HUBUNGAN KEPATUHAN DIET DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DI WILAAH KERJA PUSKESMAS
PEKAUMAN KOTA BANJARMASIN TAHUN 2020
Anton wahyudi1, Ridha Hayati2, M. Bahrul Ilmi3
1Kesehatan Masyarakat, 13201, FKM, Universitas Islam Kalimantan MAB, 16070162
2Kesehatan Masyarakat, 13201, FKM, Universitas Islam Kalimantan MAB, 1124028301
3Kesehatan Masyarakat, 13201, FKM, Universitas Islam Kalimantan MAB, 1112029001 Email: [email protected]
ABSTRAK
Diabetes mellitus adalah penyakit kelainan fungsi insulin termasuk penyakit kronis yang tidak dapat disembuhkan dan memerlukan perawatan yang serius untuk mencegahh komplikasi dan meningkatkan intervensi. Metode penelitian ini menggunakan metode Survey analitik dengan rancangan Cross Sectional. Sampel penelitian berjumlah 40 responden dengan teknik pengambilan sampel Accidental sampling. Analisis statistik uji Chi Square dengan menggunakan instrumen pengecekan gula darah dan kuesioner. Hasil pengukuran kadar gula darah 1 dan 2 yang menurun sebanyak 21 responden (52,5%), ada hubungan antara kepatuhan diet dengan kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus p value = 0,045 < α = 0,05, tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kadar gula darah penderita diabetes mellitus p value = 0,215 > α = 0,05. Peneliti menyarankan untuk tenaga kesehatan dan pemegang program pencegahan pengendalian penyakit diabetes mellitus untuk dapat mengoptimalkan promosi kesehatan dengan cara lisan maupun dengan membagikan brosur tentang pencegahan diabetes mellitus.
Kata Kunci: Diabetes Mellitus, Kadar Gula Darah, Kepatuhan Diet, Dukungan Keluarga
ABSTRACT
Diabetes mellitus is a disease of insulin dysfunction including a chronic disease that cannot be cured and requires serious treatment to prevent complications and improve intervention. This research method uses the analytical survey method with a Cross Sectional design. The research sample consisted of 40 respondents using Accidental Sampling technique. Statistical analysis of the Chi Square test using blood sugar checking instruments and a questionnaire. The results of measuring blood sugar levels 1 and 2 which decreased by 21 respondents (52,5%), there was a relationship between dietary compliance and blood sugar levels in people with diabetes mellitus p value = 0,045 < α = 0,05, there was no relationship between family support with blood sugar levels of people with diabetes mellitus p value = 0,215 > α = 0,05. Researchers suggest for healthcare professionals and holders of disease control prevention program diabetes mellitus to be able to optimize health promotion by oral means or by distributing brochures on the prevention of diabetes mellitus.
Keywords: Diabetes Mellitus, blood sugar levels, Diet Compliance, Family Support
PENDAHULUAN
Berdasarkan pada penelitian epidemiologi pada tahun 2014 menurut internasional diabetes federation (IDF), penakit diabetes mellitus di indonesia masih terbilang banyak yaitu 9 juta penderita diabetes mellitus dengan umur 20 samapi dengan 79 tahun. Indonesia merupakan Negara urutan ke 7 dengan penderita diabtes mellitus berjumlah 8,5 juta penderita setelah Cina, India, Amerika Serikat, Brazil, Rusia, dan Mexico (International Diabetes Federation, 2014).
Berdasarkan data Sample Registration Survey tahun 2014 penyakit diabetes mellitus merupakan penyebab kematian terbesar nomor 3 di Indonesia dengan persentase sebanyak 6,7%
setelak stroke 21,1% dan penyakit jantung koroner sebesar 12,9%. Menurut Kementrian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2018 apabila penyakit diabetes mellitus tidak segera ditanggulangi, maka kondisi seperti ini akan menyebabkan penurunnya produktivitas, disabilitas, dan kematian dini (Kemenkes RI, 2018)
Berdasarkan laporan dari Riskesdas 2018, jumlah prevalensi penyakit diabetes mellitus di Indonesia sebesar 1,5% menurut hasil daripada penelitian yang dilakukan oleh Diabcare di Indonesia, diketahui bahwa 47,2% memiliki kendali kurang baik pada gula darah plasma lebih dari
> 130 mg/ml pada penderita diabetes mellitus (Riskesdas, 2018)
Menurut data dari Riskesdas tahun 2018, prevalensi penyakit tidak menular mengalami kenaikan apabila dibandingkan dengan data Riskesdas yang tahun 2013. Penyakitnya antara lain kanker, stroke, ginjal kronis, diabetes mellitus, dan hipertensi. Adapun prevalensi kanker dari 1,4% naik menjadi 1,8%, stroke dari 7% naik menjadi 10,9%, penyakit ginjal kronis dari 2% naik menjadi 3,8%, berdasarkan dari pengkuran gula darah diabetes mellitus dari 6,9% naik menjadi 8,5%, dan hasil pemeriksaan tekanan darah hipertensi dari 25,8% naik menjadi 34,1%. Adapun yang menyebabkan naiknya prevalensi penyakit tidak menular (PTM) adalah pola hidup yang tidak sehat antara lain merokok, konsumsi minuman beralkohol, kurangnyya aktivitas fisik, dan kurang mengonsumsi buah serta sayur.
