p-ISSN: 2723-7427, e-ISSN: -
Open Access at : https://ejournal2.undiksha.ac.id/index.php/JLD
Program Studi Ilmu Hukum Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial
Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja
147
EKSISTENSI HUKUM ORGANISASI INTERNASIONAL SEBAGAI ALAT UNTUK MENCEGAH INTENSITAS KONFLIK DAN INSTABILITAS ANTAR NEGARA
Gusti Kadek Ardi Wira Utama1, Hartana2, Dewa Gede Sudika Mangku3, Ni Putu Rai Yuliartini4, Elly Kristiani Purwendah5
1 Universitas Pendidikan Ganesha. E-mail : [email protected]
2 Universitas Bung Karno Jakarta. E-mail : [email protected]
3 Universitas Pendidikan Ganesha. E-mail : [email protected]
4 Universitas Pendidikan Ganesha. E-mail : [email protected]
5Universitas Wijayakusuma. E-mail : [email protected]
Info Artikel Abstract
Masuk: 12 Februari 2023 Diterima: 1 Maret 2023 Terbit: 1April 2023 Keywords:
Law, International Organizational Law, Subject and Object of HOI, Existence.
This paper discusses the definition of law and organization.international, subject and.HOI objects, goals, roles, and organizational functions.international law, as well as the existence of international organizational law as a tool to prevent the intensity of conflict and instability between countries. In a cooperative relationship that exists between several countries or is called an international organization, various conflicts or conflicts of interest are certainly unavoidable. So that starting from this, the existence and existence of international organizational law plays an important role in regulating cooperative relations and preventing conflicts between countries. existence.International organizations as one of the subjects of the HOI can be seen with its rapid development.after the second world war. So it is clear that the existence of international organizations today cannot be doubted anymore. .
Abstrak Kata kunci:
Hukum, Hukum
Organisasi Internasional, Subjek dan Objek HOI, Eksistensi.
Corresponding Author:
Gusti Kadek Ardi Wira Utama
E-mail:
Tulisan ini membahas tentang definisi hukum dan organisasi.internasional, subjek dan.objek HOI, tujuan, peran, dan fungsi organisasi.internasional, serta eksistensi hukum organisasi internasional sebagai alat untuk mencegah intensitas.konflik dan instabilitas antar negara. Dalam hubungan kerja sama yang terjalin beberapa negara atau disebut organisasi internasional, berbagai konflik atau benturan kepentingan tentu tidak dapat dihindari. Sehingga bertitik tolak pada hal tersebut, keberadaan dan eksistensi hukum organisasi internasional sangat berperan penting dalam mengatur hubungan kerjasama dan mencegah adanya konflik antar negara. Eksistensi.organisasi internasional sebagai salah satu subjek dari HOI sangat terlihat perkembanganya yang begitu pesat.pasca terjadinya perang dunia ke dua. Sehingga sudah
148
jelas bahwa eksistensi organisasi internasional saat ini tidak dapat dirgukan lagi.
@Copyright 2023.
PENDAHULUAN
Pada hakikatnya manusia dalam melangsungkan kehidupnya.memerlukan bantuan dari orang lain, sehingga hal ini mengharuskan manusia untuk idup saling membantu dan menjalin hubungan kerja sama dengan baik guna mencapai tujuan dan tercipta hidup yang damai. Namun, dalam menjalani kehidupan juga terkadang sering terjadi benturan.kepentingan. Begitu juga halnya dengan negara, setiap negara perlu perlu menjalin hubungan kerjasama antar negara karena suatu negara tidak bisa berdiri sendiri tanpa ulur tangan negara lain. Hal ini menjelaskan bahwa.fungsi sosial dari bantuan suatu negara sangat membawa pengaruh besar, sehingga organisasi internasional sangat penting keberadaanya.1
Organisasi internasional adalah sebuah perkumpulan beberapa negara yang terbentuk atas dasar persetujuan anggota-anggotanya dan mempunyai tujuan yaitu untuk mencapai hal yang sudah direncanakan atau kepentingan negara-negara bersangkutan.2 Organisasiinternasional sebagai bagian dari subjek hukum internasional merupakan salah satu alat yaang digunakan dalam mencegah intensitas konflik dan instabilitas antar negara. Sehingga dibentuknya organisasi ini dianggap.sangat membawa pengaruh baik bagi kepentingan suatu negara dimana kepentingan yang dimaksudkan menyangkut bidang pertahanan dan keamanan dalam kehidupan internasional.
