• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jurnal pengabdian masyarakat satya wacana - ejournal UKSW

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Jurnal pengabdian masyarakat satya wacana - ejournal UKSW"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

P-ISSN: 2722-9270 ejournal.uksw.edu/jms

Pengembangan Media Online Di Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam Al Falah Kota Salatiga

Saipullah Hasan

Avin Wimar Budiyastomo * Vina Fellinda Alfiatun Maghfiroh

Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam. Fakultas Dakwah. Institut Agama Islam Negeri Salatiga

A R T I C L E I N F O

Article history:

Received 15-03-2022 Revised 16-03-2022 Accepted 15-05-2022

Keywords:

Development, Online Media, Islamic Boarding School.

A B S T R A C T

Tarbiyatul Islam Al Falah Islamic Boarding School has a significant role in shaping the character and skills of the students. This can be seen from the educational model that is carried out not only around religion but also in providing social services in developing the potential of the students. The service method uses an asset-based community development (ABCD) approach. Through the ABCD approach, the students are directed to develop their potential with their media use skills.

The purpose of this study was to find out how the development of online media by Islamic boarding schools in improving the ability of students to access information technology. The online media training for students showed participation, interest, and talent to develop their skills in the use of online media.

A B S T R A K

Pondok pesantren Tarbiyatul Islam Al Falah memiliki peran yang signifikan dalam membentuk karakter dan keterampilan para santri. Hal ini tampak dari model pendidikan yang dilakukan tidak hanya seputar keagamaan tetapi juga memberikan pelayanan sosial dalam mengembangkan potensi para santri.

Adapun metode pengabdian menggunakan pendekatan asset- based community development (ABCD). Melalui pendekatan ABCD, para santri diarahkan untuk mengembangkan potensi diri dengan keterampilan penggunaan media yang dimiliki. Tujuan pengabdian ini untuk mengetahui pengembangan media online yang dilakukan pondok pesantren dalam meningkatkan kemampuan santri mengakses teknologi informasi. Pelatihan media online untuk para santri memperlihatkan adanya partisipasi, minat dan bakat untuk mengembangkan keterampilannya dalam pemanfaatan media online.

*Corresponding author: [email protected]

(2)

415

PENDAHULUAN

Pondok pesantren merupakan khazanah khas di Indonesia dan memiliki peran signifikan dalam perjalanan bangsa Indonesia. Selain menunjukkan keunikan tersendiri di dalam memformulasikan antara nilai-nilai Islam, metode kearifan lokal dan barat di dalam proses belajar mengajar. Keberadaan pondok pesantren tidak hanya sebagai sarana pendidikan Islam semata, melainkan juga sebagai sarana akselerasi perubahan dan mobilitas umat dan bangsa (Ryandono, 2018). Pondok pesantren merupakan lembaga pemikiran dan agen perubahan dalam menjawab kebutuhan masyarakat dalam mewujudkan kehidupan yang lebih baik.

Pesantren sebagai lembaga pendidikan yang membentuk dan mengembangkan nilai-nilai moral menjadi pelopor sekaligus inspirator pembangkit moral bangsa.

Sehingga, pembangunan tidak menjadi hampa melainkan lebih bernilai dan bermakna. Seiring dengan keinginan yang luhur dalam membina dan mengembangkan masyarakat, dengan kemandiriannya, pondok pesantren secara terus-menerus melakukan upaya pengembangan dan penguatan diri. Walaupun terlihat berjalan secara lamban, kemandirian yang didukung keyakinan yang kuat, ternyata pondok pesantren mampu mengembangkan kelembagaan dan eksistensi dirinya secara berkelanjutan (Syafe’i, 2017).

Kiprah pondok pesantren selama ini mampu memberikan pembinaan pendidikan bagi para santri untuk menyadari sepenuhnya bahwa manusia adalah makhluk utama yang harus menguasai lingkungan sekelilingnya. Hasil pendidikan pondok pesantren juga membuktikan bahwa para santri menerima pendidikan untuk memiliki nilai-nilai kemasyarakatan selain akademis. Pondok pesantren mempunyai kekhasan tersendiri dan berbeda dengan lembaga pendidikan lainnya. Pendidikan di pondok pesantren meliputi pendidikan Islam, dakwah, pengembangan kemasyarakatan, penanaman ketrampilan sosial, kemampuan kelingkungan, penguatan karakter dan pendidikan lainnya yang sejenis (Nurhadi et al., 2018).

Keberadaan pondok pesantren hingga saat ini masih banyak diminati kalangan anak muda. Hal ini karena diterapkannya sistem yang dinamis, di mana sistem ini terus berubah mengikuti sesuai perkembangan jaman, salah satunya dengan cara mengajar yang lebih efektif, cara memberikan pembinaan pada santri yang lebih teratur dan terarah, sesuai dengan berpedoman pada al-Qur’an dan al-Hadist (Sudiansyah, 2019). Salah satu pondok pesantren yang banyak diminati oleh khalayak adalah pondok pesantren Tarbiyatul Islam Al Falah Salatiga.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di pondok pesantren Tarbiyatul Islam Al Falah Salatiga. Hal ini dikarenakan pondok pesantren ini

(3)

416

memiliki kurikulum yang lebih condong pada pengajaran kitab kuning dan melakukan hafalan Al Quran. Selain memuat beberapa pendidikan agama, pondok pesantren Tarbiyatul Islam Al Falah Salatiga juga memfasilitasi santri untuk mengembangkan skillnya melalui kegiatan ekstrakurikuler yang diselenggarakan oleh pihak pengurus pondok pesantren. Beberapa kegiatan ekstrakurikuler yang diadakan seperti tilawatil Quran, Pencak silat, dan rebana. Berbagai kegiatan tersebut merupakan kegiatan penunjang untuk pengembangan potensi peserta didik.

