• Tidak ada hasil yang ditemukan

hubungan tingkat pendidikan ibu hamil dengan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "hubungan tingkat pendidikan ibu hamil dengan"

Copied!
87
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Tujuan

Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini dapat menjadi literatur dan referensi bagi pelayanan kesehatan untuk melaksanakan program atau intervensi dalam menyelesaikan permasalahan ibu hamil. Memberikan pengetahuan dan pengalaman baru dalam melakukan penelitian dan hubungan tingkat pendidikan ibu hamil dengan kepatuhan imunisasi TT.

LANDASA TEORI

Definisi

Hasil penelitian Maulida.SW (2012) menunjukkan frekuensi tingkat pendidikan responden mengenai pemberian imunisasi Tetanus Toksoid (TT) selama kehamilan di Puskesmas Meutulang Meulaboh sebanyak 54 responden yang terdiri dari 10 orang dengan pendidikan tinggi, 20 orang berpendidikan menengah dan 24 orang berpendidikan dasar. Hasil penelitian Kasum.S (dkk) (2012) sebaran responden menurut tingkat pendidikan ibu hamil. Di wilayah kerja Puskesmas Mandai Maros terdapat 52 orang responden yang terdiri dari 11 orang berpendidikan SD, 9 orang berpendidikan SMP, 30 orang berpendidikan SMA (57,69%) dan yang paling sedikit adalah responden dengan jenjang diploma yaitu 2 orang (3,85%).

Tujuan Pendidikan

11. Illich juga berpendapat bahwa sistem pendidikan yang baik harus mempunyai tiga tujuan, yaitu: 1) memungkinkan setiap orang memperoleh sumber belajar secara leluasa dan mudah setiap saat; 2) memungkinkan siapa saja yang ingin menularkan ilmunya kepada orang lain dengan mudah, begitu pula mereka yang ingin memperolehnya; dan 3) menjamin tersedianya masukan masyarakat terkait pendidikan (Mudyahardjo, 2012).

Jenis-jenis

Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) merupakan bagian dari pendidikan dasar di Indonesia. Setelah tiga tahun dan lulus, siswa dapat melanjutkan pendidikan di sekolah menengah atas (SMA), sekolah menengah kejuruan (SMK) atau madrasah aliyah (MA). Di Indonesia, terdapat tiga jenis sekolah pada jenjang ini, yaitu Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Madrasah Aliyah (MA).

Setelah lulus SMA atau Madrasah Aliyah, siswa dapat masuk perguruan tinggi.

Kepatuhan

Terdapat hubungan antara tingkat pendidikan ibu hamil dengan perilaku kepatuhan dalam melaksanakan imunisasi TT di fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah Jakarta Timur. Hal ini menyebabkan tingkat kelengkapan ibu hamil dalam melaksanakan imunisasi TT tidak merata. Berdasarkan hasil analisis hubungan tingkat pendidikan ibu hamil dengan kepatuhannya dalam melaksanakan imunisasi tetanus toksoid (TT), diketahui 10 ibu hamil dengan tingkat pendidikan rendah (SD & SMP) mendapat imunisasi TT dan 2 orang (83,3%) mendapat imunisasi TT (16,7%) yang tidak mendapat imunisasi TT.

Ibu hamil dengan tingkat pendidikan menengah SMA/SMK sebanyak 14 orang (93,3%) telah mendapatkan imunisasi TT dan 1 orang (6,7%) belum mendapatkan imunisasi TT. Hasil statistik penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan kepatuhan imunisasi TT pada ibu hamil. Faktor yang berhubungan dengan tingkat pengetahuan ibu mengenai imunisasi TT (tetanus toksoid) pada ibu hamil trimester.

Faktor-faktor Kepatuhan

Konsep Dasar Imunisasi TT

  • Definisi
  • Sistem Kekebalan
  • Definisi Imunisasi TT
  • Manfaat
  • Faktor Resiko
  • Pencegahan

Imunisasi tetanus toksoid juga diberikan kepada ibu hamil dan ibu yang akan menikah (calon pengantin). Pemberian imunisasi tetanus toxoid (TT) berarti memberikan kekebalan terhadap tetanus kepada ibu hamil dan bayinya yang dikandungnya. Dari hasil penelitian Maulida.SW (2012) yang berjudul Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Cakupan Imunisasi Tetanus Toksoid Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Meutulang Kecamatan Panton Reu Kabupaten Aceh Barat Tahun 2012 menunjukkan bahwa dari 18 responden 1 (10) diantaranya berpendidikan tinggi mendapat imunisasi TT. %) responden, dari 20 responden berpendidikan menengah yang mendapat imunisasi TT ada 11 (55%).