Berdasarkan data dari Riskesdas Kalimantan Selatan pada tahun 2007 penyakit diabetes mellitus mencapai 1,0% dan mengalami peningkatan menurut data Riskesdas tahun 2013 penderita penyakit diabetes mellitus di Kalimantan Selatan (Kalsel) dengan jumlah prevalensi sebanyak 1,4% atau 38,113 jiwa dari total jumlah penduduk Kalimantan selatan berumur rata-rata diatas 14 tahun yaitu sebanyak 2.722.366 jiwa (Kemenkes, 2018)
Berdasarkan data dari Puskesmas Pekauman penderita diabetes mellitus pada tahun 2018 dengan jumlah penderita sebanyak 1611 orang dengan hal ini menujukkan bahwa adanya peningkatan penderita diabetes mellitus ditahun 2019 sebanyak 23 orang dengan jumlah penderita sebesar 1634 orang dan menempati peringkat ke 5 setelah faringitis, dyspepsia, hipertensi, dan ISPA dari sepuluh penyakit terbanyak di Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin tahun 2019 (Pukesmas Pekauman, 2019).
Penderita diabetes mellitus kunci utamanya untuk menstabilkan kondisi kesehatan adalah dengan melaksanakan diet. Kepatuhan diet penderita diabetes mellitus dipengaruhe oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu dukungan keluarga daripada penderita diabetes itu sendiri (Harmiatin, 2017). Ketidak patuhan penderita diabetes mellitus untuk melakukan diet menjadi faktor utama dalam peningkatan kadar gula darah dan dapat menimbulkan komplikasi lain (Ninda Fauzi, 2015).
Dukungan keluarga sangat berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan diet terhadap penderita diabetes mellitus antara lain dengan pengaturan pola makan, gaya hidup yang kurang sehat, diperbaiki dengan mengatur makanan yang mengandung glukosa yyang tinggi pada penderita diabetes mellitus (Harmiatin, 2017).
METODE
Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Survei Analitik dengan menggunakan rancangan Cross Sectional, dengan tujuan penelitian untuk mempelajari sebab akibat dengan melakukan pendekatan diobservasi sekali saja dan melakukan pengkuran pada serta pengumpulan variabel pada waktu yang bersamaan (Notoatmodjo, 2010). Sampel pada penelitian ini sebesar 40 orang yang bersedia menjadi responden. Teknik dalam pemgambila sampel pada penelitian ini dengan menggunakan metode Accidental Sampling, dan pengolahan data dan analisis data dengan menggunakan uji statistic Chi-Square (Notoatmodjo, 2012).
