• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jenis-jenis Media Massa untuk Penyuluhan

N/A
N/A
faiza marsya

Academic year: 2024

Membagikan "Jenis-jenis Media Massa untuk Penyuluhan"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

JENIS-JENIS MEDIA MASSA UNTUK PENYULUHAN

Makalah ini disusun guna memenuhi tugas Mata Kuliah Teknik Bimbingan dan Penyuluhan Melalui Media Massa

Dosen Pengampu:

Dr. Taufik Hidayatullah, M.Si.

Disusun Oleh:

Muhammad Masduki 11210520000008 Popon Siti Wulandari 11210520000010 Cinti Dwi Cahyani 11210520000011 Desya Safitri 11210520000012 Raudhatul Mumtahannah 11210520000021 Siti Hulaiyah 11210520000022 Cheirunnisa Gunawan 11210520000024

Rahma Nadhiroh 11210520000025

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN PENYULUHAN ISLAM FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA TAHUN 2024/1444 H

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur alhamdulillah selalu kami panjatkan kepada Allah SWT karena atas rahmat, nikmat dari-Nya kami masih diberikan kesehatan serta kemudahan dalam menjalankan tugas kami dengan sebaik-baiknya. Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada dosen pengampu mata kuliah Teknik Bimbingan dan Penyuluhan Melalui Media Massa, teman-teman, dan kepada berbagai sumber media yang telah membantu kami dalam mengumpulkan informasi sehingga kami dapat membuat makalah dengan judul “Jenis-Jenis Media Massa untuk Penyuluhan” dan terselesaikan dengan berbagai ringkasan yang kami simpulkan dan dapat tersusun dengan informasi yang baik. Semoga dengan terdapat makalah yang kami buat dapat memudahkan teman-teman memahami Jenis-Jenis Media Massa untuk Penyuluhan.

Dalam penyusunan makalah ini kami masih membutuhkan saran dan kritik dari para pembaca untuk bahan evaluasi kami kedepannya. Oleh karena itu, kami sangat berharap agar para pembaca dapat memberikan saran dan kritik dengan detail dan mudah dipahami agar makalah ini dapat menjadi makalah yang lebih baik.

Bekasi, 16 Oktober 20204

Penyusun

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... 2

DAFTAR ISI ... 3

BAB I ... 4

PENDAHULUAN ... 4

A. Latar Belakang ... 4

B. Rumusan Masalah ... 5

C. Tujuan Penulisan... 5

BAB II ... 6

PEMBAHASAN ... 6

A. Media Cetak ... 6

B. Media Elektronik ... 6

C. Media Digital ... 8

D. Kelebihan dan Kekurang Masing-Masing Media untuk Penyuluhan ... 11

BAB III ... 15

PENUTUP ... 15

A. Kesimpulan ... 15

DAFTAR PUSTAKA ... 16

(4)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Media massa merupakan salah satu alat yang digunakan untuk berkomunikasi setiap hari, kapan saja dan dimana saja antara satu orang dengan orang yang lain. Setiap orang akan selalu memerlukan media massa untuk mendapatkan informasi mengenai kejadian di sekitar mereka, dengan media massa pula orang akan mudah mendapatkan informasi yang mereka butuhkan pada saat tertentu mereka menginginkan informasi. Disisi lain manusia dapat berbagi kejadian – kejadian yang terjadi di sekitar mereka kepada orang lain. Sehingga antara satu orang dengan orang lain di daerah yang berbeda dapat melakukan pertukaran informasi mengenai kejadian disekitar mereka melalui media massa.

Media massa memegang peran penting dalam penyebaran informasi, terutama dalam konteks penyuluhan, baik di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, maupun ekonomi.

Penyuluhan yang efektif memerlukan media yang mampu menjangkau khalayak luas dan beragam secara efisien. Dalam era globalisasi dan perkembangan teknologi informasi, media massa telah berkembang pesat, dari media tradisional seperti radio, televisi, dan cetak, hingga media digital seperti platform online dan media sosial.

Penyuluhan melalui media massa memiliki kelebihan tersendiri dibandingkan dengan metode tatap muka, terutama dalam hal jangkauan dan efisiensi waktu. Namun, agar penyuluhan tersebut mencapai sasaran dengan optimal, perlu dipahami bahwa setiap jenis media massa memiliki karakteristik, kelebihan, dan kekurangan masing-masing. Sebagai contoh, media cetak lebih cocok untuk menyampaikan informasi yang mendetail, sementara televisi lebih efektif dalam menarik perhatian dengan elemen visual dan audio. Media sosial, di sisi lain, menawarkan interaktivitas dan penyebaran informasi secara cepat dan viral.

