• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gizi dan Fertilitas: Studi Kasus oleh Ulfa Ramadani

N/A
N/A
Ulfa Ramadani

Academic year: 2025

Membagikan "Gizi dan Fertilitas: Studi Kasus oleh Ulfa Ramadani"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

GIZI DAN FERTILITAS

Disusun Oleh :

Nama :Ulfa ramadani Nim: 23043004

PRODI DIII KEBIDANAN FAKULTAS KESEHATAN

UNIVERSITAS ALMARISAH MADANI 2025

(2)

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah Swt yang telah memberikan kekuatan dan kemampuan, sehingga makalah yang berjudul “Gizi dan Fertilitas” ini dapat diselesaikan. Shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad Saw, para sahabat, keluarga, dan sekalian umatnya hingga akhir zaman.

Penulis menyadari dalam penyusunan makalah ini masih terdapat banyak kekurangan baik dari isi materi maupun dari penyusunannya. Oleh karena itu saran yang membangun sangat kami harapkan demi perbaikan tugas makalah selanjutnya.

Akhirnya, semoga makalah yang sederhana ini menambah khasanah bagi pembaca.

Amin yaarobbal ‘alamin.

Makassar, 5 Mei 2025

Ulfa Ramadani

(3)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ...i KATA PENGANTAR ...vi DAFTAR ISI ...vii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ...1 B. Rumusan Masalah ...2 C. Tujuan Penulisan ………..

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian ……….

B. Zat Gizi Pendukung Fertilisasi ………

C. Peran Zat Gizi untuk Fertilitas dan Mencegah Infertilitas ……..

D. Hubungan Antar Gizi dan Fertilitas pada Wanita ………..

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan ...15 B. Saran ...16 DAFTAR PUSTAKA

i ii iii

1 2 2

3 5 7 9

11 11

(4)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Ilmu gizi merupakan ilmu yang mempelajari hubungan antara makanan dan kesehatan, termasuk di antaranya adalah kesehatan reproduksi. Kualitas dan kuantitas zat gizi dalam makanan yang dikonsumsi sangat berperan dalam kesehatan reproduksi. Perempuan memiliki sistem reproduksi yang lebih kompleks, baik dari segi organ, hormonal, maupun tahapan perkembangan.

Gizi atau makanan tidak saja diperlukan bagi pertumbuhan, perkembangan fisik, dan mental serta kesehatan. Akan tetapi juga diperlukan untuk fertilitas.

Fertilisasi adalah kemampuan untuk menghasilkan. Pada wanita, fertilitas tertinggi terjadi pada usia 20-30 tahun sedangkan pada pria masa fertilitas tertinggi terjadi antara 24-35 tahun. Fertilitas sendiri sebenarnya dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor genetika, keturunan, usia, dan status gizi.

Untuk meningkatkan kesuburan, pilihan makanan sangat penting meliputi sumber nabati seperti kacang-kacangan, gandum, dan beras merah dan sumber hewani seperti daging, telur, ikan, susu. Oleh karena itu, faktor gizi sangat berperan penting dalam mendukung kesuburan. Kekurangan nutrisi pada seseorang akan berdampak pada sistem reproduksi. Pada saat pasangan suami- istri memutuskan untuk mempunyai anak perlu dipersiapkan diri diantaranya mengatur asupan nutrisi yang dapat meningkatkan fungsi reproduksi sehingga menunjang fertilitas. (Neil, 2001)

B. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut:

1. Apakah pengertian gizi dan fertilitas?

2. Apa saja zat gizi pendukung fertilitas?

3. Bagaimana peran gizi dalam fertilitas dan pencegahan infertilitas?

4. Bagaimana hubungan antar gizi dan fertilitas pada wanita?

5. Hubungan status gizi dengan menarche dan menstruasi?

(5)

C. Tujuan dan Manfaat

Tujuan dari makalah ini adalah:

1. Mahasiswi dapat mengetahui pengertian dari gizi dan fertilitas 2. Mahasiswi dapat mengetahui zat gizi pendukung fertilitas

3. Mahasiswi dapat mengetahui peran gizi dalam fertilitas dan cara pencegahan infertilitas

4. Mahasiswi dapat mengetahui hubungan antar gizi dan fertilitas pada wanita 6. Mahasiswi dapat Hubungan status gizi dengan menarche dan menstruasi

(6)

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian 1. Gizi

Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absobsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ, serta menghasilkan energi.

