PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui bagaimana MDMC melaksanakan mitigasi bencana alam pada santri Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Balebo.
Manfaat Penelitian
“Kami secara perlahan akan mencoba mencari cara untuk menghadapi bencana ini sekaligus memberikan pengetahuan kepada masyarakat Muhammadiyah Luwu Utara tentang pentingnya mitigasi bencana”31. Manajemen Mitigasi Bencana. Pada strategi ini siswa diberikan penjelasan mengenai pengelolaan yang dapat dilakukan siswa agar tindakan mitigasi lebih terukur dan efektif. Teori bagaimana membangun korelasi dengan lembaga penanggulangan bencana. regional dan juga lembaga kemanusiaan lainnya.
Para santri khususnya Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Balebo dapat menerapkan penanggulangan bencana alam ini dengan baik.
TINJAUAN PUSTAKA
Pengertian Bencana Alam
Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana menyebutkan bahwa pengertian bencana adalah suatu peristiwa atau kejadian yang berdampak buruk dan berdampak pada seluruh aspek kehidupan masyarakat sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa yang tidak dapat dihindari. Menurut Robert J, Kodoatie dan Roestam Sjarief, bencana adalah suatu pengaruh yang mengganggu atau memburuknya taraf hidup. Selain itu, bencana juga dapat terjadi karena faktor ulah manusia yang tidak dapat diandalkan, misalnya penebangan pohon yang tidak wajar sehingga menyebabkan tanah longsor.
Untuk mengetahui cara menghadapi kejadian bencana, kita harus mengetahui terlebih dahulu jenis kejadian bencana apa saja yang bisa terjadi.
Jenis- jenis bencana alam
Observasi dalam penelitian ini mengkaji bagaimana santri melaksanakan mitigasi bencana di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Balebo. Santri Implementasi Mitigasi Bencana Alam di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Balebo. Peranan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dalam memberikan pendidikan mitigasi bencana alam di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Balebo cukup optimal.
Nasehat tarjih dan tajdid untuk pimpinan pusat muhammadiyah, “fatwa musibah dan musibah”, majalah Suara Muhamadiyah, no.11, terbitan 1-15 Juni 2009.
Tindakan penaggulangan bencana
Mitigasi Bencana Alam
- Mitigasi Struktural
- Mitigasi Non-Struktural
Kerjasama yang dilakukan oleh MDMC Luwu Utara, MDMC Kota Makassar dan juga Unismuh Makassar dalam memberikan edukasi penanggulangan bencana. Pemerintah Negara Bagian Luwu Utara sangat mendukung program pendidikan penanggulangan bencana yang dilaksanakan MDMC bagi lembaga pendidikan. Program tanggap bencana alam yang dibina MDMC kepada santri di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Balebo tentunya membawa tanggung jawab bagi setiap santri yang mengikuti kegiatan ini.
Penerapan penanggulangan bencana alam yang dilakukan santri di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Balebo merupakan bentuk apresiasi atas apa yang telah diperoleh pasca program penanggulangan bencana.
Pendekatan Penanggulangan Bencana
- Pendekatan Teknis
- membuat rancangan teknis pengaman
- Pendekatan Administrasi
- Pendekatan Kultural
Kerangka Konseptual
METODOLOGI PENELITIAN
Jenis Penelitian
Informasi analisis kontekstual dapat diperoleh dari seluruh pertemuan terkait karena dikumpulkan dari berbagai sumber dalam penelitian ini21. Penelitian studi kasus ini akan kurang tajam apabila hanya mencakup tahapan atau sudut tertentu saja sebelum memperoleh sampel dari kasus tersebut. Sebaliknya penelitian kontekstual akan kehilangan arti pentingnya jika tujuannya hanya untuk mendapatkan garis besar saja, namun tanpa menemukan sesuatu atau suatu sudut pandang yang dapat kita fokuskan secara serius dan dari dalam.
Padahal, informasi inkuiri kontekstual dapat diperoleh dari semua kelompok yang mengetahui dan memahami kasus dengan baik. Secara umum informasi jika ditelaah dapat diperoleh dari berbagai sumber, namun terbatas pada kasus yang diperiksa.
Pendekatan Penelitian
Fenomenologi adalah ilmu yang mempelajari indikasi atau mukjizat yang dialami manusia yang dapat dijadikan kriteria untuk memandu penyelidikan subjektif. Metodologi ini merupakan metodologi yang digunakan untuk menggambarkan hal-hal yang terjadi pada objek eksplorasi dengan cara menggambarkan secara metodis kejadian-kejadian yang terjadi dengan melihat berbagai jenis latihan lingkungan setempat22. Fenomenologi adalah salah satu jenis pendekatan eksplorasi subjektif dimana peneliti mengumpulkan informasi. Fenomenologi adalah ilmu yang mempelajari indikasi atau keajaiban yang dialami manusia yang dapat dijadikan kriteria untuk memandu penyelidikan subjektif.