Namun dalam menjalin hubungan kerja sama tidak akan selalu terjalin dengan baik karena dalam hubungannya tersebut seringkali akan terjadi benturan kepentingan yang terkadang dapat menimbulkan konflik atau berbagai permasalahan (persoalan) yang mengarah pada peperangan. Benturan kepentingan yang terjadi biasanya disebabkan karena perebutan perbatasan, SDA, kerusakan lingkungan, perdagangan dan lain sebagainya. Sehingga ketika hal ini terjadi hukum organisasi internasionallah yang memiliki peran penting karena di dalam hukum organisasi internasional terdapat himpunan instrument pokok berupa norma- norma atau prinsip yang mengatur tentang aspek yang berkenan dengan.organisasi atau negara-negara bersangkutan. Dalam tulisan ini akan dibahas lebih jelas mengenai eksistensi hukum.organisasi internasional sebagai alat dalam mencegah intensitas konflik dan instabilitas antar negara.
METODE PENELITIAN
Pada dasarnya metode penelitian adalah suatu tahap dalam memperoleh data guna mendekati suatu kebenaran. Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti menganalisa,memplajari, dan memahami kondisi serta keadaan sekitar.
1 Cornelesz, A. T. P. (2018). Kedudukan Organisasi Internasional Sebagai Wadah Kerjasama Antar Negara Menurut Kajian Hukum Internasional. LEX ET SOCIETATIS, 6(6).
2 Sumaryo Suryokusumo,Penghantar Hukum Organisasi Internasional, (Jakarta:PT Tatanusa, 2007), hlm. 1.
149 Berkenan dengan hal tersebut dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah penelitian normatif atau studi kepustakaan, yaitu memahami dan mempelajari berbagai literatur yang tentunya berkaitan dan berhubungan dengan objek yang diteliti, termasuk juga documentary studies atau studii dokumen dari bahan primer maupun sekunder. Kemudian untuk metode pendekatan yang digunakan bersifat yuridis normatif, yang berarti penelitian ini terfokus dan difokuskan untuk mengkaji penerapan prinsip, norma, atau kaidah yang terdapat dalam hukum.3
HASIL DAN PEMBAHASAN Definisi Hukum
Pada dasarnya hukum memainkan peran yang sangat penting dakam kehidupan, hukum hadir untuk mengatur berbagai bidang dalam kehidupan masyarakat agar berjalan teratur (tertib sosial). Selain itu juga memainkan peran untuk menjaga hak dan kewajiban seluruh masyarakat.4 Dalam perannya hukum ditempatkan sebagai penjaga ketertiban, kepastian dan keteraturan dalam kehidupan bermasyarakat maupun bernegara.
Secaraetimologis, hukum berasal.dari bahasa arab yaitu hakama yahkumu hukman, dalam bahasa Inggris.disebut law, bahasa Belanda disebut recht, bahasa Prancis disebut loi dan dalam bahasa Spanyol disebut derecto. Kemudian secara umum, hukum merupakan seperangkat peraturan yang ditentukan oleh kekuasaan pengendali dan mengikat. Selain itu hukum merupakan seperangkt aturan yang harus.ditaati oleh masyarakat disuatu wilayah atau negara yang apabila tidak ditaati atau dilanggar akibatnya akan dikenakan sanksi.
Selain itu, adapun definisi hukum sendiri banyak dijelaskan oleh para ahli hukum Indonesia, antara lain:
1. Satjipto Rahardjo,
Menurut Satjipto Rahardjo, hukum merupakan karya manusia yang berupa norma- norma, termasuk petunjuk tentang bagaimana bertindak dan berperilaku. Hukum mencerminkan kehendak manusia tentang bagaimana masyarakat harus dimajukan dan kemana harus diarahkan.
2. J.C.T Simorangkir dan Woerjono Sastropramto,
Menurut Simorangkir dan Woerjono, hukum merupakan peraturan wajib yang dikeluarkan oleh badan publik yang berwenang yang mengatur perilaku manusia dalam masyarakat dan dikenakan sanksi jika melanggar peraturan tersebut.
3. Sudikno Mertokusumo,
Menurut Sudikno Mertokusumo, hukum merupakan pedoman atau ketentuan tentaang apa yang haruss dilakukan. Pada hakikatnya hukum adalah rumusan pendapat atau pandangan tentang bagaimana seharusnya sesorang dalam bertindak, berperilaku dan bersikap.
