Tugas 2
Idik4007 & Metode Penelitian Meryam belina
858413335 PGSD SAMARINDA
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Terbuka
2022.2
UPAYA MENINGKATKAN MINAT BELAJAR ANAK MELALUI PEMBELAJARAN
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
Minat belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran merupakan sesuatu yang penting dalam kelancaran proses belajar mengajar. Siswa yang mempunyai minat belajar tinggi dalam proses pembelajaran dapat menunjang proses belajar mengajar untuk semakin baik, begitupun sebaliknya minat belajar siswa yang rendah maka kualitas pembelajaran akan menurun dan akan berpengaruh pada hasil belajar.
Slameto (1995: 57) menerangkan minat adalah “Kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu”. Minat merupakan sifat yang relatif menetap pada diri seseorang.
Minat adalah ketertarikan atau kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan atau terlibat terhadap sesuatu hal karena menyadari pentingnya atau bernilainya hal tersebut. Minat belajar mengikuti pembelajaran siswa SD Negeri 004 Telen 1 kelas IV sangat kurang.
Masalah yang sangat crusial adalah kebanyakan siswa yang sering berbicara sendiri dalam proses belajar mengajar yang sangat mengganggu keberlangsungan proses belajar mengajar, karena dapat mengganggu siswa yang lain yang ingin memperhatikan serta bagi siswa yang berbicara sendiri akan tidak dapat menyerap materi lebih baik. Minat belajar mengikuti pembelajaran yang kurang disebabkan siswa bosan dengan keadaan PBM serta kurang adanya aturan yang tegas dalam mengatur aktivitas siswa. Selain itu dari pengamatan penulis, Guru yang hanya menggunakan metode ceramah mengakibatkan minat belajar siswa yang rendah.
Berdasarkan latar belakang di atas maka peneliti memilih judul Peningkatan Minat Belajar Siswa dalam Pembelajaran Sains dengan Menggunakan Strategi Pembelajaran Learning Contract pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Negeri 004 Telen 1 Tahun Ajaran 2022/2023.
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas, maka dapat diidentifikasikan masalah sebagai berikut:
1. Masih rendahnya minat belajar siswa terhadap pembelajaran IPA
2. Guru masih menggunakan metode konvensional dalam proses pembelajaran IPA yang menyebabkan rendahnya minat belajar siswa
3. Perlu adanya strategi pembelajaran yang mampu meningkatkan minat belajar siswa, sehingga mampu meningkatkan kompetensi siswa pada pembelajaran
C. Pembatasan Masalah
Guna menghilangkan kerancuan dan dapat tercapai sasaran yang ditinjau, adanya penelitian yang sesuai dengan tujuan penulis serta agar penelitian lebih terfokus dalam pembahasan, maka penelitian ini perlu adanya pembatasan masalah.
Adapun pembatasan masalah dalam penelitian ini adalah:
1. Strategi pembelajaran yang digunakan pada penelitian ini adalah strategi pembelajaran Learning Contract
2. Subjek yang akan diteliti adalah guru dan siswa kelas IV SDN 004 Telen Tahun Ajaran 2022/2023
3. Minat yang diungkap melalui penelitian ini adalah minat belajar siswa dalam pembelajaran IPA.
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan fokus penelitian dan latar belakang di atas, maka dirumuskan masalah dalam penelitian tindakan kelas ini sebagai berikut:
1. Apakah penggunaan strategi pembelajaran Learning Contract dapat
meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas IV SDN 004 Telen Tahun Ajaran 2022/2023?
2. Apakah penggunaan strategi pembelajaran Learning Contract dapat
meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA kelas IV SDN 004 Telen Tahun Ajaran 2022/2023?
E.Tujuan Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini mempunyai tujuan:
1. Untuk meningkatkan minat belajar siswa dalam pembelajaran IPA dengan strategi pembelajaran Learning Contract pada siswa kelas IV SDN 004 Telen Tahun Ajaran 2022/2023
2. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA dengan strategi pembelajaran Learning Contract pada siswa kelas IV SDN 004 Telen Tahun Ajaran 2022/2023.
E. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis
a. Bagi peneliti bermanfaat untuk menentukan upaya meningkatkan minat belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran
b. Menemukan alternatif solusi untuk memperbaiki kelemahan dan meningkatkan kualitas pembelajaran
2. Manfaat Praktis a. Bagi Guru
1) Guru dapat memperbaiki proses pembelajaran 2) Guru dapat meningkatkan kompetensi professional
3) Guru mampu mengelola kelas sehingga tercipta suasana kelas yang hidup.
UPAYA MENINGKATKAN MINAT BELAJAR ANAK MELALUI PEMBELAJARAN
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
Tinjauan Pustaka
Minat merupakan kecenderungan seseorang terhadap sesuatu yang diinginkannya serta menimbulkan rasa senang terhadap sesuatu tersebut. Minat sangat berpengaruh pada pencapaian yang diraih, orang yang tidak memiliki minat terhadap sesuatu pekerjaan, maka mustahil akan menguasainya dengan baik. Jika seseorang merasa sesuatu menguntungkan bagi dirinya maka minatnya semakin tinggi, serta dapat mendatangkan kepuasan dari dalam diri, jika seseorang merasa kurang puas, maka minat atas sesuatu pun juga akan berkurang.
