• Tidak ada hasil yang ditemukan

ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR"

Copied!
86
0
0

Teks penuh

(1)

ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR

(2)

TUJUAN PEMBELAJARAN

1). Menjelaskan konsep Ilmu sosial Budaya dasar.

2). Menjelaskan perkembangan nialai-nilai budaya terhadap individu, keluarga dan masyarakat.

3). Menjelaskan berbagai aspek kehidupan,

perkembangan dan masalah-masalah masyarakat

pedesaan dan perkotaan.

(3)

Buku Utama

1. Kuncoroningrat, (1993) Pengantar Ilmu Antropologi, Aksara, Jakarta.

2. Drs. H. Abu Ahmadi, (1988) Ilmu Sosial Dasar, Jakrta, Bina aksara.

3. Habib Mustopo (1988), Ilmu Budaya Dasar, Surabaya.

Buku Anjuran

1. Nursib, Studi Sosial, Bandung, 1988, UPI Bandung.

2. Ir. Drs. M.Munandar Sulaeman (1993), MS Ilmu Budaya Dasar Bandung, PT. Eresco.

3. Drs. Joko Tri Prasetija, Dkk (1991), Ilmu Sosial Budaya Dasar, Jakarta.

(4)

1.1. Konsep Ilmu Sosial dan Budaya Dasar

1.1.1. Latar belakang ilmu sosial dan budaya dasar 1.1.2. Lingkup ilmu sosial dan budaya dasar

1.1.3. Pokok bahasan ilmu sosial dan budaya dasar 1.1.4. Masalah-masalah budaya dalam ilmu sosial dan

budaya dasar 1.1.5. Pengertian

1.1.6. Kerangka kebudayaan 1.2. kelompok sosial

1.2.1. Pengertian

1.2.2. Kelompok sosial teratur 1.2.3. Kelompok sosial tak teratur 1.2.4. Bentuk kelompok sosial

1.3. Interaksi sosial 1.3.1. Pengertian

1.3.2. Bentuk interaksi sosial

1.3.3. Fungsi interaksi sosial

(5)

1.Agama

2.Ideologi negara atau Pancasila 3.Kewiraan

4.Ilmu Budaya Dasar (IBD) 5.Ilmu Sosial Dasar (ISD)

6.Ilmu Alamiah Dasar (IAD)

(6)

1. EGOIS

2. INDIVIDUALIS 3. MATERIALISTIS 4. SEKULER

5. HEDONIS

6. KRISIS AKHLAK 7. AGAMA SBG

SIMBUL

GLOBALISASI

KONDISI AKTUAL MASY INDO

SIKAP MASY

(7)
(8)
(9)

1. Arah Pend Krg Jelas 2. Pend Sbg Barang Mhl 3. Pend tdk Merata

4. Penyelewengan dana pendidikan ckp tinggi 5. Kurang penghargaan

pada Guru/Dosen

6. Kualitas dan kuantitas guru/dosen kurang

7. Pend Kepreibadian Kurang mendapat Perhatian Serius 8. Mencetak Tukang PENDIDIKAN

INDONESIA

POLITISASI

PENDIDIKAN

(10)
(11)

MHS PTU

1. KEHILANGAN FIGUR 2. KEPRIB PECAH

3. KEHIL JATI- DIRI TDK MANDIRI

4. KURANG HARGAI ILMU DAN GURU 5. MANJA DAN MALAS

BACA

6. GAUL BEBAS

(12)
(13)

• Pendidikan Umum (GE) di Indonesia:

merupakan studi (bidang kajian) yg membekali peserta didik berupa kemampuan dasar ttg

pemahaman, penghayatan dan pengalaman nilai-nilai dasar kemanusiaan, sbg makhluk Tuhan, sebagai pribadi, anggota keluarga,

masyarakat, warga negara dan sbg bagian dari

alam.

(14)
(15)

NENEK MOYANG KITA ORANG BERAGAMA TERBUKTI DENGAN PENINGGALAN

SEJARAHNYA

MEMILIKI WARISAN BUDAYA DAN PERADABAN TINGGI

BANGSA INDONESIA DIKENAL SEBAGAI BANGSA YANG RAMAH, CINTA DAMAI,

TOLERAN, BERGOTONG ROYONG

(16)

Bangsa Indonesia Memiliki Falsafah Hidup Pancasila

Ketuhanan Yang Maha Esa

Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab

Persatuan Indonesia

Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/

Perwakilan

Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

(17)

1. UUD 45 Pasal 30, 31

2. UU No 20 TH 2003 ttg Sisdiknas

3. Kep.Mendiknas No. 232/U/2000 dan No. 045/U/2002) ttg Kurikulum Inti

4. KEP.Dirjen Dikti. No 30/DIKTI/Kep/2003 ttg Rambu- rambu Pelak MPK di PT

5. Surat Edaran Dirjen Dikti : No 1058?D/T/ 2003 ttg PelakKep Dirjen Dikti No 30

6. KEP. Dirjen Dikti : No 29/DIKTI/Kep/2004 ttg

Pengangkatan Tim Pembina Kel MPK dan MBB

(18)

TUJUAN PENDID MEWUJUDKAN MANUSIA INDONESIA SEUTUHNYA

MEWUJUDKAN MANUSIA INDONESIA SEUTUHNYA

DIPERLUKAN SUATU PROSES SECARA TERENCANA, TERUS MENERUS DAN BERKESINAMBUNGAN, (DISEBUT PROSES PENDIDIKAN)

KEHIDUPAN BERBANGSA,BERNEGARA, DAN BERMASYARAKAT PERLU ADANYA PEWARISAN PENGETAHUAN, NILAI RELIGI, DAN SOSIAL BUDAYA

DALAM PERGAULAN GLOBAL PERLU MEMPERTAHANKAN JATI DIRI SEBAGAI BANGSA YG BERAGAMA, BERDAULAT DAN

BERMARTABAT,

(19)

1.1.1 Latar Belakang ISBD

Permaslahan ISBD adalah :

Untuk memenuhi Tuntutan masyarakat dan negara, bahwa perguruan tinggi (mahasiswa) harus dapat berhubungan langsung dengan masyarakat dalam

dharmanya/pengabdiannya kepada negara. Hubungan ini meliputi manifestasinya berupa kebudayaannya yang beraneka ragam.

Dalam menghadapi realitas budaya yang selalu berkembang, diharapkan mahasiswa terhindar dari pola pikir yang memilah milih budayanya menurut etnis atau suku masing-masing, yang bisa mengakibatkan dampak negatif bagi terselenggaranya intergrasi bangsa.

Demikian pula masyarakat dan negara menuntut terciptanya cendikiawan yang tidak hanya dibekali keahlian tertentu, tetapi memiliki sikap dan “kata hati” untuk

mengabdi kepada sesama demi harkat kemanusiaan.

(20)

Tujuan mempelajari ISBD :

Membantu perkembangan kepribadian mahasiswa agar mampu berperan sebagai anggota masyarakat dan bangsa serta agama.

Menumbuhkan kepekaan mahasiswa terhadap masalah-masalah dan kenyataan-kenyatan sosial yang timbul di dalam masyarakat.

Memberi pengetahuan dasar kepada mahasiswa agar mereka mampu

berfikir secara interdisipliner dan mampu memahami pikiran ahli-ahli

berbagai ilmu pengetahuan sehingga dengan demikian memudahkan

mereka berkomunikasi.

(21)

1.1.2. Lingkup Kajian ISBD:

1. Pengelompok Ilmu Pengetahuan

Menurut Prof. Dr. Harsja Bachtiar (1981) bahwa ilmu dan pengetahuan dapat

dikelompokan menjadi tiga kelompok besar, yaitu kelompok ilmu alamiah (natural sciences), kelompok ilmu sosial (social sciences), dan kelompok pengetahuan budaya (the humanities).

