Biologica Samudra Vol.1, No. 2, Desember 2019 |48 MANAJEMEN HERBARIUM DAN PENGENALAN JENIS- JENIS CUCURBITACEAE YANG JARANG DITEMUKAN DI SUMATRA
HERBARIUM MANAGEMENT AND RECOGNITION OF CUCURBITACEAE TYPES THAT ARE NOT FOUND IN SUMATRA
Romantina Ezer Sitorus1*, Rugayah2, Zidni Ilman Navia1
1Universitas Samudra, Jl. Meurandeh, Langsa, Indonesia
2Pusat Penelitian Biologi-LIPI, Jl Raya Jakarta-Bogor km.46, Bogor, Indonesia
KATA KUNCI KEYWORDS
ABSTRAK
Manajemen, Herbarium, Cucurbitaceae, Sumatra.
Management, Herbarium, Cucurbitaceae, Sumatra.
Herbarium merupakan suatu lembaga yang mengelola koleksi spesimen tumbuhan, mempelajari keanekaragamaan spesies tumbuhan, dan kedudukan taksonominya, serta membuat pangkalan datanya secara komputerisasi. Salah satu koleksi spesimen Herbarium Bogoriense adalah famili Cucurbitaceae.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami tata cara pengelolaan dan manajemen koleksi herbarium di Herbarium Bogoriense dan untuk mengenal jenis-jenis Cucurbitaceae yang jarang dotemukan di Sumatra. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode observasi morfologi terhadap 60 spesimen herbarium koleksi Herbarium Bogoriense. Berdasarkan pengamatan peroleh empat jenis Cucurbitaceae yang jarang ditemukan di Sumatra yaitu, Hodgsonia marcocarpa (Blume) Cogn, Scopellaria marginata (Blume) W.J. de Wilde
& Duyfjes, Thladiantha cordifolia (Blume) Cogn, Trichosanthes bornensis Cogn, Trichosanthes coriceae Blume.
ABSTRACT The Herbarium is an institution that manages collections of plant specimens, studies the diversity of plant species, and the position of their taxonomies, and makes its database computerized. One collection of Herbarium Bogoriense specimens from the Cucurbitaceae family. This study aims to find out and understand the procedures for managing and managing herbarium collections in Bogoriense Herbarium and the introduction of species that rarely dot found Cucurbitaceae in Sumatra. The study was conducted using the method method which used morphological observation methods for 60 Herbarium Bogoriense collection herbarium specimens. Four types of Cucurbitaceae were found that are rarely found in Sumatra, namely, Hodgsonia marcocarpa (Blume) Cogn, Scopellaria marginata (Blume) W.J. de Wilde & Duyfjes, Thladiantha cordifolia (Blume) Cogn, Trichosanthes bornensis Cogn, Trichosanthes coriceae Blume.
*Koresponding penulis: [email protected]
1. Pendahuluan
Cucurbitaceae merupakan salah satu kelompok tumbuhan penting yang dimanfaatkan sebagai sumber pangan maupun obat-obatan bagi kehidupan
Biologica Samudra Vol.1, No. 2, Desember 2019 |49 manusia. Sebagaina besar jenisnya memiliki nilai ekonomi sebagai sumber nutrisi maupun produk penting lainnya yang telah banyak di teliti. Buahnya yang beraneka ragam bentuk dan ukuram, serta warnanya yang mencolok merupakan karakter penting penanda suku ini (Rugayah, 2009).
Famili Cucurbitaceae memiliki 120 genus dan anggota sebanyak 900 spesies (de Wlde
& Duyfje, 2010). Cucurbitaceae termasuk dalam kelas angiospermae, dan sebagian besar anggotanya merupakan sumber sayuran dan buah-buahan yang banyak dibudidayakan petani (Ashari, 2006). Beberapa spesies tanaman yang termasuk dalam familia Cucurbitaceae antara lain semangka (Citrullus lanatus (thumb.) Matsum. & Nakai), mentimun (Cucumis sativus L.), melon (Cucumis melo L.), dan labu kuning (Cucurbita moschata Durchesne) (de Wlde & Duyfje, 2010).