Dari hasil penelitian Kasum.S (et al.) (2013) diketahui persentase ibu hamil yang sikap imunisasi tetanus toksoidnya termasuk dalam kategori baik/patuh sedangkan yang sikapnya kurang baik/tidak patuh. kompatibel adalah.

Imunisasi TT pada ibu hamil

  • Definisi
  • Pemberian imunisasi pada WUS
  • Kajian status imunisasi ibu hamil
  • Dosis
  • Waktu
  • Jarak pemberian
  • Efek Samping

Pada wanita, vaksinasi TT sebaiknya diberikan satu kali sebelum menikah dan satu kali pada ibu hamil untuk mencegah tetanus neonatal. Informasikan kepada sasaran WUS mengenai seberapa sering, kapan dan dimana mereka harus kembali untuk menerima imunisasi TT. Imunisasi TT pada WUS diberikan sebanyak 5 dosis dengan interval tetap, dimulai sebelum dan/atau selama kehamilan, yang bermanfaat untuk kekebalan seumur hidup.

Imunisasi TT pertama dapat diberikan segera setelah Anda dinyatakan positif hamil, yang biasanya diberikan pada kunjungan antenatal care (ANC) pertama ibu hamil di fasilitas kesehatan.

Kerangka Teori

KERANGKA KONSEP DAN INFORMASI DATA

Informasi data

Hipotesis

Instrumen dalam penelitian ini berupa angket Identitas Individu dan Kepatuhan Imunisasi TT pada Ibu Hamil. Sedangkan ibu hamil yang mendapat imunisasi TT sebanyak 24 orang (92,3%) dan yang belum imunisasi TT sebanyak 2 orang (7,7%). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan ibu hamil maka akan semakin patuh terhadap imunisasi TT.

Faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ibu hamil terhadap vaksinasi tetanus toksoid (TT) di Puskesmas Mandai Kecamatan Bontoa Kabupaten Mandai Kabupaten Maros, 2(1), 1-8.

METODE PENELITIAN

Tempat dan waktu penelitian

  • Tempat
  • Waktu

Populasi dan sampel

  • Populasi
  • Sampel

Analisis univariat pada penelitian ini dilakukan terhadap variabel penelitian yang meliputi: tingkat pendidikan ibu hamil dan kepatuhan imunisasi Tetanus Toxoid (TT). Bab ini merupakan pembahasan hasil penelitian hubungan tingkat pendidikan ibu hamil dengan perilaku kepatuhan dalam melakukan imunisasi Tetanus Toksoid (TT) di Puskesmas Kecamatan Kramat Jati Jakarta Timur. Selain pendidikan, dukungan keluarga khususnya suami juga mempengaruhi kepatuhan atau kelengkapan imunisasi TT pada ibu hamil.

Faktor yang mempengaruhi ibu hamil berpendidikan tinggi yang tidak menerima vaksinasi TT adalah paritas dan pekerjaan ibu hamil.

Tabel 4.1 Kriteria Kolerasi  Sumber : Sugiyono (2010)
Tabel 4.1 Kriteria Kolerasi Sumber : Sugiyono (2010)

Kriteria inklusi dan eksklusi

  • Inklusi
  • Ekslusi

Prosedur pengumpulan data

Setelah mendapat persetujuan dari Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, peneliti dapat mengajukan surat izin penelitian ke Puskesmas Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur. Setelah mendapat izin dari Kepala UPT Puskesmas Kecamatan Kramat Jati Jakarta Timur, peneliti dapat melakukan pengumpulan. Apabila calon responden telah memperoleh informasi dengan jelas tentang penelitian dan bersedia menjadi responden penelitian, maka peneliti dapat memberikan informed consent yang ditandatangani oleh calon responden sebagai bukti persetujuan calon responden untuk melakukan penelitian.

Kemudian peneliti menjelaskan kepada responden tata cara pengisian kuesioner dan memberikan kesempatan kepada responden untuk mengajukan pertanyaan penelitian jika ada yang kurang jelas dalam kuesioner.

