• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH TEORI KOPERASI DAN SEJARAH KOPER

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MAKALAH TEORI KOPERASI DAN SEJARAH KOPER"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH TEORI KOPERASI DAN SEJARAH KOPERASI TAKSI INDONESIA (KTI)

MAKALAH INI DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH PERKOPERASIAN

DOSEN: IBU NOVITA DELIMA PUTRI, M.Pd

DISUSUN OLEH:

MUHAMMAD NAJIHUL HIBATULLAH 201014500668

KELAS: X-t

(2)

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI BAB I

1.1 PENDAHULUAN 1.2 RUMUSAN MASALAH 1.3 TUJUAN MAKALAH

BAB II

2.1 PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN KOPERASI

B. SEJARAH PERKEMBANGAN KOPERASI DI INDONESIA C. LANDASAN, ASAS, DAN TUJUAN KOPERASI

D. PRINSIP-PRINSIP KOPERASI

E. MANFAAT DAN PENGGOLONGAN KOPERASI

E. SEJARAH BERDIRINYA KOPERASI TAKSI INDONESIA (KTI) F. KEUNGGULAN PRODUK KOPERASI TAKSI INDONESIA (KTI)

BAB III

3.1 PENUTUP A. KESIMPULAN B. SARAN

(3)

BAB I 1.1 PENDAHULUAN

Ada kesan yang berkembang bahwa nilai-nilai dasar koperasi seperti kekeluargaan, gotong-royong, demokrasi, dan kebersamaan yang melekat pada diri koperasi

nampaknya kurang dapat mengadopsi dengan cepat setiap perubahan lingkungan strategis. Demikian pula halnya prinsip-prinsip koperasi itu sendiri dinilai kurang dapat memotivasi investor untuk mengembangkan bisnisnya dengan wahana koperasi. Misalnya, prinsip demokrasi yang dianut koperasi yaitu satu orang satu suara (one man one vote) nampaknya kurang diminati para pemilik modal yang secara umum

menginginkan jumlah suara dalam setiap pengambilan keputusan ditentukan oleh jumlah modal yang diinvestasikannya. Padahal, untuk memasuki pasar global dimana persaingan semakin keras baik yang menyangkut persaingan kualitas produk, sumber daya manusia, persaingan penguasaan pasar, distribusi, dan persaingan pelayanan terhadap para pelanggan sangat membutuhkan modal yang besar.

Bertitik tolak dari kondisi perkoperasian yang muncul dipermukaan, maka tidak mengherankan apabila ada beberapa pihak yang agak pesimis terhadap eksistensi koperasi sebagai pelaku ekonomi dan bertanya, “Apakah koperasi masih layak

dikembangkan sebagai wadah ekonomi rakyat yang mampu menghadapi dan bersaing di pasar yang semakin mengglobal?”

(4)

1.2 RUMUSAN MASALAH

Adapun rumusan masalah yang ada dalam pembuatan makalah ini: A. Apa yang dimaksud dengan Koperasi?

B. Bagaimana sejarah perkembangan koperasi di Indonesia? C. Apa saja landasan, asas, dan tujuan dari koperasi?

D. Apa saja prinsip-prinsip yang terkandung dalam koperasi? E. Bagaimana penggolongan dan manfaat Koperasi?

F. Bagaimana sejarah berdirinya Koperasi Taksi Indonesia (KTI)?

G. Apa saja keunggulan produk di dalam Koperasi Taksi Indonesia (KTI)?

1.3 TUJUAN MAKALAH

Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini:

A. Untuk menyelesaikan tugas dari mata kuliah Ekonomi Koperasi.

(5)

BAB II

2.1 PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN KOPERASI

Seringkali orang mendefinisikan koperasi dengan menggunakan prinsip-prinsip koperasi atau serangkaian prinsip koperasi, terutama prinsip-prinsip koperasi yang diterapkan oleh pelopor dari Rochdale, Raiffeisen, Schulze D, dan juga oleh konsepsi-konsepsi lain.