Cucurbitaceae mempunyai ciri-ciri, antara lain, kebanyakan berupa terna annual, jarang sekali berupa semak atau perdu, memanjat dengan menggunakan sulur-sulur atau alat pembelit yang merupakan metamorfosis cabang, dahan, atau daun penumpu. Berdaun tunggal, berlekuk, berbagi, sampai menjari majemuk, tanpa daun penumpu, biasanya duduk tersebar. Bunga aktinomorf, hampir selalu mahkota tersusun seperti katup. Benang sari berjumlah 5, kebanyakan sedikit berlekatan satu sama lain, kepala benang sari beruang dua dengan ruang sari terlipat menghadap keluar, kelima-limanya membentuk sinadrium di pusat, atau empat dari kelima kepala sari itu berpasangan. Bakal buah tenggelam, kebanyakan beruang tiga, dalam masing-masing ruang terdapat dua tembuni yang membengkok keluar dengan kebanyakan sejumlah besar bakal biji (ada kalanya hanya satu) masing-masing dengan dua selaput kulit biji. Tangkai kepala putik dengan kepala putik yang terbagi tiga seperti garpu. Buahnya pada umumnya berupa buah buni, jarang seperti buah kandaga. Biji tanpa endosperm (Tjitrosoepomo,1991).
Pada Famili Cucurbitaceae ada sekitar 30 spesies dari sembilan genera yang digunakan sebagai tanaman budidaya. ini termasuk labu, labu, sumsum sayuran, labu, melon, semangka, mentimun dan beberapa tanaman yang kurang dikenal.
Cucurbitaceae memiliki manfaat bagi kehidupan sebagai buah-buahan, sayuran, biji yang dapat dimakan, biji minyak, pakan ternak dan serat. (Esquinas, 1983), nutrisi, obat, biodiesel, dan bahan makanan (Ajuru dan Nmom, 2017).
Pada tulisan ini dikemukakan jenis-jenis Cucurbitaceae dari Sumatra yang jarang ditemukan. Menurut (de Wlde & Duyfje, 2010) terdapat 38 spesies jemis spesies Cucurbitaceae yang di temukan di Sumatra. Dari 38 spesies tersebut terdapat 5 spesies yang jarang ditemukan di Sumatra.
Biologica Samudra Vol.1, No. 2, Desember 2019 |50 2. Metode Penelitian
Metode yang digunakan metode observasi morfologi terhadap 60 spesimen herbarium koleksi Herbarium Bogoriense yang termasuk dalam 5 spesies dari famili Cucurbitaceae, yang berasal dari Sumatra. Parameter yang diamati sulur, batang, daun, perbungaan, buah, dan biji.
3. Hasil
Hasil yang didapat terdata 5 jenis Cucurbitaceae yang jarang dijumpai di Sumatera : yaitu Hodgsonia marcocarpa (Blume) Cogn, Scopellaria marginata (Blume) W.J. de Wilde & Duyfjes, Thladiantha cordifolia (Blume) Cogn, Trichosanthes bornensis Cogn, Trichosanthes coriceae Blume. . Kelima jens tersebut dapat dikenal dengan kunci identifikasi berikut:
Kunci identifikasi jenis-jenis Cucurbitaceae yang jarang ditemukan di Sumatra 1 a. Sulur tunggal...2 b. Sulur bercabang...3
2 a. Daun membundar telur, berlobus 3-5, panjang 5-25 cm, dan lebar 2,9-20 cm.
Buah batu berbiji satu... Hodgsonia macrocarpa b. Daun membudar telur, hastate (menyerupai anak panah), berlobus 3 atau 5,
panjang 3-11 cm dan lebar 3,3-12 cm. Buahberi, ukuran ...Scopellaria marginata 3 a. Daun berlobus 3-5(-7)... Trichosanthes borneensis,
b. Daun tidak berlobus ... 4 4 a.Daun tersusun berseling berbulu halus atau gundul, buah bujur telur
... Tladiantha cordifolia b.Daun menjantung, tebal melulang, buah bulat telur...Trichosanthes
coriacea
4. Pembahasan
4.1 Hodgsonia macrocarpa (Blume) Cogn
Pertelaan: Liana. Sulur bercabang. Batang pucat kekuningan-putih. Daun: tunggal, tersusun berseling, berwarna hijau terang, helaian membundar telur, berlobus 3-5;
panjang 5-25 cm, dan lebar 2,9-20 cm; petiolus 3-7 cm. Perbungaan: bunga uniseksual, bunga jantan majemuk; tangkai perbungaan jantan 2-10 mm; bunga betina tunggal; tangkai perbungaan betina 3-4 cm. Buah membulat menyerupai
Biologica Samudra Vol.1, No. 2, Desember 2019 |51 liontin, ke abu-abuan, yang muda berwarna hijau; (10-) diameter 15-18 cm; tangkai 4-8 cm. Biji batu dan sangat keras; panjang 6-10 cm dan lebar 5-10 cm.
