PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Berdasarkan peraturan tersebut, seorang perempuan sebagai ibu dapat menuntut biaya pemeliharaan/pemeliharaan anak dan berdasarkan gugatan tersebut Pengadilan akan membebankan biaya kepada mantan suami atau ayah anak tersebut untuk membayar sejumlah uang sebagai biaya pemeliharaan/pengasuhan anak yang akan terus berlanjut. sampai anak tersebut menikah atau dapat berdiri sendiri. Putusan Pengadilan Agama tentang biaya nafkah/penghidupan anak berupa memerintahkan/menghukum terdakwa (dalam hal ini suami/ayah) untuk membayar sejumlah uang sebagai biaya nafkah/penghidupan anak setiap bulannya sampai anak berumur 21 tahun. . tahun atau sudah menikah. Keputusan mengenai tunjangan/biaya pemeliharaan anak bersifat berulang, berkala dan terbatas sampai anak tersebut berusia 21 tahun atau menikah.
Penyelenggaraan biaya pemeliharaan/tunjangan anak bukan hanya sekedar sistem, namun merupakan harapan, jaminan dan sarana untuk memenuhi hak-hak anak. Sistem Penegakan Keputusan biaya pemeliharaan/dukungan anak dengan menggunakan sistem penegakan hukum pada umumnya berada di satu sisi dan urgensi pemenuhan hak-hak anak di sisi lain. Berdasarkan latar belakang tersebut, calon peneliti akan meneliti ruang lingkup implikasi sistem eksekusi terhadap pelaksanaan putusan biaya tunjangan anak dengan mengambil lokus penelitian di wilayah hukum Pengadilan Agama Parepare.
Fokus Penelitian dan Deskripsi Fokus
Rumusan Masalah
Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Apa implikasi sistem penegakan hukum terhadap penegakan perintah tunjangan/tunjangan anak di Pengadilan Agama Parepare. Harapan kami, penelitian ini dapat memberikan masukan dan pertimbangan bagi kedua pemangku kepentingan untuk memperbaiki sistem penegakan hukum, khususnya penegakan tunjangan anak/child support. Kami berharap penelitian ini dapat memberikan kontribusi, referensi atau tambahan bahan bacaan bagi mahasiswa hukum dan masyarakat luas.
Garis Besar Isi Tesis
Dimana pada bab ini akan berlangsung uraian secara jelas mengenai hasil penelitian dan pembahasan hasil penelitian. Dalam uraian hasil penelitian secara umum akan dijelaskan keterkaitan antara teori yang dikemukakan dengan permasalahan yang ada, setelah itu pembahasan hasil penelitian secara khusus akan membahas implikasi sistem pelaksanaan terhadap pelaksanaan keputusan biaya tunjangan/penolong bagi anak di Pengadilan Agama Parepare. Bagian pertama menguraikan kesimpulan analisis yang telah dilakukan pada bab-bab sebelumnya dan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan pokok yang menjadi pokok bahasan penelitian.
TINJAUAN PUSTAKA
Penelitia yang Relevan
Analisis Teoritis
Di sisi lain, penyebutan eksekusi seringkali disamakan dengan eksekusi suatu putusan, padahal tidak semua eksekusi merupakan eksekusi suatu putusan. Dalam peraturan perundang-undangan, hampir seluruh pelaksanaan keputusan disebut dengan kata pelaksanaan keputusan atau pelaksanaan keputusan. Oleh karena itu, apabila kata eksekusi dikaitkan dengan pelaksanaan suatu putusan pengadilan, maka yang dimaksud dengan pelaksanaan putusan fiat pengadilan.
Pasal 1198 KUH Perdata yang pada pokoknya mengatur tentang pelaksanaan segera keputusan (dapat dilaksanakan dengan cara saham). 50 Tahun 2009, mengatur antara lain tentang penundaan pelaksanaan putusan pengadilan atau eksekusi, dan peraturan mengenai keberlakuan putusan saham (putusan segera). Eksekusi dilakukan dengan cara melelang di depan umum harta benda pihak yang kalah sampai jumlah yang harus dibayar mencukupi, ditambah seluruh biaya yang berkaitan dengan pelaksanaan keputusan tersebut.
Kerangka Teoritis Penelitian
METODE PENELITIAN
Jenis dan Pendekatan Penelitian
Salah satu kekhawatiran penggunaan pendekatan kualitatif dalam penelitian ini adalah untuk memfasilitasi adaptasi penelitian ini untuk mengatasi berbagai realitas. Pendekatan ini secara langsung mewakili sifat hubungan antara peneliti dan responden, metode ini juga akan lebih sensitif dan fleksibel dengan banyak fokus pada permasalahan yang akan diteliti. Dalam praktiknya, pendekatan kualitatif digunakan untuk mengetahui secara mendalam keadaan tergugat, sejauh mana keterlibatan sistem penegakan hukum mempengaruhi penggugat (pemegang hak nafkah ibu/anak) untuk mengajukan permohonan penegakan hukum. atau tidak mengajukan permohonan penegakan hukum. pertunjukan.