4. Soedjono Dirdjosisworo,
3 Johnny Ibrahim,Teori dan Metodologi Penelitian Hukum Normatif, Bayu Media, Malang, 2008, hlm.306.
4 Dr. Dewa Gede Sudika Mangku, S.H.,LL.M, PENGANTAR ILMU HUKUM, (Jawa Tengah: Penerbit Lakeisha, 2020), hlm. 1.
150 Menurut Soedono, hukum merupakan gejala sosial dan harus berkembang bersama dengan kehidupan manusia. Hal ini dapat terwujud ketika keselarasan pertemuan antara kebutuhan dan kepentingan masyarakat, baik yang sesuai maupun yang tidak sesuai,
5. Soerjono Soekanto dan Purnadi Purbacaraka,
Menurut Soekanto dan Purnandi, hukum adalah ilmu pengetahuan, kaidah, tata hukum, petugas, keputusan penguasa, proses pemerintahan, dan sebagai sikap perilakuan.
Jadi dari uraian definisi hukum diatasdapat disimpulkan hukum adalah seperangkat aturan, kaidah atau norma yang dibuat dengan tujuan mengatur perilaku, tindakan, serta tingkah laku manusia dalam menjalani kehidupannya.
Dengan kata lain, hukum merupakan peraturan tertulis dan tidak tertulis yang dibuat untuk mengatur kehidupan masyarakat dan memberikan sanksi bagi seseorang yang melanggar.
Definisi Organisasi Internasional
Organisasi Internasional adalah sebuah perkumpulan beberapa negara yang dibentuk atas dasar.persetujuan anggota-anggotanya. Organisasi Internasional merupakan unit yang memiliki sistem tetap atau perangkat yang memiliki tujuan yaitu mencapai hal yang sudah direncanakan atau kepentingan negara-negara bersangkutan.5 Hukum organisasi internasional merupakan bagian dari subjek hukum internasiona, lebih tepatnya setelah negara. Jadi negara-negaralah yang mendirikan suatu organisasi dalam ranah internasional karena mereka sadar bahwa satu sama lain saling membutuhkan sehingga memerlukan kerjasama antara negara satu dengan negara lainnya. Dalam perkembangannya organiasi ini sangat cepat berkembang dan semakin modern meskipun baru hadir sejak abad ke-19 dan menglami perubahan ke arah yang lebih baik setelah peang dunia II.
Selain itu, adapun definisi organisasi internasional juga di kemukakan oleh beberapa ahli, yakni:
1. Sumaryo Suryokusumo
Sumaryo Suryokusumo menjelaskan bahwa, organisasi iinternasional merupakan suatu prosesyang memperhatikan aspek perwakilan dari proses yang sedang berlangsung. Dalam proses kerja sama, organisasi internasional juga harus beradaptasi, menemukan kompromi, mendefinisikan kesejahteraan, menyelesaikan masalah bersama, dan meredakan konflik yang timbul.
2. Boer Mauna
Menurut Boer, Hukum organisasi internasional merupakan mendefinisikan persekutuan negara yang berdaulat dan merdeka yang memiliki tujuan mecapai tujuan bersama melalui yang namanya organisasi tersebut.
3. Daniel S. Cheever dan H. Field Haviland Jr.
Menurut Daniel dan Haviland, organisasi internasional merupakan suatu susunan yang terlembagakan dari bentuk-bentuk kerjasama internasional antar negara,
5 Sumaryo Suryokusumo,Penghantar Hukum Organisasi Internasional, (Jakarta:PT Tatanusa, 2007), hlm. 1.
151 biasanya berdasarkan kesepakatan dasar untuk melakukan kegiatan yang saling menguntungkan.
4. D.W. Bowett
Menurut Bowet, organisasi internasional merupakan persekutuan permanen yang dibentuk dengan tujuan tertentu dan atas dasar dari suatu traktat.
5. J. Pariere
Menurut Pariere, organisasi internasional adalah kelompok yang terdiri dari setidaknya 3 negara yang didirikan atas dasar suatu perjanjian tertulis.
