• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEL 3 ADM - Organisasi & Perorganisasian

N/A
N/A
002@zaskia nailah putri

Academic year: 2025

Membagikan "KEL 3 ADM - Organisasi & Perorganisasian"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Tugas : Kelompok

Mata Kuliah : Pengantar Ilmu Administrasi Dosen : Arif Alauddin Umar, S.IP ., M.SI.

ORGANISASI DAN PENGORGANISASIAN

KELOMPOK 3 :

Andi Hardinata Reviwidya (S012024003) Asyraf Nuzul Furqan (S012024005)

Nur Alisa Bahar (S012024009) Zaskia Nailah Putri (S022024002)

Arika Dinda Messi (S022024009) Suci Ramadani (S032024009)

POLITEKNIK STIA LAN MAKASSAR

SEMESTER GANJIL 2024

(2)

ABSTRAK

Paper ini menjelaskan organisasi merupakan suatu kesatuan sosial yang dibentuk untuk mencapai tujuan tertentu melalui proses pengorganisasian yang sistematis. Paper ini juga membahas konsep dasar organisasi dan pengorganisasian, termasuk hakekat, prinsip-prinsip dasar, bentuk, serta karakteristik organisasi. Informasi dalam artikel ini disusun untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai elemen-elemen kunci yang membentuk organisasi.

Paper ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana struktur organisasi berfungsi sebagai kerangka bagi aktivitas dan interaksi antar anggota, serta bagaimana prinsip-prinsip organisasi diterapkan untuk mencapai efektivitas dan efisiensi dalam pengelolaan sumber daya.

Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah studi literatur yang mencakup analisis dari berbagai teori dan konsep dasar organisasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa organisasi yang efektif adalah yang mampu menyesuaikan strukturnya dengan tujuan serta dinamis terhadap perubahan lingkungan.

Kesimpulan menunjukkan bahwa pemahaman yang kuat terhadap prinsip-prinsip organisasi serta pemilihan bentuk dan struktur yang tepat sangat penting untuk mencapai kinerja optimal dalam suatu organisasi.

(3)

I. PENDAHULUAN

Pada dasarnya orang tidak mampu hidup sendiri. Manusia adalah makhluk sosial, dalam arti ini setiap manusia saling membutuhkan. Mereka membutuhkan kelompok / organisasi dalam mencapai suatu tujuan yang sama. Organisasi merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia, baik dalam konteks sosial, politik, ekonomi, maupun bisnis.

Setiap organisasi, baik itu organisasi formal maupun informal, dibentuk dengan tujuan tertentu yang ingin dicapai bersama oleh anggota-anggotanya. Organisasi berfungsi sebagai wadah untuk mengoptimalkan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya agar tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai secara efisien dan efektif. Oleh karena itu, pemahaman yang baik mengenai hakikat organisasi, prinsip-prinsip yang mendasarinya, bentuk-bentuk yang ada, serta ciri-ciri organisasi yang baik menjadi hal yang sangat penting. Hakikat organisasi mencakup pengertian tentang bagaimana organisasi terbentuk, berkembang, dan berfungsi sebagai sistem yang terdiri dari berbagai elemen yang saling berinteraksi.

Sementara itu, prinsip-prinsip organisasi memberikan panduan bagi pengelolaan sumber daya dan pelaksanaan tugas di dalam organisasi. Bentuk dan struktur organisasi juga menjadi faktor yang menentukan kelancaran operasional, di mana setiap bentuk organisasi memiliki karakteristik tertentu yang sesuai dengan tujuan dan kondisi yang ada. Seiring dengan perkembangan zaman, organisasi semakin kompleks, dan kebutuhan akan pengetahuan tentang cara mengelola dan membangun organisasi yang efektif menjadi semakin mendesak.

Dengan demikian, pemahaman tentang organisasi dan perorganisasian bukan hanya penting bagi para pengelola atau pemimpin organisasi, tetapi juga bagi seluruh anggota organisasi itu sendiri.