Kebutuhan akan penyuluhan yang tepat sasaran semakin mendesak di tengah tantangan masyarakat modern yang dihadapkan pada beragam isu, seperti kesehatan masyarakat, ketahanan pangan, dan perubahan iklim. Oleh karena itu, penting bagi penyuluh untuk memilih media yang tepat, menyesuaikan pesan dengan karakteristik media yang digunakan, serta memastikan pesan yang disampaikan dapat dipahami dan diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

(5)

B. Rumusan Masalah

1. Jelaskan apa itu media metak?

2. Jelaskan apa itu media elektronik?

3. Jelaskan apa itu media digital?

4. Sebutkan kelebihan dan kekurangan masing-masing media dalam konteks penyuluhan?

C. Tujuan Penulisan

1. Agar mengetahui mengenai apa itu media massa 2. Agar mengetahui mengenai apa itu media elektronik 3. Agar mengetahui mengenai apa itu media digital

4. Agar mengetahui mengenai kelebihan dan kekurangan masing-masing media dalam konteks penyuluhan

(6)

BAB II PEMBAHASAN A. Media Cetak

Media merupakan salah satu alat komunikasi efektif yang digunakan dalam proses penyuluhan. Di antara berbagai jenis media, media cetak seperti koran dan majalah telah menjadi pilihan populer karena kemampuannya mencapai massa luas dengan biaya yang relatif rendah. Tujuan dari makalah ini adalah untuk mengulas secara mendalam tentang efektivitas penyuluhan menggunakan media cetak, serta memberikan analisis terperinci tentang bagaimana koran dan majalah dapat dimanfaatkan sebagai instrumen penting dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat.

Media cetak memiliki peran yang cukup signifikan dalam mempengaruhui perkembangan peradaban manusia. Perubahan zaman, pergeseran nilai serta berkembangnya budaya yang mempengaruhi ritme kehidupan manusia. Dari waktu ke waktu perkembangan teknologi telah menghasilkan peningkatan teknologi media yang digunakan. Dari perkembangannya teknologi komunikasi dan informasi menghasilkan teknologi cetak (mekanik), lalu muncul teknologi.

Media cetak yang berbentuk printing yang begitu banyak tersebar dapat dinikmati dengan mudah dibaca yang bentuk medianya statis. Artinya, media ini dengan bentuk tercetak dimana Umumnya, yang bisa terbit paling satu kali sehari sekali. Dengan sistem penulisan secara in dept (lebih mendalam dan lengkap). Hal ini dapat dimanfaatkan sebagai media bimbingan bagi masyarakat umum.Media-media cetak lainnya seperti pamplet, majalah dinding, baleho, spanduk dan lain sebagainya merupakan media bimbingan yang dapat menyentuh banyak orang. Artinya secara kuantitas media-media cetak tersebut lebih menguntungkan. Saat ini media elektronik.

B. Media Elektronik 1. Radio

Radio merupakan salah satu media massa elektronik yang paling banyak digunakan untuk penyuluhan, terutama di wilayah pedesaan atau daerah terpencil.

Radio memiliki keunggulan dalam penyebaran informasi secara cepat dengan jangkauan yang luas, biaya produksi yang rendah, dan aksesibilitas yang mudah. Selain itu, radio tidak memerlukan literasi visual sehingga efektif untuk semua kelompok masyarakat, termasuk yang kurang melek huruf. Program-program penyuluhan melalui

(7)

radio sering berbentuk talk show, sandiwara radio, atau wawancara dengan ahli di bidang kesehatan, pertanian, maupun pendidikan.1

2. Televisi

Televisi menawarkan pengalaman penyuluhan yang lebih dinamis karena menggabungkan unsur audio dan visual. Media ini sering digunakan untuk menyampaikan program penyuluhan kesehatan, lingkungan, pendidikan, dan lainnya melalui iklan layanan masyarakat, drama edukatif, atau talk show. Karena visualisasi pesan sangat efektif dalam mempengaruhi emosi dan perilaku pemirsa, televisi merupakan media yang kuat untuk kampanye perubahan perilaku, seperti penyuluhan mengenai pola hidup sehat, pencegahan penyakit, atau kesadaran lingkungan.2

