• Tidak ada hasil yang ditemukan

Isolasi Sosial pada Pasien Skizofrenia

N/A
N/A
titi riyanti

Academic year: 2024

Membagikan " Isolasi Sosial pada Pasien Skizofrenia"

Copied!
54
0
0

Teks penuh

(1)

Oleh:

TITI RIYANTI NIM. 21011

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SISMADI JURUSAN KEPERAWATAN PRODI D-III

JAKARTA

2024

(2)

Isolasi sosial merupakan kondisi kesendirian yang di alami oleh individu dan dipersepsikan disebabkan orang lain dan sebagai kondisi yang negatif dan mengancam. Kondisi isolasi sosial seseorang merupakan ketidakmampuan klien dalam mengungkapkan perasaan klien yang dapat menimbulkan klien mengungkapkan perasaan klien dengan kekerasan (Sukaesti. 2018).

Isolasi sosial merupakan suatu keadaan seseorang mengalami penurunan untuk melakukan interaksi dengan orang lain, karena pasien merasa ditolak, tidak diterima, kesepian, serta tidak mampu membina hubungan yang berarti dengan orang lain atau orang disekitarnya (Kemenkes, 2019).

Isolasi sosial merupakan gejala negatif pada skizofrenia dimanfaatkan oleh pasien untuk menghindari orang lain agar pengalaman yang tidak menyenangkan dalam berhubungan dengan orang lain tidak terulang kembali.

(Pardede 2021).

Kondisi isolasi sosial seseorang merupakan ketidakmampuan klien dalam mengungkapkan perasaan klien yang dapat menimbulkan klien mengungkapkan perasaan klien dengan kekerasan.Perilaku kekerasan merupakan respon destruktif individu terhadap stresor (Stuart, 2013)

6

(3)

2.2 Etiologi

Penyebab dari isolasi sosial adalah keterlambatan perkembangan, ketidakmampuan menjalin hubungan yang memuaskan, ketidaksesuaian minat terhadap perkembangan, ketidaksesuaian nilai-nilai normal, ketidaksesuaian perilaku sosial dengan norma, perubahan penampilan fisik, perubahan status mental, ketidakadekuatan sumber daya personal (SDKI, 2017). Adapun faktor penyebab dari isolasi sosial adalah:

1. Faktor Predisposisi

Menurut Sutejo (2017) penyebab isolasi sosial mencakup faktor perkembangan, faktor biologis, dan faktor sosiokultural. Berikut merupakan penjelasan dari faktor predisposisi:

a. Faktor Perkembangan

Tempat pertama yang memberikan pengalaman bagi seseorang dalam menjalin hubungan dengan orang lain adalah keluarga, kurangnya stimulasi atau kasih sayang dari ibu akan memberikan rasa tidak nyaman serta dapat menghambat rasa percaya diri.

Ketidakpercayaan tersebut dapat mengembangkan tingkah laku curiga terhadap orang lain maupun lingkungan di kemudian hari.

b. Faktor Biologis

Genetik merupakan salah satu faktor pendukung yang menyebabkan terjadinya gangguan jiwa. Organ tubuh yang jelas mempengaruhi adalah otak.

c. Faktor Sosial dan Budaya

(4)

Mengasingkan diri dari lingkungan merupakan faktor pendukung terjadinya gangguan berhubungan atau isolasi sosial.

Gangguan ini dapat juga disebabkan oleh karena norma-norma yang salah di dalam keluarga, misalnya anggota tidak produktif diasingkan dari lingkungan sosial.

2. Faktor Presipitasi

Menurut Sutejo (2017) ada beberapa faktor presipitasi yang dapat menyebabkan gangguan isolasi sosial. Antara lain berasal dari stresor- stresor sebagai berikut:

a. Stresor Sosiokultural

Stresor sosial budaya dapat memicu penurunan keseimbangan unit keluarga seperti perceraian, berpisah dengan orang yang dicintai, kesepian karena ditinggal jauh, dirawat di rumah sakit atau dipenjara.

b. Stresor Psikologik

Intensitas ansietas berat yang berkepanjangan akan menyebabkan menurunnya kemampuan seseorang untuk berhubungan dengan orang lain.

2.3 Tanda dan Gejala

Menurut Sutejo (2017) tanda dan gejala isolasi sosial dapat ditemukan dari dua cara yaitu secara objektif dan subjektif. Berikut tanda dan gejala dengan isolasi sosial:

1. Data Subjektif

Pasien mengatakan perasaan kesepian atau ditolak oleh orang lain,

(5)

pasien merasa tidak aman berada dengan orang lain, pasien mengatakan hubungan yang tidak bermanfaat dengan orang lain, pasien merasa bosan serta waktu terasa lebih lambat, pasien tidak mampu berkonsentrasi dan menciptakan keputusan, pasien merasa tidak bermanfaat, dan pasien tidak yakin dapat melanjutkan hidup.

2. Data Objektif

Pasien tidak memiliki teman dekat, pasien menarik diri, pasien tidak dapat dimengerti, tindakan berulang dan tidak berarti, pasien asik dengan pikiran sendiri, pasien tidak ada kontak mata, dan tampak sedih apatis, afek tumpul.

2.4 Rentang Respon Isolasi Sosial

Adaptif Maladaptif

Gambar 2.1 Rentang Respon Isolasi Sosial (sumber : Stuard 2013)

Menurut Stuart dan Sundeen (1998) respon individu terhadap konsep dirinya sepanjang rentang respon konsep diri yaitu adaptif dan maladaptif

a. Respon Adaptif

Respon adaptif adalah respon individu menyelesaikan suatu hal dengan cara yang dapat diterima oleh norma-norma masyarakat.

1. Menyendiri 2. Otonomi 3. Kebersamaan

1. Kesepian 2. Menarik Diri 3. Ketergantungan

1. Manipulasi

2. Impulsif

3. Narsisme

(6)

Respons ini meliputi 1) Menyendiri (Solitude)

Respon individu terhadap kejadian yang telah terjadi dengan merenung dengan tujuan untuk mengevaluasi diri dan menentukan rencana-rencana.

2) Otonomi

Individu menetapkan diri untuk inderpenden dan pengaturan diri. Individu memiliki kemampuan dalam menyampaikan ide, pikiran, perasaan dalam hubungan sosial.

3) Kebersamaan ( Mutualisme)

Kemampuan atau kondisi individu dalam hubungan interpersonal dimana individu mampu untuk saling memberi &

menerima dalam hubungan sosial 4) Saling Ketergantungan (interdependen)

Suatu hubungan saling bergantung antara satu sama lain dalam hubungan sosial.

b. Respon Maladaptif

Respons maladapatif adalah respon individu dalam menyelesaikan masalah dengan cara yang bertentangan dengan norma agama &

masyarakat. Respon maladptif tersebut antara lain:

1) Manipulasi

Gangguan sosial yang menyebabkan individu

memperlakukan sebagai objek, dimana hubungan terpusat pada

(7)

pengendalian masalah orang lain & individu cenderung berorientasi pada diri sendiri. Sikap mengontrol digunakan sebagai pertahanan terhadap kegagalan atau frustasi yang dapat digunakan sebagai alat berkuasa atas orang lain.

2) Impulsif

Respon sosial yang ditandaidengan individu sebagai subjek yang tidak dapat diduga, tidak dapat dipercaya. Tidak mampu merencanakan, tidak mampu untuk belaja dari pengalaman, dan tidak dapat melakukan penilaian secara objektif.

3) Narsisme

Respon sosial ditandai dengan individu memiliki tingkah laku egosentris, harga diri rapuh, berusaha mendapatkan penghargaan dan mudah marah jika tidak mendapat dukungan dari orang lain.

2.5 Patofisiologi

Salah satu gangguan berhubungan sosial diantaranya menarik diri yang disebabkan karena perasaan tidak berharga, dengan latar belakang yang penuh dengan permasalahan, ketegangan, kekecewaan, dan kecemasan.

Perasaan tidak berharga menyebabkan pasien semakin sulit dalam

mengembangkan hubungan dengan orang lain. Menyebabkan pasien menjadi

regresi atau mundur, mengalami penurunan dalam aktivitas dan kurang

perhatian terhadap penampilan dan kebersihan diri. Perjalanan dari tingkah

laku masa lalu serta tingkah laku primitive yaitu pembicaraan yang autistik

dan tingkah laku yang

(8)

tidak sesuai dengan kenyataan, sehingga berakibat lanjut menjadi halusinasi (Azizah, dkk. 2017).

Faktor yang mempengaruhi kesembuhan pasien gangguan jiwa dengan masalah isolasi sosial adalah:

1) Usia

Pasien yang dirawat dengan masalah isolasi sosial berada dalam rentang usia 25-65 tahun atau pada masa dewasa. Masa dewasa merupakan masa kematangan dari aspek kognitif, emosi, dan perilaku.

Kegagalan yang dialami seseorang untuk mencapai tingkat kematangan tersebut akan sulit memenuhi tuntutan perkembangan pada usia tersebut dapat berdampak terjadinya gangguan jiwa. Usia dewasa merupakan aspek sosial budaya dengan frekuensi tertinggi mengalami gangguan jiwa (Wakhid, dkk. 2013).

2) Jenis Kelamin

Jenis kelamin tidak mempengaruhi secara signifikan terjadinya

gangguan jiwa. Wanita cenderung mengalami gejala lebih ringan di

bandingkan pria. Pria sangat rentan terkena gangguan jiwa penyebabnya

adalah tingginya tingkat emosional. Pria juga mempunyai kemampuan

verbal dan bahasa yang kurang dari wanita, sehingga pria cenderung

tertutup dan memendam sendiri setiap masalah dan stressor psikologis

yang mereka hadapi. Kondisi ini jika berlangsung lama tanpa ada

mekanisme koping yang konstruktif, maka kecenderungan jatuh ke dalam

gangguan jiwa akan tinggi (Berhimpong 2016, Suerni & PH, 2019).

