• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jaringan Islam Nusantara

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Jaringan Islam Nusantara"

Copied!
295
0
0

Teks penuh

GENEALOGI ISLAM LOMBOK

Akar Historis Islam Lombok

14Azyumardi Azra dan Irwan Abdullah, “Akomodasi Islam dan Budaya” dalam Ensiklopedia Tematik Dunia Islam: Asia Tenggara, (Jakarta: Icthiar Baru Van Hoeve), Volume V, hal. Proses transformasi budaya ini pada gilirannya menghasilkan perpaduan dua entitas: Islam dan budaya lokal.

Lombok Seting Sosial Budaya

Berdasarkan data Kanwil Kemenag dan verifikasi data NTB dalam Angka Tahun 2015, jumlah masjid di Pulau Lombok pada tahun 2015 mencapai 5.473 buah. Data jumlah pondok pesantren tahun 2015 di Pulau Lombok sebanyak 858 buah yang tersebar di 4 kabupaten dan 1 kota.54.

Akar Sejarah Pulau Lombok

Sejarah Lombok tidak lepas dari silih bergantinya penguasaan dan peperangan yang terjadi di dalamnya, baik konflik internal yaitu perang antar kerajaan di Lombok, maupun konflik eksternal yaitu penguasaan kerajaan di luar Pulau Lombok. Sejarah dinamika Pulau Lombok karenanya tidak lepas dari silih bergantinya penguasaan dan peperangan yang terjadi di dalamnya, baik konflik internal yaitu perang antar kerajaan di Lombok, maupun konflik eksternal yaitu penguasaan kerajaan dari luar pulau. .pulau Lombok.

Akar Genealogi Islam di Lombok

Selepas memeluk Islam, gelaran Duli Yang Maha Mulia Raja Goa bertukar kepada al-Sulthan Alaiddin Awwal al-Islam. Kedua-duanya terkenal mempromosikan dan menyebarkan agama Islam di kawasan-kawasan yang berada di bawah kekuasaan mereka, sehingga pada suatu ketika masyarakat Lombok memeluk agama Islam. Prapen mula-mula berlayar ke Lombok, di mana dia memaksa orang ramai memeluk Islam dengan menggunakan senjata.

Berdasarkan keterangan di atas, maka dapat dikatakan Islam masuk ke Pulau Lombok sekitar abad ke 16 M, 73 dan penyebarnya yang terkenal adalah. Dinamika perkembangan Islam di Pulau Lombok merupakan babak sejarah baru dalam perubahan keyakinan agama suku Sasak menjadi masuk Islam.

Bahasa Sasak

Bahasa Sasak mempunyai dialek yang berbeda-beda tergantung daerahnya, bahkan dialek yang ada di daerah Lombok Timur seringkali sulit dipahami oleh penutur bahasa Sasak lainnya. Misalnya saja, kawasan antar rukun warga (RW) yang hanya berjarak 500 meter saja sudah mempunyai dialek yang jauh berbeda.

Sistem Kekerabatan Suku Sasak Lombok

Sedangkan Mamik merupakan sebutan pengganti bagi bangsawan Sasak, baik yang bergelar Lalu maupun Raden. Raden adalah sebutan untuk bangsawan Bayan laki-laki dan Dende untuk bangsawan perempuan. Papuq baloq, yaitu sebutan bagi sanak saudara suami istri pada garis atas (kakek, nenek, hingga anak tertua). Naken atau Ruwan adalah sebutan untuk anak saudara laki-laki atau perempuan atau anak laki-laki atau perempuan dari seseorang Sempu atau Menasa satu atau dua kali.

Terkadang warisan adalah sebutan untuk ahli waris seseorang yang merupakan keturunan dari seorang laki-laki. Karena budaya Sasak menganut sistem patriarki (laki-laki adalah sumber utama), biasanya pencarian kerabat didominasi oleh laki-laki (menurut lekan mama).

Stratifikasi Sosial Suku Sasak Lombok

Perkawinan seorang bangsawan, misalnya dengan laki-laki yang berstatus sosial rendah, berarti anak yang dilahirkan tidak berhak menggunakan identitas kerajaan ibunya. Begitu pula sebaliknya, seorang anak yang dilahirkan akan diberikan hak untuk menggunakan sifat-sifat luhurnya bila ia dilahirkan dari seorang laki-laki yang berakhlak mulia, padahal ibunya berasal dari strata sosial terumbu karang (rakyat jelata). Lapisan ketiga adalah kelas deretan karang dan umumnya dikenal dengan nama amaq atau loq untuk pria dan le untuk wanita.