Distribusi: Jenis ini dijumpai di G. Sago, Sibolangit, Palembang, Asahan, Ketambe (Aceh), Kejasungkecil (Jambi), Mt. Kerinci (Jambi), Aras Napal (Langkat), Sungai Besitang.
Habitat & ekologi: Tumbuh di tempat lembab di hutan primer, pinggiran hutan, pinggir jalan, dan sebagian besar di dekat tepi sungai; pada ketinggian 50-1810 m;
berbunga di malam hari, bunga harum; berbunga pada Februari dan April; berbuah pada Desember dan April.
Nama Lokal: Akar Kepayang.
Catatan lapang (dari label): Liana 20 m. Batang pucat kekuningan-putih. Daun hijau cerah. Buah membulat, menyerupai liontin, keabu-abuan, hijau (muda), diameter 15- 18 cm. Biji batu sangat keras.
Spesimen yang diamati: Sumatra Barat: G. sago, H.A.B Biinnemijer 4255, 03 Agustus 1918. Sumatra : Jambi, Kejasungkecil, Harry wiriadinata Francisca M s.n., 16 desember 1997 ; Mt. Kerinci, S. Nakano & I. Abbas 99051, 20 juni 1999.--Sumatra selatan: Palembang, C.G.G.J VAN STEENIS 3492, 31 Oktober 1929.--Sumatra utara:
aceh, Gunug Leueser, Ketambe, W.J.J.O de Wilde dan B.E.E. de Wilde-Duyfjes 13958, 01 Agustus 1972, W.J.J.O. de Wilde and B.E.E de Wilde-Duyfjes 21267 (berbuah), 05 Agustus 1991; Asahan, H.S. Yates 2893, 1927; Sibolangit, M.d Nur 7450, 05 Agustus 1928, J. Beeume 860, 12 November 1928, J.A LORZING 4303, 19 Juni 1998 (berbuah dan berbiji ) , J.A LORZING 5655, 19 Mei 1920.
Gambar 1. Spesimen Hodgsonia macrocarpa (Blume) Cogn
4.2. Scopellaria marginata (Blume) W.J. de Wilde & Duyfjes
Pertelaan: Climber. Sulur tunggal. Batang: berdiameter 1-2 mm. Daun: daun tunggal, tersusun berseling, helaian menjantung, berlobus 3 atau 5; panjang 3-11 cm dan lebar 3,3-12 cm; petiolus 1-5 cm. Perbungaaan: bunga uniseksual, bunga jantan
Biologica Samudra Vol.1, No. 2, Desember 2019 |52 majemuk, tangkai perbungaan jantan 2-7 mm; bunga betina tunggal; tangkai perbungaan betina (5-)10-30 mm. Buah: Beri; membulat; tangkai buah (0.5-)1-5 cm.
Biji: oval.
Distribusi: Jenis ini dijumpai di G.Koeta Boeloer, H.van Tromon, Simeloengoen- Batak landen, Padang, Sibolangit.
Habitat dan ekologi: Tumbuh di tempat terbuka, teduh, dan sebagian besar di tepi hutan, pinggir jalan; pada ketinggian 30-125 m; berbunga dan berbuah pada Juni sampai Desember.
Catatan lapang (dari label): Droog land bosch.
Spesimen yang diamati: Sumatra, Andat 13256, 21 juni 1925, Jingolo 332, 17 September 1919, Zn. Trey. Wigelling 86 (53), April 1931--Sumatra Barat: Padang, Kerimga 19647, 1906--Sumatra Utara: G.Koeta Boeloeh, H.van Tromon, Andat 149, 28 Agustus 1941; Sibolangit, J.A. Lorzing 537, 09 Oktober 1920; Simeloengoen-Batak landen, J.A. Lorzing 7537, 09 Oktober 1920, Mej.W.C ( ten behoeve van Mr verhoeven ) 46, 1938.