Pendekatan ini juga digunakan untuk mengetahui bagian sistem mana yang mempengaruhi penggugat (pemegang tunjangan ibu/anak) untuk mengajukan permohonan penegakan hukum atau tidak mengajukan permohonan penegakan hukum.
Paradigma Penelitian
Berdasarkan pengertian tersebut maka dapat dipahami bahwa penelitian ini menitikberatkan pada paradigma naturalistik atau paradigma naturalistik. Artinya penelitian ini mengasumsikan bahwa realitas empiris terjadi dalam konteks sosial budaya yang saling berhubungan, sehingga setiap fenomena sosial diungkapkan secara holistik. Paradigma naturalistik ini menggambarkan bahwa perilaku Penggugat (pemegang hak asuh ibu/anak) dalam suatu perkara yang menyangkut penetapan biaya nafkah/pengasuhan anak terhadap sistem eksekusi hanya dapat dipahami melalui analisis lingkungan alam (natural environment).
Paradigma ini akan mendorong peninjauan terhadap penggugat (pemegang hak pemeliharaan ibu/anak) sebagai instrumen yang cocok untuk pendekatan yang lebih obyektif, karena instrumen non-manusia sulit digunakan secara fleksibel untuk menangkap realitas dan interaksi yang berbeda-beda.
Sumber Data
Menyiapkan Daftar Perkara Litigasi Pengadilan Agama untuk menemukan kasus-kasus yang menyangkut keputusan tunjangan/biaya pemeliharaan anak dalam jangka waktu tertentu. Berdasarkan data perkara tersebut, kami kemudian menggunakan daftar pertanyaan dan wawancara langsung dengan Penggugat (pemegang hak nafkah ibu/anak) untuk secara sukarela memperoleh data mengenai dilaksanakan atau tidak dilaksanakannya suatu keputusan. Bagi narasumber yang menyatakan bahwa mereka tidak dieksekusi secara sukarela, mereka tetap menggunakan daftar pertanyaan dan wawancara untuk memperoleh data apakah mereka meminta eksekusi atau tidak dan sejauh mana keterlibatan sistem eksekusi tersebut berdampak pada Penggugat (ibu) . /pemegang hak pemeliharaan anak) untuk mengajukan permintaan penegakan atau tidak mengajukan permintaan penegakan dan bagian sistem mana yang mempengaruhi Penggugat (pemegang hak pemeliharaan ibu/anak) untuk mengajukan permintaan penegakan atau tidak mengajukan permintaan penegakan eksekusi.
Wawancara dengan unsur atau narasumber yang terlibat dalam hal ini Ketua Pengadilan Agama Parepare. Data sekunder merupakan salah satu data pendukung data primer dan dapat dikumpulkan dengan bantuan orang lain tanpa harus peneliti kumpulkan sendiri. Data sekunder terkadang merupakan data bekas, data pihak ketiga, dan seterusnya, artinya data tersebut melewati satu atau lebih pihak selain peneliti itu sendiri.
Sehubungan dengan itu, data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah literatur ilmiah berupa catatan atau arsip pengadilan, majalah dan jurnal.
Waktu dan Lokasi Penelitian
Untuk mengetahui sistem penegakan dan pelaksanaan putusan tunjangan/pemeliharaan anak di Pengadilan Agama Parepare yaitu deskriptif analitis. Mengidentifikasi keputusan mengenai biaya penitipan/tunjangan anak di pengadilan agama cukup rumit. Implikasi sistem penegakan hukum terhadap keadilan putusan penegakan biaya penitipan/dukungan anak di Pengadilan Agama Parepare.
Catatan menunjukkan bahwa belum ada permohonan yang diajukan ke Pengadilan Agama Parepare untuk penegakan keputusan tunjangan/tunjangan anak. Nilai nominal tunjangan/tunjangan anak relatif rendah (sedikit) karena dinilai dan ditentukan berdasarkan kemampuan tersangka, sedangkan nilai nominal putusan pembayaran sejumlah uang dalam perkara perdata pada umumnya relatif tinggi. (banyak). Implikasi sistem penerapan keputusan biaya pengasuhan/dukungan anak dari sudut pandang sosiologis (mempertahankan fungsi dan tujuan hukum).
Fungsi undang-undang adalah sebagai alat rekayasa sosial dalam sistem pelaksanaan keputusan tunjangan/biaya tunjangan. Sistem penegakan hukum memiliki banyak elemen yang mempunyai konsekuensi negatif terhadap pelaksanaan perintah tunjangan/dukungan. Dengan adanya revisi ini, diharapkan sistem penegakan hukum dapat lebih menjamin pelaksanaan keputusan biaya tunjangan/tunjangan anak.
Keputusan tunjangan/biaya tunjangan anak yang tidak dilaksanakan sebagai implikasi dari sistem penegakan hukum akan berdampak pada anak. Sistem penegakan hukum mempunyai konsekuensi langsung atau tidak langsung terhadap implementasi keputusan mengenai tunjangan/pengasuhan anak. Dengan adanya usulan tersebut, diharapkan sistem penegakan hukum dapat lebih menjamin pelaksanaan keputusan tunjangan/pengasuhan anak.