Jadi dari uraian definisi organisasi internasional diatas dapat disimpulkan bahwa organisasi internasional.merupakan forum yangdibentuk oleh negara yang sebagai subjek hukum internasional guna mencapai tujuan bersama antar negara sehingga terjalin hubungan yang harmonis dalam membantu sesama dan mencapai tujuan bersama. Kemudian apabila digabungkan antara definisi hukum dan organisasi internasional maka diperoleh hukum organisasi internasional adalah seperangkat norma, aturan, atau prinsip yang mengatur mengenai aspek yang berkaitan hukum OI.
Subjek dan Objek Hukum.Organisasi Internasional
Adanya organisasi.internasional sangat diperlukan dalam kehidupan terutama dalam menjalin hubungan kerja sama antarnegara guna mencapai tujuan dan kepentingan bersama. Selain itu, organisasi internasional juga diperlukan untuk memecahkan persoalan dan mengurangi pertikaian. Sehingga dalam hal ini perlu diketahui apa.saja yang menjadi subjek danobjek dari pada hukum oragnisasi internasional tersebut.
1) Subjek Hukum.Organisasi Internasional
Pada hakikatnya subjek hukum organisasi iinternasional adalah semua yang dapat membuat aturan hukum yang dapat dilaksanakan karena sudah diakui mempunyai.kapasitas. Subjek tersebut meliputi semua organisasi internasional.
Dalam artiluas subjek OI tidak hanya menyangkut organisasi yang dibentuk oleh negara atau pemerintahan tetapi bisa juga dibentuk oleh badan non pemerintahan.6 Artinya organisasi internasional memiliki dua bagian yaitu organisasi antar pemerintah (yang dibentuk pemerintah) dan organisasi non-pemerintahan. Selain itu terdapat juga organisasi regional atau subregional.
Perbedaanya antara kedua organisasi tersebut sangat terlihat, jikaorganisasi internasional merupakan badan.multilateral yang memiliki kepentingan yang lebih luas dan memiliki prinsip keanggotaan yang universal. Sedangkan, organisasi regional memiliki kepentingan yang relatif luas dan prinsip keanggotaannya yang terbatas. Organisasi dapat dikelompokan atas dasar sifat.darikesamaan wilayah suatu negara. Adapun pengelompokan menurut ahli Miller dan Bennet antara lain:
a. Organisasi serbaguna atau Multipurpose organizations, adanya organisasi ini memiliki kegiatan serta tujuan dalam segala bidang.
6 Sumaryo Suryokusumo, Hukum Organisasi Internasional, PT. Tatanusa, Jakarta, 2007, hal. 12.
152 b. Organisasi Persekutuan atau Alliance-type organizations, adanya organisasi ini ditunjukan untuk bekerja sama terutama dalam bidang pertahanan dan keamanan.
c. Organisasi Fungsional atau Functional organizations, adanya organisasi ini memiliki kegiatan yang bertujuan dalam memajukan berbagai sektorterkecuali keamanan.
d. Komisi Regional PBB atau UnitedNations Regional Commissions, komisi ini merupakan dibawah naungan PBB yang dibentuk disetiap wilayah dan bergerak dalam bidangekonomi dan sosial.7
2) Objek Hukum.Organisasi Internasional
Selain subjek, adapun objek dari hukum organisasi internasional yaitu negara. Berdasarkan instrument pokok yang ditetapkan oleh suatu organisasi, negara sebagai objek hukum organisasi internasional menyangkut kualifikasi sebagai negara anggota serta hak-hak, kewajiban negara, dan hak kedaulatan.
Kedaulatan ini menjelaskan bahwa negara tersebut mempunyai kapasitas internasional, dengan kata negara yang berdaulat dapat mengambil segala tindakan apapun selama tidak bertentangan dengan seperangkat aturan atau prinsip hukum internasional dan instrument pokok organisasi internasional di dalam negara bersangkutan
Dalam perkembangannya, hak-hak yang dimiliki sebagai obyek hukum organisasi internasional mengalami perubahan. Sebelumnya objek HOI memiliki hak untuk berperang, namun saat ini hak tersebut telah digantikan oleh hak untuk menggunakan kekuatan untuk membela diri dan hak untuk tetap netral dalam konflik bersenjata antar negara. PBB yang merupakan salah satu organisasi penting dunia juga mengembangkan negara sebagai subjek hukum hukum organisasi internasional, dan Majelis umum PBB mengeluarkan resolusi XXV dan memproklamasikan deklarasi tentang prinsip hukum internasional tersebut pada 24 Oktober 1970. Deklarasi yang memakan waktu 8 tahun untuk diproduksi dan dirumuskan tersebut berhasil menciptakan kerjasama dalam pengertian Pasal 2 Ayat 4 dan Ayat 7 Piagam PBB (lihat Piagam). Negara yang menjadi bagian dari suatu organisasi atau menjadi anggota memiliki kewajiban untuk melaksanakan keputusan dan kewajiban yang dibuat oleh organisasi internasional, hal ini berlaku karena negara tersebut sudah diterima dan merupakan bagian dari organisasi yang berdasar atas instrumen pokok organisasi internasional.