Tak satu pun jenis makanan yang mengandung semua zat gizi, yang mampu membuat seseorang untuk hidup sehat, tumbuh kembang dan produktif. Oleh karena itu, setiap orang perlu mengkonsumsi aneka ragam makanan. Makanan yang beraneka ragam yaitu makanan yang mengandung unsur-unsur zat gizi yang diperlukan tubuh baik kualitas maupun kuantintasnya, dalam pelajaran ilmu gizi biasa disebut triguna makanan yaitu, makanan yang mengandung zat tenaga, pembangun dan zat pengatur. Apabila terjadi kekurangan atas kelengkapan salah satu zat gizi tertentu pada satu jenis makanan, akan dilengkapi oleh zat gizi serupa dari makanan yang lain. Jadi makan makanan yang beraneka ragam akan menjamin terpenuhinya kecukupan sumber zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur.

Zat gizi atau nutrient adalah elemen yang ada dalam makanan yang dapat dimanfaatkan secara langsung dalam tubuh seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Zat gizi merupakan substansi yang diperoleh dari makanan dan digunakan untuk pertumbuhan, pemeliharaan, dan perbaikan jaringan tubuh. Zat gizi dapat dibagi menjadi zat gizi organik dan zat gizi anorganik.Zat gizi organik terdiri dari karbohidrat, lemak, protein, dan vitamin. Sedangkan zat gizi anorganik terdiri dari mineral dan air.

(7)

Selain itu, zat gizi dapat dikelompokkan berdasarkan sumbernya, berdasarkan fungsinya, dan berdasarkan jumlahnya.

a. Zat gizi berdasarkan sumbernya terbagi menjadi dua, yaitu:

1) Nabati: Sumber zat gizi yang berasal dari tumbuh-tumbuhan.

2) Hewani : Sumber zat gizi yang berasal dari hewan.

b. Zat gizi berdasarkan fungsinya bagi tubuh dapat kita kategorikan menjadi:

1) Sumber tenaga bagi tumbuh : Zat gizi yang tergolong sumber tenaga adalah karbohidrat, lemak, dan protein.

2) Pembangun dan penjaga tubuh : Zat gizi yang berfungsi sebagai pembangun dan penjaga tumbuh adalah protein, lemak, mineral, dan vitamin.

3) Pengatur proses kerja di dalam tubuh : Zat gizi yang diperlukan untuk mengatur proses metabolisme di dalam tubuh adalah protein, mineral, vitamin, dan air.

c. Zat gizi berdasarkan jumlah yang dibutuhkan oleh tubuh terbagi menjadi dua yaitu:

1) Zat gizi makro : zat gizi makro adalah zat gizi yang dibutuhkan dalam jumlah besar dengan satuan gram yang di butuhkan oleh tubuh. Zat gizi makro yang dibutuhkan oleh tubuh adalah karbohidrat, lemak, dan protein.

2) Zat gizi mikro : Zat gizi mikro adalah zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah kecil atau sedikit. Zat gizi yang termasuk dalam kelompok zat gizi mikro adalah mineral dan vitamin. Zat gizi mikro menggunakan satuan mg untuk sebagian besar mineral dan vitamin.

2. Fertilitas

Fertilitas atau kesuburan adalah kemampuan seorang istri menjadi hamil dan suami bisa menghamili.

a. Pada pria masa fertilitas tertinggi terjadi antara 24 dan 35 tahun di mana pada saat tersebut merupakan tingkat kesehatan fisik dan mental tertinggi.

Pria ini tidak memiliki abnormalitas organ-organ reproduktif dan memiliki

(8)

jumlah sperma 90 sampai 300 juta per mililiter, dengan paling tidak 75%

bentuk sperma normal dan sperma motilitas aktif.

b. Pada wanita, fertilitas tertinggi pada usia 20-30 tahun di mana kesehatan fisik dan mental dalam keadaan tinggi. Wanita ini tidak memiliki kelainan organ-organ reproduktif atau siklus menstruasi serta menghasilkan ovum secara teratur.

