• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEL. 1 ASKEP GAGAL GINJAL KRONIK (KEP. DEWASA)

N/A
N/A
Silvya Dewi

Academic year: 2025

Membagikan "KEL. 1 ASKEP GAGAL GINJAL KRONIK (KEP. DEWASA)"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

ASUHAN KEPERAWATAN PADA GANGGUAN SISTEM PERKEMIHAN (GAGAL GINJAL KRONIK)

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah:

Keperawatan Dewasa

Dosen Pengampu: Suhendra Agung W., S.Kep.,Ns., M.Kep.

Disusun Oleh:

Kelompok 1

1. Kumara Sandi Kusuma (233210031)

2. Linanda Alisa (233210033)

3. Niken Anggraini Putri (233210039)

4. Rizka Alfianti (233210043)

5. Silvya Dewi Fitri Ramadhani (233210045)

6. Sopiah (233210047)

PRODI S1 KEPERAWATAN FAKULTAS KESEHATAN INSTITUT

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala atas segala limpahan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana.

Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam memahami “Asuhan Keperawatan Pada Gangguan Sistem Perkemihan (Gagal Ginjal Kronik)”.

Dalam penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan- kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan makalah ini.

Dalam penulisan makalah ini kami menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini.

Jombang,19 Maret 2025

Penyusun

(3)

DAFTAR ISI

Contents

KATA PENGANTAR... ii

DAFTAR ISI...iii

BAB I... 1

PENDAHULUAN... 1

1.1 Latar Belakang...1

1.2 Rumusan Masalah... 2

1.3 Tujuan Penulisan... 2

BAB II...3

TINJAUAN PUSTAKA...3

2.1 Konsep Dasar Gagal Ginjal Kronik...3

2.1.1 Definisi Gagal Ginjal Kronik...3

2.1.2 Etiologi Gagal Ginjal Kronik...3

2.1.3 Tanda dan Gejala Gagal Ginjal Kronik...5

2.1.4 Pengobatan dan Pencegahan Gagal Ginjal Kronik...6

2.2 Asuhan Keperawatan Gagal Ginjal Kronik...7

BAB III... 8

PENUTUP...8

3.1 Kesimpulan...8

DAFTAR PUSTAKA...9

(4)

BAB I

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan salah satu gangguan sistem perkemihan yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal secara bertahap dan tidak dapat pulih kembali (irreversible). Kondisi ini menyebabkan ginjal kehilangan kemampuan untuk menyaring limbah metabolik, mengatur keseimbangan cairan tubuh, serta mempertahankan kadar elektrolit dan asam-basa dalam darah. Penyakit ini dapat berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal, sehingga sering kali baru terdeteksi ketika sudah mencapai stadium lanjut. GGK menjadi masalah kesehatan global yang semakin meningkat seiring dengan bertambahnya angka kejadian hipertensi dan diabetes mellitus sebagai faktor risiko utama.

Berbagai faktor dapat menyebabkan GGK, di antaranya adalah diabetes mellitus, hipertensi yang tidak terkontrol, penyakit ginjal polikistik, glomerulonefritis kronik, serta penggunaan obat-obatan nefrotoksik dalam jangka panjang. Penyakit ini memiliki dampak yang luas terhadap kesehatan pasien, termasuk risiko komplikasi seperti anemia, gangguan keseimbangan elektrolit, edema, hipertensi, hingga gagal jantung. Oleh karena itu, deteksi dini dan pengelolaan yang tepat sangat diperlukan untuk memperlambat progresivitas penyakit serta meningkatkan kualitas hidup pasien.

Dalam bidang keperawatan, asuhan keperawatan pada pasien dengan GGK berperan penting dalam membantu pasien menjalani pengobatan dan adaptasi terhadap kondisi kronis ini. Perawat memiliki peran dalam melakukan pemantauan kondisi pasien, memberikan edukasi mengenai manajemen penyakit, serta mendukung pasien dalam menjalani terapi seperti diet khusus, terapi farmakologi, hingga terapi pengganti ginjal seperti hemodialisis atau transplantasi ginjal. Dengan pendekatan yang komprehensif dan berbasis bukti, diharapkan pasien GGK dapat menjalani hidup dengan kualitas yang lebih baik meskipun menghadapi tantangan kesehatan yang kompleks.

(5)

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan penyakit gagal ginjal kronik?