Instrumen Penelitian
Tahapan Pengumpulan Data
Tahapan ini merupakan tahap awal yang dilakukan peneliti sesuai dengan etika penelitian lapangan, melalui tahapan perumusan rancangan proposal penelitian hingga penyiapan peralatan penelitian. Pada tahap ini, kami berharap Anda dapat memahami latar belakang penelitian dengan persiapan diri yang matang untuk memasuki bidang penelitian. Pada tahap ini peneliti mengumpulkan data primer, langsung ke sumber data dalam hal ini Pengadilan Agama Parepara, untuk memperoleh data guna mengidentifikasi perkara-perkara yang terdapat dalam putusan biaya tunjangan/penghidupan anak selama jangka waktu tertentu, kemudian turun ke masyarakat (informan) untuk wawancara mendalam mengenai implikasi sistem penegakan hukum terhadap pelaksanaan putusan tunjangan anak/tunjangan anak di Pengadilan Agama Parepare.
Pada fase ini peneliti juga mengumpulkan data sekunder dengan cara mengumpulkan, mengidentifikasi dan mengolah data tertulis dan metode kerja. Selain data sekunder, peneliti juga mengumpulkan data pendukung lainnya untuk mendukung atau membandingkan data yang diolah atau dianalisis. Pada tahap ini dilakukan kegiatan berupa pengelompokan data yang diperoleh dari sumber dan dokumen untuk identifikasi, reduksi, analisis, verifikasi dan penarikan kesimpulan lebih lanjut.
Teknik Pengumpulan Data
Teknik Pengolahan dan Analisis Data
- Teknik Pengujian Keabsahan Data
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Deskripsi Sistem Eksekusi terhadap Putusan Biaya Pemeliharaan/
Pelaksanaan Putusan Biaya Pemeliharaan/Nafkah Anak
Kasus yang menyangkut hak nafkah anak (hak asuh/hak hadhonah) terakumulasi dengan biaya nafkah/penghidupan anak dan akibat perceraian lainnya. Nominal biaya tunjangan/pemeliharaan anak yang diberikan kepada ayah kandung anak tersebut dinyatakan dalam keputusan. Jadi, pada kenyataannya tidak semua keputusan mengenai tunjangan/biaya pemeliharaan anak dilaksanakan oleh ayah kandung/Tergugat.
Kondisi ini mengakibatkan nafkah/biaya hidup anak yang bersifat primer tidak terpenuhi. Nominal tunjangan yang dikenakan dalam putusan mengenai biaya pemeliharaan/pengasuhan anak didasarkan pada pertimbangan kemampuan ayah kandung/Tergugat. Hal ini menunjukkan bahwa sistem penegakan hukum mempunyai implikasi langsung atau tidak langsung terhadap implementasi keputusan mengenai biaya pemeliharaan/tunjangan anak.
Sistem penegakan keputusan tunjangan anak yang ada saat ini sama dengan sistem penegakan keputusan perdata pada umumnya. Oleh karena itu, sistem pelaksanaan keputusan tunjangan anak yang ada saat ini tidak seimbang dalam memasukkan peran penggugat dan tergugat. Kurangnya sistem penegakan hukum yang terpisah untuk keputusan tunjangan anak mengharuskan penggugat membayar sejumlah biaya setiap kali mereka mengajukan permintaan penegakan hukum.
Atas dasar ini, perhatian khusus perlu diberikan pada sistem pelaksanaan pengambilan keputusan mengenai biaya tunjangan anak/tunjangan anak. Sistem penegakan keputusan tunjangan anak idealnya mempunyai kekuatan koersif yang kuat terhadap tersangka, sehingga tersangka tidak melalaikan kewajibannya. 000/- (Lima Juta Rupee) setiap bulan sejak Pemohon/Termohon Rekonvensi tidak memberikan nafkah kepada Termohon/Penggugat Rekonvensi sejak bulan Agustus 2018 sampai dengan saat ini selama kurang lebih (delapan) bulan. Tergugat Rekonvensi tidak memberikan biaya hidup kepada Penggugat Rekonvensi sehingga totalnya 8 bulan X Rp. 5. Penggugat Balik selanjutnya mengajukan gugatan. Biaya tunjangan Iddah selama 3 bulan adalah Rp 10.
11. Selain itu Penggugat Rekonvensi mengajukan gugatan Rekonvensi terhadap Tergugat Rekonvensi untuk diperintahkan memberikan mut'ah kepada Penggugat Rekonvensi sepanjang Penggugat Rekonvensi mendampinginya sebagai isteri selama kurang lebih 10 tahun. 20 tahun sebesar Rp.
Implikasi Sistem Eksekusi Terhadap Pelaksanaan Putusan Biaya
PENUTUP
Kesimpulan
Implikasi