Pondok pesantren Tarbiyatul Islam Al Falah Salatiga merupakan pondok pesantren yang didirikan oleh Almukarrom KH. Muhammad Zoemri RWS bersama istrinya Hj. Latifah Zoemri pada tahun 1986. Pondok pesantren ini merupakan lembaga pendidikan non formal. Yayasan ini terletak di wilayah yang sangat strategis dengan beberapa lembaga pendidikan formal mulai dari SD, SMP, SMA sederajat serta perguruan tinggi. Lokasi pondok pesantren terletak di Jl. Bima No. 02 Ngemplak, Dukuh, Sidomukti, Salatiga. Pondok pesantren berdiri di bawah naungan Yayasan Alfalah. Bersama dengan SMK Al Falah Salatiga, saat ini memiliki dua program keahlian, yaitu teknik otomotif dan tata busana. Pondok pesantren ini memiliki sekitar 497 santri putra-putri terhitung akhir tahun 2020. Mayoritas santri yang menetap di pondok ini dari kalangan mahasiswa IAIN Salatiga yang berasal dari berbagai program studi. Namun tidak dipungkiri banyak santri di pondok pesantren yang juga anak sekolah. Hal ini karena kenyataannya tidak ada batasan usia bagi siswa baru untuk mendaftar. Dengan kata lain, pondok pesantren menerima santri dari usia berapapun.

Pondok pesantren Tarbiyatul Islam Al Falah memiliki badan usaha milik pesantren (BUMP) yang menjadi sarana penunjang ekonomi mandiri pesantren dan menjadi wadah untuk santri yang ingin belajar berwirausaha. Beberapa badan usaha yang dimiliki adalah koperasi pindo, pembibitan ikan dan laundri. Sebagai pesantren yang berbasis tarbiyah, pondok pesantren berfokus pada pendidikan karakter serta pembelajaran yang lazim ditemui di masyarakat. Melalui pembelajaran dalam pesantren, para santri diharapkan mampu menjadi panutan dan pelayanan dalam kehidupan beragama dan kehidupan bermasyarakat nantinya.

Pondok pesantren saat ini dipimpin oleh Ibu H. Latifah Zoemri dan dibantu oleh putri bungsunya. Selain dengan pihak pengasuh pondok pesantren, dalam kegiatan yang diselenggarakan dibantu oleh pengurus pondok pesantren yang terdiri dari mahasiswa semester akhir. Ketua pondok pesantren yaitu Bapak Gunawan Laksono Aji dan Fandilah.

Pengajaran dalam Islam yakni sebuah rangkaian progres pemberdayaan manusia menuju taklif (kedewasaan), bagus secara logika, mental ataupun budi pekerti, untuk mengerjakan fungsi kemanusiaan yang diemban-sebagai seorang hamba di hadapan Khaliq-nya dan sebagai “pemelihara” (khalifah) pada semesta.

Dengan demikian, fungsi utama pengajaran yakni mempersiapkan peserta ajar

(4)

417

(generasi penerus) dengan kecakapan dan keahlian yang dibutuhkan supaya mempunyai kecakapan untuk terjun ke tengah masyarakat dan menjadi hamba Allah yang bagus sebagai tujuan akhir dari pengajaran.

Sekolah atau institusi pengajaran formal identik dengan kemodernan, meskipun pesantren identik dengan ketradisionalan. Sekolah lebih menekankan pendekatan yang bersifat liberal, meski pesantren lebih pada sikap konservatif yang bersandar dan berkonsentrasi ada keteladanan Kyai. Tetapi, persepsi dikotomi seperti ini mungkin kurang pas, sebab dalam kenyataannya, banyak pesantren yang sudah menjalankan perubahan baik secara struktural ataupun kultural. Pesantren sebagai lembaga sosial tidak hanya berbentuk institusi dengan elemen - elemen penunjangnya, melainkan pesantren adalah entitas kultur yang memiliki implikasi kepada kehidupan sosial yang melingkupinya. Semenjak permulaan kelahirannya, pesantren berkembang dan tersebar di pelbagai pedesaan. Pesantren sebagai institusi pengajaran Islam yang khas Indonesia mempunyai poin-poin strategis dalam pengembangan masyarakat Indonesia. Dia mempunyai dampak kuat pada kehidupan masyarakat muslim.

Perkembangan dan perubahan yang dijalankan pesantren sebagai imbas dari tuntutan zaman sehingga melahirkan beragam permasalahan permasalahan yang penting. Di satu sisi, pesantren berperan sebagai penterjemah dan penyebar ajaran- ajaran Islam dalam masyarakat. Sisi lain, mempertahankan jati dirinya sebagai sebuah institusi pengajaran Islam tradisional, pesantren mengerjakan pemfilteran ketat dalam berinteraksi dengan dunia luar atau masyarakat, dan tidak jarang menawarkan nilai-nilai yang bertentangan dengan poin-poin yang sudah digariskan pesantren.