2. Apa penyebab penyakit gagal ginjal kronik?

3. Bagaimana tanda dan gejala penyakit gagal ginjal kronik?

4. Bagaimana pencegahan dan pengobatan penyakit gagal ginjal kronik?

5. Bagaimana asuhan keperawatan pada pasien dengan penyakit gagal ginjal kronik?

1.3 Tujuan Penulisan

1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan penyakit gagal ginjal kronik.

2. Untuk mengetahui apa penyebab penyakit gagal ginjal kronik.

3. Untuk mengetahui bagaimana tanda dan gejala penyakit gagal ginjal kronik.

4. Untuk mengetahui bagaimana pencegahan dan pengobatan penyakit gagal ginjal kronik.

5. Untuk mengetahui bagaimana asuhan keperawatan pada pasien dengan penyakit gagal ginjal kronik.

(6)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep Dasar Gagal Ginjal Kronik

2.1.1 Definisi Gagal Ginjal Kronik

Gagal ginjal kronik dalah suatu keadaan penurunan fungsi ginjal secara mendadak. Gagal ginjal terjadi ketika ginjal tidak mampu mengangkut sampah metabolik tubuh atau melakukan fungsi regulernya. Suatu bahan yang biasanya di eliminasi di urine menumpuk dalam cairan tubuh akibat gangguan eksresi renal dan menyebabkan gangguan fungsi endokrin dan metabolik, cairan, elektrolit serta asam basa. Penyakit ginjal adalah penurunan fungsi ginjal secara bertahap, yang dapat berlanjut ke gagal ginjal tahap akhir, memerlukan intervensi pengganti seperti dialisis, transplantasi, dan pembatasan diet dan cairan. (Rahma et al., 2023)

Gagal Ginjal Kronik (GGK) adalah kemunduran fungsi ginjal yang progresif dan irreversible dimana terjadi kegagalan kemampuan tubuh untuk mempertahankan keseimbangan metabolik, cairan dan elektrolit yang mengakibatkan uremia atau azotemia. Gagal ginjal kronik adalah suatu proses patofisiologis dengan etiologi yang beragam, mengakibatkan penurunan fungsi ginjal yang irreversible dan progresif dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolism dan keseimbangan cairan dan elektrolit sehingga menyebabkan uremia.(Rahma et al., 2023)

2.1.2 Etiologi Gagal Ginjal Kronik

Gagal ginjal kronik (GGK) adalah kondisi penurunan fungsi ginjal secara bertahap yang berlangsung dalam waktu lama, dan dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Secara umum, etiologi GGK dapat dibagi menjadi beberapa kategori (Wanner et al., 2020):

1. Penyakit Ginjal Diabetik

Diabetes mellitus merupakan penyebab utama gagal ginjal kronik, yang dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal dan menyebabkan penurunan fungsi ginjal.

(7)

2. Hipertensi

Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah di ginjal dan memperburuk fungsi ginjal dari waktu ke waktu

3. Penyakit Ginjal Polikistik

Penyakit ini disebabkan oleh pertumbuhan kista dalam ginjal yang dapat menyebabkan kerusakan ginjal yang progresif.

4. Glomerulonefritis Kronik

Merupakan peradangan pada glomerulus ginjal yang dapat disebabkan oleh infeksi atau kondisi autoimun, yang dapat menyebabkan kerusakan ginjal secara bertahap.

5. Nefropati Obstruktif

Adanya hambatan atau obstruksi pada saluran kemih, seperti batu ginjal atau pembesaran prostat, dapat menyebabkan kerusakan ginjal secara kronik.

6. Nefropati Hipertensif

Hipertensi yang tidak terkendali dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan ginjal, berujung pada penurunan fungsi ginjal secara bertahap.

7. Penggunaan Obat-obatan Tertentu

Beberapa obat-obatan, seperti obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), antibiotik tertentu, dan obat-obatan kemoterapi, dapat merusak ginjal apabila digunakan dalam jangka panjang.

8. Penyakit Autoimun

Penyakit seperti lupus eritematosus sistemik (SLE) dapat menyebabkan peradangan pada ginjal dan kerusakan jangka panjang.

9. Penyakit Jantung

Penyakit jantung, terutama gagal jantung, dapat memengaruhi aliran darah ke ginjal dan menyebabkan gagal ginjal.

10. Infeksi Ginjal Kronik

Infeksi ginjal berulang yang tidak diobati dengan baik dapat menyebabkan kerusakan permanen pada ginjal.

