Internalisasi Etos Kerja Islami Dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai (Studi Pada Kantor Kecamatan Kedurang Ilir Kabupaten Bengkulu Selatan) Eva Gustina, Nim 1811130035. Internalisasi etos kerja Islami yang dimaksud dalam penelitian ini adalah proses pembentukan nilai dan. Bagaimana langkah internalisasi pembentukan etos kerja Islami pada pegawai kantor Kecamatan Kedurang Ilir Kabupaten Bengkulu Selatan.
Bagaimana penerapan etika kerja Islam dalam meningkatkan kinerja pegawai di kantor Kecamatan Kedurang Ilir Kabupaten Bengkulu Selatan. Untuk mengetahui langkah-langkah perolehan dalam pembentukan etos kerja Islami pada pekerja kantoran Kecamatan Kedurang Ilir Kabupaten Bengkulu Selatan. Untuk mengetahui penerapan etika kerja Islami pada pekerja kantoran di Kecamatan Kedurang Ilir Kabupaten Bengkulu Selatan.
Pertama, bagi para akademisi untuk menyumbangkan pemikiran apakah ada permasalahan dan seberapa besar internalisasi etos kerja Islami dalam meningkatkan kinerja pegawai di Kantor Kecamatan Kedurang Ilir Kabupaten Bengkulu Selatan. 13M Ilham Nur, “Internalisasi Etika Kerja Islami Untuk Meningkatkan Kinerja Pegawai Bmt Nu Sejahtera Kantor Pusat Mangkang Kota Semarang”, (Disertasi : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, 2018).
PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Kegunaaan Penelitian
Penelitian Terdahulu
Metode penelitian
- Jenis Dan Pendekatan Penelitian
- Waktu Dan Lokasi Penelitian
- Informan Penelitian
- Sumber Data Dan Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
Sistematika Penulisan
KAJIAN TEORI DAN KERANGKA BERPIKIR
Pengertian Internalisasi
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), internalisasi adalah penghayatan, tugas, penguasaan secara mendalam yang berlangsung melalui pembinaan, bimbingan, konseling, penataran, dan lain-lain.1 sedangkan internalisasi dalam bahasa Inggris adalah “internalisasi” yang artinya proses belajar yang panjang. dilakukan sejak seseorang dilahirkan hingga hampir meninggal. Internalisasi pada hakekatnya adalah suatu proses penanaman sesuatu, yaitu proses memasukkan suatu nilai ke dalam diri seseorang yang akan membentuk pola pikir dalam melihat makna realitas pengalaman. 2 Dalam proses ini, seseorang dapat terus menerus atau terus menerus belajar mengembangkan dirinya. kepribadian. 1 Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1989), H.
Tujuannya agar apa yang dicapai dan dilaksanakan sesuai dengan keinginan dan hasrat kehidupan bermasyarakat. Menurut Sujatmiko, internalisasi adalah suatu proses pembelajaran seumur hidup di dunia yang dilakukan oleh seseorang dalam suatu masyarakat atau kelompok sosial. Jadi dapat disimpulkan bahwa internalisasi adalah pemahaman yang lebih mendalam, penguasaan yang diperoleh dari pendidikan, pengalaman dan pembinaan, dimana pemahaman nilai tersebut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Internalisasi
Keluarga, keluarga merupakan faktor terpenting yang mempengaruhi seluruh psikologi dan perilaku seseorang karena keluarga merupakan proses pendidikan pertama yang dilaksanakan. Lingkungan sekolah dan pendidikan, lingkungan sekolah yang baik akan memberikan nilai yang baik dan selesainya kursus pendidikan sangat menentukan mutu dan hasil pencapaian tujuan pendidikan. Media informasi, media ini merupakan salah satu kebutuhan penting yang dapat menjadi faktor yang dapat mempengaruhi proses internalisasi seseorang, seperti komputer, internet, handphone, majalah, dll. Jika tidak dimanfaatkan dengan baik dapat berdampak negatif pada seseorang. cara e.
Masyarakat, masyarakat merupakan faktor yang dapat mempengaruhi internalisasi nilai-nilai agama, karena masyarakat merupakan tempat bersosialisasi. 27 dalam kehidupan, sehingga jika masyarakat tempat mereka bersosialisasi tidak Islami dan tidak baik, maka secara tidak sadar mereka akan memberikan kesan buruk terhadap orang tersebut.
Tahap-Tahap Internalisasi
Fase transinternalisasi yaitu proses perolehan nilai melalui proses yang tidak hanya berupa komunikasi verbal saja, namun juga disertai dengan komunikasi kepribadian yang ditampilkan oleh pelatih melalui keteladanan, pengkondisian dan melalui proses pembiasaan berperilaku sesuai. dengan nilai yang diharapkan. Sehingga peserta pelatihan diajak untuk memahami nilai-nilai, dilatih untuk mengaktualisasikan nilai-nilai tersebut, mendapatkan contoh nyata bagaimana menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, serta mempunyai kesempatan dan kebiasaan untuk mengaktualisasikan nilai-nilai tersebut.