Permasalahan yang dihadapi pondok pesantren saat ini tidak akan bisa dilepaskan dari realitas empirik bahwa keberadaan pesantren kurang mampu mengoptimalisasi potensi yang dimiliki. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi hal tersebut dan di kalangan pondok pesantren sendiri, telah muncul kesadaran untuk mengambil langkah-langkah tertentu guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan dan kebutuhan transformasi sosial (pembangunan). Dengan demikian kerja sama dengan perguruan tinggi mutlak dilakukan (Sulistianingsih et al., 2019). Pondok pesantren menjadi pusat transformasi dan transmisi ilmu, pesantren selalu mengajarkan kebaikan sesuai dengan tuntunan agama (Nasih et al., 2020).

Persoalan yang dihadapi oleh pesantren kian rumit. Pesantren dituntut untuk berkompetisi dengan institusi pengajaran biasa yang lebih modern. Jumlah pesantren di Indonesia terus mengalami peningkatan yang amat cepat. Sayangnya, peningkatan jumlah yang demikian tidak diiringi dengan peningkatan mutu dan kualitas pesantren. Bahkan pengajaran di pesantren mengalami kemerosotan yang tajam.

Walaupun ini disebabkan banyak pesantren terutama pesantren modern lebih

(5)

418

mengutamakan pengajaran formalnya ketimbang pengajaran diniyahnya. Jadi, jangan heran kalau ada santri yang mondok tiga hingga enam tahun tidak dapat membaca kitab. Ketika demikian, tidak seluruh pesantren mengedepankan pengajaran formalnya ketimbang pengajaran diniyahnya. ini benar-benar susah menemukan pesantren yang benar-benar produktif dalam mencetak santrinya (Kurnia, 2019).

Permasalahan yang dihadapi oleh pondok pesantren, diantaranya mengenai kurikulum, visi dan misi, metode pembelajaran yang pasif, sarana prasarana dan administrasi. Permasalahan kurikulum di pesantren terkait dengan pemberian pelajaran umum yang tidak efektif. Barang kali sekarang ini praktis semua pesantren mengajarkan ilmu pengetahuan umum. Tetapi tampaknya dilaksanakan secara setengah-setengah, sekedar memenuhi syarat atau agar tidak dinamakan tidak modern saja. Sehingga kemampuan santri pun biasanya sangat terbatas dan kurang mendapat pengakuan masyarakat umum. Permasalahan lemahnya visi dan tujuan yang dibawa pendidikan pesantren, hal ini menyebabkan pesantren tidak mampu mengikuti dan menguasai perkembangan zaman. Relatif sedikit pesantren yang mampu secara sadar merumuskan tujuan pendidikan serta menuangkannya dalam tahapan-tahapan rencana kerja atau program. Selanjutnya mengenai permasalahan mengenai metode pembelajaran yang pasif banyak dijumpai di pesantren yang salah satu sebabnya adalah minimnya kreativitas dan juga inovasi guru terhadap pengembangan metodologi pembelajaran aktif, sehingga membuat daya kritis santri menjadi lemah. Maka agar nalar kritis tumbuh di pesantren, para pendidiknya harus mau melakukan formulasi pola pendidikan dengan menyertakan metodologi modern (Yahya, 2015).

Salah satu kebutuhan generasi di era modern saat ini adalah kemampuan literasi media. Pengetahuan literasi media dalam mengakses informasi melalui internet menjadi suatu hal yang penting bagi masyarakat termasuk anak muda santri (Hidayatullah & Prasetyawan, 2019). Banyak cara yang digunakan oleh para pendakwah media sosial, mereka tidak hanya berdakwah bil-kitabah ataupun bil- kalam tapi juga menggunakan metode audiovisual gambar, suara ataupun ceramah yang tergantung pada passion atau trend masa kini (Adi, 2019).

Sejalan dengan itu tidak terlepas dari peran suatu media sosial terhadap perkembangan dakwah di Indonesia. Dengan adanya media sosial sebaran dakwah dapat merambah ke semua lapisan masyarakat. Media sosial juga membawa dampak yang sangat signifikan terhadap gaya hidup masyarakat Indonesia. Dua hal inilah yang menjadi media sosial mempunyai peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat dan agama (Budyastomo, 2020).

Pondok pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam yang ada di Indonesia sebenarnya mempunyai peluang dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dengan catatan pondok pesantren mampu beradaptasi dengan globalisasi yang sedang terjadi dengan tanpa meninggalkan watak kepesantrenannya

(6)

419

(Subekti & Fauzi, 2018). Berangkat dari hal tersebut, penting kiranya memberikan bekal keterampilan dalam bidang teknologi informasi terhadap para santri agar mampu beradaptasi dengan perubahan modern ini dan berkontribusi untuk kemajuan masyarakat dan agama. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengembangan media sosial sebagai salah satu keterampilan santri pondok pesantren Tarbiyatul Islam Al Falah Kota Salatiga. Manfaat langsung yang dapat dirasakan oleh pondok pesantren ini adalah santri memiliki keterampilan dalam mengelola materi dakwah melalui media sosial.

