• Tidak ada hasil yang ditemukan

INVESTASI PADA INSTRUMEN EKUITAS

N/A
N/A
Yoga Ilyasa

Academic year: 2023

Membagikan "INVESTASI PADA INSTRUMEN EKUITAS"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

INVESTASI PADA INSTRUMEN EKUITAS

Oleh: Tri Widiastuty SE., Ak., M.Si., CA

(2)

Referensi

• Martani, Dwi, Taufik Hidayat, Agustin Setya Ningrum, Teguh Maulana.

2021. Akuntansi Keuangan Lanjutan 1 Edisi 2. Jakarta: Salemba Empat

(3)

Pembahasan

Karakteristik dan Metode atas Investasi pada Intrumen Ekuitas Karakteristik dan Metode atas Investasi pada Intrumen Ekuitas

Metode Biaya dan Nilai Wajar Metode Biaya dan Nilai Wajar

Metode Ekuitas Metode Ekuitas

Isu Lain Seputar Metode Ekuitas

Isu Lain Seputar Metode Ekuitas

(4)

Karakteristik dan Metode atas Investasi pada Intrumen Ekuitas

Menurut UU No 40 Tahun 2007 ttg Perseroan Terbatas, saham memberikan hak kepada pemiliknya untuk:

• Menghadiri dan mengeluarkan suara dalam RUPS

• Menerima pembayaran dividen dan sisa kekayaan hasil likuidasi

• Menjalankan hak lainnya berdasarkan UU ini

Hak suara yang dimiliki oleh investor mempengaruhi / mengendalikan keputusan pada PT. Karakteristik ini yang membedakan dengan investasi

pada intrumen utang, di mana hak

investor hanya sebatas penerimaan

bunga dan pengembalian pokok utang

(5)

Tingkat Pengaruh atas Kepemilikan

Saham

(6)

Pengaruh Signifikan

•Kekuasaan untuk berpartisipasi dalam keputusan kebijakan keuangan dan operasional investee

•Tidak mengendalikan /mengendalikan Bersama atas kebijakan keuangan

•Kekuasaan untuk berpartisipasi dalam keputusan kebijakan keuangan dan operasional investee

•Tidak mengendalikan /mengendalikan Bersama atas kebijakan keuangan

Pengertian Pengertian

•Keterwakilan dalam dewan direksi dan dewan komisaris / organ setara di investee

•Partisipasi dalam proses pembuatan kebijakan, termasuk

partisipasi dalam pengambilan keputusan tentang dividen atau distribusi lain

•Adanya transaksi material antara entitas dengan investee

•Pertukaran personel manajerial

•Penyediaan informasi teknis pokok

•Keterwakilan dalam dewan direksi dan dewan komisaris / organ setara di investee

•Partisipasi dalam proses pembuatan kebijakan, termasuk

partisipasi dalam pengambilan keputusan tentang dividen atau distribusi lain

•Adanya transaksi material antara entitas dengan investee

•Pertukaran personel manajerial

•Penyediaan informasi teknis pokok Indikator

pengaruh signifikan

Indikator pengaruh signifikan

(7)

Pengaruh Signifikan

Contoh: Investor A, B, dan C memiliki saham investee masing-masing sebesar 18%, 15%, dan 12%. Sisanya dimiliki oleh investor D sebagai pemegang saham pengendali. Jumlah lembar saham investee yang beredar adalah 1.000.000 lembar. Investor A dan B masing- masing juga memiliki waran yang diterbitkan investee sebanyak 30.000 dan 20.000 lembar.