A. Kelompok ilmu alamiah

Kelompok Ilmu alamiah bertujuan untk memahami keteraturan yang terdapat dalam alam semesta, untk mengkajinya digunakan metode ilmiah. Caranya adalah

menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan itu, kemudian dibuat analisis guna menentukan suatu kualitas. Hasil analisis ini kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi. Hasil penelitiannya 100% benar atau 100% salah.

Termasuk kelompok ilmu alamiah antara lain adalah astronomi, fisika, kimia, biologi, kedokteran (kebidanan).

(22)

B. Kelompok ilmu sosial

Kelompok ilmu sosial bertujuan untk memahami keteraturan yang terdapat dalam hubungan antar manusia, untk mengkajinya digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu alamiah. Tetapi hasil penelitiannya tidak mungkin 100% benar, hanya mendekati kebenaran dan tidak pula 100% salah. Sebabnya adalah keteraturan dalam hubungan antarmanusia itu dapat berubah dari waktu ke waktu. Termasuk kelompok ilmu sosial antara lain adalah ekonomi, sosiologi, polotik, demografi, piskologi, antropologi, sosial, sosiologi hukum.

C. Kelompok pengetahuan budaya

Kelompok pengetahuan budaya bertujuan untk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untk mengkaji hal itu digunakan

metode pengungkapan peristiwa dan pernyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti. Peristiwa dan peryataan itu pada umumnya terdapat dalam tulisan-tulisan.

Metode ini tidak ada sangkut pautnya dengan metode ilmiah, hanya mungkin ada pengaruh dari metode ilmiah. Termasuk kelompok pengetahuan budaya antara lain adalah filsafat, seni (tari,lukis,musik dll), sejarah, antropologi budaya, hukum, agama.

(23)

2. Manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk budaya

Secara umum, Ilmu Sosial Budaya Dasar untk mengembangkan kepribadian manusia sebagai makhluk sosial (zoon politicon) dan sebagai makhluk budaya (homo humanus), sehingga mampu menanggapi secara keritis dan berwawasan luas masalah sosial

budaya dan masalah lingkungan sosial budaya, serta mampu menyelesaikan secara halus (refined), arif, dan manusiawi masalah-masalah tersebut.

Tiga macam rumusan utama :

a. pengembangan kepribadian manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk budaya,

b. kemampuan menanggapi secara kritis dan berwawasan luas masalah sosial budaya dan masalah lingkungan sosial budaya, c. kemampuan menyelesaikan secara halus, arif, dan manusiawi

masalah-masalah tsb, untuk menjelaskan rumusan itu, maka perlu dipahami lebih dahulu konsep-konsep dasar : manusia makhluk sosial, manusia makhluk budaya, tanggapan kritis, wawasan luas, masalah sosial budaya, dan masalah lingkungan sosial budaya.

(24)

Manusia makhluk sosial(zoon politicon) artinya :

manusia sebagai makhluk individu tdk akan mampu hidup sendiri dan berkembang sempurna tanpa hidup bersama dengan individu manusia lain. Sejak lahir manusia sudah harus hidup bersama dengan manusia lainnya, hal itu didasari oleh kebutuhan manusia yang hanya dapat dipenuhi apabila berhubungan dengan atau mendapat bantuan dari manusia lain. Dengan kata lain manusia harus hidup bermasyarakat.

Hidup bermasyarakat artinya saling berhubungan dan berintraksi satu sama lain dalam kelompoknya dan juga dengan individu di luar kelompoknya guna memperjuangkan dan memenuhi kepentingannya.

Manusia makhluk budaya (homo humanus) artinya :

manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, karena sejak lahir sudah dibekali dengan unsur akal (ratio), rasa (sense), dan karsa (will, wish). Dengan unsur itu manusia dapat mempertimbangkan mana yang benar dan mana yang salah, mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang bermanfaat dan mana yang

merugikan. pertimbangan

(25)

Tanggapan kritis, artinya :

reaksi akal atau daya tangkap berdasarkan nalar yang tinggi terhadap sesuatu yang dilihat atau didengar atau suatu peristiwadalam masyarakat. Dalam konteksnya dengan sosial budaya, tanggapan kritis merupakan kemampuan memahami suatu masalah guna membedakan secara objektif mana peristiwa yang bersumber dari bencana alam atau penyakit, yang perlu diatasi dan dihindari. Kemudian secara kritis dapat dikaji juga solusi yang terbaik guna menghindari atau mengatasi konflik secara arif dan manusiawi.

Wawasan luas,artinya :

kemampuan memandang jauh kedepan berdasarkan pemikiran yang dalam dan

mendasar. Dalam konteks sosial budaya, pandangan luas dan jauh daya jangkau tidak hanya terhadap masalah sosial budaya yang terjadi dalam kelompoknya, misalnya keluarga, organisasi kemasyarakatan pada masa kini, melainkan meliputi juga lingkup yang lebih luas untuk masa mendatan, tidak hanya berskala lokal, sektoral, juga

berskala nasional dan terpadu mengenai masalah sosial budaya bangsa Indonesia.

(26)

Masalah sosial budaya, adalah :

peristiwa atau kejadian yang timbul akibat intraksi sosial dalam kelompok masyarakat atau antar kelompok masyarakat guna memenuhi suatu kepentingan hidup, yang dianggap merugikan salah satu pihak atau masyarakat secara keseluruhan.

Masalah Lingkungan sosial, adalah :

kelompok sosial budaya yang hidup dalam batas-batas tertentu yang ditata

berdasarkan norma sosial budaya yang membedakannya dengan lingkungan alam.

Lingkungan sosial budaya antara lain berupa keluarga, desa, marga. Masalah lingkungan sosial budaya merupakan peristiwa atau kejadian yang timbul karena perbuatan tidak manusiawi yang merugikan warga lingkungan sosial budaya atau lingkungan alam.

(27)

Secara khusus, Ilmu sosial budaya dasar bertujuan untk :

a. mempertajam kepekaan terhadap sosial budaya dan lingkungan sosial budaya terutama untuk kepentingan profesi.

b. memperluas pandangan tentang masalah sosial budaya dan masalah kemanusiaan serta mengembangkan kemampuan daya kritis terhadap kedua masalah tersebut.

c. menghasilkan calon pemimpin bangsa dan negara yang tidak

bersifat kedaerahan dan tidak terkotak-kotak oleh disiplin ilmu yang ketat dalam menanggapi dan menangani masalah dan nilai-

nilai dalam lingkungan sosial budaya.

d. meningkatkan kesadaran terhadap nilai manusia dan kehidupan manusiawi.

e. membina kemampuan berfikir dan bertindak objektif untuk

menangkal pengaruh negatif yang dapat merusak lingkungan sosial budaya.

(28)

Dasar Budaya

dan Sosial

Ilmu bahasan

Pokok .

3 . 1 . 1

Delapan topik sebagai pokok bahasan dengan urutan sebagai berikut :

: kasih cinta

dan Manusia

. 1

- cinta antara pria dan wanita, seks - kekeluargaan

- persaudaraan

: keindahan dan

Manusia .

2

- kontemplasi - eksistensi

: penderitaan dan

Manusian .

3

- nasib buruk - penyesalan - Bunuh diri

- kehilangan yang dicintai : keadilan dan

Manusia .

4

- rasa keadilan

- perlakuan yang adil

(29)

: hidup pandangan

dan Manusia

. 5

- cita-cita - kebijakan

: pengabdian serta

jawab tanggung

dan Manusia

. 6

- kesadaran - kewajiban - pengorbanan

: kegelisahan dan

Manusia .

7

- keterasingan - kesepian

- ketidakpastian

: harapan dan

Manusia .

8

- kepercayaan diri - Semangat hidup baru

- gairah mengatasi kesulitan

(30)

Masalah2 budaya adl segala sistem atau tata nilai (norma), sikap mental, pola pikir, pola tingkah laku dlm berbagai aspek kehidupan yang tdk memuaskan bagi warga masyarakat secara keseluruhan. Misalnya terjadinya proses “dehumanisasi” atau pengurangan arti kemanusiaan seseorang. Masalah2 budaya tersebut mencangkup : 1. Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan

masalah kemanusiaan dan budaya.

