IMPLEMENTASI TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISM E DALAM BELAJAR MANDIRI
KELOMPOK 2
Asrori (S811908003)
Greria Tensa Novela (S811908007)
Khotimatunnisa Utami (S811908009)
Nur Julianto (S811908012)
KONSEP BELAJAR
02
MANDIRI
TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISME
01
IMPLEMENTASI TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISME DALAM PEMBELAJARAN MANDIRI
03
KONSEP DASAR
BELAJAR
MANDIRI
01.
Belajar Mandiri adalah kegiatan belajar aktif, yang didorong oleh niat atau motif untuk menguasai sesuatu kompetensi guna mengatasi sesuatu masalah, dan dibangun dengan bekal pengetahuan atau kompetensi yang telah dimiliki. Seseorang yang sedang menjalankan kegiatan belajar mandiri lebih ditandai dan ditentukan oleh motif yang mendorongnya belajar.
Belajar Mandiri
Kegiatannya 'ajeg', berdisiplin, tidak
malas-malasan.
INDIKTOR BELAJAR MANDIRI
CONSISTENCE Kegiatan belajar yang dilakukan
merupakan kegiatan belajar yang lama, terus menerus, tidak sering
berhenti.
PERSINTENCE
INDIKATOR BELAJAR MANDIRI
SYSTEMATIC
Kegiatannya selalu terreneana karena berorlentasi kepada penguasaan sesuatu
kompetensi.
GOAL ORIENTETINESS
Kegiatan belajarnya fokus, dengan
continuing evalvorion untuk
mengukur pencapaian tujuan.
INNOVATIVE
Selalu berusaha mencari jalan keluar bila menghadapi masalah, termasuk jalan keluar baru
yang sebelumnya belum pernah dilakukan.
Kegiatan belajar dilakukan setiap saat di sepanjang hidup, untuk
bisa benahan hidup atau mengembangkan kehidupannya.
INDIKTOR BELAJAR MANDIRI
LEARNING FOR LIFE
Tindak lanjut dari kegiatannya selalu jelas. Ini terkait dengan eiri
consistence di atas.
FOLLOW-UP CLARRITY
Struktur tujuan belajar yang dipengaruhi oleh motivasi
Dapat dilakukan dimanapun asalkan nyaman
Ditentukan sendiri oleh si pembelajar sesuai dengan keampuan & keinginan Ketersediaan sumber & media
belajar akan meningkatkan kualitas belajar mandiri
Dapat dilakukan kapanpun
PIRAMID TUJUAN TEMPAT BELAJAR TEMPO & IRAMA BELAJA SUMBER & MEDIA
BELAJAR WAKTU BELAJAR
CIRI-CIRI BELAJAR MANDIRI
Dipilih sendiri oleh pembelajar sesuai dengan
gaya belajarnya
Mempertanyakan kepada diri sendiri mengenai ketercapaian
tujuan belajar
Untuk mengimplementasikan konsep lifelong education Dilakukan sendiri dengan
membandingkan antara hasil belajar dengan tujuan belajar
Dapat dijalankan dalam pendidikan formal maupun
nonformal
CARA BELAJAR REFLEKSI STATUS KONSEP
BELAJAR MANDIRI EVALUASI HASIL
BELAJAR
KONTEKS SISTEM PEMBELAJARAN
CIRI-CIRI BELAJAR MANDIRI
SYARAT-SYARAT BELAJAR MANDIRI
PERAN PENGAJAR SEBAGAI DEMONSTRATOR, ORGANISATOR, MOTIVATOR, PENGARAJ, &
TRANSMITTER
ADANYA MOTIVASI BELAJR
ADANYA MASALAH YANG MENARIK &
RIIL
MENGHARGAI PENDAPAT PEMBELAJAR
MENETAPKAN TUJUAN
MENGIKUTI RENCANA &
MENGUKUR KEMAJUAN DIRI
MENUNJUKKAN KECAKAPAN MELALUI PENILAIAN
AUTENTIK MEMBUAT RENCANA
MEMBUAHKAN HASIL AKHIR
PROSES BELAR MANDIRI
1. Memberikan kesempatan kepada siapapun;
2. Membiasakan tanggung jawab;
3. Memberikan lebih banyak kesempatan & perhatian;
4. Pengajar memiliki waktu lebih banyak untuk memantau siswa;
5. Cenderung lebih disukai siswa.
KELEBIHAN
KELEBIHAN & KELEMAHAN BELAJAR MANDIRI
1. Kurangnya interaksi;
2. Tidak cocok untuk semua pembelajar & pengajar;
3. Kurangnya disiplin diri;
4. Membutuhkan persiapan yang lebih kompleks di luar pengajar.
KELEMAHAN
TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVI
SME .02
PARADIGMA KONSTRUKTI
VISME
Kontruksi berarti bersifat membangun, dalam konteks filsafat pendidikan, Konstruktivisme adalah suatu upaya membangun tata susunan hidup yang berbudaya modern
Konstruktivisme merupakan landasan
berfikir (filosofi) pembelajaran konstektual yaitu bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak sekonyong-konyong.