Gambar 2. Spesimen Scopellaria marginata (Blume) W.J. de Wilde & Duyfjes.
4.3. Thladiantha cordifolia (Blume) Cogn
Pertelaan: Climber. Sulur tunggal.Batang: 2 (-3) mm diameter, berbulu. Daun:
daun tunggal, tersusun berseling, helaian daun menjantung, berbulu halus atau gundul; panjang 4-14 cm dan lebar 4-10,5 cm; petiolus 3-6 cm. Perbungaan: bunga uniseksual, bunga jantan aksilar; tangkai perbungaan jantan 10 mm; Bunga betina aksilar; tangkai perbungaan betina 10-40 mm. Bunga: braktea berwarna hijau pucat, kelopak berwarna kuning kehijauan pucat, mahkota berwarna kuning gelap, benang sari berwarna kuning pucat. Buah: ellipsoid; tangkai buah 1.5-4 cm; Biji : ovoid ( bujur telur) .
Biologica Samudra Vol.1, No. 2, Desember 2019 |53 Distribusi: Jenis ini dijumpai di Palembang, Bengkulu, G.malintang, Lampung (Kota Agung), Sumatera Selatan, Banding agung okw, Gunung Raya-Ranau , Sibolangit, Res. Lamp. Distis helling.
Habitat & ekologi: Tumbuh di hutan primer dan tepi hutan, tempat terbuka di hutan yang terganggu, semak belukar, di sepanjang sungai dan dekat air terjun;
pada ketinggian 50-900 m
Catatan lapang ( dari label) : Climber 4 m. Daun herba, bagian atas berwarna hijau gelap, bagian atas berwarna hijau keabu-abuan. Bunga: Bracts berwarna hijau sangat pucat, kelopak kuning kehijauan pucat, mahkota berwarna kuning gelap, benang sari kuning pucat.
Spesimen yang diamati: Sumatra, Dokter van leeuwen-reijnvaan 3311, 27 Februari 1919, Dr. Cramer 127, 1915, H.A.B Biinnemeijer 520, 29 April, H.A.B Biinnemeijer 529 a, 19 Juli, H.A.B Biinnemeijer 529, 1 Mei, H.A.B Biinnemeijer 3740, 20 Juli 2018, J.A LORZING 13093, 28 April 1925, W.J.J.O de WILDE s.n, 1921--Sumatra: Bengkulu, C.C.G.J.vansteenis 3961, 12 November 1929; Bengkulu, Ajaib, L gaopi jaeoboon 310, 07 Juli 1916. Sumatra, G.malintang, H.A.B Biinnemeijer 3558, 17 juli 1918, H.A.B Biinnemeijer 4146, 31 Juli 1918.--Sumatra, Lampung (Kota Agung), C N A do voogd, 314, 27 Februari 1929.--Sumatra, Res. Lamp.Distis helling, Verzamelaar iboet 18, 13 November 1921.(berbunga).--Sumatra Utara , Sibolangit, J.A LORZING, 5089, 12 April.--Sumatra Selatan: Palembang, C.C.G.J.vansteenis 3796, 07 September 1929;
Gunung Raya-Ranau, J.J Wieringa 3417, 8 April 1998.
Gambar 3. Spesimen Thladiantha cordifolia (Blume) Cogn 4.4. Trichosanthes borneensis Cogn
Pertelaan: Climber. Sulur bercabang 2 atau 3. Batang 2-5 mm diameter ,berambut cokelat halus. Daun: daun tunggal, tersusun berseling, berlobus 3-5(-7); panjang 9- 18 cm dan lebar 10,5-17,5 cm; petiolus 2,5-8 cm. Perbungaan: bunga jantan aksilar;
tangkai perbungaan jantan 3-5 mm; bunga betina tidak di ketahui. Buah: membulat;
tangkai buah (2,5-)3,5-8 cm. Bji: elliptic ( bulat panjang).
Distribusi: Jenis ini dijumpai di Sungai Lesung dan Lantak ( Sumatra Barat).
