• Tidak ada hasil yang ditemukan

ISRÂILIYYÂT DALAM KISAH HARUT DAN ... - repository iiq

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "ISRÂILIYYÂT DALAM KISAH HARUT DAN ... - repository iiq"

Copied!
45
0
0

Teks penuh

Skripsi yang berjudul “Isrâiliyyât dalam Sejarah Harut dan Marut (Perbandingan Tafsir Ibnu Katsîr dan Tafsir al-Khâzin)”, disusun oleh Hana Andriana nomor registrasi: 13210516, telah diperiksa dan disetujui untuk diuji pada sidang Munaqasyah. Skripsi berjudul “Isrâiliyyât dalam Kisah Harut dan Marut (Perbandingan Tafsir Ibnu Katsîr dan Tafsir Al-Khâzin)” yang disusun oleh Hana Andriana dengan Nomor Induk Mahasiswa 13210516 telah diujikan secara Munaqasyah di Lembaga Ushuluddin Fakultas Institut Ushuluddin . Ilmu Al-Qur'an (IIQ) Jakarta pada tanggal 16 Agustus 2017. Menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa skripsi yang berjudul “Isrâiliyyât dalam Kisah Harut dan Marut (Perbandingan Tafsir Ibnu Katsîr dan Tafsir Al-Khâzin)” benar-benar karya saya, kecuali untuk kutipan yang mencantumkan sumbernya.

Israiliyat dalam Kisah Harut dan Marut (Perbandingan Tafsir Ibnu Katsîr dan Al-Khazin). Jabatan Al-Qur'an dan Tafsir, Fakulti Ushuluddin, Institut Al-Qur'an, Jakarta. Di mana dua malaikat iaitu Harut dan Marut dipercayai syaitan yang mengajar sihir. Rumusan masalah yang penulis ambil dalam penelitian ini adalah bagaimana menafsirkan kisah Harut dan Marut dalam kitab tafsir al-Khazin dan Ibnu Katsîr.

Kedua, beberapa isrâiliyyât dalam dua tafsir tersebut terdapat kisah isrâiliyyât tentang Harut dan Marut dalam tafsir Ibnu Katsir dan tafsir Al-Khazin. Harut dan Marut adalah sebaik-baik malaikat yang diubah kerana dosa/percampuran. Ketiga, Ibnu Katsîr dan Al-Khazin menolak kisah Harut dan Marut, menetapkan kebatilan dan menolak kisah ini.

لا لهأ

Latar Belakang Masalah

  • Pembatasan Masalah dan Perumusan Masalah

1 Muhammad Husain Dzahabi, Isrâîliyyât dalam Tafsir dan Hadits, diterjemahkan oleh Didin Hafidhuddin, (Bogor: P.T. Pustaka Litera Antar Nusa, 1993), c. Pengutipan isrâiliyyât oleh sebagian mufassir sebagai sumber tafsir Al-Qur'ân selama empat abad terakhir yaitu sejak kodifikasi tafsir hingga saat ini telah memperkaya khazanah perpustakaan ummat Islam dengan kitab-kitab tafir yang memuat riwayat-riwayat Israilyât. dengan sangat berbeda. intensitasnya, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Allamah Ahmed Muhammad Syakir (w. 1377 H) mengatakan dalam bukunya “Umdeh et-Tafsir”, “Menerima berita dari orang-orang (yang zalim terhadap kebenaran dan membohongi kita) adalah satu hal dengan mengutipnya dalam menafsirkan Al-Qur’an. 'an dan menjadikannya sebuah pemikiran atau cerita ditinjau dari makna ayat-ayat Al-Qur'an, atau mendefinisikan sesuatu yang tidak dirinci di dalamnya, adalah hal lain.

Sementara itu, Muhammad Abduh (w. 1323 H) merupakan salah satu ulama yang paling keras mengkritik praktik ulama tafsir generasi pertama yang banyak menggunakan isrâiliyyât sebagai penafsir Al-Qur'an. Padahal, salah satu motivasi menulis tafsir adalah untuk menghindari adat istiadat para ahli tafsir. Sikap keras serupa juga terlihat dalam sejarah isrâiliyyât ekstrim yang diriwayatkan para ulama, yang sebenarnya di luar konteks Al-Qur'an.9. Nama panggilannya adalah Abu Ishaq yang meninggal pada tahun 427 H. Ia menafsirkan Al-Qur'an berdasarkan hadis yang diperoleh dari para ulama Salafi.

Banyaknya kisah isrâiliyyât dalam Al-Quran masih terganjal dengan adanya berbagai versi yang tersebar di media. 10 Thameem Usama, Metodologi Tafsir Al-Qur'an, Kajian Kritis Objektif dan Komprehensif (Jakarta: Penerbit Riora Citra), hal Menurut Al-Qur'an, malaikat di dunia pada umumnya mempunyai dua fungsi, yaitu menggerakkan kekuatan alam untuk melaksanakan tugasnya masing-masing dan membimbing orang untuk berbuat baik.16.

