Pengembangan Media Pembelajaran Alat Peraga Audio Visual Tiga Dimensi Pada Konsep Struktur Kulit Kelas XI SMA, Tesis. Dengan hasil tersebut maka media pembelajaran audiovisual tiga dimensi pada konsep struktur kulit dinyatakan valid, praktis dan efektif untuk digunakan oleh siswa kelas XI SMA.
Rumusan Masalah
Spesifikasi Produk yang Diharapkan
Produk ini menempelkan lima buah lampu LED kecil pada reseptor saraf di kulit yang akan menyala ketika tombol ditekan menandakan adanya rangsangan seperti panas, dingin, dan tekanan. Produk ini dilengkapi dengan rekaman suara yang merangkum konsep skin dengan durasi tiga menit. Rekaman akan diputar setelah Anda menekan tombol bawah.
Manfaat Penelitian
Bagi Guru
Bagi Siswa
Bagi Peneliti Lainnya
Asumsi dan Keterbatasan Penelitian
Asumsi
Keterbatasan Penelitian
Definisi Operasional 1. Media Pembelajaran
Alat peraga audiovisual tiga dimensi organ kulit dapat meningkatkan minat dan keingintahuan siswa terhadap konsep struktur kulit. Alat peraga audiovisual tiga dimensi adalah alat yang berfungsi untuk memperagakan bentuk suatu benda yang mirip dengan aslinya, mempunyai panjang, lebar dan volume, dapat disentuh dan dilihat dalam kehidupan nyata dengan tambahan audio (suara) dan visual (penampilan). ) . , cahaya) efek.
TINJAUAN PUSTAKA TINJAUAN PUSTAKA
Media Pembelajaran
Berbagai jenis media yang dapat digolongkan sebagai media audio adalah (a) radio, (b) alat perekam magnetik (kaset). 2) Media proyeksi senyap. Beberapa media yang termasuk dalam media proyeksi diam adalah: (a) film bingkai, (b) film serial, (c) transparansi overhead (OHT), (d) proyektor buram, (e) mikrofiche. 3) Media proyeksi gerak.
Tinjauan Materi
Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang akan dikembangkan peneliti adalah media yang dikembangkan berbentuk 3 dimensi, perbedaannya terletak pada bahan yang digunakan, isi materi sebelumnya berkaitan dengan sistem peredaran darah sedangkan peneliti mempunyai memilih kulitnya. Isi anatomi, media 3 dimensi pada penelitian ini masih sederhana, sedangkan peneliti mengembangkan media 3 dimensi dengan penambahan cahaya dan suara. 2016), dengan judul “Pengembangan Paludarium Sebagai Media Pembelajaran Biologi Pada Topik Ekosistem di SMA”. Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang akan dikembangkan peneliti adalah media yang dikembangkan berbentuk tiga dimensi, perbedaannya terletak pada model pengembangan, materi yang digunakan, isi materi sebelumnya yang berkaitan dengan ekosistem, sedangkan peneliti telah memilih konten anatomi kulit dan peneliti mengembangkan media tiga dimensi dengan menambahkan cahaya dan suara.
Jenis Penelitian
Model Penelitian dan Pengembangannya
Prosedur Penelitian dan Pengembangannya
- Desain Uji Coba
- Subjek UJi Coba
- Instrumen Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
Pada tahap ini tujuannya adalah menemukan bentuk media yang menarik, mudah digunakan, dan meningkatkan kemampuan kognitif siswa. Kemudian media tersebut diterapkan kepada siswa di kelas
Pernyataan indikator Item nomor pada Keinginan belajar positif 1, 2. Data dalam penelitian ini akan dianalisis secara deskriptif kualitatif yaitu data hasil angket wawancara, validasi, kelayakan praktis dan keefektifan media pembelajaran audiovisual tiga dimensi pada konsep struktur kulit. Data hasil validasi media pembelajaran yang dikembangkan disajikan dalam skala likert, tahap selanjutnya mencari mean dengan menggunakan rumus :. Data hasil belajar diperoleh dari soal evaluasi yang diberikan kepada siswa setelah menggunakan tiga media pembelajaran audiovisual organ kulit.