Raden Perwangsa merupakan hasil perkawinan antara seorang laki-laki raden dengan seorang perempuan baik-baik, dimana anak-anak yang lahir dari strata ini akan mendapat gelar raden dari orang tuanya selama beberapa generasi. Sedangkan pada golongan terakhir, gelar kebangsawanan diperoleh dari perkawinan antara seorang perlalu dengan seorang wanita bergelar baiq, atau seorang perlalu dengan seorang wanita koral Jajar.

Nilai Kearifan Lokal Suku Sasak Lombok

  • Dialektika Agama dan Budaya di Lombok 95

Saling umpan yaitu saling mengambil dalam adat perkawinan, sepanjang terdapat hubungan yang setara antara kedua calon keluarga dengan kedua mempelai, yang disebut sekompu' (kesetaraan, persamaan) ditinjau dari segi sosial, ekonomi, sifat-sifatnya. dan ciri-ciri fisik, khususnya sekufu' dalam urusan keimanan. Terhadap tradisi lokal yang mempraktikkan pola hidup tirani, hegemonik, dan tidak adil, Islam pribumi akan melancarkan kritiknya. Sedangkan terkait tradisi lokal yang memberikan jaminan keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat, Islam pribumi akan sangat mengapresiasinya.

Pengakuan terhadap tradisi lokal dan kemungkinan kontribusi tradisi lokal terhadap Islam adalah kearifan yang ditekankan dalam Islam pribumi. 112 Zainul Milal Bizawie, “Dialektika Tradisi Budaya: Landasan Sejarah dan Antropologi Indigenisasi Islam”, dalam Tashwirul Afkar, Edisi no.

Pengertian Islam Nusantara

Dengan keistimewaan tersebut, Islam Nusantara merupakan hasil ijma' dan ijtihad para ulama Indonesia dalam melaksanakan istimbath na Al-muktasab min adillagia-tafshiliyah. Islam Nusantara memberikan karakter sektarian pada teks-teks ulama Indonesia untuk menghubungkan kita dengan tradisi leluhur yang harus dihormati dan diteladani.119. Menurut Said Aqil Siradj menegaskan, Islam Nusantara bukanlah ajaran atau aliran baru dalam Islam, sehingga tidak perlu khawatir.

Sementara itu, Azyumardi Azra menyebut Islam Nusantara sebagai Islam yang khas karena adanya interaksi, kontekstualisasi, pribumisasi destruktif, dan vernakularisasi Islam universal dengan realitas sosial, budaya, dan agama di Indonesia. Islam Nusantara yang kaya akan warisan Islam menjadi harapan bagi kebangkitan peradaban Islam global yang berakulturasi dengan tatanan dunia baru.121 Islam Nusantara dengan demikian merupakan perpaduan antara nilai-nilai Islam yang teologis dengan tradisi lokal (non-teologis). nilai-nilai, perpaduan budaya dan adat istiadat di negara asal.122.

Akar Genealogi Islam Nusantara

Sedangkan penambahan kata “Nusantara” sebagai rujukan kata “Islam” dalam istilah ilmu Nahwu mengandung arti fi (di dalam), yang artinya Islam bersifat internal dan mewujud dalam kehidupan dan penghidupan umat Islam di wilayah tersebut. kepulauan. ; bi (dengan/di wilayah), yang berarti agama Islam yang telah diperluas, dimasuki, didialogkan, dan diberitakan di dalam dan dengan wilayah geografis-teritorial masyarakat nusantara sejak awal berdirinya hingga saat ini dan juga mempunyai arti lii (untuk , untuk ), yaitu Islam dan ajarannya hendaknya menyempurnakan dan menciptakan dialektika dengan adat istiadat, tradisi, budaya dan peradaban nusantara (kearifan lokal) yang mengandung nilai-nilai universal bagi harkat dan martabat manusia. 125Taufik Abdullah, “Pengantar: Islam, Sejarah dan Masyarakat”, dalam Taufik Abdullah [ed.], Sejarah dan Masyarakat: Lintasan Sejarah Islam di Indonesia, (Jakarta: Pustaka Firdaus, 1987), hal. Dari paradigma tersebut, masih dalam kerangka akulturasi, muncullah apa yang kemudian disebut dengan local genius.