(9)

3) Pendidikan

Pendidikan rendah dapat menjadi penyebab terjadinya masalah psikologis. Seseorang dengan pendidikan rendah akan kesulitan dalam menyampaikan ide, gagasan atau pendapatnya, sehingga mempengaruhi cara berhubungan dengan orang lain, menyelesaikan masalah, membuat keputusan dan responnya terhadap sumber stres. Pendidikan sangat besar pengaruhnya terhadap perilaku seseorang. Seseorang yang berpendidikan tinggi akan berbeda perilaku dengan orang yang berpendidikan rendah.

Tetapi status pendidikan sebagian besar pasien adalah SMA hal ini bisa jadi dikarenakan kebanyakan pasien memiliki beban karena memiliki pendidikan yang tinggi akan tetapi tidak sesuai dengan yang diharapkan pasien (Suerni & PH, 2019).

4) Pekerjaan

Menurut Rachmawati, dkk (2020) menyatakan 95% pasien yang mengalami gangguan jiwa dengan masalah isolasi sosial tidak bekerja.

Pekerjaan memiliki hubungan dengan status ekonomi individu, dan

kondisi sosial ekonomi yang rendah sangat menimbulkan perasaan tidak

berdaya, perasaan ditolak oleh orang lain, ketidakmampuan dalam

memenuhi kebutuhan nutrisi dan perawatan, sehingga individu berusaha

untuk menarik diri dari lingkungan. Seseorang yang berada dalam sosial

ekonomi rendah dan tidak mempunyai pekerjaan lebih berisiko

mengalami berbagai masalah terutama kurangnya rasa percaya diri dalam

menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari (Wakhid, dkk. 2013).

(10)

5) Dukungan Keluarga

Menurut Suerni & PH (2019) bahwa sebagian besar dari pasien kurang mendapatkan dukungan dari keluarga dan lingkungannya.

Dukungan keluarga merupakan salah satu faktor terpenting dalam upaya meningkatkan motivasi sehingga dapat berpengaruh positif terhadap kesehatan psikologis. Adanya dukungan keluarga membuat pasien merasa dipedulikan, diperhatikan, merasa tetap percaya diri, tidak mudah putus asa, tidak minder, merasa dirinya bersemangat, merasa ikhlas dengan kondisi, sehingga merasa lebih tenang dalam menghadapi suatu masalah.

6) Lama Sakit

Pasien yang paling banyak ditemukan mengalami kekambuhan memiliki riwayat lama sakit antara 5-10 tahun. Pasien yang mempunyai riwayat lama sakit ≥ 5 tahun memiliki risiko mengalami kekambuhan lebih tinggi (Rachmawati, dkk.2020).

2.6 Penatalaksanaan

Menurut (Dermawan 2013 dalam Putra 2022). penatalaksaan isolasi sosial sebagai berikut :

1) Terapi farmakologi

a) Clorpromazine (CPZ)

Obat ini digunakan pada pasien yang tidak mampu dalam menilai

realistis, kesadaran diri terganggu, serta ketidakmampuan dalam

fungsi mental.

(11)

b) Haloperizol (HP)

Obat ini digunakan untuk mengobati pasien yang tidak mampu menilai realita.

c) Thrixyphenidyl (THP)

Obat ini digunakan pada segala penyakit Parkinson, termasuk pasca ensepalitis dan idiopatik, sindrom Parkinson akibat misalnya reserpine dan fenootiazine.

2) Terapi Non-farmakologi a) Terapi individu

Pada pasien isolasi sosial dapat diberikan dengan strategi pelaksanaan atau SP.

b) Terapi kelompok

Terapi aktivitas kelompok atau TAK merupakan suatu psikoterapi

yang bertujuan untuk memberi stimulus bagi klien dengan

gangguan isolasi sosial. Dalam terapi ini terbagi dalam 7 sesi yaitu,

sesi 1 : pasien mampu memperkenalakn diri, sesi 2 : pasien mampu

melakukan cara berkenalan dengan anggota kelompok, sesi 3 :

pasien mampu bercakap-cakap dengan anggota kelompok tentang

topik yang yang umum, sesi 4 : pasien mampu bercakap-cakap

dengan anggota kelompok tentang topik tertentu, sesi 5 : pasien

mampu bercakap-cakap dengan anggota kelompok tentang masalah

pribadi, sesi 6 : pasien mampu bekerja sama dengan anggota

(12)

kelompok, dan sesi 7 : pasien mampu mengevaluasi kemampuan sosialisasi nya.

2.7 Konsep Asuhan Keperawatan 2.7.1 Pengkajian Keperawatan

Pengkajian merupakan tahap awal dan dasar utama dari proses keperawatan. Pengumpulan data yang akurat dan sistematis akan membantu penentuan status kesehatan dan pola pertahanan klien, mengidentifikasi kekuatan dan kebutuhan klien, serta merumuskan diagnosa keperawatan. Pengkajian adalah pemikiran dasar dari proses keperawatan yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi atau data tentang klien agar dapat mengidentifikasi, mengenal masalah-masalah, kebutuhan kesehatan dan keperawatan klien baik mental, sosial, dan lingkungan (Keliat, 2011).

a) Identitas Klien

Meliputi nama klien, umur, jenis kelamin, status perkawinan, agama, tanggal MRS, tanggal pengkajian, no rekam medic, diagnosa medis dan alamat klien.

b) Keluhan Utama

Merupakan pernyataan klien mengenai masalah yang menyebabkan klien dibawa kerumah sakit. Keluhan biasanya berupa senang menyendiri, komunikasi kurang atau tidak ada, berdiam diri dikamar, menolak berinteraksi.

c) Faktor Predisposisi

(13)

(1) Riwayat penyakit sebelumnya

Tanyakan apakah klien pernah masuk rumah sakit sebelumnya, jika pernah apa alasan klien masuk rumah sakit sebelumnya, bagaimana pengobatan sebelumnya

(2) Riwayat psiksosoial

Tanyakan apakah klien pernah mengalami penganiayaan fisik, aniaya seksual, penolakan, kekerasan, dan tindakan criminal semasa hidupnya. Dan tanyakan apakah ada pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan yang dialami klien.

(3) Riwayat penyakit keluarga

Tanyakan apakah ada riwayat gangguan jiwa sebelumnya pada keluarga klien.

d) Faktor presipitasi

Tanyakan pada klien bagaimana timbulnya gejala gangguan jiwa saat ini, apa penyebab nya munculnya gejala tersebut dan bagaimana respon klien saat di wawancara.

e) Pemeriksaan fisik

Kaji dan observasi tanda-tanda vital pasien : tekanan darah, nadi, pernafasan dan suhu. Ukur tinggi badan berat badan pasien. Dan Tanyakan apakah ada keluhan fisik.

f) Genogram

Tanyakan pada klien garis keturunan tiga generasi untuk

menggambarkan hubungan klien dan keluarga.

(14)

g) Pengkajian fokus psikososial 1) Konsep diri

(a) Citra tubuh

Tanyakan persepsi klien terhadap tubuhnya, bagian tubuh yang disukai dan tidak disukai.

(b) Identitas diri

Tanyakan tentang status/posisi klien, kepuasan klien terhadap status/posisi nya dan kepuasan sebagai laki-laki atau perempuan.

(c) Peran

Tanyakan tentang tugas/peran yang diemban dalam keluarga kelompok ataupun masyarakat dan kemampuan klien dalam melaksanakan tugas/peran tersebut.

(d) Ideal diri

Tanyakan tentang harapan terhadap tubuh, posisi, status, tugas dan harapan klien terhadap lingkungan serta penyakitnya.

(e) Harga diri

Tanyakan hubungan klien dengan orang lain dan penilaian

orang lain terhadap dirinya.

(15)

2) Hubungan sosial

a. Tanyakan pada klien siapa orang terdekat dalam kehdiupannya, tempat mengadu, tempat berbicara dan meminta bantuan.

b. Tanyakan pada klien kelompok apa saja yang pernah atau sedang di ikuti dalam masyarakat.

c. Tanyakan pada klien sejauh mana ia terlibat dalam kelompok atau masyarakat.

3) Spritual

a. Nilai Keyakinan

Tanyakan tentang pandangan dan keyakinan, terhadap gangguan jiwa sesuai dengan norma dan budaya agama yang dianut.

b. Konflik nilai keyakinan

Tanyakan tentang apakah ada konflik dalam nilai keyakinan.

c. Kegiatan ibadah

Tanyakan kegiatan ibadah dirumah secara individu atau kelompok dan pendapat klien tentang kegiatan ibadah.

4) Status Mental

a. Aktivtitas motorik

Kaji aktivitas atau reaksi klien terhadap lingkungan di

sekitarnya

(16)

b. Afek emosi

Kaji bagaimana afek emosi klien terhadap lingkungan di sekitarnya.

c. Persepsi

Kaji apakah klien sekarang sedang mengalami halusinasi atau tidak atau ada perasaan aneh pada dirinya yang tidak menurut kenyataan.

d. Proses Pikir (1) Arus Pikir

Kaji tentang bagaimana pembicaran pada klien saat berinteraksi dengan orang-orang disekitarnya.

(2) Isi piker

Kaji tentang bagaimana isi pikiran pada klien saat berinteraksi dengan orang-orang disekitarnya.

