Pengaruh model pembelajaran Two stay two stray (TSTS) terhadap hasil belajar kognitif siswa pada materi protista kelas X SMA Negeri 2. Homogenitas pada kelas eksperimen yang diajar menggunakan model pembelajaran Two stay two stray dan kelas kontrol yang diajar menggunakan Model Pembelajaran Konvensional. Kelas eksperimen diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Two Stay Two Stray dan kelas kontrol diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Two Stay Two Stray.
Kelas eksperimen diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Two Stay Two Stray dan kelas kontrol diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional.
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
- Rumusan Masalah
- Tujuan Penelitian
- Manfaat
Model pembelajaran Two Stay Two Stray dapat meningkatkan hasil belajar sekaligus menumbuhkan sikap ilmiah siswa. Adakah pengaruh model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) terhadap hasil belajar kognitif siswa pada materi protista kelas X di SMAN 2 Gowa? Bagaimana hasil belajar kognitif siswa dengan menggunakan model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) pada protista kelas X di SMAN 2 Gowa.
Untuk mengetahui bagaimana hasil belajar kognitif siswa dengan menggunakan model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) pada materi protista kelas X di SMAN 2 Gowa.
KAJIAN PUSTAKA
Kajian pustaka
- Model pembelajaran two stay two stray (TSTS)
- Hasil belajar
- Materi Protista
- Keterkaitan antara model pembelajaran dengan materi
- Profil sekolah Identitas Sekolah
Hasil belajar meliputi tiga aspek yaitu aspek kognitif, afektif dan psikomotorik Aspek kognitif berkaitan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek yaitu pengetahuan, ingatan, pemahaman, penerapan, analisis dan evaluasi. Menurut Susanto, hasil belajar yang diuraikan di atas meliputi pemahaman konsep (aspek kognitif), keterampilan memproses (aspek psikologis), dan sikap siswa (aspek afektif). Secara sederhana yang dimaksud dengan hasil belajar siswa adalah kemampuan yang diperoleh anak setelah melalui kegiatan belajar.
Menurut Slamet (2003) dalam Darmada (2017), faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa meliputi faktor internal dan eksternal sebagai berikut: . 1) Faktor internal yaitu faktor yang berasal dari diri peserta didik dan terdiri dari faktor fisik (kesehatan dan kecacatan);
Penelitia relevan
Sulistyanti (2019) berjudul “Pengaruh model pembelajaran Two stay two stray (TSTS) yang dipadukan dengan metode demonstrasi terhadap hasil belajar kimia”. Jadi dapat disimpulkan bahwa pengaruh model pembelajaran Two stay two stray (TSTS) yang dipadukan dengan metode demonstrasi memberikan dampak yang lebih baik terhadap hasil belajar kimia laju reaksi suatu zat di Kelas XI MIA MAN 2 Mataram. Safitri (2015) berjudul “Pengaruh model pembelajaran Two stay two stray (TSTS) terhadap hasil belajar siswa”.
Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan dari penelitian ini bahwa penggunaan model pembelajaran Two stay two stray (TSTS) berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Sukadana Kab .
Kerangka pikir
Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan memperbaiki model pembelajaran yang digunakan guru di sekolah. Model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) tampaknya dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut di atas. Model pembelajaran kooperatif tipe stay two stray (TSTS) atau model stay two guest.
Dengan demikian, berdasarkan kerangka di atas, model Two Stay Two Stray (TSTS) diyakini dapat mempengaruhi hasil belajar siswa pada konsep Protista yang disajikan pada gambar berikut.
Hipotesis
- Desain penelitian
- Variabel penelitian
- Tempat dan Waktu Penelitian
- Prosedur penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen jahat yang melibatkan dua kelas, yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran Two still two lost dan variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 2 Gowa yang berlokasi di Jl. Pendidikannya memusingkan, sedangkan waktu pelaksanaan dalam penelitian ini adalah pada semester ganjil tahun ajaran.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas X IPA SMA Negeri 2 Gowa yang berjumlah 307 siswa dan dibagi menjadi 9 kelompok.
Definisi Operasional Variabel
Tes Hasil Belajar Biologi merupakan instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur hasil belajar biologi siswa sebelum dan sesudah digunakan model kolaboratif Two Stay Two Stray (TSTS). Lembar observasi digunakan untuk melihat bagaimana proses pembelajaran antara dan guru menggunakan model pembelajaran Two stay two stray.