Setiap lembar waran memiliki hak untuk membeli 1 lembar saham investee pada harga yang telah ditentukan selama kurun waktu 3 tahun. Pada tahun ini hak atas waran tsb sudah dapat dilaksanakan. Jika hanya mengacu kepada persentase kepemilikan, maka investor A tidak memiliki pengaruh signifikan. Namun hak suara potensial atas waran harus diperhitungkan sehingga persentasenya menjadi sbb :

(8)

Metode Akuntansi atas Investasi pada Instrumen Ekuitas

• PSAK 4  Metode biaya digunakan oleh entitas induk atas pencatatan investasi pada entitas anak pada LK tersendiri

• PSAK 71  aset keuangan berupa instrument ekuitas harus diukur pada nilai wajar

• PSAK 4  Metode biaya digunakan oleh entitas induk atas pencatatan investasi pada entitas anak pada LK tersendiri

• PSAK 71  aset keuangan berupa instrument ekuitas harus diukur pada nilai wajar

Metode Biaya dan Nilai Wajar Metode Biaya dan Nilai Wajar

• PSAK 15  jika investor memiliki pengaruh signifikan atas investasinya pada saham investee maka dicatat menggunakan metode ekuitas. Investasi dengan metode ekuitas pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan.

Setelah pengakuan awal, investasi diukur secara proporsional terhadap nilai ekuitas entitas asosiasi.

• PSAK 15  jika investor memiliki pengaruh signifikan atas investasinya pada saham investee maka dicatat menggunakan metode ekuitas. Investasi dengan metode ekuitas pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan.

Setelah pengakuan awal, investasi diukur secara proporsional terhadap nilai ekuitas entitas asosiasi.

Metode Ekuitas

Metode Ekuitas

(9)

Metode Biaya

(Pengakuan dan Pengukuran)

Pada metode biaya, investasi pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan. Setelah pengakuan awal, investasi tetap diukur pada biaya perolehan. Ketika investee mengumumkan dividen, investor mengakuinya sebagai pendapatan proporsional atas

kepemilikan sahamnya. Nilai investasi dengan metode biaya hanya berubah jika ditambah, dijual, atau mengalami penurunan nilai.

Investasi Rp 100.000.000,-

Kas Rp 100.000.000,-

Contoh: Pada tanggal 10 Jan 2020, investor A memiliki investasi sebesar 20% atas saham beredar investee dengan biaya perolehan Rp 300 juta. Setelah dilakukan analisis atas kepemilikan tsb, investor A memiliki pengaruh signifikan atas investee. Selama tahun 2020, investee membagikan dividen pada tanggal 1 April sebesar Rp 100 juta dan melaporkan laba neto sebesar Rp 200 juta. Pada akhir tahun 2020, nilai wajar saham investee adalah Rp 110 per lembar. Jumlah saham yang beredar investee selama tahun 2020 adalah 15 juta lembar.

• Ketika perolehan awal, investor A mengakui investasi sebesar biaya perolehan dengan jurnal:

• Pada saat investee mengumumkan dividen tgl 1 Apr 2020, investor A mengakuinya sebagai pendapatan sebesar 20% x Rp 100 juta dengan jurnal:

Piutang dividen Rp 20.000.000,-

Pendapatan dividen Rp 20.000.000,-

Ketika dividen diterima, kas diakui akan menghapus

piutang dividen. Jika investor A menggunakan metode biaya, maka nilai investasi tetap diukur pada

biaya perolehannya, shg sampai akhir tahun 2020 nilai tercatat investasi tidak

berubah

(10)

Metode Nilai Wajar

(Pengakuan dan Pengukuran)

Pada metode nilai wajar, perlakuan akuntansinya hampir sama dengan metode biaya kecuali setelah pengakuan awal investasi

diukur pada nilai wajar.

Investasi Rp 100.000.000,-

Kas Rp 100.000.000,-

Contoh: Pada tanggal 10 Jan 2020, investor A memiliki investasi sebesar 20% atas saham beredar investee dengan biaya perolehan Rp 300 juta. Setelah dilakukan analisis atas kepemilikan tsb, investor A memiliki pengaruh signifikan atas investee. Selama tahun 2020, investee membagikan dividen pada tanggal 1 April sebesar Rp 100 juta dan melaporkan laba neto sebesar Rp 200 juta. Pada akhir tahun 2020, nilai wajar saham investee adalah Rp 110 per lembar. Jumlah saham yang beredar investee selama tahun 2020 adalah 15 juta lembar.