B. Zat Gizi Pendukung Fertilisasi

Kesuburan seseorang selain dipengaruhi oleh faktor keturunan dan faktor usia juga dipengaruhi faktor gizi. Faktor gizi ini mempunyai peranan penting dalam mendukung kesuburan. Untuk meningkatkan kesuburan di perlukan pengetahuan tentang berbagai jenis makanan yang dapat meningkatkan kesuburan dan makanan yang harus dihindari agar kesuburan tetap terjaga.

Berikut ini adalah zat gizi yang dapat mendukung fertilitas:

1. Karbohidrat

Sebagai zat pembangkit energi karbohidrat diperlukan untuk mendukung fertilitas. Zat ini juga menjaga kebugaran agar fertilitas dapat berjalan dengan cara namun karbohidrat yang tidak terpakai dapat tertimbun menjadi lemak oleh sebab itu asupan karbohidrat juga perlu diperhatikan agar tidak terjadi obesitas. Obesitas juga dapat menurunkan libido pada pria dan wanita. Contoh: Nasi, gandum, roti dll

2. Lemak

Lemak berfungsi sebagi sumber energi yang menghasilkan 9 Kkal untuk setiap gramnya. Pengaruhnya dalam fertilitas sebagiai peningkat libido pada pria dan wanita. Contoh: alvokad dan coklat.

3. Protein

Berfungsi untuk memelihara sel dan jaringan. Salah satu yang bermanfaat sebagai zat penyubur pada pria adalah kelompok asam amino misalnya asam amino esensial, arginim dan triptofan. Arginin dapat mencegah kemandulan,memperkuat tahan hidup sperma dan membantu membuka aliran

(9)

adalah pada alat kelamin sehingga meningkatkan libido. Selain itu triptofan 3 Gizi dalam Kesehatan Reproduksi dapat memacu produksi serotonin dan bersifat menenangkan saraf sehingga meningkatkan libido. Contoh: Untuk asam amino terdapat pada kuning telur, susu, daging segar, ikan, tempe, tahu Untuk agrinin terdapat pada coklat gandum, kacang kacangan, seafood Sedang untuk triptofan terdapat pada coklat, kalkun, susu

4. Vitamin

Vitamin zat organik komplek yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang sangat kecil. Contoh: vitamin A, vitamin B compleks dan vitamin C

Menurut Neil (2001) untuk menambah kesuburan, diperlukan pengetahuan tentang berbagai jenis makanan. Hal-hal yang perlu dilakukan untuk mendukung fertilisasi, antara lain:

1. Mengkomsumsi makanan yang bergizi seimbang

2. Mengkomsumsi daging (seperti daging ayam, daging sapi, ikan, telur, dll) 3. Mengkomsumsi buah dan sayuran segar

4. Roti dan sereal yang tidak banyak diolah (seperti roti, bubur, biji-bijian, gandum dll)

5. Susu atau hasil olahannya (seperti keju, yogurt)

Sedangkan cara menunjang fertilisasi atau kesuburan (Neil, 2001), meliputi:

1. Menghindari diet makanan pengendali BB 2. Memilih makanan segar

3. Mengolah makanan dengan baik dan benar 4. Makanan bervariasi

5. Hindari makanan yang mengandung zat pengawet

Gizi yang baik dan seimbang dapat meningkatkan fungsi reproduksi tetapi kekurangan nutrisi akan berdampak pada penurunan reproduksi. Status gizi fertilitas, meliputi:

1. Kurang gizi akan berdampak penurunan fungsi reproduksi.

2. Pada kasus anoreksia akan terjadi perubahan hormon-hormon tertentu (gonadotropin) dalam serum dan urine menurun.

(10)

3. Hormon steroid mengalami perubahan, sehingga terjadi perubahan siklus ovulasi.

4. Pada kegemukan, terjadi peningkatan resiko tinggi terhadap ovulasi infertil, dan ovulasi terganggu sehingga menjadi tidak subur.