Teknik Pengumpulan Data
Lihatlah hasil tes yang diberikan kepada siswa sebagai data untuk mengetahui berhasil tidaknya penelitian yang dilakukan.
Teknik Analisis Data
- Analisis Statistik Deskriptif
Kriteria seorang siswa tuntas secara akademik apabila memenuhi kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan sekolah. Tujuan uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah data hasil belajar biologi siswa pasca perlakuan berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Sebaliknya jika tingkat karakteristik data menghasilkan data kurang dari 0,05, maka varians kelompoknya tidak homogen.
Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan SPSS versi 25.0 for Windows dengan statistik uji N-Gain Independent Sample t-test.
Hasil Penelitian
Penelitian yang dilakukan di kelas X IPA 5 yang berjumlah 16 siswa sebagai kelas eksperimen dengan menggunakan model pembelajaran Two stand two lost yaitu nilai hasil belajar yang mendapat nilai terendah pada pretest yaitu 13 dan tertinggi nilai tinggi yaitu 33, rata-rata 35,13. Sedangkan untuk kelas kontrol masing-masing nilai hasil belajarnya memperoleh nilai terendah pada pretest yaitu 13 dan nilai tertinggi masing-masing 53 dengan rata-rata 35,13. 61,54 Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa pada kelas eksperimen berada pada kategori baik.
Distribusi frekuensi hasil belajar siswa pada kelas eksperimen dapat dilihat pada Tabel 4.2 untuk kelas eksperimen dan Tabel 4.3 untuk kelas kontrol. Berdasarkan tabel 4.2 untuk kelas eksperimen terlihat bahwa jumlah siswa dengan hasil belajar kategori sangat rendah sebanyak 0 siswa, jumlah siswa dengan hasil belajar kategori rendah sebanyak 2 siswa, jumlah siswa dengan hasil belajar kategori rendah sebanyak 2 siswa, jumlah siswa dengan hasil belajar kategori rendah sebanyak 2 siswa, jumlah siswa dengan hasil belajar kategori rendah sebanyak 2 siswa, jumlah siswa dengan hasil belajar kategori rendah sebanyak 2 siswa, jumlah siswa dengan hasil belajar kategori rendah sebanyak 2 siswa, jumlah siswa dengan hasil belajar kategori rendah sebanyak 2 siswa, jumlah siswa dengan hasil belajar kategori rendah sebanyak 2 siswa, jumlah siswa dengan hasil belajar kategori rendah sebanyak 2 siswa, jumlah siswa dengan hasil belajar kategori rendah sebanyak 2 siswa, jumlah siswa dengan hasil belajar kategori rendah sebanyak 2 siswa, jumlah siswa dengan hasil belajar kategori rendah sebanyak 2 siswa, jumlah siswa dengan hasil belajar kategori rendah sebanyak 2 siswa, jumlah siswa dengan Hasil belajar Hasil belajar pada kategori sedang berjumlah 11 siswa dan jumlah siswa yang memiliki hasil belajar pada kategori tinggi berjumlah 3 siswa dan untuk kategori sangat tinggi berjumlah 0 siswa. Setelah melakukan analisis statistik deskriptif pada kelas eksperimen dan kelas kontrol, terlihat perbedaan hasil belajar siswa pada Gambar 4.1 berikut.
Berdasarkan Gambar 4.1, terdapat perbedaan yang jelas antara hasil belajar pada kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran Two stay two stray dengan hasil belajar pada kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Dimana nilai hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Two stay two stray lebih tinggi dibandingkan dengan nilai hasil belajar siswa yang menggunakan model konvensional. Berdasarkan nilai signifikan tersebut, maka hasil belajar kelas eksperimen dan kelas kontrol mempunyai varians kelompok data yang homogen.
Karena data hasil uji hipotesis kurang dari 0,05 maka hipotesis penelitian yang diajukan dalam penelitian ini diterima yaitu terdapat perbedaan hasil belajar siswa pada materi protista setelah diajar menggunakan model pembelajaran Two stand Dua Model Pembelajaran Hilang dan Konvensional pada Kelas X di SMA Negeri 2 Gowa. Dimana selisih hasil belajar siswa kelas eksperimen yang diajar menggunakan model pembelajaran Two stand two lost dan kelas kontrol yang diajar menggunakan model pembelajaran konvensional masing-masing sebesar 41,077.