(4)

II. ISI

A. Organisasi

Organisasi dapat dilihat dari dua sudut pandang yaitu sebagai wadah atau tempat sekelompok orang menyatu dan sebagai aktivitas atau kegiatan untuk mencapai tujuan bersama. Secara etimologi “organisasi” berasal dari kata “to organize”. To organize mempunyai arti menyusun bagian-bagian yang terpisah-pisah menjadi suatu kesatuan, sehingga dapat dipergunakan untuk melakukan pekerjaan dalam mencapai suatu tujuan.

Sedangkan secara terminologis, organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang

dikoordinasikan secara sadar dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasikan, yang bekerja atas dasar relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan kelompok tujuan.

Organisasi dapat dibedakan menjadi 2 : 1.Organisasi Profit

Organisasi yang mempunyai tujuan untuk mendapatkan profit/laba. Biasanya merupakan perusahaan besar seperti perusahaan manufaktur, bank, perusahaan asuransi, koperasi, dll.

2.Organisasi Nonprofit/Nirlaba

Organisasi yang mempunyai tujuan tidak untuk mendapatkan profit/laba. Misalnya:

pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah kota, yayasan sosial, dll.

Ada beberapa macam pendapat para ahli yang megemukakan definisi organisasi, yaitu :

 Chester I Bernard, organisasi adalah suatu sistem kegiatan kerjasama dari dua orang atau lebih, sesuatu yang tidak terwujud dan tidak bersifat perseorangan sebagian besar mengenai hal hubungan-hubungan.

 G. R. Terry, organisasi / organisme adalah suatu struktur dengan bagian-bagian yang demikian diintegritas hingga hubungan mereka satu sama lain dipengaruhi oleh hubungan mereka dengan keseluruhan.

 Herbert A Simon, organisasi merupakan pola komunikasi yang kompleks dan hubungan-hubungan lain dalam suatu kelompok manusia.

(5)

 James D. Mooney, organisasi adalah bentuk setiap kerjasama manusia untuk pencapaian tujuan bersama.

 John D. Millet, organisasi adalah orang-orang yang bekerjasama dengan

mengandung ciri-ciri dari hubungan kemanusiaan yang timbul didalam kegiatan kelompok.

 John M. Gaus, menurut nya organisasi adalah tata hubungan antara orang-orang untuk dapat memungkinkan tercapainya tujuan bersama dengan adanya

pembagian tugas dan tanggung jawab.

 John Pfiffner & S. Owen Lane

Organisasi adalah proses penggabungan pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh orang-orang, atau kelompok-kelompok dengan kekuasaan yang diperlukan untuk pelaksanaan itu, sehingga kewajiban yang dilaksanakan demikian itu memberikan saluran-saluran yang terbaik bagi penyelenggaraan usaha yang efisien, teratur, positif dan dikoordinasikan.

 Sondang P. Siagian, organisasi adalah setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan ber- sama dan terikat secara formal dalam suatu ikatan hirarki di mana selalu terdapat hubungan antara seorang atau sekelompok orang yang disebut pimpinan dan seorang atau sekelompok orang yang disebut bawahan.

 S. Prajudi Atmusodirdjo, organisasi itu sebagai struktur tata-pembagian kerja dan struktur tata-hubungan kerja antara sekelompok orang-orang pemegang posisi

 tujuan yang tertentu.

B. Hakekat Organisasi

Organisasi adalah framework (bentuk persekutuan yang bekerja bersama untuk mencapai tujuan). Dalam hal ini organisasi dapat dipandang sebagai suatu wadah, proses, dan sistem.

 Organisasi sebagai suatu wadah

Sebagai wadah, organisasi adalah tempat di mana kegiatan-kegiatan administrasi dan manajemen dijalankan. Organisasi bersifat "relatif statis". Memang setiap organisasi perlu memiliki suatu pola dasar struktur organisasi yang relatif

permanen. Sebagai suatu pola dasar struktur organisasi relatif permanen sifatnya, artinya susunan organisasi tidak sebentar-sebentar dirubah.