• Ketika perolehan awal, investor A mengakui investasi sebesar biaya perolehan dengan jurnal:

• Pada saat investee mengumumkan dividen tgl 1 Apr 2020, investor A mengakuinya sebagai pendapatan sebesar 20% x Rp 100 juta dengan jurnal:

Piutang dividen Rp 20.000.000,-

Pendapatan dividen Rp 20.000.000,-

Ketika dividen diterima, kas diakui akan menghapus piutang dividen. Jika investor A menggunakan metode nilai wajar, investasi akan diukur sebesar nilai wajar pada tgl pelaporan. Jika investor A menyusun laporan keuangan pada akhir tahun 2020, maka diperlukan penyesuaian atas nilai wajar yaitu:

Investasi Rp 30.000.000,-

Keuntungan (kerugian) selisih nilai wajar Rp 30.000.000,- (Rp 330 jt – Rp 300 jt)  Rp 330 jt = 20% x 15 jt lbr x Rp 110

(11)

Metode Biaya dan Nilai Wajar

(Penyajian)

(12)

Metode Biaya dan Nilai Wajar (Pengungkapan)

(13)

Metode Ekuitas

(Pengakuan dan Pengukuran)

PSAK 15

• Pada awalnya investasi diakui sebesar biaya perolehan. Setelah pengakuan awal, investasi diukur secara proporsional terhadap nilai ekuitas entitas asosiasi.

• Perubahan (peningkatan atau penurunan) atas nilai ekuitas entitas asosiasi dapat terjadi akibat:

• a. Pengakuan laba/rugi neto entitas asosiasi (meningkat / menurun)

• b. Pembagian dividen oleh entitas asosiasi (menurun)

• c. Pengakuan penghasilan komprehensif lain oleh entitas asosiasi (meningkat/menurun)

Contoh: Pada tanggal 10 Jan 2020, investor A memiliki investasi sebesar 20% atas saham beredar investee dengan biaya perolehan Rp 300 juta. Setelah dilakukan analisis atas kepemilikan tsb, investor A memiliki pengaruh signifikan atas investee. Selama tahun 2020, investee membagikan dividen pada tanggal 1 Apr sebesar Rp 100 juta, melaporkan laba neto sebesar Rp 200 juta. Dan mengakui surplus revaluasi atas aset tetap senilai Rp 30 juta.

Jurnal ketika perolehan awal (10 Jan 2020):

Investasi pada entitas asosiasi Rp 300.000.000,-

Kas Rp 300.000.000,-

Saat pengakuan piutang atas pembagian dividen (1 Apr 2020):

Piutang dividen / kas Rp 20.000.000,-

Investasi pada entitas asosiasi Rp 20.000.000,- (20% x Rp 100j t)

Saat pengakuan bagian laba atas entitas asosiasi (31 Des 2020):

Investasi pada entitas asosiasi Rp 40.000.000,-

Bagian laba entitas asosiasi Rp 40.000.000,- (20% x Ro 200 jt)

(14)

Metode Ekuitas

(Pengakuan dan Pengukuran)

Lanjutan:

Pada akhir tahun 31 Des 2020 juga mencatat pengakuan bagian penghasilan komprehensif lain entitas asosiasi. Pengakuan surplus revaluasi atas aset tetap oleh investee juga mengakibatkan peningkatan nilai ekuitas, sehingga investor mengakui peningkatan nilai tercatat investasi sebesar:

20% x Rp 30 jt = Rp 6.000.000,-

Investasi pada entitas asosiasi Rp 6.000.000,-

Penghasilan komprehensif lain Rp 6.000.000,-

Nilai tercatat investasi pada akhir tahun 2020 menjadi Rp 326 jt = Rp 300 jt – Rp 20 jt + Rp 40 jt + 6 jt

(15)
(16)

Metode Ekuitas

(Pengakuan dan Pengukuran)

Dalam menerapkan metode ekuitas, menggunakan laporan keuangan entitas asosiasi yang paling akhir yang disajikan pada tanggal yang sama dengan laporan keuangan investor. Jika tanggal pelaporan berbeda, maka dilakukan penyesuaian terhadap dampak dari setiap

transaksi atau peristiwa signifikan yangterjadi di antara tanggal laporan keuangan entitas asosiasi dengan investor.

