HAKIKAT DAN SEJARAH KOPERASI Dosen Pengampu:
I Nyoman Wahyu Widiana, S.E., M.Si
Oleh:
Kelompok 2
Ni Wayan Risma Wedani (2207511030)
Okliyanti Watruty (2207511033)
Jumryanti (2207511042)
Desti Maria Pinem (2207511060)
Nensita Br Sitepu (2207511061)
Hulman Stevanus Simatupang (2207511069)
Bayu Setiawan Pratama (2207511132)
PROGRAM STUDI SARJANA EKONOMI PEMBANGUNAN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA 2024
i
KATA PENGANTAR
Puji serta syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena hanya atas Rahmat-Nya-lah kami dapat menyelesaikan paper yang berjudul “Hakikat dan Sejarah Koperasi” dengan baik dan tepat waktu. Dalam kesempatan ini juga kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Bapak I Nyoman Wahyu Widiana, S.E., M.Si. selaku dosen pengampu mata kuliah Ekonomi Orange,Koperasi,dan UMKM yang telah membimbing kami dalam penulisan paper ini. Selain itu, kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan paper ini.
Kami berharap paper ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada seluruh pembaca mengenai topik yang dibahas. Dalam penyusunannya, kami menyadari masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan, baik dalam struktur maupun bahasa, oleh karenanya kami memohon saran dan kritik yang membangun dari para pembaca, sehingga kedepannya kami dapat menulis paper lebih baik pada kesempatan berikutnya.
Jimbaran, 11 Oktober 2024
Kelompok 2
ii DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... ii
BAB I ... 1
PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 3
1.3 Tujuan ... 3
BAB II ... 4
PEMBAHASAN ... 4
2.1 Hakikat Pendirian Koperasi dan Dasar Hukum Koperasi ... 4
2.1.1 Hakikat Pendirian Koperasi : ... 4
2.1.2 Dasar Hukum Koperasi ... 7
2.2 Sejarah Koperasi di Beberapa Negara ... 9
2.2.1 Gerakan koperasi di inggris ... 10
2.2.2 Gerakan Koperasi di Jerman ... 11
2.2.3 Gerakan Koperasi di Denmark ... 12
2.2.4 Gerakan Koperasi di Swedia ... 13
2.2.5 Gerakan Koperasi di Amerika Serikat ... 13
2.2.6 Gerakan Koperasi di Amerika Selatan, Afrika, Australia dan Selandia Baru ... 14
2.2.7 Gerakan Koperasi di Uni Soviet... 14
2.2.8 Gerakan Koperasi di Jepang ... 15
2.3 Koperasi di Indonesia dan Peran Koperasi dalam Pembangunan ... 15
2.3.1 Koperasi di Indonesia ... 16
2.3.2 Peran Koperasi dalam Pembangunan di Indonesia ... 17
BAB III ... 19
PENUTUP ... 19
3.1 Kesimpulan ... 19
3.2 Saran ... 20
DAFTAR PUSTAKA ... 21
1 BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Koperasi adalah organisasi yang didirikan berdasarkan prinsip kerja sama untuk mencapai kesejahteraan bersama. Secara etimologis, kata "koperasi" berasal dari kata
"cooperation" yang berarti kerja sama. Koperasi menggabungkan dua unsur penting, yaitu unsur ekonomi dan unsur sosial, yang saling mendukung untuk mencapai tujuan bersama. Prinsip koperasi adalah membantu anggotanya melalui pengelolaan usaha secara kolektif dengan berbagi manfaat secara adil. Koperasi tidak hanya bertujuan untuk mencapai keuntungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan anggotanya secara berkelanjutan melalui prinsip-prinsip demokrasi ekonomi.
Hakikat pendirian koperasi terletak pada niat untuk memenuhi kebutuhan ekonomi, sosial, dan budaya para anggotanya. Koperasi bekerja untuk memberikan akses yang lebih luas kepada anggotanya terhadap sumber daya, modal, dan keuntungan yang sulit dicapai secara individu. Pendirian koperasi didorong oleh semangat kebersamaan, di mana anggota bekerja sama secara demokratis untuk mengelola usaha yang bermanfaat bagi semua. Melalui mekanisme ini, koperasi bertujuan untuk menciptakan kesejahteraan bersama dan mendukung pembangunan ekonomi yang lebih adil dan inklusif.
Sejarah koperasi di beberapa negara menunjukkan bagaimana koperasi berkembang sebagai respons terhadap ketidakadilan ekonomi. Di Eropa, khususnya Inggris, koperasi Rochdale pada abad ke-19 menjadi pelopor gerakan koperasi modern.
Koperasi ini didirikan oleh para pekerja yang berusaha meningkatkan kondisi ekonomi mereka dengan menciptakan usaha bersama. Sementara di Jerman, koperasi Raiffeisen dan Schulze-Delitzsch berkembang sebagai upaya untuk membantu masyarakat pedesaan dan perkotaan yang kurang mampu mendapatkan akses ke kredit dan layanan keuangan. Meskipun koperasi berkembang di negara yang berbeda, tujuan dan prinsipnya tetap sama: memperbaiki perekonomian anggotanya dan menciptakan kesejahteraan bersama melalui usaha yang dikelola secara demokratis. Sejarah koperasi
2
di berbagai negara ini menjadi inspirasi bagi pengembangan koperasi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Koperasi di Indonesia memiliki sejarah yang panjang dan telah memainkan peran penting dalam pembangunan ekonomi nasional. Koperasi di Indonesia mulai berkembang sejak masa penjajahan Belanda sebagai respon terhadap ketidakadilan ekonomi yang dialami oleh rakyat. Para pendiri bangsa melihat koperasi sebagai alat yang efektif untuk memberdayakan masyarakat, terutama di sektor pertanian dan perdagangan. Pada masa awal kemerdekaan, koperasi di Indonesia mendapat perhatian serius dari pemerintah karena dianggap mampu menjadi solusi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Di Indonesia, koperasi telah memainkan peran yang sangat penting dalam perekonomian rakyat. Koperasi di Indonesia mulai tumbuh sejak masa kemerdekaan, ketika para pendiri bangsa menyadari bahwa koperasi dapat menjadi alat yang efektif untuk membangun ekonomi yang berlandaskan pada prinsip-prinsip kebersamaan dan gotong-royong. Koperasi berperan dalam memberdayakan masyarakat di berbagai sektor, seperti pertanian, perdagangan, dan industri kecil. Namun, perkembangan koperasi di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kurangnya partisipasi anggota, lemahnya manajemen, dan rendahnya pemahaman tentang prinsip- prinsip koperasi. Meskipun demikian, koperasi tetap menjadi salah satu fondasi penting dalam upaya membangun ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.
