• Tidak ada hasil yang ditemukan

HNAMIKA KERUKUNAN HIDUP BERAGAMA DI DAERAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "HNAMIKA KERUKUNAN HIDUP BERAGAMA DI DAERAH "

Copied!
205
0
0

Teks penuh

Pengamatan dalam rangka Proyek Pembangunan Kerukunan Umat Beragama yang dilakukan sejak tahun anggaran 1979/1980 diarahkan pada 9 (sembilan) bidang penelitian yaitu. Rangkuman laporan observasi dan studi kasus ini berjudul: DINAMIKA KEHARUSAN HIDUP BERAGAMA “DI DAERAH”.

PENDAHULUAN

Berbagai upaya telah dilakukan untuk mendorong keharmonisan kehidupan beragama, seperti konsultasi antar internal umat beragama. Sedangkan untuk meningkatkan kerukunan antar umat beragama, ada beberapa cara yang dipilih, seperti dialog atau konsultasi, agar umat merasa dekat satu sama lain, terjalin komunikasi yang baik antar pemeluk agama tersebut.

Pendahuluan

Hasil-hasil Observasi

Kehidupan beragama di Kecamatan Panti, Kabupaten Pa- saman, Sumatera Barat

Kehidupan Beragama di Kotamadya Banjarmasin, Kali- mantan Selatan

PELAKSANAAN OBSERVASI TAHUN 1979/1980

Para pengamat dibekali dengan Instrumen Pendataan Tata Jalan dan Observasi Tahun 1979-1980 oleh Pimpinan Proyek Peningkatan Kerukunan Umat Beragama Kementerian Agama Republik Indonesia. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan partisipasi dengan maksud untuk memaksimalkan kebenaran data sesuai dengan kenyataan di lapangan.

KEHIDUPAN BERAGAMA DI KECAMATAN PANTI, KABUPATEN PASAMAN, SUMATERA BARAT

Indonesia yang berfalsafah Pancasila bukan sahaja memberi hak untuk hidup, tetapi juga memperhatikan dan berusaha memperbaiki kehidupan beragama setiap warga negara, sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Oleh sebab itu, kehidupan beragama dan keharmonian antara agama, antara penganut agama dan antara penganut agama dengan pemerintah perlu dipertingkatkan.

KEHIDUPAN BERAGAMA DI KOTAMADYA BANJARMASIN, KALI- MANTAN SELATAN

  • Camat Kecamatan Banjar Timur serta Lurah-lurah pada kelurahan Gedang, Melayu dan Seberang Mesjid
  • Semua petugas yang ikut membantu mengumpulkan data di lapang-

Saling curiga terhadap kejujuran pihak lain, baik antar umat beragama, antar umat beragama, maupun antara umat beragama dengan pemerintah. Kurangnya rasa saling pengertian dalam menghadapi persoalan perselisihan internal agama, antar umat beragama, dan antara umat beragama dengan pemerintah.

HASIL-HASIL OBSERVASI

KABUPATEN DAIRI

Mejelis Ulama, Cabang 1 fruta, berdiri pada tahun 1963, kegiatannya sebagai juru bicara umat Islam dan dipimpin oleh H.M. Maha Saya. Rata-rata jumlah pengunjung adalah 25 orang yang dipimpin oleh seorang Moderator. c) Kegiatan khusus generasi muda adalah olah raga, frekuensinya tetap.

KABUPATEN ACEH TENGGARA

Karena luasnya wilayah dan subur, masyarakat adat setempat yang beragama Islam tidak keberatan dan tidak ada gangguan apa pun. Pada tahun 1979, karena pengaruh kota Sidikalang, Tarutung dan Medan, ketika para pemuda beragama Kristen Protestan gagal dalam upaya meningkatkan kerukunan antaragama, akibatnya para pemuda menyembelih babi dan anjing serta menjual satenya secara terang-terangan.

WNI)

Sikap para pemimpin Lembaga keagamaan dalam menghadapi masalah tersebut, tiga responden menjawab acuh dan memperhati-

Institusi agama aktif dalam pengagihan bantuan kemanusiaan, pendidikan, sosial, ekonomi, dua orang responden menjawab sekali/sekali, tetapi tidak menjawab melalui institusi agama mana. Dua orang responden menjawab bahawa mereka pernah/selalu mendapat bantuan, melalui institusi sosial dan dalam bentuk rumah anak yatim (anak yatim, Wardha, dll), kesihatan, kemalangan dan bencana. Empat responden menjawab tiada gejala pengalihan bantuan yang bersifat kemanusiaan untuk penyampaian/pembangunan sesuatu agama.