METODE PELAKSANAAN

Metode pengabdian yang dilakukan oleh tim pendamping dengan menggunakan Asset Based Coomunitu Development (ABCD). Pendekatan ini berfokus pada asset atau potensi yang dimiliki oleh masyarakat untuk dikembangkan lebih luas lagi dan dapat memberdayakan masyarakat luas (Riyanti & Raharjo, 2021). ABCD merupakan pendekatan alternatif pemberdayaan dengan menggunakan asset (Maulana, 2019). Para santri memiliki asset keterampilan bidang teknologi dan bisnis sebagai basik untuk diberdayakan.

ABCD merupakan pendekatan pemberdayaan masyarakat yang berlawanan atau ingin mengoreksi konsep lama yang berpusat pada prinsip bahwa untuk memberdayakan masyarakat harus berdasarkan prinsip pemenuhan kebutuhan masyarakat (Diarta, 2009). Salah satu metode untuk memberdayakan masyarakat dalam penyelesaian masalah ini adalah dengan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD). Teori ini pertama kali dikembangkan oleh John McKnight.

Pendekatan ABCD berasumsi bahwa yang dapat menyelesaikan masalah masyarakat adalah masyarakat itu sendiri dan segala usaha perbaikan dimulai dari perbaikan modal sosial (Mallapiang et al., 2020), sehingga metode ini dipilih karena relevan untuk mengembangkan bakat dan potensi santri muda di pondok pesantren Tarbiyatul Islam Al Falah.

Pendekatan ini bertolak pada kekuatan dan potensi yang melekat pada masyarakat itu sendiri. Hal ini berbeda dibandingkan dengan strategi pemberdayaan masyarakat lain yang cenderung mencari hulu dari permasalahan yang ada. ABCD melihat potensi sebagai sumber daya pemberdayaan dalam masyarakat yang paling efektif. Melalui ABCD, masyarakat mengembangkan dirinya sebagai produsen dari kesejahteraannya sendiri, dibandingkan hanya menerima layanan dari pihak luar semata (Kristanto & Putri, 2021).

Penerapan metode ini diawali dengan pemetaan asset keterampilan yang dimiliki oleh para santri yaitu ditemukan minat dan keterampilan santri dalam pemanfaatan teknologi. Para santri memiliki dasar menggunakan informasi teknologi yang diperoleh dari dunia pendidikan dan pertemanan di lingkungannya. Hal ini penting dilakukan agar penggunaan teknologi dapat mendorong adanya kreativitas.

(7)

420

Potensi lainnya yang ditemukan adalah para santri memiliki ketertarikan untuk mengembangkan bisnis online dengan dasar yang diperoleh di pondok dalam mengikuti kegiatan bisnis pondok pesantren.

Harapan yang timbul atas apa yang mungkin terjadi dibatasi oleh apa yang bisa mereka sendiri tawarkan, yaitu sumber daya apa yang mereka bisa identifikasi dan kerahkan. Hal ini terjadi karena metode ABCD mengarahkan bahwa setiap orang didorong untuk memulai proses perubahan dengan menggunakan aset mereka sendiri. Kemudian menyadari bahwa jika sumber daya ini ada atau bisa didapatkan, maka bantuan dari pihak lain menjadi tidak penting. Komunitas bisa memulainya dikemudian hari. Proses ini membuat mereka menjadi jauh lebih berdaya (Mahmudah & Supiah, 2018).

Setelah ditemukan asset keterampilan santri, langkah selanjutnya dengan membangun mimpi para santri untuk menjadi seorang da’i dan pebisnis muda yang sukses. Mimpi ini memang ada di generasi muda santri di era modern saat ini. Dari mimpi mereka ini kemudian dilakukan dengan desain merencanakan untuk mengadakan edukasi dan pelatihan tentang pengembangan media online. Pelatihan ini pematerinya dilakukan oleh tim dari Fakultas Dakwah IAIN Salatiga. Adapun peserta diikuti oleh para santri yang sebagian dari perempuan. Adapun jadwal kegiatan perencanaan dan pelaksanaan pendampingan pengembangan media online dapat dilihat pada Tabel 1.

Melihat beberapa kondisi santri yang mayoritas berpendidikan formal, maka kegiatan mengaji dimulai sore hari hingga pagi setelah solat subuh. Kegiatan rutin yang dilakukan oleh santri Al Falah Salatiga di luar jam KBM berlangsung antara lain sholat berjamaah, sorogan Al Quran, mujahadah, yasin, tahlil, ziarah dan kultum. Kegiatan dzibaan dan khitobah untuk santri putri diadakan setiap ahad pagi.

Pondok pesantren ini mengadakan ziarah kubur dan haflah akhirussanah yang dilaksanakan bergantian setiap tahunnya. Namun pada kondisi pandemi seperti ini, pada tahun ini pondok pesantren tidak mengadakan kegiatan ziarah kubro yang dilaksanakan dua tahun sekali.

Tabel 1. Jadwal Kegiatan Pengabdian dan Pelatihan Media Online Tanggal Kegiatan Respon Pengelola

Pondok

Hasil

15 Januari 2022 Membentuk jaringan kerjasama dengan pihak pondok pesantren terkait metode pembelajaran oleh tim pendamping.

Pihak pondok pesantren setuju dengan program kerja sama dengan tim pendamping.