2. Hakikat manusia universal. Akan tetapi perwujudannya beraneka ragam.

Ada kesamaan2, tetapi juga ketidak seragaman yang diungkapkan secara tidak seragam, sebagaimana yang terlihat ekspresinya dlm berbagai

bentuk dan corak ungkapan pikiran dan perasaan, tingkah laku, dan hasil

kelakuan mereka.

(31)

N o

NORMA PENGERTIAN CONTOH - CONTOH SANKSI

1

2

3

4

Agama

Kesusilaan

Kesopanan

Hukum

Petunjuk hidup yg bersumber dari Tuhan yg disampaikan melalui utusanNya (Rasul/Nabi) yg berisi perintah larangan, atau anjuran2.

Pedoman pergaulan hidup yg bersumber dari hati nurani manusia tentang baik buruknya suatu perbuatan

Pedoman hidup yg timbul dari hasil pergaulan manusia di dalam masyarakat

Pedoman hidup yg dibuat oleh badan berwenang untuk

mengatur manusia dlm kehidupan berbangsa dan bernegara

a. bersembahyang/beribadat ditempat ibadah

b. Tdk berjudi

c. Suka beramal

a. Berlaku jujur

a. Menghormati org yg lbh tua

b. Tdk berkata kasar

c. Menerima dgn tangan kanan

a. Harus tertib

b. Harus sesuai prosedur c. Dilarang mencuri

Tidak langsung, karena akan diperoleh setelah meninggal dunia (pahala atau dosa)

Tdk tegas, krn hanya diri sendiri yg merasakan (merasa bersalah, menyesal)

Tdk tegas, tetapi dpt diberikan masyarakat dlm bentuk celaan, cemoohan Tegas dan nyata serta mengikat dan memaksa bagi setiap orang tanpa kecuali

(32)

1.2. Kelompok Sosial

1.2.1. Pengertian Kelompok Sosial (Stratifikasi Sosial)

Stratifikasi berasal dari kata Status yang artinya lapisan (berlapis-lapis). Sehingga Stratifikasi Sosial berarti “lapisan masyarakat”.

Pada prinsipnya setiap individu dalam pergaulan hidupnya memiliki status sosial yang pokok (key status) yang berupa :

a) Pekerjaan seseorang (merupakan status yang terpenting).

b) Status dalam sistem kekerabatan.

c) Status religius dan status politik.

1.2.2. Kelompok Sosial Teratur/Stratifikasi tertutup.

Kemungkinan pindah seorang anggota kelompok dari golongan yang satu ke golongan yang lain kecil sekali, sebab biasanya sistem ini didasarkan atas keturunan.

1.2.3. Kelompok Sosial Tak Teratur/Stratifikasi terbuka.

Anggota kelompok yang satu ada kemungkinan besar untuk berpindah ke kelompok yang lain, artinya dapat menurun ke kelompok yang lebih rendah atau sebaliknya.

(33)

1.2.4. Bentuk kelompok sosial

Dapat disimpulkan bahwa ukuran atau kriteria yang biasanya dipakai untuk menggolong- golongkan masyarakat ke dalam lapisan-lapisan sosial adalah :

1. Ukuran kekayaan : ukuran kekayaan (kebendaan) dapat dijadikan suatu ukuran; barang siapa yang mempunyai kekayaan paling banyak, termasuk ke dalam lapisan sosial teratas.

2. Ukuran kekuasaan : barang siapa yang memiliki kekuasaan atau mempunyai wewenang terbesar, menempati lapisan sosial teratas.

3. Ukuran kehormatan : ukuran kehormatan mungkin terlepas dari ukuran-ukuran kekayaan atau kekuasaan.

Orang yang paling disegani dan dihormati, mendapatkan atau menduduki lapisan sosial teratas.

4. Ukuran ilmu pengetahuan : ilmu pengetahuan dipakai ukuran oleh masyarakat yang menghargai ilmu pengetahuan.

(34)

1.3. Interaksi Sosial

1.3.1. Pengertian Interaksi Sosial

Kata interaksi berasal dari bahasa Inggris yaitu “interaction”, artinya suatu tindakan yang

berbalasan. Dari pengertian tersebut dapat didefinisikan bahwa interaksi adalah berhubungan saling mempengaruhi. Sedangkan kata sosial berasal dari bahasa latin yaitu “socius” yang berarti teman, sahabat atau kawan. Jadi, Interaksi Sosial mengandung pengertian bahwa proses saling berhubungan dan saling mempengaruhi itu terjadi antarmanusia baik individu dengan individu, atau antar individu dengan kelompok.

1.3.2. Bentuk Interaksi Sosial

a. Interaksi Sosial Langsung (primer).

Kontak secara badaniah atau fisik atau face to face dengan bertatap muka langsung, seperti saling bicara, saling senyum, saling bersalaman dll.

b. Interaksi Sosial tak langsung (sekunder).

Kontak tidak langsung, kontak sekunder ini terjadi antara masing-masing pihak melalui sarana-sarana komunikasi, seperti telepon, telegram dll.

(35)

1.3.3. Fungsi Interaksi Sosial

Sebagai media komunikasi dalam proses pemberitahuan atau penyampaian pesan atau berita dari satu pihak kepada pihak lain, dengan tujuan dapat menggugah keikutsertaan pihak lain, sehingga hal-hal yang diberitahukan itu menjadi pengertian bersama.

(36)

2.2. Konsep keluarga, fungsi keluarga, Bentuk-bentuk keluarga, Peran dan fungsi anggota keluarga.

2.2.1. Pengertian kebudayaan (dari beberapa pendapat) 2.2.2. Tujuan ruang lingkup kebudayaan

2.2.3. Unsur-unsur kebudayaan

2.2.4. Sistem budaya dan sistem sosial 2.2.5. Jenis-jenis kebudayaan di Indonesia

2.2.6. Ciri-ciri khusus kebudayaan yang ada di Indonesia 2.3. Perkembangan nilai budaya

2.3.1. Sistem budaya dan sistem sosial

2.3.2. Konsep nilai budaya dan sistem sosial 2.3.3. Sistem nilai di masyarakat

2.3.4. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan nilai budaya 2.3.5. Perbedaan nilai dan moral

2.3.6. Pandangan dari nilai masyarakat terhadap individu, keluarga dan masyarakat

(37)

2.2. Konsep keluarga sebagai anggota masyarakat.

Keluarga adalah merupakan kelompok primer yang paling penting di dalam

masyarakat. Keluarga merupakan sebuah group yang terbentuk dari perhubungan laki-laki dan wanita, hubunganyang berlangsung lama untuk menciptakan anak dan membesarkan anak-anaknya. Jadi keluarga dalam bentuk yang murni merupakan satu kesatuan sosial yang terdiri dari suami istri dan anak-anak yang belum

dewasa. Satuan ini mempunyai sifat-sifat tertentu yang sama, dimana saja dalam satuan masyarakat manusia.

A. Pengertian keluarga

Keluarga Inti (Kern Familie).

Yang dimaksud keluarga inti adalah : kesatuan suami sebagai ayah, dan istri sebagai ibu, serta anak sebagai keturunan mereka.

Keluarga besar

Yang dimaksud keluarga besar adalah: mereka yang menjadi anggota keluarga atas dasar :

ikatan perkawinan keluarga inti, yaitu ayah dan ibu mertua, kakek dan nenek mertua, paman dan bibi mertua, kakak dan adik ipar, cucu mertua.

Hubungan darah, yaitu ayah dan ibu kandung, kakek dan nenek kandung, paman dan bibi kandung, kakak dan adik kandung, cucu kandung.

(38)

B. Fungsi keluarga

Fungsi Penerus Generasi

Tujuan pertama perkawinan adalah terpenuhinya kebutuhan biologis (seksual) dan lahirnya anak sebagi akibat hubungan biologis (seksual) suami dan istri. Dalam hal ini, keluarga sebagi

“penerus generasi” tanpa keluarga tidak ada generasi berikutnya. Fungsi ini disebut juga sebagai

“fungsi seksual reproduksi”.