Metodologi ini merupakan metodologi yang digunakan untuk menggambarkan hal-hal yang terjadi pada objek penelitian dengan cara menggambarkan secara metodis peristiwa-peristiwa yang terjadi dengan mengamati berbagai jenis latihan lingkungan setempat23. Fenomenologi adalah jenis pendekatan penelitian subjektif di mana peneliti mengumpulkan informasi melalui persepsi anggota untuk menemukan fenomena yang mendasarinya24.
Lokasi Penelitian
Fokus Penelitian
Edukasi mitigasi bencana alam yang diberikan kepada santri disampaikan langsung oleh Sekretaris MDMC Luwu Utara yaitu Pendekar Ibrahim Nasir.Ilmu mitigasi yang diberikan kepada santri. Menurut Kang Faruk, selaku salah satu pemateri dalam kegiatan pendidikan mitigasi di Pondok Pesantren Balebo menyampaikan bahwa ada beberapa cara yang bisa diterapkan kepada santri untuk melakukan mitigasi bencana alam, yaitu. Membangun hubungan dengan pemerintah daerah merupakan hal yang cukup penting dalam ilmu mitigasi bencana karena pemerintah daerah.
Tanggapan beberapa guru mengenai pendidikan mitigasi bencana yang digagas MDMC sangat mendukung dan juga sangat membantu pesantren dalam memahami ilmu mitigasi bencana. Oleh karena itu, kami berharap kepada pimpinan Pusat Muhammadiyah dapat menjadikan ilmu mitigasi bencana alam sebagai salah satu ilmu terapan di setiap lembaga pendidikan Muhammadiyah dengan melibatkan MDMC sebagai pendidik ilmu tersebut. Akting merupakan salah satu cara yang digunakan santri dalam melaksanakan mitigasi bencana di lingkungan Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Balebo. Program ini tidak hanya diusung oleh para santri yang mengikuti program mitigasi bencana saja, melainkan seluruh santri dan juga semua pihak yang terkait dengan pondok pesantren wajib melaksanakannya. .
Penampilan yang dilakukan para mahasiswa ini merupakan wujud keseriusan mereka dalam menimba ilmu mitigasi bencana alam yang diberikan oleh MDMC Luwu Utara dan juga Kota Makassar. Hal ini terlihat dari program santri yang menerapkan ilmu mitigasi yang diberikan kepada para santri, meskipun para santri telah mengoptimalkan waktunya dalam waktu yang relatif singkat untuk memahami ilmu mitigasi bencana alam dan menerapkannya di pesantren. lingkungan sekolah. Dari uraian yang telah disampaikan pada bab-bab sebelumnya, maka dapat diambil inti pembahasan atau kesimpulannya, yaitu pelaksanaan mitigasi bencana alam bagi santri melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Balebo antara lain .
Dalam hal ini penerapan ilmu mitigasi bencana alam melalui MDMC dapat mempersiapkan siswa dalam menghadapi bencana alam, dan MDMC sangat berharap agar siswa dapat mengimplementasikan ilmu mitigasi bencana alam. Pengurus Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Balebo disarankan untuk menjadikan teori atau mitigasi bencana alam sebagai mata pelajaran khusus di sekolah Muhammadiyah dan juga mendukung dan menyiapkan fasilitas bagi santri dalam meningkatkan program pondok pesantren khususnya mitigasi bencana. Pimpinan pusat Muhammadiyah disarankan untuk memasukkan ilmu mitigasi bencana ke dalam kurikulum lembaga Muhammadiyah.
Puji syukur kehadirat Allah SWT dan ridho kedua orang tua serta dukungan teman-teman semua, penulis dapat menyelesaikan skripsinya pada tahun 2021 dengan judul skripsi “Implementasi Penanggulangan Bencana Alam bagi Santri melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) di Darul Arqam Pondok Pesantren Muhammadiyah Balebo.”
Sumber Data
Metode Pengumupulan Data
Instrumen Penelitian
Analisis Data
Pada tanggal 15 September, MDMC Luwu Utara bersama MDMC Kota Palopo dan relawan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar mengadakan program mitigasi bencana alam bagi santri di Pondok Pesantren Darul Arqam Balebo. Tidak semua siswa dapat mengikuti program ini karena kondisi saat itu sedang terjadi wabah Covid - 19, sehingga hanya sekitar 20 siswa yang dapat mengikuti program mitigasi bencana alam. Tidak hanya itu, mitigasi bencana merupakan salah satu langkah yang harus dilakukan oleh pelajar sebagai tolak ukur dalam penanggulangan bencana, ada empat hal yang perlu diketahui pelajar dalam mitigasi bencana, yaitu: 1) Tersedianya informasi dan peta risiko bencana untuk segala jenis bencana. Menurut Rivaldi Saputra, bagian terpenting dalam pelaksanaan mitigasi bencana adalah pemahaman menyeluruh tentang sifat bencana33.
