MAKALAH
GIZI PADA FERTILITAS DAN MENOPAUSE
Kelompok 4:
• Arya Kustanti 154011501
• Ede 150411502
• Ria Oktarini 154011517
• Dosen : mala S.ST.M.Kes
Jl. Margonda Raya No. 28 Pondok Cina-Depok 16424 Jawa Barat Telp. (021)27801235/27801261 Fax. (021) 27801529
Website : www.khj.ac.id Email : [email protected]
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan kehadiran Allah SWT yang telah memberi petunjuk dan ridho-Nya sehingga penyusunan laporan ini dapat kami selesaikan dengan baik, dan Shalawat beriring salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Dalam penyusunan makalah ini, kami menyadari sepenuhnya bahwa terdapat kelemahan dan kekurangan makalah ini dalam penyajian, hal tersebut karena terbatasnya kemampuan dan pengetahuan yang kami miliki, karena itu mohon kiranya dimaklumi. Demikian makalah ini kami susun dalam waktu yang telah di rencanakan. Kritik dan saran pembaca yang bersifat membangun sangat kami harapkan agar penyusunan makalah selanjutnya dapat lebih baik.
Tangerang 20 April 2021 Kelompok 4
DAFTAR ISI
BAB I...3
A. Latar belakang ...3
B. Rumusan masalah ...3
BAB II ...4
A. Tujuan penulisan ...4
B. Manfaat ...4
C. Pendahuluan ...4
D. Pembahasan ...4
BAB III...9
A. Kesimpulan...9
B. Saran...9
Daftar pustaka ...10
BAB I A. Latar Belakang
Menopause Merupakan Berhentinya masa menstruasi Menopause diartikan proses peralihan dari masa produktif ke masa non- Produktif yang disebabkan berkurangnya hormon estrogen dan Progesteron (Lestary, 2010). Kejadian menopause menyebabkan Terjadinya perubahan pada kehidupan wanita yaitu perubahan fisik dan Perubahan psikologis yang berdampak terhadap timbulnya tekanan darah Tinggi
(Martaadisoebrata, 2008). Menurut penelitian yang dilakukan oleh Martuti (2009), ada Hubungan menopause dengan tekanan darah tinggi. Pada saat Menopause tekanan darah lebih sering tinggi disebabkan oleh Pergeseran arteri yang mengakibatkan hilangnya elastisitas dan menjadi Kaku sehingga arteri tidak dapat mengembang pada saat jantung Memompa darah melalui arteri (Kowalski, 2010). Hormon estrogen Berperan dalam regulasi tekanan darah secara langsung maupun tidak Langsung.
Disisi Iain berhentinya produksi estrogen pada menopause Dapat menurunkan elastisitas pembuluh darah akibat proses menopause Berdampak pada peningkatan tekanan darah pada wanita. Tekanan darah Dipengaruhi oleh genetik, umur, jenis kelamin, stress, aktivitas fisik, Asupan natrium, obesitas dan Asupan serat
(Armilawati, 2007). Asupan serat dapat mempengaruhi tekanan darah melihat Mekanisme serat dalam menurunkan tekanan darah.
B. Masalah
1. Apa penyebab manopose dan gizi yang di butuh kan 2. Apa gizi yang di butuhkah saat fertilitas
BAB II A. Tujuan Penulisan
Penulisan makalah ini guna untuk memenuhi tugas mata kuliah askeb dan mengetahui tentang gizi fertilitas
B. Manfaat
Manfaat dari penulisan makalah ini adalah untuk bahan pembelajaran serta referensi tentang kebutuhan gizi fertilitas dan manoposE.
C. Pendahuluan
Sebelum menopause, risiko seorang wanita terhadap penyakit jantung dan stroke, lebih rendah daripada seorang pria. Namun setelah menopause, risiko tersebut
menjadi lebih tinggi pada wanita daripada pria. Hal ini berkaitan dengan menurunnya hormon estrogen pada wanita menopause yang diduga mempunyai efek protektif terhadap penyakit jantung maupun stroke. Selain itu, kenaikan berat badan pada wanita menopause juga meningkatkan faktor risiko terhadap penyakit-penyakit tersebut jadi kita harus memperhatikan gizi begitu pula pada masa saat sedang fertilitas (kesuburan) kita harus juga menjaga dengan memperhatikan gizi- gizi yang di butuhkah tubuh
D. Pembahasan 1. Menopause
a. Mengenali gejala menopause Tanda-tanda yang mungkin dialami oleh Wanita menjelang menopause adalah:
1) Hot flashes. Perubahan hormon yang Terjadi membuat wanita jadi merasa Kepanasan secara tiba-tiba.