Etos Kerja Islami
- Pengertian Etos Kerja Islami
- Landasan Etos Kerja Islami
- Terbentuknya Etos Kerja Islami
- Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Etos Kerja Islami
- Prinsip-Prinsip Dasar Etos Kerja Islami
- Ciri-Ciri Etos Kerja Islami
10 Novi Indriyani Sitepu, “Etika Ketenagakerjaan Dilihat dari Perspektif Al-Quran dan Hadits, Kajian Ekonomi dengan Pendekatan Interpretasi Tematik,” Jurnal: Perspektif Ekonomi Darussala, Vol. Menurut Ali, etos kerja Islami merupakan orientasi yang mempunyai pengaruh luar biasa terhadap umat Islam dan organisasinya. 13 Ema Yudiani, “Etos Kerja Islami Guru Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Uin Raden Fatah Palembang Ditinjau dari Religiusitasnya,” Jurnal: Jurnal Psikologi Islam, Vol.
Artinya, munculnya etos kerja manusia dipicu oleh sikap terhadap kehidupan sebagai kesadaran yang kokoh atau kurang stabil. Adapun bagaimana etos kerja bisa diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari, kenyataannya tidak mudah. 20 Erwin Jusuf Thaib, “Al-Qur’an dan As-Sunnah Sebagai Sumber Inspirasi Etika Kerja Islam”, Jurnal: Jurnal Dakwah Tabligh, Vol.
21Harjanto Saputro, Ari Prasetyo, “Dampak Etos Kerja Islami Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Waroeng Steak & Shake Di Surabaya”, Jestt Journal, Vol. 22Erwin Yusuf Thaib, “Al-Qur’an dan Sunnah Sebagai Sumber Inspirasi Etika Kerja Islami”, Jurnal: Jurnal Dakwah Tabligh, Vol. 23 Diyah Fitriyani, Ocky Sundari, Johnson Dongoran, “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Etos Kerja Pegawai Kecamatan Sidorejo Salatiga”, Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, Vol.
Tinggi rendahnya etos kerja dalam masyarakat dipengaruhi oleh ada tidaknya struktur politik yang mendorong masyarakat untuk bekerja keras dan maksimal. 27 Rahman Alfian Izzat El, “Etos kerja sebagai landasan pegawai dalam bekerja (studi kasus Toko Trio Balung, Jember, 2020)”, Jurnal: Ekonomi Syariah, Vol. 28 Tarmizi Indirianto, “Pengaruh Etos Kerja Terhadap Kinerja Pegawai di Kecamatan Kalidoni Kota Palembang”, Jurnal: Ilmu Administrasi, Vol.
Salah satu hakikat dan hakikat etika kerja adalah cara seseorang menghargai, memahami dan merasakan betapa berharganya waktu.
Tujuan Etos Kerja Islam
Memiliki semangat perubahan Seseorang yang memiliki etos kerja sangat menyadari bahwa tidak akan ada satu pun makhluk di muka bumi ini yang mampu mengubah dirinya kecuali dirinya sendiri.
Peningkatan Kinerja
- Pengertian Peningkatan Kinerja
- Indikator Peningkatan Kinerja
- Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Peningkatan
Jadi yang dimaksud dengan peningkatan kinerja adalah suatu proses atau cara untuk meningkatkan kemampuan kerja, penampilan kerja, atau prestasi kerja seseorang yang dapat dilakukan dengan berbagai cara. Kualitas kerja diukur dari persepsi pegawai terhadap kualitas pekerjaan yang dihasilkan, serta kesempurnaan tugas mengenai ketrampilan dan kemampuan pegawai. Ini adalah kuantitas yang diproduksi yang dinyatakan dalam jumlah unit, jumlah siklus aktivitas yang diselesaikan.
34 Tjiong Fei Lie dan Hotlan Siagian, “Dampak kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan melalui motivasi kerja di Cv. Yaitu tingkat penggunaan sumber daya organisasi (tenaga, uang, teknologi, bahan baku) yang dimaksimalkan dengan tujuan untuk meningkatkan hasil masing-masing satuan dalam penggunaan sumber daya. Faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan kinerja ada dua macam, yaitu faktor motivasi dan faktor kemampuan.35.
35 Hesti Suprihatiningrum Tri Bodroastuti, “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Prestasi Kerja (Studi Pada Pegawai Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah)”, Jurnal Kajian Akuntansi dan Bisnis, Vol. Kemampuan diperlukan untuk mencapai kinerja yang baik, karena kemampuan bekerja seseorang menunjukkan potensi seseorang dalam melakukan suatu kegiatan. Kemampuan adalah kesanggupan seseorang dalam melakukan berbagai tugas di tempat kerja.Produktivitas seseorang dibuktikan dari pengetahuan, keterampilan dan pengalaman kerja.