Selain negara yang menjadi objek dalam HOI, terdapat pula hal lain yang dapat dijadikan objek seperti organisasi pembebasan nasional, konflik atau pertikaian.antar negara, dan perselisihn atau pertengkaran antar anggota, hal ini termasuk objek dalam hoi karena konflik, perselisihan maupun pertikaian yang terjadi antar negara dapat membahayakan dan mengancam perdamaian dunia.8 Tujuan, Peranan, dan Fungsi Organisasi Internasional
a) Tujuan
7 Cornelesz, A. T. P. (2018). Kedudukan Organisasi Internasional Sebagai Wadah Kerjasama Antar Negara Menurut Kajian Hukum Internasional. LEX ET SOCIETATIS, 6(6).
8 Ibid.
153 Tujuan organisasi internasional dapat dilihat dari Piagam atau Charter yang membentuk suatu organisasi tersebut. Misalnya PBB atau United Nations Organization, tujuan dari PBB dapat kita lihat di "Charter of the United Nations"
(1945) yang salah satunya yaitu menjaga keamanan dan perdamaian dunia. Selain itu tujuan dari ASEAN dapat kita lihat dari isi deklarasi bangkok dan perubahan dalam KTT Asean.
Kemudian adapun tujuan menurut ahli yaitu Werner dan Roberts dapat dibagi menjadi tiga bagian, antara lain:
1) Memelihara kepentingan anggota dalam ranah internasional (global dan regional),
2) Mengimbangi organisasi-organisasi internasional lainnya,
3) 3M (mengubah, memodifikasi, menyelaraskan) kepentingan nasional dari negara bersangkutan atau negara-negara anggotanya.
b) Peran:
a. Sebagai wadah untuk meggalangkan kerjasama serta untuk mencegah intensitas konflik dan instabilitas,
b. Sebagai sarana untuk merundingkan dan menghasilkan keputusan yang sekiranya dapat menguntungkan.
c. Sebagai kelompok atau lembaga yang mandiri dalam melaksanakan berbagai kegiatan yang diperlukan. Contoh kegiatan sosial, donasi atau bantuan, pelestarian, dan lain sebagainya.
c) Fungsi:
Dalam mencapai tujuan, organisasi internasional harus memperhatikan peran dan fungsinya apakah sudah berjalan dengan baik, sehingga tidak ada ketersimpangan tujuan dari yang telah ditetapkan. Menurut Clive Archer, secara umum fungsi organisasi internasional dapat dibagi ke dalam sembilan fungsi, (1) Artikulasi dan agregasi, artinya organisasi internasional berfungsi sebagai alat untuk mengartikulasikan dan mengagregasikan suatu kepentingan negara bersangkutan. (2) Norma, artinya organisasi internasional berfungsi sebagai pemberi kontribusi bagi aktivitas dan sistem politik internasional, contohnya dalam penetapan nilai non diskriminasi. (3) Rekrutmen, artinya organisasi internasional berfungsi sebagai penunjang dalam mencari partisipan dalam sistem politik internasional. (4) Sosialisasi, Sosialisasi dalam ranah internasional sceara langsung mempengaruhi individu-individu atau kelompok. Sehingga dalam hal ini organisasi internasional berfungsi sebagai pemberi kontribusi bagi penerimaan maupun peningkatan nilai kerjasama. (5) Pembuat peraturan, Organisasi internasional berfungsi sebagai pembuatan keputusan internasional yang biasanya didasarkan praktek masalalu oleh organisasi internasional. (6) Pelaksanaan peraturan, Organisasi internasional berfungsi dalam hal pengawasan pelaksanaan suatu peraturan. (7) Pengesahan peraturan, Organisasi internasional dalam hal ini berfungsi sebagai pengesah suatu aturan dalam ranah dan sistem internasional. (8) Informasi, Organisasi internasional berfungsi dalam melakukan pencarian, pengumpulan, pengolahan dan penyebaran informasi. (9) Operasional, Organisasi internasional berfungsi dalam menjalankan sejumlah fungsioperasional dibanyak hal, yang sama halnya dengan pemerintahan.
