Tesis ini telah diperiksa dan diterima oleh Panitia Ujian Tesis Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan Keputusan Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar Nomor: Tahun 1435 H/2014 M dan dipertahankan di hadapan para penguji pada hari Rabu tanggal 20 Agustus 2014. M/19 Ramadhan 1435 H, sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana ekonomi pada Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar. Puji dan syukur kehadirat Allah SWT, atas karunia dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan artikel ini sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan studi dan memperoleh gelar sarjana di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Akuntansi Universitas Muhammadiyah dari Makasar. Judul artikel ini adalah “Analisis Pengendalian Mutu Dalam Peningkatan Mutu Produk Pada PT FAJAR MAKASSAR” Sedangkan isi dan materinya meliputi teori dan analisis perhitungan yang diperoleh dari penelitian dan hasil penelitian.
Latar Belakang
Melalui pengendalian mutu ini diharapkan produk yang dihasilkan oleh perusahaan mampu memuaskan konsumennya, sehingga perusahaan harus menghasilkan produk yang sesuai dengan standar mutu. Penelitian terdahulu yang menjadi acuan penulis mengenai analisis pengendalian mutu untuk mencapai standar mutu pada PT. Berdasarkan data-data diatas tentang pengendalian kualitas dan penelitian-penelitian terdahulu yang menjadi acuan penulis, maka judul penelitian ini adalah Analisis Pengendalian Kualitas Dalam Peningkatan Kualitas Produk Pada PT.
Rumusan Masalah
Dimana penelitian ini membahas bahwa perusahaan dituntut untuk menghasilkan barang dan jasa yang berkualitas tinggi agar konsumen dapat memenuhi kebutuhan sehari-harinya sehingga operasional perusahaan dapat berjalan efektif dan efisien, maka perusahaan (produsen) harus melakukan pengendalian kualitas untuk mengurangi produk yang mengalami kegagalan. /kerusakan untuk mencapai standar mutu. Selain itu, penelitian terdahulu yang juga menjadi rujukan peneliti adalah Pengukuran Kualitas Produk Menggunakan Metode Statistical Process Control (studi kasus PT. Intermasa) yang dilakukan oleh Haq (2008). PT. Intermasa merupakan perusahaan jasa di bidang percetakan yang berkomitmen untuk menjadi pelaku usaha berstandar internasional, oleh karena itu sangat perlu diterapkannya Sistem Manajemen Mutu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur kualitas produk jenis paperback dengan menggunakan pembuatan statistik. metode pengendalian proses.
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
Pengertian, Dimensi, dan Faktor – Faktor Yang Memengaruhi Mutu Dalam kehidupan sehari – hari seringkali kita mendengar orang
Kualitas pelayanan merupakan salah satu hal penting yang harus diperhatikan oleh para pengelola usaha.Kualitas pelayanan adalah tingkat keunggulan yang diharapkan dan pengendalian atas tingkat keunggulan tersebut untuk memenuhi harapan konsumen (Lovelock, 1988).Parasuraman et al. 1988) dan Kotler (1997) mendefinisikan kualitas pelayanan sebagai bentuk penilaian konsumen terhadap tingkat pelayanan yang diterima (perceived service) dengan tingkat pelayanan yang sesuai. Saat memproduksi suatu barang, perhatian harus diberikan pada fungsi penggunaan atau tujuan barang tersebut, karena pemenuhan fungsi ini mempengaruhi kepuasan pelanggan. Hal ini terlihat pada barang yang memiliki biaya atau harga yang tinggi, yang berarti kualitas barang tersebut relatif lebih baik.
Pengertian, Tujuan dan Ruang Lingkup Pengendalian Mutu
Dalam penerapan pengendalian mutu, tidak hanya manajemen yang bertanggung jawab memenuhi kebutuhan pelanggan, namun juga diperlukan komitmen dan peran aktif seluruh anggotanya. Sebagaimana dijelaskan oleh Ishikawa (1990), pengendalian kualitas merupakan suatu kegiatan penelitian, pengembangan, perancangan dan pemenuhan kepuasan pelanggan, memberikan pelayanan yang baik dimana pelaksanaannya mencakup seluruh kegiatan dalam perusahaan mulai dari manajemen puncak hingga karyawan pelaksana. Filosofi pengendalian kualitas Kaoru Ishikawa adalah tidak masuk akal untuk memproduksi barang berbiaya rendah yang tidak memenuhi harapan kualitas pelanggan, dan tidak masuk akal untuk menghasilkan produk yang berkualitas tinggi tetapi mahal dan tidak terjangkau oleh pelanggan. Secara umum, harus ada keselarasan antara kualitas dan biaya, harga dan harapan pelanggan.