5. Kondisi kegemukan berkaitan dengan proses perubahan androgen menjadi estrogen.

C. Peran Zat Gizi untuk Fertilitas dan Mencegah Infertilitas

Faktor gizi ini mempunyai peran sangat penting dalam meningkatkan kesehatan reproduksi. Fungsi seks sangat dipengaruhi oleh glandula endokrin yang menghasilkan hormon reproduksi. Untuk menghasilkan hormon tersebut diperlukan gizi. Fungsi seks dan reproduksi akan berjalan baik jika memenuhi kecukupan gizi dan apabila asupan gizi kurang akan muncul gangguan seperti tidak berkembangnya organ seks, menopause dini, dan impotensi. Organ seks yang tidak berkembang secara sempurna akan berdampak terhadap fertilisasi seseorang. Beberapa perkembangan organ seks yang dipengaruhi oleh gizi, yaitu:

1. Glandula andrenal

Menghasilkan hormon seks dipengaruhi oleh vit. A, vit. B, vit C, vit. E, asam pantotenat,niasin, dan asam lemak tak jenuh. Sehingga jika kekurangan zat gizi ini akan menyebabkan gagguan pada Glandula andrenal sehingga menurunkan libido.

2. Testis menghasilkan testosteron dan sperma.

Testosteron bersama dengan vit. A, vit. C, vit.E, asam folat menghasilkan sperma.Kekurangan vitamin E menyebabkan degenerasi organ reproduksi sedangkan kekurangan zink menyebabkan infertil

3. Organ seks perempuan

Menghasilkan enstrogen dan progesteron, sedang pembetukan hormon ini memerlukan vit. B, vit. E, asam folat, niasin dan zink. Zat gizi ini diperlukan agar tidak terjadi keterlamabatan pendewasaan kelamin dan tidak berkembangnya organ reproduksi.

(11)

4. Hormon-hormon seks

Hormon seks memerlukan kolesterol,dalam jumlah yang cukup. Zat gizi yang diperlukan agar tidak mengalami infertilitas yaitu vitamin B komplek, vitamin C, vitamin E, Magnesium.

Infertilitas merupakan ketidaksuburan yang berkaitan dengan hal yang dialami oleh pasangan suami-istri. Infertilitas yang berdampak pada kemandulan dapat dicegah dengan pengaturan pola makan. Pengatura pola makan ini, harus sudah dimulai ketika bayi masih dalam kandungan, sehingga dapat melahirkan bayi dengan berat badan lahir normal. Karena berdasarkan hasil penelitian, bayi lahir dengan berat badan rendah berpengaruh pada kesuburan ketika ia dewasa.

Pengaturan pola makan juga diperlukan bagi balita.sehingga dapat tercapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Ketika anak berusia remaja, pola makan betul-betul perlu diperhatikan. Disarankan mengonsumsi makanan yang dapat meningkatkan kesuburan dan menghindarkan makanan yang dapat mengurangi kesuburan. Jumlah makan yang dikonsumsi disesuaikan dengan kebutuhan dan aktivitas. Karena makanan yang berlebihan dapat menyebabkan obesitas yang mempengaruhi kesuburan.

Status gizi berlebihan pada seorang wanita menyebabkan infertilitas, gangguan siklus haid, dan sindrom ovarium polikistik(sel telur tidak terbentuk).

Obesitas juga menyebabkan perubahan sekresi hormon hipotalamus berupa peningkatan sekresi LH. Sekresi LH yang berlebihan menyebabkan gangguan pematangan folikel, sehingga terjadi ovulasi infertil atau anovulasi.

Pada laki-laki penurunan kualitas sperma ditandai dengan gejala antara lain jumlah sperma menurun (50%) dan pemendekan kromosom Y. Penurunan kualitas sperma dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti :

1. Polutan logam berat, limbah radioaktif, bahan kimia, serta kebisingan.

2. Makanan: diethylstilbestrol untuk menggemukkan ayam dan pestisida dapat mematikan sperma muda.

(12)

D. Hubungan Antar Gizi dan Fertilitas (Kesuburan) pada Wanita

 Gizi yang baik dan seimbang dapat meningkatkan fungsi reproduksi tetapi kekurangan nutrisi akan berdampak pada penurunan reproduksi, dapat diketahui apabila seseorang mengalami anoreksia nervosa, maka akan terjadi perubahan- perubahan hormonal tertentu dengan ditandai penurunan berat badan yang mencolok, hal ini terjadi karena kadar gonadotropin menurun dalam serum urine, serta penurunan pola sekresinya, kejadian ini berhubungan dengan gangguan fungsi hipotalamus.