Istilah Jawi Arab Din berasal dari Walisongo, konteksnya saat Sunan Giri mengucapkan sumpah setia kepada raja-raja Jawa. 128 Soerjanto Poespowardojo, “Pengertian Local Genius dan Relevansinya dalam Modernisasi” dalam Kepribadian Kebudayaan Nasional (local genius), Ayotrohaedi [ed.] (Jakarta: Pustaka Jaya, 1986), hal.

Ruang Lingkup Islam Nusantara

Landasan Islam Indonesia didasarkan pada ideologi Ahlussunnah Wal-Jama'ah dengan metode dakwah yang sejalan dengan ciri khas nusantara dan kearifan lokal masyarakatnya. Munculnya istilah Islam Nusantara dengan makna dan ciri-ciri di atas tidak meniadakan metode dakwah yang lain sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip Ahlussunnah Wal-Jama'ah yaitu tawassuth, tawazun, i' tide dan tasamuh. Sebagai ikhtilaf tanawwu’, keberadaan Islam Nusantara memperkaya khazanah dan metode dakwah Islam sesuai ciri khas daerah ini dan tidak menafikan universalitas (syumuliah) Islam.

Kajian Islam Nusantara akan melahirkan sistem keilmuan yang berwatak dan berwatak sosial Indonesia serta mendorong tindakan emansipatoris untuk tugas kecerdasan, humanisasi, dan kesejahteraan sosial. Selain itu, Islam Nusantara sebagai metodologi dakwah juga berguna untuk mengidentifikasi objek dan strategi dakwah yang sesuai dengan karakter masyarakat.

Akar Sejarah Gumi Sasak Lombok

Nama dengan tulisan “Sasak” ini disebabkan oleh adanya masyarakat yang pertama kali datang sebagai penduduk pulau Lombok dengan menaiki rakit (kano) yang artinya. Begitu pula dengan kata “sasak” dalam tradisi lisan warga lokal Lombok diyakini berasal dari kata “sa’-saq” yang berarti satu. Oleh karena itu, diduga nenek moyang orang Sasak adalah orang Jawa yang dibuktikan dengan tulisan-tulisan yang ada dan disebut dengan tulisan sastra Sasak.134.

Dijelaskan lebih lanjut dalam Babad Tanah Lombok, bahwa istilah “Sasak” untuk suku asli Lombok berakar pada legenda rakyat. Selanjutnya wilayah dan penduduk di kawasan ini juga dikenal oleh masyarakat sebagai Sasak atau tanah Sasak.138.

Genealogi Transmisi Islam

Sedangkan menurut Lalu Wacana, Islam masuk dan berkembang di Pulau Lombok pada abad ke-16 yang dibawa oleh Pangeran Prapen atau dikenal dengan Sunan Giri keempat. Berdasarkan informasi tersebut, awal masuknya Islam di Pulau Lombok lebih cepat dibandingkan teori sebelumnya yang mengatakan bahwa masuknya Islam di Pulau Lombok dimulai pada abad ke-16. Berdasarkan keterangan di atas, maka dapat dikatakan Islam masuk ke Pulau Lombok sekitar abad ke-16 M, tepatnya pada tahun 155, dan penyebarannya sudah diketahui secara luas.

Sedangkan menurut Mahmud Yunus,157 Islam masuk ke Pulau Lombok pada abad ke-17 Masehi dari arah timur yaitu Pulau Sumbawa. Dari ketiga teori tersebut dapat disimpulkan bahwa Islam masuk ke Lombok pada abad 16-17 melalui jalur yang berbeda-beda yaitu dari arah Barat (Jawa) dan satu lagi dari Timur (Makasar) melalui Bima dan Sumbawa.

JARINGAN KEILMUAN TUAN GURU

Pengertian Tuan Guru

Selain itu gelar yang sama dengan Tuan Guru adalah gelar Ajengan dalam bahasa Sunda, yaitu sebutan untuk ulama di Jawa Barat (Sunda) dan biasanya diberikan kepada ahli agama yang telah puluhan tahun mempelajari agama Islam dan telah mencapai tingkat tajrid. (tingkat akhir), kehidupan yang stabil dan menetap serta hidup baik jasmani maupun rohani). Di daerah Bugis ada sebutan yang sama dengan Tuan Guru yaitu Anre Guratta yang merupakan gelar pemuka agama. Di Madura dikenal sebutan untuk ulama, seperti gelar Tuan Guru bagi masyarakat Sasak yaitu gelar Nun, sebutan untuk ulama di Madura.