Instrumen Penelitian

Kami berharap hasil penelitian ini dapat menjadi bahan diskusi di bidang pendidikan khususnya bidang kesehatan untuk menyebarkan pengetahuan seperti manfaat imunisasi TT bagi ibu hamil. Kami berharap hasil penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi rumah sakit untuk lebih aktif memberikan informasi tentang pentingnya imunisasi TT bagi ibu hamil. Oleh karena itu, hal ini tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya ibu hamil, tetapi juga dapat meningkatkan kepatuhan ibu hamil dalam melaksanakan imunisasi TT.

Kami berharap penelitian ini dapat menjadi bahan bagi masyarakat untuk meningkatkan motivasi memperoleh informasi atau pengetahuan baru tentang imunisasi TT pada ibu hamil.

Pengolahan data

Rencana analisis

Dua variabel dihubungkan dan dianalisis menurut tujuan yang ingin dicapai yaitu hubungan antar variabel. Untuk melihat seberapa jauh koefisien korelasi antar variabel, peneliti menggunakan kriteria korelasi untuk melihat besarnya korelasi antar variabel dalam penelitian ini. Dikatakan positif apabila hubungannya searah, semakin besar nilai suatu variabel maka semakin besar pula nilai variabel yang lain.

Dikatakan negatif jika berlawanan arah, semakin besar nilai suatu variabel maka semakin kecil nilai variabel lainnya (Dahlan, 2008).

Etika penelitian

Informed consent (consent sheet) merupakan bentuk kesepakatan antara peneliti dan responden penelitian dengan memberikan formulir persetujuan. Kerahasiaan (secrecy) merupakan persoalan etika yang menjamin kerahasiaan hasil penelitian, baik informasional maupun persoalan lainnya. Segala informasi yang dikumpulkan dijamin kerahasiaannya oleh peneliti, hanya kelompok data tertentu saja yang akan dilaporkan dalam hasil penelitian (Alimul, 2007).

Analisis Univariat

  • Distribusi Responden Berdasarkan Tingkat Pengetahuan Tentang Imunisasi
  • Distribusi Responden Berdasarkan Kepatuhan Dalam Melakukan Imunisasi

Menurut teori menurut (Notoatmodjo, 2012), pendidikan menurut teori perilaku kesehatan Green dan Kreuter (2006) merupakan faktor predisposisi kepatuhan imunisasi TT. Semakin tinggi pendidikan ibu maka semakin baik perilaku kesehatannya termasuk perilaku kepatuhan dalam melakukan imunisasi TT. Meskipun petugas kesehatan telah melakukan skrining sebelum vaksinasi TT, namun masih terdapat ibu hamil yang belum mendapatkan vaksinasi TT.

Kader posyandu diharapkan dapat bekerjasama untuk memperluas pengetahuan ibu hamil tentang imunisasi TT.

Analisis Bivariat

PEMABAHASAN

Gambaran tingkat pendidikan ibu

Berdasarkan penelitian, 49,1% mempunyai pendidikan tinggi dan 22,6% ibu hamil mempunyai tingkat pendidikan dasar dan menengah yang rendah. Kedua penelitian tersebut sejalan dengan penelitian ini yang menunjukkan bahwa hasil pada jenjang pendidikan dasar dan menengah lebih rendah dibandingkan dengan hasil pada jenjang pendidikan tinggi. Penelitian yang dilakukan Anatea.MD.(et al) (2018) menunjukkan tingkat pendidikan tinggi sebesar 32,2% dan tingkat pendidikan rendah sebesar 26,9%.

Hal ini sesuai dengan penelitian yang menunjukkan bahwa hasil masyarakat yang berpendidikan tinggi lebih besar dibandingkan dengan masyarakat yang berpendidikan rendah.

Gambaran kepatuhan imunisasi

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian ini, dimana responden dengan status imunisasi TT tidak lengkap ditemukan lebih sedikit dibandingkan dengan responden dengan status imunisasi TT lengkap. Begitu pula imunisasi TT tidak lengkap, ketiganya memiliki nilai berbeda dari penelitian ini. Dalam hal ini yang berhubungan dengan puskesmas setempat adalah kurangnya edukasi dan penyuluhan mengenai pentingnya vaksinasi TT pada kehamilan.

Hal ini terjadi karena kurangnya pengetahuan dan kurangnya informasi dari tenaga medis untuk menjelaskan pentingnya imunisasi TT.

