• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Brigitta Prasetya Ningrum

Academic year: 2024

Membagikan "HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 4

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini akan disajikan mengenai gambaran umum lokasi penelitian, hasil penelitian dan pembahasan sebagai tindak lanjut pelaksanaan penelitian yang berjudul “Hubungan Dukungan Keluarga Dan Dukungan Pimpinan Dengan Motivasi Perawat Untuk Melanjutkan Pendidikan Jenjang S1 Keperawatan Di RSUD Bangil Pasuruan” yang telah dilaksanakan mulai tanggal Mei – 10 Juni 2021 Di RSUD Bangil Pasuruan dengan memberikan kuesioner sebanyak 28 pertanyaan dan penentuan responden mengunakan non probability dengan Simple Random Sampling. Penelitian ini menggunakan 291 populasi perawat dan 168 responden sebagai sample penelitian.

4.1 Hasil Penelitian

4.1.1 Gambaran Lokasi Umum

RSUD Bangil Pasuruan terletak di jl. Raya Raci – Bangil, Balongbendo, Masangan, Kec. Bangil, Pasuruan, Jawa Timur 67153 didirikan pada tahun 1981 dan merupakan rumah sakit pemerintahan yang di mana sudah terakreditasi B.

Sarana medik yang dimiliki yaitu salah satunya unit pelayanan gawat darurat 24 jam. Tenaga kesehatan di Instalasi Gawat Darurat RSUD Bangil Pasuruan memiliki 291 perawat,53 dokter spesialis, 23 dokter umum, 4 dokter spesialis gigi dan 3 dokter gigi. Tenaga medis khusus untuk menangani pasien

46

(2)

emergency secara cepat dan tepat. IGD RSUD Bangil Pasuruan mempunyai kapasitas tempat tidur berjumlah 550 buah terdiri dari 13 ruangan. Fasilitas di RSUD Bangil Pasuruan yaitu Apotek, LAB, Radiologi, Ruang Operasi PONEK dan ruang isolasi khusus pasien Covid-19.

4.1.2 Data Umum

Data umum berisi karakteristik responden meliputi umur, dan jenis kelamin (n=168).

1. Karakteristik Responden Berdasarkan Umur, dan Jenis Kelamin.

Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden di RSUD Bangil Pasuruan Bulan Juni 2021

No Umur Frekuansi (n) Persentase (%)

1 17-23 Tahun 16 9,5

2 24-30 Tahun 38 22,6

3 31-37 Tahun 87 51,8

4 >38 Tahun 27 16,1

Jenis Kelamin

1 Laki – laki 64 38,1

2 Perempuan 104 61,9

Total 168 100

Sumber : Data Primer, Juni 2021

Tabel 4.1 diatas didapatkan karakteristik responden berdasarkan umur hampir setengahnya responden berumur 31-37 tahun sebanyak 87 responden (51,8%). Didapatkan hasil karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin perempuan sebanyak 104 responden (61,9%).

(3)

4.1.3 Data Khusus

1. Dukungan Keluarga, dukungan pimpinan dan Motivasi Untuk Melanjutkan Pendidikan Ke Jenjang S1 Keperawatan

Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Dukungan Keluarga, Dukungan Pimpinan dan Motivasi di RSUD Bangil Pasuruan Bulan Juni 2021

No Dukungan Keluarga Frekuensi (n) Persentase (%)

1 Mendukung 36 21,4

2 Tidak Mendukung 132 78,6

Dukungan Pimpinan

1 Mendukung 168 100

Motivasi

1 Tinggi 104 61,9

2 Cukup 13 7,7

3 Rendah 51 30,4

Total 168 100

Sumber : Data Primer, Juni 2021

Tabel 4.2 diatas didapatkan karakteristik responden berdasarkan dukungan keluarga lebih dari setengahnya responden tidak mendukung sebanyak 132 responden (78,6%). Didapatkan hasil dari dukungan pimpinan sepenuhnya mendukung sebanyak 168 responden (100%). Didapatkan karakteristik responden berdasarkan motivasi lebih dari setengahnya memiliki motivasi tinggi sebanyak 104 responden (61,9%).