(6)

 Organisasi sebagai suatu proses

Organisasi sebagai proses menyoroti interaksi antar orang-orang dalam organisasi itu yang merupakan kelompok orang-orang yang berpikir dan bertindak secara tertentu. Sebagai suatu proses jauh lebih dinamis dari pada sebagai wadah.

Tinjauan organisasi sebagai suatu proses ini menimbulkan pendapat adanya dua macam hubungan dalam organisasi

a. Hubungan formil

Hubungan formil adalah organisasi dengan pola hubungan yang ditetapkan secara resmi (umumnya diatur dalam suatu kata kerja/prosedur kerja) oleh top manajemen.

b. Hubungan informil

Hubungan informil adalah organisasi dengan sejumlah tata hubungan kerja yang terjelma dari hubungan kerjasama antar sejumlah orang dalam suatu jangka waktu yang panjang, meliputi seluruh jalinan hubungan dan aktivitas yang tidak ditetapkan secara resmi dalam struktur organisasi.

Peran organisasi informil antara lain :

 Sebagai suatu sarana untuk komunikasi.

 Untuk memelihara keutuhan dalam organisasi formil dengan jalan mengatur hasrat kerjasama dalam menyumbangkan kegiatan-kegiatan dan kestabilan wewenang dalam organisasi yang bersangkutan.

 Untuk memelihara perasaan akan keutuhan pribadi, penghargaan diri sendiri dan kebebasan bertindak pada orang-orang yang tergabung dalam organisasi.

 Organisasi sebagai suatu sistem

Organisasi sebagai sistem, sebenarnya merupakan suatu kombinasi atau paduan daripada dua atau tiga macam sistem, yakni:

 Sistem sosial

Yaitu sistem tata hubungan antar sesama manusia.

 Sistem fungsional

Yaitu sistem atau jaringan antara fungsi-fungsi yang dikaitkan satu sama lain secara tertentu dan integral sehingga bersama-sama merupakan fungsi

organisasi secara keseluruhan yang akan membawa tercapainya tujuan utama organisasi.

 Sistem Komunikasi

Yakni suatu jaringan atau sistem tata saluran peredaran atau arus informasi, sehingga organisasi itu hidup dan berjiwa seolah-olah merupakan suatu organisasi yang hidup.

(7)

C. Prinsip-Prinsip Organisasi

Yang di maksud dengan organisasi yang baik adalah suatu organisasi yang memiliki ciri-ciri (sifat-sifat) sebagai berikut:

1. Terdapat tujuan yang jelas. Tanpa adanya tujuan yang jelas, organisasi dapat diumpamakan dengan sebuah kapal yang berlayar tanpa mempunyai pelabuhan yang akan di tuju.

2. Tujuan organisasi harus dipahami oleh setiap orang di dalam oraganisasi. Apabila setiap orang di dalam organisasi mengetahui tujuan apa yang hendak dicapai organisasi ada beberapa hal yang dapat mereka laksanakan, yaitu:

a. Mengetahui apa yang di harapkan oleh organisasi dari mereka masing-masing.

b. Dapat memahami apa yang mereka dapat harapkan dari organisasi

c. Dapat menilai apakah tujuan organisasi itu sinkron dengan tujuan mereka pribadi.

d. Jika belum sinkron, mereka dapat memutuskan apakah berusaha untuk mensinkronisasikan atau tidak, ataukah akan meninggalkan organisasi tersebut.

3. Tujuan organisasi harus diterima oleh setiap orang dalam organisasi. Tujuan harus diterima semua anggota, sehingga mereka termotivasi untuk berkontribusi secara maksimal, karena pencapaian tujuan organisasi juga mendukung tujuan pribadi mereka.

4. Adanya kesatuan arah (unity of direction). Semua sumber daya dan usaha harus terfokus pada pencapaian tujuan yang efisien dan efektif.