Pihak pondok pesantren setuju dan memberikan apresiasi

19 Januari 2022

Menerapkan upaya pematangan materi

Santri mengikuti metode yang

Santri memahami dan mampu

(8)

421 yang diberikan oleh

ustadz.

diberikan dan melakukannya tanpa terpaksa.

menerapkan metode yang diterapkan 22 Januari

2022

Melakukan

pendampingan dengan pemanfaatan media sosial era milenial terhadap santri muda Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam Al Falah.

Santri banyak yang tertarik dengan pengembangan media sosial untuk meningkatkan kualitas berbisnis.

Santri mulai terbuka untuk memulai bisnis, dengan metode dasar yang diberikan saat pendampingan seperti dampak dan manfaat media sosial.

25 Januari 2022 Pelatihan media sosial. Santri antusias, memahami dan mampu melakukan dengan baik

Santri dapat memahami dan melakukan media sosial sesuai dengan apa yang di inginkan santri 28 Januari 2022 Evaluasi. Pihak pondok

pesantren menemukan ide inovasi dan kepuasan.

Pondok pesantren memberi

kesempatan pihak asatidz untuk menetapkan metode yang diberikan.

Pondok pesantren Tarbiyatul Islam dalam kegiatan sehari hari melakukan kegiatan belajar mengajar diampu langsung oleh Al Mukarom Ibu Hj Latifah bersama jajaran dewan asatid atau beberapa ustad dan ustazah. Dalam mengajarkan kegiatan belajar mengajar, pondok pesantren membetuk jajaran pengurus dengan masa jabatan yang telah ditentukan, dan akan mengalami pergantian selama masa jabatan telah habis. Perihal kurikulum pondok ini lebih condong pada pengajaran kitab kuning. Meskipun ada santri yang berminat untuk melakukan hafalan Al Quran juga diperbolehkan. Hafalan biasanya dilaksanakan langsung dengan Ibu Nyai Hj Latifah Zoemri ataupun langsung dengan putri bungsu beliau Siti Nur Halimah.

Adapun alur kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat dilihat pada Gambar 1.

(9)

422

Gambar 1. Alur Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Pondok Pesantren Al Falah Salatiga

Dari gambar 1, dapat diketahui subyek pengabdian masyarakat adalah pondok pesantren Al Falah Kota Salatiga. Kegiatan pengabdian ini menggunakan metode ABCD dimana akan dicari asset dari santri melalui hafalan Al Quran, pengajaran kitab kuning, penggunaan Teknologi Informasi, dan bisnis center yang dikelola oleh pondok pesantren.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini juga tidak terlepas dari visi dan misi yang dimiliki oleh pondok pesantren yakni “Mengakar dalam tradisi, terdepan dalam inovasi”. Sedangkan misinya adalah (1) Memelihara kebiasaan leluhur dalam mengemban ilmu (2) Membentuk pribadi santri yang tunduk pada peraturan (3) Membentuk pribadi santri yang mandiri dan teguh pendirian (4) Mencetak generasi santri yang bermanfaat bagi masyarakat.

Pandangan dan harapan dalam melakukan pendampingan adalah membentuk anak-anak dan santri yang tetap berada dalam lingkup beragama tanpa melupakan media-media yang harus tetap dilewati dan ditemui di masa milenial ini. Dengan mengembangkan beberapa potensi dan kemampuan santri dalam menjalankan sosial media untuk menjadi hal yang dapat diuntungkan untuk dirinya sendiri. Namun sebelumnya tetap perlu menerapkan metode pembelajaran dalam pesantren.

Pondok Pesantren Al Falah Kota

Salatiga Metode ABCD

Hafalan Al Quran

Pengajaran Kitab Kuning

Santri

Penggunaan Teknologi

Informasi Asset Santri

Bisnis

(10)

423

Penerapan beberapa metode baru yang lebih mendukung berkembangnya potensi anak-anak dan santri maka praktikum pertama dilaksanakan pada hari Sabtu 3 April 2021 di pagi hari setelah jamaah subuh, di PPTI Al Falah. Tim melakukan pendampingan di salah satu kelas ibtida' (awal) yang berisi santri atau anak-anak yang masih sekolah. Kegiatan awal ini, tim pendamping menerapkan metode hafalan dan membaca kitab kuning yang belum pernah diterapkan di kelas tersebut. Adapun salah satu kegiatan pendampingan santri dalam membaca kitab kuning dapat dilihat pada Gambar 2.

Gambar 2. Pendampingan Santri Dalam Membaca Kitab Kuning

Dari gambar 2, tim Saipullah Hasan dan Avin Wimar Budiyastomo sedang memberikan pendampingan santri dalam membaca kitab kuning dan santri sangat bersemangat dan antusias mengikuti kegiatan ini.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Perkembangan media saat ini dalam menuju era 4.0, membuat lembaga pendidikan terus bergerak maju untuk mendesain media pembelajaran. Hal ini memudahkan antara guru dan siswa dalam pemanfaatan internet sebagai media dalam proses pembelajaran, baik itu materi pembelajaran di download melalui youtube, google dan lain - lain. Selain itu, tidak jarang lembaga pendidikan yang mengalami hambatan dalam penggunaan media menuju era 4.0 tersebut. Penggunaan media pembelajaran konvensional saat ini secara perlahan mulai bergeser pada penggunaan media pembelajaran modern (elektronik). Internet menjadi salah satu kebutuhan dalam mengakses setiap informasi kemudian diolah menjadi materi pembelajaran dan disampaikan kepada santri (Dhuhani et al., 2020).