(4)

2. Tabulasi silang Hubungan Dukungan Keluarga dan Motivasi Untuk Melanjutkan Pendidikan Ke Jenjang S1 Keperawatan

Tabel 4.3 Tabulasi Silang Hubungan Dukungan Keluarga dan Motivasi di RSUD Bangil Pasuruan Bulan Juni 2021

Motivasi

No Dukungan Keluarga Tinggi Cukup Rendah Total f(n) p(%) f(n) P(%) f(n) p(%)

1 Mendukung 25 69,4 1 2,7 10 27,7 36

2 Tidak Mendukung 79 59,8 12 9,1 41 31 132

Total 104 13 51 168

Sumber : Data Primer, Juni 2021

Tabel 4.3 diatas menunjukkan bahwa dari 132 responden yang tidak mendukung sebagian besar sebanyak 79 responden (59,8%) memiliki motivasi tinggi. Sedangkan dari 36 responden yang mendukung sebanyak 10 responden (27,7%) memiliki motivasi rendah.

3. Tabulasi silang Hubungan Dukungan Pimpinan dan Motivasi Untuk Melanjutkan Pendidikan Ke Jenjang S1 Keperawatan

Tabel 4.4 Tabulasi Silang Hubungan Dukungan Pimpinan dan Motivasi di RSUD Bangil Pasuruan Bulan Juni 2021

Motivasi No

Dukungan Pimpinan

Tinggi

Cukup Rendah Total f(n) p(%) f(n) P(%) f(n) p(%)

1 Mendukung 104 61,9 13 7,7 51 30,3 168

(5)

Total 104 13 51 168 Sumber : Data Primer, Juni 2021

Tabel 4.4 diatas menunjukkan bahwa dari 168 responden yang mendukung sebanyak 104 responden (61,9%) memiliki motivasi tinggi.

Berdasarkan hasil uji Regresi Linear menunjukkan nilai t = 0,752 dengan nilai signifikansi 0,453 ≥ 0,05 yang artinya tidak ada hubungan dukungan keluarga dengan motivasi perawat untuk melanjutkan pendidikan jenjang S1 Keperawatan Di RSUD Bangil Pasuruan . Hasil uji spss terlampir.

4. Kuesioner Hubungan Dukungan Pimpinan dan Motivasi Untuk Melanjutkan Pendidikan Ke Jenjang S1 Keperawatan

Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden di RSUD Bangil Pasuruan Bulan Juni 2021

No Lampiran Kuesioner IYA TIDAK

Dukungan Keluarga F p f p

1 Keinginan Orang tua 58 34,5 110 65,5

2 Keinginan sendiri 77 45,8 91 54,2

3 Didukung orang tua 99 58,9 69 41,1

4 Keluarga sepenuhnya mendukung

tidak 40 23,8 128 76,2

5 Dapat hadiah orang tua

dari 38 22,8 130 77,4

No Kuesioner Dukungan IYA TIDAK

Pimpinan F P F P

1 Keinginan dalam peningkatan SDM staf keperawatan

168 100 0 0

2 Memberikan system penjejangan karir

134 79,8 34 20,2

3 Dukungan pimpinan dari segi pembiayaan

33 19,6 135 80,4

4 pimpinan memberikan dukungan moral

168 100 0 0

(6)

terhadap staf

5 Pihak instasi

memberikan system birokrasi dan perizinan terhadap staf

151 89,9 17 10,1

6 Pimpinan memberikan kesempatan kepada

staf dalam

pengembangan SDM untuk meningkatkan kualitas

168 100 0 0

7 memberi dukungan pada setiap staf yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 Keperawatan

