BUKU JAWABAN TUGAS MATA KULIAH TUGAS 2
Nama Mahasiswa : Adhi Arbiansyah
Nomor Induk Mahasiswa/ NIM : 050765769
Kode/Nama Mata Kuliah : HKUM4210 / Hukum Lingkungan
Kode/Nama UT Daerah : Kediri
Masa Ujian : 2024/2025 Ganjil (2024.2)
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS TERBUKA
JAWABAN :
1.
Pertanyaan Berdasarkan contoh kasus di atas untuk mencegah pencemaran lingkungan hidup perlu disusun Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH). Apa yang dimaksud dengan RPPLH dan siapa yang berwenang menyusun RPPLH?
Jawab : Perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dan mencegah terjadinya pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup yang meliputi perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, pengawasan, dan penegakan hukum. Yang berwenang menyusun RPPLH adalah Kementrian Lingkungan Hidup.
Berdasarkan contoh kasus di atas menurut Anda Pabrik Garmen PT DJP wajib memiliki AMDAL atau UKL-UPL? Jelaskan pendapat Anda!
Jawab : Dalam kasus PT DJP Pilangsari, dokumen AMDAL kemungkinan disusun oleh pihak perusahaan (PT DJP) sebagai bagian dari persyaratan perizinan. Namun, dengan perkembangan terbaru dalam UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, terdapat kemungkinan adanya perubahan terkait penyusunan dokumen AMDAL. UU tersebut memberikan kewenangan kepada pemerintah untuk menetapkan jenis kegiatan yang wajib AMDAL, serta memungkinkan penyusunan dokumen AMDAL oleh pihak independen yang memenuhi persyaratan. Oleh karena itu, dalam kasus ini, perubahan terbaru dalam UU Cipta Kerja dapat memengaruhi siapa yang bertanggung jawab dalam menyusun dokumen AMDAL.
Kriteria kegiatan yang bagaimana dikecualikan dari wajib AMDAL menurut PP No.22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup!
Jawab : Saat ini pemerintah sudah mengategorikan beberapa jenis usaha yang tidak wajib memiliki izin amdal antara lain sebagai berikut:
Usaha yang bergerak dibidang penelitian ilmu pengetahuan.
Badan atau industri digital.
Kegiatan budidaya yang tidak memiliki dampak buruk bagi lingkungan.
Dari kasus di atas siapa menurut Anda memiliki kewenangan untuk melakukan penilaian AMDAL?
Jawab : Dalam kasus PT DJP Pilangsari, dokumen AMDAL kemungkinan disusun oleh pihak perusahaan (PT DJP) sebagai bagian dari persyaratan perizinan. Namun, dengan perkembangan terbaru dalam UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, terdapat kemungkinan adanya perubahan terkait penyusunan dokumen AMDAL. UU tersebut memberikan kewenangan kepada pemerintah untuk menetapkan jenis kegiatan yang wajib AMDAL, serta memungkinkan penyusunan dokumen AMDAL oleh pihak independen yang memenuhi persyaratan. Oleh karena itu, dalam kasus ini, perubahan terbaru dalam UU Cipta Kerja dapat memengaruhi siapa yang bertanggung jawab dalam menyusun dokumen AMDAL.
2.
Pertanyaan
Dari contoh kasus di atas jika berdasarkan UU No.11 Tahun 2020 perizinan berusaha perusahaan dapat dilakukan gugatan administrasi atau tidak? Jelaskan pendapat saudara!
Jawab : Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 adalah Undang-Undang Cipta Kerja yang mengatur berbagai aspek termasuk perizinan berusaha. Berdasarkan Undang-Undang Cipta Kerja, terdapat mekanisme gugatan administrasi yang dapat diajukan oleh pihak yang merasa dirugikan oleh
keputusan atau tindakan administratif yang dianggap tidak sesuai dengan peraturan perundang- undangan.
Menurut Saudara contoh kasus di atas apakah sudah dilakukan teguran! Jelaskan pendapat Anda!
Jawab : Berdasarkan informasi yang diperoleh Mongabay, ada enam sanksi kepada Pertamina. Pertama, pemulihan lingkungan terdampak tumpahan minyak. Ada 12 lokasi tersebar di pantai, kawasan mangrove dan lain-lain. Sanksi ini perlu dilaksanakan pemulihan selama 180 hari.
Kedua, perubahan izin lingkungan agar dampak operasional single point monitoring itu terhadap alur pelayaran umum masuk dalam dampak penting hipotetik pada kajian analisa mengenai dampak lingkungan (180 hari). Ketiga, dampak lalu lintas kapal pada keamanan penyaluran pipa bawah laut (180 hari).
Keempat, audit lingkungan terhadap seluruh operasional kegiatan dengan memasukkan risiko terhadap seluruh pipa kilang dan proses produksi (180 hari). Kelima, membuat sistem penanganan dini tumpahan minyak, dengan membuat SOP (30 hari) dan membuat sistem pemantauan otomatis pengiriman minyak mentah dari terminal Lawe-Lawe menuju Pertamina Balikpapan (90 hari).
Keenam, inspeksi pipa secara berkala setahun sekali (30 hari). Ketujuh, tata kerja penggunaan alat pengoperasian pompa (transfer crude oil) dalam keadaan darurat (30 hari).
Berdasarkan contoh kasus di atas menurut Anda jika sanksi administrasi tidak dijalankan apa yang akan terjadi? Berikan pendapat Anda dengan acuan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No.2 Tahun 2013
Jawab : Mengenai hukum perdata dan pidana, katanya, pemerintah perlu melihat juga dari pelaksanaan perbaikan atas sanksi administrasi Pertamina.
Gugatan perdata, pemerintah harus melakukan kala Pertamina tidak atau lalai pemulihan ataupun tak menyelesaikan pemulihan sesuai rencana yang disepakati.
Sedangkan penegakan hukum pidana, KLHK dan Polda Kalimantan Timur, harus berkoordinasi dalam menyelidiki tindak pidana pencemaran.
”KLHK punya penyidik pengawai negeri sipil, PPNS ini bertugas penyidikan tindak pidana lingkungan. PPNS ini dapat membantu kepolisian mengumpulkan barang dan alat bukti tindak pidana pencemaran. Koordinasi antara Polda dan PPNS KLHK sangat penting,” katanya.
Soal hukum perdata, KLHK masih mengumpulkan bukti-bukti di lapangan. ”Tim kami masih di lapangan untuk menghitung seberapa besar kerugian lingkungan dan pemulihan yang perlu dilakukan Pertamina.”