HASIL DAN PEMBAHASAN A. HASIL
1. Analisis Univariat
Tabel 1.1
Distribusi Frekuensi Berdasarkan Karakteristik Responden Di Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin Tahun 2020
Variabel N %
Jenis Kelamin Pria
Wanita
11 29
27,5 72,5
Total 40 100
Umur 30-45 46-70
8 32
20 80
Total 40 100
Pendidikan SD
SMP SMA Sarjana
20 10 9 1
50 25 22,5
2,5
Total 40 100
Pekerjaan
Wirausaha/wiraswasta Petani/nelayan Tidak Bekerja Ibu Rumah Tangga
15 1 2 22
37,5 2,5
5 55
Total 40 100
Lama Menderita DM 1-5 Tahun
6-10 Tahun
33 7
82,5 20
Total 40 100
Sumber : Data Primer, 2020 a. Jenis Kelamin
Distribusi frekuensi berdasarkan jenis kelamin responden di Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin didapatkan bahwa jenis kelamin wanita paling banyak berjumlah 29 responden (72,5%) dari 40 responden
b. Umur
Distribusi frekuensi berdasarkan umur responden di Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin didapatkan bahwa umur 46-70 paling banyak berjumlah 32 responden (80%) dari 40 responden
c. Pendidikan
Distribusi frekuensi berdasarkan pendidikan responden di Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin didapatkan bahwa pendidikan SD paling banyak berjumlah 20 responden (50%) dari 40 responden
d. Pekerjaan
Distribusi frekuensi berdasarkan pekerjaan responden di Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin didapatkan bahwa Ibu rumah tangga paling banyak berjumlah 22 responden (55%) dari 40 responden
e. Lama Menderita DM
Distribusi frekuensi berdasarkan lama menderita DM di Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin didapatkan bahwa lama menderita 1-5 tahun paling banyak berjumlah 33 responden (82,5%) dari 40 responden
Tabel 1.2
Hubungan Kepatuhan Diet dan Dukungan Keluarga Dengan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus Di Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman Kota
Banjarmasin Tahun 2020
Variabel N %
Hasil Pengukuran Kadar Gula Darah 1 & 2
Menurun
Tetap dan Meningkat
21 19
52,5 47,5
Total 40 100
Kepatuhan Diet Patuh
Tidak Patuh
16 24
40 60
Total 40 100
Dukungan Keluarga Mendukung
Tidak Mendukung
18 22
45 55
Total 40 100
Sumber: Data Primer, 2020
a. Hasil Pengukuran Kadar Gula Darah 2 kali
Distribusi frekuensi berdasarkan hasil pengukuran kadar gula darah 2 kali pada penderita Diabetes Mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman pengukuran 1(sebelum) diketahui bahwa paling banyak memiliki kadar gula darah buruk berjumlah 18 responden (45%) dan pengukuran 2 (sesudah) diketahui bahwa paling banyak memiliki kadar gula darah buruk berjumlah 19 responden (47,5%) dari 40 responden
b. Hasil pengukuran Kadar Gula darah 1 dan 2
Distribusi frekuensi berdasarkan hasil pengukuran kadar gula darah 1 dan 2 pada penderita Diabetes Mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman diketahui bahwa sebagian besar responden lebih banyak yang memiliki kadar gula darah menurun sebanyak 21 responden (52,5%) dari 40 responden
Kategori Pengukuran 1 Pengukuran 2
Frekuensi (n) Persen (%) Frekuensi (n) Persen (%)
Baik 10 25 12 30
Sedang 12 30 9 22,5
Buruk 18 45 19 47,5
Total 40 100 40 100
c. Kepatuhan Diet
Distribusi frekuensi berdasarkan kapatuhan diet responden di Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin diketahui bahwa kepatuhan diet tidak patuh paling banyak berjumlah 24 responden (60%) dari 40 responden
d. Dukungan Keluarga
Distribusi frekuensi berdasarkan dukungan keluarga responden di Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin diketahui bahwa dukungan keluarga tidak mendukung paling banyak berjumlah 22 responden (55%) dari 40 responden
2. Analisis Bivariat
Tabel 2.1
Hubungan Kepatuhan Diet dan Dukungan Keluarga Dengan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus Di Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman Kota
Banjarmasin Tahun 2020 Variabel
Kadar Gula Darah
P value Menurun Tetap & Meningkat
n % n %
Kepatuhan Diet Patuh
Tidak Patuh
12 9
75 37,5
4 15
25 62,5
0,045
Total 21 52,5 19 42,5
Dukungan Keluarga Mendukung Tidak Mendukung
7 14
38,9 63,6
11 8
61,1 36,4
0,215
Total 21 52,5 19 47,5
Sumber: Data Primer, 2020
a. Hubungan Kepatuhan Diet Dengan Kadar Gula Darah Penderita Daibetes Mellitus Di Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin Tahun 2020.
Hasil uji statistik dengan menggunakan uji Chi-Square didapatkan nilai p-value
= 0,045 < α 0,05 maka H0 ditolak yang artinya Ha diterima secara statistik terdapat hubungan antara kepatuhan diet dengan kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus di wilayah kerja Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin tahun 2020. Adapun Odds Ratio yang didapatkan sebanyak > 1 yaitu 5.000 dengan tingkat kepercayaan CI 95%
dengan lower limit 1.231 dan upper limit 20,301 Hal tersebut menunjukkan bahwa uji OR signifikan atau bermakna yang artinya Ha diterima yaitu ada hubungan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa responden dengan kategori tidak patuh diet mempunyai potensi atau berpengaruh 5.000 kali lebih tinggi untuk mengalami peningkatan kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus.
Hasil penelitian ini sesuai atau sejalan dengan penelitian sebelumnya yaitu Nuning Rahayu (2017) jenis penelitian ini adalah korelasi dengan pendekatan cross sectional. Dari hasil uji korelasi Spearman rank didapat p-value 0,000 (p < α 0,05). Hal tersebut menunjukkan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak,maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang sighnifikan antara Kepatuhan Diet Dengan Tingkat Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Di Klinik Penyakit Dalam RSUD dr, Sayidiman Magetan.
b. Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus Di Wilayah Kerja Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin Tahun 2020.
