“Analisis Nilai-Nilai Tanda Dalam Cerita Rakyat Indonesia dan Pemanfaatannya Sebagai Bahan Ajar Alternatif Kelas IV Sekolah Dasar” benar-benar merupakan karya saya, kecuali kutipan yang saya sebutkan sumbernya, belum pernah diajukan ke instansi manapun dan tidak dijiplak. Tesis tersebut berjudul “Analisis Nilai-Nilai Karakter Dalam Cerita Rakyat Indonesia dan Pemanfaatannya Sebagai Bahan Ajar Alternatif Kelas IV Sekolah Dasar”. Analisis nilai-nilai simbolik dalam cerita rakyat Indonesia dan pemanfaatannya sebagai bahan ajar alternatif IV. kelas di sekolah dasar;
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa saja nilai-nilai karakter dalam cerita rakyat Indonesia dan bagaimana cerita rakyat Indonesia dijadikan bahan ajar alternatif di sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan nilai-nilai karakter yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, alam, diri sendiri dan bangsa dalam cerita rakyat Indonesia dan pemanfaatannya sebagai bahan ajar alternatif IV. kelas di sekolah dasar. Data penelitian ini berupa kata, kalimat, paragraf yang menunjukkan nilai-nilai karakter dalam cerita rakyat Indonesia.
Pemanfaatan Cerita Rakyat Indonesia sebagai bahan ajar alternatif dapat diterapkan di kelas IV dengan menggunakan tema 8 subtema 1. Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan, maka penting untuk mengadakan penelitian yang berjudul 'Analisis Nilai-Nilai Karakter Dalam Cerita Rakyat dan Pemanfaatannya Sebagai Bahan Ajar di sekolah dasar” untuk mengetahui lebih jauh tentang nilai-nilai karakter dan pemanfaatan cerita rakyat Indonesia sebagai bahan ajar alternatif di sekolah dasar.
Tujuan Penelitian
PUSTAKA
Oleh karena itu, mitos dianggap sebagai sesuatu yang sakral dan hanya dijadikan sebagai cerita rakyat yang diwariskan secara turun temurun. Dan cerita rakyat adalah suatu karya sastra yang berupa dongeng atau cerita yang berkembang dikalangan masyarakat suatu daerah tertentu. Pemanfaatan cerita rakyat sebagai bahan ajar alternatif di sekolah dasar pada pembelajaran tema 8 subtema 1 berperan penting dalam melestarikan budaya lokal. Melalui cerita rakyat juga diharapkan siswa dapat mengambil nilai-nilai karakter yang terkandung dalam setiap cerita rakyat.
Berikutnya penelitian dengan judul Nilai-Nilai Kebajikan dalam Kumpulan Cerita Rakyat Jawa Sebagai Alternatif Bahan Ajar di Sekolah Dasar oleh Lianita (2015). Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dimana fokus penelitiannya adalah nilai-nilai karakter yang terkandung dalam Kumpulan Cerita Rakyat Jawa. Hasil penelitian ini menemukan Nilai-Nilai Kebajikan dalam Cerita Rakyat di Jawa dan Cerita Rakyat sebagai bahan ajar alternatif di sekolah dasar.
Perbedaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu adalah pemanfaatan nilai-nilai karakter dalam cerita rakyat Indonesia sebagai bahan ajar di sekolah dasar yang dikaitkan dengan kurikulum 2013. Berdasarkan penelitian ini berjudul 'Analisis nilai-nilai karakter dalam cerita rakyat Indonesia dan penggunaannya sebagai bahan pengajaran alternatif di sekolah dasar” layak dilakukan dan harus diselidiki.
METODE PENELITIAN
Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dengan metode dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data yang akan menjadi subjek penelitian, dokumen dalam penelitian ini adalah cerita rakyat indonesia sebagai data untuk mencari data tentang nilai-nilai tokoh yang terkandung dalam cerita rakyat indonesia dan kegunaannya. sebagai bahan ajar alternatif di sekolah dasar. sekolah. Wawancara digunakan untuk mengetahui apakah penggunaan cerita rakyat Indonesia sebagai bahan ajar alternatif cocok diterapkan dalam pembelajaran di sekolah dasar. Reduksi data merupakan suatu bentuk analisis yang memfokuskan, mengklasifikasikan, mengarahkan, memilih data yang diperlukan dan membuang data yang tidak perlu.
MB: Nilai-nilai karakter kemanusiaan dalam kaitannya dengan kebangsaan 3) Nilai-nilai karakter.. a) Nilai-nilai karakter yang berkaitan dengan hubungan manusia dengan Tuhan NRG: Religius. Setelah diklasifikasi, seluruh data yang diperoleh berupa kata, kalimat, dialog, dan paragraf yang menunjukkan nilai karakter dimasukkan ke dalam alat pengumpul data atau tabel pengumpul data pada lampiran 2. Dan untuk rumusan masalah mengenai penggunaan nilai-nilai karakter karena bahan ajar alternatif tidak diberi kode, hanya disesuaikan dengan keterampilan inti dan keterampilan dasar yang relevan.