Quraish Shihab, Yang Tersembunyi, Jin, Setan, Setan dan Malaikat dalam Al-Qur'an-As-Sunnah dan Wacana Pemikiran Ulama Dulu dan Sekarang, (Jakarta: Lentera Hati, 2000), Cet. Kata malaikat disebutkan sebanyak 68 kali dalam Al-Quran jika dihitung dengan mengubah bentuk kata malaikat, malakun, malakaini, malakan, malakin, totalnya sebanyak 88 kali, karena ayat tersebut tidak dapat mereka pahami. Alasan pemilihan judul tersebut adalah karena dalam Al-Qur'an banyak terdapat kisah-kisah Isrâîliyyât yang bertentangan dengan syariat sehingga harus direvisi untuk dipastikan keasliannya, bahkan ditolak dan dilarang untuk diceritakan. , kecuali untuk menjelaskan kesalahannya.

Tafsir al-Khazin, yang disebut Lubabu at-Ta'wil fi Ma'ani at-Tanzil (tafsir murni dari makna Al-Qur'an) adalah salah satu kitab yang paling terkenal yang menyajikan kisah-kisah Isrâiliyyât, dan tidak mengemukakan sanadnya, tetapi kadangkala memberi isyarah tentang kelemahan (kelemahannya), menjelaskan kesahihannya, hanya menceritakan apa yang diceritakan tanpa membetulkannya sama sekali, walaupun hanya sepotong kalimat dan walaupun ceritanya rosak dan bertentangan dengan syariat. peraturan. 23. Dia menceritakan berita-berita yang merupakan penjelasan ayat-ayat al-Quran yang bersifat global, atau sekadar menceritakan sesuatu, walaupun ada sedikit kebetulan. Penulis hanya menemui satu ayat sahaja untuk perbincangan Harut Marut dan tafsirannya iaitu dalam surah al-Baqarah ayat 102 dalam tafsir kitab tafsir Lubâbu al-Ta’wil fi Ma’ani al-Tanzil oleh al-Khazin. dan tafsiran Al-Quran Al-Azhîm oleh al-Imam al-Hafizh Imaduddin Abul-Fida Ismail bin Katsîr.

Ulama al-Quran mengatakan bahawa Tafsir al-Khazin mengandungi banyak kisah dan isrâiliyyât yang sangat panjang terutama kisah.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Tinjauan Pustaka

  • Sumber Data Penelitian
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Metode Analisis Data

Tesis yang ditulis oleh Riva Syarifa Humairo, Jabatan Tafsir Hadis Faultas Ushuluddin Institut Pengajian Al-Qur'an Jakarta Tahun 2015 bertajuk "Kajian Kritis Sejarah Isrâıliyyât dalam Tafsor Al-Misbah (Analisis Surah al-Bakarah dan al - Kehfi) ". Katsîr dan Ath-Thabari, beliau membandingkan tafsiran sejarah Israel seperti yang terdapat dalam al-Quran antara tafsiran Ibn. Pemusatan Ulumul Qur'an dan Institut Pengajian Al-Qur'an Ulum al-Hadith Jakarta Tahun 2012, dengan tajuk isrâiliyyât dalam Tafsir al-Jalalain.

Tesis ini membicarakan tentang isrâiliyyât dalam kitab Tafsir al-Jalalain yang hanya membicarakan kisah-kisah. 30 Riva Syarifa Humairo, “Kajian kritis kisah Isrâîliyyât dalam Tafsor Al-Misbah (analisis Surat al-Baqarah dan al-Kahfi), disertasi yang diserahkan ke Program Magister Institut Al-Qur’an Jakarta, Jakarta: 2106 . Katsir Dan Ath- Thabari”, Tesis Dihantar ke Program Sarjana Universiti Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta: 2013.

Nurbaiti yang membincangkan 4 bahan dalam kajiannya iaitu kisah-kisah umat terdahulu, kisah-kisah para nabi sebelum Nabi Muhammad SAW, tokoh-tokoh yang dipanggil nabi dalam al-Quran, serta tempat-tempat bersejarah yang hanya disebut dalam Al-Qur'an. . 32. Maka penulis merasakan perlu untuk menyelidiki dan cuba mendedahkan tentang Harut dan Marut di dalam al-Quran yang masih diperdebatkan oleh mufassir. 32 Nurbaiti Muhammad Nur, IsrâîliyyâtDalam Tafsir Al-Jalalain, tesis diserahkan kepada Institut Pasca Sarjana Pengajian Al-Qur'an Jakarta, Jakarta: 2012.

Sebagai sumber data, penulis dalam mengumpulkan data menggunakan berbagai sumber yang terbagi menjadi dua bagian yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer merupakan acuan utama yang menjadi sumber utama dalam penulisan skripsi ini, yaitu Ibnu Katsîr dan Al-Khâzin. Sumber data sekunder merupakan data ulasan-ulasan lain yang berkaitan dengan tema penelitian, sebagai penopang, penunjang dan pelengkap terhadap sumber data primer.