Kepuasan kerja yang tinggi atau baik akan menjadikan pegawai untuk lebih meningkatkan kinerja kerja atau organisasinya sehingga pegawai berkomitmen terhadap organisasi dalam pekerjaannya. Kompensasi, kompensasi yang tinggi akan membuat karyawan semakin bersemangat dalam bekerja karena terkadang diperlukan tingkat gaji yang relatif tinggi untuk meningkatkan kinerja yang lebih baik dan optimal. 55 memegang peranan penting dalam kelancaran proses produksi, karena lingkungan kerja yang baik tidak hanya dapat memuaskan karyawan dalam melaksanakan tugasnya, namun juga berpengaruh terhadap peningkatan prestasi kerja karyawan.
Kerangka Konseptual
Memperoleh Etos Kerja Islami Dalam Meningkatkan Kinerja Pegawai Kantor Camat (Studi di Desa Lubuk Ladung Kecamatan Kedurang Ilir.
GAMBARAN UMUM OBJEK PENELITIAN
Visi Misi Kantor Camat Kedurang Ilir
Di bawah ini peneliti memaparkan hasil penelitian mengenai internalisasi etika kerja Islam dalam meningkatkan kinerja pegawai kantor kecamatan (penelitian pada Kantor Kecamatan Kedurang Ilir Kabupaten Bengkulu Selatan). 1. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan Bapak Marwin, S.Sos selaku Kepala Kantor Camat Kedurang Ilir Kabupaten Bengkulu Selatan Dijelaskan bahwa ada tujuh etika kerja Islami yang mengalami transformasi yang terdiri dari: niat baik, tanggung jawab, disiplin, jujur, tepat waktu, bahagia dalam melayani dan mempunyai semangat perubahan. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan Bapak Marwin, S.Sos selaku Camat Kedurang Ilir Kabupaten Bengkulu Selatan menyampaikan bahwa ada tujuh etika kerja Islami yang harus diamalkan oleh setiap pegawai, yaitu : niat baik, ketepatan waktu, dan tanggung jawab.
Dalam hal ini kesadaran diri harus dibangun terlebih dahulu agar pegawai Kantor Kecamatan Kedurang Ilir mempunyai etos kerja yang baik. Untuk meningkatkan etos kerja pegawai Kantor Camat Kedurang Ilirr dibuat aturan yang harus dipatuhi oleh setiap orang. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan Bapak. Gasman, ujar S.Sos selaku Kasubbag Perencanaan dan Keuangan serta Bpk. Zainul Mirhan, SKM selaku Seksi Kesejahteraan Kantor Kecamatan Kedurang Ilir Kabupaten Bengkulu Selatan, demikian disampaikan mereka. Penerapan etika kerja Islami yang kami terapkan terlihat dari wujud kebiasaan, kerja dan usaha kami dalam bekerja untuk mencapai hasil yang terbaik.
Berdasarkan hasil wawancara dengan manajer distrik Marwin, S.Sos dan pegawai yang bekerja di kantor Kecamatan Kedurang Ilir Kabupaten Bengkulu Selatan dapat disimpulkan bahwa penerapan etos kerja Islami dikalangan pegawai sudah cukup baik. Etos kerja Islami ini harus dilandasi oleh kejujuran, ketepatan waktu, disiplin, kreativitas, tanggung jawab dan semangat perubahan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa langkah-langkah internalisasi etos kerja Islami pada pegawai kantor Kecamatan Kedurang Ilir berdasarkan hasil wawancara dengan Bapak. Marwin, S.Sos. selaku Camat Keduruang Ilir terlihat ada tiga langkah internalisasi etos kerja Islami yang telah dilakukan, yaitu : 1).
Pada tahap ini dilakukan proses transformasi nilai oleh camat untuk mentransformasikan nilai-nilai etos kerja Islami seperti: Niat Baik, Tanggung Jawab, Disiplin, Jujur, Kreatif, Sukacita dalam melayani. Sehingga memudahkan pegawai untuk diajak memahami nilai-nilai, dilatih untuk mengaktualisasikan nilai-nilai dan mendapatkan contoh nyata bagaimana menerapkan nilai-nilai moral kerja Islami dalam kehidupan sehari-hari.15. Penelitian diatas menunjukkan bahwa penerapan etos kerja Islami pada pegawai di Kantor Kecamatan Kedurang Ilir Kabupaten Bengkulu Selatan, hasil dari tanggapan responden pegawai mengenai etos kerja Islami secara umum baik, namun terdapat indikasi bahwa etika kerja Islami. etika sudah baik.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai internalisasi etos kerja Islami untuk meningkatkan kinerja pegawai di Kantor Kecamatan Kedurang Ilir Kabupaten Bengkulu Selatan, penulis menyimpulkan: .. jarang sekali internalisasi yang dilakukan oleh Kantor Kecamatan Kedurang Ilir Kabupaten Bengkulu Selatan. terdiri dari 3 jenis yaitu : 1). Penerapan etika kerja Islami pada pegawai di Kantor Kecamatan Kedurang Ilir Kabupaten Bengkulu Selatan telah menerapkan 7 etika kerja Islami yaitu: tepat waktu, tanggung jawab, disiplin, jujur, kreatif, senang melayani, mempunyai semangat perubahan. Zulhelmy dan Nanda Suryadi, Pengaruh Kompensasi, Etos Kerja Islami Terhadap Kinerja Pegawai Kantor Bri Syariah.