168 100 0 0

8 Pimpinan

menganjurkan untuk menunda melanjutkan pendidikan

34 20,2 134 79,8

9 Pimpinan tidak memberi dukungan kepada staf untuk melanjutkan pendidikan

17 10,1 151 89,9

10 Pimpinan sangat mendukung staf untuk melanjutkan

pendidikan

168 100 0 0

No Kuesioner Motivasi IYA TIDAK

F P F P

1 Tertarik melanjutkan pendidikan

122 72,6 46 27,4

2 berusaha mengikuti pelajaran

untuk semua

160 95,2 8 4,8

3 memprioritaskan belajar daripada kegiatan lain

117 696 51 304

4 tertarik melanjutkan pendidikan karena menyadari

148 88,1 20 11,9

5 melanjutkan pendidikan menambah pengetahuan

untuk

126 75.0 42 25,0

(7)

6 ada keinginan untuk mencapai sesuatu yang lebih baik melalui peningkatan

pendidikan

117 69,6 51 30,4

7 ada keinginan untuk melanjutkan

pendidikan S1 Keperawatan, dengan

harapan anda

mengalami kemajuan dalam bekerja

133 79,2 35 20,8

8 ada keinginan untuk melanjutkan

pendidikan S1 Keperawatan, dengan harapan kemampuan kerjasama antar staf keperawatan

meningkat

125 74,4 43 25,6

9 ada keinginan untuk melanjutkan

pendidikan S1 Keperawatan, dengan harapan hubungan / sikap teman sekerja akan lebih baik

131 78,0 37 22,0

10 ada keinginan untuk melanjutkan

pendidikan S1 Keperawatan, dengan harapan penempatan kerja sesuai dengan pendidikan

132 76,8 36 21,4

11 ada keinginan untuk melanjutkan

pendidikan S1 Keperawatan, dengan harapan pengakuan dari atasan atas prestasi kerja menjadi lebih baik

141 63,9 27 16,1

12 ada keinginan untuk melanjutkan

pendidikan S1 Keperawatan, dengan

93 55,4 75 44,6

(8)

harapan memperoleh kebebasan

menggunakan metode sendiri dalam kerja 13 Dukungan yang

bersifat moril dari pimpinan memacu saya untuk lebih giat belajar

143 85,1 25 14,9

Jumlah 168 100 168 100

Tabel 4.5 menunjukkan yang paling dominan pada kuesioner dukungan keluarga yaitu indikator informasional point 4 tentang keluarga tidak sepenuhnya mendukung. Pada kuesioner dukungan pimpinan yang paling dominan yaitu point 1,4,6,7,10 tentang Keinginan dalam peningkatan SDM staf keperawatan, pimpinan memberikan dukungan moral terhadap staf, Pimpinan memberikan kesempatan kepada staf dalam pengembangan SDM untuk meningkatkan kualitas, memberi dukungan pada setiap staf yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 Keperawatan, dan Pimpinan sangat mendukung staf untuk melanjutkan pendidikan.

Pada kuesioner motivasi menunjukkan yang paling dominan pada indikator belajar dengan sungguh-sungguh point nomor 2 tentang berusaha untuk mengikuti semua pelajaran.

(9)

4.2 Pembahasan

4.2.1 Distribusi Frekuensi dan Korelasi Spearman Rho untuk mencari hubungan antara dukungan keluarga dan motivasi untuk melanjutkan Pendidikan ke jenjang S1 Keperawatan di RSUD Bangil Pasuruan

Berdasarkan tabel 4.2 di atas, didapatkan karakteristik responden berdasarkan dukungan keluarga lebih dari setengahnya responden tidak mendukung sebanyak 132 responden (78,6%). Hasil penelitian yang dilakukan di RSUD Bangil Pasuruan didapatkan kurangnya dukungan keluarga untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 Keperawatan. Dukungan orang tua atau keluarga diberikan agar mahasiswa dapat terpenuhi kebutuhannya dalam pendidikan. Kebutuhan siswa salah satunya adalah kebutuhan mencintai dan dicintai (Maslow).

