• Tidak ada hasil yang ditemukan

KASUS DIABETES MELITUS

N/A
N/A
narcissa

Academic year: 2025

Membagikan "KASUS DIABETES MELITUS"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

KASUS DIABETES MELITUS

Tn. A seorang laki-laki berusia 50 tahun yang memiliki berat badan 58 dan tinggi badan 165 cm. Tn. A merupakan seorang pekerja di salah satu perusahaan dan beragama Islam. Tn. A datang ke rumah sakit dengan keluhan gatal-gatal, sering haus, sering lapar, sering buang air kecil, serta luka yang sulit sembuh. Tn. A memiliki riwayat DM sejak 2 tahun yang lalu dan riwayat keluarga yang juga menderita DM. Pasien jarang berolahraga karena tidak memiliki cukup waktu karena sibuk bekerja. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik didapatkan hasil tekanan darah 119/80 mmHg, nadi 75x/menit, RR 25x/menit, suhu 37°C. Selain pemeriksaan fisik, Tn. A juga melakukan pemeriksaan labooratorium dan didapatkan hasil: GDS = 350 mg/dl, GDP = 165 mg.dl, HbA1c 8%, asam urat 5 mg/dl dan ureum 26 mg/dl. Riwayat makan Tn. A yaitu pasien tidak makan dengan teratur hanya 2x/hari, suka mengonsumsi minuman manis seperti teh manis dalam setiap hari dan makanan yang manis-manis seperti roti cokelat, kue yang mengandung banyak pemanis buatan. Hasil food recall Tn. A didapatkan hasil E = 2300 kkal, P = 75 gram, L = 55 gram, KH = 400 gram.

(2)

PROSES ASUHAN GIZI TERSTANDAR 1. Asesment Gizi

Kelompok Data Data Standar Pembanding

(Comparatove Standar)

Identifikasi Masalah Riwayat Personal

(Client History/CH)

(CH 1) Riwayat Personal 1. Nama pasien : Tn. A 2. Umur : 50 tahun 3. Jenis kelamin : Laki-

laki

(CH 2) Riwayat Medis 1. Diagnosis Medis :

Diabetes Melitus

2. Keluhan : gatal-gatal, sering haus, sering lapar, sering buang air kecil, serta luka yang sulit sembuh.

3. Riwayat penyakit : 2 tahun mengalami DM 4. Riwayat keluarga :

keluarga menderita DM

Data Fisik

(Physical Data/

PD)

(PD 1.1.1) Kondisi Umum 1. Lemas dan lemah

(PD 1.1.2) Tanda-Tanda Vital

1. Tekanan Darah : 120/80 mmHg

2. Nadi : 75x/menit 3. RR : 25x/menit 4. Suhu : 37°C

1. Tekanan Darah:

<120/80 mmHg 2. Nadi: 60-

100x/menit 3. Respirasi: 20-30

x/menit 4. Suhu: 36,5-

37,5oC

Tekanan darah normal Nadi normal Resepirasi normal Suhu normal

Data Antropometri (Antropometri/AD )

(AD 1.1) Data Antropometri 1. BB : 60 kg

2. TB : 165 cm 3. IMT : 22,04 kg/m2 4. BBi : 58,5 kg

< 18,5 : Kurus 18,5 – 24,9: Normal 25 –  27:

Overweight  >27: Obesitas (IMT Kemenkes, 2013)

IMT Normal

Data Biokimia

(Biokimia (BD 1.1) Data Biokimia

GDS = 350 mg/dl, GDS = <200 mg/dl GDS tinggi

(3)

Data/DB) GDP = 165 mg.dl, HbA1c = 8%, Asam urat = 5 mg/dl Ureum= 26 mg/dl.

GDP = <126 mg/dl HbA1c = 6,5 % Asam urat = 3,4-7 mg/dl

Ureum = 10-50 mg/dl

GDP tinggi HbA1c normal Asam urat normal Ureum normal Riwaat Gizi (Food

History/FH)

(FH 1) Asupan Makanan dan Zat Gizi

1. Konsumsi asupan makan pasien sebelum masuk RS E = 2400 kkal,

P = 110 gram L = 50 gram, KH = 400 gram.