Apabila minat sudah tertanam di dalam diri siswa dengan sendirinya kemauan untuk belajar secara drastis akan timbul dengan sendirinya. Belajar merupakan suatu aktivitas perubahan dari sesuatu yang mulanya tidak tahu berubah jadi tahu, dari tidak mengerti jadi mengerti, tidak bisa jadi bisa untuk mendapatkan hasil yang maksimal, terjadi proses kegiatan untuk mengubah tingkah laku seseorang. Proses pembelajaran dapat dikatakan berhasil jika
berorientasi pada tujuan pembelajaran yang dilakukan guru untuk meningkatkan kemampuan dan perkembangan anak didik.
1. Definisi Minat Menurut Makmun Khairani, (2013: 137) Minat adalah gejala psikologis yang menunjukan bahwa minat adanya pengertian subjek terhadap obyek yang menjadi sasaran karena obyek tersebut menarik perhatian dan menimbulkan.
2. Indikator minat Menurut Safari (2003:60) ada beberapa indikator minat belajar adalah sebagai berikut :
a. Perasaan senang b. Ketertarikan siswa c. Perhatian siswa d. Keterlibatan siswa
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar Menurut Slameto (2013:54) faktorfaktor yang mempengaruhi belajar banyak jenisnya, tetapi dapat digolongkan menjadi dua golongan saja, yaitu faktor intern dan faktor ekstern. Faktor intern adalah faktor yang berasal dari dalam diri individu yang sedang belajar. Ada tiga faktor yang menjadi faktor intern yaitu : Faktor jasmaniah, Faktor psikologis, Faktor kelelahan. Faktor ekstern adalah faktor yang ada di luar individu. Dikelompokan menjadi 3 faktor, yaitu faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor masyarakat.
4. Definisi Minat Belajar Supardi (2015 : 75-76) Minat belajar adalah sesuatu keinginan atau kemauan yang disertai perhatian dan keaktifan yang disengaja yang akhirnya melahirkan rasa senang dalam perubahan tingkah laku, baik berupa pengetahuan, sikap maupun ketrampilan.
Karakteristik Belajar IPA Menurut Haryono, (2013: 42-45) Uraian karakteristik belajar IPA dapat diuraikan sebagai berikut.
a. Proses belajar IPA melibatkan hampir semua alat indera, seluruh proses berpikir, dan berbagai macam gerakan otot.
b. Belajar IPA dilakukan dengan menggunakan berbagai macam cara (teknik). Misalnya, observasi, eksplorasi, dan eksperimentasi.
c. Belajar IPA memerlukan berbagai macam alat, terutama untuk membantu pengamatan.
Hal ini dilakukan karena kemampuan alat indera manusia itu sangat terbatas.
d. Belajar IPA seringkali melibatkan kegiatankegiatan temu ilmiah (misal seminar, konferensi atau simposium), studi kepustakaan, mengunjungi suatu objek, penyusunan hipotesis, dan yang lainnya.
e. Belajar IPA merupakan proses aktif. Belajar IPA merupakan sesuatu yang harus siswa lakukan, bukan sesuatu yang dilakukan untuk siswa.
Model Pembelajaran Outdoor Learning Menurut Husamah, (2013:20) menyatakan, pendidikan luar kelas diartikan sebagai pendidikan yang berlangsung di luar kelas yang melibatkan pengalaman yang membutuhkan partisipasi siswa untuk mengikuti tantangan
petualangan yang menjadi dasar dari aktivitas luar kelas seperti hiking, mendaki gunung, camping, dan lainlain.
a. Langkah-langkah Model Pembelajaran Outdoor Learning Adapun prosedur untuk
mempersiapkan pembelajaran dengan Outdoor learning (outdoor activities), menurut Oemar Hamalik, (2003: 47) adalah sebagai berikut:
1) Guru merumuskan dengan teliti pengalaman belajar yang direncanakan untuk memperoleh hasil yang potensial atau memiliki alternatif hasil.
2) Menentukan bentuk kegiatan yang akan dipakai, kegiatan outdoor learning ini dapat divariasi sendiri oleh guru. Misalnya: dalam satu materi dapat dilakukan dengan berbagai bentuk, seperti dalam tema yang lain seperti lingkungan.
METODE PENELITIAN.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan Kualitatif melalui metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Menurut Suharsimi Arikunto (2010: 130) Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas. Pada Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilakukan oleh guru untuk memperbaiki kinerjanya sehingga dapat meningkatkan minat belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan bulan Juli/Agustus 2022. Penelitian ini
dilaksanakan bedasarkan permasalahan yang terjadi di kelas IV SDN 004 Telen yaitu rendahnya minat belajar Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada siswa.