Di era teknologi saat ini, semakin banyak bermunculan pesantren-pesantren modern, sehingga untuk menjaga pesantren yang sudah lama berdiri diperlukan strategi untuk menarik minat masyarakat. Strategi dilakukan dengan pemasaran baik itu menggunakan media sosial ataupun sistem manual, yang terpenting intinya hal tersebut merupakan bagian dari manajemen pemasaran. Pesantren menjadi salah satu

(11)

424

solusi bagi masyarakat untuk melindungi anak-anaknya dari pergaulan dan lingkungan yang hari ini juga memprihatinkan (sopwandin, 2019).

Melihat pentingnya pemanfaatan media sosial yang ada di zaman sekarang, maka penting pula melakukan pendampingan terhadap santri mengenai media sosial.

Pendampingan ke-4 pada hari Kamis tanggal 25 Januari 2022, tim pendamping melakukan pelatihan dengan tema pemanfaatan media online. Dengan harapan santri yang berkualitas dan mempunyai daya saing dalam bisnis melalui media sosial, dan tidak hanya menggunakan media sosial sebagai ajang bermain namun juga memperoleh keuntungan atau manfaat dalam bermedia sosial.

Dalam pelatihan ini, mereka terlihat aktif dan mengajukan beberapa pertanyaan mengenai promosi perdagangan dan bahkan sampai bertanya tentang motivasi terkait berbisnis. Beberapa santri mengatakan, terkadang faktor yang mendorong seseorang melakukan bisnis dengan serius karena faktor perekonomian yang dikiranya memberatkan. Salah satu santri juga mengatakan bahwa kebanyakan seseorang tidak minat ataupun tidak merasa terdorong untuk melakukan bisnis karena seseorang tersebut sudah merasa tercukupi oleh perekonomian orang tuanya.

Terdapat banyak media sosial yang dapat dimanfaatkan, seperti facebook.

Facebook menyediakan berbagai fitur yang mudah digunakan oleh masyarakat.

Sehingga banyak orang tertarik untuk menggunakan media sosial yang dijuluki Facebook. Selain fitur yang mudah, facebook dapat dimanfaatkan oleh kalangan santri ataupun orang dewasa dalam melakukan bisnis. Bisnis online dengan cara memposting berbagai barang dagangan pada akun facebook yang digunakan, postingan dapat disesuaikan jangkauan yang diinginkan oleh pebisnis.

Selanjutnya ada media sosial youtube. Media sosial ini menyediakan fitur streaming dan menyediakan layanan tayangan. Beberapa orang memanfaatkan media sosial ini untuk memposting beberapa karyanya berupa video, yang ditujukan kepada masyarakat sebagai layanan. Dari banyaknya penonton yang melihat tayangan yang ditampilkan, maka akan semakin tinggi pula tingkat keuntungannya.

Media sosial selanjutnya yang sangat menarik di kalangan santri adalah Instagram. Instagram menjadi salah satu media sosial yang populer. Media ini menyediakan fitur yang sangat mendukung bisnis. Instagram menyediakan fitur instagram ads. Seorang pebisnis dapat mengiklankan produk dan konsumen akan mendapatkan jangkauan secara luas. Selanjutnya whatsapp, termasuk media sosial yang sering digunakan. Dalam media sosial ini, terdapat berbagai peluang dalam melakukan bisnis, karena pebisnis bisa membuat sebuah grub bisnis, melakukan video call atau membuka media promosi. Adapun pelatihan penggunaan media sosial dapat dilihat pada Gambar 3.

(12)

425

Gambar 3. Pelatihan Penggunaan Media Sosial

Dari Gambar 3 tampak bahwa salah satu tim (Vina Fellinda Alfiatun Maghfiroh) sedang memberikan penjelasan mengenai media sosial dan bagaimana menggunakannya dalam dunia pendidikan dan bisnis.

Selesai melaksanakan penyuluhan yang dilakukan di aula pondok pesantren Tarbiyatul Islam Al Falah, beberapa santri yang antusias dalam penyuluhan tadi memberikan masukan bahwa ada baiknya tidak hanya melakukan penyuluhan, namun juga melakukan beberapa pelatihan dalam pengolahan media sosial yang berpotensi dalam bisnis online yang ada. Sebelumnya tim pendamping memang sudah merencanakan dalam melakukan pelatihan setelah melakukan penyuluhan, maka pelatihan media sosial selanjutnya dilakukan pada tanggal 25 Januari 2022 oleh tim pendamping.

Media sosial yang tim pendamping ambil untuk bahan melakukan pelatihan adalah web development, youtube, facebook dan instagram. Kebanyakan dari santri yang hadir dalam latihan sudah paham mengenai fitur dan penerapan dalam melakukan bisnis di media sosial youtube, Facebook, dan instagram. Namun dari mereka belum ada yang dapat memanfaatkan web development, sehingga pada pertemuan itu tim pendamping lebih memfokuskan dalam pendampingan pelatihan pada web development. Pelatihan yang tim pendamping berikan tidak hanya instan pada pengelolaan bisnis dalam web development, namun dari awal dan dasar pembuatan web development tersebut. Dimulai dari membuat domain, mendesain fitur-fitur yang diinginkan sendiri hingga sampai pada inti pelatihan yaitu pengelolaan web development sebagai media bisnis online.