Kata "Koperasi" berasal dari bahasa Inggris "Coorperation" yang terdiri dari 2 kata, yaitu "Co" yang sama artinya Bersama dan "Operation" yang artinya bekerja. Jadi secara harfiah koperasi berarti bekerja sama. Koperasi dapat didefinisikan sebagai asosiasi orang-orang yang bergabung dan melakukan kegiatan ekonomi koperasi (usaha koperasi) atas dasar prinsip-prinsip koperasi, nilai jatidiri koperasi sehingga mendapat manfaat yang lebih besar dengan biaya yang lebih rendah melalui usaha bersama yang dimodali, dikelola dan diawasi secara demokratis oleh anggotanya. Secara koperasi dipahami sebagai perkumpulan orang yang secara sukarela mempersatukan diri untuk memperjuangkan peningkatan kesejahteraan ekonomi mereka, melalui pembentukan sebuah perusahaan yang dikelola secara demokratis. Terdapat dua unsur yang paling berkaitan satu sama lain dalam koperasi setidak-tidaknya. Unsur pertama adalah unsur ekonomi, sedangkan unsur kedua adalah unsur sosial. Sebagai suatu bentuk perusahaan, koperasi berusaha memperjuangkan

pemenuhan kebutuhan ekonomi para anggotanya secara efisien. Sedangkan sebagai perkumpulan orang, koperasi memiliki watak sosial.

Keuntungan bukanlah tujuan utama koperasi. Sebagaimana dikemukakan oleh Bung Hatta (1954), yang lebih diutamakan dalam koperasi adalah peningkatan

(6)

saat pembentukannya, koperasi harus dibentuk berdasarkan kesukarelaan dan

kemauan bersama dari para pendirinya dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas azas kekeluargaan.

B. SEJARAH PERKEMBANGAN KOPERASI DI INDONESIA

Menurut Sukoco dalam bukunya “Seratus tahun Koperasi di Indonesia”, badan hukum koperasi pertama di Indonesia adalah sebuah Koperasi di Leuwiliang, yang didirikan pada tanggal 16 Desember 1895.

Patih Wiriatmadja telah mendirikan “De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden” alias “Bank Priyayi” pada tahun 1985. Kemudian pada tahun 1896 , atas prakarsa De Wolf Van Westerrode berdirilah “De Poerwokertosche Hulp, Spaar En Landbouwcredit Bank” beserta “lumbung-lumbung desanya”.

Pada tahun 1920, diadakan Cooperative Commissie yang diketuai oleh Dr.JH.Boeke sebagai Adviseur voor Volks-credietwezen. Komisi ini diberi tugas untuk menyelidiki, apakah koperasi bermanfaat di Indonesia. Hasilnya diserahkan kepada Pemerintah pada bulan September 1921, dengan kesimpulan bahwa koperasi dibutuhkan untuk memperbaiki perekonomian rakyat.

Pada tahun 1967, Pemerintah mengeluarkan Undang-Undang No.12 tahun 1967 tentang Pokok-Pokok Perkoperasian yang mulai berlaku tanggal 18 Desember 1967. Pada tahun 1992, UU No.12 Tahun 1967 tersebut disempurnakan dan diganti menjadi UU.25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.

(7)

C. LANDASAN, ASAS, DAN TUJUAN KOPERASI

1) Landasan koperasi

Landasan koperasi Indonesia adalah pedoman dalam menentukan arah, tujuan, peran, serta kedudukan koperasi terhadap pelaku-pelaku ekonomi lainnya.

Sebagaimana dinyatakan dalam Undang Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Pokok-pokok Perkoperasian, koperasi di Indonesia mempunyai landasan sebagai berikut:

a) Landasan Idiil

Sesuai dengan Bab II UU No. 25 tahun 1992, landasan idiil koperasi Indonesia adalah Pancasila. Penempatan Pancasila sebagai landasan koperasi

Indonesia ini didasarkan atas pertimbangan bahwa Pancasila adalah pandangan hidup dan ideologi bangsa Indonesia. Pancasila merupakan jiwa dan semangat bangsa Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta merupakan nilai-nilai luhur yang ingin diwujudkan oleh bangsa Indonesia dalam kehidupan sehariharinya.

b) Landasan Strukturil

Sesuai dengan Bab II UU No. 25/1992 menempatkan UUD 1945 sebagai

landasan strukturil koperasi Indonesia. Sebagaimana yang termuat dalam ayat 1 pasal 33 UUD 1945 dengan tegas menggariskan bahwa perekonomian yang hendak disusun di Indonesia adalah suatu perekonomian "usaha bersama berdasarkan asas

kekeluargaan." Maksud dari "usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan" dalam ayat 1 pasal 33 UUD 1945 itu adalah koperasi. Artinya, semangat usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan itu pada mulanya adalah semangat koperasi.