2) Kesulitan tidur atau insomnia 3) Vagina menjadi kering
4) Kerap berkeringat di malam hari 5) Kenaikan berat badan
6) Suasana hati jadi naik-turun
7) Perubahan libido atau gairah seksual Beberapa wanita hanya merasakan tanda- Tanda menopause yang ringan. Tetapi, Sebagian lainnya mengalami gejala Menopause yang lebih berat. Rata-rata, usia menopause wanita sekitar 45 - 50
tahun ke atas. Bersamaan dengan menurunnya kadar hormon estrogen dalam tubuh, meningkat juga sejumlah risiko kesehatan di bawah ini, yakni:
Osteoporosis.
Penyakit jantung.
Inkontinensia urin, dimana Anda jadi tidak bisa menahan buang air kecil.
Akibatnya, Anda jadi mengompol. Tidak heran jika penyakit-penyakit di atas sering dikaitkan dengan usia tua
b. Pentingnya menjaga pola Makan saat menopause
Banyak perubahan yang terjadi pada wanita Setelah menopause. Sebagai contoh, tubuh Wanita mungkin tidak seperti dulu lagi atau Berat badan bisa melonjak naik. Hal ini bisa Terjadi karena perubahan hormon saat Menopause. Seperti yang dijelaskan oleh Kelvin Halim, Nutrisionis Jovee, “Hormon estrogen yang
Menurun pada wanita menopause Meningkatkan risiko penumpukan lemak Pada beberapa bagian seperti bagian Abdomen atau perut,” La juga menambahkan,
“Hal ini berisiko Terjadinya obesitas sentral pada wanita Menopause. Maka dari itu, perlu sekali Wanita menopause untuk menjaga berat Badan dan pola hidup agar tidak mengalami Obesitas sentral dan juga tidak mengalami Penurunan berat badan berlebih,” Wanita menopause biasanya lebih sulit Untuk mempertahankan berat badannya. Tubuh Anda akan kehilangan banyak massa Otot dan lebih banyak menumpuk lemak, Terutama di area perut. “’Asupan yang sering dengan penambahan Makanan Snak yang sehat namun bergizi Tinggi dapat menjadi pilihan agar tidak Kehilangan massa otot dan tidak kelebihan Lemak,” Tentunya, kenaikan berat badan dan Penumpukan lemak ini dapat meningkatkan Risiko kesehatan. Misalnya saja, obesitas, Kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, Diabetes, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, Anda perlu menjaga pola Makan.
Dengan begitu, berat badan Anda Pun terkontrol dengan baik. Pada gilirannya, Kesehatan tubuh Anda terjaga dan berbagai Risiko penyakit bisa diminimalisir.
Mineral dan vitamin penting Untuk wanita menopause Di bawah ini ada beberapa nutrisi yang wajib di penuhi untuk membantu meringankan dan Mineral dan vitamin penting Untuk wanita menopause Di bawah ini ada beberapa nutrisi yang wajib Anda penuhi untuk membantu meringankan Gejala yang Anda alami menjelang dan Selama menopause, diantara-Nya adalah:
1) Piridoksin atau vitamin B6 Vitamin B6 memainkan peran dalam Membantu tubuh untuk mengatur kadar Serotonin. Hormon serotonin adalah hormon
“bahagia” karena salah satu tugas utamanya Dalam mengatur suasana hati.
Dalam jumlah normalnya, serotonin Membantu memelihara kesehatan mental Anda dengan menjaga mood. Nah, vitamin B6 akan mengubah asam amino triptofan
2) Vitamin E Beberapa penelitian menunjukkan bahwa Vitamin E bisa
meredakan stres dan Mengurangi stres oksidatif. Penuhi Asupan Vitamin E setidaknya 15 mgr. per hari dari Bayam, tomat, paprika, Almond, kiwi, brokoli, Ikan salmon, ataupun suplemen. Berkat antioksidannya juga, vitamin E Memainkan peran untuk menurunkan risiko Penyakit kardiovaskular, depresi, serta Kenaikan berat badan yang sering dialami Wanita selama menopause.
3) Kalsium Saat menopause, kebutuhan akan kalsium Pun jadi meningkat.
Perubahan hormon Yang terjadi membuat kepadatan tulang Anda jadi menurun. Penurunan kalsium Dalam tubuh akan meningkatkan risiko
Osteoporosis. Inilah pentingnya mencukupi Aspan kalsium selagi masih muda.