Peran Media Massa Elektronik dalam Penyuluhan

Media massa elektronik memainkan peran penting dalam menyebarkan informasi secara cepat dan efektif kepada masyarakat luas. Berikut adalah beberapa peran utama media elektronik dalam penyuluhan:

a. Penyebaran Informasi Cepat : Radio dan televisi memiliki jangkauan yang sangat luas dan dapat menyebarkan informasi secara instan kepada masyarakat, terutama pada saat krisis atau keadaan darurat. Misalnya, selama pandemi COVID-19, informasi penting tentang protokol kesehatan disebarluaskan melalui berbagai saluran radio dan televisi.3

b. Efektivitas dalam Mengubah Perilaku : Televisi memiliki kekuatan untuk mempengaruhi perubahan perilaku masyarakat melalui program yang menarik secara visual. Misalnya, kampanye anti-merokok atau promosi vaksinasi sering ditayangkan di televisi untuk mengajak masyarakat berpartisipasi dalam program kesehatan tertentu.4

c. Interaksi dengan Masyarakat : Program radio sering kali memungkinkan adanya interaksi langsung antara pendengar dan pembawa acara atau narasumber

1 Effendy, O. U. (2009). Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, hlm. 55-58.

2 Ardianto, E., & Erdinaya, S. (2014). Komunikasi Massa: Suatu Pengantar. Bandung:

Simbiosa Rekatama Media, hlm. 78-80.

3 Rogers, E. M. (2003). Diffusion of Innovations (5th ed.). New York: Free Press, hlm. 120.

4 Morissan. (2013). Manajemen Media Penyiaran: Strategi Mengelola Radio dan Televisi.

Jakarta: Kencana Prenada Media Group, hlm. 145.

(8)

melalui panggilan telepon. Ini memungkinkan masyarakat untuk bertanya dan mendapatkan jawaban langsung dari ahli terkait isu-isu penyuluhan.5

d. Menjangkau Wilayah Terpencil: Di daerah terpencil yang tidak terjangkau oleh televisi atau internet, radio menjadi pilihan utama untuk penyuluhan. Radio lokal dapat menyajikan program yang disesuaikan dengan bahasa dan budaya setempat, sehingga pesan penyuluhan lebih mudah dipahami oleh masyarakat.6 C. Media Digital

Salah satu bukti bahwa masyarakat sudah beralih ke digital, kini masyarakat lebih banyak menggunakan ponsel untuk digunakan dalam kegiatan sehari-hari, tidak ada hari tanpa ponsel dalam genggaman, dan tidak ada ponsel tanpa paket data. Berdasarkan hasil survey Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengguna internet di Indonesia mencapai 215,63 juta orang pada periode 2022 – 2023. Jumlah tersebut meningkat 2,67% dibandingkan pada periode sebelumnya yang sebanyak 210,03 juta pengguna.

Transformasi Digital merupakan suatu proses memanfaatkan teknologi digital untuk perubahan secara signifikan di berbagai aspek kehidupan sehingga kebutuhan dapat segera terpenuhi dengan lebih cepat, mudah, dan juga praktis. Seiring dengan perkembangan teknologi, pada proses penyuluhan sosial dibutuhkan sebuah transformasi digital. Dahulu, penyuluhan sosial atau sesi pengubahan perilaku masyarakat diberikan dengan lesehan di bawah pohon maupun duduk di atas tikar bambu sambal minum kopi. Namun kini penyuluhan sosial dapat diberikan melalui dunia maya, tidak bertatapan secara langsung, namun dapat berinteraksi satu sama lain.

1. Pengertian Media Digital

Media digital berasal dari kata media dan digital. Media berasal dari bahasa latin, yaitu medium yang berarti perantara atau sesuatu yang dipakai untuk menghantarkan, menyampaikan atau membawa sesuatu. Sedangkan Digital berasal dari kata digitus, dalam bahasa yunani berarti jari jemari, namun menurut istilah kata digital identik dengan internet. Media digital merupakan perpaduan antara berbagai media (format file) yang

5 Effendy, O. U. (2009). Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, hlm. 60.

6 McQuail, D. (2010). McQuail's Mass Communication Theory (6th ed.). London: SAGE Publications, hlm. 270.

(9)

berupa teks, gambar (vektor atau bitmap), grafik, sound, animasi, video, interaksi dan lain- lain yang telah dikemas menjadi file digital (komputerisasi), digunakan untuk menyampaikan atau menghantarkan pesan kepada publik. Media digital adalah suatu kombinasi data atau media untuk menyampaikan suatu informasi sehingga informasi itu tersaji dengan lebih menarik.7

Metode penyuluhan yang berbasis digital ini merupakan suatu cara baru dalam penyampaian penyuluhan kepada penerima manfaat sesuai dengan perkembangan zaman.