2) Asas koperasi

(8)

perusahaan lainnya tidak dibangun sebagai usaha bersama berdasar atas asas

kekeluargaan, semangat kekeluargaan ini merupakan pembeda utama antara koperasi dengan bentuk-bentuk perusahaan lainnya.

3) Tujuan koperasi

Dalam UU No. 25/1992 tentang Perkoperasian pasal 3 disebutkan bahwa, “koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan

masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional, dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berlandaskan Pancasila dan UUD 1945”. Berdasarkan bunyi pasal 3 UU No. 25/1992 itu, dapat disaksikan bahwa tujuan koperasi Indonesia dalam garis besarnya meliputi tiga hal sebagai berikut:

a) Untuk memajukan kesejahteraan anggotanya; b) Untuk memajukan kesejahteraan masyarakat; dan

c) Turut Serta membangun tatanan perekonomian nasional.

Dari ketiga tujuan tersebut, mudah dimengerti bila koperasi mendapat kedudukan yang sangat terhormat dalam perekonomian Indonesia. la tidak hanya merupakan satu-satunya bentuk perusahaan yang secara konstitusional dinyatakan sesuai dengan susunan perekonomian yang hendak dibangun di negeri ini, tapi juga dinyatakan sebagai sokoguru perekonomian nasional.

D. PRINSIP-PRINSIP KOPERASI

Prinsip-prinsip koperasi (cooperative principles) adalah ketentuan-ketentuan pokok yang berlaku dalam koperasi dan dijadikan sebagai pedoman kerja koperasi. Pada dasarnya, prinsip-prinsip koperasi sekaligus merupakan jati diri atau ciri khas koperasi tersebut.

Terdapat beberapa pendapat mengenai prinsip-prinsip koperasi. Berikut ini disajikan 7 prinsip koperasi yang paling sering dikutip.

(9)

· Prinsip Raiffeisen

· Prinsip Herman Schulze

· Prinsip ICA (International Cooperative Allience)

· Prinsip Koperasi Indonesia versi UU No.12 tahun 1967, dan · Prinsip Koperasi Indonesia versi UU No.25 tahun 1962

E. Manfaat dan Penggolongan Koperasi

1) Manfaat Koperasi

Manfaat Koperasi dijelaskan dalam tata perekonomian Indonesia, Pasal 4 tentang Perkoperasian, yakni:

 Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan

kesejahteraan ekonomi dan sosialnya

 Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat

 Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko gurunya

 Berusaha mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi

Pendiri koperasi pada mulanya di maksudkan untuk menolong para petani dari permainan harga yang dilakukan oleh tengkulak. Hal ini terjadi pada awal Revolusi Industri Eropa, dimana harga barang-barang hasil pertanian di permainkan oleh para tengkulak, di samping itu juga kaum buruh yang diabaikan oleh kaum kapitalis.

Ketergantungan ini terutama disebabkan oleh keadaaan ekonomi petani dan kaum buruh yang masih bersifat sub sistem (tidak menentu). Untuk mengatasikeadaan ini petani meminjam kepada tengkulak dengan menjamin hasil pertaniannya, sedangkan kaum buruh mendapat tekanan kuat dari kaum kapitalis, dalam melaksanakan

(10)

Ada beberapa pandang mengenai manfaat koperasi yang dikemukakan oleh Casselman pada tahun 1989 ada 3 aliran mengenai manfaat koperasi:

 Aliran Yardstick

Menurut pandangan aliran ini hanya berfungsi sebagai tolak ukur dalam arti sebagai penetralisir keburukan yang timbul oleh sistem perekonomian kapitalis.

Sasaran gerakan koperasi hanya terbatasi pada segi menghilangkan praktek-praktek persaingan yang tidak sehat pada sistem perekonomian kapitalis.

 Aliran Sosialis

Menurut pandangan, aliran ini fungsi dan peranan koperasi berbeda dengan pandangan aliran Yardstick .Aliran ini memandang sistem perekonomian kapitalis sebagai asal mula penindasan terhadap rakyat banyak.

Maka kehadiran koperasi di dalam masyarakat kapitalis harus difungsikan sebagai kekuatan untuk mengganti sistem perekonomian kapitalis tersebut.