Peran koperasi dalam pembangunan tidak dapat diabaikan. Koperasi berkontribusi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama di kalangan masyarakat berpenghasilan rendah. Melalui prinsip-prinsip gotong-royong, koperasi membantu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan, serta menyediakan platform untuk pendidikan dan pelatihan. Selain itu, koperasi juga mendorong pembangunan sosial dan ekonomi yang inklusif, di mana setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi. Koperasi tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga pada pembangunan yang berkelanjutan, di mana kesejahteraan sosial dan lingkungan menjadi prioritas utama.
3 1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Apa itu Hakikat Pendirian Koperasi dan Dasar Hukum Koperasi?
1.2.2 Bagaimana Sejarah Koperasi di Beberapa Negara?
1.2.3 Bagaimana Kondisi Koperasi di Indonesia dan Peran Koperasi dalam Pembangunan?
1.3 Tujuan
1.3.1 Untuk Mengetahui Hakikat Pendirian Koperasi dan Dasar Hukum Koperasi 1.3.2 Untuk Sejarah Koperasi di Beberapa Negara
1.3.3 Untuk Mengetahui Kondisi Koperasi di Indonesia dan Peran Koperasi dalam Pembangunan
4 BAB II PEMBAHASAN
2.1 Hakikat Pendirian Koperasi dan Dasar Hukum Koperasi
Hakikat pendirian koperasi berakar dari prinsip-prinsip kerja sama, keadilan, dan kemandirian ekonomi di antara para anggotanya. Koperasi didirikan atas dasar kesepakatan individu-individu yang bergabung secara sukarela untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi ekonomi, sosial, dan budaya mereka. Dalam hal ini, koperasi memiliki tujuan untuk memajukan kesejahteraan bersama dengan cara yang berkelanjutan.
2.1.1 Hakikat Pendirian Koperasi :
Koperasi berasal dari kata cooperation atau cooperative yang berarti kerja sama. Dalam pengertian yang lebih luas, Casselman dalam Firdaus, mengatakan bahwa Federation in system with social Feconomic contrast (koperasi adalah suatu sistem ekonomi yang mengandung unsur sosial)". Dari pengertian tersebut, koperasi mengandung dua unsur yaitu unsur ekonomi dan unsur sosial. Koperasi merupakan suatu sistem yang merupakan bagian yang saling berkaitan yang secara bersama-sama berfungsi mencapai tujuan. Tujuan yang dimaksud adalah tujuan ekonomi dimana artinya koperasi harus bekerja berdasarkan motif ekonomi atau mencari keuntungan. Sedangkan bagian-bagian yang saling berkaitan tersebut merupakan unsur-unsur ekonomi, seperti digunakannya sistem pembukuan yang baku, diadakannya pemerikasaan secara periodik dan adanya cadangan. Sedangkan unsur sosial yang terdapat dalam definisi tersebut adalah untuk menjelaskan kedudukan anggota dalam organisasi, hubungan antar sesama anggota-lan hubungan antar anggota dengan pengurus.
Sedangkan pengertian koperasi menurut Undang- Undang Republik Indonesia No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian adalah "Badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar asas kekeluargaan."
A. Hakikat koperasi menurut beberapa ahli sebagai berikut :
1. Dr. Muhammad Hatta mendefinisikan, koperasi adalah usaha bersama untuk memperbaiki nasib penghidupan ekonomi berdasarkan tolong menolong Mereka didorong oleh keinginan memberi jasa pada kawan "seorang buat semua dan semua
5
buat seorang” inilah yang dinamakan Auto Aktivitas Golongan, terdiri dari Solidaritas, Individualitas, Monolong diri sendiri, dan Jujur.
2. Menurut Chaniago, koperasi dilihat sebagai suatu perkumpulan yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum, yang memberikan kebebasan kepada anggota untuk masuk dan keluar, dengan bekerja sama secara kekeluargaan menjalankan usaha untuk mempertinggi kesejahteraan jasmaniah para anggotanya.
3. Menurut Munker, koperasi dianggap sebagai organisasi tolong-menolong yang menjalankan "urusniaga" secara kumpulan, yang berasaskan konsep tolong- menolong. Aktivitas dalam urusniafa semata-mata berujuan ekonomi, bukan sosial seperti yang dikandung gotong-royong.
4. Dr. Fay, memberikan definisi, "Koperasi adalah suatu perserikatan dngan tujuan berusaha bersama yang terdiri atas mereka yang lemah dan diusahakan selalu dengan semangat tidak memikirkan diri sendiri sedemikian rupa, sehingga masing masing sanggup menjalankan kewajibannya sebagai anggota dan mendapat imbalan sebanding dengan kesempatan mereka terhadap organisasi”.
5. Margaret Digby, mengatakan bahwa koperasi adalah kerjasama dan siap untuk menolong serta adalah suatu usaha swasta tetapi ada perbedaan dengan badan usaha swasta laing dalam hal cara untuk mencapai tujuannya dan penggunaan alatnya.