Penyampaiannya bisa melalui pendekatan perorangan, kelompok dan massa berupa video, suara dan gambar yang disampaikan kepada penerima manfaat. Penggunaan metode penyuluhan berbasis digital tersebut bertujuan agar penerima manfaat lebih memahami mengenai materi penyuluhan yang diberikan oleh penyuluh ke penerima manfaat.

Pemanfaatan metode dan teknik penyuluhan di era digital ini dapat dijadikan sebagai strategi komunikasi. Dimana penyuluh telah mencoba menyusun pesan komunikasinya sebagai materi dengan berbagai media baik secara tradisional maupun modern. Oleh karena itu perubahan metode dan teknik penyuluhan yang digunakan merupakan strategi yang diterapkan penyuluh dalam berbagai program.

2. Karakteristik Media Digital

Berikut adalah beberapa karakteristik utama dari media digital:

a. Interaktif

Salah satu karakteristik utama dari contoh media digital adalah interaktivitas. Pengguna dapat berinteraksi dengan konten, memberikan respon, atau berpartisipasi dalam diskusi. Misalnya, di media sosial, pengguna dapat mengomentari, membagikan, atau menyukai postingan, sementara di situs web, mereka dapat memberikan komentar atau mengunduh konten.

b. Mudah Diakses

Media digital dapat diakses kapan saja dan di mana saja selama pengguna memiliki perangkat yang terhubung ke internet. Ini membuat media digital sangat mudah diakses dibandingkan dengan media tradisional seperti koran atau televisi yang memiliki keterbatasan waktu dan tempat.

c. Konten Multimedia

7 Munir, Media digital Konsep & Aplikasi Dalam Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2013), hal.2.

(10)

Media digital sering kali menggabungkan berbagai jenis konten, seperti teks, gambar, audio, video, dan animasi dalam satu platform. Ini memungkinkan penyampaian informasi yang lebih kaya dan menarik bagi pengguna.

d. Distribusi Cepat

Dengan media digital, informasi dapat didistribusikan secara instan ke audiens global. Misalnya, sebuah berita yang dipublikasikan di situs web dapat dibaca oleh orang-orang di seluruh dunia dalam hitungan detik. Ini sangat berbeda dengan media cetak yang membutuhkan waktu untuk dicetak dan didistribusikan.

3. Contoh Media Digital

Media digital hadir dalam berbagai bentuk dan fungsinya yang berbeda dalam menyampaikan informasi kepada pengguna. Berikut ini beberapa yang sudah pasti sering temui:

1) Media Sosial

Media sosial adalah platform online yang memungkinkan pengguna terhubung dengan orang lain, berbagi informasi, dan mengekspresikan diri. Pengguna bisa saling berinteraksi melalui komentar, like, dan pesan pribadi. Beberapa contoh media sosial populer adalah Facebook, Instagram, Twitter (sekarang bernama X), dan TikTok, aplikasi yang sedang naik daun beberapa waktu terakhir ini.

2) Website dan Blog

Website dan blog merupakan platform saluran digital yang berbasis web, diakses melalui browser internet. Fungsinya bisa sebagai sumber informasi, portofolio, toko online, bahkan sarana komunitas. Kontennya bisa berupa teks, gambar, video, dan bisa bersifat statis atau dinamis tergantung pembuatnya. Contoh website berita:

Kompas.com, CNN Indonesia. Contoh blog: blog traveling, blog parenting.

