• Tidak ada hasil yang ditemukan

KASUS POSISI PERKARA PERCERAIAN

N/A
N/A
Ita Rosita

Academic year: 2024

Membagikan "KASUS POSISI PERKARA PERCERAIAN"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

KASUS POSISI PERKARA PERCERAIAN

Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Praktek Peradilan Pidana Dosen Pengampu: H. Aris Suhadi, S.H., M.H.

Disusun Oleh:

Ita Rosita (1111210010)

FAKULTAS HUKUM – ILMU HUKUM UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA

TAHUN 20224

(2)

KASUS POSISI Kronologi :

Penggugat adalah Emiliana Sri Pudjiarti yakni selaku istri dan sebagai tergugat adalah Timotius Djumian selaku suami. Emiliana dan Timotius Djumian telah melangsukan pernikahan pada 6 Februari 1986 di Semarang dan dari pernikahan itu dihasilkan 2 (dua) orang anak laki-laki bernama Stephanus Tophan Wijaya yang lahir pada 16 September 1987 di Semarang dan Yohanes Surya Adijaya yang lahir di Semarang pada 6 Mei 1992.

Pada mulanya pernikahan itu berlangsung dengan baik dan harmonis namun tidak berlangsung lama karena keduanya terlibat pertengkaran dan percekcokan. Selama 32 (tiga puluh dua tahun) pernikahan mereka dari awal pernikahan Timotius sebagai suami tidak pernah mau bekerja dan tidak memberi nafkah sehingga selama ini kebutuhan hidup dipenuhi oleh Emiliana. Timotius telah sering melakukan perbuatan yang tidak bertanggung jawab selama pernikahan seperti mengambil penghasilan Emeliana, tanpa sepengetahuan Emeliana mengambil sertifikat tanah, mengadaikan BPKB mobil atas nama Emeliana dan BPKB mobil milik anak Yohanes Surya Adi Jaya, serta mengambil dan menggadaikan cicin perhiasan untuk membiayai kepentingannya sendiri yang tidak bisa dipertanggungawabkan seperti berfoya-foya dengan wanita lain. Selain itu Timotius juga sering meninggalkan rumah tanpa ada kabar dan berita.

Emiliana sebagai istri yang baik telah berusaha untuk menasehati Timotius untuk berubah menjadi suami yang baik sebagai cara untuk mempertahankan hubungan pernikahan tersebut namun tidak diindahkan oleh Timotius sehingga lama kelamaan Emiliana merasa tertekan. Oleh karena seringnya terjadi perselisihan tersebut dan Emeliana sudah merasa tertekan hingga ia merasa sudah tidak ada kecocokan dan kebersamaan antara satu dengan yang lain dan pernikahan terebut sudah tidak dapat dipertahankan lagi sehingga perceraian dilihat sebagai satu-satunya jalan terbaik bagi Emeliana dan mengajukan gugatan perceraian ke Pengadilan Semarang.

Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan mengatur bahwa perceraian merupakan salah satu alasan dapat putusnya suatu perkawinan. Ketentuan ini dapat dilihat di Pasal 38 yang berbunyi: Perkawinan dapat putus karena:

a. kematian;

b. perceraian; dan

c. atas putusan pengadilan.

Dalam hal perceraian telah diputus oleh pengadilan sebagaimana telah dibahas di atas, maka hal ini memenuhi alasan butir b Pasal 38 yang dapat menyebabkan tindakan hukum positif perceraian. Dengan putusnya hubungan perkawinan yang disebabkan oleh perceraian, maka timbul pula akibat-akibat hukum daripadanya.

Referensi

Dokumen terkait

Dalam membangun sebuah keluarga, kehidupan suami istri hanya dapat tegak berdiri atas dasar ketentraman, ketenangan, suami istri saling sayang menyayangi, bergaul

P: lalu bagaimana ibu melihat perempuan yang sudah berusaha keras untuk mempertahankan pernikahannya, misalnya saja dia sudah menjadi istri yang baik dengan

hubungan suami istri dalam berumah tangga (keluarga) sedemikan buruknya sehingga dipandang dari segi apapun juga hubungan perkawinan campuran tersebut lebih baik

Permohonan perceraian diajukan pada Pengadilan Agama Kota Malang dengan alasan istri telah berbuat nusyuz dengan cara meninggalkan suami selama dua tahun

Prinsipnya, suami dan istri mempunyai hak untuk memutuskan perkawinan tersebut dengan cara perceraian berdasarkan hukum perceraian yang berlaku (Syaifuddin et.al, 2014). Perceraian

Ketika suami dan istri sudah berniat meneruskan keseriusan hubungan mereka ke ranah pernikahan, sebenarnya orang-orang di sekitar mereka, baik dari pihak keluarga istri

Kepuasan pernikahan pasangan yang menikah dengan pacaran adalah evaluasi suami istri terhadap hubungan pernikahannya yang cenderung berubah- ubah sepanjang waktu serta dipengaruhi

hubungan mereka adalah hubungan pernikahan jarak jauh, oleh sebab itu kewajiban-kewajiban suami yang harus diberikan terhadap istri dan merupakan hak istri untuk mendapatkannya, terkait