Sebutan yang sama dengan Tuan Guru di Lombok adalah Tofarita di Sulawesi Selatan yang diberikan kepada umat beragama.192. Syarat terakhir yakni diperolehnya gelar guru master dari masyarakat merupakan suatu hal yang wajar jika seseorang mempunyai ilmu agama dan pernah menunaikan ibadah haji.

Tuan Guru: Sosok Kharismatik

Misalnya saja soal pengembangan spiritual, masyarakat Lombok sangat mengikuti pandangan para guru ulung. Jika seorang Tuanguru menganut mazhab tertentu, maka orang-orang yang tergabung dalam tarekatnya akan mengikuti mazhab Tuan Guru tersebut. Oleh karena itu, dalam hal hukum perkawinan Islam, masyarakat akan selalu mengikuti pandangan hukum Tuan Guru.

209 Begitu juga apabila guru mengikut empat mazhab yang terdapat dalam tradisi hukum Nahdhatul 'Ulamâ'. Sekiranya Tuan Guru berpegang kepada mazhab tertentu, masyarakat yang menjadi jemaahnya akan mengikut mazhab yang dianuti oleh Tuan Guru.

Genealogi Jaringan Keilmuan Tuan Guru

Kesempatan ini dimanfaatkan untuk menimba ilmu agama khususnya bagi para ulama yang berada di Haramain. Mereka yang berasal dari nusantara akan belajar kepada ulama nusantara, sehingga tidak menutup kemungkinan ada di antara mereka yang akan menjadi tokoh agama di daerahnya masing-masing setelah kembali ke desanya. Menurut Jamaluddin, orang Sasak yang tercatat dalam teks Sasak berperan sebagai guru ulung dan yang namanya mendahului Haji adalah Tuan Guru Bangkol dan Haji Muhammdad Ali.

Berhaji merupakan suatu fenomena yang sangat menarik bagi masyarakat Sasak, karena seseorang yang sudah berhaji berarti telah masuk dalam suatu komunitas tertentu, yang diberikan penghormatan yang berbeda dengan yang tidak menunaikan ibadah haji. Haji menempati kedudukan yang sangat strategis dalam masyarakat Sasak, sehingga sangat tepat jika dikaitkan dengan kata Tuan Guru melalui pendidikan guru, karena ilmu yang dimilikinya, ia menjadi Tuan Guru Haji (TGH).

Peran Sosial Tuan Guru: Penegasan

Relasi Agama dan Adat: Akulturasi

Negosiasi Kreatif Islam dan Tradisi

Islam Nusantara

Pribumi Islam

Kesimpulan

Saran dan Rekomendasi

Referensi

Dokumen terkait

Salah satu permasalahan yang terjadi adalah bagaimana hak anak tiri terhadap harta warisan orang tuanya yang belum terbagi menurut Hukum Islam dan penyelesaian pembagian

Meskipun mereka sudah terbiasa dengan kekerasan yang dilakukan orang tuanya tersebut, sebagaimana mereka tetap menginginkan memiliki orang tua yang menyayangi

pada awalnya rintangannya adalah harus membuka wawasan orang tua mereka juga karena kita harus bersabar memberikan pemahaman kepada orang tuanya bagaimana pentingnya

yang berbau kekerasan, adegan pacaran yang mestinya belum pantas untuk mereka tonton, tidak hormat terhadap orang tua, gaya hidup yang hura-hura dan masih banyak lagi

Tetapi, kami juga merasa bersyukur untuk anak-anak itu karena mereka masih ada orang-orang yang seperti orang tuanya di sana yang masih memperhatikan mereka, menjaga mereka dan

Budaya rasa malu amat menonjol bagi orang Bugis dan Makassar, seperti yang disebut oleh mereka dengan kata siri’, lebih kuat dorongannya dari pada budaya rasa

Dengan cara tersebut, banyak pedagang Indonesia memeluk agama Islam dan mereka pun menyebarkan agama Islam dan budaya Islam yang baru dianutnya kepada orang lain.. Dengan

Dari hasil wawancara di atas dapat dijelaskan bahwa pasangan yang menikah tidak direstui oleh orang tuanya, kemudian mereka menikah berwalikan kepada datuk kaum, pernikahan yang mereka