5. Adanya kesatuan perintahn (unity of command). Setiap anggota harus memiliki satu atasan langsung untuk melapor, menerima perintah, dan bimbingan.

6. Adanya keseimbangan antara wewenang dan tanggung jawab seseorang.

Wewenang harus sebanding dengan tanggung jawab agar tidak terjadi penyalahgunaan atau kemacetan tugas.

7. Adanya pembagian tugas (distribution of work). Tugas dibagi sesuai kemampuan dan potensi, dengan pengembangan bagi yang berpotensi tinggi dan bimbingan bagi yang kurang berinisiatif. Dalam hubungan in perlu diperhatikan bahwa biasanya di dalam suatu organisasi terdapat dua kelompok manusia, yakni sebagai beriku.

a. Kelompok manusia yang mempunyai kapasitas yang tinggi, Diberikan tugas, tanggung jawab, dan wewenang lebih besar untuk dikembangkan karena memiliki potensi yang besar.

b. Kelompok manusia yang tidak terlalu senang menerima tanggung jawab, Memerlukan bimbingan, pelatihan, dan pengembangan intensif. Pimpinan harus memahami potensi mereka agar pengembangan lebih efektif.

8. Struktur organisasi harus disusun sesederhana mungkin. Sederhana mungkin di sini berarti sesuai dengan kebutuhan dan memudahkan koordinasi, pengawasan, dan pengendalian.

9. Pola dasar organisasi harus relatif permanen. Meskipun struktur organisasi dapat dan memang harus diubah sesuai dengan tuntutan perkembangan, kemajuan/kemunduran, sifat tugas yang lain, karena tujuan terpaksa diubah atau oleh faktor-faktor lain, fleksibilitas dalam penyesuaian itu harus jangan bersifat mendasar. Oleh karenanya pola dasar struktur organisasi perlu dibuat/sedemikian rupa sehingga tidak perlu sering diubah.

10. Adanya jaminan jabatan (security of tenure). Hal ini berarti bahwa kelompok pimpinan tidak boleh memperlakukan bawahannya dengan semena- mena, misalnya dalam bentuk pemecatan tanpa alasan yang kuat.

(8)

11. Imbalan yang diberikan kepada setiap orang harus setimpal dengan jasa yang diberikan. Setimpal di sini berarti sesuai dengan sifat jasa yang diberikan. Tetapi juga berarti bahwa balas jasa yang diberikan kepada karyawan harus dapat menjamin tingkat hidup yang normal, berlaku bagi masyarakat di mana karyawan itu hidup.

12. Penempatan orang yang sesuai dengan keahliannya (the right man on the right place). Kiranya prinsip ini tidak memerlukan penjelasan lebih lanjut.

D. Bentuk dan ciri organisasi

Karena organisasi adalah sesuatu yang dinamis, yang kedinamisannya, dengan kedinamisan masyarakat, maka sekarang ini dikenal dan kelemahan/keburukannya sendiri sendiri. Kelima bentuk organisasi itu adalah :

1. Organisasi Lini

Bentuk ini memiliki sifat-sifat sebagai berikut:

a) organisasinya kecil.

b) jumlah karyawannya masih sedikit.

c) pemilik biasanya menjadi pimpinan tertinggi di dalam organisasi.

d) hubungan kerja antara pimpinan dan para bawahan pada umumnya masih bersifat langsung (face to face relationship).

e) tingkat spesialisasi yang dibutuhkan masih sangat rendah.

f) semua anggota organisasi masih kenal satu sama lain.

g) tujuan yang hendak dicapai masih sederhana.

h) alat-alat yang dibutuhkan untuk melaksanakan kegiatan dalam rangka pencapaian tujuan masih sederhana.

i) struktur organisasi masih sederhana.

j) produksi yang dihasilkan belum beraneka ragam (diversified).