Menurut Prawirosentono (2007), tujuan pengendalian mutu adalah agar produk akhir mempunyai spesifikasi yang sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan dan agar biaya desain produk, biaya inspeksi, dan biaya produksi dapat beroperasi secara efisien. Pengendalian mutu mempunyai dua arti: arti yang lebih luas identik dengan inspeksi, dan arti yang lebih sempit adalah pengendalian mutu statistik. Ini mencakup semua format inspeksi untuk memastikan bahwa proses manufaktur dan produksi memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
SPC juga merupakan suatu grafik visual untuk memberikan gambaran mengenai proses yang sedang berlangsung, untuk mengetahui apakah proses tersebut masih dalam batasan yang telah ditentukan atau tidak dan dapat dikatakan SPC merupakan suatu ilmu yang mempelajari teknik atau metode pengendalian mutu berdasarkan prinsip/statistik. konsep. (Ariani, 2004). SPC memiliki 7 alat statistik utama yang dapat digunakan sebagai alat kendali mutu yaitu Sampel keluaran proses diambil dan rata-rata sampel tersebut diplot pada grafik yang mempunyai batas.
R dalam bagan R adalah "rentang" yang mengukur perbedaan antara nilai terendah dan tertinggi dari sampel produk yang diamati dan memberikan gambaran tentang variabilitas proses. U pada bagan U berarti kesalahan “unit” dalam kelompok sampel. Bagan U menghitung titik cacat per unit laporan inspeksi selama periode yang mungkin memiliki ukuran sampel berbeda (banyak item yang diperiksa). U-chart digunakan jika sampel yang diambil berbeda atau seluruh produk yang dihasilkan akan diuji. Fajar Makassar khususnya bagian produksi/operasi menerapkan pengendalian kualitas dalam proses produksinya agar kualitas meningkat dan cacat pada produknya berkurang.
Rancangan Penelitian
Sumber Data
Data primer yaitu data yang diperoleh langsung dari perusahaan yang diteliti melalui observasi langsung terhadap proses produksi, serta melalui wawancara langsung dengan pimpinan perusahaan dan pihak lain yang terkait dengan masalah yang diteliti. Data sekunder yaitu data yang dikumpulkan dari dokumen-dokumen yang ada di perusahaan, dan hasil penelitian kepustakaan serta dari internet mengenai hal-hal yang berkaitan dengan penelitian.
Teknik Penjaringan Data
Metode Pengumpulan Data
- Sejarah Singkat Perusahaan
- Akta Pendirian
- Akte Perubahan
- Akta Perubahan
- Akta Perubahan
Analisis data merupakan bagian yang sangat penting dalam penelitian. Analisis data dimulai dengan pengumpulan data. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Microsoft Excel dan Minitab 15. Berdasarkan data yang diperoleh, metode yang digunakan adalah metode deskriptif komparatif. Fajar Makassar merupakan perusahaan percetakan yang merupakan anak perusahaan dari PT.Media Fajar Group.
Perusahaan ini didirikan pada tanggal 24 Agustus 1989 berdasarkan akta pendirian nomor 16 di hadapan notaris Liem Sien Hwa, SH. Pada tanggal 31 Maret 2001, berdasarkan Akta Perubahan Nomor 21 di hadapan Notaris Endang Soelianti, SH, perusahaan ini berubah nama menjadi PT. Fajar Makassar berlokasi di Jl.Racing Center No.101 Makassar, namun saat ini PT.Fajar Makassar Grafis pindah ke Gedung Graha Pena Lt.4, Jl.
Fajar Makassar Graphic bergerak dalam bidang percetakan surat kabar, perusahaan ini memproduksi atau mencetak surat kabar sesuai dengan jumlah pesanan cetak atau print order dari redaksi Fajar Daily.
Struktur Organisasi Perusahaan
Uraian tugas masing-masing bagian yang disusun dalam struktur organisasi dapat dijelaskan sebagai berikut. Bertanggung jawab apakah proses pencetakan surat kabar berjalan dengan baik atau tidak, dengan kata lain bertanggung jawab atas terbitnya surat kabar terlambat atau tepat waktu. Kertas CD dengan lebar 69,5 cm, potongan 57,8 cm dan tebal 48,8 gram digunakan untuk mencetak koran 7 kolom.
Unit Consult yaitu mesin yang digunakan untuk mengontrol unit-unit seperti tombol start, incing, slow dll. Unit Conveyor yaitu mesin yang digunakan untuk menyuplai koran cetak ke mesin hitung. Counter Stacker, yaitu kalkulator yang digunakan untuk menghitung jumlah produksi surat kabar dan jumlah kesalahan pada surat kabar.