6. Menurut Rahardja, dilihat dari segi bahasa, secara umum koperasi berasal dari kata- kata Latin yaitu Cum yang berarti dengan, dan Aperari yang berarti bekerja. Dari dua kata ini, dalam bahasa Inggris dikenal RIA istilah Co dan Operation, yang dalam bahasa Belanda disebut dengan istilah Cooperatieve Vereneging yang berarti bekerja bersama dengan orang lain untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Kata Cooperation kemudian diangkat menjadi istilah ekonomi sebagai Kooperasi yang dibakukan menjadi suatu bahasa ekonomi yang dikenal dengan istilah KOPERASI yang berarti organisasi ekonomi dengan keanggotaan yang sifatnya sukarela. Oleh karena itu koperasi dapat didefinisikan seperti berikut Koperasi adalah suatu perkumpulan atau organisasi ekonomi yang beranggotakan orang-orang atau badan- badan, yang memberikan kebebasan masuk dan keluar sebagai anggota menurut peraturan yang ada, dengan bekerja sama secara kekeluargaan menjalankan suatu usaha, dengan tujuan memperunggi kesejahteraan jasmaniah para anggotanya.
6 B. Ciri-ciri Koperasi itu antara lain:
1. Kekeluargaan, kerjasama, serta gotong royong atas kesadaran kebutuhan bersama.
2. Bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan jasmaniah para anggotanya.
3. Tidak adanya paksaan, ancaman maupun campur tangan pihak lain didalam keanggotaan koperasi.
C. Fungsi Koperasi
Fungsi Koperasi dan Peran Koperasi tercantum dalam UU No.25 Tahun 1992, sebagai berikut:
1. Koperasi berperan untuk membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.
2. Bertujuan untuk mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.
3. Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai sokogurunya.
4. Mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama yang didasarkan asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.
D. Tujuan Koperasi
Tujuan Koperasi tercantum dalam UU No.25 Tahun 1992 mengenai Perkoperasian, Tujuan Koperasi yaitu untuk memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional untuk mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berdasarkan pada Pacasila dan UUD 1945.
Prinsip dasar yang melandasi hakikat pendirian koperasi :
Hakikat koperasi adalah memperkuat posisi ekonomi anggotanya, memperjuangkan kesejahteraan bersama, dan menghindari dominasi dari kelompok atau individu tertentu. Adapun beberapa prinsip dasar yang melandasi hakikat pendirian koperasi:
1. Keanggotaan Sukarela dan Terbuka: Keanggotaan koperasi terbuka bagi siapa saja yang mampu menggunakan jasa-jasa koperasi dan bersedia menerima tanggung jawab sebagai anggota tanpa diskriminasi.
7
2. Pengelolaan Secara Demokratis: Koperasi dikelola oleh anggota-anggotanya dengan prinsip demokrasi, di mana setiap anggota memiliki hak suara yang sama dalam pengambilan keputusan.
3. Partisipasi Ekonomi Anggota: Para anggota berpartisipasi aktif dalam kegiatan ekonomi koperasi dengan memberikan kontribusi modal dan menerima keuntungan sesuai dengan kontribusi tersebut.
4. Kemandirian: Koperasi adalah organisasi yang otonom, mandiri, dan dikendalikan oleh anggotanya. Keputusan yang diambil bersifat independen dan tidak bergantung pada pihak eksternal.
5. Pendidikan, Pelatihan, dan Informasi: Koperasi berperan dalam memberikan pendidikan dan pelatihan kepada anggotanya agar mereka dapat berpartisipasi secara efektif dalam kegiatan koperasi.
6. Kerjasama antar Koperasi: operasi bekerja sama dengan koperasi lainnya untuk memperkuat gerakan koperasi dan melayani anggotanya dengan lebih baik.
2.1.2 Dasar Hukum Koperasi
Dasar hukum Koperasi Indonesia adalah UU Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian. UU ini disahkan di Jakarta pada tanggal 21 Oktober 1992, ditandatangani oleh Presiden RI Soeharto, dan diumumkan pada Lembaran Negara R1 Tahun 1992 Nomor 116.
UU No. 9 Tahun 1995 tentang Pelaksanaan Usaha Simpan Pinjam oleh Koperasi 1. Kegiatan usaha simpan pinjam kegiatan yang dilakukan untuk menghimpun dana
dan menyalurkan melalui usaha simpan pinjam dari dan untuk anggota koperasi ybs, calon anggota koperasi ybs, koperasi lain dan atau anggotanya, (pasa 1, ayat1) 2. Calon anggota koperasi sebagaimanadimaksud dalam waktu palig lama 3 bulan
setelah simpanan pokok harus menjadi (pasal 18 ayat 2)
A. Dasar Hukum Koperasi Indonesia:
UU Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian. UU ini disahkan di Jakarta pada tanggal 21 Oktober 1992, ditandatangani oleh Presiden RI Soeharto, dan diumumkan pada Lembaran Negara RI Tahun 1992 Nomor 116. Dengan terbitnya UU 25 Tahun 1992 maka dinyatakan tidak berlaku UU Nomor 12 Tahun 1967 tentang Pokok-pokok Perkoperasian Lembaran Negara RI Tahun 1967 Nomor 23, dan Tambahan Lembaran Negara R1 Tahun 1967 Nomor 2832.
8 B. Landasan Koperasi :
1. Landasan Idiil/iddiolodi/dasar adalah: Pancasila
2. Landasan Struktural UUD 45 pasal 33 ayat 1 yang berbunyi" Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan"
3. Landasan Operasional adalah: GBHN tentang arah pembangunan koperasi 4. Landasan Mental adalah setia kawan dan kesadaran pribadi
Koperasi Indonesia berdasarkan UU No. 25 tahun 1992, koperasi suatu badan usaha yang dipandang oleh undang-undang sebagai suatu perusahaan. Dimana dibentuk oleh anggota- anggotanya untuk melakukan kegiatan usaha dan menunjang kepentingan ekonomi anggotanya.