Fungsi Budaya dan Sistem Nilai Budaya

Dikatakan sebagai sumber budaya karena keluarga adalah pusat interaksi sosial pertama suami dan istri kemudian ditambah anak yang lahir dari hubungan suami istri. Karena interaksi tersebut berlangsung lama dan terus menerus, maka terbentuklah sistem nilai budaya yang bersifat

normatif dalam lingkungan keluarga yang menjadi pedoman hidup bermasyarakat.

Fungsi Pendidikan

Budaya dan sistem nilai budaya mula-mula tumbuh dan berkembang di lingkungan keluarga sebagai unit masyarakat kecil. Kemudian berkembang kelingkungan masyarakat luas.

Perkembangan tersebut melalui proses yang lama, dari tingkat alamiah sampai ke tingkat

penerapan ilmu pengetahuan dilingkungan keluarga. Proses perkembangan budaya seperti ini disebut pendidikan keluarga. Keberhasilan membina pendidikan keluarga menjadi cermin keberhasilan membina pendidikan masyarakat. Fungsi pendidikan keluarga ini disebut juga

“fungsi sosial edukasi”.

(39)

C. Bentuk-bentuk keluarga Keluarga Patrilineal

Adalah keluarga yang mengutamakan garis keturunan pihak ayah. Ayah memiliki status yang lebih tinggi, peran dan otoritas yang lebih besar dalam budaya keluarga. Dalam pengembangan dan pemeliharaan budaya keluarga, laki-laki mempunyai peran lebih besar dlm menentukan putusan akhir. Antara lain dianut oleh masyarakat Sumatra bagian Selatan, Sumatra Utara, Kalimantan, Sulawesi.

Keluarga Matrilineal

Adalah keluarga yang mengutamakan garis keturunan pihak ibu. Ibu memiliki peran otoritas yang lebih besar dalam budaya keluarga, tetapi peran dan otoritas tersebut dijalankan oleh saudara laki-laki ibu sebagai paman anak-anaknya. Dianut oleh

masyarakat Minangkabau di Sumatra Barat.

Keluarga Parental (bilateral)

Adalah keluarga yang mengutamakan garis keturunan ayah dan ibu. Kedua garis keturunan ayah dan ibu dianggap sama. Ayah dan ibu mempunyai status dan peran serta otoritas yang sama dalam keluarga. Di anut oleh masyarakat Jawa.

(40)

D. Peran dan fungsi anggota keluarga Ayah

Kepala dalam membimbing keluarga

Mencari nafkah\bekerja keras menghidupi keluarga.

Melindungi anggota keluarga

Memberi contoh berbuat baik kepada keluarga dan lingkungan hidupnya Kemampuan menciptakan norma moral bagi kehidupan keluarganya Ibu

Melahirkan anak

Dengan tulus menyusui dan mengasuh anak

Dengan penuh pengorbanan memelihara dan mendidik anak Anak

Berbakti kepada ke dua orang tua Menjaga nama baik keluarga

(41)

.2.2.1. Pengertian kebudayaan (dari beberapa pendapat)

Kebudayaan ataupun yang disebut peradaban, mengandung pengertian yang luas, meliputi pemahaman perasaan suatu bangsa yang kompleks, meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, moral, hukum, adat istiadat (kebiasaan), dan pembawaan lainnya yang diperoleh dari anggota masyarakat (Taylor, 1897).

Menurut Kluckhohn (1951) hampir semua antropolog Amerika setuju dengan dalil yang diajukan oleh Herkovits dalam bukunya yang berjudul Man and His work tentang teori kebudayaan yaitu :

Kebudayaan dapat dipelajari.

Kebudayaan berasal dari atau bersumber dari segi biologis, lingkungan, piskologis, dan komponen sejarah eksistensi manusia.

Kebudayaan mempunyai struktur.

Kebudayaan dapat dipecah-pecah ke dalam berbagai aspek.

Kebudayaan bersifat dinamis.

Kebudayaan bersifat variabel.

Kebudayaan memperlihatkan keteraturan yang dapat dianalisis dengan metode ilmiah.

kebudayaan merupakan alat bagi seseorang (individu) untuk mengatur keadaan totalnya dan menambah arti bagi kesan kreatifnya.

Ketentuan-ketentuan ahli kebudayaan itu sudah bersifat universal, dapat diterima oleh pendapat umum meskipun dalam praktek, arti kebudayaan menurut pendapat umum ialah suatu yang berharga atau baik. (Baker, 1984).

Kebudayaan dalam kaitannya dengan ilmu sosial budaya dasar adalah penciptaan, penertiban, dan pengolahan nilai-nilai insani; tercakup di dalamnya usaha memanusiakan diri di dalam alam lingkungan, baik fisik maupun sosial. Nilai-nilai

ditetapkan atau dikembangkan sehingga sempurna. Tidak memisah-misahkan dalam membudayakan alam, memanusiakan hidup, dan menyempurnakan hubungan insani. Manusia memanusiakan dirinya dan memanusiakan lingkungan dirinya.

(42)

2.2.2. Tujuan ruang lingkup kebudayaan

Menjadikan seseorang menjadi lebih manusiawi, lebih arif dan bijaksana, lebih berbudaya dan halus. Dengan menggunakan berbagai pengetahuan (the humanities), baik dengan

menggunakan keahlian (disiplin) ataupun dengan menggunakan

pendekatan berbagai keahlian (interdisipliner).

(43)

Tujuan untuk mahasiswa

1. Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkup budaya, sehingga mereka lebih mudah

menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru terutama untuk kepentingan profesinya.

2. Memberi kesempatan mahasiswa untuk dapat memperluas pandangan tentang masalah kemanusiaan serta

mengembangkan daya kritis terhadap persoaslan.

3. Mengusahakan agar para mahasiswa sebagai calon

pemimpin bangsa dan ahli disiplin ilmu masing-,asing tidak jatuh dalam sifat kedaerahan

4. Menjembatani para akademisi agar mereka lebih mampu

berdialog satu sama lain secara lancar

(44)

Konsep Kebudayaan

Kebudayaan berasal dari bahasa sansekerta “ budayah “ / “ bodhi “ yang berarti budi akal atau segala sesuatu yang berkaitan dengan akal. Budaya dapat dipisahkan sebagai kata majemuk Budi & Daya yang berupa : cipta , rasa, karsa, karya ( kuncoroningrat 1980 )

3. Dimensi wujud kebudayaan

a. Dimensi gagasan , konsep, pikiran manusia. Wujud ini disebut “ sistem budaya “ sifatnya abstrak, tidak dapat dilihat berpusat pada kepala.

b. Dimensi aktifitas : disebut sistem sosial ; berupa

aktifitas manusia yang saling berinteraksi, sifat konkrit dapat diamati atau diobsevasi

c. Wujud sebagai benda ( sistem konkrit ) hasil daya cipta

manusia yang berwujud benda

(45)

F. Kerangka Kebudayaan

1. Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan & budaya yang dapat

didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya ( the humanistik ) dari berbagai disiplin ilmu

2. Hakekat manusia sebagai kesatuan atau universal akan membentuk beraneka ragam kebudayaan yang masing- masing sesuai dengan masa dan zamannya

Kedua masalah pokok tersebut memerlukan penjabaran

lebih lanjut dengan beberapa unsur: al

(46)

2.2.3. Unsur-unsur kebudayaan

a. Peraturan dan perlengkapan hidup manusia : ( pakaian, perumahan, transportasi) dsb

b. Mata pencaharian hidup dan sistem –sistem ekonomi (pertanian, peternakan, sistem produksi, distribusi) dll

c. Sistem kemasyarakatan ( system kekerabatan, orpol, sistem hukum, sistem perkawinan ) dll

d. Bahasa ( lisan maupun tertulis)

e. Kesenian ( seni rupa, seni suara, seni gerak, seni pahat) dll f. Sistem pengetahuan ( pengathuan alam, fisika dll )

g. Religi ( sistem kepercayaan )

(47)

Wujud Kebudayaan

a. Wujud kebudayaan mempunyai sifat yang abstrak : artinya tidak dapat dilihat tidak dapat diraba, hanya bisa diyakini keberadaannya.