Untuk menyempurnakan hasilnya tim pendamping melakukan evaluasi.

Evaluasi dilakukan pada tanggal 28 Januari 2022. Evaluasi yang didapatkan dari penerapan metode pengajian yang ada hingga pemanfaatan media sosial sebagai pembentukan potensi bisnis bagi santri. Hasil dari evaluasi diketahui bahwa santri membutuhkan pendampingan oleh pihak yang lebih tua, dan khususnya yang berhubungan dengan pekerjaan sosial.

Berkembangnya media sosial di zaman milenial ini terdapat dampak positif seperti meningkatnya keuntungan dari penjualan produk. Pebisnis mampu menjalin kerja sama bisnis secara luas. Dibalik beberapa dampak positif berkembangnya

(13)

426

media sosial dalam peluang bisnis, juga terdapat beberapa dampak negatif menggunakan media sosial dalam kepentingan bisnis yaitu banyak produsen yang memperkenalkan produk yang tidak sesuai, atau bisa dikatakan palsu.

Adapun manfaat dari penggunaan media sosial yang pertama adalah mudah dalam mendapatkan informasi secara aktual. Selanjutnya memberi alternatif berkomunikasi secara realtime. Selain mendapatkan informasi manfaat dari penggunaan media sosial untuk kepentingan bisnis juga dapat meningkatkan brand dan meningkatkan peringkat pencarian brand tersebut. Setelah meningkatkan brand media sosial akan membantu dalam membangun relasi dengan cepat dan luas.

Pertemuan akhir tim pendamping fokus pembentukan skill santri yang memiliki daya saing dalam pengolahan berbagai bisnis. Tim pendamping memberikan beberapa pemaparan kepada santri terkait pengelolaan media sosial yang pada akhirnya dapat dimanfaatkan sebagai peluang bisnis, tanpa melupakan berbagai risiko atau dampak yang akan ditemui dalam melakukan bisnis online.

SIMPULAN

Hadirnya pondok pesantren memang dibutuhkan masyarakat dalam mendidik generasi masyarakat yang mampu menjadi agen perubahan dan panutan dalam kehidupan agama dan masyarakat. Oleh karenanya, pondok pesantren haruslah menjawab permasalahan dan kebutuhan masyarakat dengan memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan bagi para santri. Salah satu kebutuhan santri dalam menjawab tuntutan saat ini adalah penguasaan di bidang teknologi informasi. Pondok pesantren Tarbiyatul Islam Al Falah memiliki peran yang signifikan dalam membentuk karakter dan keterampilan para santri.

Tim pendamping telah berupaya memberikan pembelajaran dan pelatihan untuk mengembangkan keterampilan para santri di bidang media sosial. Ini penting dilakukan mengingat penggunaan media sosial sering kali salah dalam penggunaannya. Melalui pendampingan, pendidikan yang dilakukan tidak hanya seputar keagamaan tetapi juga memberikan pelayanan-pelayanan sosial dalam mengembangkan potensi para santri dengan pemanfaatan media online. Hasilnya menunjukkan bahwa pelatihan media online untuk para santri memperlihatkan adanya partisipasi, minat dan bakat untuk mengembangkan keterampilannya dalam pemanfaatan media online. Hal ini perlu dimasukkan ke dalam kurikulum pembelajaran di pondok pesantren Al Falah kota Salatiga agar santri lebih bijak dalam penggunaan media sosial.

(14)

427

DAFTAR PUSTAKA

Adi, W. (2019). Penggunaan Media Sosial Sebagai Trend Media Dakwah Pendidikan Islam di Era Digital. Jurnal Islam Nusantara, 03(02), 18.

Budyastomo, A. W. (2020). The Influence of Social Media for The Development of Da’wah And Nahdlatul Ulama Society Behavior. JNUS:Journal of Nahdlatul Ulama Studies, 1(1), 106–130. https://doi.org/10.35672/jnus.v1i1.

Dhuhani, E. M., Nofrita, D., & Mustofa, W. K. (2020). Telaah Model Dan Penggunaan Media Pembelajaran Di Pondok Pesantren Khoiru Ummah Waitila Maluku Tengah. Al-Iltizam: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 5(2), 48.

https://doi.org/10.33477/alt.v5i2.1753

Diarta, I. K. S. (2009). Pro-Poor Tourism dan Pemberdayaan Masyarakat Miskin:

Tinjauan Teoritis Pendekatan Metode Asset Based and Community-Driven Development. Jurnal Kepariwisataan Indonesia, 4(1), 13–33.

Hidayatullah, M. R., & Prasetyawan, Y. Y. (2019). Kajian Literasi Media Online Santri Mahasiswa (Studi Etnografi: Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Fattah, Sumurboto Semarang). Jurnal Ilmu Perpustakaan, 8(4), 194–203.

Kristanto, T. B. A., & Putri, A. A. (2021). Pengembangan Masyarakat Berbasis Aset Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat melalui Sektor Wisata Kebugaran di Indonesia. Journal of Social Development Studies, 2(2), 43–54.

https://doi.org/https://doi.org/10.22146/jsds.2272

Kurnia, A. M. B. P. (2019). Problematika Pesantren Sebagai Lembaga Pendidikan Islam Di Indonesia. Tawazun: Jurnal Pendidikan Islam, 12(2), 225–233.

https://doi.org/10.32832/tawazun.v12i2.2554

Mahmudah, N., & Supiah. (2018). Pemberdayaan Pada Anak-Anak Gang Dolly Di Sma Artantika Surabaya Dengan Metode Asset Based Community Development. Madani: Jurnal Pengabdian Ilmiah, 1(1), 17–29.