Prinsip koperasi dalam UU No. 25 tahun 1992 mengenai Perkoperasian, sebagai berikut:
1. Pengelolaan koperasi dijalankan secara demokrasi
2. Pembagian sisa hasil usaha dilaksanakan secara adil sesuai dengan jasa yang di jual anggotanya
3. Koperasi harus bersifat mandiri
4. Balas jasa yang diberikan bersifat terbatas terhadap modal.
Berdasarkan UU No. 12 tahun 1967, koperasi merupakan organisasi kerakyatan bersifat sosial, anggotanya orang-orang yang termasuk dalam tatanan ekonomi bersifat usaha bersama dan berazazkan pada kekeluargaan, maka dari itu koperasi di Indonesia di lindungi oleh badan hukum yang telah ditetapkan. Dalam undang-undang ini yang dimaksudkan dengan:
1. Koperasi adalah suatu organisasi bisnis yang di operasikan secara bersama berdasarkan prinsip-prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berazazkan kepada kekeluargaan. Bertujuan untuk mencapai kepentingan ekonomi bersama dan meningkatkan kesejahteraan bersama anggotanya maupun orang banyak yang membutuhkan.
2. Perkoperasian adalah suatu hal yang sangat berkaitan dengan kehidupan koperasi.
3. Koperasi Primer ialah suatu koperasi yang didirikan oleh sekurangnya 20 orang dimana setiap anggotanya berjumlah perseorangan.
9
4. Koperasi Sekunder adalah gabungan suatu badan koperasi yang memiliki jangkauan kerjanya sangat merata dan luas.
5. Gerakan Koperasi adalah keseluruhan organisasi koperasi dan kegiatan perkoperasian yang bersifat terpadu dan terarah untuk menuju tercapainya suatu cita- cita bersama.
Dasar hukum koperasi di Indonesia diatur dalam beberapa undang-undang, yang paling utama adalah:
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian: Undang- undang ini menjadi landasan utama dalam penyelenggaraan dan pengembangan koperasi di Indonesia. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja: Undang-undang ini melakukan beberapa perubahan terhadap Undang- Undang Nomor 25 Tahun 1992, terutama terkait dengan kemudahan berusaha bagi koperasi.
Memahami dasar hukum koperasi sangat penting bagi:
1. Anggota koperasi: Untuk mengetahui hak dan kewajiban sebagai anggota, serta mekanisme pengambilan keputusan dalam koperasi.
2. Pengurus koperasi: Untuk menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
3. Pengawas koperasi: Untuk melakukan pengawasan terhadap pengelolaan koperasi agar berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip koperasi.
4. Pihak yang berkepentingan lainnya: Seperti pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat umum, untuk mengetahui kedudukan hukum koperasi dalam sistem perekonomian nasional.
2.2 Sejarah Koperasi di Beberapa Negara
Keberadaan koperasi di luar negeri merupakan titik awal adanya usaha kerja sama sekelompok orang untuk mencapai kesejahteraan bersama. Sehingga tidak mustahil apabila perjuangannya untuk mencapai tujuan itu melalui proses yang cukup lama. Karena perjuangan yang dilakukan didasari rasa kebersamaan, rasa kesetiakawanan, kegigihan dan kesabaran dari para anggota, maka kemajuan demi kemajuan dapat diraih dan sampai sekarang koperasi merupakan badana usaha yang terkenal didunia, diantaranya adalah koperasi Rochdale di Inggris dan koperasi Raiffeisen, serta Sculze di Jerman. Walaupun
10
koperasi-koperasi tersebut berkembang di negara yang berbeda, tetapi mempunyai tujuan maupun prinsip dasar yang sama, yaitu ingin memperbaiki perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Perkembangan gerakan koperasi ini diawali dari Negara Inggris.
2.2.1 Gerakan koperasi di inggris
Inggris terkenal sebagai tanah kelahiran perkumpulan koperasi, yaitu pada tanggal 12 Desember 1884. Pada mulanya 28 orang pekerja pabrik tekstil dengan kemampuan yang terbatas membentuk perkumpulan dan mendirikan sebuah toko kecil.
Didirikannya toko/kedai ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dari para anggota. Dilakukan dengan penuh ketekunan, kejujuran, dan rajin serta rasa kesetiakawanan dari para anggota, maka sudah sewajarnya jika koperasi Rochdale mengalami kemajuan yang pesat. Usaha-usaha yang dijalankan dari toko kecil menjadi usaha mendirikan perumahan, mendirikan pabrik serta mengadakan pengetahuan para angggota dan pengurusnya. Perkembangan dan kemajuan koperasi Rochdale mengakibatkan tumbuhnya perkumpulan koperasi yang tidak sedikit jumlahnya, sehingga pada tahun 1852 di Inggris terdapat 100 perkumpulan koperasi.
Keberhasilan koperasi Rochdale terletak pada dasar-dasar atau asas-asas koperasi yang ditanamkannya kepada anggotaanggotanya. Harga diri dan kesadaran berkoperasi yang tinggi koperasi Rochdale berhasil mengatasi segala rintangan dan hambatan. Dasar- dasar atau asas-asas koperasi yang berhasil disusun oleh koperasi Rochdale dikenal dengan nama "Rochdale Principles". Perkumpulan itu kemudian diakui sebagai koperasi konsumsi yang pertama di dunia.
