PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Fokus Penelitian
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
- Manfaat Teoritis
- Manfaat praktis
Definisi Istilah
Sistematika Pembahasan
KAJIAN KEPUSTAKAAN
Kajian Terdahulu
Implementasi Metode Percepatan Pembelajaran Kitab Kuning Dengan Menggunakan Kitab Nubdzatul Bayan Di Pondok Pesantren Bustanul Ulum Bulugading Langkap Bangsalsari Jember.” Penelitian Fatimatus Sahro menggunakan metode Akselerasi (percepatan) pembelajaran Kitab Kuning dengan menggunakan Kitab Nubdzatul Bayan.
Kajian Teori
- Metode Al-miftah lil Ulum
- Evaluasi Pembelajaran Kitab Kuning
Penerapan metode Al-Miftah Lil Ulum dalam pengajaran kitab kuning di Asrama Islam Ahlul Irfan Al Kholily setelah dilakukan penelitian secara mendalam, di Madrasah Diniyah setelah salat magrib, pembelajaran pun dimulai. Salah satu santri Pondok Pesantren Ahlul Irfan Al Kholily mempunyai pendapat tentang pembelajaran kitab kuning dengan metode Al-Miftah Lil Ulum. Penerapan Metode Al-Miftah Lil Ulum dalam Pengajaran Kitab Kuning di Asrama Islam Ahlul Irfan Al-Kholily Bangsalsari Jember 2017/2018.
Berdasarkan kajian teori dan penelitian yang telah dilakukan membahas tentang penerapan metode Al-Miftah Lil Ulum dalam pengajaran Kitab Kuning di Asrama Islam Ahlul Irfan Al-Kholily Bangsalsari Jember. Penerapan Metode Al-Miftah Lil Ulum dalam Pengajaran Kitab Kuning di Asrama Islam Ahlul Irfan Al-Kholily Bangsalsari Jember. Evaluasi Metode Al-miftah lil ulum dalam pengajaran kitab kuning di Pondok Pesantren Ahlul Irfan Al-Kholily Bangsalsari Jember.
Ketua Madrasah, hendaknya memerintahkan seluruh guru untuk menerapkan metode Al-miftah lil Ulum dalam pengajaran kitab kuning di pesantren. Bagaimana penerapan metode Al-Miftah lil Ulum dalam pengajaran kitab kuning di Pondok Pesantren Ahlul Irfan Al-Kholily Bangsalsari Jember. Bagaimana evaluasi metode Al-Miftah Lil Ulum Dalam dalam pengajaran Kitab Kuning di Pondok Pesantren Ahlul Irfan Al-Kholily Bangsalsari Jember.
Mengenai metodenya, metode apa saja yang digunakan di Asrama Islam Ahlul Irfan Al-Kholily dalam pengajaran Kitab Kuning. Bagaimana metode Al-Miftah lil Ulum diterapkan dalam pengajaran kitab kuning di Asrama Islam Ahlul Irfan Al-Kholily dan apa tujuannya.
METODE PENELITIAN
Pendekatan dan Jenis Pendekatan
Lokasi Penelitian
Subyek Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Observasi adalah suatu teknik dalam proses pengumpulan data dengan cara mengamati secara sistematis peristiwa, perilaku, objek yang dilihat, dan hal-hal lain yang diperlukan untuk mendukung penelitian yang dilakukan. Dengan demikian peneliti dapat menemukan topik yang ditelitinya, salah satu peran utama dalam melakukan observasi adalah menemukan interaksi yang kompleks dengan latar belakang sosial yang alami.41. Ada beberapa jenis observasi yang dapat dilakukan ketika melakukan penelitian, yaitu: (1) observasi partisipatif, yaitu observasi dengan keterlibatan peneliti secara langsung dan aktif.Dalam observasi ini peneliti terlibat langsung dalam aktivitas sehari-hari suatu orang. diamati atau dijadikan sumber data penelitian, pada saat observasi peneliti ikut serta dalam apa yang dilakukan.
Namun dalam penelitian ini jenis observasi yang peneliti gunakan adalah observasi partisipan karena memungkinkan peneliti berpartisipasi langsung atau terlibat langsung dalam proses kegiatan yang diteliti.42 Misalnya peneliti ikut serta dalam kegiatan penelitian. Sekolah Madrasah Diniyah di lokasi tersebut. Dalam penelitian ini jenis wawancara yang digunakan adalah wawancara tidak terstruktur, karena wawancara jenis ini memberikan kebebasan kepada kita dalam mengajukan pertanyaan sehingga memudahkan kita dalam bertanya, adapun informannya terdiri dari : Guru Pondok Pesantren : K.H Abdul Hamid Ahmad , Kepala Madrasah : Ahmad Taufiq Suradji, Ustadz/dzah : Khoiri, Shofi Waridah, Su'ady, siswa kelas V dan VI : Madani Ali Wafi, Ifadatul Hasanah. Dokumentasi berasal dari kata document yang berarti barang tertulis. Dalam melakukan teknik dokumentasi, peneliti meneliti objek berupa buku catatan dan dokumen seperti arsip, jurnal, buku harian, risalah rapat, dan lain sebagainya. 45.