(3) Bentuk pikir

Kaji tentang bagaimana bentuk pikir pada klien saat berinteraksi dengan orang-orang disekitarnya.

e. Memori

Kaji apakah klien memilki gangguan daya ingat jangka pendek atau panjang

f. Tingkat berkonsentrasi dan berhitung

(17)

Kaji tentang bagaimana konsentrasi klien saat diajak berinteraksi dan apakah klien mampu berhitung pada benda-benda nyata

g. Daya tilik diri/insight

Kaji apakah klien mengingkari penyakit yang diderita nya sekarang atau tidak

h. Interaksi selama wawancara

Kaji tentang bagaimana interaksi selama wawancara klien dengan orang-orang disekitarnya

5) Mekanisme Koping

Kaji respon koping klien adaptif dan maladaptif melalui interaksi pada klien.

6) Masalah Psikososial

Kaji apakah ada masalah psiksosial pada klien pada

lingkungan disekitarnya, meliputi : masalah dengan

dukungan kelompok, lingkungan, pendidikan, pekerjaan,

perumahan, ekonomi dan pelayanan kesehatan.

(18)

penampilan diri terganggu

kemauan menurun

Isolasi Sosial : menarik diri

perawatan diri kurang

2.7.2 Pohon Masalah

Gambar 2.2 Pohon Masalah Isolasi Sosial 2.7.3 Diagnosis Keperawatan

Di Diagnosis keperawatan adalah penilaian klinis tentang respons aktual atau potensial dari individu, keluarga, atau masyarakat terhadap masalah kesehatan/proses kehidupan. Rumusan diagnosis yaitu Permasalahan (P) berhubungan dengan Etiologi (E) dan keduanya ada hubungan sebab akibat secara ilmiah.

Rumusan diagnosis keperawatan jiwa mengacu pada pohon masalah yang sudah dibuat, Diagnosis keperawatan pasien dengan Isolasi Sosial adalah sebagai berikut (Tim Pokja SDKI DPP PPNI, 2019) :

1) Isolasi sosial : Menarik diri (D.0121)

2) Gangguan konsep diri : Harga diri rendah (D.0086) 3) Risiko gangguan persepsi sensori : Halusinasi (D.0085)

Gangguan Persepsi Sensori :

Halusinasi effect

Core Problem

kegagalan

kehilangan koping

keluarga

Harga Diri Rendah Causa

(19)

2.7.4 Intervensi Keperawatan

Tindakan keperawatan adalah perilaku atau aktivitas khusus yang dikerjakan oleh perawat untuk mengimplementasikan intervensi keperawatan (PPNI, 2018).

Tabel 2.1 Intervensi Keperawatan Isolasi Sosial

No. Luaran

Keperawatan

Intervensi Keperawatan Prosedur Keperawatan 1. Setelah

dilakukan intervensi keperawatan selama 6 kali pertemuan maka keterlibatan sosial (L.13115) meningkat dengan kriteria hasil:

- Minat interaksi (5) - Minat

terhadap aktivitas (5) - Perilaku

menarik diri (5)

- Afek

murung/sedih (5)

- Perilaku bermusuhan (5)

- Perilaku sesuai dengan harapan orang lain (5) - Kontak mata

(5) - Tugas

perkembangan sesuai usia (5)

Terapi aktivitas (I.05186) Observasi

2.1 identifikasi defisit aktivitas

2.2 Identifikasi kemampuan berpartisipasi dalam aktivitas tertentu

2.3 identifikasi strategi meningkatkan partisipasi dalam aktivitas

2.4 monitor respon emosional, fisik, sosial dan spiritual terhadap aktivitas Terapeutik

2.5 fasilitasi focus pada kemampuan, bukan deficit yang dialami

2.6 sepakati komitmen untuk meningkatkan frekuensi dan rentang aktivitas

2.7 fasilitasi memilih aktivitas dan tetapkan tujuan aktivitas yang

konsisten seusai

kemampuan fisik,

psikologis dan sosial 2.8 koordinasikan pemilihan aktivitas sesuai usia

2.9 fasilitasi makna aktivitas yang dipilih 2.10 libatkan dalam permaianna kelompok yang tidak kompetitif, terstruktur dan aktif

Dukungan Interaksi sosial 1.identifikasi pasien

menggunakan minimal 2 identitas

2. jelaskan tujuan dan Langkah prosedur 3. Siapkan lingkungan

terapeutik

4. lakukan kebersihan 6 langkah

5. identifikasi kekuatan dan kelemahan dalam menjalin hubungan 6. pertahankan kesabaran

dalam mengembangkan hubungan

7. latih bermain peran dalam kemampuan berkomunikasi

8.latih meningkatkan kemampuan diri

9. anjurkan berhubungan dengan orang lain yang memiliki kepentingan dantujuan yang sama 10. anjurkan untuk

menghormati orang lain

11. motivasi untuk komunikasi verbal 12. Motivasi untuk

mempertahankan hubungan komunikasi verbal

13. motivasi untuk melakukan kegiatan

(20)

No. Luaran Keperawatan

Intervensi Keperawatan Prosedur Keperawatan 2. Setelah

dilakukan intervensi keperawatan selama 6 kali pertemuan maka harga diri (L.09069) meningkat dengan kriteria hasil:

- Penilaian diri positif (5)

- Perasaan memiliki kelebihan atau kemampuan positif (5) - Minat mencoba

Promosi Harga diri (I.09307)

Observasi

3.1 identifikasi budaya, agama, ras, jenis kelamin, dan usia terhadap harga diri 3.2 monitor verbaslisasi

yang merendahkan diri sendiri Monitor tingkat harga diri setiap waktu Terapeutik

3.3 motivasi terlibat dalam verbalisasi untuk diri sendiri

3.4 motivasi menerima tantangan atau hal baru 3.5 diskusikan pernyataan

tentang harga diri

Promosi harga diri

1. identifikasi pasien minimal menggunakan 2 identitas

2. jelaskan tujuan dan langkah-langkah prosedur

3. lakukan kebersihan tangan 6 langkah

4. anjurkan

mempertahankan kontak mata saat berkomunikasi dengan orang lain

5. diskusikan pernyataan tentang harga diri 6. diskusikan kepercayaan

terhadap penilaian diri

(21)

No. Luaran Keperawatan

Intervensi Keperawatan Prosedur Keperawatan hal baru (5)

- Konsentrasi (5) - Tidur (5) - Kontak mata (5) - Gairah

aktivitas (5) - Aktif (5) - Percaya diri bicara (5)

- Kemampuan membuat keputusan - Perasaan tidak

mampu melakukan apapun (5) - Perasaan malu

(5)

3.6 diskusikan kepercayaan terhadap penilaian diri 3.7 diskusikan pengalaman

yang meningkatkan harga diri

3.8 Diskusikan persepsi negative diri

3.9 diskusikan alas an mengkritik diri

3.10 beri umpan balik

positif atas

peningtkatan mencapai tujuan

3.11 fasilitasi lingkungan dan aktivitas yang meningkatkan harga diri

Edukasi

3.12 anjurkan

mengidentifikasi kekuatan yang dimiliki

3.13 anjurkan

mempertahankan kontak mata saat berkomunikasi dengan orang lain

3.14 anjurkan membuka diri terhadap kritik negative 3.15 anjurkan mengevaluasi

perilaku

3.16 ajarkan cara mengatasi Bullying

3.17 latih peningkatan tanggung jawab untuk diri sendiri

3.18 latih

pernyataan/kemampuan positif diri

3.19 latih cara berfikir dan berperilaku positif 3.20 latih cara

meningkatkan kepercayaan pada kemampuan dalam menangani situasi

7. diskusikan pengalaman yang meningkatkan harga diri

8. diskusikan alas an mengkritik diri atau rasa bersalah

9. anjurkan

mengidentifikasi kekuatan yang dimiliki 10. diskusikan penetapan

tujuan realistis untuk mencapai harga diri yang lebih tinggi

11. latih

pernyataan/kemampuan positif diri

12. latih cara berfikir dan berperilaku positif 13. latih meningkatkan

kepercayaan pada kemampuan dalam menangani situasi 14. berikan umpan balik

positif atas peningkatan diir

15. lakukan kebersihan tangan 6 langkah 16. dokumentasikan

prosedur yang telah dilakukan dan respons pasien

3. Setelah dilakukan intervensi keperawatan

Manajemen Halusinasi (I.09288)

Observasi

Pengontrolan Halusinasi

(22)

No. Luaran Keperawatan

Intervensi Keperawatan Prosedur Keperawatan selama 6 kali

pertemuan maka persepsi sensori (L.09083) membaik dengan kriteria hasil:

- Verbalisasi mendengar bisikan (5) - Distorsi

Sensori (5) - Perilaku

Halusinasi (5) - Menarik diri

(5)

- Melamun (5) - Curiga (5) - Mondar-

mandir (5) - Respons sesuai

stimulus (5) - Konsentrasi

(5)

Orientasi (5)

1.1 Monitor perilaku yang mengindikasi

halusinasi

1.2 Monitor dan sesuaikan tingkat aktivitas dan stimulasi lingkungan 1.3 Monitor isi halusinasi Terapeutik

1.4 pertahankan

lingkungan yang aman 1.5 lakukan Tindakan

keselamatan jika tidak dapat mengontrol perilaku

1.6 Diskusikan perasaan dan respons terhadap halusinasi

1.7 Hindari perdebatan tentang validasi halusinasi

Edukasi

1.8 anjurkan memonitor sendiri situasi terjadi halusinasi

1.9 anjurkan bicara pada orang yang dipercayaa

untuk memberi

dukungan dan umpan balik korektif terhadap halusinasi

1.10 anjurkan melakukan distraksi 1.11 Ajarkan pasien dan

keluarga cara

mengontrol halusinasi

Kolaborasi 1.12 kolaborasi

pemberian obat

antipsikotik dan antiansietas

1. identifikasi pasien menggunakan minimal 2 identitas

2. jelaskan tujuan dan Langkah prosedur 3. lakukan kebersihan 6

langkah

4. monitor perilaku yang mengindikasikan halusinasi

5. monitor dan sesuaikan tingkat aktivitas dan stimulasi lingkungan 6. Pertahankan lingkungan

yang aman

7. hindari perdebatan tentang validasi halusinasi

8. lakukan Tindakan keselamayan Ketika tidak dapat mengontrol perilaku

9. identifikasi isi halusinasi 10. monitor perilaku

halusinasi

11. anjurkan untuk melakukan distraksi 12. ajarkan berbicara pada

orang yang dipercaya untuk memberikan dukungan dan umpan balik korektif tentang halusinasinya

