NAMA : OVY AURORA S.P NIM : 050294153
UPBJJ : Universitas Terbuka Jember
TUGAS 3
1.Karakteristik pengangguran di indonesia Tipe-tipe pengangguran
Tipe-tipe pengangguran dapat dibedakan dari sebab-sebab timbulnya dan dari segi pendayagunaan tenaga keria
a. Pengangguran friksional (penangguran transisi/frictional unemployment) Jenis
pengangguran yang timbul sebagai akibat dari adanya perubahan di dalam masyarakat kerja.
b. Pengangguran structural (structural unemployment) Jenis pengangguran yang disebabkan oleh adanya perubahan struktur di dalam pasar tenaga keria dimana perubahan struktur tersebut menyebabkan teriadinya ketidaksesuaian antara permintaan dan penawaran tenaga kerja.
Ada 2 sebab yang menyebakkan pengangguran structural, yaitu keterampilan yang diminta pemberi kerja tidak sesuai dengan keterampilan
c. Pengangguran Konjungtur (pengangguran siklis/cyclical unemployment) Jenis
pengangguran yang terjadi sebagai akibat merosonya kegiatan ekonomi suatu negara.
2.
Pandemi Covid-19 memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap perekonomian Indonesia, mulai dari perubahan rantai pasok dunia hingga penurunan investasi asing ke Indonesia. Penurunan tersebut dapat dilihat melalui perlambatan pertumbuhan ekonomi yang turun dari 5,02 Persen di tahun 2019 menjadi 2,97 Persen pada tahun 2020. Perlambatan pertumbuhan ekonomi tersebut juga diikuti dengan peningkatan jumlah pengangguran, yang menurut data Bank Dunia, meningkat dari 5,28 Persen pada tahun 2019 menjadi 7,07 Persen pada tahun 2020. Pandemi COVID-19 tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga memengaruhi kondisi perekonomian, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),Menurunnya berbagai aktivitas ini berdampak pada kondisi sosial-ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat rentan dan miskin. Oleh sebab itu, pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, mengeluarkan berbagai kebijakan untuk menanggulangi penyebaran COVID-19 serta kebijakan-kebijakan yang bersifat penanggulangan dampak sosial dan ekonomi akibat pandemi ini. meningkatnya angka pengangguran di masa pandemi ini ialah banyaknya PHK, adanya aturan pemerintah tentang lock down, PSBB, dan social distancing. Kegiatan membatasi masyarakat untuk bekerja ini dapat memicu bertambahnya angka pengangguran. Salah satu
yang sangat menyita perhatian ditengah pandemic Covid- 19 ini ialah jumlah pengangguran yang bertambah. Sejak pandemic Covid-19, tak sedikit perusahaan-perusahaan yang menutup kegiatan operasionalnya. Ada yang sementara, ada juga hingga batas waktu yang tidak
ditentukan. Mau tidak mau, pekerjapekerjanya akan menganggur untuk sementara waktu. Tidak hanya itu adanya aturan pemerintah tentang social distanching, lock down dan PSBB bagi daerah zona merah menyebabkan gerak masyarakat terbatasi sehingga menyebabkan banyak masyarakat yang menganggur.
3
. 1. Masalah PendanaanMengutip buku Memaknai Kebijakan Berorientasi Manusia - Sepuluh Pelajaran Berharga Pasca Pandemi Covid-19 oleh Afrimadona, dkk (2022), keterbatasan dana adalah kendala utama bagi pemerintah daerah dalam melakukan program-program pembangunan.
Meskipun otonomi daerah memiliki wewenang yang lebih besar dalam pengelolaan anggaran, namun masih banyak daerah yang mengandalkan anggaran dari pemerintah pusat.
2.Kapasitas Sumber Daya Manusia
Minimnya pegawai yang kompeten dalam mengelola pemerintahan daerah serta kualitas pendidikan dan pelatihan yang belum memadai menyebabkan kemampuan pengawasan program daerah belum optimal.
3.Eksploitasi Pendapatan Daerah
Lemahnya sistem pengawasan dan akuntabilitas pendapatan daerah menjadi masalah serius.
Eksploitasi pendapatan daerah menghambat pelaksanaan otonomi daerah dan perlu diberantas hingga ke akar-akarnya.