 Aliran Persemakmuran

Aliran ini dapat dikategorikan aliran tengah. Di satu pihak sebagaimana aliran yardstick, aliran ini memandang sistem perekonomian kapitalis sebagai suatu sistem

perekonomian yang harus di hancurkan, tetapi sebagaimana aliran sosialis, sepakat harus sistem perekonomian kapitalis pernah dikoreksi, namun tidak di seradikal aliran sosial.

Menurut aliran ini fungsi dan peran koperasi didalam masyarakat kapitalis tidak sekedar sebagai tolak ukur alat penawar, tetapi sebagai alternatif dari bentuk kerusakan

kapitalis. Sebagai bentuk perusahaan alternatif, maka peranan koperasi harus terus ditingkatkan dan dikembangkan sebagai suatu gerakan masyarakat dalam rangka mewujudkan masyarakat koperasi.

Apabila di lihat dari bidang ekonomi manfaat koperasi adalah:

1. Menumbuhkan motif berusaha yang lebih berkeprimanusiaan

(11)

4. Menawarkan barang-barang dan jasa dengan harga yang lebih murah 5. Meningkatkan penghasilan anggota

6. Menyederhanakan dan mengefisienkan tata niaga

7. Menumbuhkan sikap jujur dan keterbukaan dalam pengelolaan perusahaan 8. Menjaga keseimbangan antara permintaan dan penawaran, antara kebutuhan

dan pemenuhan kebutuhan

9. Melatih masyarakat untuk menggunakan pendapatannya secara aktif Akan tetapi di bidang sosialnya manfaat berkoperasi adalah:

1. Mendidik para anggotanya untuk memiliki semangat bekerjasama, baik dalam menyelesaikan mereka, maupun dalam membangun tatanan sosial masyarakat yang lebih baik

2. Mendidik para anggotanya untuk memiliki semangat berkorban, sesuai dengan kemampuannya masing-masing, demi terwujudnya tatanan sosial dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan beradab

3. Mendorong terwujudnya suatu tatanan sosial yang bersifat demokratis, menjamin dan melindungi hak dan kewajiban setiap orang

4. Mendorong terwujudnya suatu kehidupan masyarakat yang tentram dan damai Jadi, manfaat berkoperasi itu sendiri adalah untuk:

1. Memperoleh harga pelayanan misalnya dalam berbelanja kepada usaha koperasi kita memperoleh harga pelayanan yang lebih murah oleh koperasi. 2. Dukungan pada usaha yang dijalankan misalkan didalam koperasi mendirikan

sebuah usaha maka kita sebagai anggota harus mendukung usaha tersebut dengan selalu berbelanja kepada usaha koperasi.

2) Penggolongan Koperasi

Penggolongan koperasi ialah pengelompokan koperasi kedalam kelompok-kelompok tertentu berdasarkan kriteria dan karakteristik yang tertentu pula.

(12)

masing-masing kelompok besar dapat digolong-golongkan kedalam kelompok-kelompok yang kecil lebih khusus.

Koperasi berdasarkan bidang usaha, dapat digolongkan sebagai berikut:

1. Koperasi konsumsi adalah koperasi yang berusaha dalam bidang penyedian barang-barang konsumsi yang dibutuhkan oleh para anggotanya.

2. Koperasi produksi adalah yang kegiatan utamanya memproses bahan baku menjadi bahan jadi/setengah jadi.

3. Koperasi pemasaran adalah koperasi yang dibentuk terutama untuk membantu para anggotanya dalam memasarkan barang-barang yang dihasilkannya.

4. Koperasi kredit/simpan pinjam adalah koperasi yang bergerak dalam

penumpukan simpanan dari para anggotanya untuk dipinjamkan kembali kepada anggotanya yang membutuhkan bantuan modal untuk usahanya.

Koperasi berdasarkan jenis komoditi, dapat digolongkan sebagai berikut:

1. Koperasi ekstraktif adalah koperasi yang melakukan usaha dengan menggali atau memanfaatkan sumber-sumber alam secara langsung tanpa atau dengan sedikit mengubah bentuk dan sifat seumber alam itu.

2. Koperasi pertanian dan peternakan koperasi-koperasi pertanian adalah koperasi yang melakukan usaha berhubungan dengan komoditi pertanian tertentu.