13. kolaborasi pemberian obat antipsikotik dan anti ansietas

14. lakukan kebersihan tangan 6 langkah

15. dokumentasikan prosedur yang telah dilakukan

(23)

2.7.5 Evaluasi

Evaluasi adalah proses yang berkelanjutkan untuk menilai efek dari tindakan keperawatan kepada klien. Evaluasi terdiri dari dua jenis yaitu, evaluasi formatif dan evaluasi sumatif. Evaluasi formatif berfokus pada aktivitas proses keperawatan dari hasil rencana keperawatan yang telah dilaksanakan. Sementara evaluasi sumatif merupakan evaluasi setelah semua aktivitas proses keperawatan selesai dilakukan yang bertujuan untuk menilai pencapaian dalam memberikan asuhan keperawatan (Purba, 2019). Evaluasi dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan SOAP, sebagai berikut:

S : Respon subjektif klien terhadap tindakan keperawatan yang diberikan. O: Respon objektif dari klien terhadap tindakan keperawatan yang diberikan.

A: Analisis ulang data subjektif dan objektif untuk meyimpulkan apakah masalah tetap atau muncul masalah baru

P : Rencana tindak lanjut berdasarkan analisa pada klien

Data hasil evaluasi akan menunjukkan keberhasilan tindakan

indikator keberhasilan tindakan pada diagnosa isolasi sosial: menarik

diri yang ditinjau dari kriteria dapat membina hubungan saling percaya,

dapat menyebutkan penyebab isolasi sosial, dapat menyebutkan

keuntungan dan kerugian dalam berinteraksi, dan dapat melakukan

hubungan sosial secara bertahap.

(24)

Tabel 4. 1 Pengkajian

Data Anamnesis Klien 1 Klien 2

Identitas Klien Ny. T (55 tahun), beragama islam, klien seroang gelandangan di temukan di jalanan Samarinda, tidak bekerja, masuk ruang

perawatan tanggal 14 Februari 2023

Nn. S (25 tahun), beragama islam, alamat balikpapan. Pendidikan terakhir SMA, tidak bekerja, masuk ruang perawatan 9 Mei 2023

Riwayat Penyakit Klien diantar oleh dinas sosial ke RSJD Atma Husada Mahakam dengan keluhan sering marah- marah dan keluyuran

Nn. S diantar oleh keluarga ke RSJD Atma Husada Mahakam dengan keluhan adanya perubahan

(25)

Data Anamnesis Klien 1 Klien 2

perilaku lebih banyak diam, telah lama putus obat.

Faktor Predisposisi Ny.T sebelumnya pernah dirawat dan sering di rawat di RSJD Atma Husada Mahakan sejak tahun 2012.

Pengobatan sebelumnya kurang berhasil karena klien putus obat.

Ny. S memiliki Riwayat dirawat di RSJD 3 tahun lalu. klien telah menjalani pengobatan selama 3 tahun terakhir. Pengobatan sebelumnya kurang behasil karena klien putus obat, pengalaman masa lalu yang kurang menyenangkan Ketika klien menjadi korban bully psikososial Gambaran diri: klien mengatakan

menyukai seluruh tubuhnya Identitas: klien mengatakan belum menikah, klien anak pertama dari tiga bersaudara

Peran: klien mengatakan tidak tau mengenai perannya

ideal diri: klien mengatakan ingin cepat sembuh dan segera pulang harga diri: klien mengatakan tidak menyukai cara orang lain melihat dirinya.

Klien mengatakan tidak memiliki orang yang berarti dalam hidupnya

Ny. S merupakan bungsu dari 2 bersaudara.

Gambaran diri: klien mengatakan menyukai seluruh tubuhnya Identitas: klien mengatakan belum menikah, klien anak kedua dari dua bersaudara

Peran: klien mengatakan tidak tau mengenai perannya

ideal diri: klien mengatakan ingin ceoat sembuh dan segera pulang harga diri: klien mengatakan tidak suka berinteraksi dengan orang Status mental Klien berpenampilan kurang rapi,

klien mengatakan mandi 2 kali dalam sehari tapi tidak

menggunakan sabun dan sampo.

Klien tidak pernah memulai pembicaraan terlebih dahulu, menjawab seperlunya, pembicaraan inkoheren dengan pertanyaan yang diajukan, terkadang klien tidak ingin menjawab pertanyaan.

Kontak mata kurang, lebih banyak diam dan menghindar saat

pembicaraan. Afek klien datar, kurang kooperatif selama

perawatan, mudah teralihkan saat berbicara, sering melamun, lebih suka menyendiri.

Klien tidak dapat memberitahukan kapan masuk ke rumah sakit, klien mengetahui sedang berada di RSJ, kalien tidak dapat mengingat nama orang, tidak dapat mengingat kejadian baru yang telah terjadi,

Klien berpenampilan rapi, klien pernah memulai pembicaraan, menjawab seperlunya,

pembicaraan inkoheres dengan pertanyaan yang diajukan, terkadang klien tidak menjawab pertanyaan, dan menghindar saat pembicaraan. Kontak mata klien kurang, lebih banyak diam, afek datar, cukup kooperatif selama perawatan, mudah teralihkan saat pembicaraan berlangsung, sering melamun, lebih suka menyendiri.

Orientasi waktu, orang dan tempat klien bagus, kemampuan penilaian tidak mengalami gangguan

(26)

Data Anamnesis Klien 1 Klien 2 kemampuan penilaian mengalami

gangguan ringan Kebutuhan

persiapan pulang

Bantuan minimal untuk makan dan BAB/BAK, mandi, berpakaian, penggunaan obat. Klien tidur malam jam 22.00 s/d 04.00, klien membutuhkan perawatan lanjutan, klien tidak melakukan kegiatan di luar ruangan

Bantuan minimal untuk makan dan BAB/BAK, mandi, berpakaian, penggunaan obat.

Klien, tidur malam jam 22.00 s/d 04.00 klien mengeluhkan sering terbangun, klien membutuhkan perawatan lanjutan, klien tidak melakukan kegiatan di dalam maupun di luar ruangan Mekanisme koping koping maladaptive klien adalah

reaksi lambat (dalam melakukan kegiatan dan berfikir)

Koping maladaptive klien adalah lebih banyak diam

Terapi medik 1. Risperidon (2 mg) 2 x ½ 1. Trihexypenidyl (2 mg) 1 x 1 2. Olanzapine (5 mg) 1 x 1

B. Diagnosis keperawatan

Tabel 4. 2 Diagnosis Keperawatan Klien 1 dan 2

No Klien 1 Klien 2

Tanda dan Gejala

Diagnosis Keperawatan

(SDKI)

Tanda dan Gejala

Diagnosis Keperawatan (SDKI)

1 Ds:

Tidak didapatkan data subjektif Do:

1. Klien tampak menyendiri, 2. menunduk, 3. menghindari

percakapan.

4. Kontak mata kurang 5. Menolak

berinteraksi dengan orang lain

Isolasi sosial b.d perubahan status mental d.d menarik diri (D.0121)

Ds:

Klien mengatakan ingin sendirian.

Do:

1.Sering menyendiri 2.Melamun 3.Afek datar 4.Menghindari

percakapan 5.Menolak

berinteraksi dengan orang lain

Isolasi sosial b.d perubahan status mental d.d menarik diri (D.0121)

(27)

C. Intervensi keperawatan Tabel 4. 3 Intervensi Klien 1

Diagnosis Keperawatan

Luaran Keperawatan Intervensi Keperawatan Isolasi sosial b.d

perubahan status mental d.d menarik diri (D.0121)

Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 6 kali pertemuan maka Interaksi sosial (L.13115)

meningkatdengan kriteria hasil:

1. Perasaan nyaman dengan situasi sosial (5)

2. Responsif pada orang lain (5) 3. Kontak mata (5) 4. Minat melakukan

kontak fisik(5) Keterangan:

1: Menurun 2: Cukup Menurun 3: Sedang

4: Cukup meningkat 5: Meningkat

Promosi Sosialisai (I.13498) Observasi

1.1 Identifikasi kemampuan melakukan interaksi dengan orang lain

1.2 Identifikasi hambatan melakukan interaksi dengan orang lain

Terapeutik

1.3 Motivasi meningkatkan keterlibatan dalam suatu hubungan

1.4 Motivasi berpartisipasi dalam aktivitas baru dan kegiatan kelompok

1.5 Diskusikan keterbatasan dan kekuatan dalam berkomunikasi dengan orang lain 1.6 Diskusikan perencanaan kegiatan masa

depan

1.7 Berikan umpan balik positif dalam perawatan diri

1.8 Berikan umpan balik positif pada setiap peningkatan kemampuan

Edukasi

1.9 Anjurkan berinteraksi dengan orang lain secara bertahap

1.10 Anjurkan ikut serta dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan

1.11 Anjurkan berbagi pengalaman dengan orang lain

1.12 Latih bermain peran untuk meningkatkan keterampilan komunikasi 1.13 Latih mengekspresikan marah

dengan tepat

Tabel 4. 4 Intervensi Klien 2

Diagnosis

Keperawatan

Luaran Keperawatan Intervensi Keperawatan Isolasi sosial b.d

perubahan status mental d.d menarik diri (D.0121)

Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 6 kali pertemuan maka Interaksi sosial (L.13115)

meningkatdengan kriteria hasil:

Promosi Sosialisai (I.13498) Observasi

1.14 Identifikasi kemampuan melakukan interaksi dengan orang lain

1.15 Identifikasi hambatan melakukan interaksi dengan orang lain

(28)

Diagnosis Keperawatan

Luaran Keperawatan Intervensi Keperawatan 5. Perasaan nyaman

dengan situasi sosial (5)

6. Responsif pada orang lain (5) 7. Kontak mata (5) 8. Minat melakukan

kontak fisik(5) Keterangan:

1: Menurun 2: Cukup Menurun 3: Sedang

4: Cukup meningkat 5: Meningkat

Terapeutik

1.16 Motivasi meningkatkan keterlibatan dalam suatu hubungan

1.17 Motivasi berpartisipasi dalam aktivitas baru dan kegiatan kelompok 1.18 Diskusikan keterbatasan dan

kekuatan dalam berkomunikasi dengan orang lain

1.19 Diskusikan perencanaan kegiatan masa depan

1.20 Berikan umpan balik positif dalam perawatan diri

1.21 Berikan umpan balik positif pada setiap peningkatan kemampuan

Edukasi

1.22 Anjurkan berinteraksi dengan orang lain secara bertahap

1.23 Anjurkan ikut serta dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan

1.24 Anjurkan berbagi pengalaman dengan orang lain

1.25 Latih bermain peran untuk meningkatkan keterampilan komunikasi 1.26 Latih mengekspresikan marah

dengan tepat

D. Implementasi keperawatan

Tabel 4. 5 Implementasi Klien (Tn.U)

Hari/Tanggal/Waktu Tindakan Keperawatan Evaluasi Tindakan Senin/12 Mei 2024

07.30

1.27 Mengidentifikasi kemampuan melakukan interaksi dengan orang lain 1.28 Mengidentifikasi

hambatan melakukan interaksi dengan orang lain

Ds :

Klien mengatakan tidak suka bersosialisasi karena tidak suka cara orang lain menatapnya.

Do :

Klien tampak menyendiri, kontak mata kurang dan menghindari kontak dengan klien lain maupun perawat.

10.30 1.29 Memotivasi

meningkatkan keterlibatan dalam suatu hubungan 1.30 Memotivasi

berpartisipasi dalam Ds :

1. Klien mengatakan kesulitan untuk bersosialisasi dengan baik,

(29)

Hari/Tanggal/Waktu Tindakan Keperawatan Evaluasi Tindakan aktivitas baru dan kegiatan

kelompok

1.31 Mendiskusikan

keterbatasan dan kekuatan dalam berkomunikasi dengan orang lain

1.32 Mendiskusikan

perencanaan kegiatan masa depan

1.33 Memberikan umpan balik positif dalam perawatan diri

1.34 Memberikan umpan balik positif pada setiap peningkatan kemampuan

2. Klien mengatakan tidak menyukai cara orang lain memandangnya,

3. Klien mengatakan sulit berkomunikasi/mengobrol dan Do :

1. Klien tampak menyendiri di ruangan

2. Klien tampak tidak menyukai untuk menikuti kegiatan 3. Klien banyak mengatakan

kekurangan yang dimilikinya 4. Klien mengatakan ingin segera

sembuh

5. Klien tampak suka saat diberikan pujian

11.00 1.12 Melatih bermain peran untuk meningkatkan keterampilan komunikasi (melatih klien cara berkenalan)

1.13 Melatih

mengekspresikan marah dengan tepat

Ds :

1. Klien mengatakan memahami cara berkenalan yang sudah di ajarkan

2. Klien mengatakan akan mempelajari cara berkenalan 3. Klien mengatakan akan

mencoba berkenalan dengan teman ruangannya

Do :

1. Klien tampak mendengarkan dengan baik langkah cara berkenalan yang diajarkan 2. Klien tampak kurang antusias

dengan obrolan yang sedang berlangsung

3. Klien menjawab pertanyaan seperlunya

Selasa/14 Mei 2024 08.15

1.1 Mengidentifikasi

kemampuan melakukan interaksi dengan orang lain 1.2 Mengidentifikasi hambatan

melakukan interaksi dengan orang lain

Ds :

1. Klien mengatakan telah mencoba untuk berkenalan dengan 1 teman ruangannya yaitu Ny.A

Do :

1. Klien tampak beberapa kali berinteraksi dengan Ny.A 2. Kontak mata klien kurang 3. Klien menjawab pertanyaan

seberlunya.

(30)

Hari/Tanggal/Waktu Tindakan Keperawatan Evaluasi Tindakan 09.00 1.3 Memotivasi meningkatkan

keterlibatan dalam suatu hubungan

1.4 Memotivasi berpartisipasi dalam aktivitas baru dan kegiatan kelompok

1.5 Mendiskusikan keterbatasan dan kekuatan dalam berkomunikasi dengan orang lain

1.6 Mendiskusikan perencanaan kegiatan masa depan

1.7 Memberikan umpan balik positif dalam perawatan diri 1.8 Memberikan umpan balik

positif pada setiap peningkatan kemampua

Ds :

1. Klien mengatakan telah mencoba berkenalan dengan teman seruangannya

2. Klien mengatakan kesulitan untuk kontak mata saat berkenalan

3. Klien mengatakan belum nyaman untuk memulai percakapan

Do :

1. Klien masih tampak menyendiri

2. Klien tampak menghindari kontak mata

3. Klien tampak beberapa kali berbicara dengan teman ruangannya

4. Klien mulai menjawab

pertanyaan dengan

jawaabanyang panjang 11.15 1.35 Anjurkan berinterasi

dengan orang lain secara bertahap

1.36 Anjurkan ikut serta dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan

1.37 Anjurkan berbagi pengalaman dengan orang lain

1.38 Melatih bermain peran untuk meningkatkan keterampilan komunikasi (melatih klien cara berkenalan)

1.39 Melatih mengekspresikan marah dengan tepat

Ds :

1. Klien mengatakan memahami edukasi yang diberikan

2. Klien mengatakan kesulitan memulai interaksi dengan orang lain

3. Klien mengatakan akan mencoba berkenalan kembali dengan teman yang lain

4. Klien mengatakan akan mencoba mengikuti terapi aktivitas bersama dengan teman barunya

5. Klien mengatakan masih sulit untuk membuat kontak mata Do :

1. Klien tampak beberapa kali memulai kontak mata

2. Klien tampak membuat kontak mata, tetapi masih belum teratur

3. Klien tampak beberapa kali berinteraksi dengan teman barrunya

(31)

Hari/Tanggal/Waktu Tindakan Keperawatan Evaluasi Tindakan

4. Klien tampak memahami dengan baik perkataan perawat 5. Klien menjawab pertanyaan

dengan jawaban yang cukup panjang.

Rabu/11 Mei 2023

08.00 1.1 Mengidentifikasi

kemampuan melakukan interaksi dengan orang lain 1.2 Mengidentifikasi hambatan

melakukan interaksi dengan orang lain

Ds :

1. Tidak dapat dikaji Do :

2. Klien tampak marah dan tidak mampu menahan emosinya 3. Klien terlihat beberapa kali

berteriak tanpa sebab

4. Klien tampak tidak stabil untuk berkomunikasi

5. Klien sulit untuk ditenangkan 6. Klien menyendiri kembali 11.00 1.3 Memotivasi meningkatkan

keterlibatan dalam suatu hubungan

1.4 Memotivasi berpartisipasi dalam aktivitas baru dan kegiatan kelompok

1.5 Mendiskusikan keterbatasan dan kekuatan dalam berkomunikasi dengan orang lain

1.6 Mendiskusikan perencanaan kegiatan masa depan

1.7 Memberikan umpan balik positif dalam perawatan diri 1.8 Memberikan umpan balik

positif pada setiap peningkatan kemampuan

Ds :

1. Tidak dapat dikaji Do :

2. Klien mengalami perburukan

3. Klien tidak dapat

berkomunikasi

4. Klien tampak menyendiri kembali

5. Klien tidak mampu mengontrol emosinya dan juga tidak mampu mendengarkan arahan perawat.

Kamis/12 Mei 2023 07.45

1.1 Mengidentifikasi

kemampuan melakukan interaksi dengan orang lain 1.2 Mengidentifikasi hambatan

melakukan interaksi dengan orang lain

Ds :

1. Klien mengatakan saat ini sudah mulai mampu mengontrol emosinya

2. Klien mengatakan tindakannya kemarin terjadi secara tiba-tiba 3. Klien mengatakan kembali kesulitan melakukan kontak mata dan juga memulai interaksi

Do :

(32)

Hari/Tanggal/Waktu Tindakan Keperawatan Evaluasi Tindakan

1. Klien tampak lebih baik mengontrol emosi dan amarahnya

2. Klien tampak kembali kesulitan melakukan kontak mata

3. Klien menjawab pertanyaan dengan singkat

4. Klien beberapa kali menolak menjawab pertanyaan

11.30 1.3 Memotivasi meningkatkan keterlibatan dalam suatu hubungan

1.4 Memotivasi berpartisipasi dalam aktivitas baru dan kegiatan kelompok

1.5 Mendiskusikan keterbatasan dan kekuatan dalam berkomunikasi dengan orang lain

1.6 Mendiskusikan perencanaan kegiatan masa depan

1.7 Memberikan umpan balik positif dalam perawatan diri 1.8 Memberikan umpan balik

positif pada setiap peningkatan kemampuan

Ds :