Selain itu, berdasarkan hasil pengujian dengan korelasi Spearman Rho, diperoleh hasil bahwa nilai Correlation Coefficient adalah untuk dukungan keluarga terhadap motivasi adalah 0.111 atau hanya berpengaruh sebesar 11,1%

terhadap motivasi dengan Sig. (2-tailed) yaitu 0.118 dimana nilai ini di atas 0.05 atau bisa disimpulkan bahwa dukungan keluarga tidak berpengaruh terhadap motivasi melanjutkan Pendidikan.

Penelitian ini juga didukung oleh penelitian Wafaq, (2009) yang menyatakan dari 71 responden terdapat sebagian besar responden memiliki dukungan orang tua yang rendah untuk melanjutkan profesi ners yaitu 50 responden (70,4%) dan sebagian kecil adalah responden yang memiliki dukungan orang tua yang tinggi yaitu 21 responden (29,6%).

Dukungan orang tua akan berguna sebagai koping terhadap stres yang berhubungan dengan melanjutkan akademik yang akan dihadapi oleh mahasiswa.

Dukungan orang tua akan dapat berfungsi sebagai faktor protektif bagi anak.

Adanya dukungan orang tua dapat menimbulkan rasa aman dalam melakukan partisipasi aktif, eksplorasi, dan eksperimentasi dalam kehidupan yang pada akhirnya akan meningkatkan rasa percaya diri, keterampilan dan strategi koping.

(10)

Berdasarkan studi literatur dan hasil penelitian, bahwa dukungan orang tua termasuk kedalam kebutuhan dasar menurut Maslow yaitu kebutuhan mencintai dan dicintai. Apabila kebutuhan tersebut terpenuhi maka motivasi mahasiswa dalam pendidikan semakin tinggi. Menurut Indriyani (2019), dukungan orang tua atau keluarga merupakan sikap kepada individu yang membuatnya merasa diterima, dicintai, diperhatiakan dan merasa menjadi bagian dalam keluarga.

Menurut teori yang dikemukakan oleh Melani (2019), cukup atau kurangnya perhatian keluarga dan bimbingan dari keluarga akan mempengaruhi pencapaian anak dalam belajar.

Kurangnya dukungan keluarga dapat disebabkan oleh faktor lain yang mempengaruhinya seperti faktor sosial ekonomi. Keadaan sosial ekonomi seseorang sangat mempengaruhi untuk mengambil keputusan dalam hal pendidikan.

4.2.2 Distribusi Frekuensi Dukungan Pimpinan Untuk Melanjutkan Pendidikan Ke Jenjang S1 Keperawatan Di RSUD Bangil Pasuruan Data penelitian pada tabel 4.2 didapatkan hasil dari dukungan pimpinan sepenuhnya mendukung sebanyak 168 responden (100%). Hal ini dapat disimpulkan bahwa karyawan RSUD Bangil Pasuruan mendapatkan dukungan sepenuhnya oleh pimpinan tempatnya bekerja untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 Keperawatan. Selain itu, berdasarkan korelasi Spearman Rho diperoleh hasil bahwa dukungan pimpinan memiliki nilai korelasi 0.993 atau memiliki pengaruh sebesar 99,3% terhadap motivasi untuk melanjutkan Pendidikan dengan nilai Sig. (2-tailed) yaitu 0.000 yang berarti dukungan pimpinan memengaruhi motivasi untuk melanjutkan jenjang Pendidikan.