Bertempat di alam pikiran/ di kepala. Misal : adat istiadat setempat bersih desa

b. Wujud kebudayaan yang bersifat sosial ( sosial system) adalah

merupakan tindakan yang terpola dari manusia itu sendiri. Sistem ini merupakan kegiatan setiap hari manusia itu sendiri ( kegiatan pasar, kegiatan perkantoran) dll

c. Wujud kegiatan fisik : adalah merupakan seluruh hasil fisik dari

perbuatan manusia dalam masyarakat, bersifat konkrit , mis bangunan ,

komputer, OHP dll

(48)

2.2.4. Sistem budaya dan sistem sosial Sistem Budaya

Sistem budaya merupakan wujud yang abstrak dari kebudayaan. Sistem budaya atau cutural system merupakan ide-ide dan gagasan manusia yang hidup bersama dalam masyarakat. Dengan demikian sistem budaya adalah bagian dari kebudayaan, yang diartikan pula adat istiadat. Adat istiadat mencangkup sistem nilai budaya, sistem norma, norma-norma menurut peranata- peranata yang ada di dalam masyarakat yang bersangkutan, termasuk norma agama.

Fungsi sistem budaya adalah menata dan memantapkan tindakan-tindakan serta tingkah laku manusia. Proses ini dimulai sejak kecil, dimulai dari lingkungan keluarganya, kemudian dengan lingkungan diluar rumah, mula-mula dengan meniru berbagai macam tindakan, Setelah perasaan dan nilai budaya yang memberikan motivasi akan tindakan meniru itu diinternalisasi dalam

kepribadiannya, maka tindakannya itu menjadi suatu pola yang mantap, dan naorma yang mengatur tindakannya dibudayakan. Tetapi ada juga individu yang dalam proses pembudayaan tersebut yang mengalamideviants, artinya individu yang tidak dapat menyesuaikan dirinya dengan sistem budaya di lingkungan sosial sekitarnya.

(49)

Sistem Sosial

Konsep sistem sosial merupakan alat analisis realistis sosial sehingga sistem sosial menjadi suatu model analisis terhadap organisasi sosial. Model ini bertitik tolak dari pandangan bahwa kelompok-kelompok manusia merupakan suatu sistem.

Dalam suatu sistem sosial, paling tidak harus terdapat empat hal, yaitu : dua orang atau lebih,

terjadi intraksi di antara mereka, bertujuan,

memiliki struktur, simbol, dan harapan-harapan bersama yang dipedomaninya.

Sistem sosial terdiri atas satuan-satuan intraksi sosial. Unsur-unsur tersebut membentuk struktur sistem sosial itu sendiri dan mengatur sistem sosial. Unsur-unsur sistem sosial tersebut ada sepuluh, yaitu : 1. keyakinan (pengetahuan),

2. perasaan (sentimen),

3. tujuan, saran, atau cita-cita, 4. norma,

5. kedudukan peranan (status), 6. tingkatan atau pangkat (rank), 7. kekuasaan atau pengaruh, 8. sangsi,

9. sarana atau fasilitas,

10. tekanan ketegangan (stress-strain)

(50)

2.2.5. Jenis-jenis kebudayaan di Indonesia

Jenis kebudayaan di Indonesia mengandung rumusan tentang kebudayaan nasional, kebudayaan nasional itu dapat dikelompokkan kedalam dua aliran, yaitu :

Keindonesiaan sebenarnya sudah ada sejak dahulu kala, mulai dari adat, seni, dll. Yang belum ada ialah nasion Indonesia. Jadi, yang perlu diusahakan oleh bangsa Indonesia dalam

membangun kebudayaan nasionalnya ialah bagaimana memperbaharui kebudayaan sehingga sesuai dengan kebangsaan Indonesia. Jalan yang harus ditempuh ialah perluasan dasar

kebudayaan Indonesia dengan cara memesrakan (menyerapkan, memadukan) materialisme, intelektualisme, indifidualisme (barat) dengan spiritualisme, perasaan, dan kolektivisme

(timur). Aliran pertama ini dipelopori oleh Ki Hajar Dewantara c.s.

Aliran yang dipelopori oleh Sutan Takdir Alisjahbana menghendaki penciptaan kebudayaan nasional Indonesia banyak dipengaruhi oleh unsur barat yang dinamis. Kebudayaan nasional yang baru itu dengan sendirinya mencerminkan pula watak dan kepribadian bangsa Indonesia yang berbeda dengan watak dan kepribadian sebelumnya (masyarakat dan kebudayaan pra- Indonesia).

(51)

Pola Pikir Kebudayaan Di Indonesia

• Pola Pikir Budaya Barat

* Pikiran cenderung menekankan dunia obyektif dari pada rasa sehingga membuahkan ilmu dan teknologi

* Filsafat dipusatkan pada ujud dunia rasio

* Cara berpikir dalam hidup lebih terpikat oleh kemajuan material, serta teknis & ilmiah analisis

* Dasar kehidupan adalah : martabat manusia kebebasan & teknologi

Ket :

*Manusia adalah ukuran segala-galanya manusia mempunyai kemampuan

menyempurnakan diri yang bertitik tolak rasio , intelek , pengalaman, kemampuan sebagai ukuran dan bukan kebijakan hati. Kepuasan diperoleh lewat usaha keras sehingga persaingan keras

* Kebebasan dimulai dari sosialisasi anak dengan membiarkan membentuk dirinya sendiri dalam mengembangkan bakat , bebas dari campur tangan orang tua dan mengarah

spesialisasi

* Teknologi merupakan kebutuhan manusia, teknologi menghasilkan dinamisme tentang manajemen keberanian berusaha, dan penguasaan materi

(52)

Pola Pikir Budaya Timur

Pada intinya bersumber dari agama, menyukai intuisi dari pada akal budi. Pemikir timur lebih menekankan segi dalam jiwa, bersifat khayalan. Timur lebih disiplin mengendalikan diri, mengedepankan keharmonisan dengan alam sebab alam

memberikan makan, tempat berteduh, Keberhasilan diperoleh dengan cara meditasi, terikat dengan mistik. Menegakan norma bersumber dari ajaran agama. Nilai kehidupan tertinggi datang

dari dalam nurani seperti nrimo karena takdir, pepesten, pasrah.

(53)

Rumusan Kebudayaan Nasional Indonesia

Menurut hasil rapat Kebudayaan Nasional Indonesia 1936 oleh Sutan Takdir Alisabana Cs dengan Ki Hajar Dewantoro

& Dr Soetomo merumuskan sebagai berikut :

Kebudayaan bangsa Indonesia adalah kebudayaan yang timbul dari sebuah usaha budinya rakyat Indonesiasendiri dengan rumusan : BHINEKA TUNGGAL IKA “ dan bertumpau pada kebudayaan lama dan asli terdapat sebagai puncak kebudayaan di daerah –daerah diseluruh Indonesia yang ber idiologi PANCASILA

Puncak kebudayaan daerah bersifat universal

(54)

2.2.6. Ciri-ciri khusus kebudayaan yang ada di Indonesia

Ciri khusus kebudayaan yang ada di Indonesia terletak pada

rumusan bahwa Kepulauan Nusantara terdiri atas aneka warna

kebudayaan dan bahasa sehingga, demi integrasi nasional, kita

mempunyai rumusan Bhinneka Tunggal Ika yang artinya bhinna =

pecah, ika = itu, dan tunggal = satu, sehingga bhinna ika tinggal

ika artinya “terpecah itu satu"

(55)

Jenis Kebudayaan Di Indonesia a. Kebudayaan Modern

Kebudayaan modern biasanya berasal dari manca negara datang di Indonesia merupakan budaya/ kesenian import.