154 Eksistensi Hukum Organisasi Internasional Sebagai Alat Untuk Mencegah Intensitas Konflik dan Instabilitas Antar Negara
Keberadaan organisasi internasional saat ini tidak terlepas dari sejarah perkembangan salah satu hukum yaitu hukum internasional. Hukum internasional pada saat ini merupakan hasil dari perkembangan sekitar abad ke-15 melalui berbagai macam proses. Hukum internasional yang sebelumnya merupakan aturan yang berlaku antar kerajaan atau polis. Namun seiring dengan berjalannya waktu, hukum internasional mengalami perubahan khususnya dalam ranah yang diatur.
Perubahan ini terjadi ketika ditandatanganinya Perdamaian Westphalia.
Perdamaian Westphalia merupakan peristiwa yang sangat penting dalam sejarah hukum internasional karena semenjak terjadinya atau diadakannya perdamaian ini menyebabkan munculnya negara negara merdeka dan berdaulat. Hukum internasional yang dulunya merupakan aturan yang berlaku antar kerajaan berubah menjadi aturan yang digunakan untuk mengatur hubungan atau persoalan antar negara dan mengatur berbagai kepentingan salah satunya yaitu organisasi internasional.
Perkembangan organisasi internasional yang pada masa HI klasik begitu terkenal dan mendominasi. Karena guna mencegah terjadinya intensitas konflik atau instabilitas maka timbulah suatu ide untuk membentuk suatu forum kerjasama yang dinamakan LBB atau liga bangsa bangsa. Terbentuknya LBB ini dilatar belakangi karena adanya peperangan yaitu perang dunia ke satu yang sangat berdampak bagi dunia eropa pada saat itu, dari sinilah juga muncul ide tentang organisasi dunia yang dirasa sangat penting eksistensinya guna menjaga perdamaian dunia.
Namun seiring berjalannya waktu LBB yang merupakan salah satu organisasi penting dalam menjaga perdamaian dunia mengalami kegagalan dalam menjalankan tugasnya, kegagalan ini mengakibatkan terjadinya perang dunia kedua yang tentunya sangat berdampak bagi dunia. Dari hal ini lah menjadi pertimbangan kembali dalam merevisi esensi dan eksitensi dari organisasi internasional agar mampu secara benar menjaga perdamaian dan keamanan dunia. Pasca perang dunia kedua, dibentuklah organisasi internasional baru yang dinamakan PBB atau Perserikatan bangsa bangsa. Sejak 1960 an, 80 negara telah merdeka dan dekolonisasi semakin intensif. Pada tahun 1991, 113 negara meratifikasi Konvensi Hak Sipil dan Politik. Ini merupakan langkah maju yang penting dalam partisipasi dalam organisasi internasional, termasuk di negara-negara yang baru merdeka.
Gagasan kesetaraan kedaulatan semakin dipertegas dalam Perjanjian internasional, artikel 1 yang berbunyi “Setiap orang berhak menentukan nasib sendiri. Dengan hak, mereka berhak menentukan status politik. dan mereka bebas berjuang untuk pembangunan ekonomi, sosial dan budaya mereka.” Adanya Piagam PBB ini memulihkan dan mengebalkan kekuatan masing-masing setiap negara secara keseluruhan. Walaupun kedaulatan tidak berasal dari tangan negara, namun organisasi internasional sebenarnya telah berkembang dalam perkembangannya bahkan mampu mencegah adanya intensitas konflik dan instabilitaa antar negata hingga saat ini
155 Oleh karena itu, keberadaan organisasi internasional sebagai bagian dari subjek hukum internasional terlihat mengalami perubahan dan perkembangan yang drastis terutama pasca perang dunia ke dua. Sehingga sudah jelas bahwa kedudukan maupun eksistensi orrganisasi internasional saat ini tidak dapat diraguka lagi. Setiap negara menghormati dan mematuhi hukum organisasi internasional, hal ini terjadi karena hukum organisasi internasional dapat digunakan sebagai alat untuk mengatur dan menjaga hubungan timbal balik yang terjalin bagi negara bersangkutan dan tak lain yaitu untuk melindungi kepentingan negara sendiri. Eksistensi hukum organisasi internasional sebagai.wadah untukmenggalang kerja sama dan mencegah intensitas.konflik antar negara ini akan terlihat apabila masyarakat disuatu negara tersebut mempunyai sikap dan pandangan serta kesadaran yang tinggi akan adanya hukum organisasi internasional yang dapat mengatur berbagai persoalan dalam ranah internasional terutama dalam mencegah intensitas konflik dan instabilitas, dengan kata lain dalam menjaga perdamaian dunia. Jika masyarakat atau suatu negara menerima, merasakan, serta mentaati suatu kaidah atau aturan hukum karena dirasa sesuai dengan kesadaran hukum, ataupun karena keuntungan yang didapat (keadilan dan kedamain), terlepas dari ada atau tidaknya sebuah badan atau lembaga pembuat ketentuan, angkatan bersenjata maupun yang lainnya, maka kaidah atau aturan tersebut dapat dipandang sebagai hukum, dan dalam hal ini yaitu hukum organisasi internasional.