Pada proses ini cetakan yang masih dalam bentuk file diedit dengan cara menyusun kolom-kolomnya dan memeriksa apakah ada huruf atau gambar yang tidak sesuai. Pada proses ini layout yang dihasilkan disusun atau disusun menjadi beberapa halaman, dan diperiksa kembali apabila ada yang kurang sesuai, sehingga layout yang dihasilkan siap untuk ditampilkan. Hasil tata letak disalin ke dalam pelat dengan menggunakan mesin penanda pelat dengan cara penerangan.
Pada tahap ini mesin akan beroperasi dan menghasilkan keluaran surat kabar yang siap dikirim ke agen dan redaksi Fajar Group.
Pengendalian Mutu Perusahaan
- Lembar Pengecekan (check sheet)
- Diagram Histogram
- Peta Kendali (control chart)
- Diagram Sebab Akibat (fishbone diagram)
- Usulan Tindakan Perbaikan
Hasil cetak koran yang bersih bisa disebabkan oleh plat yang digunakan bagus, tinta tercampur rata, dan bahan kimia yang digunakan tepat. Dari hasil histogram di atas terlihat bahwa dari keempat jenis cacat produksi, jumlah cacat akibat tinta tebal/pudar merupakan cacat tertinggi dengan jumlah 40.915 eksemplar, disusul cacat akibat kertas rusak dengan jumlah total 40.915 eksemplar. 40.915 cacat sebanyak 10.259 eksemplar, kemudian cacat akibat kimia eter yaitu pH air yang tidak sesuai sebanyak 8.803 eksemplar, dan jenis cacat terendah yaitu pelat aus sebanyak 5.935 eksemplar. Oleh karena itu, dibuatlah diagram sebab akibat (fishbone diagram) untuk menggambarkan faktor sebab akibat suatu permasalahan. Di bawah ini diagram sebab akibat pelat aus, tinta tebal/pudar, pH air tidak sesuai, dan kertas rusak.
Pada proses pemindahan desain ke pelat terkadang ditemukan cacat yang disebabkan oleh bahan pelat itu sendiri, dan pada saat prepress, cacat dapat disebabkan oleh operator yang kurang hati-hati sehingga menyebabkan pelat aus. hasilnya. pada hasil cetak yang buruk/cacat. Tinta kental/keruh sering terjadi pada awal proses produksi karena tinta tidak tercampur secara merata. Tinta yang tebal/kabur juga disebabkan oleh kualitas tinta yang rendah, dimana tinta yang berkualitas rendah menghasilkan kertas koran yang berkualitas rendah.
Selain itu, tinta yang kental/lembut bisa disebabkan oleh pekerja yang kurang hati-hati saat mengisi ulang tinta dengan menambahkan tinta yang kurang dari yang seharusnya atau terlalu banyak. Rusaknya kertas dapat terjadi pada saat proses pembuatan kertas maupun pada saat pembuangan akibat kelalaian pekerja. Untuk memastikan tinta tidak terlalu kental/kurang, operator harus berhati-hati saat memasukkan tinta ke dalam mesin dan memastikan ukuran tinta yang dimasukkan sudah sesuai, dan pada saat mesin berjalan, operator harus tetap menyimpan memperhatikan hasil cetakan koran, sehingga apabila ternyata pengaturan awal tinta dirasa kurang, operator dapat mengubah pengaturan tinta pada alat tersebut untuk mencapai hasil yang maksimal.
Rusaknya kertas akibat ekspedisi dapat dihindari jika pekerja lebih berhati-hati dalam mengangkut kertas, namun kertas yang rusak/bergelombang karena lembab juga harus dilihat dari tempat penyimpanan/gudang kertas tersebut.
Kesimpulan
Saran
Perusahaan harus memberikan pelatihan dan instruksi kepada karyawannya, khususnya bagian percetakan, untuk lebih berhati-hati dalam menjalankan tugasnya, sehingga kesalahan yang disebabkan oleh manusia pada tinta, kertas, pH air, dan produk pelat dapat dihindari. Bagi peneliti selanjutnya yang ingin melakukan penelitian mengenai pengendalian mutu terpadu atau pengendalian proses statistik secara terpisah, dengan menambah jumlah variabel dapat mengembangkan hasil penelitian ini pada fasilitas penelitian di perusahaan lain. Heizer, Jay, dan Barry Render. 2006. Manajemen Operasi. edisi ke-7. Jersey baru: Pearson Education, Inc. Sungai Pelana Atas.
Teknik Statistika Bisnis dan Ekonomi Menggunakan Dataset Global Edisi 13. Jakarta: Salemba Empat. Puspita, Ita. 2008. Analisis pengendalian kualitas untuk mencapai standar kualitas produk di PT Central Power Indonesia, (Online), ([email protected]) diakses pada tanggal 5 Oktober 2012.