• Tidak ada hasil yang ditemukan

Induksi Elektrostatik dan Pengaruhnya Terhadap Sifat Senyawa Karbon

N/A
N/A
Miftahul Jannah

Academic year: 2024

Membagikan "Induksi Elektrostatik dan Pengaruhnya Terhadap Sifat Senyawa Karbon"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

By: Mifthahul Jannah

Nim : 08092622327001

K I MOR

(2)

INDUKSI

Suatu aksi elektrostatik yang diteruskan melalui rantai atom dalam suatu molekul (lewat ikatan σ). Dan efek itu dapat dinyatakan sebagai I+ dan I-

• I+ jika subtituen yang terikat mendorong elektron ( melepaskan e- )

• I- jika subtituen yang terikat menarik Elektron ( mengambil e- ) Merupakan pergeseran elektron yang terjadi pada ikatan rangkap atau ikatan sigma ataupun ikatan rangkap yang tidak terlalu jauh dari pusat reaksi.

Sifat induksi terjadi karena adanya perbedaan keelektronegatifan. Gejala elektrostatik diteruskan melalui rantai karbon.

Efek induksi terdiri atas dua yaitu +I (pendorong electron) dan –I (penarik electron). Atau

(3)

Induksi efek

Untuk mempelajari atau menentukan efek induksi suatu gugus/atom yang terikat pada senyawa karbon dilakukan pengkajian terhadap keasaman senyawa asam karboksilat baik berupa senyawa alifatik maupun senyawa aromatik.

Perhatikan harga pKa dua asam karboksilat berikut

Asam metanoat lebih kuat dari asam etanoat. Terlihat dari struktur kedua asam di atas, yang disebabkan oleh pengaruh gugus – CH3.

Gugus –CH3 pada asam etanoat mempunyai kemampuan mendorong elektron ikatan melalui ikatan sigma

(C-C-O-H) sehingga atom O menjadi relatif negatif, akibatnya atom H sukar lepas sebagai H+

Gugus –CH3 dikatakan mempunyai efek induksi mendorong elektron dan diberi simbol +I

(4)

INDUKSI

Efek induksi tidak hanya berpengaruh terhadap keasaman tetapi juga terhadap kebasaan dan kereaktifan senyawa karbon.

Kebasaan amoniak dan metil amonia dapat berbeda karena adanya efek induksi dari gugus –CH3.

Efek induksi terjadi karena adanya pergeseran elektron ikatan dalam molekul senyawa sehingga terjadi polarisasi ikatan dalam molekul tersebut.

Pengaruh induksi (Imbasan) adalah tarikan awan elektron pada ikatan atau pusat reaksi, sehingga ikatan tersebut makin lemah dan cenderung terputus. “Makin kuat induksinya, maka molekulnya makin reaktif yang disebabkan terjadinya perbedaan elektronegativitas, jumlah gugus, jarak ikatan dan kekuatan ikatan”.

(5)

Perbedaan reaktivitas karena perbedaan .

keelektronegatifitas

Perbedaan reaktivitas karena perbedaan jumlah atom yang elektronegatif

Perbedaan reaktivitas karena perbedaan

jarak yang elektronegatifitas. Perbedaan reaktivitas karena perbedaan kekuatan ikatan

Faktor-faktor penjelasan dari sebelumnya

(6)

RESONANSI

Kimia Organik Lanjut

Resonansi adalah delokalisasi elektron pada molekul atau ion poliatomik tertentu dimana ikatannya tidak dapat dituliskan dalam satu struktur Lewis. Struktur molekul atau ion yang mempunyai delokaliasi elektron disebut dengan struktur resonan.

Bila pergeseran elektron pada ikatan sigma menyebabkan efek induksi, maka pergeseran elektron pada ikatan pi (ᴫ) atau ikatan rangkap tentunya akan menyebabkan terjadinya efek resonansi. Salah satu contoh Fenomena panjang ikatan dan energi penstabilan pada benzena terjadi karena adanya pergeseran/delokalisasi elektron ikatan pi pada benzena. Peristiwa ini disebut peristiwa resonansi.

(7)

Efek Resonansi Struktur Benzen

Pada struktur benzena terdapat ikatan antar C yang berupa ikatan tunggal (σ) dan ikatan rangkap (π).