Adapun asas-asas atau dasar-dasar koperasi Rochdale yang terpenting adalah:
1. Masuk dan berhenti menjuadi anggota koperasi atas dasar sukarela.
2. Satu anggota satu hak suara
3. Koperasi netral terhadap agama dan politik 4. Pembelian dan penjualan secara tunai
5. Pembagian keuntungan koperasi menurut jasa anggota-anggota 6. Harga penjualan disamakan dengan harga pasar setempat
7. Kualitas atau mutu, ukuran dan timbangan barang-barang koperasi harus dijamin 8. Penyelenggaraan usaha pendidikan bagi anggota-anggota koperasi
11 2.2.2 Gerakan Koperasi di Jerman
Koperasi konsumsi atau koperasi pemakaian lahir di Inggris, sedangkan koperasi simpan pinjam atau koperasi kredit lahir di Jerman pada tahun 1882 atas prakarsa seorang walikota F.W. Raeffeisen. Pada permulaan abad 19, perekonomian di Jerman masih bersifat agraris. Ketika itu tanah sebagian besar dimiliki oleh tuan tanah sehingga nasib petani dapat diperlakukan semena-mena. Setelah adanya Undang-undang agrarian tahun 1807, maka diantara petani sudah bebas untuk pergi ke kota menjadi buruh. Setelah dikota nasibnya tidak berubah, tenaganya diperas demi keuntungan kaum kapitalis. Keadaan waktu itu, baik petani maupun buruh banyak termakan riba, karena ekonominya sangat menyedihkan sehingga muncul para budiman yang mencoba membebaskan kaum tani dan buruh tani. Diantaranya adalah Frederich Wilhelm Raiffeisen (1818-1888) dan Herman Schulze Delitzsh.
F. Wilhelm Raiffeisen
Seorang walikota di Flammersfield, kemudian di Heldershof. F.W. Raiffeisen adalah penganjur koperasi simpan pinjam di kalangan petani. Didirikannya perkumpulan dimana 60 orang warga kota yang hanya bersedia mengumpulkan uang membeli tanah dan menjualnya kepada petani secara kredit pada tahun 1848. usahanya diperluas dengan memberi pinjaman uang. Baru pada tahun 1864 usaha atas anjurannya itu bersifat koperasi. Cara kerja koperasi kredit modal Raiffeisen adalah :
1. Modal dikumpulkan dari tabungan petani sendiri.
2. Bekerja dikalangan Petani (sempit).
3. Pengurus dipegang Petani sendiri dan tidak menerima gaji.
4. Usahanya lebih banyak bersifat ideal.
5. Penggunaan pinjaman uang diawasi.
6. Hasil bunga dijamin modal.
Herman Schulze
Herman adalah ketua Komisi Perdagangan dalam parlemen, dimana usahanya juga menitik berat pada lapangan kredit guna memperbaiki kehidupan masyarakat, khususnya kaum buruh dan pedagang kecil. Modal koperasi kreditnya agak berbeda dengan F.W Raiffeisen, yaitu dengan cara:
1. Modal didapat dari siapapun
12 2. Daerah kerja dikota (luas)
3. Pinjaman jangka pendek dan diberikan kepada pedagang kecil 4. Pengurus menerima gaji
5. Keuntungan dibagi anggota.
2.2.3 Gerakan Koperasi di Denmark
Seperti di Jerman pada awal abad ke 18, keadaan perekonomian di Denmark bersifat agraris, dimana sebagian petani dalam keadaan miskin. Hal itu pula yang menyebabkan para budiman tergerak hatinya untuk merobah keadaan. Pada tahun 1769 berdiri perkumpulan pertanian kerajaan Denmark, untuk mempelopori kebangkitan jiwa kaum tani. Selanjutnya pada tahun 1900, disusul dengan adanya perkumpulan petani kecil (small holders) yang wilayahnya sesuai dengan daerah pemerintahan, dengan nama "Parisher" dan "Counties". Kegiatan utamanya adalah 'pendidikan yang bertalian dengan pertanian dan peternakan.
Sebelumnya pada tahun 1800 berhasil didirikan Bank Tabungan untuk pertanian (Sparekasse) oleh seorang dermawan bukan petani dan usaha ini berkembang pesat. Adanya Undang-undang kewajibvan belajar (1814) telah mendorong perhatian dan rasa cinta generasi muda pada pertanian berhasil dipelihara. Hal itu terjadi karena di desa-desa kekurangan guru, sehingga diambil dari kalangan petani sendiri dan corak pelajarannya berkisar pada sektor pertanian.
Di Denmark hampir semua kegiatan ekonomi dilaksanakan dengan cara bekerja sama serta diselenggarakan oleh perkumpulan-perkumpulan koperasi. Demikian juga hampir semua hasil pertanian dan hasil industri Denmark diselenggarakan oleh perkumpulan- perkumpulan koperasi. Sungguh pun industri menghasilkan dan memberikan pendapatan nasional yang terbesar bagi Denmark, namun pertanian memegang peranan yang amat penting didalam pembangunan industri Denmark.
Gerakan koperasi di Denmark telah berhasil mencapai tingkat kemajuan yang mengagumkan. Karena hebatnya gerakan koperasi di Denmark ini, sehingga Bapak koperasi Indonesia, yakni Drs. Mohammad Hatta, memberi nama atau julukan kepada Denmark "Republik Koperatif". Nama resmi negeri Denmark adalah "Kongeriget Denmark" artinya kerajaan Denmark, maka kedua nama julukan atau gelar ini yakni,
"Republik Koperatif" dan "The Mecca of the Cooperative World", memang tepat dan sesuai.
13 2.2.4 Gerakan Koperasi di Swedia
Pertumbuhan dan perkembangan koperasi di Swedia yang paling menonjol adalah koperasi konsumsi. Gerakan koperasi di Swedia berkembang maju dengan mantap.
Terutama pada tahun 1899 koperasi-koperasi konsumsi bergabung ke dalam sebuah koperasi induk yang terkenal dengan nama "Kooperative Forbundet". Pada waktu itu banyak barang- barang kebutuhan sehari-hari seperti mentega, terigu, minyak nabati, dan lain-lainnya dimonopoli oleh perusahaan sejenis yang disebut kartel-kartel produsen.
Kartel produsen ini adalah organisasi-organisasi perusahaan besar yang menghasilkan dan menjual barnag- barang sejenis. Para konsumen atau pemakai banyak yang mengalami kesulitan oleh kartel- kartel produsen yang memonopoli dan mempermainkan seenaknya sendiri barang-barang yang dibutuhkan pamakai atau konsumen yang tidak begitu mampu.