Dalam menerapkan metode ekuitas, menggunakan laporan keuangan entitas asosiasi yang paling akhir yang disajikan pada tanggal yang sama dengan laporan keuangan investor. Jika tanggal pelaporan berbeda, maka dilakukan penyesuaian terhadap dampak dari setiap

transaksi atau peristiwa signifikan yangterjadi di antara tanggal laporan keuangan entitas asosiasi dengan investor.

Jika entitas asosiasi memiliki saham preferen kumulatif yang dimiliki pihak lain (selain

investor) dan diklasifikasikan sebagai ekuitas, maka investor menghitung bagiannya atas laba entitas asosiasi setelah penyesuaian dividen saham preferen kumulatif, terlepas apakah

dividen telah diumumkan atau belum. Jika saham preferen tidak bersifat kumulatif, maka penyesuaian terhadap dividen preferen dilakukan hanya Ketika dividen diumumkan.

Jika entitas asosiasi memiliki saham preferen kumulatif yang dimiliki pihak lain (selain

investor) dan diklasifikasikan sebagai ekuitas, maka investor menghitung bagiannya atas laba entitas asosiasi setelah penyesuaian dividen saham preferen kumulatif, terlepas apakah

dividen telah diumumkan atau belum. Jika saham preferen tidak bersifat kumulatif, maka penyesuaian terhadap dividen preferen dilakukan hanya Ketika dividen diumumkan.

(17)

Metode Ekuitas

(Alokasi Selisih atas Biaya Perolehan Investasi)

Biaya perolehan investasi bisa berbeda dengan proporsi atas nilai tercatat ekuitas atau nilai wajar aset neto. PSAK 15 menyatakan bahwa pada saat perolehan investasi, setiap

selisih antara biaya perolehan investasi dengan bagian entitas atas nilai wajar neto aset dan liabilitas teridentifikasi dari investee dicatat dengan cara sbb:

1. Goodwill yang terkait dengan entitas aosiasi termasuk dalam jumlah tercatat investasi 2. Setiap selisih lebih bagian entitas atas nilai wajar neto aset dan liabilitas teridentifikasi

dari investee terhadap biaya perolehan investasi dimasukkan sebagai penghasilan dalam menentukan bagian entitas atas laba rugi entitas asosiasi atau ventura Bersama pada periode investasi diperoleh.

Contoh:

(18)

Metode Ekuitas

(Alokasi Selisih atas Biaya Perolehan Investasi)

Tabel 2.3

Nilai wajar aset neto (ekuitas)

= Rp 1 M + Rp 35 jt Goodwill = Rp 430jt – Rp 414jt

(40% x Rp1.035.000.000)

= Rp 16 jt

Goodwill tidak diamorti-

sasi (PSAK

15)

(19)

Metode Ekuitas

(Alokasi Selisih atas Biaya Perolehan Investasi)

10 Jan 20 mencatat pengakuan invetasi awal:

Investasi pada entitas asosiasi Rp 430 jt

Kas Rp 430 jt

1 Apr 20 mencatat pengakuan piutang atas pembagian dividen:

Piutang dividen Rp 16 jt

Investasi pada entitas asosiasi Rp 16 jt (40% x Rp 40 jt)

31 Des 20 mencatat pengakuan bagian laba atas entitas asosiasi:

Investasi pada entitas asosiasi Rp 40 jt

Bagian laba atas entitas asosiasi Rp 40jt (40% x Rp 100jt)

31 Des 20 mencatat amortisasi atas alokasi thd persediaan:

Bagian laba atas entitas asosiasi Rp 2 jt

Investasi pada entitas asosiasi Rp 2 jt 31 Des 20 mencatat amortisasi atas alokasi thd mesin:

Investasi pada entitas asosiasi Rp 4 jt

Bagian laba atas entitas asosiasi Rp 4 jt 31 Des 20 mencatat amortisasi atas alokasi thd mesin:

Investasi pada entitas asosiasi Rp 3 jt

Bagian laba atas entitas asosiasi Rp 3 jt

Nilai tercatat investasi pada akhir 2020 menjadi Rp 459 jt, yaitu:

Saldo awal Rp 430 jt

Dividen diterima (Rp 16 jt) Bagian laba entitas asosiasi Rp 40 jt

Amortisasi atas alokasi persediaan (Rp 2 jt) Amortisasi atas alokasi mesin Rp 4 jt