PENUTUP Kesimpulan
Hukum organisasi internasional adalah seperangkat norma, aturan, atau prinsip yang mengatur mengenai aspek yang berkenan dengan sebuah perkumpulan negara-negara yang mempunyai tujuan bersama yaitu untuk mencapai hal yang sudah direncanakan atau kepentingan negara-negara bersangkutan. Dalam HOI mengatur hubungan-hubungan, baik negara dengannegara, maupun negara dengan subjek hukum lainnya. Subjek hukum organisasi internasional pada dasarmya adalah semua yang dapat membuat aturan atau prinsip hukum yang diakui dan ditaati oleh anggotanya, yang dalam hal ini adalah semua organisasi internasional. Kemudian mengenai objek, selain negara yang menjadi objek dalam HOI, intensitas konflik antar negara dan perselisihan antara anggota juga termasuk sebagai objek, mengapa demikian karena pertikaian maupun perselisihan antar negara dapat berdampak bagi dunia dengan kata lain dapat membahayakan serta mengancam perdamaian dunia.
Memang dalam hubungan kerja sama tidak akan selalu terjalin dengan baik karena dalam hubungannya tersebut seringkali akan terjadi benturan kepentingan yang terkadang dapat menimbulkan konflik atau berbagai permasalahan (persoalan) yang mengarah pada peperangan. Oleh karena itu, keberadaan hukum organisasi internasional membawa pengaruh yang sangat besar terutama dalam mencegah intensitas konflik dan instabilitas dalam menjalin hubungan kerjasama antar negara.
156 Saran
Hukum organisasi merupakan alat yang bisa digunakan untuk mencegah adanya intensitas konflik dan instabilasi antar negara, dengan demikian setiap negara maupun masyarakat didalamnya harus menghormati dan mematuhi hukum organisasi internasional tersebut. Karena seperti yang kita tahu organisasi internasional ini memberi pengaruh yang sangat besar bagi dunia terutama dalam menjaga keamanan dan perdamaian dunia.
DAFTAR PUSTAKA
Cornelesz, A. T. P. (2018). Kedudukan Organisasi Internasional Sebagai Wadah Kerjasama Antar Negara Menurut Kajian Hukum Internasional. LEX ET SOCIETATIS, 6(6).
Suryokusumo, S. (2007). Pengantar Hukum Organisasi Internasional. Jakarta: PT.
Tatanusa.
Johnny Ibrahim, Teori dan Metodologi Penelitian Hukum Normatif, Bayu Media, Malang, 2008.
Mangku, D. G. S. (2020). PENGANTAR ILMU HUKUM. Penerbit Lakeisha.
Mangku, D. G. S., & SH, L. M. (2020). Pengantar Hukum Internasional. Penerbit Lakeisha.
Yustitianingtyas, L. (2015). Masyarakat dan Hukum Internasional (Tinjauan Yuridis terhadap perubahan-perubahan Sosial Dalam Masyarakat Internasional).
Perspektif, 20(2), 90-100.