(8)

2.1.3 Tanda dan Gejala Gagal Ginjal Kronik

Penyakit ginjal kronis biasanya diidentifikasi melalui skrining rutin dengan serum profil kimia dan analisa padaurin atau sebagaitemuan insidental.

Pasien juga dapat memiliki gejala seperti grosshematuria, "urine berbusa" (tanda albuminuria), nokturia, nyeri pinggang, atau penurunan produksi urin. Jika PGK sudah lanjut, pasien dapat melaporkan kelelahan, nafsu makan yang buruk, mual, muntah, rasa logam, penurunan berat badan yang tidak disengaja, pruritus,perubahan status mental, dispnea, atau edema perifer. Dalam mengevaluasi pasien dengan PGK yang diketahui atau dicurigai, dokter harus menanyakan tentang: gejala tambahan yang mungkin menunjukkan penyebab sistemik (misalnya, hemoptisis,ruam,limfadenopati, gangguan pendengaran, neuropati) atau obstruksi saluran kemih seperti urgensi, atau frekuensi atau pengosongan kandung kemih yang tidak lengkap.(W. P. Putra et al., 2022)

Pasien gagal ginjal akan merasakan keletihan, sakit kepala dan keluar keringat dingin akibat tekanan darahyang menurun. Adanya status nutrisi yang buruk juga dapat menyebabkan penderita mengeluh malaise dan keletihan (fatigue).

Selain itu kadar oksigen rendah karena anemia akan menyebabkan tubuh mengalami keletihan yang ekstrem (fatigue) dan akan memaksa jantung bekerja lebih keras untuk mensuplay oksigen yang dibutuhkan Keletihan adalah rasa letih yang luar biasa dan terus-menerus serta penurunan kapasitas kerja fisik serta mental pada tingkat yang biasanya.(S. B. Putra et al., 2021)

Tanda dan gejala yang mungkin akan timbul menurut (Rahma et al., 2023) yaitu:

1. merasa lelah dan tidak berenergi, 2. gangguan berkonsentrasi,

3. nafsu makan menurun, 4. sulit tidur,

5. kulit terasa kering dan gatal,

6. sering berkemih terutama pada malam hari

(9)

2.1.4 Pengobatan dan Pencegahan Gagal Ginjal Kronik

Pengkajian klinik menentukan jenis penyakit ginjal, adanya penyakit penyerta, derajat penurunan fungsi ginjal, komplikasi akibat penurunan fungsi ginjal, faktor risiko untuk penurunan fungsi ginjal, dan faktor risiko untuk penyakit kardiovaskular. Pengelolaan meliputi (Rindiastuti, 2019):

a. terapi penyakit ginjal

b. pengobatan penyakit penyerta

c. penghambatan penurunan fungsi ginjal

d. pencegahan dan pengobatan penyakit kardiovaskular

e. pencegahan dan pengobatan komplikasi akibat penurunan fungsi ginjal f. terapi pengganti ginjal dengan dialisis atau transplantasi jika timbul gejala

dan tanda uremia

Stadium dini penyakit ginjal kronik dapat dideteksi dengan pemeriksaan laboratorium. Pengukuran kadar kreatinin serum dilanjutkan dengan penghitungan laju filtrasi glomerulus dapat mengidentifikasi pasien yang mengalami penurunan fungsi ginjal. Pemeriksaan ekskresi albumin dalam urindapat mengidentifikasi pada sebagian pasien adanya kerusakan ginjal. Sebagian besar individu dengan stadium dini penyakit ginjal kronik terutama di negara berkembang tidak terdiagnosis.

Deteksi dini kerusakan ginjal sangat penting untuk dapat memberikan pengobatan segera, sebelum terjadi kerusakan dan komplikasi lebih lanjut. Pemeriksaan skrinning pada individu asimtomatik yang menyandang faktor risiko dapat membantu deteksi dini penyakit ginjal kronik.(Rindiastuti, 2019)

Pemeriksaan skrinning seperti pemeriksaan kadar kreatinin serum dan ekskresi albumin dalam urin dianjurkan untuk individu yang menyandang faktor risiko penyakit ginjal kronik, yaitu pada (Rindiastuti, 2019):

a. pasien dengan diebetes melitus atau hioertensi b. individu dengan obesitas atau perokok

c. individu berumur lebih dari 50 tahun

(10)

