dari gaya kompresi kerak bumi.
- Sesar geser (strike-slip or transform, or wrench fault)
Keterangan:
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1. Bentuk lahan asal proses struktural tersusun dari seseri lapisan, baik yang telah terusik oleh suatu tekanan maupun yang belum terusik. Terbentuk karena adanya proses endogen berupa tektonisme dan diatropisme. Proses ini meliputi
pengangkatan, penurunan, pelengkungan, pelenturan dan pelipatan kerak bumi sehingga terbentuk struktur geologi lipatan dan patahan. Selain itu terdapat struktur horisontal yang merupakan struktur asli sebelum mengalami perubahan. dari struktur pokok tersebut dapat dirinci menjadi berbagai bentuk berdasarkan sikap lapisan batuan dan kemiringannya.
2. Tenaga pembentuk lipatan, patahan dan lengkungan adalah:
a. Pada daerah berstruktur lipatan, disebabkan oleh tenaga endogen yang arahnya mendatar berupa tekanan, sehingga batuan sedimen yang letak lapisanlapisannya mendatar berubah menjadi terlipat atau bergelombang.
b. Tenaga pembentuk daerah yang berstruktur patahan, adalah tenaga endogen yang mengakibatkan kulit bumi bergerak mendatar dengan
berlawanan arah atau bergerak ke bawah atau ke atas, yang sering disebut dengan kekar, rekahan atau retakan yang cukup besar. Kulit bumi mengalami sesar dimana patahan yang disertai dengan pergeseran kedudukan lapisan yang terputus hubungannya (fault).
c. Tenaga pembentuk daerah yang berstruktur kubah adalah tenaga endogen mempunyai arah tegak lurus ke arah luar bumi, sehingga daerah yang luas mengalami pencembungan akibat tenaga tersebut
3. Ciri-ciri bentuk lahan asal struktural adalah sebagia berikut:
a. Dip dan strike batuan resisten-non resisten jelas b. Horison kunci jelas
c. Terdapat sesar, kekar, rekahan, gawir sesar, sesar bertingkat d. Ada materi intrusif: dike, kubah granitik
4. Pemanfaatan bentuk lahan asal struktural
Bidang Industri
Eksploitasi pertambangan menjadi mudah karena adanya patahan. Bila di suatu daerah terdapat tambang batu bara dan di salah satu sisi terjadi
patahan, pola lapisan batu bara akan semakin terlihat. Tambang batu bara seperti ini ada di Australia.
Bidang Pertanian
Patahan juga sangat bermanfaat untuk bidang pertanian hamparan sawah itu dahulu merupakan pegunungan kapur. Akibat patahan, bagian atas dari blok yang turun mengalami proses sedimentasi sehingga
permukaan tanah bisa dijadikan sawah. Hal serupa terjadi di perladangan di Malang selatan.
Sebagai Obyek Wisata
Sering kali di suatu tebing mengucur mata air maupun air terjun. Hal ini juga disebabkan patahan.
3.2 Saran
Desain bangunan di sekitar jalur patahan perlu diperhitungkan untuk mengantisipasi aktifnya patahan, yang sewaktu-waktu bisa menimbulkan gempa. Misalnya, bangunan didesain untuk tahan goncangan dan dibuat dari bahan yang ringan. Walaupun merupakan salah satu sumber bencana yang perlu diwaspadai, patahan di bumi banyak manfaatnya. Tanpa adanya patahan, kenampakan atau
morfologi daratan di Indonesia, khususnya Jatim, tidak akan seperti sekarang. Tanpa adanya patahan, ladang pertanian dan tempat rekreasi tidak akan menarik dan lebih bisa dimanfaatkan seperti sekarang.
.
DAFTAR PUSTAKA
https://id.scribd.com/doc/173320757/Bentuk-Lahan-Asal-Struktural