 Bentuk organisasi lini mempunyai kebaikan-kebaikan, antara lain sebagai berikut.

a) Proses pengambilan keputusan dapat berjalan dengan cepat karena jumlah orang yang perlu diajak berkonsultasi masih sedikit.

b) Rasa solidaritas para anggota organisasi pada umumnya masih besar karena masih saling kenal-mengenal.

c) Disiplin biasanya masih tinggi.

 Beberapa keburukan bentuk organisasi lini ialah sebagai berikut.

a) Tujuan organisasi identik dengan atau paling sedikit didasarkan atas tujuan pribadi pimpinan tertinggi dalam organisasi.

b) Kecenderungan bagi pimpinan organisasi untuk bertindak diktatoris/ otokratis cukup besar karena organisasi dipandang sebagai milik pribadi dan oleh karenanya kemauannyalah yang harus dituruti.

c) Seluruh organisasi terlalu bergantung pada seseorang sehingga kalau seseorang itu tidak mampu melaksanakan tugasnya, maka seluruh organisasi itu terancam oleh ketidaklangsungan kehidupannya,

d) Kesempatan bagi para karyawan untuk mengembangkan spesialisasi sangat terbatas.

(9)

2. Organisasi Lini dan Staf

Organisasi lini dan staf mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.

a. Organisasinya besar dan kompleks.

b. Jumlah karyawannya banyak.

c. Hubungan kerja yang bersifat langsung (face to face) tidak mungkin lagi bagi seluruh anggota organisasi.

d. Terdapat dua kelompok besar manusia di dalam organisasi, yaitu

1. sekelompok orang-orang yang melaksanakan tugas-tugas pokok organisasi dalam rangka pencapaian tujuan yang disebut orang-orang lini (line personnel);

2. orang-orang yang sifat tugasnya menunjang tugas-tugas pokok, baik karena keahliannya, yang berarti bersifat menasihati, maupun yang memberikan jasa-jasa kepada unit-unit operasional dalam bentuk auxilliary services, seperti kegiatan di bidang kepegawaian, keuangan, ketatausahaan umum, arsip dan ekspedisi, kendaraan, peralatan dan perlengkapan kantor, dan sebagainya. Orang-orang inilah yang biasa disebut orang-orang staf (staff personnel) yang melaksanakan fungsi-fungsi staf (staff functions). Or- ang-orang staf ini digolongkan kepada dua golongan besar, yaitu para penasihat (advisors) dan auxilliary personnel.

e. Spesialisasi yang beraneka ragam diperlukan dan dipergunakan secara maksimal.

Bentuk organisasi ini pada mulanya dikembangkan di Eropa dan dipelopori oleh golongan militer. Sebagaimana diketahui personel dalam organisasi militer, dibagi menjadi dua golongan, yaitu

a. pasukan tempur yang dikirim ke garis depan untuk bertempur, yang berarti melakukan tugas pokok, dan

b. orang-orang staf yang menyediakan tenaga, keuangan material, perbekalan, dan kebutuhan penunjang lainnya.

Adapun kebaikan-kebaikan tipe organisasi ini, antara lain sebagai berikut.

a. Adanya pembagian tugas yang jelas antara orang-orang yang melaksanakan tugas-tugas pokok dan tugas-tugas penunjang.

b. Bakat yang berbeda-beda dari para anggota organisasi menjadi suatu spesialisasi. dapat dikembangkan

c. Koordinasi mudah dijalankan dalam setiap kelompok dari kedua golongan karyawan itu.

d. Disiplin serta moral biasanya tinggi karena tugas yang dilaksanakan oleh seorang sesuai dengan bakat, keahlian, pendidikan, dan pengalamannya.

e. Penerapan prinsip the right man on the right place lebih mudah dijalankan

f. Bentuk organisasi ini dapat dipergunakan oleh setiap organisasi yang bagaimanapun besarnya, apa pun tujuannya, dan betapa kompleks pun struktur organisasinya.

Meskipun banyak kebaikan-kebaikan, bentuk ini tidak terlepas pula dari keburukan-keburukan tertentu, seperti berikut.