3) Podcast

Podcast merupakan episode program yang tersedia di Internet. Secara umum, podcast berbentuk rekaman audio atau rekaman suara yang dibagikan pembuatnya secara online di internet. Sehingga, podcast juga bisa digunakan untuk mendukung pembelajaran. Podcast menjadi cukup sering digunakan untuk menunjang

(11)

pembelajaran karena aksesnya mudah dan praktis. Selain itu, ada banyak platform yang menyediakan podcast pembelajaran, dan mayoritas bersifat gratis.8

4. Pemanfaatan Media Digital Untuk Penyuluhan

Pemanfaatan digital penyuluhan sosial mengubah metode atau cara penyampaian pesan-pesan sosial kepada masyarakat, tidak dengan cara analog, namun menggunakan media digital. Penyuluhan Sosial dengan tatap muka atau langsung, dapat digantikan dengan penyuluhan sosial secara langsung, tetapi menggunakan media virtual, atau penyuluhan sosial secara tidak langsung melalui media- media sosial yang setiap hari dilihat oleh masyarakat.

Penyuluhan Sosial di masa kini dituntut memiliki banyak inovasi, responsif, dan bermanfaat bagi banyak pihak. Pada masa kini, proses penyebarluasan informasi dilaksanakan secara masif, cepat dan menyentuh ruang-ruang pribadi masyarakat. Model komunikasi mutakhir adalah pilihan dalam kegiatan penyuluhan sosial sebagai gerak awal dan gerak dasar, dengan menciptakan ruang-ruang komunikatif dan memiliki efek persuasif bagi masyarakat.

Mekanisme kerja Penyuluhan Sosial dalam memberikan penyuluhan adalah melakukan transfer knowledge atau pemberian pengetahuan dan pembekalan kemampuan penyuluhan kepada agen perubahan yang dinamakan penyuluh sosial. Selanjutnya, penyuluh sosial akan menyebarluaskan knowledge melalui kegiatan penyuluhan sosial di daerah-daerah, baik secara langsung maupun tidak langsung, untuk meningkatkan pelayanan publik (pelayanan sosial) bagi masyarakat guna mempercepat kesejahteraan umum.

D. Kelebihan dan Kekurang Masing-Masing Media untuk Penyuluhan

Media massa merupakan alat untuk penyebaran informasi yang lebih effisien dalam menyampaikan informasi untuk khalayak sasaran yang lebih luas. Dalam penyuluhan ada beberapa jenis media massa yang digunakan sebagai alat penyebaran informasi, dari masing-masing media yang digunakan memiliki kelebihan dan kekurang untuk penyuluhan, adapun kelebihan dan kekurangannya sebagai berikut:

8 JAKVISUAL. (2024, 18 Mei). Media digital: Pengertian, Karakteristik, dan Contohnya . Jakvisual.com. https ://jakvisual .com /media -digital -pengertian -karakteristik -contoh/

(12)

1. Kelebihan Media cetak

➢ Koran

Koran biasanya memuat berbagai informasi, seperti berita daerah, berita luar negeri, kolom lowongan kerja, dan rubrik mengenai aspirasi masyarakat.

➢ Majalah

Informasi yang disajikan kepada pembaca selalu aktual, menarik, dapat dibawa kemana-mana, terdokumentasi, mudah diperoleh dan dapat dibaca berulang-ulang dalam kondisi apapun.

1) Kekurangan Media Cetak (Koran, Majalah)

Media cetak memiliki beberapa kekurangan dalam konteks penyuluhan:

1. Informasi yang diberikan dalam media cetak kadang-kadang sudah ketinggalan zaman saat Anda membacanya. Hal ini membuatnya sulit untuk memberikan informasi yang aktual dan relevan.

2. Pembaca harus fisik membuka koran atau majalah untuk mencari informasi spesifik, yang dapat memperlambat proses pencarian informasi.

3. Produksi dan distribusi media cetak relative mahal, sehingga biaya operasionalnya tinggi.

4. Tidak semua wilayah memiliki akses yang sama terhadap media cetak, terutama di daerah-daerah pedesaan atau yang kurang berkembang.

2. Kelebihan Media elektronik

➢ Radio

Pendengar dapat berpartisipasi dengan penyiar melalui program siaran langsung, seperti mengirimkan pesan teks atau telepon.

➢ Televisi

Kelebihan televisi menurut Hafied Cangara yaitu:

(a)Televisi mempunyai kemampuan menyatukan antara fungsi audio dan visual, (b)Memiliki kemampuan dalam menampilkan warna,

(c)Penonton leluasa menentukan saluran mana yang disenangi dan diinginkan, serta (d) Mampu mengatasi jarak dan waktu, sehingga penonton yang tinggal

2) Kekurangan

➢ Radio

(13)

1. Waktu Siaran Terbatas: Durasi program radio biasanya terbatas, dengan maksimum 4 jam per episode, yang dibagi-bagi menjadi segment-segment acara.

