• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jejaring Eksternal Layanan Tuberkulosis

N/A
N/A
F 1 KE

Academic year: 2023

Membagikan "Jejaring Eksternal Layanan Tuberkulosis"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

2) Jejaring Eksternal Layanan Tuberkulosis

a) Jejaring Investigasi Kontak dan Pemberian Terapi Pencegahan TBC

Investigasi kontak dilakukan terhadap seluruh kontak dari semua pasien TBC baru/kambuh yang terkonfirmasi bakteriologis (TBC Sensitif Obat maupun TBC Resisten Obat) dan TBC anak di lingkungan rumah tangga atau tempat- tempat lain (tempat kerja, asrama, sekolah, tempat penitipan anak, lapas/rutan, panti, dsb). Sumber data kasus indeks berasal dari data Puskesmas, rumah sakit, dan fasyankes lainnya baik pemerintah maupun swasta. Hasil investigasi kontak dari pasien TBC yang tidak memiliki penyakit TBC harus memulai pemberian terapi pencegahan tuberkulosis (TPT).

Pemberian TPT merupakan kegiatan yang terintegrasi secara komprehensif di layanan TBC dan sistem kesehatan. Pasien baru yang terdiagnosis TBC, maka kontak serumah terutama anak dianggap sebagai satu kesatuan penerima manfaat layanan TBC. Pemberian TPT bertujuan untuk mencegah orang dengan infeksi laten tuberkulosis (ILTBC) yang berisiko untuk berkembang menjadi sakit TBC.

Fasyankes selain Puskesmas (Rumah Sakit/RS/TPMD/Klinik) dapat melaporkan dan mengirimkan kasus indeks kepada Puskesmas (sesuai wilayah tempat tinggal) melalui menu investigasi kontak di SITB. Puskesmas berkewajiban menerima rujukan indeks kasus, dalam proses rujukan tersebut, dilakukan juga koordinasi dengan dinas Kesehatan kabupaten/kota (wasor) sesuai dalam alur koordinasi data kasus indeks.

Puskesmas rujukan IK menerima indeks kasus dari Fasyankes non Puskesmas dan petugas puskesmas melakukan IK kepada indeks kasus yang dikirimkan oleh fasyankes tersebut bersama kader kesehatan komunitas yang ada di wilayah kerja tersebut.

Kader diwajibkan untuk melaporkan hasil data IK kepada petugas puskesmas, dan seluruh pencatatan dan pelaporan terkait kegiatan IK dan pemberian TPT dicatat di sistem informasi TBC. Berikut adalah alur jejaring investigasi kontak yang melibatkan seluruh fasyankes :

(2)

Gambar 6. Alur Jejaring Investigasi Kontak

Referensi

Dokumen terkait

Tuberkulosis pada anak juga mempunyai permasalahan khusus yang berbeda dengan orang dewasa, baik dalam aspek diagnosis, pengobatan, pencegahan, maupun TBC pada kasus khusus,

Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Infeksi TBC pada Anak Kontak Serumah dengan Penderita Tuberkulosis Paru Dewasa di Puskesmas Kawangu Kabupaten Sumba Timur..

Secara klinik, resistensi kuman tuberkulosis terhadap OAT terjadi akibat ketidakpatuhan pasien dalam menjalani perawatan dan terapi yang tidak tepat.. Digalakkannya program

Dengan dilakukannya investigasi kontak dan pelacakan kontak, infeksi TB yang terjadi pada anak dapat ditemukan dan segera diberikan terapi pencegahan agar tidak

“STUDI PENGGUNAAN OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU (Penelitian dilakukan di SMF Paru RSUD Dr. Soetomo Surabaya)” ini dapat terselesaikan

Apa saja faktor yang mempengaruhi perilaku pencegahan penularan pada pasien tuberkulosis paru dan apa saja jenis perilaku pencegahan penularan pada

NO PERTANYAAN & JAWABAN DESKRIPSI B.V.4 Program pencegahan dan pengendalian TBC yang dilakukan : 1 Skrining TBC 2 Jejaring dengan Puskesmas atau Dinas Kesehatan 3 Tersedianya

Rumah Sakit Swasta Semarang saat ini sebagai RS MTPTRO Manajemen Terpadu Pengendalian Tuberkulosis Resisten Obat yang dapat menerima rujukan pasien TBC RO dari fasilitas pelayanan