Jumlah perawat menurut data PPNI mencapai sekitar 60% dari total tenaga kesehatan yang ada di Indonesia. Selain profesi yang jumlahnya dominan,

(11)

keperawatan adalah profesi yang berperan penting dalam upaya menjaga mutu pelayanan kesehatan RS (Murphy et al., 2016). Dukungan pimpinan, kebijakan umum mengenai tenaga kerja pada umumnya menyarankan agar masing-masing tenaga kerja diberi kesempatan melanjutkan pendidikan dan pengembangan pribadi sambil bekerja. Perawat yang bekerja pada pelayanan merupakan karyawan RS yang memerlukan pendidikan dan pelatihan. Setiap perawat dituntut agar dapat bekerja efektif, efisien dan berkualitas dalam bekerja sehingga daya saing institusi semakin besar. Pengembangan ini dilakukan untuk tujuan non karir maupun karir bagi para perawat melalui pendidikan dan pelatihan (Hasibuan, 2007). Salah satu jalan yang harus ditempuh manajemen tenaga kerja yang sekaligus merupakan salah satu fungsinya adalah memberikan kesempatan kepada karyawan mengikuti pendidikan dan pelatihan baik melalui jalur formal maupun non formal dengan memberikan dukungan dan motivasi (Kunjaini, 2007). Adapun faktor – faktor yang mempengaruhi dukungan pimpinan menurut Kunjaini (2007), yaitu Motivasi kerja, kepuasan kerja, dan Kemampuan karyawan.

Hal ini peneliti dapat menjelaskan bahwa dukungan pimpinan di lingkungan kerja sangat berpengaruh terhadap karir pegawai dan kemajuan rumah sakit, karena rumah sakit adalah salah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang bergantung pada kualitas SDM dan memiliki peran sangat strategis dalam upaya mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia. Salah satu profesi yang mempunyai peran penting di RS adalah perawat.

4.2.3 Distribusi frekuensi Motivasi Perawat Untuk Melanjutkan Pendidikan Ke Jenjang S1 Keperawatan Di RSUD Bangil Pasuruan

(12)

Berdasarkan tabel 4.2 didapatkan karakteristik responden berdasarkan motivasi lebih dari setengahnya memiliki motivasi tinggi sebanyak 104 responden (61,9%).

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Widoyoko (2008) tentang motivasi melanjutkan studi S3. Hasil penelitian Widoyoko menunjukkan mahasiswa yang mempunyai motivasi belajar yang sangat tinggi mempunyai kinerja yang cukup dan peluang besar untuk mewujudkan sesuatu yang ingin dicapai dimasa depan. Menurut McClelland yang dikutip oleh Kasim (1993) mengatakan ciri-ciri dari orang yang mempunyai motivasi untuk mencapai hasil yang tinggi (characteristics of high achievers) adalah: orang yang senang menentukan tujuan-tujuannya, cenderung menghindari kesulitan- kesulitan yang ekstrim dalam memilih tujuan, lebih menyukai tugas-tugas yang memberinya umpan balik segera. Karena pentingnya tujuan-tujuan yang mau dicapai maka ia menginginkan umpan balik yang segera tentang bagaimana hasilnya. Sehingga menurut Kayline dan Caroline (2010), bahwa untuk meningkatkan motivasi belajar mahasiswa terdapat lima kunci bahan yang berdampak pada motivasi mahasiswa.

Motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada mahasiswa yang sedang belajar melanjutkan ke jenjang S1 Keperawatan untuk mengadakan perubahan perilaku. Motivasi belajar adalah proses yang memberi semangat belajar, arah, dan kegigihan perilaku. Artinya, perilaku yang termotivasi adalah perilaku yang penuh energi, terarah dan bertahan lama. Motivasi terdiri dari 2 macam, yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik

(13)

dari luar diri mahasiswa. Kedua motivasi ini sangat penting adanya bagi seorang mahasiswa yang ingin melanjukan ke jenjang S1 Keperawatan, karena saling berkaitan dan saling mendukung. Motivasi yang bersumber pada diri seorang karena adanya rasa ingin tahu mahasiswa terhadap apa yang dipelajari. Sedangkan motivasi yang bersumber dari luar diri mahasiswa dipengaruhi oleh lingkungan mahasiswa itu sendiri diantaranya adalah keluarga, pimpinan, teman, sarana, fasilitas dan lain-lainnya (Purba, 2012).