2. Gangguan Teknis: Radio sering kali mengalami gangguan teknis seperti hilangnya sinyal atau suara yang tidak jelas, yang dapat mengganggu kualitas penyampaian informasi.

3. Auditorium Sederhana: Pesan yang disampaikan via radio hanya dapat didengar dan tidak dapat dilihat, sehingga informasi yang kompleks mungkin sulit disampaikan secara efektif.

4. Perhatian Kurang Penuh: Pendengar radio seringkali tidak fokus sepenuhnya karena melakukan aktivitas lain sambil mendengarkannya, sehingga retensi informasi lebih rendah.

➢ Televisi

1. Biaya Relatif Tinggi: Televisi relative mahal baik dalam hal harga pesawat maupun biaya produksi konten televisi.

2. Durabilitas Informasi Terbatas: Seperti radio, televisi juga memberikan informasi yang cepat tetapi tidak bertahan lama karena pendapat penonton terhadap program televisi biasanya singkat.

3. Spaasial Batasan: Meskipun televisi dapat menjangkau wilayah luas, namun masih ada batasan geografis tertentu terkait gelombang penyiaran yang dapat dicapai.

4. Teknis Kesulitan: Layanan televisi rentan gangguan teknis seperti sinyal jelek yang menyebabkan layar rusak atau gambar buram.

3. Kelebihan Media digital

➢ Media sosial

Media sosial memudahkan kita untuk berinteraksi dengan banyak orang, memperluas pergaulan, dan mengurangi perasaan terisolasi. Media sosial memberikan wadah untuk mengekspresikan diri, berbagi pendapat, dan menunjukkan bakat.

➢ Situs web

Situs web dapat diakses di berbagai perangkat dan browser web, sehingga dapat menjangkau audiens yang lebih luas.

➢ Podcast

Podcast bisa menjadi salah satu cara untuk belajar, karena Anda bisa mendapatkan informasi-informasi selama mendengarkan.

3) Kekurangan

(14)

➢ Media Sosial

1. Informasi Berantakan: Media sosial sering kali menghadirkan informasi yang tidak terverifikasi secara akurat, membuat sulit untuk membedakan antara fakta dan opini.

2. Interferensi Kompleksitas: Konten media sosial sering kali kompleks dan dinamis, membuat sulit untuk menjaga konsisten dan relevansi informasi yang disampaikan.

3. Audience Fragmentation: Pengguna media sosial fragmentasi, sehingga sulit untuk mencapai audiens target secara efektif tanpa strategi promosi yang matang.

➢ Situs Web

1. Navigasi Sulit: Situs web sering kali memiliki struktur navigasi yang kompleks, membuat pengunjung kesulitan menemukan informasi spesifik mereka butuhkan.

2. Kualitas Konten Varibel: Kualitas konten situs web sangat bergantung pada sumber daya manusia yang membantu pembuatannya, sehingga kualitasnya bisa sangat beragam.

3. Integritas Konten Kurang Pasti: Informasi online sering kali dipalsukan atau diedit tanpa alasan yang jelas, sehingga integritas kontennya relatif lemah.

➢ Podcast

1. Durabilitas Terbatas: Seperti media cetak dan elektronik lainnya, podcast juga memiliki durabilitas informasi yang terbatas karena pendengarnya tidak dapat meminta ulangi isi siaran yang telah dilakukan.

2. Respon Interaktif Terhambat: Pendengar podcast tidak dapat langsung merespons atau bertanya tentang isinya saat sedang didengarkan, sehingga interaktivitasnya terbatas.

3. Keterlambatan Update: Proses update episode baru dalam podcast kadang-kadang lambat, sehingga informasi yang disampaikan tidak selalu up-to-date.

(15)

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan

Dalam era modern ini, media massa memainkan peran yang sangat penting dalam proses penyuluhan, terutama melalui media cetak, elektronik, dan digital. Masing-masing jenis media memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu diperhatikan dalam penyuluhan. Media cetak seperti koran dan majalah efektif untuk memberikan informasi mendalam, namun terbatas oleh akses dan waktu. Media elektronik seperti radio dan televisi memiliki jangkauan yang luas dan mampu menyebarkan informasi secara cepat, namun biaya produksi yang tinggi serta keterbatasan interaksi menjadi tantangan. Media digital, terutama media sosial, website, dan podcast, menawarkan interaktivitas dan distribusi informasi yang lebih cepat dan luas, namun juga dihadapkan pada masalah verifikasi informasi dan fragmentasi audiens.