(FH 5) Perilaku Makan : pasien tidak makan dengan teratur hanya 2x/hari, suka mengonsumsi minuman manis seperti teh manis dalam setiap hari dan makanan yang manis-manis seperti roti cokelat, kue yang

mengandung banyak

pemanis buatan.

Kebutuhan menurut Harris Benedict BMR : 1.373

TEE : BMR x FA x FS = 1373 x 1,3 x 1,2 = 2.141 kkal Kebutuhan :

Energi = 2141 kkal Protein = 80 gram Lemak = 47 gram Karbohidrat = 240 gram

2. Diagnosis Gizi

Kelompok Data Uraian Diagnosis Gizi

Domain Intake (NI) Asupan makanan dan minuman per oral berlebih (NI-2.2) berkaitan dengan nafsu makan dan haus berlebih yang ditandai dengan data recall asupan energi sebesar energi 2200 kkal, Protein 110 gram, Lemak 50 gram dan Karbohidrat 358 gram dari kebutuhan yang seharusnya.

Domain Klinis (NC) Perubahan nilai laboratorium terkait gizi khusus (Glukosa) (NC-2.2) berkaitan dengan gangguan fungus endokrin yang ditandai dengan pasien selalu merasa haus, sering buang air kecil , serta luka sulit sembuh yang bedasarkan hasil laboratortium menunjukkan GDP, GDS, dan HbAc1 melebihi batas normal.

Domain Behavior (NB) Ketidaksesuaian dalam pemilihan makanan (NB-1.7)

(4)

berkaitan kurangnya informasi terkait gizi yang tidak akurat ditandai dengan kebiasaan konsumsi makanan dan minuman yang manis.

3. Intervensi Gizi

Domain Pemberian Makanan 1) Perencanaan Diet

 Jenis Diet : Diet DM 2100 kkal

 Bentuk Makanan : Biasa

 Rute Pemberian : Oral 2) Tujuan Diet :

a. Mempertahankan kadar glukosa darah mendekati normal dengan menyeimbangkan asupan makanan dengan insulin (endogenus dan eksogenus), dengan obat penurun glukosa oral dan aktivitas fisik.

b. Mencapai dan mempertahankan kadar lipida serum normal.

c. Memberi cukup energi untuk mempertahankan atau mencapai berat badan normal.

d. Menghindari komplikasi akut pasien yang menggunakan insulin, seperti hipoglikemia, komplikasi jangka pendek, dan jangka lama serta masalah yang berhubungan dengan latihan jasmani.

e. Meningkatkan derajat kesehatan secara keseluruhan melalui gizi yang optimal.

3) Syarat Diet

a. Energi cukup sesuai dengan berat badan ideal

b. Kebutuhan protein sebesar 10-20% dari total asupan energi.

c. Kebutuhan lemak dianjurkan sekitar 20-25% kebutuhan kalori dan tidak diperkenankan lebih dari 30% total asupan energi.

d. Kebutuhan harbohidrat dianjurkan sebesar 45-65% dari total asupan energi.

4) Preskripsi Diet :

a. Kebutuhan Asupan Pasien

BMR = 66 + (13,7 x BB) + (5 x TB) – (6,8 x U)

= 66 + (13,7 x 60) + (5 x 165) – (6,8 x 50)

(5)

= 66 + 822 + 825 – 320

= 1.393

TEE = BMR x FA x FS

= 1393 x 1,3 x 1,2

= 2173 kkal b. Kebutuhan Zat Gizi

Energi : 2173 kkal Protein : 81 gr Lemak : 48 gr Karbohidrat : 244 gr

Kelompok Data Data

Domain Edukasi (E) Topik : Diet DM 2100 kkal Waktu : 30 menit

Sasaran : Tn. A dan keluarga Media : Leaflet

Metode : Ceramah, diskusi, tanya jawab Materi : Diet dm 2100 kkal dan pantangan makanan