Pada wanita anoreksia kadar hormon steroid mengalami perubahan yaitu meningkatnya kadar testoterone serum dan penuruan sekresi keto-steroid dalam urine diantaranya androssteron dan eplandrossteron dampaknya terjadi perubahan siklus ovulasi. Bila anoreksia tidak terlalu berat dapat di berikan hormone GRH (gonadotropin relating hormone) dapat mengembalikan siklus haid menjadi normal. Fertilitas atau kesuburan seseorang selain dipengaruhi oleh genetik, keturunan, usia juga dipengaruhi oleh status gizi nya. Faktor gizi tersebut sangat penting dalam mendukung kesuburan tersebut.

Berikut adalah hubungan antar gizi dan kesuburan pada wanita, antara lain:

1. Kekurangan gizi / nutrisi

Hal ini akan mempengaruhi pertumbuhan, fungsi organ tubuh, dan gangguan reproduksi. Perubahan kadar hormon steroid (peningkatan hormon testosteron) dapat menyebabkan gangguan siklus menstruasi. Asupan gizi yang kurang juga akan menyebabkan berbagai keluhan dan ketidaknyamanan pada saat menstruasi.

2. Diet rendah lemak

Dari hasil penelitian ternyata diet rendah lemak dan diet tinggi lemak tidak memperlihatkan perbedaan kadar hormon. Namun pada diet rendah lemak akan menyebabkan 3 efek utama, yaitu panjang siklus menstruasi memanjang yaitu menungkat rata-rat 1,3 hari, lamanya waktu menstruasi meningkat rata-rata 0,5 hari, dan fase folikuler meningkat rata-rata 0,9 hari.

(13)

3. Diet vegetarian

Pengaruh diet vegetarian terhadap hormon steroid (hormon seks) telah diteliti, yaitu menyebabkan pemendeken fase folikuler (ada di artikel sebelumnya) dan peningkatan frekuensi gangguan siklus menstruasi.

Prevalensi ketidakteraturan menstruasi pada vegetarian 26,5% sedangkan pada non vegetarian 4,9%.

4. Kegemukan / obesitas

Berdasarkan penelitian, wanita gemuk memiliki resiko tinggi terhadap ovulasi infertil, dan fungsi ovulasi terganggu sehingga menjadi tidak subur.

Disamping berat badan yang berlebih maka berat badan yang sangat rendah juga dapat mengganggu fungsi fertilitas seorang wanita. Zat gizi yang cukup seperti karbohidrat, lemak dan protein sangat diperlukan untuk pembentukkan hormon reproduksi, sehingga pada wanita kurus akibat asupan gizi yang sangat kurang akan mengalami defisiensi hormon reproduksi yang berakibat terhadap peningkatan kejadian infertilitas pada wanita tersebut.

Wanita-wanita yang sering mengalami masalah dengan asupan gizi tersebut sering kali terkait dengan hal-hal dibawah ini:

a. Anoreksia nervosa atau bulimia b. Vegetarian yang fanatic

E. Hubungan status gizi dengan menarche

Menarche adalah kejadian menstruasi seorang anak perempuan untuk pertama kali. Menarche secara normal terjadi pada usia 12-14 tahun. Usia saat anak perempuan mengalami menarche disebut usia menarche. Usia menarche menunjukkan trend penurunan dari tahun ke tahun. Selama abad 19

hingga pertengahan abad 20, rata-rata usia menarche perempuan di Eropa Utara mengalami penurunan dari usia menarche 16-17 menjadi usia 13 tahun. Selama abad 19 hingga abad 20 rata-rata usia menarche perempuan menurun dari 17 tahun menjadi 14 tahun di Amerika Serikat1. Usia menarche dalam beberapa dekade juga telah mengalami penurunan di Indonesia

(14)

Terjadinya penurunan usia menarche ini tidak lepas dari terjadinya perubahan pada menu makanan yang dikonsumsi oleh anak – anak di jaman sekarang, yaitu lebih menyukai makanan cepat saji seperti junk food dibandingkan makanan – makanan yang bergizi atau yang diolah dirumah .

Hal ini menyebabkan prevalensi kegemukan pada anak mengalami peningkatan.