Budaya modern akting, penampilan, dan kemampuan meragakan diri didasari sifat komersial. Budaya modern lebih mengesampingkan norma , gaya menjadi idola

masyarakat dan merupakan target sasaran Contoh : film, musik jazz

b. Kebudayaan Tradisional

Bersumber dan berkembang dari daerah setempat.

Penampilan mengutamakan norma dengan

mengedepankan intuisi bahkan bersifat bimbingan

(56)

Dan petunjuk tentang kehidupan manusia. Kebudayaan

tradisional kurang mengutamakan komersial dan sering dilandasi sifat kekeluargaan. Contoh : Ketoprak, wayang orang, keroncong, ludruk

c. Budaya Campuran

Budaya campuran pada hakekatnya merupakan campuran budaya modern dengan budaya tradisional yang berkembang dengan cara asimilasi ataupun defusi. Kebudayaan campuran sudah memperhitungkan komersiel tapi masih mengindahkan norma dan adat setempat. Contoh : Musik dangdut, orkes

gambus, campur sari

(57)

Perubahan Kebudayaan

Kebudayaan berubah dengan cara :

1. Difusi : adalah penyebaran unsur kebudayaan dari suatu masyarakat ke masyarakat lain antar individu antar keluarga ataupun golongan.

Difusi ini dapat menyebar dengan cara : a. Penetration Pacifiqua : masuknya unsur

kebudayaan dari masyarakat satu kemasyarakat lain tanpa adanya paksaan : mis listrik masuk desa b. Penetration Hard : masuknya unsur kebudayaan

dari masyarakat satu kemasyarakat lain disertai

kekerasan : misal model pakaian yang tidak sesuai

dengan adat setempat

(58)

c. Penetration symbolik : masuknya kebudayaan secara berdampingan saling menguntungkan dan tidak

merugikan contoh koperasi

2. Akulturasi : adalah diterimanya kebudayaan lain/luar

kemudian diolah menjadi kebudayaan sendiri . Mis : politik dakwah, pendidikan. Musik padang pasir menjadi musik gambus.

3. Asimilasi : Terjadi pada kelompok masyarakat yang tidak sama kebudayaannya tapi dapat hidup secara berdampingan dengan damai saling mendekat lambat laun menjadi sama bahkan menjadi model kebudayaan yang baru. Kebudayaan ini dibentuk dari unsur yang berbeda-beda oleh mobilitas penduduk

Contoh : keroncong dan langgam menjadi campur sari

(59)

Timbulnya Kebudayaan

Kebudayaan bisa timbul secara :

a. Discovery ; adalah penemuan sesuatu yang baru yang terjadi dengan tidak sengaja dan secara kebetulan serta tidak direncanakan. Contoh penemuan obat kina

b. Invention : kebudayaan tercipta karena suatu rancangan/

perencanaan kebudayaan dengan melalui suatu proses.

Contoh model pakaian, komputer. OHP dll

(60)

2.3.2. Konsep nilai budaya dan sistem sosial

Konsep nilai budaya dan sistem sosial masuk dalam kerangka konsep kelompok sosial budaya

Kelompok sosial budaya adl lingkungan hidup sosial budaya yg memiliki bentuk, cara hidup, dan tujuan tertentu. Dlm difinisi tersebut dpt dirinci empat unsur utama

konsep kelompok sosial budaya.

1. Lingkungan sosial budaya

Lingkungan sosial budaya adalah sejumlah manusia yang hidup berkelompok dan

saling berintraksi secara teratur guna memenuhi kepentingan bersama. Agar manusia

dan budayanya dpt berkembang sempurna dia harus hidup bersama dengan orang

lain, yang disebut dengan hidup bermasyarakat (makhluk sosial).

(61)

2. Bentuk sosial budaya

Ada empat macam tipe kelompok sosial budaya, yaitu : A. Tipe kelompok sosial budaya berdasarkan kesatuan

geografis, seperti desa, kota, daerah aliran sungai, daerah pantai, daerah pegunungan (tradisonal).

B. Tipe kelompok sosial budaya berdasarkan ikatan perkawinan dan hubungan daerah, seperti keluarga, keluarga besar

(tradisonal).

C. Tipe kelompok sosial budaya berdasarkan kepentingan yang sama, seperti koprasi, Lembaga Swadaya masyarakat,

yayasan (moderen).

D. Tipe kelompok sosial budaya berdasarkan keahlian

profesional, seperti kelompok profesi, kelompok penguasa

(moderen).

(62)

3. Cara Hidup Sosial Budaya

Cara hidup sosial budaya artinya sikap, perbuatan, dan tujuan serta cara

pencapaiannya sudah dipolakan oleh organisasi kelompok dalam seperangkat tuntunan/pedoman tertulis yang disebut Anggaran Dasar dan kode Etik dan prosedur melakukan kegiatan untuk mencapai tujuan mereka wajib dipatuhi dan disesuaikan dengan anggaran Dasar dan Kode Etik. Semua anggota yang terkait pada organisasi mereka wajib mematuhi Anggaran Dasar dan Kode Etik mereka. Dalam Ilmu Sosial Budaya Dasar, Kode Etik merupakan pandangan hidup kelompok sosial yang bersangkutan namun, pada kelompok sosial

budaya tradisonal, pandangan hidup tidak dimuat dalam bentuk tertulis seperti Kode Etik, melainkan hidup dan berkembang secara alamiah dalam alam

pikiran, yang disebut “sistem nilai budaya”

(63)

Kelompok Sosial 1. Pengertian

Suatu kesatuan yang terdiri dari 2 (dua ) atau lebih individu yang mengadakan interaksi yang cukup intensif dan teratur sehingga diantara individu sudah ada pembagian tugas berdasarkan norma yang berlaku

2. Jenis-jenis kelompok

a. Kelompok primer ( Face to face Group ) terjadinya

kelompok sosial yang anggota-anggota sering berhadapan

muka, saling mengenal dari dekat, dan berhubungan secara

erat.

(64)

Ciri-ciri Kelompok Primer : 1). Mengindahkan norma

2). Mengutamakan kelompok

3). Mengembangkan kecakapan demi kepentingan kelompok

contoh : Dalam masyarakat ( RT ), kelompok kawan sepermainan

2. Kelompok Skunder

Interaksi yang langsung berhubungan, tapi saling berjauhan walaupun bersifat formil, kurang bersifat kekeluargaan,

pasif tapi lebih bersifat obyektif. Berperan untuk tujuan rasional

Contoh : Kelompok studi banding

Kelompok lawatan olah raga

(65)

3. Kelompok Formal & Informal

Formal = Resmi Informal = Tidak Resmi Informal

Tidak didukung peraturan secara tertulis ( AD. ART) Penbagian tugas, peranan, Norma, tingkah laku para anggotanya tidak dirumuskan secara tegas.

Ciri Utama Kelompok

1. Terdapatnya dorongan yang sama antar individu untuk

mencapai tujuan yang sama

(66)

2. Terdapat interaksi yang berlainan dari individu yang berbeda dengan kecakapan yang berbeda sehingga pembagian tugas disesuaikan dengan keahlian masing-masing anggota

3. Pembentukan dan penegasan struktur organisasi :

Peranan –peranan dan kedudukan herarki yang lambat laun berkembang dengan sendiri, struktur dalam kelompok terdiri dari susunan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan 4. Terjadi penegasan-penegasan, norma-norma kelompok,

tingkah laku yang diharapkan seluruh anggota kelompok

(67)

Bentuk –bentuk Kelompok

1. Crowd ( Kumpulan Orang Banyak) Merupakan kesatuan kemasyarakatan ketika ada suatu pengumuman atau adanya kumpulan individu pada suatu tempat tertentu.