1. Klien mengatakan kesulitan untuk bersosialisasi dengan baik,

2. Klien mengatakan tidak menyukai cara orang lain memandangnya,

3. Klien mengatakan sulit berkomunikasi/mengobrol dan Do :

1. Klien tampak menyendiri di ruangan

2. Klien tampak tidak menyukai untuk menikuti kegiatan 3. Klien banyak mengatakan

kekurangan yang dimilikinya 4. Klien mengatakan ingin segera

sembuh

5. Klien tampak suka saat diberikan pujian

12.00 1.14 Melatih bermain peran untuk meningkatkan keterampilan komunikasi (melatih klien cara berkenalan)

1.15 Melatih

mengekspresikan marah dengan tepat

Ds :

1. Klien mengatakan memahami cara berkenalan yang sudah di ajarkan

2. Klien mengatakan akan mempelajari cara berkenalan 3. Klien mengatakan akan

mencoba berkenalan dengan teman ruangannya

Do :

1. Klien tampak mendengarkan dengan baik langkah cara berkenalan yang diajarkan 2. Klien tampak kurang antusias

dengan obrolan yang sedang berlangsung

3. Klien menjawab pertanyaan seperlunya

(33)

Hari/Tanggal/Waktu Tindakan Keperawatan Evaluasi Tindakan Jumat/13 Mei 2023

08.00 1.1 Mengidentifikasi

kemampuan melakukan interaksi dengan orang lain 1.2 Mengidentifikasi hambatan

melakukan interaksi dengan orang lain

Ds :

1. Klien mengatakan kembali mencoba memulai berkenalan dan berinteraksi

2. Klien mengatakan masih kesulitan dan kurang nyaman ketika melakukan kontak mata dan memulai interaksi

3. Klien mengatakan tatapan orang lain kepadanya membuatnya tersulut emosi.

Do :

1. Klien tampak mencoba kembali berinteraksi dengan temannya 2. Klien beberapa kali mencoba

kontak mata, tetapi tidak teratur

3. Klien tampak lebih banyak menyendiri

11.10 1.3 Memotivasi meningkatkan keterlibatan dalam suatu hubungan

1.4 Memotivasi berpartisipasi dalam aktivitas baru dan kegiatan kelompok

1.5 Mendiskusikan keterbatasan dan kekuatan dalam berkomunikasi dengan orang lain

1.6 Mendiskusikan perencanaan kegiatan masa depan

1.7 Memberikan umpan balik positif dalam perawatan diri 1.8 Memberikan umpan balik

positif pada setiap peningkatan kemampuan

Ds :

1. Klien mengatakan belum punya keinginan untuk lebih banyak berinteraksi

2. Klien mengatakan ingin cepat sembuh

3. Klien mengatakan akan mencoba kembali berinteraksi dengan temannya

Do :

1. Klien tampak kesulitan melakukan kontak mata

2. Klien tampak banya

kemyendiri

3. Klien menjawab pertanyaan dengan kalimat yang lebih banyak

4. Klien tampak berkeinginan untuk sembuh

12.00 1.9 Anjurkan berinteraksi dengan orang lain secara bertahap

1.10 Anjurkan ikut serta dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan

1.11 Anjurkan berbagi pengalaman dengan orang lain

Ds :

1. Klien mengatakan memahami edukasi yang diberikan

2. Klien mengatakan kesulitan memulai interaksi dengan orang lain

3. Klien mengatakan akan mencoba berkenalan kembali dengan teman yang lain

(34)

Hari/Tanggal/Waktu Tindakan Keperawatan Evaluasi Tindakan 1.12 Melatih bermain peran

untuk meningkatkan keterampilan komunikasi (melatih klien cara berkenalan)

1.13 Melatih mengekspresikan marah dengan tepat

4. Klien mengatakan akan mencoba mengikuti terapi aktivitas bersama dengan teman barunya

5. Klien mengatakan masih sulit untuk membuat kontak mata Do :

1. Klien tampak beberapa kali memulai kontak mata

2. Klien tampak membuat kontak mata, tetapi masih belum teratur

3. Klien tampak beberapa kali berinteraksi dengan teman barrunya

4. Klien tampak memahami dengan baik perkataan perawat 5. Klien menjawab pertanyaan

dengan jawaban yang cukup panjang.

Sabtu/14 Mei 2023 08.00

1.1Mengidentifikasi

kemampuan melakukan interaksi dengan orang lain 1.2Mengidentifikasi hambatan

melakukan interaksi dengan orang lain

Ds :

1. Klien mengatakan sudah berkenalan kembali dengan 2 teman seruanggannya

Ds :

2. Klien tampak mulai nyama ketika di ajak berbicara

3. Klien menjawab pertanyaan dengan baik dan cukup panjang

4. Klien tampak memulai percakapan

5. Klien tampak melakukan kontak mata, tetapi belum teratur

6. Klien terlihat beberapa kali melakukan interaksi terlebih dahulu

1.3 Motivasi meningkatkan keterlibatan dalam suatu hubungan

1.4 Motivasi berpartisipasi dalam aktivitas baru dan kegiatan kelompok

1.5 Diskusikan keterbatasan dan kekuatan dalam

Ds :

1. Klien mengtakan mulai mencoba kontak mata dengan orang lain

2. Klien mengatakanmulai merasa nyaman karena ada teman yang memulai interaksi dengannya

Do :

(35)

Hari/Tanggal/Waktu Tindakan Keperawatan Evaluasi Tindakan berkomunikasi dengan

orang lain

1.6 Diskusikan perencanaan kegiatan masa depan 1.7 Berikan umpan balik positif

dalam perawatan diri 1.8 Berikan umpan balik positif

pada setiap peningkatan kemampuan

1. Klien tampak lebih baik dalam kontrol emosi

2. Klien tampak lebih kooperatif saat dilakukan interaksi 3. Klien tampak menginginkan

untuk segera sembuh

4. Klien menyukai pujian yang diberi untuknya

12.00 1.40 Menganjurkan

berinteraksi dengan orang lain secara bertahap

1.41 Menganjurkan ikut serta dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan

1.42 Menganjurkan berbagi pengalaman dengan orang lain

1.43 Melatih bermain peran untuk meningkatkan keterampilan komunikasi 1.44 Melatih

mengekspresikan marah dengan tepat

Ds :

1. Klien mengatakan memahami edukasi yang diberi

2. Klien mengatakan akan mencoba lebih banyak berkenalan dan berinteraksi 3. Klien mengatakan kontak mata

saat ini terasa lebih mudah Do :

1. Klien tampak melakukan dan mengulang edkasi yang diberi 2. Klien memulai kontak mata

walaupun belum sering

3. Klien tampak lebih nyama dengan interaksi yang dilakukan

Tabel 4. 6 Implementasi Klien 2 (Ny.S)

Hari/ Jam Implementasi Keperawatan Evaluasi Tindakan Senin 08 Mei 2023

09.00 – 09.30

1.1 Identifikasi kemampuan melakukan interaksi dengan orang lain

DS :

Klien tidak dapat dikaji DO:

1. Klien menghindar saat diajak berbicara

2. Klien diam 3. Klien menyendiri

4. Tidak terdapat kontak mata 5. Klien tidak menjawab

pertanyaan 11.00 – 11.30 1.2 Identifikasi hambatan

melakukan interaksi dengan orang lain

DS :

Klien tidak dapat dikaji DO:

1. Klien menghindar saat diajak berbicara

2. Klien diam

(36)

Hari/ Jam Implementasi Keperawatan Evaluasi Tindakan 3. Klien menyendiri

4. Tidak terdapat kontak mata 5. Klien tidak menjawab

pertanyaan 13.00 – 13.30 1.3 Berikan umpan balik positif

dalam perawatan diri

DS :

Klien tidak dapat dikaji DO:

1. Klien menghindar saat diajak berbicara

2. Klien diam 3. Klien menyendiri

4. Tidak terdapat kontak mata 5. Klien tidak menjawab

pertanyaan 13.30 – 14.00 1.4 Berikan umpan balik positif

pada setiap peningkatan kemampuan

DS :

Klien tidak dapat dikaji DO:

1. Klien menghindar saat diajak berbicara

2. Klien diam 3. Klien menyendiri

4. Tidak terdapat kontak mata 5. Klien tidak menjawab

pertanyaan 14.00 – 13.30 1.5 Motivasi meningkatkan

keterlibatan dalam suatu hubungan

DS :

Klien tidak dapat dikaji DO:

1. Klien menghindar saat diajak berbicara

2. Klien diam 3. Klien menyendiri

4. Tidak terdapat kontak mata 5. Klien tidak menjawab

pertanyaan Selasa 09 Mei 2023 1.1 Identifikasi kemampuan

melakukan interaksi dengan orang lain

DS :

Klien tidak dapat dikaji DO :

1. Klien menghindar saat dipanggil

2. Klien tidak mau menjawab 3. Klien menyendiri

4. Klien tidak berbicara 5. Tidak terdapat kontak mata 08.30 – 09.00 1.1 Identifikasi hambatan

melakukan interaksi dengan orang lain

DS :

Klien tidak menjawab pertanyaan DO :

1. Klien menghampiri saat dipanggil

2. Klien tidak mau menjawab

(37)

Hari/ Jam Implementasi Keperawatan Evaluasi Tindakan 3. Klien menyendiri 4. Klien tidak berbicara 5. Tidak terdapat kontak mata 10.00 – 10.30 1.2 Motivasi meningkatkan

keterlibatan dalam suatu hubungan

1.3 Motivasi berpartisipasi dalam aktivitas baru dan kegiatan kelompok

DS :

Klien tidak menjawab pertanyaan DO :

1. Klien menjawab pertanyaan

“ibu ayo kita mengobrol bersama” dengan mengangguk 2. Klien tidak berbicara

3. Klien mendengarkan mahasiswa berbicara 4. Tidak terdapat kontak mata 13.00 – 13.30 1.4 Berikan umpan balik positif

pada setiap peningkatan kemampuan

DS :