Hasil uji statistik dengan menggunakan uji Chi-Square didapatkan nila p-value = 0,215 > α 0,05 maka H0 diterima yang artinya Ha ditolak secara statistik terdapat tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus di wilayah kerja Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin Tahun 2020. Adapun Odds Ratio didapatkan sebesar < 1 yaitu 0,364 dengan tingkat kepercayaan CI 95%
dengan lower limit 101 dan upper limit 1.315 Hal tersebut menunjukkan bahwa uji OR signifikan atau bermakna yang artinya Ha ditolak yaitu tidak ada hubungan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa responden dengan kategori keluarga yang mendukung mempunyai resiko atau berpengaruh untuk mengurangi peningkatan kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus.
Hasil penelitian ini sesuai atau sejalan dengan penelitian sebelumnya yaitu Rini Setyawati (2018) jenis penelitian ini dalah kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan waktu cross sectional. Dari hasil hasil uji statistik dengan uji kendal tau diperoleh nilai signifikan dukungan keluarga terhadap perilaku pengendalian KGDS terhadap perilaku pengendalian KGDS yaitu p-value = 0,261 ≥ α 0,05 yang artinya H0 diterima dan Ha ditolak maka secara statistik terdapat tidak ada hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Perilaku Pengendalian Kadar Gula Darah Sewaktu Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II Di Wilayah Puskesmas Galur 1 Kulon Progo.
PENUTUP 1. Kesimpulan
Hasil penelitian yang telah dilakukan di Puskesmas Pekauman Kota Banjarmasin tahun 2020 dapat diambil kesimpulan yaitu hasil pengukuran kadar gula darah 1 dan 2 yang paling banyak adalah kadar gula darah menurun dengan jumlah 21 responden (52,5%), kepatuhan diet dengan kategori tidak patuh sebanyak 24 responden (60%), dukungan keluarga yang tidak mendukung sebesar 22 responden (55%), ada hubungan kepatuhan diet dengan kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus (p value = 0,045), dan tidak ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus (p value = 0,215).
2. Saran
Peneliti mengharapkan kepada para petugas kesehatan terutama pemegang program pencegahan pengendalian penyakit diabetes mellitus untuk dapat mengoptimalkan promosi kesehatan dengan cara lisan maupun dengan cara membagikan brosur tentang pencegahan penyakit diabetes mellitus. Kepada para masyarakat diharapkan untuk meningkatkan kepatuhan diet dan kepada para keluarga untuk tetap mendukung keluarga yang menderita penyyakit diabetes mellitus serta diharapkan kepada penderita penyakit diabetes mellitus untuk memeriksakan kadar gula darahnya secara rutin.
REFERENSI
Fauzia Ninda, 2015. Hubungan Dukungan Keluarga Dan Perilaku Pengelolaan Penyakit Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Purnama, Pontianak
Harmiatin, 2017. Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Diet Diabetes Mellitus Pada Penderita Diabetes Mellitus Di Poli Penyakit Dalam Di Rumah Sakit Umum Bahterahmas.
Kendari.
Internasional Diabetes Federation (IDF), 2014. IDF Diabetes Atlas. Malvern Theatres Worcestershire, UK.
https://www.idf.org/atlasmap/atlasmap. Diakkses 6 februari 2020
Kemenkes, 2018. Hari Diabetes Sedunia. Jakarta Selatan : Infodatin
http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/hari-diabetes-sedunia- 2018. Diakses 1 januari 2020
Notoatmodjo, S., 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta
Notoatmodjo, S. 2012. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta
Puskesmas Pekauman, 2019. Formulir Laporan Bulanan Kesakitan terbanyak. Banjarmasin
Rahayu. Nuning., 2017. Hubungan Kepatuhan Diet Diabetes Mellitus Dengan Tingkat Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Di Klinik Penyakit Dalam RSUD dr Sayidiman, Magetan.
Riskesdas, 2018. Penyakit Tak Menular Alami Kenaikan Karena Gaya Hidup. Jakarta.
https://lifestyle.okezone.com/read/2018/11/02/481/1972344/riset-riskesdas-2018-penyakit- tak-menular-alami-kenaikan-karena-gaya-hidup Diakses 31 januari 2020
Setyawati. Rini, 2018. Hubungan Dukungan Keluarga dan Perilaku Pengendalian Kadar Gula Darah Sewaktu Terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II Di Wilayah Puskesmas Galur 1 Kulon Progo. Yogyakarta