Ciri-ciri

a. Terdapatnya orang banyak terjadi karena adanya suatu pengumuman, pada suatu tempat tertentu b. Ada interaksi, biasanya berupa komentar-komentar c. Merupakan kesatuan dengan kepentingan dalam

waktu singkat

(68)

2. Golongan

Terjadi karena suatu ciri yang dapat ditentukan ada pada sejumlah masyarakat secara obyektif. Penggolongan itun biasanya untuk keperluan tertentu

Misalnya : Golongan Balita, golongan wanita, golongan pria 3. Kolektiv

a. Terjadi karena sejumlah warga dari suatu masyarakat tampak sebagai kesatuan masyarakat berdasarkan suatu komplek ciri-ciri yang mencolok

b. Terjadi adanya kebudayaan dengan adat istiadat serta sistem

norma dan kadang-kadng dengan bahasa khusus dalam mengatur

suatu kehidupan

(69)

c. Warga kolektif mempunyai kesadaran kepribadian

sebagai kesatuan kemasyarakatan karena ciri –ciri yang mencolok dari kesatuan kebudayaan tadi

contoh : Warga Negro, Indian, orang islam di Amerika Bentuk lain dari Kelompok

1. Kelompok

Merupakan sekumpulan kelompok yang berinteraksi antar anggotanya mempunyai adat istiadat tertentu , norma-

norma secara berkesinambungan. Rasa identitas yang sama serta mempunyai organisasi dan sistem pimpinan. Sifat

kepemimpinannya berdasarkan kewibawaan dan kharisma,

serta hubungannya berdasarkan perorangan.

(70)

Contoh :

* Kelompok yang terikat hubungan keturunan , mis warga batak

* Kelompok remaja, kelompok dasa wisma

* Kelompok organisasi adat 2. Himpunan

Merupakan kesatuan manusia yang berdasarkan sifat tugas guna, sifat hubungan berdasarkan kontrak. Dasar

organisasinya secara formal. Pimpinan berdasarkan wewenang dan hukum

Contoh :

* Himpunan berdasarkan pendidikan, yayasan

pendidikan : mis perkumpulan pemberantasan buta huruf

(71)

•Himpunan berdasarkan kelompok ilmu pengetahuan ; mis organisasi profesi : IDI, PPNI, IBI dll

* Himpunan untuk kegiatan agama : mis organisasi gereja, muhamadiyah, NU dsb

Stratifikasi Sosial

Pengertian :

Berasal dari bahasa “STRUM “ = “ Strata “ yang berarti

perbedaan penduduk / masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat atau herarkis

Fungsi Stratifikasi

1. Membagi mengatur pembagian kerja sesuai dengan

kemampuan atau keahliannya

(72)

2. Mengatur imbalan jasa sebagai pendorong agar individu bersedia melakukan kewajibannya sesuai dengan

tingkat kedudukannya

3. Membantu masyarakat memecahkan persoalan yang dihadapinya

Penggolongan Lapisan dalam Masyarakat Dengan ukuran sebagai berikut

a. Ukuran kekayaan

b. Ukuran kepangkatan c. Ukuran kehormatan

Secara lapisan masyarakat diklasifikasikan ke dalam 3 kelas

1. Ekonomi, Politis. Keturunan

(73)

1). Ekonomi

@. Uper class ( Tingkat atas ) adalah kelompok klas yang mempunyai tingkat penghasilan tinggi, mereka yang mempunyai barang yang berharga. Seperti tanah,

emas mobil misal sebagai direktur, pengusaha sukses.

@. Midle class ( Klas menengah )

Mereka berada pada tingkat pendapatan yang cukup – cukup saja untuk memenuhi kebutuhan hidup

contoh : pegawai negeri, pedagang

@. Low Class ( klas bawah )

Mereka yang berada pada tingkat pendapatan yang

rendah : mis kaum buruh, pedagang asongan

(74)

2) Politis

Stratifikasi sosial yang dimaksud adalah pembedaan cara pandang terhadap lapisan sosial yang dibedakan pribumi dan atau non pribumi

3) Jabatan

Didasarkan pada jabatan anggota dimasyarakat

Mis : Gubernur, Direktur perusahaan, Bupati dll

(75)

4. Tujuan Kelompok Sosial Budaya

Atas ketiga dasar diatas, maka tujuan kelompok sosial budaya pada dasarnya dapat dibedakan atau dikelasifikasikan sebagai berikut :

a. Memebentuk dan memelihara persatuan dan kesatuan hidup bersama secara tertib dan damai serta sejahtera dalam wadah kesatuan geografis, seperti komunitas desa, komunitas kota, komunitas daerah aliran sungai.

B. Membentuk dan memelihara kehidupan rumah tangga bahagia lahir dan batin dalam wadah ikatan perkawinan dan hubungan darah, seperti

keluarga, keluarga besar.

C. Mewujudkan kesejahteraan bersama, menghapuskan kemiskinan, membasmi penyakit masyarakat, mencegah tindakan tidak manusiawi dalam wadah kepentingan yang sama, seperti Koprasi, Lembaga

Swadaya Masyarakat, Yayasan.

D. Melayani kepentingan pasien atau konsumen berdasarkan keahlian

profesional dalam wadah organisasi profesi, seperti kelompok profesi iptek kelompok pengusaha.

(76)

2.3.3. Sitem Nilai di Masyarakat

Sistem nilai di masyarakat sebagai pengaruh timbal balik antara dua atau lebih keluarga atau kelompok masyarakat dapat menciptakan sistem nilai baru yang lebih maju, yang dapat menuntun anggota keluarga atau kelompok masyarakat menuju kearah pola kehidupan yang lebih bermanfaat, misalnya cara kerja produktif, sistem

pengamanan bersama, pendidikan dan keterampilan kerja,

penyelesaian konflik secara kekeluargaan, pergaulan muda-mudi dan

hiburan masyarakat yang konstruktif. Sistem niali tersebut memerlukan

pembinaan, pengarahan, pengawasan, dari kepala keluarga atau tokoh

kelompok masyarakat, sehingga terpola menjadi sistem nilai budaya

masyarakat dalam arti yang positif.

(77)

Setiap adaptasi antara dua atau lebih sistem niali dapat menimbulkan dampak positif dan dampak negatif.

- Dampak positif bila sistem nilai baru itu menjadi sumber kemajuan keluarga atau kelompok masyarakat tanpa menimbulkan keonaran dan konflik keluarga.

- Dampak negatif bila sistem nilai baru itu menjadi penghalang keluarga kearah kehidupan yg lebih baik, menimbulkan konflik keluarga lain.

Biasanya dampak negatif ini timbul karena peniruan

budaya luar secara utuh tanpa pertimbangan yang logis

dan etis, serta lebih didasarkan pada kepentingan diri

sendiri tanpa menghargai orang lain.

(78)

2.3.4. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan nilai budaya

1. Sering menjalin hubungan atau interaksi/kontak dengan kebudayaan atau orang lain diluar kelompok (peningkatan wawasan).

2. Memiliki pandangan hidup dan nilai-nilai yang dominan dalam suatu kebudayaan ditentukan oleh nilai agama (memiliki

pedoman hidup).

3. Struktur sosial suatu masyarakat turut menentukan proses penerimaan kebudayaan baru (terbuka dalam menerima kebudayaan).

4. Adanya unsur kebudayaan yang menjadi landasan bagi diterimanya unsur kebudayaan yang baru (pembanding kebudayaan/filter kebudayaan).

5. Adanya kemudahan dalam membuktikan kegunaan

kebudayaan.

(79)

2.3.5. Perbedaan nilai/etika dan moral

Perbedaan nilai/etika dan moral terletak pada jenis tingkat kesadaran dalam

menanggapi norma-norma yang menjadi pedoman hidup seseorang atau kelompok orang dalam berprilaku atau berbuat.

A. Etika dalam arti ini disebut “sistem budaya” Sistem nilai budaya

merupakan gambaran prilaku baik, benar, dan bermanfaat yang terdapat dalam pikiran seseorang atau kelompok orang, perbuatannya dibenarkan, diterima karena bermanfaat bagi orang lain.