Data yang diperoleh dalam teknik ini adalah: Sejarah Singkat Asrama Ehlul Irfan al-Kholily Bangsalsari Jember, Struktur Pengurus Asrama Ehlul Irfan al-Kholily Bangsalsari Jember, Data tentang guru dan santri di Pondok Pesantren Ehlul Irfan al - Kholily Bangsalsari Jember, Penerapan gambar dan evaluasi pembelajaran kitab kuning di Pondok Pesantren Ahlul Irfan al-Kholily Bangsalsari Jember.
Analisis Data
Kemudian hasilnya diinterpretasikan sesuai dengan apa yang disampaikan dalam penggalan catatan tersebut untuk mengetahui apa yang disampaikan oleh informan atau dokumen yang ada dalam penggalan tersebut. Memasuki tahap penyajian data merupakan tahap analisis lanjutan dimana peneliti menyajikan hasil temuan penelitian dalam bentuk kategori atau pengelompokan. Dalam hal ini Miles dan Huberman merekomendasikan penggunaan matriks dan diagram untuk menyajikan hasil penelitian.48.
Keabsahan Data
Caranya adalah jika wawancara tersebut direkam, tentunya tahap awal adalah dengan mentranskripsikan rekaman tersebut, setelah mentranskripsikan seluruh catatan, peneliti membaca seluruh catatan dan memilah informasi penting dan tidak penting dengan cara menandainya. Data yang telah dianalisis peneliti untuk menghasilkan suatu kesimpulan kemudian diminta persetujuannya dengan sumber data. Teknik triangulasi untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data terhadap sumber yang sama dengan teknik yang berbeda.
Apabila ketiga teknik pengujian kredibilitas data menghasilkan data yang berbeda, maka peneliti melakukan diskusi lebih lanjut dengan sumber data tersebut atau yang lain untuk memastikan data mana yang dianggap benar. Atau mungkin semuanya benar karena sudut pandangnya berbeda.49 Teknik triangulasi bertujuan untuk mencocokkan hasil wawancara dengan hasil observasi yang dilakukan peneliti.
Tahap-tahap Penelitian
Pada bab ini disajikan hasil penelitian yang dilakukan di Pondok Pesantren Ehlul Irfan Al-Kholily Bangsalsari Jember dengan topik “Penerapan Metode Al-Miftah Lil Ulum dalam Pengajaran Kitab Kuning di Ehlul Irfan Al-Kholily Bangsalsari Jember. Pondok Pesantren Tahun 2017/2018.” Berikut jadwal pembelajaran kitab kuning di Asrama Islam Ehlul Irfan Al Kholily terdapat pada tabel dibawah ini.59. Mengenai keterkaitan tata bahasa arab dengan pembelajaran kitab kuning metode Al-Miftah Lil Ulum, hal ini telah disampaikan oleh K.H Abdul Hamid Ahmad selaku wali pondok pesantren.
Setelah melaksanakan pembelajaran kitab kuning dengan metode al miftah lil ulum diperlukan adanya evaluasi untuk mengukur berhasil atau tidaknya pembelajaran tersebut. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dengan tema Implementasi Metode Al Miftah Lil Ulum Dalam Pembelajaran Kitab Kuning di Pondok Pesantren Ahlul Irfan Al Kholily, terdapat beberapa temuan yang dirangkum sebagai berikut. Penerapan metode Al-Miftah Lil Ulum dalam pembelajaran kitab kuning dilaksanakan di sekolah Madrasah Diniyah yaitu Ba’da Isha’.
Penerapan metode pembelajaran Kitab Kuning metode Al-Miftah Lil Ulum dilakukan pada saat berdirinya sekolah Madrasah Diniyah yaitu Ba’da Isha’. Metode pembelajaran kitab kuning di Pondok Pesantren Ahlul Irfan Al-Kholily dilaksanakan untuk menciptakan pendapatan dan hasil yang berkualitas, termasuk meningkatkan kemampuan membaca kitab kuning dengan menggunakan metode Al-Miftah Lil Ulum sebagai motto penggunaan metode ini. Evaluasi Metode Al-Miftah Lil Ulum dalam Pembelajaran Kitab Kuning di Pondok Pesantren Ahlul Irfan Al-Kholily yaitu ada kalanya evaluasi dilakukan di kelas sebelum pelajaran berakhir, setiap ustadz/dzah mempunyai perbedaan pendapat. metode evaluasi sesuai dengan tingkat kelasnya.
PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
Gambaran Umum Obyek Penelitian
Penyajian Data dan Analisis
Proses penerapan metode Al-Miftah Lil Ulum dalam pembelajaran kitab kuning adalah dengan mempersiapkan peralatan untuk proses pembelajaran. Hal-hal yang perlu dipersiapkan adalah kitab yang akan diajarkan yaitu kitab Syarah Mukhtashar Jiddan, buku catatan materi, pulpen, penghapus. Hal ini sesuai dengan hasil observasi yang diperoleh peneliti pada saat proses pembelajaran Kitab Kuning pada tanggal 5 Januari 2018. Pelaksanaan pembelajaran Kitab Kuning dengan metode ini memberikan dorongan agar siswa belajar mandiri dan siap belajar menafsirkan dan menggunakan. si kuning terjemahkan sendiri bukunya.
Eh, kalau metode Al-Miftah Lil Ulum tergolong baru di pesantren ini, namun manfaatnya belum banyak terlihat, yang pasti metode Al-Miftah Lil Ulum ini mampu memotivasi anak-anak untuk semangat dalam mempelajarinya. mempelajari kitab kuning. Dan metode Al-Miftah Lil Ulum sebenarnya sangat bagus karena memudahkan anak-anak dalam membaca kitab kuning, kitab kuning klasik dan kontemporer.” Begitu pula Kitab Kuning menggunakan bahasa Arab, sehingga sangat penting untuk mempelajari tata bahasa Arab. menggunakan metode Al-Miftah Lil Ulum yang tidak mengubah kaidah Nahwiyya dan Shorrof.
Dan pendapat lain (Su’ady) ketika menilai pembelajaran kitab kuning dengan metode al miftah adalah sebagai berikut.
Pembahasan Temuan
Hasil penelitian ini sesuai dengan teori pembelajaran kitab kuning di pesantren yang dikemukakan oleh Nurcholis Madjid dalam bukunya “Bilik-bilik Pesantren”, diantaranya adalah penggunaan metode wetonan atau bandongan 68 Dan penggunaan Al -Metode miftah lil ulum, yaitu metode baru yang diciptakan oleh Batartama yaitu badan yang menangani kurikulum di kediaman Islam Sidogiri dengan motto “Mudah Mempelajari Kitab Kuning”. Setelah dilaksanakan pembelajaran kitab kuning melalui metode Al-miftah lil ulum, diperlukan adanya evaluasi untuk mengukur berhasil tidaknya pembelajaran di kelas. Sebagaimana motto metode lil ulum Al-Miftah adalah “Mudah mempelajari kitab kuning” dan untuk soal tes tertulis menggunakan pego arab, untuk tes lisan (membaca kitab kuning) menggunakan kitab Fathul Qorib.
Penilaian metode Al-miftah lil ulum di Pondok Pesantren Ahlul Irfan Al-Kholily menggunakan 2 metode yaitu tes lisan dan tertulis untuk memahami materi. Para santri diharapkan selalu mengamalkan metode Al-miftah lil Ulum setiap kali membaca kitab kuning, sehingga dapat mengamalkan isi kitab kuning dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana metode Al-Miftah lil Ulum diterapkan di Pondok Pesantren Ahlul Irfan Al-Kholily dan apa tujuan pembelajarannya.
Bagaimana tanggapan anda mengenai penerapan metode Al-Miftah lil Ulum di Asrama Islam Ahlul Irfan Al-Kholily.
PENUTUP
Kesimpulan
Dan jadwal pembelajaran kitab kuning Madrasah Diniyah kelas lima adalah malam Jumat, Minggu malam, dan Senin malam. Sedangkan Madrasah Diniyah angkatan keenam mempunyai jadwal pembelajaran kitab kuning pada malam Jumat dan Minggu malam. Tes tertulisnya disebut Imtihan Dauri (IMDA) Sistemnya berkala, rutin dilakukan 3 kali dalam setahun untuk soal-soal yang tercantum pada Lampiran 7.
Dan sesuai dengan penilaian yang terdapat dalam kaedah Al-miftah lil ulum bagi nilai ujian lisan dan bertulis yang dipaparkan pada lampiran ke-6.
Saran
Guru ustadz/dzah kitab kuning hendaknya lebih memotivasi para santri dalam melaksanakan pembelajaran kitab kuning agar dapat berjalan dengan teratur sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan baik. Baik saat para santri berada di pesantren maupun saat berada di rumah masing-masing.