4. Infrastruktur yang Tidak Memadai
Infrastruktur yang buruk, mulai dari jalan raya, jembatan, fasilitas pendidikan, dan kesehatan dapat menghambat pembangunan daerah. Infrastruktur yang tidak memadai akan membuat daerah sulit mengembangkan ekonomi lokal.
Penyebabnya adalah minimnya anggaran untuk memperbaiki dan membangun infrastruktur yang diperlukan.
5. Kesenjangan Antar Daerah
Hingga saat ini, kesenjangan antara daerah maju dan daerah tertinggal masih terlihat kontras.
Daerah yang lebih maju mempunyai banyak sumber daya untuk menerapkan otonomi
daerahnya, sedangkan daerah yang tertinggal cenderung terjebak dalam lingkaran kemiskinan
4
. Jika pemerintah tidak memprioritaskan kebijakan pendidikan dan kesehatan,akan muncul beberapa permasalahan yang dampaknya sangat signifikan:1) Rendahnya kualitas sumber daya manusia:Kualitas Kurangnya pendidikan yang tinggi dan akses terhadaplayanan kesehatan dapat menyebabkan masalah seperti: Hal inimenyebabkan menurunnya kualitas sumber daya manusia secarakeseluruhan.Hal ini dapat membatasi kemampuan individu untuktumbuh secara pribadi dan profesional, serta membatasi potensipertumbuhan ekonomi suatu negara.
2) Meningkatnya angka kemiskinan:Kurangnya pendidikan dan kesehatan yang buruk dapat menciptakanlingkaran setan kemiskinan yang sulit diputus. Tanpa akses yangmemadai terhadap pendidikan berkualitas, peluang kerja seseorangkemungkinan besar akan terbatas, kesehatan yang buruk dapatmengakibatkan biaya pengobatan yang tinggi, dan daerah-daerahyang lebih miskin mempunyai biaya layanan kesehatan yang lebihrendah.
3) Meningkatnya kesenjangan sosial:Kurangnya akses yang setara terhadap pendidikan dan kesehatandapat meningkatkan kesenjangan sosial antar kelompok lokal. Hal inidapat menyebabkan ketimpangan pendapatan, ketimpangankesempatan, dan ketimpangan akses terhadap layanan penting
.
5.
Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk menghadapiglobalisasi dengan fokus pada berbagai aspek ekonomi, sosial, dan politik.Berikut beberapa contoh upaya yang telah dilakukan.1. Pembukaan pasar dan penanaman modal asing: Pemerintahmembuka pasar dalam negeri bagi penanaman modal danperdagangan asing dengan menerapkan kebijakan
liberalisasiekonomi. Hal ini termasuk menghilangkan atau mengurangi hambatanperdagangan, memperkenalkan kebijakan investasi yang ramahterhadap asing, dan memperkuat kerja sama regional daninternasional melalui perjanjian perdagangan seperti KawasanPerdagangan Bebas ASEAN (AFTA) dan Perjanjian PerdaganganBebas (FTA). secara berkelanjutan dan inklusif.
2. Pembangunan Infrastruktur: Pemerintah telah memprioritaskanpembangunan infrastruktur yang mendukung konektivitas danpergerakan barang, jasa, dan manusia. Proyek infrastruktur sepertipembangunan jalan, jembatan, pelabuhan dan bandara ditujukanuntuk mendorong perdagangan dan investasi serta meningkatkandaya saing perekonomian Indonesia di pasar global.
3. Penguatan sektor industri: Pemerintah harus memperkuat daya saingindustri dalam negeri dengan memberikan insentif kepada sektor-sektor yang berpotensi bersaing secara global, seperti industrimanufaktur, teknologi, dan ekspor. Hal ini termasuk memberikandukungan finansial, tunjangan pajak, dan pelatihan kepada karyawan.
4. Pembangunan Sumber Daya Manusia: Pemerintah berfokus padapengembangan sumber daya manusia untuk memenuhi tuntutanpasar tenaga kerja global yang semakin kompleks. Hal ini mencakupreformasi pendidikan untuk meningkatkan kualitas dan relevansipendidikan serta pelatihan keterampilan untuk meningkatkan dayasaing angkatan kerja.