Panjang ikatan antar atom C pada benzena hanya ada satu macam, yaitu sebesar 1,39Å. Artinya ikatan antar atom C pada benzena tidak ikatan tunggal (1,54Å) tetapi juga tidak ikatan rangkap (1,34Å)

(8)

Resonansi dalam kimia diberi simbol garis dengan dua arah panah (↔)

Aturan pada penulisan resonansi:

1. Struktur resonansi hanya penulisan di atas kertas kerja.

2. Yang terdelokalisasi hanya elektron, posisi inti atom tidak berubah.

3. Struktur resonansi harus sesuai dengan struktur Lewis.

4. Energi dari molekul sesungguhnya lebih kecil daripada energi struktur resonansi.

5. Struktur resonansi stabil memberikan sumbangan terbesar pada struktur hibrida.

6. Struktur dengan ikatan kovalen lebih banyak merupakan struktur stabil.

7. Struktur dengan semua atomnya memenuhi hukum oktet merupakan struktur stabil.

8. Semua atom pada struktur resonansi terletak pada bidang planar.

9. Struktur resonansi dengan muatan negatif pada atom dengan keelektronegatifan tinggi lebih stabil daripada struktur resonansi dengan muatan negatif pada atom dengan keelektronegatifan rendah.

10.Pembagian muatan menurunkan kestabilan struktur resonansi.

(9)

Contoh lain peristiwa resonansi.

A. Resonansi pada gugus karbonil. B. Resonansi pada amino benzena (anilin).

Bentuk-bentuk paling stabil di atas adalah bentuk resonansi dengan ikatan kovalen lebih banyak dan semua atomnya memenuhi hukum oktet (setiap atom mempunyai/dikelilingi delapan elektron).

C, Resonansi pada 1,3-butadiena.

(10)

Efek resonansi (R) disebut juga efek mesomeri (M). Seperti halnya efek induksi, efek resonansi juga terdiri dari efek resonansi positif (+R/+M) dan efek resonansi negatif (-R/-M). Gugus/atom dikatakan mempunyai efek +R/+M jika arah pergeseran elektron menjauhi gugus/atom tersebut (gugus/atom memberikan elektron). Bila pergeseran elektronnya menuju gugus/atom (gugus/atom menarik elektron) maka gugus/atom tersebut mempunyai efek resonansi negatif (-R/- M).

(11)

HIPERKONJUGASI

Terdelokalisasinya elektron ikatan sigma antara atom Cα dengan Hα terhadap ikatan rangkap.

Dari data kalor pembakaran dua senyawa alkena di bawah ini, dapat diperkirakan perbandingan kestabilan kedua senyawa

Jenis dan jumlah ikatan pada butena dan 2-metil propena adalah sama, tetapi kalor pembakaran 2-metil propena lebih kecil daripada kalor pembakaran butena. Berarti 2-metil propena lebih stabil daripada butena Perbedaan kestabilan pada kedua senyawa alkena di atas dapat dijelaskan dengan konsep hiperkonjugasi.

(12)

KIMIA ORGANIK

Hiperkonjugasi di atas terjadi karena adanya delokalisasi elektron sigma (σ) antara Cα dan Hα. Cα adalah atom C yang berdampingan dengan C yang berikatan rangkap, sedangkan Hα adalah atom H yang terikat pada atom Cα.

Pada butena hanya terdapat 2 atom Hα yang mungkin mengalami hiperkonjugasi, sedangkan pada 2-metil propena terdapat 6 atom Hα. Makin banyak kemungkinan hiperkonjugasinya maka senyawa alkena semakin stabil.

(13)

E D U C A T I O N

KIMOR

Efek elektromeri adalah suatu efek yang dapat menimbulkan adanya aliran listrik (elektro).

Efek elektromeri digunakan karena adanya polarisasi dari senyawa yang memiliki ikatan π dan efek ini dapat terjadi jika adanya elektronegatif (E+) yang akan diserang.

Referensi

Dokumen terkait

Elektron yang digunakan untuk membentuk ikatan antar lapisan terikat relatif lemah, sehingga dapat mengalir dari satu atom ke atom lain sehingga grafit

Sintesis ini merupakan aplikasi dari reaksi Ritter, α -pinena bertindak sebagai starting material yang memiliki ikatan rangkap pada salah satu ikatan dalam

Reaksi adisi terjadi pada senyawa yang mempunyai ikatan rangkap dua atau rangkap tiga, senyawa alkena atau senyawa alkuna, termasuk ikatan rangkap karbon dengan atom lain...

Reaksi adisi terjadi pada senyawa yang mempunyai ikatan rangkap atau rangkap tiga, termasuk ikatan rangkap karbon dengan atom lain, seperti pada C=O dan pada.. Dalam

Dalam senyawa organologam dengan ikatan nonklasik ini terdapat jenis ikatan antara logam dengan karbon yang tidak dapat dijelaskan secara ikatan ionik atau pasangan elektron..

Reaksi ini terjadi antara molekul dengan dua ikatan rangkap dua terkonjugasi (diena) dan molekul dengan satu ikatan rangkap dua (dienofil) serta menghasilkan dua

Hasil dari reaksi ke empat sampel tersebut dengan brom menunjukkan reaksi negatif karena etanol dan aseton tidak terdapat C=C ikatan

Contoh dari efek induksi yakni: Asam metanoat lebih asam dari asam etanoat karena pada asam etanoat terdapat gugus metil yang mempunyai kemampuan mendorong elektron ikatan melalui