Upaya pencegahan terhadap penyakit ginjal kronik sebaiknya sudah mulai dilakukan pada stadium dini penyakit ginjal kronik. Berbagai upaya pencegahan yang telah terbukti bermanfaat dalam mencegah penyakit ginjal dan kardiovaskular adalah (Rindiastuti, 2019):

a. pengobatan hipertensi yaitu makin rendah tekanan darah makin kecil risiko penurunan fungsi ginjal

b. pengendalian gula darah, lemak darah, dan anemia c. penghentian merokok

d. peningkatan aktivitas fisik e. pengendalian berat badan

f. obat penghambat sistem renin angiotensin seperti penghambat ACE (angiotensin converting enzyme) dan penyekat reseptor angiotensin telah terbukti dapat mencegah dan menghambat proteinuria dan penurunan fungsi ginjal.

2.2 Asuhan Keperawatan Gagal Ginjal Kronik

(11)

BAB III

PENUTUP 3.1 Kesimpulan

(12)

DAFTAR PUSTAKA

Putra, S. B., Hasanah, U., Fitri, N. L., Dharma, A. K., & Metro, W. (2021).

Implementation of Slow Deep Breathing to Fatigue in Patients With Chronic Kidney Disease. Jurnal Cendikia Muda, 1(2), 151–158.

Putra, W. P., Tania, P. O. A., Njoto, I., & Suryawati, S. (2022). Intense relationship of blood pressure and stadium of chronic kidney disease at early diagnosis.

Sains Medika: Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan, 13(2), 61.

https://doi.org/10.30659/sainsmed.v13i2.20235

Rahma, N., Jundapri, K., Susyanti, D., & Suharto, S. (2023). Asuhan Keperawatan Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Dengan Hemodialisa Melalui Tindakan Kompres Dingin Pada Av Shunt. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 2(12), 5163–

5171. https://doi.org/10.55681/sentri.v2i12.1874

Rindiastuti, Y. (2019). DETEKSI DINI DAN PENCEGAHAN PENYAKIT GAGAL GINJAL KRONIK. Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret.

Surakarta, 11(1), 1–14.

http://scioteca.caf.com/bitstream/handle/123456789/1091/RED2017-Eng- 8ene.pdf?sequence=12&isAllowed=y%0Ahttp://dx.doi.org/10.1016/

j.regsciurbeco.2008.06.005%0Ahttps://www.researchgate.net/publication/

305320484_SISTEM_PEMBETUNGAN_TERPUSAT_STRATEGI_MELE STARI

Wanner, C., Inzucchi, S. E., Zinman, B., Koitka-Weber, A., Mattheus Dipl Biomath, M., George, J. T., Eynatten, M. von, & Hauske, S. J. (2020).

Consistent effects of empagliflozin on cardiovascular and kidney outcomes irrespective of diabetic kidney disease categories: Insights from the EMPA- REG OUTCOME trial. Diabetes, Obesity and Metabolism, 22(12), 2335–

2347. https://doi.org/10.1111/dom.14158

Referensi

Dokumen terkait

Sedang menurut (Brunner dan Suddarth, 2002: 448) Gagal Ginjal Kronik adalah gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversible dimana keseimbangan tubuh gagal

Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa Gagal ginjal kronik adalah gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversible, diikuti penimbunan sisa metabolisme

Gagal ginjal kronik (GGK) atau penyakit renal tahap akhir merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan irreversible dimana terjadi kegagalan kemampuan tubuh untuk

Gagal ginjal kronik/chronic renal failure ialah gangguan fungsi ginjal yang berlangsung secara progresif dan fungsi organ tidak dapat kembali normal, dimana kemampuan organ gagal

Gagal ginjal kronik juga merupakan suatu sindrom klinis yang disebabkan penurunan Gagal ginjal kronik juga merupakan suatu sindrom klinis yang disebabkan penurunan fungsi ginjal

Penyakit ginjal kronik adalah suatu proses patofisiologis dengan etiologi yang beragam, mengakibatkan penurunan fungsi ginjal yang progresif, dan pada umumnya

Penyakit ginjal kronik merupakan suatu keadaan patologis dengan penyebab yang beragam mengakibatkan penurunan fungsi ginjal secara progresif dan kemudian berakhir pada

Penyakit Ginjal Kronik (PGK) merupakan suatu proses patofisiologi dengan etiologi yang beragam, mengakibatkan penurunan fungsi ginjal yang progresif, dan pada