Analisa Bivariat

Selain pendidikan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi kepatuhan ibu hamil terhadap imunisasi TT, seperti sikap dan dukungan keluarga. Dalam hal ini Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti ada hubungan antara sikap dengan kepatuhan ibu hamil terhadap imunisasi. Dan hasil uji statistik dukungan keluarga diperoleh nilai p = 0,000 dengan tingkat signifikansi α = 0,05, hal ini menunjukkan bahwa nilai p < α.

Untuk itu hasil penelitian dan penelitian pendukung ini sangat berpengaruh dan bermanfaat dalam memberikan motivasi kepada ibu hamil yang masih mengenyam pendidikan dasar dan menengah.

Implikasi

Menurut Fani (2011), responden berpendapat bahwa imunisasi sebelumnya sudah cukup untuk memberikan kekebalan pada ibu dan bayi yang dikandungnya. Seperti memasang poster, spanduk, dan leaflet di tempat-tempat strategis yang mudah dilihat oleh ibu hamil. Meningkatkan kesadaran dan pemutakhiran informasi sehingga menghasilkan pengetahuan yang baik dan perilaku positif mengenai imunisasi TT pada ibu hamil.

Keterbatasan penelitian

Pendidikan responden yang sebagian besar berpendidikan D3/S1 adalah pegawai dan sangat sibuk, sehingga sebagian dari mereka biasanya tidak mempunyai waktu untuk mengurus diri sendiri, termasuk masalah kesehatan. Sehingga mereka tidak mematuhi aturan dalam menjalankan tugasnya. imunisasi TT. Paritas juga menjadi salah satu penyebab ibu hamil tidak mematuhi imunisasi TT karena mereka menganggap imunisasi sebelumnya sudah cukup untuk memberikan kekebalan pada ibu dan bayi yang dikandungnya.

KESIMPULA DAN SARAN

Saran

Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Ibu Hamil Dengan Kelengkapan Imunisasi Tetanus Toksoid (TT) Di Puskesmas Lokbaintan Tahun 2013. Hubungan Faktor Predisposisi Imunisasi Tetanus Toksoid Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Balai Pancur Batu Puskesmas Tahun 2017. Hubungan Pekerjaan, Status Ekonomi, Pendidikan dan Pengetahuan Ibu Hamil. Imunisasi tetanus toksoid di Puskesmas Baturraden II Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas pada tahun 2014.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan ibu hamil dalam melakukan imunisasi tetanus toksoid di Puskesmas Kasihan II Bantul (Online).

Gambar

Tabel 4.1 Kriteria Kolerasi  Sumber : Sugiyono (2010)

Referensi

Dokumen terkait

Setelah mendapatkan keterangan dan penjelasan secara lengkap tentang penelitian “HUBUNGAN ANTARA UKURAN LINGKAR LENGAN ATAS IBU HAMIL DENGAN BERAT BADAN BAYI LAHIR DI

Terjadinya penurunan persentase cakupan UCI Desa Japanan di Puskesmas Cawas II artinya masih ada bayi yang belum mendapatkan imunisasi dasar secara lengkap yang

survey pendahuluan peneliti melalui 10 ibu yaitu 5 ibu mempunyai bayi 0- mengatakan bahwa i Imunisasi TT tapi ntang manfaat dan i TT , 1 ibu hamil tahu manfaat amil

pengumpulan data tentang hubungan persepsi ibu tentang imunisasi polio dengan perilaku ibu untuk mendapatkan imunisasi polio pada bayi dengan mengambil data

Ibu yang memiliki pengetahuan baik mengimunisasikan bayinya dengan patuh dan didukung oleh kondisi bayi yang sehat sehingga bayi mendapatkan imunisasi sesuai

Penelitian ini dapat disimpulkan ada hubungan sedang tingkat pengetahuan tentang imunisasi dengan kepatuhan ibu dalam pemberian imunisasi dasar pada bayi di

iii HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU DENGAN PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA ANAK 6-12 BULAN DI KELURAHAN CIKINI KECAMATAN JAKARTA PUSAT 2018 DAN TINJAUANNYA MENURUT

5.5 Hubungan Sikap Ibu Dengan Pemberian Imunisasi Lengkap Pada Balita Di Kelurahan Sihitang Hubungan sikap ibu dengan kelengkapan imunisasi balita didapatkan hasil adanya hubungan