4) Ginseng Penelitian yang ada menunjukkan beberapa Jenis ginseng yang berbeda bisa membantu Meningkatkan suasana hati dan kualitas Tidur. Tetapi, studi belum bisa membuktikan Apakah ginseng bisa meredakan gejala
Menopause fisik seperti hot flashes c. Pola makan sehat untuk Wanita menopause
Guna menjaga berat badan Anda tetap Normal dan sehat, Anda perlu
Memperhatikan pola makan Anda sehari- Hari. Konsumsilah berbagai kelompok Makanan untuk mendapatkan macam-macam zat gizi yang dibutuhkan tubuh.
1) Aksupan kalsium
Menurunnya hormon estrogen saat Menopause membuat massa tulang cepat Hilang. Alhasil, Anda lebih berisiko Mengalami beberapa masalah persendian, Seperti rematik dan osteoporosis. Maka dari itu, Anda wajib memenuhi Kebutuhan kalsium untuk membantu Menjaga kesehatan serta kepadatan tulang, disarankan Untuk mencukupi kebutuhan kalsium Sebanyak 1.200 mg per hari. Konsumsilah sekitar 2 – 4 porsi sumber Kalsium setiap harinya.
Beberapa makanan Tinggi kalsium yang dapat Anda konsumsi Adalah susu, yoghurt, keju, ikan dengan tulang (seperti sarden dan ikan teri), brokoli, dan kacang-kacangan.
2) Mencukupi kebutuhan zat besi
Umumnya, kebanyakan wanita tidak memenuhi Asupan mineral besi hariannya. Menjelang dan selama menopause, Anda harus mencukupi kebutuhan zat besi guna mencegah anemia. dianjurkan untuk mencukupi kebutuhan zat besi Anda sebanyak 8 mg perahi. Asupan zat besi dapat diperoleh dari daging merah tanpa lemak, ayam, ikan, telur, sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan, dan biji-bijian.
3) Memperbanyak konsumsi sayur
Dan buah Penuhilah kebutuhan serat Anda setidaknya 21 gram setiap hari.
Tidak hanya sayuran dan Buah saja, serat juga bisa Anda dapatkan Dari biji- bijian utuh, sereal, pasta, nasi, dan Kacang-kacangan. Makanlah sayur sebanyak 2 cangkir dan Buah sebanyak 1 ½ cangkir, atau masing-masing setara 5 porsi sehari. Selain serat, Jumlah tersebut dapat membantu memenuhi Kebutuhan vitamin, mineral, serta zat gizi Makro lainnya. Mengonsumsi makanan tinggi serat Diketahui bisa mengurangi risiko penyakit Jantung, stroke, dan kanker. Plus, membantu Menjaga berat badan.
4) Meminum banyak air putih
Mengingat sebagian besar tubuh manusia Terdiri dari cairan, tidaklah mengherankan Jika minum air putih menjadi bagian penting Dari diet sehat.
Minumlah air putih sebanyak 8 gelas sehari untuk memenuhi kebutuhan Cairan dan menghidrasi tubuh Anda. Wanita menopause biasanya
mengalaminKeluhan vagina dan kulit kering yang Disebabkan oleh penurunan hormon Estrogen. Dengan minum banyak air putih, Kelembaban kulit dan alat kelamin Anda pun Dapat terjaga.
5) Mengonsumsi makanan tinggi Protein
Protein dibutuhkan tubuh untuk menunjang Pertumbuhan, meningkatkan sistem Kekebalan tubuh, dan memperbaiki sel-sel Yang rusak. Sumber protein sendiri Dibedakan menjadi hewani dan nabati. Sejumlah sumber protein hewani berupa Daging tanpa lemak, ikan dan makanan laut Lainnya, telur, serta susu. Sedangkan sumber Protein nabati meliputi kacang-kacangan,
Edemamu, tempe, tahu, quinoa, Almond, chia Seed, bayam, brokoli, kentang, serta alpukat.
6) Mengurangi konsumsi makanan Berlemak
Tidak semua lemak itu buruk bagi tubuh. Sebetulnya, lemak merupakan zat gizi makro Yang dibutuhkan oleh tubuh. Jenis lemak Yang tidak sehat itu lemak trans dan lemak Jenuh, misalnya dari gorengan. Karenanya, Perhatikan Asupan makanan dan jenis lemak Yang Anda konsumsi. Daripada makan junk Food dan makanan Yang digoreng, perbanyaklah konsumsi Lemak tidak jenuh seperti buah alpukat, Minyak zaitun, kacang-kacangan, dan ikan Berlemak (salmon, tuna, sarden, serta Makerel) Membatasi penggunaan gula Dan garam
7) Konsumsi terlalu banyak gula dan makanan Serta minuman manis dapat menyebabkan Kenaikan berat badan berlebih. Makanan Tinggi gula pun bisa meningkatkan risiko Kerusakan gigi. Sedangkan, diet tinggi garam dikaitkan Dengan hipertensi, yaitu faktor utama dari Masalah jantung serta pembuluh darah. Anda juga tidak dianjurkan untuk Mengonsumsi makanan ringan kemasan, Yang mengandung nitrat tinggi dan berisiko Terhadap kanker.