Penelitian tindakan kelas didasari adanya kejanggalan atau permasalahan pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung, penelitian ini menggunakan empat langkah, yaitu perencanaan, observasi, tindakan, dan refleksi. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Tujuan dilakukannya observasi untuk melihat metode yang dipakai guru dalam pembelajaran, serta melihat bagaimana respon anak ketika sedang melakukan pembelajaran
Objek dalam penelitian ini adalah keseluruhan proses dan hasil pembelajaran IPA melalui model pembelajaran tipe Outdoor Learning pada siswa kelas IV SDN 004 Telen tahun ajaran 2022/ 2023. Dengan subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 004
Telen sebanyak 15 siswa. Terdiri dari 9 siswa laki-laki dan 6 siswa perempuan.
Penelitian ini bertujuan untuk merangsang minat belajar anak melalui pembelajaran sains serta memaksimalkan potensi diri anak, dan untuk mengetahui apakah melalui pembelajaran sains dapat meningkatkan kemampuan belajar anak pada kelas IV.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Bogdan dan Taylor dalam Moleong (2010:4) mengatakan bahwa metode kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata bertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati dari subjelk itu sendiri. Data yang dikumpul berasal dari naskah wawancara, dokumentasi pribadi dan dokumen resmi lainnya. Metode deskriptif ini bertujuan untuk mendeskripsikan Upaya
Meningkatkan Minat Belajar Anak melalui Pembelajaran di SDN 004 Telen Kabupaten Kutai Timur.
B. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2022 di SD Negeri 004 Telen. Alasannya, karena di SDN 004 Telen Kabupaten Kutai Timur merupakan salah satu dari tujuh sekolah dasar tempat saya mengajar yang terpencil.
C. Subjek dan Objek Penelitian
Adapun subjek penelitian ini adalah siswa SDN 004 Telen. Sedangkan objek penelitian adalah peran guru, siswa Kelas IV dan hambatan dalam meningkatkan minat belajar anak di SDN 004 Telen Kabupaten Kutai Timur.
D. Cara Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data erat kaitannya dengan masalah penelitian yang akan dipecahkan. Jenis data yang digunakan didalam penelitian ini adalah data kualitatif.
Data kualitatif diperoleh melalui observasi, kegiatan wawancara, dan dokumentasi lainnya yang mendukung dari pada penelitian tersebut. Dari teknik yang digunakan dalam penelitian ini dijelaskan berikut ini :
1. Wawancara dan Observasi
Wawancara dilakukan terhadap subjek penelitian (guru dan siswa) tentang Minat Belajar . Apakah melalui tahap-tahap pelaksanaan meningkatkan minat siswa di sekolah yaitu sosialisasi dan desiminasi.
2. Dokumentasi
Dokumen adalah setiap bahan tertulis ataupun film lain dari rekaman yang tidak dipersiapkan karena adanya permintaan dari seorang penyelidik (Moleong, 2002:136).
Dalam penelitian ini teknik dokumentasi berfungsi sebagai pelengkap data yang digunakan untuk memperoleh data berupa dokumen-dokumen berupa kegiatan belajara dan perangkat pelaksanaan pembelajaran sekolah.
c) Tehnik Analisis Data
Data yang terkumpul dianalisis sebagai berikut:
a. Reduksi data
Pada tahap ini, data yang diperoleh di lokasi penelitian (data lapangan) berupa hasil pengisian instrument dan hasil wawancara serta dokumentasi. Data tersebut dituangkan dalam uraian atau laporan dan terperinci. Kemudian dari laporan tersebut perlu dirangkum, direduksi, dipilih dan difokuskan pada hal-hal pokok, sesuai dengan tujuan penelitian. Reduksi data ini berlangsung terus-menerus selama proses penelitian berlangsung.
b. Penyajian data
Penyajian data merupakan proses penyusunan informasi secara sistematis dalam rangka memperoleh kesimpulan-kesimpulan sebagai temuan penelitian.
Penyajian data ini dimaksudkan agar memudahkan bagi peneliti untuk melihat gambaran secara keseluruhan atau bagian-bagian tertentu dari penelitian.
c. Menarik kesimpulan
Verifikasi data dalam penelitian ini dilakukan secara terus-menerus sepanjang proses penelitian berlangsung. Sejak awal dan selama proses pengumpulan data, peneliti berusaha untuk menganalisa dan mencari makna dari data yang ada, serta tujuan yang hendak dicapai. Kemudian dituangkan dalam kesimpulan yang bersifat tentative.
d. Tehnik Pemeriksaan Keabsaan Data (Tiangulasi)
Menurut Moleong (2002:173) pelaksanaan teknik pemeriksaan keabsahan data didasarkan atas sejumlah kriteria tertentu. Teknik pemeriksaan keabsahan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan triangulasi yang merupakan bagian dari
kriteria derajat kepercayaan. Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekkan atau sebagai pembanding data tersebut.
Long Noran, 03 Nov 2022 ttd
Meryam belina