Klien tidak berbicara DO :

1. Klien menghampiri saat dipanggil

2. Klien tidak berbicara 3. Klien menyendiri

4. Tidak terdapat kontak mata 5. Klien menunduk

Rabu 10 Mei 2023 09.00 – 10.00

1.5 Identifikasi kemampuan melakukan interaksi dengan orang lain

1.6 Identifikasi hambatan melakukan interaksi dengan orang lain

DS :

Klien mengatakan ingin sendiri DO :

1. Klien menjawab pertanyaan seadanya

2. Klien menyendiri 3. Klien melamun 4. Afek datar

5. Tidak terdapat kontak mata 11.00 – 12.00 1.7 Diskusikan keterbatasan dan

kekuatan dalam

berkomunikasi dengan orang lain

DS :

Klien mengatakan tidak mau berbicara dengan orang lain DO :

1. Klien menjawab pertanyaan seadanya

2. Klien menyendiri 3. Klien melamun 4. Afek datar

5. Tidak terdapat kontak mata 13.00 – 14.00 1.8 Diskusikan perencanaan

kegiatan masa depan

1.9 Berikan umpan balik positif pada setiap peningkatan kemampuan

DS :

Klien tidak menjawab pertanyaan DO :

1. Klien menghindari percakapan

2. Klien tidak menjawab pertanyaan

3. Tidak terdapat kontak mata

(38)

Hari/ Jam Implementasi Keperawatan Evaluasi Tindakan 4. Afek datar

Kamis 11 Mei 2023 08.30 – 09.00

1.10 Motivasi meningkatkan keterlibatan dalam suatu hubungan

DS :

Klien mengatakan tidak suka berbicara dengan orang lain, klien lebih suka sendiri

DO :

1. Klien menjawab pertanyaan seadanya

2. Kontak mara kurang 3. Afek datar

4. Menyendiri 5. Melamun

6. Menghampiri saat dipanggil 7. Menunduk

10.00 – 10.30 1.11 Anjurkan berinteraksi dengan orang lain secara bertahap

DS : Klien mengatakan tidak suka berbicara dengan orang lain, klien lebih suka sendiri

DO :

1. Klien menjawab pertanyaan seadanya

2. Kontak mara kurang 3. Afek datar

4. Menyendiri 5. Melamun

6. Menghampiri saat dipanggil 7. Menunduk

12.00 – 12.30 1.12 Berikan umpan balik positif pada setiap peningkatan kemampuan

DS :

Klien mengatakan tidak nyaman saat berbicara dengan orang lain DO :

1. Klien menjawab pertanyaan seadanya

2. Terdapat sedikit kontak mata 3. Afek datar

4. Menyendiri 5. Melamun

6. Menghampiri saat dipanggil 7. Menunduk berkurang 13.00 – 13.30 1.13 Diskusikan keterbatasan

dan kekuatan dalam berkomunikasi dengan orang lain

DS :

Klien mengatakan lebih suka saat sendiri

DO :

1. Klien menjawab pertanyaan seadanya

2. Terdapat sedikit kontak mata 3. Afek datar

4. Menyendiri 5. Melamun

6. Menghampiri saat dipanggil

(39)

Hari/ Jam Implementasi Keperawatan Evaluasi Tindakan 7. Menunduk berkurang Jumat 12 Mei 2023

09.00-09.30

1.14 Anjurkan berinteraksi dengan orang lain secara bertahap

DS :

Klien mengatakan akan mencoba berbicara dengan orang lain DO :

1. Klien menjawab pertanyaan seadanya

2. Klien menyendiri 3. Terdapat sedikit

kontak mata 4. Afek datar

10.00 – 10.30 1.15 Anjurkan

berbagi pengalaman dengan orang lain

1.16 Latih bermain peran untuk meningkatkan keterampilan komunikasi

DS :

Klien mengatakan lebih suka berbicara dengan mahasiswa DO :

1. Klien menjawab pertanyaan seadanya

2. Klien menyendiri 3. Terdapat kontak mata 4. Klien menunduk 5. Afek datar 13.00 – 13.30 1.17 Berikan umpan balik

positif pada setiap peningkatan kemampuan

DS :

Klien mengatakan merasa tidak nyaman saat berada dengan orang lain

DO :

1. Klien menjawab pertanyaan 2. Klien menyendiri

3. Klien merespon saat dipanggil 4. Terdapat kontak mata

5. Afek datar 14.00 – 14.30 1.18 Anjurkan berinteraksi

dengan orang lain secara bertahap

DS :

Klien mengatakan merasa tidak nyaman saat berada dengan orang lain

DO :

1. Klien menjawab pertanyaan 2. Klien menyendiri

3. Klien merespon saat dipanggil 4. Terdapat kontak mata

5. Afek datar Sabtu 13 Mei 2023

09.30- 10.00

1.19 Motivasi meningkatkan keterlibatan dalam suatu hubungan

DS :

Klien mengatakan lebih suka berbicara dengan mahasiswa dan terkadang makan bersama teman sekamar

DO :

1. Klien terlihat makan snack bersama teman sekamar

(40)

Hari/ Jam Implementasi Keperawatan Evaluasi Tindakan

2. Klien menjawab pertanyaan 3. Kien berespon saat

dipanggil

4. Terdapat kontak mata 5. Afek datar

10.00 – 10.30 1.20 Anjurkan berinteraksi dengan orang lain secara bertahap

1.21 Anjurkan ikut serta dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan

DS :

Klien mengatakan ingin pulang kerumah dan berkumpul dengan keluarga

DO :

1. Klien menjawab pertanyaan 2. Klien berespon saat dipanggil 3. Terdapat kontak mata

4. Mau berjabat tangan 5. Afek datar

11.00 – 11.30 1.22 Berikan umpan balik positif pada setiap peningkatan kemampuan

DS :

Klien mengatakan akan mencoba lebih terbuka dan menceritakan perasaannya

DO :

1. Klien menjawab pertanyaan 2. Klien berespon saat dipanggil 3. terdapat kontak mata

4. Mau berjabat tangan 5. Afek datar

13.30 – 14.00 1.23 Motivasi berpartisipasi dalam aktivitas baru dan kegiatan kelompok

DS :

Klien mengatakan akan mencoba berbicara dengan teman sekamar DO :

1. Klien menjawab pertanyaan 2. Klien berespon saat dipanggil 3. terdapat kontak mata

4. Afek datar 5. Klien kooperatif

E. Evaluasi keperawatan

Tabel 4. 7 Evaluasi Klien 1 (Ny.T)

No Hari/Tanggal Diagnosis

Keperawatan

Evaluasi Hasil 1. Senin/9 Mei

2023

Isolasi sosial b.d perubahan status mental d.d menarik diri (D.0121)

S :

Klien mengatakan kesulitan bersosialisasi, klien mengatakan tidak menyukai tatapan orang lain kepadanya.

O :

(41)

No Hari/Tanggal Diagnosis Keperawatan

Evaluasi Hasil

Klien tampak lebih sering menyendiri, klien tampak kesulitan melakukan kontak mata saat berbicara, klien lebih banyak

menundukan kepala saat berbicara dan klien menjawab pertanyaan dengan singkat.

A :

Masalah isolasi sosial belum teratasi 1. Perasaan nyaman dengan situasi sosial

(3)

2. Responsif pada orang lain (2) 3. Kontak mata (3)

4. Minat melakukan kontak fisik(3) P : Intervensi dilanjutkan

1.3 Motivasi meningkatkan keterlibatan dalam suatu hubungan

1.4 Motivasi berpartisipasi dalam aktivitas baru dan kegiatan kelompok

1.5 Diskusikan keterbatasan dan kekuatan dalam berkomunikasi dengan orang lain 1.6 Diskusikan perencanaan kegiatan masa

depan

1.7 Berikan umpan balik positif dalam perawatan diri

1.8 Berikan umpan balik positif pada setiap peningkatan kemampuan

1.9 Anjurkan berinteraksi dengan orang lain secara bertahap

1.10 Anjurkan ikut serta dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan

1.11 Anjurkan berbagi pengalaman dengan orang lain

1.12 Latih bermain peran untuk meningkatkan keterampilan komunikasi 1.13 Latih mengekspresikan marah

dengan tepat 2. Selasa/10 Mei

2023

Isolasi sosial b.d perubahan status mental d.d menarik diri (D.0121)

S :

Klien mengatakan sudah mencoba berkenalan dengan 1 orang teman di ruangan, Klien mengatakan masih kesulitan bersosialisasi, klien mengatakan tidak menyukai tatapan orang lain kepadanya.

O :

(42)

No Hari/Tanggal Diagnosis Keperawatan

Evaluasi Hasil

Klien tampak beberapa kali berinteraksi dengan teman barunya, klien tampak kesulitan melakukan kontak mata saat berbicara, klien lebih banyak menundukan kepala saat berbicara dan klien menjawab pertanyaan dengan singkat.

A :

Masalah isolasi sosial belum teratasi 1. Perasaan nyaman dengan situasi sosial

(4)

2. Responsif pada orang lain (3) 3. Kontak mata (3)

4. Minat melakukan kontak fisik(3) P : Intervensi dilanjutkan

1.3 Motivasi meningkatkan keterlibatan dalam suatu hubungan

1.4 Motivasi berpartisipasi dalam aktivitas baru dan kegiatan kelompok

1.5 Diskusikan keterbatasan dan kekuatan dalam berkomunikasi dengan orang lain 1.6 Diskusikan perencanaan kegiatan masa

depan

1.7 Berikan umpan balik positif dalam perawatan diri

1.8 Berikan umpan balik positif pada setiap peningkatan kemampuan

1.9 Anjurkan berinteraksi dengan orang lain secara bertahap

1.10 Anjurkan ikut serta dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan

1.11 Anjurkan berbagi pengalaman dengan orang lain

1.12 Latih bermain peran untuk meningkatkan keterampilan komunikasi 1.13 Latih mengekspresikan marah

dengan tepat 3. Rabu/11 Mei

2023

Isolasi sosial b.d perubahan status mental d.d menarik diri (D.0121)

S :

Tidak dapat dikaji.