Kegiatan koperasi pertanian biasanya meliputi:

1. Pengusaha bibit, semprotan dan peralatan pertanian lainnya. 2. Mengolah hasil pertanian.

3. Memasarkan hasil-hasil olahan komoditi pertanian. 4. Menyediakan modal bagi para petani.

5. Mengembangkan keterampilan koperasi.

6. Koperasi peternakan adalah koperasi yang usahanya berhubungan dengan peternakan tertentu.

7. Koperasi industri dan kerajinan adalah koperasi yang melakukan usaha di bidang industry dan kerajinan tertentu.

(13)

Koperasi berdasarkan profesi anggotanya, dapat digolongkan sebagai berikut:

1. Koperasi karyawan

2. Koperasi Pegawai Negeri Sipil

3. Koperasi Angkatan Darat, Laut, Udara, dan Polri 4. Koperasi mahasiswa

5. Koperasi pedagang pasar 6. Koperasi veteran RI 7. Koperasi nelayan

8. Koperasi kerajinan dan sebagainya

Koperasi berdasarkan daerah kerjanya, dapat digolongkan sebagai berikut:

1. Koperasi primer adalah koperasi yang beranggotakan orang yang biasanya didirikan dalam lingkup wilayah terkecil tertentu.

2. Koperasi pusat adalah koperasi yang beranggotakan koperasi-koperasi primer biasanya didirikan sebagai pemusatan dari berbagai koperasi primer dalam lingkup wilayah tertentu.

3. Koperasi gabungan koperasi gabungan hampir sama dengan koperasi pusat, koperasi gabungan tidak beranggotakan orang-orang, melainkan beranggotakan koperasi-koperasi pusat yang berasal dari wilayah tertentu.

4. Koperasi induk ialah koperasi yang beranggotakan berbagai koperasi pusat atau koperasi-koperasi gabungan yang berkedudukan di ibukota negara.

F. SEJARAH BERDIRINYA KOPERASI TAKSI INDONESIA (KTI)

Pada tahun 1971 Gubernur DKI Jakarta (waktu itu Ali Sadikin) menetapkan

(14)

memadai. Di sisi lain masyarakat pada masa itu kurang tertarik menggunakan taksi meter dan lebih cenderung mencari taksi “liar/gelap”. Karena terkesan memakai kendaraan dan sopir pribadi. kelompok pemilik taksi “liar/gelap” di stasiun Gambir dan Bandar Udara Kemayoran menyambut gembira ketentuan pengusahaan taksi resmi ibukota, walaupun bagi mereka terdapat kesulitan mengadakan kendaraan baru minimal 100 buah, karena umumnya memiliki kendaraan tua. Dalam kondisi yang demikian itu, sekelompok pengusaha kecil berupaya mencari jalan keluar guna kelanggengan masa depan usaha. Sehingga melalui perembukan, disepakati membentuk wadah usaha koperasi.

Ide pembentukan koperasi disambut para pengusaha taksi “liar/gelap” lainnya,

sehingga dalam tempo singkat terkumpul lebih dari 200 orang peminat untuk menajdi anggota. Tiga bulan kemudian di tanggal yang sama dengan tanggal pendirian 16 Mei 1972, Badan Hukum Koperasi Taksi Indonesia mendapat pengesahan dari Pemerintah cq. Direktorat Koperasi DKI Jakarta, dengan Badan Hukum No. 964/B.H/I/Tanggal 16 Mei 1972 (sempat diperingati sebagai hari jadi Koperasi Taksi Indonesia).

Berita terbentuknya Koperasi Taksi Indonesia (KTI) tersebar luas di kalangan

pengusaha “Taksi liar” dan mendorong keinginan mereka untuk berusaha dalam wadah yang resmi (legal), sehingga mereka mendaftarkan diri menjadi anggota, hingga pada awal tahun 1973 keanggotaan mencapai 400 orang.

Patut diketahui, semasa pembentukan KTI iklim perkoperasian khususnya di sektor angkutan masih belum memasyarakat bahkan terkesan aneh. Mengingat image

masyarakat dikala itu, bahwa koperasi hanyalah merupakan kegiatan usaha tradisional hingga tidak heran adanya perasaan apriori terhadap lahirnya Koperasi Taksi Indonesia di ibukota, yang berwawasan metropolitan.