Satu responden menjawab bahwa kerukunan dijunjung tinggi, dua responden lainnya tidak menjawab. .. 10) Tiga responden menjawab bahwa permasalahan muncul karena sikap pihak-pihak yang secara sadar tidak mematuhi aturan perkumpulan keagamaan. Salah satu responden menjawab bahwa dirinya telah diberikan penjelasan tentang pelaksanaan bantuan luar negeri, sesuai dengan maksud dan tujuan Keputusan Menteri Agama dan Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama.

KOTAMADYA SURAKARTA

  • Daerah dan Penduduk

24 „ Jumlah 68 orang

Aliyah Swasta, 4 buah, 12 kelas, 706 murid dan 47 gum

Kehidupan Beragama

Sedangkan kegiatan yang selalu dilakukan bersifat sosial seperti merayakan hari besar keagamaan, menjalankan ajaran agama, menyebarkan agama dan lain-lain. Kebijakan pemerintah daerah mengenai tata cara penyebaran agama dan bantuan luar negeri kepada lembaga keagamaan sesuai dengan Keputusan Menteri Agama No. Dalam rangka mempopulerkan kebijakan pemerintah mengenai tatanan kehidupan beragama, mengadili pejabat Kementerian Agama dan pimpinan lembaga keagamaan untuk menjelaskan kebijakan di atas.

Namun hingga saat ini pejabat Kementerian Agama, Laksusda, Pemda, dan lembaga keagamaan di daerah tersebut belum pernah melakukan pertemuan dan konsultasi karena tidak adanya dana. Lembaga keagamaan yang aktif/selalu menyalurkan bantuan kemanusiaan, pendidikan, sosial adalah Yayasan Kristen Kesehatan Masyarakat, Persatuan Pendidikan Kristen Surakarta, Yayasan Pendidikan Kristen Indonesia dan Panti Jompo.

KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR

  • Bidang Keagamaan

GUPPI MDI

Gereja Kristen Protestan dibangun atas swadaya masyarakat, kelompok agama dan bantuan pemerintah

Organisasi keagamaan, Sekte/Aliran-aliran secara terpisah ma- sing-masing menyebarkan dan mengadakan bimbingan keaga-

Kegiatan bersama dapat kerjasama dalam masalah perayaan hari-hari Besar Agama dengan menyemarakkan ajaran agama-

Katolik

Kerukunan Intern Umat Beragama

Umat Islam dengan bantuan Pemerintah kerjasama membangun tempat-tempat peribadatan seperti mesjid, musholla dll

Pimpinan organisasi keagamaan melaksanakan penyebaran dan bimbingan agama melalui ceramah/khotbah/pidato atau mass-

Kegiatan bersama umat Islam melaksanakan perayaan hari-hari besar Islam, bulan suci Romadhan, Idul Fitri dan Idul Adha

Kegiatan bersama dapat dilaksanakan dalam masalah perayaan hari-hari besar agama dengan menyemarakkan ajaran agamanya

Umat Katolik dengan swadaya keijasama membangun gereja dan sumber dananya dari umatnya;

Organisasi-organisasi keagamaan yang ada melakukan penyebar- an dan bimbingan agama melalui ceramah/pidato/khotbah; dan

Pelaksanaan kegiatan bersama untuk melaksanakan perayaan hari-hari Besar Keagamaan dan menyemarakkan ajaran agama

Kerukunan Antar Umat Beragama

Musyawarah Antar Umat Beragama

Kerukunan Antara Umat Beragama Dengan Pemerintah

KABUPATEN LUWU

  • Keadaan Keagamaan

Ketiga, pemeluk agama Hindu 15.000 „

Bustanul Athfal 1

  • Hindu dan Budha : Tidak ada catatan data
  • KABUPATEN MALUKU TENGGARA

Jumlah jemaat Kristen Protestan semakin bertambah, dibandingkan dengan kapasitas tempat ibadah yang dimiliki, aktivitasnya pun lebih banyak dan beragam. Upaya pembangunan tempat ibadah bagi umat Kristen Protestan terjadi atas swadaya masyarakat Kristen Protestan itu sendiri, serta dakwah dan pimpinan agama serta organisasi lain. Umat ​​​​Kristen Protestan selalu berpartisipasi dalam perayaan hari raya keagamaan, kebangkitan ajaran agama, serta dakwah dan dakwah yang dilakukan oleh beberapa sekte/organisasi seperti Gereja Toraja, Gereja Pantekosta, GPIL dan lain-lain.