Pembahasan
Kelebihan model pembelajaran Two stay two stray adalah mudah diterapkan, dapat meningkatkan aktivitas berbicara, siswa juga dapat bekerja sama, dan bertanggung jawab untuk saling membantu memecahkan suatu masalah, sehingga hasil belajar dapat diperoleh. ditingkatkan. Analisis statistik deskriptif pada kelas kontrol dengan menggunakan model pembelajaran konvensional mencapai hasil belajar siswa dengan kategori lebih kecil. Berdasarkan hasil yang diperoleh terlihat bahwa penggunaan model pembelajaran konvensional kurang mampu memberikan pengaruh positif terhadap keberhasilan belajar siswa.
Oleh karena data hasil pengujian uji hipotesis lebih kecil dari nilai α maka hipotesis penelitian yang diajukan dalam penelitian ini diterima yaitu terdapat pengaruh model pembelajaran Two stay two stray terhadap hasil belajar kognitif siswa pada materi protista. materi kelas X di SMA Negeri 2 Gowa. Berdasarkan kategorisasi hasil belajar terlihat bahwa siswa yang diajar dengan model pembelajaran Two stay two stray masuk dalam kategori cukup, sedangkan model pembelajaran konvensional masuk dalam kategori kurang. Meski begitu, hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran Two stay two stray lebih tinggi dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang menggunakan model konvensional.
Hal ini disebabkan karena penggunaan model pembelajaran Two stay two-stray dalam proses pembelajaran di sekolah yang diteliti tergolong baru bagi siswa. Pada lembar observasi aktivitas siswa terlihat bahwa pada kelas eksperimen yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Two stay two-stray, aktivitas siswa berada pada kategori sangat aktif, sedangkan aktivitas siswa berada pada kelas kontrol, yaitu berdasarkan analisis yang dilakukan peneliti, bahwa terdapat pengaruh yang signifikan model kooperatif tipe Two stay two type stray (TSTS), terhadap hasil belajar biologi siswa pada materi ekosistem dengan nilai rata-rata 84,71 dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang diajarkan artikulasi model pembelajaran dengan nilai rata-rata 82,29. Penggunaan model pembelajaran dalam proses pembelajaran sangat diperlukan karena mempunyai kemampuan menarik perhatian siswa terhadap materi yang diajarkan selama pembelajaran, sehingga hasil belajar yang diperoleh lebih tinggi.
Model pembelajaran dua arah dan konvensional masing-masing mempunyai kelebihan dalam keberhasilan belajar siswa. Dari segi pemilihan model pembelajaran pada penelitian ini, model pembelajaran Two Stand Two Wanderers lebih unggul dibandingkan model pembelajaran konvensional karena mampu membuat siswa lebih aktif dalam berbicara.
Kesimpulan
Saran
Untuk penelitian eksperimen selanjutnya, peneliti dapat menambahkan variabel-variabel yang ingin diteliti atau mengkolaborasikan model pembelajaran Two stand two lost dengan model lain yang lebih menarik. Pendekatan eksplorasi alam sekitar dengan menggunakan laboratorium biologi dan taman wisata edukasi di UNNES sebagai sumber pengajaran materi keanekaragaman hayati. Perbandingan Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw dan Two Stay Two Stray Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Elastisitas.
Penggunaan Model Two Stay Cooperative Learning (TSTS) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas IV B SDN 21 Sitorajo Kecamatan Kuantan Tengah. Pengaruh penggunaan model pembelajaran Two Stay Two Stray berdasarkan hasil IPA dibandingkan dengan hasil belajar biologi siswa. Peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa melalui pembelajaran sekolah materi keanekaragaman hayati kelas X mia mas AR-Rosyidiyah.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif NHT (Numbered Head Together) dan Keterampilan Awal Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Fisika di SMP Negeri 2 Poso. Penerapan model pembelajaran kooperatif Two Stay Two Stray (TSTS) untuk meningkatkan apresiasi dan kreasi siswa.
Lembar Validasi Instrumen
KONTROL
PELAKSANAAN PENELITIAN
HASIL BELAJAR SISWA
OBSERVASI
PENELITIAN