1. Bagi para pelaksana tingkat operasional tidak selalu jelas yang mana perintah, yang mana nasihat. Artinya, orang-orang lini dihadapkan kepada dua macam "atasan". Pertama, atasan

(10)

yang telah ditentukan dalam line of command yang mempunyai hak memerintah (line authority). Kedua, para pelaksana operasional itu dihadapkan pula kepada pimpinan staf yang meskipun hanya berhak memberikan nasihat, perlu pula ditaati karena nasihat itu didasarkan kepada keahlian dan wewenang fungsional (functional authority).

2. Perintah dari hierarki lini tidak selalu seirama dengan nasihat dari hierarki staf, karena belum tentu kedua macam hierarki ini memandang suatu hal dengan persepsi yang sama.

Meskipun demikian kiranya untuk zaman modern sekarang ini bentuk line and staff inilah yang dipandang terbaik, karena paling dapat memenuhi kebutuhan yang sangat kompleks sekalipun.

3. Organisasi Fungsional (Functional Organization)

Organisasi fungsional adalah suatu organisasi yang di dalamnya tidak terlalu menekankan pada hierarki struktural, akan tetapi lebih banyak didasarkan kepada sifat dan macam fungsi yang perlu dijalankan.

Sesungguhnya bentuk ini paling cocok digunakan dalam organisasi yang para karyawannya terlibat dalam kegiatan yang sangat spesialistik sifatnya, seperti toko serba ada dan lain-lain yang sejenis.

Adapun kebaikan-kebaikan bentuk ini, antara lain sebagai berikut.

a) Solidaritas antara orang-orang yang menjalankan fungsi yang sama pada umumnya tinggi.

b) Spesialisasi para karyawannya dipergunakan semaksimal mungkin.

c) Moral serta disiplin orang-orang yang menjalankan fungsi yang sama pada umumnya tinggi.

d) Koordinasi antara orang-orang dalam satu fungsi mudah dijalankan.

Bentuk ini mempunyai pula keburukan-keburukan tertentu, seperti berikut.

a. orang terlalu menspesialisasikan diri dalam satu bidang kegiatan tertentu, sehinggah sukar untuk mengadakan tour of duty dan tour of area tanpa melalui pendidikan yang intensif terlebih dahulu.

b. orang-orang yang bergerak dalam satu bidang fungsi tertentu terlalu mementingkan fungsinya saja, sehinggah koordinasi yang bersifat menyeluruh sukar untuk di jalankan.

4. Organisasi Tipe Panitia

Bentuk organisasi ini adalah bentuk yang mana pimpinan dan para pelaksana Bentuk dalam kelompok-kelompok yang bersifat panitia. Artinya pada tingkat nan, keseluruhan unsur pimpinan menjadi panitia dan para pelaksana dibagi- dalam kelompok-kelompok yang bersifat task force.

Dalam kehidupan berorganisasi salah satu prinsip yang perlu dipegang teguh bahwa semua tugas yang ada harus "terbagi habis" secara melembaga. Akan sapi, dapat timbul dua macam situasi yang berakibat prinsip tersebut tidak dapat rapkan. Pertama, timbul tugas baru yang tidak segera dapat dilembagakan. da, timbul tugas yang hanya akan berlangsung sekali tetapi sifatnya sangat enting. Kedua jenis situasi tersebut membenarkan penggunaan tipe panitia (adhocracy).

(11)

Bentuk ini pun tidak pernah populer la memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

a. Tugas kepemimpinan dilaksanakan secara kolektif oleh sekelompok orang.

b. Semua anggota pimpinan mempunyai hak, wewenang, dan tanggung jawab yang sama.

c. Para pelaksana dikelompokkan menurut tugas-tugas yang harus dilakukan, dalam bentuk task force.