Pada tahun 1911, kooperative Forbundet telah menumbangkan dan melumpuhkan peranan monopoli kartel produsen mentega. Tahun 1924, kooperative Forbundet telah melumpuhkan serta menyingkirkan peranan monopoli kartel terigu. Tahun 1932 menghancurkan dan menyingkirkan peranan monopoli kartel minyak nabati dan selanjutnya menumbangkan serta menyingkirkan peranan monopoli kartel lainnya yaitu kartel produsen sepatu, dan bola lampu. Gerakan koperasi di Swedia makin lama semakin maju serta berkembang.
2.2.5 Gerakan Koperasi di Amerika Serikat
Amerika Serikat terkenal sebagai gembong atau biang negara-negara kapitalis yang besar dan kuat, namun di negeri ini dapat juga berkembang usaha-usaha koperasi.
Macam-macam koperasi yang berkembang di Amerika Serikat, yaitu:
1. Koperasi penjualan yaitu koperasi yang mendistribusikan segala macam hasil penjualan.
2. Koperasi pembelian, ada dua jenis koperasi pembelian, yaitu:
a. Berusaha memperoleh atau memberi benih, pupuk, dan sebagainya untuk menmabah dan meningkatkan produksi pertanian
b. Bertindak mengusahakan barang-barang kebutuhan sehari-hari
3. Koperasi jasa atau koperasi pelayanan ialah koperasi yang menyelenggarakan berbagai macam usaha termasuk auransi, pelayanan kelistrikan, pelayanan kesehatan, pelayanan perumahan, pelayanan telepon terutama di desa-desa dan sebagainya.
14
Di Amerika Serikat, koperasi dikenal dengan nama Credit Union. Pada perkembangan selanjutnya beberapa ribu Federal Credit Union ini membentuk federasi Association (CUNA) dengan maksud memperjuangkan kepentingan Union seluruhnya terutama kedudukannya dalam hukum. Perkembangan credit union di Amerika Serika tberkembang pesat berkat bantuan positif dari pemerintah dalam politik koperasi. Hal itu tercermin dalam Federal Credit Union Act yang mempunyai maksud:
1. Memberikan kedudukan tersendiri kepada koperasi dalam pergaulan hukum 2. Melindungi kepentingan masyarakat
3. Memlihara azas-azas koperasi
4. Memberi keistimewaan kepada koperasi
2.2.6 Gerakan Koperasi di Amerika Selatan, Afrika, Australia dan Selandia Baru
Meskipun di Negara-negara Amerika Selatan atau Amerika latin rakyat sangat membutuhkan peningkatan taraf hidup serta perbaikan kemakmuran bersama, namun secara relatif perkembangan koperasi di Negara-negara ini tidak begitu menonjol.
Disebabkan beberapa faktor yaitu kekolotan, banyak rakyat masih buta huruf dan kurangnya modal. Di Afrika gerakan koperasi belum begitu banyak dikenal. Kalaupun ada, keadaannya sangat sederhana dan menyesuaikan diri dengan tugas-tugas yang sederhana pula. Di Australia dan Selandia Baru perkumpulan-perkumpulan koperasi mirip keadaannya dengan keadaan perkumpulan koperasi di eropa dan mencapai hasil yang menggembirakan di dalam meringankan kesukaran-kesukaran dalam merintis daerah- daerah baru.
2.2.7 Gerakan Koperasi di Uni Soviet
Uni Soviet sebagai negara sosialis/ komunis keadaan koperasinya berbeda.
Perbedaan yang mendasar antara negera yang lain adalah sistem pemerintah dan masyarakatnya. Pada umumnya ada tiga sikap gerakan koperasi mengenai asas atau dasar yang disebut political neutrality ini, yakni:
1. Ada yang acuh tak acuh terhadap politik 2. Ada yang netral terhadap politik
3. Ada yang tuirut aktif dalam gerakan politik
Gerakan koperasi Uni Soviet turut aktif dalam gerakan politik di negeri tersebut.
Koperasi tidak dapat dan tidak boleh bersikap netral di dalam gerakan politik. Koperasi
15
tidak boleh bersikap pasif dan acuh tak acuh terhadap persoalan-persoalan politik.
Meskipun secara organisatoris koperasi tidak menggabungkan diri di dalam gerakan- gerakan atau partai komunis, secara ideologis koperasi harus menggabungkan diri serta berintegrasi dengan gerakan-gerakan komunis. Jadi koperasi bersatu dan berpadu dengan tujuan dan sasaran sosialisme/komunisme. Karena itu di Uni Soviet koperasi dibantu sepenuhnya oleh Negara dan didukung oleh partai komunis.
2.2.8 Gerakan Koperasi di Jepang
Koperasi pertama kali didirikan di Jepang pada tahun 1990 bersamaan waktunya dengan Undang-undang koperasi industri kerajinan. Koperasi pertanian dan kredit di Jepang maju pesat, karena petani-petaninya dan masyarakat sudah lama mengenal dasar- dasar koperasi seperti mujin, hotokusya dan lain-lain. Setelah zaman Tokugawa yaitu setelah tahun 1868, dikenal zaman moderen dimana Jepang mengenal peradaban barat.
Shinagawa dan Hiragata adalah dua orang yang giat memasukkan koperasi kredit model Raiffeisen. Berkat keduanya Undang-undang koperasi tahun 1899 diterbitkan. Peranan pemerintah Jepang sangat besar dalam perkembangan koperasi, yaitu dengan:
1. Dibebaskan koperasi dari beberapa pajak
2. Pinjaman koperasi tidak memakai tanggungan, sedang pinjaman dari pemerintah bahkan tanpa bunga.
3. Pemerintah membeli barang hasil produksi koperasi.
4. Koperasi sering menerima subsisdi pemerintah.
2.3 Koperasi di Indonesia dan Peran Koperasi dalam Pembangunan
Koperasi adalah suatu organisasi ekonomi yang beranggotakan individu atau badan hukum yang bersatu untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dan sosial bersama. Koperasi beroperasi berdasarkan prinsip-prinsip koperasi dan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, koperasi adalah badan usaha yang berdasarkan asas kekeluargaan dan berfungsi sebagai alat untuk meningkatkan perekonomian rakyat. Konsep koperasi muncul sebagai solusi untuk memberdayakan masyarakat, terutama di daerah pedesaan dan komunitas yang kurang berkembang, guna mencapai kesejahteraan yang lebih baik.