Penurunan usia menarche berhubungan dengan standard kehidupan yang membaik seperti asupan gizi yang adekuat dan pelayanan kesehatan yang baik.

Usia menarche dini dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya asupan sugar- sweetened beverage, massa lemak tubuh, ras, usia menarche ibu, berat badan lahir,aktivitas fisik, status ekonomi, dan tempat tinggal.

Faktor rendahnya asupan serat dan tingginya asupan lemak maupun kalsium berdampak pada usia menarche dini. Kekurangan gizi pada remaja

mengakibatkan terhambatnya kesehatan reproduksinya termasuk perkembangan dari masa pubertasnya. Kecepatan menarche di bantu dengan pemenuhan gizi yang cukup dimana dengan gizi yang baik membantu pertumbuhan organ-organ reproduksi remaja. Menurut Kusnita dan Damarati Percepatan proses menarche juga dipengaruhi oleh perubahan hormon steroid estrogen dan progesteron yang mempengaruhi pertumbuhan endometrium, semakin baik gizi siswi maka semakin cepat siswi akan mengalami menarche.

status gizi memainkan peran penting dalam menentukan usia menarche.

1. Status Gizi Baik atau Berlebih (Overweight/Obesitas)

 Anak perempuan dengan status gizi baik atau berlebih cenderung mengalami menarche lebih awal.

 Hal ini karena lemak tubuh mempengaruhi produksi hormon leptin, yang berperan dalam mengatur fungsi hormonal dan memicu pematangan seksual.

 Leptin membantu mengaktifkan hipotalamus untuk memulai siklus menstruasi lebih cepat.

(15)

2. Status gizi kurang (Malnutrisi)

 Anak perempuan dengan gizi buruk atau kekurangan energi kronis cenderung mengalami menarche lebih lambat.

 Kekurangan energi dan nutrisi penting (seperti lemak, protein, dan mikronutrien) menghambat produksi hormon reproduksi seperti GnRH (gonadotropin-releasing hormone).

 Tubuh menunda pematangan seksual sebagai respon terhadap stres fisiologis akibat kekurangan gizi.

3. Faktor Tambahan

Selain status gizi, usia menarche juga dipengaruhi oleh:

Faktor genetik, Aktivitas fisik, Lingkungan sosial dan psikologis, Penyakit kronis

F. Hubungan Gizi Dengan Menstruasi

Menstruasi adalah masa perdarahan yang terjadi pada wanita secara rutin setiap bulan selama masa suburnya,kecuali apabila terjadi kehamilan.

Masa menstruasi biasa juga disebut dengan mens,haid atau datang bulan.

Pada saat menstruasi darah yang keluar sebenarnya merupakan darah akibat peluruhan dinding rahim(Endometrium). Darah menstruasi tersebut mengalir dari rahim menuju ke leher rahim, untuk kemudian keluar melalui vagina.

Menstruais pertama kali terjdi ketika seorang gadis mulai memasuki masa pubertas, kadar hormon LH(Luteining hormone) dan FSH (Follicle-stimulating hormone) akan meningkat, sehingga merangsang pembentukan horomon seksual. Pada remaja putri peningkatan kadar hormon tersebut menyebabkan pematangan payudara, ovarium, rahim, dan vagina serta dimulainya siklus menstruasi.

Hubungan gizi dengan menstruasi yaitu:

1. Lamanya menstruasi dan siklus menstruasi

Lama menstruasi biasanya terjadi antara 3-5 hari, walaupun pada beberapa orang bisa saja mengalami masa menstruasi yang lebih panjang ataupun lebih pendek. Jumlah hari antara periode menstruasi yang satu dengan periode

(16)

menstruasi berikutnya disebut dengan siklus menstruasi (dihitung dari hari pertama mendapat menstruasi sampai dengan hari sebelum datang menstruasi berikutnya).