Adapun kebaikan-kebaikan bentuk ini, antara lain sebagai berikut.

a. Keputusan yang diambil pada umumnya tepat karena selalu dibicarakan secara kolektif terlebih dahulu.

b. Kemungkinan bagi seseorang untuk bertindak diktatorial sangat kecil.

c. Usaha yang kooperatif di kalangan bawahan lebih mudah dibina Keburukan-keburukan bentuk ini yang pokok antara lain sebagai berikut.

1) Proses pengambilan keputusan biasanya berjalan sangat lambat karena segala sesuatunya harus dibicarakan terlebih dahulu.

2) Dalam hal timbulnya kemacetan, tidak ada satu orang pun yang dapat diminta pertanggungjawabannya lebih daripada yang lain.

3) Para pelaksana sering bingung karena perintah tidak datang dari akan tetapi dari beberapa orang satu orang.

4) Daya kreasi pelaksana operasional tidak dapat menonjol karena semua pelaksanaan didasarkan kepada kolektivitas.

5. Organisasi Matriks

Salah satu inovasi baru dalam bidang organisasi ialah "ditemukannya" tipe organisasi yang dikenal dengan organisasi fungis nga dasarnya, organisasi mate gaggi barkan dua hal sekaligus, vaiya fongsi-fungsi yang diselenggarakan oleh menggamban produk yang dihasilkannya organisex matriks disebut sebagai suat organisasi dan lipe organisasi ini memanfaatkan kekuatan tipe-tipe organisasi la dan sekaligus mengelakkan kelemahan-kelemahannya.

misalnya, pemanfatan para tenaga spesialis dalam menghasilkan suatu produk terlilul jelas dalam organisasi matriks yang terkoordinasikan secara baik oleh Pimpinan satuan organisasi yang bertanggung jawab memperhatikan suatu produk Pertentu. Dengan demikian, efisiensi, efektivitas, dan produktivitas kerja dapat ditingkatkan. Kelemahan terbesar organisasi matriks terletak pada kenyataan bahwa seorang karyawan mempunyai dua atasan langsung sekaligus, yaitu pimpinan kelompok spesialis dan pimpinan satuan kerja struktur.

(12)

DAFTAR PUSTAKA

Siagian, P. Sondang, 2003. Filsafat Administrasi (edisi revisi), Jakarta : PT Bumi Aksara Supardi dan Anwar, Syaiful. 2002. Dasar-Dasar Perilaku Organisasi, Jogjakarta : UII Press Windardi, J. 2009. Teori Organisasi & Perorganisasian, Jakarta : Rajawali Pers

http://repository.iainkudus.ac.id/2119/5/5.%20BAB%20II.pdf

https://repository.uksw.edu/bitstream/123456789/28772/3/BOOK_Umbu

%20Tagela_Manajemen%20Pendidikan_Bab%202.pdf

Referensi

Dokumen terkait

Adapun pengertian organisasi menurut Armosudiro adalah setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja bersama serta secara formal terikat dalam

Beberapa ahli manajemen memberikan defenisi organisasi sebagai berikut : Organisasi adalah setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja sama untuk

Organisasi ialah setiap bentuk persekutuan antara diua orang atau lebih yang bekerja sama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian suatu tujuan yang

Melalui pendekatan struktur Siagian (1986;7) mendefenisikan organisasi sebagai setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerja sama dengan

Organisasi merupakan sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama.Organisasi adalah sistem kerjasama antara dua

HUBUNGAN ANTARA KEPEMIMPINAN, MANAJEMEN DAN ORGANISASI Organisasi merupakan kumpulan dari orang-orang yang bekerjasama untuk mencapai tujuan, yang mana untuk mencapai tujuan

Organisasi merupakan kumpulan dari orang-orang yang bekerjasama untuk mencapai tujuan, yang mana untuk mencapai tujuan tersebut memerlukan manajemen untuk mengatur orang-orang

 Suatu sarana dari sekumpulan orang disuatu tempat untuk bekerjasama & pendayagunaan SDM untuk mencapai tujuan bersama....