Domain Konseling (C) C 2.1 : Wawancara motivasi memberikan motivasi dan meyakinkan pasien untuk mampu mengikuti terapi diet yang diberikan sehingga dapat menjaga kestabilan kesehatan klien C 2.2 : Penetapan tujuan mengingatkan pasien terkait makanan yang dianjurkan dan tidak dianjurkan untuk menunjang keberhasilan diet pasien

C 2.3 : Memberikan dukungan kepada pasien dan keluarga agar dapat mengikuti terapi diet dengan baik dan

(6)

benar

4. Monitoring dan Evaluasi

Kategori

Monitoring

Hasil

Evaluasi Waktu Hari ke 1 Hari ke

2

Hari ke 3 Data

Antropometri

1. BB : 60 kg 2. TB : 165 cm 3. IMT : 22,04

kg/m2

Normal Setiiap minggu

Data Fisik/Klinis

1. Tekanan Darah : 120/80 mmHg

2. Nadi :

75x/menit

3. RR :

25x/menit 4. Suhu : 37°C

Normal Setiap hari

Data Biokimia

1. GDS = 350 mg/dl, 2. GDP = 165

mg.dl, 3. HbA1c =

8%,

4. Asam urat = 5 mg/dl 5. Ureum= 26

mg/dl.

GDS, GDP, HbA1c melebihi batas normal

Target : mencapai batas normal

Sesuai dengan jadwal pemeriksaaan terbaru

Asupan Food History

1. Konsumsi asupan makan pasien sebelum masuk RS E = 2400 kkal,

P = 110 gram

L = 50 gram,

Asupan oral makanan tinggi

Target : asupan makanan sesuai

Setiap hari

(7)

KH = 400

gram dengan

kebutuhan

(8)

MENU MAKANAN PASIEN DIABETES MELITUS

Waktu Menu Bahan Berat Energi Protein Lemak KH Serat Kolestrol Ca Na K Vit.A IG Gula

kkal gr gr gr gr mg mg mg mg mcg mcg mg

Sarapan Sandwich

Roti

gandum 50 217 6,8 4 36 6,8 0 0 331 0 0 0 2,3

Selada 20 3,6 0,2 0 0,5 0,3 0 4,4 3,8 37,2 74 0 0,1

Tomat 10 2,4 0,1 0 0,4 0,1 0 1 1 16 0 4,5 0

Putih telur 15 7,5 1,6 0 0,1 0 0 1 24,6 20,7 0 0 0,1

Mayonais 7 25,2 0 2,8 0 0 2,3 0 56 2,1 0,5 0 0

Susu sapi Susu sapi 100 61 3,2 3,5 4,3 0 0 143 36 149 39 0 0

Selinga n

Pancake apel strawberry

Apel 50 29 0,1 0,2 7,4 1,3 0 3 1 65 1,5 19 5,1

Strawberry 30 9,6 0,2 1 2,3 0,6 0 4,8 0,3 46 0,3 12 1,4

Tepung

terigu 20 66,6 1,8 0,2 15,4 0 0 4,4 0,4 0 0 0 0

telur 30 46,2 3,7 3,2 0,2 0 112 26 43 35,5 18,3 0 0,1

Makan siang

Nasi Beras 80 286,6 6,7 1,3 62 0,1 0 118 22 57 0 65 0,5

Capcay Wortel 30 11 0,3 0,1 2,3 0,3 0 13,5 21 73,5 250,5 14,7 1,4

Sawi 25 7 0,5 0,1 1 0,6 0 55 5,5 109 62 0 0,1

Kembang

kol 25 6,2 0,6 0 1,2 0,4 0 5,5 11,7 46 0 0 0

Daging ayam

50 149 9,1 12,5 0 0 43,5 7 54,5 192 122 0 0

(9)