Untuk penyebaran ajaran agama kepada suku-suku terpencil atau komunitas-komunitas dalam di daerah-daerah pedalaman, dilakukan kerjasama dengan Pemerintah, sehingga dalam pergaulan sehari-hari tidak pernah ada kejadian-kejadian yang dapat mengganggu keharmonisan internal umat Kristen Protestan. Para pengkhotbah dari masing-masing agama yang dikepung diarahkan ke daerah sasaran dan di sana berkumpul umat Islam masing-masing di masjid, Kristen Protestan dan Katolik di Gereja, serta umat Hindu dan Budha di tempat ibadah masing-masing. , dan kendali Pemerintah.

Islam 49.889 „

  • Kristen Protestan 3. Katolik
  • Hindu 5. Budha
  • Kristen Protestan : Pendeta
  • Hindu dan Budha : tidak ada catatan data
  • Islam
  • Hindu dan Budha

Jumlah 2 buah

  • Budha 5. Katolik
  • Kristen Protestan, Katolik, Hindu dan Budha tidak ada catatan data
  • Kristen Protestan
  • Katolik
  • Hindu dan Budha, tidak ada catatan data
  • Intern Islam
  • Intern Kristen Protestan
  • Intern Katolik
  • PROPINSI NUSA TENGGARA TIMUR 1. Daerah dan Penduduk

Dakwah dan orientasi keagamaan dilakukan oleh organisasi/lembaga keagamaan yang ada dengan cara ceramah/ceramah, dan sebagainya. Beberapa kelompok organisasi keagamaan yang ada memulai kegiatan bersama yang melakukan berbagai kegiatan di bidang sosial budaya dan ekonomi. Penyebaran agama kepada suku-suku terpencil atau masyarakat yang masih terpencil dilakukan melalui kerjasama dengan pemerintah dan lembaga keagamaan yang ada.

Organisasi/lembaga keagamaan yang ada selalu melaksanakan dakwah dan pembinaan agama melalui ceramah/ceramah. Sedangkan penyebaran dan transmisi agama kepada suku-suku terpencil atau komunitas terpencil dilakukan oleh lembaga-lembaga keagamaan yang ada berdampingan dengan pemerintah.

  • Katolik
  • Budha

Mata pencaharian penduduknya antara lain sebagai petani dataran rendah, nelayan tradisional, beternak kambing, sapi, dan kerbau.

1.179 „ (WNI) ; .590 orang (WNI/WNA)

Islam

Langgar/Surau 158

  • Katolik

Jumlah 8 buah

  • Budha
  • Kristen Protestan
  • Hindu
  • Kristen Protestan
  • Hindu
  • Budha
  • Kristen Protestan : Tidak ada catatan data
  • Budha : Tidak ada catatan data
  • Islam, Tarekat Naksibandiyah, di Flores Timur
  • Kristen Protestan, tidak ada catatan data
  • Katdik, tidak ada catatan data
  • Hindu, tidak ada catatan data
  • Budha, tidak ada catatan data
  • Umat beragama menjalankan ibadah sesuai dengan kepercayaan agamanya masing-masing berdasarkan pengertian, keinsyafan, ke-
  • Dengan meningkatnya pembangunan fisik sebagai sarana pem- bangunan umat beragama menimbulkan dorongan dan semangat
  • Umat Islam dalam kegiatannya lebih banyak menahan diri dan mampu mempersatukan diri dalam dynamika pengembangannya
  • Suatu hal yang pedu mendapat perhatian ialah semua Rohania- wan Agama kurang mampu mengembangkan kepercayaan dan
  • Keadaan jumlah Jemaah di tempat peribadatan bertambah dan kegiatannya banyak dan bervariasi
  • Suasana kehidupan beragama pada bulan/hari-hari suci sederhana dan hikmat sesuai dengan anjuran pemerintah
  • Perkembangan Lembaga-lembaga pendidikan agama tetap
  • Kegiatan organisasi keagamaan meningkat
  • Intern Umat Islam
  • Intern Umat Kristen Protestan
  • Intern Umat Katolik
  • Intern Umat Hindu
  • Intern Umat Budha
  • Hubungan kerjasama dalam membangun tempat peribadatan di- pikul bersama di samping swadaya kelompok/sekte agama
  • Penyebaran dan bimbingan agama dilahirkan deh organisasi/
  • Kegiatan bersama yang dilakukan dalam masalah menyemarak- kan ajaran agama, dilakukan atas prakarsa beberapa sekte/ke-
  • Pernah terjadi terganggunya pergaulan hubungan intern umat beragama mengenai masalah perbedaan interpretasi dalam suatu
  • Penyebaran/penyiaran agama kepada suku terasing dilakukan deh Pemerintah bersama lembaga-lembaga Agama yang ada
  • Tanggal 18/11 s/d 21/11-1977 telah diadakan dialog Antar 96
  • Para pejabat Departemen Agama pernah memberikan penjelasan tentang pelaksanaan Keputusan Menteri Agama No. 70/77 Tahun
  • Hasil pertemuan itu positif dan memuaskan. Oleh karena itu para Pemimpin Lembaga Keagamaan dalam menghadapi masalah itu
  • Sebagai usaha untuk menyelesaikan masalah perlu diciptakan mekanisme kerjasama dengan aparatur Agama, Laksusda dan
  • Pernah/sekali-sekali Lembaga-lembaga Keagamaan mengulurkan bantuan dalam bentuk kesehatan, pendidikan dan panti-panti
  • Pengaruh bantuan asing dalam penyebaran agama terhadap ma- syarakat yalah semakin meningkatnya pembangunan