Dengan berkolaborasi, anggota koperasi dapat mengakses sumber daya, modal, dan informasi yang mungkin sulit didapat secara individu.
16
Prinsip-prinsip dasar koperasi yang menjadi landasan operasional dan pengelolaannya mencakup keanggotaan sukarela dan terbuka, pengendalian oleh anggota secara demokratis, partisipasi ekonomi anggota, otonomi dan kemandirian, pendidikan serta pelatihan, kerjasama antar koperasi, dan kepedulian terhadap komunitas. Prinsip- prinsip ini tidak hanya mendefinisikan karakter koperasi, tetapi juga menegaskan bahwa koperasi bertujuan untuk memberikan manfaat bagi seluruh anggotanya, serta masyarakat luas.
2.3.1 Koperasi di Indonesia
Berdasarkan pengertian dan prinsip-prinsip dasar tersebut, koperasi di Indonesia dapat dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan aktivitas utamanya.
Pertama, koperasi konsumen yang beranggotakan individu yang memiliki tujuan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari dengan harga yang lebih terjangkau.
Koperasi ini biasanya menjual barang-barang kebutuhan pokok, seperti bahan makanan dan produk sehari-hari lainnya. Contoh yang umum dari koperasi konsumen di Indonesia adalah Koperasi Karyawan dan Koperasi Pangan.
Selain itu, terdapat koperasi produsen yang didirikan oleh para pengusaha kecil atau petani untuk meningkatkan produksi dan pemasaran produk mereka. Koperasi ini berfungsi untuk membantu anggotanya dalam memperoleh bahan baku, alat produksi, serta memasarkan hasil produksi secara bersama-sama. Salah satu contohnya adalah koperasi petani yang mengelola hasil pertanian secara kolektif.
Koperasi simpan pinjam juga menjadi jenis yang penting dalam ekosistem koperasi di Indonesia. Koperasi ini memberikan layanan keuangan kepada anggotanya berupa simpanan dan pinjaman. Dengan menyediakan akses terhadap pinjaman dengan bunga yang lebih rendah dibandingkan lembaga keuangan lainnya, koperasi simpan pinjam membantu anggotanya dalam membiayai usaha atau kebutuhan pribadi. Contoh koperasi simpan pinjam yang terkenal adalah Koperasi Karyawan dan Koperasi Unit Desa.
Selain itu, ada koperasi jasa yang menyediakan layanan bagi anggotanya dalam berbagai bidang, seperti transportasi, kesehatan, atau pendidikan. Koperasi ini membantu anggotanya mendapatkan layanan yang lebih baik dan terjangkau. Misalnya, Koperasi Kesehatan yang menyediakan layanan kesehatan bagi anggotanya dengan biaya yang lebih rendah. Terakhir, terdapat koperasi multi usaha yang menggabungkan berbagai jenis usaha dalam satu organisasi. Koperasi ini bisa menyediakan layanan
17
simpan pinjam, menjual barang kebutuhan, dan memberikan jasa, semuanya dalam satu wadah. Contoh koperasi multi usaha ini adalah koperasi yang menyediakan berbagai layanan dan produk di desa-desa.
Menelusuri sejarah koperasi di Indonesia, kita dapat melihat perjalanannya yang panjang, dimulai sejak masa penjajahan. Pada tahun 1927, Dr. Sutomo mempromosikan koperasi sebagai sarana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tahun tersebut juga menandai berdirinya Koperasi “Rukun Tani,” yang merupakan koperasi pertanian pertama di Indonesia. Momen ini menjadi tonggak awal gerakan koperasi yang lebih terorganisir di tanah air. Setelah proklamasi kemerdekaan pada tahun 1945, koperasi mulai diakui sebagai bagian penting dari perekonomian nasional. Dalam UUD 1945, Pasal 33 menyatakan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan. Hal ini menegaskan posisi koperasi sebagai salah satu pilar dalam pembangunan ekonomi Indonesia.
Seiring waktu, pada tahun 1947, kongres koperasi pertama diadakan, yang menjadi tonggak penting bagi perkembangan koperasi di Indonesia. Koperasi mulai diorganisir dengan lebih baik, dan berbagai kebijakan mulai dikeluarkan untuk mendukung pengembangan koperasi di seluruh wilayah. Setelah kemerdekaan, pemerintah terus mengembangkan koperasi melalui berbagai program dan kebijakan.
Tahun 1967, diterbitkan Undang-Undang tentang Koperasi yang memberikan landasan hukum yang kuat bagi pengembangan.
2.3.2 Peran Koperasi dalam Pembangunan di Indonesia
Koperasi memainkan peran signifikan dalam pembangunan, terutama dalam konteks ekonomi kerakyatan dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Beberapa peran kunci koperasi adalah:
1. Pemberdayaan UMKM: Koperasi menyediakan akses modal dan pembiayaan yang lebih mudah bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hal ini membantu UMKM bertahan dan berkembang dalam persaingan pasar yang lebih luas.
2. Penciptaan Lapangan Kerja: Dengan membantu UMKM dan sektor pertanian, koperasi berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja, terutama di pedesaan.
Koperasi memungkinkan kelompok masyarakat untuk memulai usaha bersama dan memberikan kontribusi terhadap penurunan tingkat pengangguran.
3. Pemberdayaan Ekonomi Pedesaan: Koperasi mendukung masyarakat pedesaan dalam mengelola potensi sumber daya alam, seperti pertanian dan perkebunan. Ini
18
membantu memperkuat ekonomi pedesaan, mencegah urbanisasi berlebihan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan.