Pada tahap ini disajikan data-data awal yang telah diklasifikasi, sehingga dengan data berupa uraian singkat, deskripsi, teks naratif, hubungan antar kategori dan sejenisnya. Dalam penelitian ini penyajian data dilakukan melalui uraian yang singkat, padat dan jelas yang disesuaikan dengan beberapa kategori yaitu pendidikan nilai karakter, hubungan manusia dengan Tuhan, pendidikan karakter manusia dengan alam, pendidikan karakter manusia dengan sesama, pendidikan karakter manusia dengan dirinya sendiri, pendidikan karakter manusia yang berkebangsaan. Setelah diuraikan secara singkat, jelas dan padat, kelima kategori tersebut berkaitan dengan nilai-nilai karakter dalam cerita rakyat Indonesia berdasarkan Kurikulum 2013.
Kesimpulannya, akan diperoleh nilai-nilai pendidikan karakter dalam cerita rakyat Indonesia sebagai bahan ajar latrenatif di sekolah dasar. Instrumen penelitian ini adalah peneliti itu sendiri, “peran peneliti adalah sebagai pengamat penuh yang artinya peneliti melakukan seluruh proses penelitian mulai dari observasi, pencatatan data awal hingga analisis. Alat pedoman pengumpulan data antara lain: alat tulis , tabel panduan pengumpulan data, buku 366 cerita rakyat indonesia, tabel panduan data nilai karakter dan tabel nilai karakter.
KESIMPULAN DAN SARAN
Saran
Prospek pemberdayaan cerita rakyat Indonesia melalui buku cerita digital sebagai entitas inovatif dari perilaku industri kreatif Indonesia. Tujuan: Untuk mengetahui keadaan karakter siswa sekolah dasar dan mengetahui apakah penggunaan cerita rakyat Indonesia sebagai bahan ajar alternatif layak diterapkan pada pembelajaran kelas IV di sekolah dasar dan apakah bahan ajar yang digunakan guru dapat mengajarkan materi ajar. pada tema 8 Subtema 1. Nilai-nilai Pemantapan Karakter merupakan salah satu program kurikulum 2013. Karakter merupakan program unggulan yang saat ini sedang gencar dilaksanakan di setiap satuan pendidikan.
Namun apakah hal itu dilaksanakan atau tidak. Tergantung guru yang menjadi acuan utama dalam menanamkan nilai-nilai karakter tersebut. Menurut saya pribadi, pengajaran nilai-nilai karakter sebagai guru kelas IV dapat dilakukan di sela-sela kegiatan belajar mengajar di kelas maupun melalui pembiasaan di sekolah. Karena buku cerita rakyat Indonesia yang ada di perpustakaan sekolah jumlahnya terbatas, saya mencari referensi di internet, mencetaknya dan membagikannya kepada siswa.
Menurut Anda, apakah cerita rakyat Indonesia layak dibaca anak-anak? Jika iya, bisakah kamu menyebutkan cerita rakyat Indonesia mana yang menurut kamu populer. Namun yang saya tahu, banyak sekali cerita rakyat Indonesia dari berbagai daerah yang cukup bagus dan cocok untuk usia anak-anak. “Nona Kweiya tidak meninggalkan kita, dia dijebak oleh saudara laki-lakinya sehingga dia tersesat di hutan.”
6Si Pitung sudah siap melawan anak buah Babah Liem. buah dari Abbah Liem yang merampas kekayaan rakyat jelata. 7 “Jangan khawatir saudaraku, aku pasti akan membantumu, tapi tolong beritahu aku bagaimana caranya agar gajah itu menurutiku, aku takut dia akan marah dan menyerangku,” jawab Ki Kerti Pejok. KGW:83) Nilai Keingintahuan NRIT. CDR:212) Nilai Menghargai Prestasi NMP 10 "Hari ini saya sudah melakukannya. Saya melakukan tugas saya dengan baik, apakah besok masih membutuhkan bantuan saya?" Ki Kerti Pejok bertanya pada Ki Hilsen Wira.
Dan alhasil si Pitung mampu menghentikan perbuatan anak buah Liem yang merampas harta benda rakyat. Ki Kerti Pejok bertanya kepada Ki Sapa Wira bagaimana cara menjinakkan gajah kesayangan Ki Sapa Wira. Haji Naipin memberikan tanggung jawab kepada si Pitung agar ilmu yang diberikan Haji Naipin tidak disalahgunakan.
SILABUS TEMATIK KELAS IV
KOMPETENSI INTI (KI)
KOMPETENSI DASAR (KD) Bahasa Indonesia
TUJUAN PEMBELAJARAN
- Penilaian Pengetahuan
“Rambutmu berkilau, sekarang ayo kembali ke kandangmu,” kata Ki Sapa Wira kepada Kyai Dwipanga. “Aku akan menggosok punggungmu dengan daun kelapa ini,” kata Ki Kerti Pejok sambil menampar pantat Kyai Dwipangga. “Panen sudah selesai, sepertinya stok beras kita cukup untuk beberapa bulan,” kata Putri Tangguk.
Karena si bungsu terus mengomel, Putri Tangguk pun memutuskan untuk menanak nasi, namun Putri Tangguk kembali terkejut saat mengetahui nasi yang disimpannya di dalam kaleng juga telah habis. Saya tidak kenal istri saya, gudangnya kosong ketika saya membukanya.” Jawab suami Putri Tangguk. Sesampainya di sawah, tangisan Putri Tangguk semakin nyaring saat mengetahui sawahnya telah berubah menjadi semak belukar.