Dewan paroki, kegiatan di bidang keagamaan dan pendidikan, komunitas religius yang dimaksud adalah pastor paroki. Pemuda paroki, kegiatan di bidang keagamaan dan kepemudaan, komunitas religius yang dimaksud adalah pastor paroki. Pemuda katolik, pelajar dan wanita yang kegiatannya di bidang agama dan keluarga kaya. setiap paroki berdiri sendiri di bawah uskup).

Panitia Pembinaan Keagamaan Kupang, frekuensi kegiatan rutin, rata-rata jumlah pengunjung tidak teratur, Ketua/Pembimbing Romo Dr. Sekretariat Pengurus Katelake, Ruteng, frekuensi kegiatan rutin, rata-rata jumlah pengunjung tidak menentu, Manajer/Supervisor P.

KEHIDUPAN BERAGAMA DI PANTI, KABUPATEN PASAMAN SUMATERA BARAT

Kerukunan Hidup Beragama

Nomor individu tidak bisa diketahui karena selain menjadi isu sensitif, organisasi sendiri tidak memiliki catatan mengenai hal ini. Kegiatan untuk memajukan kehidupan dan kerukunan batin umat Islam disalurkan melalui wirid-wirid (pemuda, ibu-ibu dan masyarakat umum) baik mingguan, pertengahan bulan maupun bulanan sesuai dengan kondisi dan keadaan setempat (bervariasi). Pandangan orang Protestan terhadap Katolik dan sebaliknya sama dengan pandangan keduanya terhadap Islam.

Dengan demikian kedua aliran tersebut tetap harmonis, dalam arti masing-masing bertindak sesuai dengan kepentingannya dan tidak pernah bersatu dan tidak akan pernah bersatu dalam menjalankan kegiatan keagamaan. Keharmonisan kehidupan beragama cukup stabil, dalam artian setiap pemeluk suatu agama bebas menyebarkan dan mengamalkan agamanya masing-masing.

KEHIDUPAN BERAGAMA DI KOTA MADYA BANJARMASIN KALIMANTAN SELATAN

GAMBARAN TENTANG LOKASI PENELITIAN

Tujuan dari studi kasus ini adalah pengembangan keagamaan yang dalam hal ini difokuskan pada kerukunan antar umat beragama di kalangan masyarakat Kota Banjarmasin. Masyarakat biasa yang dijadikan responden adalah warga yang sudah dewasa dan menganut salah satu agama yang diakui pemerintah. 10 120 Dari ransum seperti pada Tabel II, sembilan responden dari komunitas Hindu dan satu responden dari komunitas Katolik tidak dapat diwawancarai.

Dengan demikian, hanya satu responden dari komunitas Hindu dan 14 responden dari komunitas Katolik. Anggota masyarakat diwawancarai dengan menggunakan kuesioner sebagai panduan, sedangkan wawancara rutin dilakukan dengan tokoh agama dan pejabat pemerintah.

DATA TERPERINCI 1. Kelurahan Melayu,

Di desa Malaysia ini terdapat beberapa gedung sekolah formal yang terdiri dari; 9 gedung sekolah dasar negeri, 3 gedung madrasah swasta, 1 gedung SMP, 1 gedung SMA dan 3 gedung perguruan tinggi negeri. Jumlah penduduk menurut agama di kelurahan seberang masjid dapat dilihat pada Tabel VIII. Tabel tersebut menunjukkan bahwa jumlah pemeluk Islam sebanyak 7685 orang (89,69%), pemeluk Protestan 147 orang (1,72%), pemeluk Katolik 227 orang (2,65%), dan pemeluk Budha 509 orang (5,94%). Di kelurahan ini terdapat 3 gedung SD Negeri, 4 gedung SD Inpres, 6 gedung madrasah negeri/swasta dan 2 gedung SMA.