4. Pembangunan Inklusif dan Pengentasan Kemiskinan: Koperasi menjadi instrumen penting dalam pengentasan kemiskinan karena prinsip-prinsipnya yang mengedepankan gotong royong dan demokrasi ekonomi. Melalui pembagian keuntungan yang adil dan akses yang merata, koperasi membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat miskin.
5. Mendorong Ekonomi Berkelanjutan: Koperasi kerap mendorong usaha-usaha berkelanjutan yang ramah lingkungan, seperti di sektor pertanian organik dan energi terbarukan. Hal ini mendukung agenda pembangunan berkelanjutan yang diusung oleh pemerintah.
19 BAB III
PENUTUP 3.1 Kesimpulan
Koperasi berasal dari kata cooperation atau cooperative yang berarti kerja sama.
Dalam pengertian yang lebih luas, Casselman dalam Firdaus, mengatakan bahwa Federation in system with social Feconomic contrast (koperasi adalah suatu sistem ekonomi yang mengandung unsur sosial)". Dari pengertian tersebut, koperasi mengandung dua unsur yaitu unsur ekonomi dan unsur sosial. Koperasi merupakan suatu sistem yang merupakan bagian yang saling berkaitan yang secara bersama-sama berfungsi mencapai tujuan. Tujuan yang dimaksud adalah tujuan ekonomi dimana artinya koperasi harus bekerja berdasarkan motif ekonomi atau mencari keuntungan
Keberadaan koperasi di luar negeri merupakan titik awal adanya usaha kerja sama sekelompok orang untuk mencapai kesejahteraan bersama. Sehingga tidak mustahil apabila perjuangannya untuk mencapai tujuan itu melalui proses yang cukup lama. Karena perjuangan yang dilakukan didasari rasa kebersamaan, rasa kesetiakawanan, kegigihan dan kesabaran dari para anggota, maka kemajuan demi kemajuan dapat diraih dan sampai sekarang koperasi merupakan badana usaha yang terkenal didunia, diantaranya adalah koperasi Rochdale di Inggris dan koperasi Raiffeisen, serta Sculze di Jerman. Walaupun koperasi-koperasi tersebut berkembang di negara yang berbeda, tetapi mempunyai tujuan maupun prinsip dasar yang sama, yaitu ingin memperbaiki perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Perkembangan gerakan koperasi ini diawali dari Negara Inggris.
Koperasi adalah suatu organisasi ekonomi yang beranggotakan individu atau badan hukum yang bersatu untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dan sosial bersama. Koperasi beroperasi berdasarkan prinsip-prinsip koperasi dan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, koperasi adalah badan usaha yang berdasarkan asas kekeluargaan dan berfungsi sebagai alat untuk meningkatkan perekonomian rakyat. Konsep koperasi muncul sebagai solusi untuk memberdayakan masyarakat, terutama di daerah pedesaan dan komunitas yang kurang berkembang, guna mencapai kesejahteraan yang lebih baik. Dengan berkolaborasi, anggota koperasi dapat mengakses sumber daya, modal, dan informasi yang mungkin sulit didapat secara individu.
20 3.2 Saran
Untuk meningkatkan pemahaman anggota tentang hakikat pendirian koperasi, perlu adanya program pendidikan dan penyuluhan yang menjelaskan prinsip-prinsip koperasi dan tujuan keberadaannya. Ini akan membantu anggota memahami pentingnya kerja sama dalam mencapai kesejahteraan bersama.
Penegakan dan sosialisasi dasar hukum koperasi, seperti Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992, perlu diperkuat agar anggota koperasi mengetahui hak dan kewajiban mereka. Hal ini juga dapat melindungi koperasi dari praktik penyalahgunaan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap koperasi.
21
DAFTAR PUSTAKA
Firmansyah, A., & Haris, A. (2023). Koperasi dalam Mendorong Ekonomi Inklusif di Indonesia: Studi Kasus Koperasi Pertanian di Jawa Barat. Jurnal Ekonomi dan Keuangan Daerah, 15(1), 34-50. https://doi.org/10.35473/jekd.v15i1.3356
Gutomo, A. (2019). Sejarah Perkembangan Koperasi di Dunia dan di Indonesia. Diakses dari https://pipnews.co.id/lipsus/sejarah-perkembangan-koperasi-di-dunia-dan-di-
indonesia (Diakses 9 Oktober 2024).
Hatta, M. (1987). Ekonomi Koperasi. Jakarta: Penerbit Balai Pustaka.
Hukumonline. (2022). Dasar Hukum Koperasi. Diakses dari https://www.hukumonline.com/berita/a/dasar-hukum-koperasi-lt62c23472c2c4c/
MMC Kalteng. (2023). Tingkatkan Mutu Pelayanan Publik, Sekda Nuryakin Minta Penyelenggara Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi dan Kabupaten Kota Perkuat Sinergi. Diakses dari https://mmc.kalteng.go.id/berita/read/41179/tingkatkan-mutu- pelayanan-publik-sekda-nuryakin-minta-penyelenggara-pelayanan-terpadu-satu-pintu- provinsi-dan-kabupaten-kota-perkuat-sinergi
Pemerintah Indonesia. (1994). Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 1994 tentang Pembubaran Koperasi oleh Pemerintah. Lembar Lepas Sekretariat Negara Tahun 1994.
Sekretariat Negara. Jakarta.
Purwono, R. (2015). Koperasi: Teori dan Praktik. Yogyakarta: Penerbit Universitas Gadjah Mada.
Republik Indonesia. (2018). Peraturan Menteri Koperasi dan UKM Nomor 9 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan dan Pembinaan Perkoperasian. Sekretariat Negara. Jakarta.
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian. (n.d.). Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah. Diakses dari https://www.depkop.go.id/
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian. Diakses dari https://repository.uir.ac.id/3247/5/bab2.pdf
22
Wulandari, T. R., & Trinugroho, I. (2021). Peran Koperasi dalam Pemberdayaan UMKM di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia, 36(1), 42-57.
https://doi.org/10.22146/jieb.60648