Data tersebut digunakan untuk melihat tingkat pemahaman siswa terhadap proses pembelajaran ditinjau dari materi struktur kulit yang terdapat pada media pembelajaran, kemudian menentukan persentase ketuntasan hasil belajar siswa. Kemudian nilai yang diperoleh siswa dibandingkan dengan nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditentukan sekolah. KKM yang dijadikan tolak ukur ketuntasan belajar siswa diselaraskan dengan KKM Biologi SMAN 1 Tanjungpinang yaitu 75.
Terdapat peningkatan hasil belajar apabila perolehan skor lebih besar dari 0,30 pada kategori sedang (gain skor antara) dan kategori tinggi (gain skor > 0,70).
Hasil Penelitian
- Penilaian (Evaluation)
Berdasarkan tinjauan pustaka dan permasalahan yang ditemukan di sekolah, peneliti kemudian merancang pengembangan media pembelajaran alat peraga audio visual tiga dimensi pada konsep struktur kulit. Pengujian validitas media pembelajaran audiovisual tiga dimensi struktur kulit dilakukan dengan bantuan lembar penilaian kualitas berupa angket oleh 4 orang ahli yaitu dua ahli media dan dua ahli materi. Hasil penilaian validator terhadap struktur media audiovisual tiga dimensi disajikan pada Tabel 11.
Menyesuaikan dengan kriteria yang ditetapkan Purwanto, alat bantu audio visual tiga dimensi untuk struktur kulit yang dikembangkan telah dimasukkan ke dalam kriteria saat ini dengan sedikit koreksi. Persentase tersebut menunjukkan bahwa media audiovisual tiga dimensi yang dikembangkan valid dan layak digunakan dalam penelitian sekolah. Revisi media yaitu pada bagian audio dan ketepatan penulisan manual penggunaan alat bantu audio visual tiga dimensi untuk organ kulit.
Dalam proses pengujian terhadap guru dan siswa diperoleh hasil bahwa media audiovisual tiga dimensi yang dikembangkan secara umum layak dan praktis.
Pembahasan
Hal ini sesuai dengan salah satu kelebihan media dalam pembelajaran menurut Kemp dan Dayton dalam Arsyad, yaitu media dapat menyebabkan penyampaian materi pelajaran menjadi seragam. Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan Asyhar dalam Fuada bahwa salah satu aspek penilaian media adalah kesesuaian dengan tujuan pembelajaran, ukurannya sesuai dengan lingkungan pembelajaran. Hal ini sejalan dengan apa yang dikatakan Asikin bahwa semakin banyak indra yang terlibat dalam proses pembelajaran diterima maka pembelajaran akan semakin bermakna.
Hal ini sesuai dengan kriteria kelayakan praktik menurut Praptono dalam Fahrurozi, yaitu kelayakan praktik didasarkan pada kemudahan pengajaran bahan ajar dengan menggunakan media. Hal ini senada dengan yang dikatakan Purwanto: Jika hasil pretest dibandingkan dengan hasil posttest, keduanya berfungsi untuk mengukur tingkat prestasi siswa dalam media pendidikan setelah mengalami suatu kegiatan pembelajaran. Sesuai dengan Musfiqon, media yang berkaitan dengan visi (visual) dapat memudahkan pemahaman (misalnya menguraikan struktur dan organisasi) dan meningkatkan daya ingat.
Hasil tersebut sejalan dengan manfaat media pembelajaran menurut Arsyad yaitu media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak, sehingga tercipta motivasi belajar.
Implikasi
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan media ajar audiovisual tiga dimensi pada konsep struktur kulit dapat disimpulkan bahwa pengembangan media ajar alat peraga audiovisual tiga dimensi pada struktur kulit di kelas yaitu. sah. Aspek efisiensi dinilai dengan tes tertulis berupa pre-test dan post-test efektif dengan persentase ketuntasan klasikal dengan kriteria sempurna, aspek kognitif dengan kriteria peningkatan sedang, dan aspek motivasi belajar dengan kriteria peningkatan sedang. Media pembelajaran audiovisual tiga dimensi ini dapat dibuat sekreatif mungkin oleh peneliti lain dengan materi pembelajaran lain dan menambahkan inovasi tambahan yang dapat meningkatkan kualitas media, seperti penggunaan sensor jarak jauh.
Saran
Pengembangan alat peraga sederhana struktur internal dan organ ikan untuk memudahkan pembelajaran pada Praktikum Iktiologi Penangkapan Ikan. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Flash pada Mata Pelajaran IPA Terpadu Materi Bentuk Zat dan Perubahannya Kelas VII Smp N 5 Atap Satu Bumijawa. Pengembangan media pembelajaran berbasis Adobe Flash untuk meningkatkan minat belajar pada mata pelajaran mekanika teknik Jurusan Teknik Gambar Konstruksi SMKN 1 Seyegan.
“Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) pada Materi Sistem Ekskresi Manusia Berbasis Problem Based Learning.” Jurnal Universitas Negeri Malang. Pengembangan Media Diagram Tiga Dimensi (3D) untuk Pembelajaran Menjahit Celana pada Mata Pelajaran Keterampilan PKK Siswa Kelas VII SMPN 16 Yogyakarta. Aspek dan Kriteria Penilaian Media Pembelajaran, (Online), (http://romisatriawahono.net aspek-dan-kriteria-penilaian- mediapembelajaran/).
Pengembangan Multimedia Adobe Flash CS5 Berbasis Stad sebagai media pembelajaran saintifik pada topik sistem gerak manusia untuk SMA/MT.
KOMPETENSI INTI
TUJUAN PEMBELAJARAN
KOMPETENSI DASAR
MATERI PELAJARAN
Reseptor di epidermis adalah dendrit yang tidak terselubung, sama seperti reseptor pergerakan rambut yang melingkari pangkal rambut di dermis.
METODA
Siswa menganalisis secara kritis informasi yang ditemukan sehubungan dengan hipotesis yang dirumuskan dengan bimbingan guru.
PENILAIAN
Pernyataan yang benar tentang fungsi kulit masing-masing sebagai sistem koordinasi dan sistem integumen adalah. 5 Kulit merupakan organ luar yang secara langsung membatasi kondisi dari luar tubuh maupun dari dalam, sehingga kulit mempunyai kemampuan dalam menerima rangsangan tertentu dari luar tubuh, seperti perubahan suhu, ancaman dari luar tubuh dan lain sebagainya. 7 Kaki pengendara sepeda motor yang tersentuh knalpot akan secara reflek menjauh, reseptor penerima rangsangan berbentuk.
Reseptor sentuhan dapat merasakan rangsangan berupa tekanan ringan pada kulit, sehingga impuls yang dikirimkan ke otak akan diubah menjadi pesan yang membedakan rasa halus, kasar, lembut dan keras. Salah satu fungsi kulit adalah sebagai alat ekskresi.Bagian-bagian kulit yang berperan dalam menjalankan fungsi kulit sebagai alat ekskresi ditandai dengan angka. 7 Penjual makanan laut terkena api ketika menyiapkan makanan di depan bara api, reseptor yang menerima rangsangan tersebut adalah:
Reseptor sentuhan tersebar tidak merata di kulit, sehingga beberapa bagian sangat sensitif terhadap rangsangan sentuhan, sementara bagian lainnya kurang sensitif.
- Prosedur Pembuatan
- PROSEDUR PENGGUNAAN MEDIA
Penulis memanjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena hanya karena atas rahmat dan karunia-Nya penulisan buku Buku Panduan Alat Bantu Belajar Audio Visual 3D ini dapat terselesaikan dengan sukses. Panduan ini ditulis untuk memudahkan pembelajaran menggunakan alat peraga audiovisual tiga dimensi. Produk yang dikembangkan berupa media pengajaran tiga dimensi pada organ kulit yang terbuat dari resin dan mencoba memastikan adanya perbedaan pada setiap lapisan kulit. Bahan resin sendiri dipilih karena sangat efektif dalam pergerakannya. lebih menarik karena bisa ditambah dengan pernak-pernik, sehingga bisa lebih menggambarkan keadaan aslinya.
Media pembelajaran ini dilapisi dengan papan ujian berwarna merah sehingga dapat berdiri tegak dan mudah untuk dipindahkan. Tampilan media pembelajaran tiga dimensi berbasis audiovisual pada materi struktur kulit dapat dilihat pada Gambar 1.1. Media pembelajaran tiga dimensi berbasis audiovisual yang dikembangkan tidak memerlukan perawatan yang sulit.
Apabila hendak memindahkan media pembelajaran tiga dimensi berbasis audio visual, lakukanlah dengan hati-hati (jangan sampai pecah) 2. Letakkan media pembelajaran tiga dimensi berbasis audio visual pada permukaan datar setelah digunakan. Pengertian media pembelajaran Secara etimologis media berasal dari bahasa Latin, merupakan bentuk jamak dari kata “medium” yang berarti “perantara, perantara, atau.