Biologica Samudra Vol.1, No. 2, Desember 2019 |54 Habitat & ekologi: Tumbuh di tempat terbuka, tepi hutan primer dan terdegradasi, di tanah liat berpasir pada ketinggian.30-700 m alt
Catatan lapang ( dari label): Habitat hutan primer merayap
Spesimen yang diamati: Sumatra: Korthal s.n., 20 Februari 2004; Sungai Lesung; Dr.
O. Posthumus 1013, Februari 1998; Sumatra Barat, Lantak, Dayar Arbain DA-466, September 1983.
Gambar 4. Spesimen Trichosanthes borneensis Cogn 4.5. Trichosanthes coriacea Blume
Pertelaan: Climber. Sulur bercabang 2. Batang 2-4 mm diameter, berambut pendek coklat. Daun: daun tunggal, tersusun berseling, helaian daun menjantung; panjang 14-21,5 cm dan lebar 10-16 cm; petiolus 1,5-3 cm. Perbungaan: bunga jantan aksilar, tangkai perbungaan jantan 2 mm; bunga betina tidak dikenal. Buah: bulat telur;
tangkai buah 1,5 cm. Biji: apex dengan ujung yang membulat.
Disribusi: : Jenis ini dijumpai di Sumatra Barat (Pariaman).
Habitat & ekologi : Tumbuh di hutan bukit primer; pada ketinggian 400 m Catatan lapang ( dari label): -
Spesimen yang diamati: Sumatra Barat, Pariaman, dighenhond, s.n,.
Gambar 5. Spesimen Trichosanthes coriacea Blume
Biologica Samudra Vol.1, No. 2, Desember 2019 |55 5. Kesimpulan
Herbarium sebagai lembaga yang mengelola koleksi spesimen tumbuhan dalam bentuk kering dan basah, mempelajari keanekragamaan spesies tumbuhan, dan kedudukan taksonominya, serta membuat pangkalan datanya secara komputerisasi.
Pengelolaan manajemen herbarium di Herbarium Bogoriense ini terdiri dari 2 tempat yaitu di lapangan dan di gedung herbarium. Lapangan merupakan tempat pengambilan spesimen. Sedangkan di gedung Herbarium terdiri dari beberapa proses yaitu spesimen dipres dan dikeringkan dengan oven, dan diidentifikasi.
Kemudian spesimen di plak, dan didata di ruang database. Setelah data dimasukkan ke database, spesimen (herbarium) dimasukkan ke dalam freezer dan disimpan ke
dalam ruang koleksi. Hasil pegamatan spesimen
Cucurbitaceae di Herbarium Bogoriense, terdapat lima jenis cucurbitaceae yang jarang ditemukan di Sumatra yaitu, Hodgsonia macrocarpa (Blume) Cogn, Scopellaria marginata (Blume) W.J. de Wilde & Duyfjes, Thladiantha cordifolia (Blume) Cogn, Trichosanthes borneensis Cogn, dan Trichosanthes coriacea Blume.
Ucapan Terima Kasih
Penulis pertama juga berterimakasih kepada Botani – LIPI Cibinong.
Daftar Pustaka
Ajuru M, Nmom F. 2017. A review on the economic of species of Cucurbitaceae
and their sustainability in Nigeria. American Journal of Plant Biology 2(1):17-24.
Ahari, S. 2006. Hortikultura Aspek Budidaya. UI Press, Jakarta.
Esquinas- Alcazar, J.T dan P.J.Gulfck. 1983. Genetic Resources of Cucurbitaceae.
International Board For Plant Genetic Resources. Desember 1983.
Rugayah.2009. Cucurbitaceae: Keanekaragamana dan pemanfaatannya oleh masyarakat desa Wawolaa, Lampeapi dan Bobolio, di Pulau Wawonii Sulawesi Tenggara. Seminar Nasional Etnobotani IV, Cibinong Scince Center-LIPI : 18 Mei 2009, Hal 463- 468.
Tjitrosoepomo, G. 1993. Taksonomi Umum Dasar-Dasar Taksonomi Tumbuhan.
Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Wilde, de W.J.J.O dan B.E.E. Duyfjes. 2010. Flora Malesiana Cucurbitaceae Series I- Seed Plants Volume 19. Netherlands Centre for Biodiversity Naturalis: Netherlands.