Sebagai acuan prilaku, jenisnya adalah peraturan, pemberitahuan, petunjuk, arahan, simbol.

B. Moral bersifat kodrati , artinya sejak manusia diciptakan Tuhan sudah dibekali dengan sifat-sifat baik, jujur, adil. Moral bersifat asasi, yaitu sifat yang diturunkan Tuhan kepada manusia agar selalu berbuat baik, jujur, adil dan itu adl benar serta bermanfaat bagi pelaku sendiri dan juga orang lain.

Sebagai acuan prilaku berbuat jujur, menghargai diri dan orang lain, berbuat adil.

(80)

4.1. Konsep masyarakat dan sosial budaya masyarakat indonesia 4.2. Masyarakat pedesaan dan perkotaan

4.2.1. Pengertian masyarakat 4.2.2. Unsur-unsur masyarakat 4.2.3. Syarat-syarat masyarakat

4.2.4. Ciri-ciri masyarakat desa dan masyarakat kota 4.2.5. Masalah-masalah masyarakat pedesaan dan

perkotaan

(81)

Perbedaan Masyarakat desa dan masyarakat perkotaan hanya terletak pada faktor

geografisnya saja, dan dapat dilihat juga dari segi jumlah penduduknya, sosial ekonominya, kebudayaan, tata nilai dan normanya.

Masyarakat dapat mempunyai arti yang luas dan arti yang sempit: - dalam arti luas : keseluruhan hubungan dalam hidup bersama dan tidak

dibatasi oleh lingkungan, bangsa dan sebagainya.

- dalam arti sempit : masyarakat dimaksud sekelompok manusia yang dibatasi oleh aspek-aspek tertentu, misalnya teritorial, bangsa, golongan dan

sebagainya.

Suatu Masyarakat akan disebut community bilamana memiliki unsur-unsur dan syarat-syarat sebagai berikut :

1. Berisi kelompok manusia.

2. Menepati suatu wilayah.

3. mengenal pembagian kerja ke dalam spesialisasi dengan fungsi-fungsi yang saling tergantung.

4. memiliki kebudayaan dan sistem sosial bersama yang mengatur kegiatan mereka.

5. Para warganya sadar akan kesatuan dan kewargaan mereka dalam community.

.

(82)

Ciri-ciri masyarakat desa dan masyarakat kota: A. Masyarakat desa

1. Homogenitas Sosial

Bahwa masyarakat desa pada umumnya terdiri dari satu atau beberapa kekerabatan saja, sehingga pola hidup tingkah laku maupun kebudayaan sama/homogen.

2. Hubungan Primer

Pada masyarakat desa hubungan kekeluargaan dilakukan secara akrab, semua kegiatan dilakukan secara musyawarah.

3. Kontrol Sosial yang Ketat

Setiap anggota masyarakatnya saling mengetahui masalah yang dihadapi anggota yang lainnya (hub masyarakat pedesaan sangat intim).

4. Gotong royong

nilai-nilai gotong royong pada masyarakat pedesaan tumbuh dengan subur dan membudaya.

5. Ikatan Sosial

setiap anggota masyarakat desa diikat dengan nilai-nilai adat dan kebudayaan secara ketat.

6. Magis Religius

kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa bagi masyarakat desa sangat mendalam.

7. Pola kehidupan

masyarakat desa bermata pencaharian dibidang agraris, baik pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan.

(83)

B. Masyarakat Kota

1. Kehidupan keagamaan kurang bila dibandingkan dengan kehidupan kehidupan keagamaan di desa.

2. Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain

3. Pembagian kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.

4. Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota daripada warga desa.

5. Jalan pikiran rasional yang pada umumnya dianut masyarakat perkotaan.

6. Jalan kehidupan yang cepat di kota-kota, mengakibatkan pentingnya faktor waktu bagi warga kota.

7. Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata dikota-kota, sebab kota-kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh- pengaruh dari luar.

(84)

Masalah-masalah masyarakat pedesaan dan perkotaan

Masalah yang utama adalah mengenai perpindahan masyarakat desa ke kota atau yang disebut dengan Urbanisasi.

Ada dua tinjauan sebab urbanisasi :

1) Faktor-faktor yang mendorong penduduk desa untuk meninggalkan tempat daerah kediamannya (push factors).

2) Faktor-faktor yang ada di kota yang menarik penduduk desa untuk pindah dan menetap di kota-kota (pull factors).

Push factors :

1. Di desa-desa lapangan pekerjaan pada umumnya kurang.

2. Penduduk desa, terutama kaum muda mudi, merasa tertekan oleh adat istiadat yang ketat yang mengakibatkan suatu cara hidup yang monoton.

3. Di desa-desa tidak banyak kesempatan untuk menambah pengetahuan.

4. Rekreasi/hiburan merupakan salah satu faktor penting, dirasakan kurang sekali.

5. kecilnya faktor produksi bagi yang mempunyai keahlian selain bertani.

(85)

Pull factors :

1. Penduduk desa yang kebanyakan mempunyai suatu anggapan, bahwa dikota banyak pekerjaan serta banyak penghasilan (uang).

2. Di kota-kota lebih banyak kesempatan untuk mendirikan perusahaan, industri dan lain-lain.

3. Kelebihan modal di kota lebih banyak daripada di desa.

4. Pendidikan (terutama pendidikan lanjutan) lebih banyak di kota dan dengan sendirinya lebih mudah di dapat.

5. Kota merupakan suatu tempat yang lebih menguntungkan, untuk mengembangkan jiwa dengan sebaik-baiknya dan seluas-luasnya.

6. Kota dianggap mempunyai tingkat kebudayaan yang lebih tinggi dan merupakan tempat pergaulan dengan segala macam orang dari

segala lapisan.

(86)

Akibat-akibat urbanisasi

1) Terbentuknya pemukiman-pemukiman kumuh dipinggiran kota.

2) Makin meningkatnya tuna karya (pengangguran).

3) Pertambahan penduduk kota yang pesat menimbulkan masalah perumahan.

4) lingkungan hidup yang tidak sehat.

Usaha-usaha menanggulangi Urbanisasi

1. Melaksanakan program pemerintah (masyarakat transmigrasi).

2. Penggarapan lahan sejuta hektar milik pemerintah (lahan pekerjaan)

3. Peningkatan pembangunan perumahan sederhana yang layak sebagai tempat tinggal.

4. pemencaran pembangunan kota dengan membangun kota- kota baru.

5. pemerataan program pendidikan.

Referensi

Dokumen terkait

(ethnoscience, semantic ethnography). Pandangan, bahwa kebudayaan sebagai sistem pengetahuan terlihat dari pernyataan Goodenough, yang menyatakan: Kebudayaan suatu

Jawaban Anda benar, terima kasih. Modernisasi adalah usaha penyesuaian hidup dengan konstelasi dunia yang dilandasi oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, tidak hanya

Karena menurut saya mempelajari ISBD (Ilmu Sosial dan Budaya Dasar) itu sangat penting dengan alasan yaitu sebagai mahasiswa dalam dunia perkuliahan saja tentunya kita akan

Pelaku pelecehan biasanya memiliki pola perilaku yang memang melecehkan secara seksual (berulang-ulang), walaupun ada juga yang tidak berulang. Pelecehan seksual merupakan bentuk

7. Sebagai modal dasar pembangunan. Dengan demikian, manusia merupakan makhluk yang berbudaya, melalui akalnya manusia dapat mengembangkan kebudayaan. Begitu pula manusia hidup

Jadi, sastra merupakan suatu produk manusia yang mengandung unsur karakteristik pola pikir penciptanya maupun atmosfir lingkungannya seperti kemajuan ilmu

Sebagian ilmuwan sosial bahkan berusaha membatasi lagi pengertian istilah kebudayaan tersebut hingga hanya “mencakup bagian-bagian warisan sosial

Artinya Comte memikirkan bagaimana pola pikir masyarakat dengan munculnya zaman baru harus ditandai juga dengan pola pemikiran yang baru tidak hanya stagnan dalam dunia-dunia