Mallapiang, F., Kurniati, Y., Syahrir, S., Lagu, A. M. H., & Sadarang, R. A. I.

(2020). Pengelolaan sampah dengan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) di wilayah pesisir Bulukumba Sulawesi Selatan. Riau Journal of Empowerment, 3(2), 79–86. https://doi.org/10.31258/raje.3.2.79-86 Maulana, M. (2019). Asset-Based Community Development : Strategi

Pengembangan Masyarakat. Empower: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, 4(2), 259. https://doi.org/10.24235/empower.v4i2.4572

Nasih, A. M., Sultoni, A., & Kholidah, L. N. (2020). Kajian Konten Media Sosial untuk Penguatan Literasi Dakwah Islam Moderat Guru dan Santri di Pesantren.

Jurnal Karinov, 3(3), 174–180.

https://doi.org/http://dx.doi.org/10.17977/um045v3i3p174-180

Nurhadi, I., Subiyantoro, H., & Hadi, N. U. (2018). Pemberdayaan Masyarakat Pondok Pesantren Untuk Meningkatkan Minat Masyarakat: Studi Kasus

(15)

428

Pemberdayaan Santri Pondok Pesantren Nurul Ulum Munjungan. AL- IDARAH: JURNAL KEPENDIDIKAN ISLAM, 8(1), 142.

https://doi.org/10.24042/alidarah.v8i1.3085

Riyanti, C., & Raharjo, S. T. (2021). Asset Based Community Development Dalam Program Corporate Social Responsibility (CSR). Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik, 3(1), 112. https://doi.org/10.24198/jkrk.v3i1.32144

Ryandono, M. N. H. (2018). Peran Pondok Pesantren dalam Pemberdayaan Sosial Ekonomi di Jawa Timur pada Abad ke-20. Mozaik Humaniora, 18(2), 189–

204. https://doi.org/10.20473/mozaik.v18i2.10934

sopwandin, I. (2019). Manajemen Pemasaran Pondok Pesantren Berbasis Program Pengabdian Masyarakat. JMPI: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 4(2), 78–85.

Subekti, M. Y. A., & Fauzi, M. M. (2018). Peran Pondok Pesantren dalam Pemberdayaan Masyarakat Sekitar. Al-I’tibar : Jurnal Pendidikan Islam, 5(2), 99–100. https://doi.org/10.30599/jpia.v5i2.554

Sudiansyah, A. (2019). Efektivitas Komunikasi Dakwah Di Pesantren MQ dalam Merubah Akhlak Santri. Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi, 1(2), 21–36.

https://doi.org/10.15575/cjik.v1i2.4842

Sulistianingsih, D., Pujiono, Fidiyani, R., & Sugiarto, L. (2019). Penanaman Jiwa Kewirausahaan Bagi Santri. Jurnal Pengabdian Hukum Indonesia, 02(1), 30–

38. https://doi.org/https://doi.org/10.15294/jphi.v2i1

Syafe’i, I. (2017). Pondok Pesantren: Lembaga Pendidikan Pembentukan Karakter.

Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 8(1), 61.

https://doi.org/10.24042/atjpi.v8i1.2097

Yahya, F. A. (2015). Problem Manajemen Pesantren, Sekolah, Madrasah: Problem Mutu dan Kualitas Input-Proses-Output. El-Tarbawi, 8(1), 93–109.

https://doi.org/10.20885/tarbawi.vol8.iss1.art6

Referensi

Dokumen terkait

Senada dengan Cohen dan Prusak L., (Hasbullah, (2006:7) menjelaskan, modal sosial sebagai segala sesuatu hal yang berkaitan dengan kerjasama dalam masyarakat atau

Karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dampak modal sosial terhadap integrasi masyarakat Kelurahan Cigugur di Kabupaten Kuningan.. Pendekatan ini menggunakan

Termasuk dalam tanggung jawab sosial adalah segala kewajiban yang harus dilakukan yang terkait dengan upaya perbaikan kesejahteraan sosial masyarakat yang tinggal di dalam dan

Pengertian modal sosial menurut Coleman adalah adalah variasi berbagai masyarakat (entities) yang terdiri dari dari beberapa aspek struktur sosial, serta memfasilitasi

Kegiatan-kegiatan untuk membantu perbaikan dan mengurangi penderitaan masyarakat akibat bencana alam, atau permasalahan ekonomi dan sosial dan lain-lain serta membantu untuk masa

Pemantauan melalui komunikasi telepon dan sosial media kemajuan dari produk cemilan keripik kulit mangga Tahap pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat akan direalisasikan

Pemateri : Indah Roja Junaidi Materi : Menyikapi Efek Media Sosial Terhadap perubahan sosial masyarakat Dusun I Desa Kampung Baru Kabupaten Labuhan batu Respon peserta yang hadir bisa

Pasani et al/Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat 3 3 2021 242-248 246 Materi ini diawali dengan pengenalan kembali menu-menu yang ada pada Microsoft PowerPoint, khusunya