Amortisasi atas alokasi utang bank Rp 3 jt

Saldo akhir Rp 459 jt

Nilai tercatat investasi tsb akan menjadi nilai tercatat awal th 2021. Saldo bagian laba atas

entitas asosiasi yang diakui th 2020 adalah Rp 45 jt :

Bagian laba entitas asosiasi Rp 40 jt

Amortisasi atas alokasi persediaan (Rp 2 jt) Amortisasi atas alokasi mesin Rp 4 jt

Amortisasi atas alokasi utang bank Rp 3 jt

Saldo akhir Rp 45 jt

(20)

Metode Ekuitas

(Alokasi Selisih atas Biaya Perolehan Investasi)

(21)

Metode Ekuitas

(Penghentian Pengakuan)

Investor menghentikan penggunaan metode ekuitas sejak tanggal

investasinya berhenti menjadi investasi pada entitas asosiasi (hilangnya pengaruh signifikan) Ketika:

Investasi menjadi investasi pada anak perusahaan, maka investor mencatat investasinya sesuai dengan PSAK 22 dan PSAK 65 Menjual sebagian investasinya dan sisa kepentingan dalam entitas asosiasi merupakan aset keuangan, maka investor mengukur sisa kepentingan tsb pada nilai wajar sesuai PSAK 71. Investor

mengakui dalam laba rugi selisih apapun antara:

a. Nilai wajar sisa kepentingan apapun dan hasil apapun dari pelepasan Sebagian kepentingan pada entitas asosiasi atau ventura bersama

b. Jumlah tercatat investasi pada tanggal penggunaan metode ekuitas dihentikan

(22)

Metode Ekuitas

(Penghentian Pengakuan)

Contoh:

1/3 x Rp 600 jt

Rp 600 jt – (1/3 x Rp 600 jt)

(23)

Metode Ekuitas

(Penghentian Pengakuan)

(24)

Metode Ekuitas

(Penyajian)

(25)

Metode Ekuitas (Penyajian) Metode Ekuitas

(Penyajian)

(26)

Metode Ekuitas (Pengungkapan)

PSAK 67 tentang Pengungkapan Kepentingan dalam Entitas Lain mengungkapkan hal-hal berikut:

1.Nama pengaturan bersama atau entitas asosiasi 2.Sifat hubungan entitas

3.Lokasi utama kegiatan usaha

4.Proporsi bagian kepentingan atau penyertaan modal

(27)

Metode Ekuitas

(Pengungkapan)

(28)

Thank You

Referensi

Dokumen terkait

Ketentuan LK Tersendiri Sebagai bagian dari informasi tambahan Sebagai bagian dari informasi tambahan • Investasi dicatat dengan menggunakan metode biaya atau metode

Jenis Instrumen Keuangan PSAK 55 14 Instrumen Keuangan Aset Keuangan Liabilitas Keuangan Instrumen Ekuitas Instrumen Derivatif Instrumen Lindung Nilai Aset Keuangan yang diukur

Dalam PSAK 55 (Revisi 2014), aset keuangan berupa investasi pada instrumen ekuitas diukur pada nilai wajar, sedangkan investasi pada instrumen ekuitas yang tidak memiliki kuotasi

ED Amandemen PSAK 15 menambahkan bahwa entitas yang bukan merupakan entitas investasi memiliki kepentingan pada entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan entitas

Investasi berkepemilikan saham lebih dari 50% dicatat (1) sebagai investasi pada entitas-asosiasi dengan metode-ekuitas (equity method) apabila investor tak

oleh entitas induk (investor yang memiliki pengendalian atas entitas anak) yang mencantat investasi pada entitas anak, entitas asosiasi dan ventura bersama berdasarkan.

• Setiap selisih lebih bagian entitas atas nilai wajar neto aset dan liabilitas terindentifikasi dari investee terhadap biaya perolehan dimasukkan sebagai penghasilan

Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang menambah nilai aset keuangan entitas dan kewajiban keuangan atau instrumen ekuitas entitas lain (IAI, 2010).PSAK 55