Bistik daging

sapi

Daging

sapi 80 215 20 14 0 0 0 3,2 42,4 272 0 0 0

Bawang

bombai 20 8,6 0,2 0 2 0,4 0 6,4 2,4 1,9 0 8,2 0,8

Bawang

merah 10 4,6 0,1 0 0,9 0,1 0 3,6 0,7 18 0 0 0,7

Bawang

putih 7 7,8 0,3 0 1,6 0 0 2,9 3,2 46,6 0 0 0

Kecap

manis 15 10 0,8 0,1 1,3 0 0 18,4 167 0 0 0 0

Papaya Papaya 110 50,6 0,5 0,1 13,4 1,7 0 25,3 4,4 243 51 60 8

Selinga n sore

Salad buah

Apel 50 29 0,1 0,2 7,4 1,3 0 3 1 65 1,5 19 5,1

Pir 50 28,5 0,1 0 7,6 1,5 0 4,5 0,5 58 0,5 14,5 4,8

Anggur 30 9 0,1 0 2 0,3 0 11 0 0 0 13,5 0

Keju 25 77 6,8 5,1 1 0 19 190 157 15,7 36 0 0

Susu kental manis

15 51 1,2 1,5 8,2 0 0 41,2 22,5 48 23 0 0

Mayonais 15 54 0 6 0 0 5 0 120 4,6 1,2 0 0

Makan Nasi Beras 80 286,6 6,7 1,3 62 0,1 0 118 22 57 0 65 0,5

Ikan Ikan 45 45 6,1 0,6 3,6 0 21 41 91 102 81 0 0

(10)

malam

tongkol suwir

tongkol Bawang

merah 10 4,6 0,1 0 0,9 0,1 0 3,6 0,7 18 0 0 0,7

Bawang

putih 7 7,8 0,3 0 1,6 0 0 2,9 3,2 46,6 0 0 0

Cabai

rawit 5 0,2 0,1 1 1 0,7 0 2,2 1,7 35 0

Kecap

manis 15 10 0,8 0,1 1,3 0 0 18,4 167 0 0 0 0

Gula

merah 6 22 0 0 5,5 0 0 4,5 1 23 0 0 6

Sayur

Bayam 100 16 1 0,4 3 1 0 166 16 456 469 45 0,4

Jagung

manis 80 292 7,8 5,8 55,2 1,7 0 24 4 63 0 0 0

Jeruk Jeruk

manis 110 49,5 1 0,2 12,3 1,5 0 36,3 4,4 519 12,1 46,2 10

TOTAL 2206 89 65,3 324,9 20,9 202,8 1113 1443,9 2941,

4 1243,4 386,6 48,1

Referensi

Dokumen terkait

Sumber : Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan DM tipe 2 di Indonesia, PERKENI, 2011 Cara pelaksanaan TTGO (WHO, 1994): - 3 (tiga) hari sebelum pemeriksaan tetap makan seperti

Kombucha merupakan salah satu jenis minuman segar tradisional yang dihasilkan dari proses fermentasi air teh manis selama 7 – 10 hari dengan bantuan pertumbuhan

hari), sering mengonsumsi minuman berenergi bersamaan dengan sering mengonsumsi minuman bersoda, pernah didiagnosis mengalami penyakit glomerulus atau tubulo-intersisial ginjal,

Saya termotivasi untuk menjalani diet diabetes, karena keluarga mau memasakkan makanan yang sesuai dengan diet saya.. 6 Saya masih suka mengkonsumsi kue-kue

NB-1.3 : Belum siap untuk melakukan diet disebabkan pemilihan makanan yang salah dalam sehari-hari (sering mengkonsumsi makanan/minuman yang manis dan

Pada waktu dirumah pola makan klien tidak teratur dan kadang klien masih makan makanan yang dilarang seperti pedas dan asam. Klien sebelumnya lebih suka minum

sering ngemil roti manis dan minum the manis setiap pagi Asupan NI 5.4 Penurunan Kebutuhan Natrium Berkaitan dengan hipertensi Tekanan darah 140/90 mmHg di atas normal suka makan

Ny. H merupakan pasien obesitas dan diabetes melitus berusia 38 tahun dengan IMT 33,3 kg/m2, yang memiliki kebiasaan hidup kurang aktif dan pola makan tidak