TUJUAN
KONSTRUKTIVISME
• Memunculkan motivasi
• Mengembangkan kemampuan
• Membantu siswa mengambangkan konsep
• Mengembangkan kemampuan berpikir
• Menekankan proses bagaimana belajar
Teori Belajar Konsep
Konstruktivisme yang menekankan bahwa pengetahuan dibentuk oleh siswa yang sedang
belajar dan teori perubahan konsep yang menjelaskan bahwa siswa
mengalami perubahan konsep terus menerus.
Teori Belajar bermakna Ausuble ini sangat dekat dengan Konstruktivesme.
Keduanya menekankan pentingnya pelajar
mengasosiasikan pengalaman, fenomena,
dan fakta-fakta baru kedalam sistem pengertian
yang telah dipunyai.
Menurut teori ini, pengetahuan disimpan
dalam suatu paket informasi, atau sekema
yang terdiri dari konstruksi mental gagasan kita. Teori ini lebih menunjukkan bahwa
pengetahuan kita itu tersusun dalam suatu
skema yang terletak dalam ingatan kita.
Teori Bermakna Ausubel
Teori Skema
HUBUNGAN KONSTRUKTIVISME DENGAN TEORI BELAJAR LAIN
CIRI-CIRI PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME
- Memberi peluang kepada murid membina pengetahuan baru melalui penglibatan dalam dunia sebenarnya
- Menggalakkan soalan/idea yang dimulai oleh murid dan menggunakannya sebagai panduan merancang pembelajaran.
- Menyokong pembelajaran secara koperatif Menunjukkan sikap dan pembawaan murid
- Menampilkan kajian bagaimana murid belajar sesuatu ide
- Menggalakkan & menerima daya usaha
& autonomi murid
- Menggalakkan murid bertanya dan berdialog dengan murid & guru
- Menganggap pembelajaran sebagai suatu proses yang sama penting dengan hasil pembelajaran.
- Menggalakkan proses inkuiri murid melalui kajian dan eksperimen.
a. Pengetahuan dibangun oleh siswa sendiri
b. Pengetahuan tidak dapat
dipindahkan dari guru kemurid, kecuali hanya dengan keaktifan murid sendiri untuk menalar
c. Murid aktif megkontruksi secara terus menerus, sehingga selalu terjadi perubahan konsep ilmiah
PRINSIP-PRINSI P
KONSTRUKTIVI SME
d. Guru sekedar membantu menyediakan saran dan situasi agar proses kontruksi berjalan lancar.
e. Menghadapi masalah yang relevan dengan siswa
PRINSIP-PRINSI P
KONSTRUKTIVI SME
f. Struktur pembalajaran seputar konsep utama
pentingnya sebuah pertanyaan mencari dan menilai pendapat siswa
g. Menyesuaikan kurikulum untuk menanggapi anggapan siswa.
PRINSIP-PRINSI P
KONSTRUKTIVI SME
1. Berfikir;
2. Ingat;
3. Faham
4. Kemahiran Sosial 5. Menyenangkan
KELEBIHAN
KELEBIHAN & KEKURANGAN TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISME
Peran guru yang belum sepenuhnya memahami teori konstruktivisme dan belum sepenuhnya mendukung.
KEKURANGAN
IMPLEMENTASI DALAM MODEL
PEMBELAJARA
N .03
Model Pembelajaran Matematika Realistik (PMR) Teori ini mengacu pada pendapat Freudenthal yang mengatakan bahwa matematika harus dikaitkan dengan
realita dan matematika merupakan aktivitas manusia.
pendekatan dalam pendidikan matematika dapat dibedakan menjadi empat jenis yaitu
mekanistik, emperistik, strukturalistik, dan
realistik.
Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) Menekankan pentingnya penalaran induktif dan
dialog pada proses belajar mengajar.
Sementara itu, karakteristik pembelajaran berbasis masalah meliputi, (1) Pengajuan pertanyaan atau
masalah. (2) Berfokus pada keterkaitan antardisiplin.. 3) Penyelidikan autentik. Siswa dituntut untuk menganalisis dan mendefinisikan
masalah, (4) Menghasilkan produk dan memamerkannya.. (5) Kolaborasi.