2. Keluhan saat menstruasi

Pada saat menstruasi, biasanya wanita mengalami perubahan baik secara fisik ataupun secara emosional, hal ini berkaitan dengan kadar hormon yang melonjak naik dan turun didalam tubuh. Berikut beberapa keluhan yang biasanya terjadi saat menstruasi.

a) Nyeri haid

Nyeri haid umumnya dirasakan oleh wanita pada hari-hari pertama menstruasi. Sebagian dokter beranggapan bahwa nyeri haid terjadi karena prostaglandin, yaitu yang menyebabkan otot rahim

berkontraksi.

b) PMS(Pra menstruasi syndrome)

Beberapa wanita merasakan pada beberapa hari menjelang menstruasi, mereka menjadi lebih emosional, seperti lebih mudah marah, gampang menangis ataupun sedih dan adapun sebagian lainnya ada yang

merasakan keinginan untuk makan makanan tertentu.

c) Jerawat

Biasanya awal-awal menstruasi juga ditandai dengan hadirnya jerawat, sekali lagi hal ini disebabkan oleh kadar hormon yang melonjak didalam tubuh.

 

(17)

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

Fertilitas atau kesuburan adalah kemampuan seorang istri menjadi hamil dan suami bisa menghamili. Pada pria masa fertilitas tertinggi terjadi antara 24 dan 35 tahun di mana pada saat tersebut merupakan tingkat kesehatan fisik dan mental tertinggi. Pada wanita, fertilitas tertinggi pada usia 20-30 tahun di mana kesehatan fisik dan mental dalam keadaan tinggi.

Gizi mempunyai peran sangat penting dalam meningkatkan kesehatan reproduksi yaitu untuk menghasilkan hormon reproduksi. Fungsi reproduksi akan berjalan baik jika memenuhi kecukupan gizi dan apabila asupan gizi kurang akan muncul gangguan seperti tidak berkembangnya organ seks, menopause dini, dan impotensi. Organ seks yang tidak berkembang secara sempurna akan berdampak terhadap fertilisasi seseorang. Mengkonsumsi berlebihan unsur gizi tertentu tapi kurang mengkonsumsi unsur lainnya justru merugikan fertilitas dan kesehatan.

Dalam kondisi apa pun, pola makan dengan gizi seimbang harus tetap dipertahankan.

B. Saran

Mahasiswa diharapkan mampu untuk memahami bahwa status gizi sangat mempengaruhi dalam fertilisasi. Oleh sebab itu diharapkan agar memilih makanan sehat serta pengolahan yang baik perlu diperhatikan agar zat gizi dapat bermanfaat sehingga dapat meningkatkan kesuburan.

DAFTAR PUSTAKA

Fairus, Martini. 2009. Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. Jakarta: EGC

Manuaba, IBG, 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, Dan Keluarga Berencana Untuk Bidan. Jakarta: EGC

(18)

Neil Francin, P. 2005. Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. Jakarta: EGC

Supariasa, Nyoman I. D, Bakri, B, Fajar, I. 2012. Penilaian Status Gizi. Jakarta: EGC http://ateeteety.blogspot.com/2016/12/gizi-fertilitas-infertilitas_29.html

https://pdfcoffee.com/makalah-gizi-dan-fertilitas-pdf-free.html https://www.slideshare.net/ulfasakurai/gizi-dan-fertilitas

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui status gizi balita pada lingkungan tahan pangan dan gizi, untuk mengetahui hubungan pola asuh, besar keluarga, dan konsumsi

Kesimpulan dari penelitian ini adalah kandungan nilai zat gizi yang didapat tidak sesuai dengan nilai zat gizi yang dibutuhkan oleh pekerja, kandungan nilai

Uji korelasi Pearson dilakukan untuk mengetahui hubungan antara tingkat konsumsi energi terhadap status gizi, hubungan tingkat konsumsi protein terhadap status

Peran Keluarga Dalam Pemenuhan Gizi Lansia Dengan Demensia di Malang : Program Diploma III Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang.. Pembimbing

Hubungan antar variabel status GAKI, angka absensi, frekuensi konsumsi bahan makanan sumber iodium dan zat goitrogenik dengan prestasi belajar dan status gizi dengan status

Studi anak stunting dan anak normal pada peneltian ini menunjukkan tidak adanya hubungan antara pola asuh makan dan intake zat gizi anak dengan kejadian stunting di

Skripsi Hubungan BMI Dan Tingkat Konsumsi Zat Gizi ..... ADLN - Perpustakaan

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa tidak ada hubungan bermakna antara berat lahir bayi dengan seluruh asupan zat gizi pada ibu hamil anemia di Puskesmas