Selama menstruasi juga, Anda harus mengurangi konsumsi minuman Beralkohol, sebanyak 1 gelas sehari saja.
2. Fersilitas
Tingkat keberhasilan pembuahan. Dengan kata lain, kesuburan akan meningkat jika kita memenuhi zat-zat gizi yang diperlukan. Berikut ini adalah makanan atau gizi yang mungkin bisa menjadi pilihan khususnya perempuan, yang dianggap dapat meningkatkan fertilitas
1. Serelia utuh
Tak perlu memusuhi karbohidrat demi mencapai berat badan idaman. Yang diperlukan adalah membuat pilihan yang bijak, misalnya dengan memilih
karbohidrat kompleks. Jenis ini tersedia dalam bentuk beras merah, oatmeal, roti gandum dan tepung jagung. Karbohidrat kompleks tidak memiliki efek buruk pada tingkat gula darah dan insulin seperti karbohidrat olahan pada umumnya.
Makanan yang menyebabkan berfungsinya insulin juga baik untuk kesuburan.
Tanaman berbasis protein seperti kacang polong, buncis dan kacang tanah dipercaya dapat meningkatkan kesuburan tidak seperti protein yang berasal dari hewani seperti daging merah dan unggas. Kacang juga memiliki kandungan besi yang tinggi, yang dapat meningkatkan kesuburan. Dalam hal ini, Anda tidak diwajibkan untuk berubah menjadi seorang vegetarian, tetapi Anda hanya dianjurkan untuk membatasi konsumsi protein hewani.
3. Batasi susu tinggi lemak
Sebuah penelitian di Harvard menunjukkan bahwa wanita yang mengonsumsi produk susu tinggi lemak mengalami lebih sedikit masalah dalam ovulasi dibandingkan dengan mereka yang makan susu rendah lemak atau tanpa lemak.
Anda dapat menyiasatinya dengan minum satu gelas susu per hari atau menggantinya dengan susu non fat.
4. Buah dan sayuran segar
Buah dan sayuran segar selalu bermanfaat untuk kesuburan. Buah-buahan dan sayuran segar mengandung antioksidan yang penting untuk tubuh disampang juga kesehatan reproduksi. Selain itu, buah-buahan jeruk, sayuran hijau dan stroberi mengandung folat yang tinggi. Tambahkan makanan ini dalam menu harian jika Anda berencana untuk hamil dalam waktu dekat.
5. Lemak Sehat
Lemak yang dianggap sehat adalah lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda dan asam lemak omega-3. Karena lemak ini dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan karenanya baik untuk kesuburan. Kacang-kacangan, alpukat, biji labu, salmon dan wijen dan sarden adalah sumber yang baik dari asam lemak esensial.
Di samping itu, Anda juga harus mengontrol untuk mengonsumsi makanan olahan, makanan yang tinggi gula, lemak trans serta lemak jenuh. Anda dapat menyiapkan makanan lezat dan makanan ringan dengan menggabungkan kelima item diatas melalui resep menyenangkan
BAB lll A. KESIMPULAN
Menopause memang merupakan tahapan yang sangat berarti bagi para wanita.
Namun sebenarnya perubahan fisik maupun psikologis yang kurang diharapkan dapat diminimalkan dengan menjalankan pola hidup yang lebih sehat. Tentunya pola hidup sehat ini harus dimulai sejak muda, tidak hanya dimulai saat masa menopause tiba.
Pola hidup sehat seperti apakah yang diperlukan? Menghindari rokok maupun alkohol sangat penting untuk mencegah munculnya gejala-gejala menopause yang tidak diinginkan. Olah raga teratur juga mempunyai peranan sangat penting dalam hal ini.
Di samping itu, Asupan gizi juga perlu diperhatikan. Di sinilah industri pangan dapat mengambil peranan dalam pemenuhan gizi segmen tersebut dan kita harus
memperhatikan gizi pada masa saat fertilitas (kesuburan) agar kesuburan kita terjaga.
B. SARAN
Demikianlah makalah ini telah dibuat dengan sebaik-baiknya, namun sebagai manusia penulis selalu tidak lepas dari kesalahan. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan untuk menyempurnakan makalah ini, agar dapat menjadi perbaikan pembuatan makalah di waktu yang akan datang.
DAFTAR PUSTAKA https://health.kompas.com
http://eprints.ums.ac.id