Motivasi adalah tindakan yang dilakukan orang untuk memenuhi kebutuhan yang belum terpenuhi, hal ini merupakan keinginan untuk melakukan upaya untuk mencapai tujuan atau penghargaan untuk mengurangi adanya ketegangan yang disebabkan oleh kebutuhan tersebut (Setyoadi, 2015). Motivasi sebagai proses yang menyebabkan intensitas (intensity), arah (direction) dan usaha terus menerus (persistence) individu untuk mencapai tujuan. Menurut Uno (2010), motivasi dapat diartikan sebagai dorongan internal dan eksternal dalam diri seseorang yang diindikasikan dengan adanya (1) hasrat dan minat untuk melakukan kegiatan, (2) dorongan dan kebutuhan untuk melakukan kegiatan, (3) harapan dan cita- cita, (4) penghargaan dan penghormatan atas diri, (5) lingkungan yang baik, serta (6) kegiatan yang menarik.

Tinggi rendahnya motivasi seseorang mahasiswa dapat dipengaruhi oleh banyak hal yang berasal dari dalam diri sendiri maupun berasal dari luar yang dapat ditimbulkan oleh orang lain termasuk keluarga, teman kerja melalui upaya- upaya tertentu yang dapat meningkatkan motivasi.

(14)

Perawat Untuk Melanjutkan Pendidikan Ke Jenjang S1 Keperawatan Di RSUD Bangil Pasuruan

Berdasarkan tabel 4.3 diatas menunjukkan bahwa dari 132 responden yang tidak mendukung sebagian besar sebanyak 79 responden (59,8%) memiliki motivasi tinggi. Sedangkan dari 36 responden yang mendukung sebanyak 10 responden (27,7%) memiliki motivasi rendah. Selain itu melalui uji regresi dengan menggunakan uji F diketahui bahwa nilai Signifikansinya adalah 0 dimana nilai ini di bawah 0,05 yang mengindikasikan bahwa dukungan keluarga, dan dukungan pimpinan secara simultan memengaruhi motivasi perawat untuk melanjutkan Pendidikan ke jenjang S1

Hal ini sesuai dengan penelitian Fadlilah (2020), yang menyatakan dengan terpenuhinya dukungan keluarga atau orang tua tersebut maka minat dan motivasi mahasiswa dalam pendidikan dapat meningkat.

Penelitian ini juga didukung oleh Murphy, Cross, & Mcguire (2016) Berdasarkan ketentuan pengujian, diketahui bahwa ada hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan motivasi dengan nilai korelasi sebesar (0,615) yang termasuk dalam interval koefisien (0,60 - 0,799) yang berarti tingkat hubungan kuat. Dukungan orang tua akan berguna sebagai koping terhadap stres yang berhubungan dengan melanjutkan akademik yang akan dihadapi oleh mahasiswa. Dukungan orang tua akan dapat berfungsi sebagai faktor protektif bagi anak. Adanya dukungan orang tua dapat menimbulkan rasa aman dalam melakukan partisipasi aktif, eksplorasi, dan eksperimentasi dalam kehidupan yang pada akhirnya akan meningkatkan rasa percaya diri, keterampilan dan strategi coping. Dukungan orang tua akan menjadi motivasi yang berguna untuk menghadapi stress (Sugiarto & Rahaju, 2019).

Hasil penelitian yang dilakukan di RSUD Bangil Pasuruan didapatkan

(15)

kurangnya dukungan keluarga menyebabkan rendahnya motivasi seseorang untuk menempuh pendidikan ke jenjang S1 Keperawatan.

Penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan Riswanto (2017), di Rumah Sakit Umum Kota Semarang diperoleh hasil bahwa perawat yang mempunyai motivasi untuk melanjutkan pendidikan sebanyak 31 (64,6%) perawat, sedangkan perawat yang mempunyai motivasi sedang untuk melanjutkan pendidikan sebanyak 17 (35,4%). Jumlah perawat menurut data PPNI mencapai sekitar 60% dari total tenaga kesehatan yang ada di Indonesia. Selain profesi yang jumlahnya dominan, keperawatan adalah profesi yang berperan penting dalam upaya menjaga mutu pelayanan kesehatan RS (Murphy et al.,2016).

Dukungan pimpinan, kebijakan umum mengenai tenaga kerja pada umumnya menyarankan agar masing-masing tenaga kerja diberi kesempatan melanjutkan pendidikan dan pengembangan pribadi sambil bekerja. Perawat yang bekerja pada pelayanan merupakan karyawan RS yang memerlukan pendidikan dan pelatihan. Setiap perawat dituntut agar dapat bekerja efektif, efisien dan berkualitas dalam bekerja sehingga daya saing istitusi semakin besar.

Pengembangan ini dilakukan untuk tujuan non karir maupun karir bagi para perawat melalui pendidikan dan pelatihan (Hasibuan, 2007). Salah satu jalan yang harus ditempuh manajemen tenaga kerja yang sekaligus merupakan salah satu fungsinya adalah memberikan kesempatan kepada karyawan mengikuti pendidikan dan pelatihan baik melalui jalur formal maupun non formal dengan memberikan dukungan dan motivasi (Kunjaini, 2007). Dukungan keluarga maupun pimpinan ditempat kerja perlu di berikan agar dapat terpenuhi kebutuhannya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 keperawatan. Dengan terpenuhinya kebutuhan tersebut maka motivasi mahasiswa dalam pendidikan dapat meningkat (Fadlilah, 2020).

(16)

Hal ini peneliti dapat menjelaskan bahwa dukungan pimpinan di lingkungan kerja sangat berpengaruh terhadap karir pegawai dan kemajuan rumah sakit, karena rumah sakit adalah salah satu fasilitas pelayanan kesehatan yang bergantung pada kualitas SDM dan memiliki peran sangat strategis dalam upaya mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia. Salah satu profesi yang mempunyai peran penting di RS adalah perawat.

(17)

Referensi

Dokumen terkait

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian ... Deskripsi Lokasi Penelitian .... Deskripsi Data Hasil Penelitian dan Pembahasan .. Pelaksanaan perjanjian bagi

BAB IV : Hasil penelitian dan pembahasan yang terdiri atas gambaran umum lokasi penelitian, deskripsi hasil penelitian yaitu Pemanfaatan Lahan oleh Masyarakat

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian ... Gambaran Karakter Responden ... Karakter Berdasarkan Jenis Kelamin ... Karakter berdasarkan Usia

Pembahasan penelitian bertujuan untuk memberikan gambaran dan hasil yang diperoleh dari penelitian ini. Dari hasil penyebaran angket responden terbagi dalam lima

Berdasarkan data yang diperoleh dari lokasi penelitian dan informan serta hasil analisa peneliti dan pembahasan semua indikator yang telah disajikan pada bab-bab

47 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A Gambaran Umum SD Darul Ulum Bungurasih Sidoarjo 1) Sejarah berdirinya SD Darul Ulum Bungurasih SD Darul Ulum Bungurasih Waru Sidoarjo

Hasil penelitian meliputi tentang gambaran umum lokasi penelitian, data umum dan data khusus (meliputi faktor usia, faktor pendidikan, faktor pengetahuan, faktor

13 BAB IV : Merupakan bab Hasil penelitian dan pembahasan, yang terdiri dari Gambaran umum objek penelitian, hasil penelitian serta pembahasan yang dilakukan oleh peneliti megenai