O :

Klien tampak hilang kendali atas emosinya, klien beberapa berteriak, klien tidak dapat mengontrol emosinya dan tidak dapat dikendalikan.

(43)

No Hari/Tanggal Diagnosis Keperawatan

Evaluasi Hasil A :

Masalah isolasi sosial belum teratasi 1. Perasaan nyaman dengan situasi sosial

(2)

2. Responsif pada orang lain (2) 3. Kontak mata (2)

4. Minat melakukan kontak fisik(2) P : Intervensi dilanjutkan

1.3 Motivasi meningkatkan keterlibatan dalam suatu hubungan

1.4 Motivasi berpartisipasi dalam aktivitas baru dan kegiatan kelompok

1.5 Diskusikan keterbatasan dan kekuatan dalam berkomunikasi dengan orang lain 1.6 Diskusikan perencanaan kegiatan masa

depan

1.7 Berikan umpan balik positif dalam perawatan diri

1.8 Berikan umpan balik positif pada setiap peningkatan kemampuan

1.9 Anjurkan berinteraksi dengan orang lain secara bertahap

1.10 Anjurkan ikut serta dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan

1.11 Anjurkan berbagi pengalaman dengan orang lain

1.12 Latih bermain peran untuk meningkatkan keterampilan komunikasi 1.13 Latih mengekspresikan marah

dengan tepat 4. Kamis/12 Mei

2023

Isolasi sosial b.d perubahan status mental d.d menarik diri (D.0121)

S :

Klien mengatakan kembali kesulitan untuk bersosialisasi

O :

Klien tampak menyendiri dan menarik diri dari lingkungan, klien tampak tidak melakukan kontak mata, klien menjawab pertanyaan dengan singkat

A :

Masalah isolasi sosial belum teratasi 1. Perasaan nyaman dengan situasi sosial

(2)

2. Responsif pada orang lain (3) 3. Kontak mata (2)

4. Minat melakukan kontak fisik(2)

(44)

No Hari/Tanggal Diagnosis Keperawatan

Evaluasi Hasil

P :

Intervensi dilanjutkan

1.3 Motivasi meningkatkan keterlibatan dalam suatu hubungan

1.4 Motivasi berpartisipasi dalam aktivitas baru dan kegiatan kelompok

1.5 Diskusikan keterbatasan dan kekuatan dalam berkomunikasi dengan orang lain 1.6 Diskusikan perencanaan kegiatan masa

depan

1.7 Berikan umpan balik positif dalam perawatan diri

1.8 Berikan umpan balik positif pada setiap peningkatan kemampuan

1.9 Anjurkan berinteraksi dengan orang lain secara bertahap

1.10 Anjurkan ikut serta dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan

1.11 Anjurkan berbagi pengalaman dengan orang lain

1.12 Latih bermain peran untuk meningkatkan keterampilan komunikasi 1.13 Latih mengekspresikan marah

dengan tepat 5. Jumat/13 Mei Isolasi sosial b.d S :

2023 perubahan status Klien mengatakan kembali kesulitan untuk mental d.d menarik diri bersosialisasi

(D.0121)

O :

Klien tampak menyendiri dan menarik diri dari lingkungan, klien tampak tidak melakukan kontak mata, klien menjawab pertanyaan dengan singkat

A :

Masalah isolasi sosial belum teratasi 1. Perasaan nyaman dengan situasi sosial

(2)

2. Responsif pada orang lain (3) 3. Kontak mata (3)

4. Minat melakukan kontak fisik(2) P :

Intervensi dilanjutkan

1.3 Motivasi meningkatkan keterlibatan dalam suatu hubungan

(45)

No Hari/Tanggal Diagnosis Keperawatan

Evaluasi Hasil

1.4 Motivasi berpartisipasi dalam aktivitas baru dan kegiatan kelompok

1.5 Diskusikan keterbatasan dan kekuatan dalam berkomunikasi dengan orang lain 1.6 Diskusikan perencanaan kegiatan masa

depan

1.7 Berikan umpan balik positif dalam perawatan diri

1.8 Berikan umpan balik positif pada setiap peningkatan kemampuan

1.9 Anjurkan berinteraksi dengan orang lain secara bertahap

1.10 Anjurkan ikut serta dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan

1.11 Anjurkan berbagi pengalaman dengan orang lain

1.12 Latih bermain peran untuk meningkatkan keterampilan komunikasi 1.13 Latih mengekspresikan marah

dengan tepat 6. Sabtu/14 Mei Isolasi sosial b.d S :

2023 perubahan status Klien mengatakan masih kesulitan untuk mental d.d menarik diri melakukan kontak mata, klien mengatakan (D.0121) masih kesulitan untuk berinteraksi dengan

orang lain.

O :

Klien tampak beberapa kali melakukan kontak mata, klien lebih banyak menyendiri, klien menjawab pertanyaan dengan singkat, klien mulai mengikuti terapi aktivitas yang dilakukan.

A :

Masalah isolasi sosial belum teratasi 1. Perasaan nyaman dengan situasi sosial

(2)

2. Responsif pada orang lain (3) 3. Kontak mata (3)

4. Minat melakukan kontak fisik(2) P :

Intervensi dilanjutkan

1.9 Anjurkan berinteraksi dengan orang lain secara bertahap

1.10 Anjurkan ikut serta dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan

(46)

No Hari/Tanggal Diagnosis Keperawatan

Evaluasi Hasil

1.11 Anjurkan berbagi pengalaman dengan orang lain

1.12 Latih bermain peran untuk meningkatkan keterampilan komunikasi 1.13 Latih mengekspresikan marah

dengan tepat

Tabel 4.8 Evaluasi Klien 2 (Ny.S) No Hari/Tanggal Diagnosis

Keperawatan

Evaluasi Hasil 1. Senin/9 Mei

2023

Isolasi sosial b.d perubahan status mental d.d menarik diri (D.0121)

S :

Klien tidak dapat dikaji O :

Klien menghindar saat diajak berbicara, Klien diam, Klien menyendiri, Tidak terdapat kontak mata, klien tidak menjawab pertanyaan

A :

Masalah isolasi sosial belum teratasi 1. Perasaan nyaman dengan situasi sosial

(3)

2. Responsif pada orang lain (2) 3. Kontak mata (3)

4. Minat melakukan kontak fisik(3) P : Intervensi dilanjutkan

1.1 Identifikasi kemampuan melakukan interaksi dengan orang lain

1.2 Identifikasi hambatan melakukan interaksi dengan orang lain

1.3 Motivasi meningkatkan keterlibatan dalam suatu hubungan

1.4 Motivasi berpartisipasi dalam aktivitas baru dan kegiatan kelompok

2. Selasa/10 Mei 2023

Isolasi sosial b.d perubahan status mental d.d menarik diri (D.0121)

S :

Klien tidak dapat dikaji O :

Klien menghindar saat diajak berbicara, Klien diam, Klien menyendiri, Tidak terdapat kontak mata, klien tidak menjawab pertanyaan

(47)

No Hari/Tanggal Diagnosis Keperawatan

Evaluasi Hasil

A :

Masalah isolasi sosial belum teratasi 1. Perasaan nyaman dengan situasi sosial

(3)

2. Responsif pada orang lain (2) 3. Kontak mata (3)

4. Minat melakukan kontak fisik(3) P : Intervensi dilanjutkan

a. Identifikasi kemampuan melakukan interaksi dengan orang lain

b. Identifikasi hambatan melakukan interaksi dengan orang lain

c. Motivasi meningkatkan keterlib

Gambar

Gambar 2.1 Rentang Respon Isolasi Sosial (sumber : Stuard 2013)
Gambar 2.2 Pohon Masalah Isolasi Sosial 2.7.3 Diagnosis Keperawatan
Tabel 2.1 Intervensi Keperawatan Isolasi Sosial No. Luaran
Tabel 4. 1  Pengkajian
+7

Referensi

Dokumen terkait

Kemampuan personal klien dengan isolasi sosial lebih banyak mampu berkenalan dengan orang lain yaitu sebanyak 29 klien atau sebesar 72,5% namun klien isolasi

Analisis bivariat pada penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh paket edukasi kelompok dan peran model terhadap isolasi sosial sebelum dan sesudah

LAPORAN PROFESI KEPERAWATAN KOMPREHENSIF ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA PASIEN ISOLASI SOSIAL: MENARIK DIRI DENGAN MENERAPKAN TERAPI SOCIAL

Pada pasien isolasi sosial tanda dan gejala dari respon kognitif meliputi perasaan tidak berguna, merasa kesepian atau ditolak oleh orang lain, tidak mampu

Mobilitas sosial dapat terjadi pada individu, kelompok maupun masyarakat. Mobilitas sosial individu yaitu perpindahan atau perubahan status sosial seseorang yang dialami

Kemampuan personal klien dengan isolasi sosial lebih banyak mampu berkenalan dengan orang lain yaitu sebanyak 29 klien atau sebesar 72,5% namun klien isolasi

Gejala yang dialami oleh pasien skizofrenia paranoid adalah halusinasi dan delusi dimana gejala ini juga akan dialami oleh pasien skizofrenia klasifikasi lainnya, namun pada skizofrenia

Hubungan interpersonal Peplau dengan menggunakan pendekatan Stuart sangat sesuai dila- kukan pada klien dengan isolasi sosial Klien dengan isolasi sosial cenderung sulit untuk dapat