Langkah pertama yang penulis lakukan adalah melengkapi kerangka tema yang dibutuhkan. Selanjutnya penulis pergi ke perpustakaan untuk mencari berbagai sumber data yang berkaitan dengan judul tersebut. Langkah selanjutnya setelah data terkumpul, setelah itu data difoto atau difotokopi terlebih dahulu untuk memudahkan penulis memahami tugas, kemudian data tersebut disaring berdasarkan kebutuhan dasar pada titik-titik yang akan dijadikan objek penelitian. Metode kritis komparatif adalah metode yang mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur’an kemudian mengkaji, mengkaji dan membandingkan pendapat terhadap sejumlah tafsir yang berkaitan dengan ayat-ayat tersebut.

Teknik dan Sistematika Penulisan

Bab kedua menjelaskan pengertian Isrâiliyyât, sejarah pembentukannya, sebab terbentuknya Isrâiliyyât, klasifikasi, hukum riwayat, pendapat ulama tentang Isrâiliyyât dan pengertian Harut Marut, latar belakang asal usulnya dan kisah Harut Marut dalam Isrâiliyyât. Bab ketiga memperkenalkan biografi al-Khâzin dan Ibnu Katsîr sebagai sumber tafsiran yang penulis ambil. Bab keempat menjelaskan tafsiran ayat ke-102 Surah al-Baqarah sebagaimana yang dijelaskan oleh al-Khâzin dan Ibnu Katsîr dalam kisah Isrâiliyyât Harut Marut.

Pertama, dijelaskan tafsir Ibnu Katîr tentang kisah Harut dan Marut, bahwa Harut dan Marut bukanlah dua malaikat yang mengajarkan sihir kepada manusia. Begitu juga dengan tafsiran dalam tafsiran Al-Khazin di mana Sulaiman si penyihir memfitnah syaitan. Kedua, Isrâiliyyât ialah kisah Harut dan Marut dalam tafsir Ibn Katsir dan tafsir Al-Khazin.

Harut dan Marut diseksa dengan azab dunia hingga hari kiamat dan dalam sarung yang diperbuat daripada besi, kaki mereka digantung di antara langit dan bumi.

Saran

Anshori, Differences in Ulama Views Regarding Isrâiliyyât in the interpretation of the Qur'an, in 'n artikel van die Jakarta Institute of Al-Qur'an Sciences, 2014. Anwar, Rasihan, Tracing the Elements of Isrâiliyyât in the Tafsir of Ibnu Katsir en At-Thabari, (Bandung: CV .. Pustaka Setia, 1999) Al-'Arid Ali Hasan, History of Tafsir Methodology, (Jakarta: Rajawali. Buchori Didin Saefuddin, Guide to Understanding the Content of the Qur'an, (Bogor: Granada Sarana Pustaka, 2005), Cet.

Fikri Zul, dalam artikel Pemikiran Tafsir Al-Quran, Tafsir dan Ta'wil pada Zaman Pertengahan (Kajian Tafsir Lubab al-Ta'wil fi ma'ani al-Tanzil). Khalidy Shalah Abdul Fattah, Kisah-kisah Pengajaran Al-Quran Orang Dahulu, Terj. 137 Muhammad Nur, Nurbaiti, Isrâiliyyât Dalam Tafsir Al-Jalalain, Tesis diserahkan ke Institut Pengajian Al-Qur'an Pascasarjana Jakarta, Jakarta: 2012.

Mujahidn Muahyan Muhammad, Isrâiliyyât dan hadis palsu Tafsir Al-Qur'an; Kritikan Logik Tafsir Al-Qur'an, (Depok: Keira Publishing, 2014). Ni'na'ah Ramzi, Al-Israiliyat wa Atsaruha fi Kutub at-Tafsir, (Damascus: Dar al-Qalam, Beirut: Dar adh-Dhiya, 1970) Nuralfiah, Isrâiliyyât dalam Tafsir Ibn. Quraish Shihab, Muhammad, Yang Tersembunyi, Jin, Iblis, Syaitan dan Malaikat dalam Al-Qur'an-As-Sunnah dan Wacana Pemikiran Ulama tentang Dahulu dan Sekarang, (Jakarta: Lentera Hati, 2000), Cet.

Rifa'i Zainul Hasan, Kisah Israiliyyat Dalam Tafsir, Mudah Belajar 'Ulum al-Qur'an; Kajian Khazanah al-Qur'an, (Jakarta: Lentera, 2002). Syarifa Humairo, Riva, kajian kritis kisah Isrâiliyyât dalam Tafsor Al-Misbah (analisis Surat al-Baqarah dan al-Kahfi, disertasi diserahkan ke Program Sarjana Institut Pengajian Al-Qur'an Jakarta, Jakarta: 2016 .

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Article IX Section 1.—The Committee shall make provisions for interpreting the Honor System to the members of the Freshman class within three weeks after the opening of each school