G. KEUNGGULAN PRODUK KOPERASI TAKSI INDONESIA (KTI)

a) PELUANG INVESTASI DI KOPERASI TAKSI INDONESIA (KTI)

Kebutuhan jasa angkutan umum khususnya Angkutan Taksi di wilayah Jakarta dan sekitarnya atau Jabodetabek masih sangat terbuka lebar kedepan, dalam hal ini

(15)

kebutuhan jasa angkutan Taksi sangat relevan dan sekaligus membuka kesempatan usaha bagi calon pengusaha yang berminat untuk bergabung dengan Koperasi Taksi Indonesia (KTI) maka dari itu kami selaku management mengundang para investor yang berminat ingin berinvestasi di bidang jasa angkutan Taksi.

b) KEUNTUNGAN APABILA BERGABUNG DENGAN KOPERASI

Koperasi sangat mendapat perhatian dari Pemerintah mengingat keberadaan Koperasi sangat dibutuhkan oleh para pemodal dengan investasi skala usaha kecil menengah (UKM) banyak para pihak penyandang dana sangat berantusias ingin memberikan kredit bantuan kepada koperasi karena resikonya lebih kecil meningat peminjam umumnya perorangan dan dijamin oleh lembaga sehingga bagi penyandang dana resikonya lebih kecil.

c) KEUNTUNGAN APABILA MENJADI ANGGOTA KOPERASI

1. Anda tidak perlu pusing harus mengeluarkan biaya investasi mendirikan badan usaha pengurusan ijin-ijin, mengeluarkan gaji karyawan , bayar listrik dan sebagainya.

2. Dengan terdaftar sebagai anggota anda sudah memiliki kesempatan untuk mendapat pengajuan pinjaman kredit modal usaha kepada pihak penyandang yang sudah menjadi rekanan dengan Koperasi Taksi Indonesia

3. Modal usaha bagi anggota yang diperlukan adalah uang muka (UM) dan pengurusan ijin operasional, donasi dll

4. Semua Pengurusan ijin-ijin yang diperlukan oleh anggota akan diurus oleh Koperasi 5. Pengelolaan Taksi diserahkan kepada masing-masing anggota pemilik armada

(16)

BAB III

3.1 PENUTUP

A. KESIMPULAN

Koperasi dapat didefinisikan sebagai asosiasi orang-orang yang bergabung dan melakukan kegiatan ekonomi koperasi (usaha koperasi) atas dasar prinsip-prinsip koperasi, nilai jatidiri koperasi sehingga mendapat manfaat yang lebih besar dengan biaya yang lebih rendah melalui usaha bersama yang dimodali, dikelola dan diawasi secara demokratis oleh anggotanya.

B. SARAN

Pada pembahasan ini para pembaca dapat mengetahui dan memahami mengenai koperasi dari point-point yang telah disampaikan di dalam makalah ini. Para pembaca dapat mengetahui definisi, sejarah, prinsip-prinsip, landasan, asas, dan tujuan koperasi dan mengetahui sejarah dan produk dari koperasi taksi Indonesia (KTI).

C. DAFTAR PUSTAKA

Arifin Sitio, Halomoan Tamba, KOPERASI teori dan praktik, Jakarta, 2001

Referensi

Dokumen terkait

1992“ Koperasi Indonesia adalah ekonomi rakyat yang berwatak sosial, beranggotakan orang-orang atau hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha

Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-seorang atau badan hukum koperasi, dengan melandaskan kegiataannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai

Mengkaji Koperasi Koperasi Sebagai Sebagai Badan Badan Usaha Usaha dari dari Aspek Aspek

Peraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia Nomor: 35.. berdasarkan jatidiri koperasi dan pola syariah secara profesional sesuai

Mata kuliah ini pada intinya mengkaji topik-topik tentang organisasi Koperasi, Koperasi sebagai badan usaha, organisasi Koperasi dalam sistem pasar, organisasi

Program kelembagaan koperasi bertujuan agar koperasi dapat menjalan aktivitasnya dengan menerapkan prinsip-prinsip dan nilai dasar koperasi yang membedakannya dengan badan

a) Orang-orang yang mendirikan dan yang nantinya menjadi anggota Koperasi harus mempunyai kegiatan dan atau kepentingan ekonomi yang sama. Hal itu mengandung arti

Di samping nilai yang menjadi dasar usaha koperasi dan nilai yang diyakini anggota koperasi, beberapa prinsip koperasi dapat dijadikan mahasiswa berlatih berwirausaha