Dalam hal ini Saudara Ibrahim menyampaikan bahwa sebelum melanjutkan ke tahap simulasi, mahasiswa harus mengetahui empat tahap mitigasi, empat tahap proses mitigasi suatu bencana alam, antara lain tahap pembangunan tempat koordinasi dan pelayanan, tahap evakuasi, tahap rehabilitasi dan tahap rekonstruksi. Berbicara pada pembukaan pelatihan mitigasi bencana, Presiden MDMC menyampaikan bahwa setiap lembaga kemanusiaan merupakan satu kesatuan yang selalu setia membantu dalam menangani permasalahan bencana di dalam dan luar negeri. Dalam kegiatan ini MDMC menggunakan peralatan yang diperoleh dari MDMC pusat serta bantuan dari Pemerintah Daerah Luwu Utara. Alat-alat tersebut digunakan pada saat proses pelatihan mitigasi bencana di Pondok Pesantren Balebo.
Upaya ini juga harus menjadi pekerjaan rumah bagi seluruh pengurus pusat Muhammadiyah ke depan, agar ilmu mitigasi bencana alam menjadi suatu proses pendidikan tersendiri dengan memanfaatkan ilmu dari berbagai pihak MDMC di seluruh Indonesia. Seperti yang disampaikan ANDRIAN dalam salah satu wawancara dengan penulis yaitu : “..setelah kita diajarkan tentang mitigasi bencana, yang kita lakukan adalah tidak membuang sampah sembarangan, seperti membuang sampah ke sungai, tidak sembarangan menebang pohon dan juga tidak melakukan eksploitasi. "42. Oleh karena itu, setelah program bantuan bencana dilaksanakan para siswa semakin terbuka terhadap kepeduliannya terhadap alam, sehingga program penanaman pohon ini menjadi salah satu program yang disiapkan oleh para siswa dan guru.
Ilmu mitigasi bukan hanya ilmu ketika terjadi bencana, namun mitigasi bencana merupakan ilmu terapan yang wajib diterapkan oleh Muhammadiyah pada setiap lembaga pendidikan.
Gambarang Umum Lokasi Penelitian
- Sejarah singkat pesantren darul arqam muhammadiyah balebo
- Visi dan misi
- Tujuan sekolah
- Identitas pondok pesantren
- Fasilitas pondok
- Keadaan guru
- Keadaan siswa
Hail penelitian dan pembahasan
- Implementasi mitigasi bencana terhadap santri melalui MDMC
- Implementasi Santri Terhadap Mitigasi Bencana Alam di
PENUTUP
Saran
Ilyas, Hamim, “fiqh al-ma’un: Teologi karya kemanusiaan di Muhammadiyah,” makalah yang dipresentasikan pada “Workshop Fiqh Bencana” yang diselenggarakan oleh Majlis Tarjih dan Tajdid serta Lembaga Pimpinan Pusat Penanggulangan Bencana Muhammadiyah, pada 25 Juni , 2014 Majlis tarjih dan tajdid pimpinan pusat muhammadiyah, fiqih pemerintahan (keputusan munas tarjih ke 26 di malang), berita resmi muhammadiyah, rabiul akhir nomor 1435 h/ februari 2014. wawancara dengan bendahara mdmc-luwu utara pada 25 Juli 2021 Wawancara dengan perwakilan pusat MDMC pada tanggal 25 Juli.
Kabupaten Luwu Utara, penulis merupakan anak pertama dari 3 bersaudara, kekasih dari pasangan Perdin, S.Ag. Penulis menyelesaikan pendidikan dasar (SD) di SDN 100 Lamaranginang Kecamatan Masamba Kabupaten Luwu Utara pada tahun 2011, kemudian melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama (SMP/MTs) di SMPN 1 Masamba Kecamatan Masamba Kabupaten Luwu Utara dan selesai pada tahun 2013, kemudian melanjutkan Sekolah Menengah Atas (SMA/MA) di MA Muhammadiyah Balebo Kabupaten Luwu Utara hingga selesai pada tahun 2015. Pada tahun 2017 ia terdaftar sebagai mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar Fakultas Agama Islam Program Studi Pendidikan Agama Islam dengan Pendidikan Sarjana Program (S1).
Gerbang Pondok Pesantren Darul Arqam Balebo). wawancara dengan kakak pendekar Ibrahim, ketua MDMC Luwu Utara). simulasi pelatihan oleh santri dan MDMC).