Terdapat 10 sarana pendidikan di desa ini, terdiri dari 3 gedung SD, 2 gedung SMP, 1 gedung SMA. Selain itu, terdapat 4 sekolah yang berstatus swasta; yaitu 1 Gedung Madrasah dan 3 Gedung TK.

BENTUK KERUKUNAN

  • Segi hubungan pergaulan sehari-hari
  • Segi pelaksanaan ibadah / ajaran agama masing-masing dan per- ayaan Hari Besar Agama
  • Segi hubungan kerjasama sosial
  • Segi Hubungan Pergaulan Sehari-hari

50% responden yang beragama Protestan pernah melakukan hal serupa dengan tetangganya yang beragama Islam dan Budha. 93% responden yang beragama Katolik menghadiri rumah tetangganya yang beragama Islam untuk sesuatu (acara seperti itu). 28% responden Protestan membicarakan agama dengan Muslim dan Budha, 43% dengan Katolik.

Hubungan antar anggota masyarakat berkaitan dengan hari besar (hari raya) keagamaan yang tidak mereka peringati. Sedangkan gangguan yang dialami responden beragama Budha berupa ejekan.

PEMBINAAN KEAGAMAAN

Begitu pula dalam hal pembinaan yang biasanya menyertai kegiatan keagamaan, sebagian besar dilakukan oleh tokoh agama. Dari penilaian PNS di tiga kelurahan dan kelurahan sampel serta dari penilaian responden (70%) dapat dinyatakan bahwa tokoh agama di wilayah penelitian berperan besar dalam upaya mencapai tujuan. keharmonisan dalam kehidupan umat beragama memajukan masyarakat. Khusus dalam urusan peningkatan kerukunan umat beragama, tokoh agama lebih berperan aktif dan dinilai cukup besar.

Heterogenitas pemeluk agama di tiga kelurahan sampel sebenarnya cukup besar dan terdapat banyak pemuka agama di sana.' Berdasarkan data di atas, dapat dikatakan bahwa kegiatan dan bimbingan keagamaan cukup banyak dilakukan di ketiga kelurahan sampel, dan umumnya dilakukan oleh tokoh agama.

SIKAP TERHADAP GAGASAN KERUKUNAN HIDUP BERAGAMA

SIKAP TERHADAP PELAKSANAAN PEMBANGUNAN

Penilaian pemerintah (tiga kepala desa dan satu aparat kecamatan) terhadap peran tokoh agama dalam mendorong masyarakat berpartisipasi dalam pembangunan. Penilaian terhadap 100 responden terhadap peran tokoh agama dalam mendorong masyarakat berpartisipasi dalam pembangunan. Namun berdasarkan pantauan unsur kecamatan, peran tokoh agama di Kecamatan Banjar Timur masih kurang.

Begitu pula informasi yang diperoleh dari Lurah Malaysia, bahwa tokoh agama (Muslim-Protestan-Katolik-Buddha) mempunyai peranan yang sangat besar dalam pembangunan. Hal ini mungkin menimbulkan pemahaman bahwa 10 responden tersebut tidak mampu memberikan penilaian ada atau tidaknya peran tokoh agama.

Referensi

Dokumen terkait

Setelah penulis menguraikan pembahasan-pembahasan tersebut di atas mengenai “Kerukunan Antar Umat Beragama di Desa Banaran” (Studi Hubungan Antar Umat Islam, Kristen

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerukunan antar umat beragama yang dikembangkan adalah kerukunan hidup antarumat beragama yang berpijak dari perundangan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerukunan antar umat beragama yang dikembangkan adalah kerukunan hidup antarumat beragama yang berpijak dari perundangan

pembinaan kerukunan hidup umat beragama yang dilakukan SMK Yadika 5 Pondok Aren. “sangat baik”, 22,5 % responden berpendapat “baik”, 20 %

Pemuka agama dan kepercayaan di Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus dalam menciptakan kerukunan antar umat beragama dari sisi konsep dan implementasi, bisa

Analisis Peran Tokoh Agama Sebagai Perekat Kerukunan Umat Beragama Dari pemaparan narasumber megenai peran tokoh agama sebagai perekat kerukunan antar umat beragama

Peranan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB Kota Pekanbaru) Dalam Mewujudkan Kerukunan Umat Beragama Di Kota Pekanbaru. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh sebuah realitas

Pengertian Kerukunan Antar Umat Beragama Sebagaimana telah dikemukakan oleh Maftuh Basuni dari Journal of Government and Civil Society dengan judul Kerukunan dan Toleransi Umat