JAWABAN TUGAS
NAMA : SONI SAPUTRO
NIM : 857579563
MATA KULIAH : PDGK4407
1.
a. Kemampuan merawat diri adalah kecakapan atau keterampilan untuk mengurus atau menolong diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari sehingga tidak tergantung pada orang lain.
b. Bagi penyandang tunadaksa, kebutuhan akan pengembangan keterampilan memelihara diri sangat penting. Mereka mungkin menghadapi tantangan fisik atau sensorik yang mempengaruhi kemampuan mereka untuk melakukan tugas-tugas sehari-hari seperti berpakaian, mandi, atau makan dengan mandiri. Pengembangan keterampilan
memelihara diri membantu meningkatkan kemandirian mereka dan memberikan mereka kepercayaan diri untuk mengatasi tantangan yang dihadapi.Implementasi
keterampilan memelihara diri bagi penyandang tunadaksa harus disesuaikan dengan kebutuhan individu dan dilakukan secara holistik, dengan mempertimbangkan kondisi fisik, sensorik, dan psikologis mereka. Pendekatan yang terintegrasi antara berbagai layanan seperti pendidikan, rehabilitasi, dan dukungan sosial sangat penting untuk memenuhi kebutuhan ini dan membantu penyandang tunadaksa mencapai kemandirian yang lebih besar.
2.
a. Aspek sosial yang berdampak pada Andi adalah dijauhi dari teman-temannya. Sedangkan aspek emosional yanh dirasakan andi yaitu merasa sendiri dan kesepian.
b. Aspek sosial dalam sosiologi sastra adalah suatu telaah yang objektif dan ilmiah tentang manusia dalam masyarakat dan proses sosialnya. Aspek sosial itu menelaah cara masyarakat itu tumbuh dan berkembang.
Sedangkan emosional adalah Emosional adalah wujud dari emosi itu sendiri. Emosional adalah segala seuatu yang berhubungan dengan cara menunjukkan perasaan emosi.
Emosional terkadang bisa muncul karena dirangsang atau dibangkitkan. Kondisi emosional adalah bagian penting dari diri.Emosi itu kompleks dan membantu kita menjadi pribadi yang lebih berempati terhadap sesama.
3. Berdasarkan narasi tersebut, kesulitan belajar Matematika yang dialami oleh Ade kemungkinan terkait dengan disleksia matematika. Ciri-ciri dari disleksia matematika melibatkan kesulitan dalam memahami dan menggunakan simbol-simbol matematika, seperti +, -, x, :, dan sejenisnya. Individu dengan disleksia matematika mungkin kesulitan dalam mengidentifikasi simbol-simbol tersebut dan menempatkannya dengan benar dalam konteks soal.
Ciri-ciri visual deficit yang mungkin terkait dengan disleksia matematika termasuk:
1. Kesulitan Memahami Simbol Matematika: Individu mungkin sulit membedakan antara simbol-simbol matematika atau salah menempatkannya.
2. Kesulitan Menyelesaikan Soal Matematika: Kesulitan dalam memahami soal
matematika yang menggunakan simbol-simbol tersebut, sehingga menjawabnya dengan salah.
3. Kesulitan dalam Pemahaman Konsep Matematika: Mungkin sulit untuk memahami konsep-konsep matematika yang melibatkan penggunaan simbol-simbol tersebut.
4. Semua teknik berkaitan dengan kegiatan identifikasi dan assesmen yang memudahkan kita dalam menggolongkan anak-anak berkebutuhan khusus agar supaya dalam
memberikan penanganan dalam pembelajaran tepat dan sesuai dengan anak berkebutuhan khusus.
5. Pada masa pandemi seluruh pembelajaran adalah dengan menggunakan metode daring itu adalah salah satu hambatan yang di alami anak berkebutuhan khusus apalagi
menggunakan media handphone itu juga sangat menghambat proses pembelajaran yang dilakukan oleh anak berkebutuhan khusus yang berbeda dengan anak normal lainnya.