Sianturi, M. H., Arif, A., & Leviza, J. (2014). Peran PBB Sebagai Organisasi Internasional Dalam Menyelesaikan Sengketa Yurisdiksi Negara Anggotanya Dalam Kasus State Immunity Antara Jerman Dengan Italia Terkait Kejahatan Perang Nazi. Sumatra Journal of International Law, 2(1), 14991. Chicago
Hartana, H. (2018). EKSPANSI PERUSAHAAN GROUP DALAM BIDANG BATUBARA DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 25 TAHUN 2007 TENTANG PENANAMAN MODAL. Jurnal Komunikasi Hukum (JKH), 4(1), 27-45.
Hartana, H. (2019). SEJARAH HUKUM PERTAMBANGAN DI INDONESIA. Jurnal Komunikasi Hukum (JKH), 5(1), 145-154.
Hartana, H. (2022). PENGEMBANGAN UMKM DI MASA PANDEMI MELALUI OPTIMALISASI TEKNOLOGI. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Media Ganesha FHIS, 3(2), 50-64.
Hartana, H. (2022). IMPLIKASI EKSPANSI PERUSAHAAN GROUP PADA SEKTOR PERTAMBANGAN BATUBARA DI INDONESIA. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha, 10(1), 251-260.
Hartana, H. (2021). EKSISTENSI DAN PERKEMBANGAN PERUSAHAAN GROUP DI SEKTOR PERTAMBANGAN. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha, 9(3), 669-681.
Hartana, H. (2018). EKSPANSI PERUSAHAAN GROUP DALAM BIDANG BATUBARA DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 25 TAHUN 2007 TENTANG PENANAMAN MODAL. Jurnal Komunikasi Hukum (JKH), 4(1), 27-45.
157 Purwendah, E. K., & Wahyono, D. J. (2022). WASTE BANK AS AN ALTERNATIVE TO COMMUNITY-BASED WASTE MANAGEMENT. Jurnal Komunikasi Hukum (JKH), 8(2), 10-17.
Purwendah, E. K., & Erowati, E. M. (2021). PRINSIP PENCEMAR MEMBAYAR (POLLUTER PAYS PRINCIPLE) DALAM SISTEM HUKUM INDONESIA. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha, 9(2), 340-355.
Itasari, E. R. (2022). KONSEP PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH MENURUT KETENTUAN THE INTERNASIONAL COVENANT ON ECONOMIC, SOCIAL, AND CULTURAL RIGHTS. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha, 10(2), 488-503.
Itasari, E. R., & Mangku, D. G. S. (2021). Legal Protection Againts Violations of Human Rights That Abuse Uighur Ethnic Women in China. Yinyang: Jurnal Studi Islam Gender Dan Anak, 33-48.
Nurhayati, B. R. (2017). Status Anak Luar Kawin dalam Hukum Adat Indonesia. Jurnal Komunikasi Hukum (JKH), 3(2), 92-100.
Nurhayati, B. R., & Purwanto, I. H. (2021). Juridical Study in The Application of the Law About Foster-Child Adoption in Indonesia by Foreign Nationals. Media Komunikasi FPIPS, 20(1), 51-55.
Kristhy, M. E., Andri, A., & Harefa, F. (2022). Legal Politics in Food Estate Program for Community Welfare. Budapest International Research and Critics Institute (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences, 5(2).
Kristhy, M. E., Farina, T., Mahar, S., & Kristanto, K. (2022). PENGAKUAN DAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP HAK-HAK TRADISIONAL MASYARAKAT HUKUM ADAT DAYAK MA’ANYAN DI KECAMATAN AWANG KABUPATEN BARITO TIMUR. Jurnal Komunikasi Hukum (JKH), 8(2), 27-43.
Arianta, K., Mangku, D. G. S., & Yuliartini, N. P. R. (2020). Perlindungan Hukum Bagi Kaum Etnis Rohingya Dalam Perspektif Hak Asasi Manusia Internasional. Jurnal Komunitas Yustisia, 1(1), 93-111.
Daniati, N. P. E., Mangku, D. G. S., & Yuliartini, N. P. R. (2021). Status Hukum Tentara Bayaran Dalam Sengketa Bersenjata Ditinjau Dari Hukum Humaniter Internasional. Jurnal Komunitas Yustisia, 3(3), 283-294.
GW, R. C., Mangku, D. G. S., & Yuliartini, N. P. R. (2021). Pertanggungjawaban Negara Peluncur Atas Kerugian Benda Antariksa Berdasarkan Liability Convention 1972 (Studi Kasus Jatuhnya Pecahan Roket Falcon 9 Di Sumenep). Jurnal Komunitas Yustisia, 4(1), 96-106.