Pemilihan media yang tepat dalam penyuluhan sangat bergantung pada tujuan penyuluhan, karakteristik audiens, dan pesan yang ingin disampaikan. Penyuluh harus mampu menyesuaikan pendekatan komunikasi dengan keunggulan masing-masing media, sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh masyarakat.

Perkembangan teknologi memberikan peluang yang lebih besar bagi penyuluhan berbasis digital, namun media tradisional tetap memiliki tempatnya, terutama di daerah-daerah yang belum terjangkau teknologi digital secara merata.

(16)

DAFTAR PUSTAKA

Ardianto, E., & Erdinaya, S. (2014). Komunikasi Massa: Suatu Pengantar. Bandung: Simbiosa Rekatama Media, hlm. 78-80.

Bhakti Prima Findiga Hermuttaqein, Musdalifah, Muhammad Ilham, Nirta Andriani, Saskia, Nur Sakinah Fitri, & Nur Annisa. (2022). *Penyuluhan Literasi Digital: Cerdas Bermedia Digital*. Jurnal Lepa-lepa Open, 1(6), 1208-1215. E-ISSN: 2776-4176.

Retrieved from [Jurnal Lepa-lepa](https://ojs.unm.ac.id/JLLO/index).

Effendy, O. U. (2009). Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, hlm. 55-58.

Effendy, O. U. (2009). Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, hlm. 60.

Febriana, E., & Nabila, I. (2023, 6 September). Transformasi Digital Penyuluhan Sosial . Kementerian Sosial Republik Indonesia. Diakses pada 16 Oktober 2024, dari https ://kemensos .go .id /transformasi -digital -penyuluhan -sosial.

McQuail, D. (2010). McQuail's Mass Communication Theory (6th ed.). London: SAGE Publications, hlm. 270.

Media (cetak dan elektronik) sebagai wahana penyuluhan pertanian” - Jurnal Penyuluhan, Maret 2010 Vol. 6 No.1.

Morissan. (2013). Manajemen Media Penyiaran: Strategi Mengelola Radio dan Televisi.

Jakarta: Kencana Prenada Media Group, hlm. 145.

Reni Febriani. (2021). *Penyuluhan Peran Digital Marketing Dalam Meningkatkan Penjualan Produk UMKM Keripik Ciping Desa Sukawana Curug Kota Serang*. Jurnal ABDIKARYA, 3(2), 194-201. ISSN: 2686-6447. Retrieved from [Jurnal ABDIKARYA](https://doi.org/10.26533/jmd.v1i2.175).

Rogers, E. M. (2003). Diffusion of Innovations (5th ed.). New York: Free Press, hlm. 120.

Studi Evaluasi Pemanfaatan Media Cetak Folder pada Petani dalam Aktivitas Penyuluhan” - JIPPM UHO AC ID.

Vida. (2024, 16 Agustus). Contoh Media Digital, Tujuan, dan Karakteristiknya. Diakses 16 Oktober 2024, dari https ://vida .id /id /blog /contoh -media -digital ?hs_amp =true.

Referensi

Dokumen terkait

Namun hubungan yang kuat terjadi antara petani dan metode penyuluhan, antara petani dan pesan program, dan antara petani dan penyuluh; (2) Efektivitas komunikasi Program Simantri

Tujuan penelitian ini adalah diketahui efektivitas penyuluhan kesehatan dengan media lea flet tentang PSN DBD terhadap perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku

Namun hubungan yang kuat terjadi antara petani dan metode penyuluhan, antara petani dan pesan program, dan antara petani dan penyuluh; (2) Efektivitas komunikasi Program

Pada saat zat melebur memerlukan kalor, tetapi kalor tersebut tidak mempengaruhi perubahan suhu zat yang sedang melebur. Setiap zat melebur mempunyai suhu yang sama

STPI bertujuan untuk melakukan kampanye publik berkaitan dengan perubahan perilaku atau behavioral change communications campaign (BCC) untuk mempromosikan suatu

Strategi perancangan dan pembuatan iklan televisi lokal harus tepat pada sasaran, efisien dan efektif serta mampu mempengaruhi komunikan untuk menggunakan jasa Ardhian