• Tidak ada hasil yang ditemukan

KELOMPOK 14 LAPORAN MINI INTERNSHIP

N/A
N/A
dea meriana

Academic year: 2023

Membagikan "KELOMPOK 14 LAPORAN MINI INTERNSHIP"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

1

LAPORAN HASIL SUPERVISI KLINIS

“ Meningkatkan Proses Pembelajaran Guru Melalui Implementasi Supervisi Klinis di SDN Medaeng 2 Sidoarjo ”

Mata Kuliah : Metode Penelitian

Dosen Pengampu : Shelly Andari, S.Pd., Mp.Pd. & Dr. Ayu Wulandari, SPd., M.Pd.

Di Susun Oleh :

1. Sofi Yulia Rakhmawati (21010714026) 2. Dea Meriana Cristi Annie (21010714034)

S1 MANAJEMEN PENDIDIKAN FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

2023

(2)

2 KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Kami panjatkan puji syukur kehadirat-Nya yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, serta inayah-NyA kepada kami sehingga kami bisa menyelesaikan laporan hasil seupervisi klinis Meningkatan Proses Pembelajaran Guru Melalui Implementasi Supervisi Klinis di SDN Medaeng 2 Sidoarjo.

Laporan ini sudah kami susun dengan maksimal dan mendapat bantuan dari berbagai pihak sehingga bisa memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.

Terlepas dari segala hal tersebut, Kami sadar bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu, kami dengan lapang dada menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki laporan ini. Akhir kata kami berharap semoga laporan tentang Meningkatkan Proses Pembelajaran Guru Melalui Implementasi Supervisi Klinis di SDN Medaeng 2 Sidoarjo dapat memberikan manfaat maupun untuk pembaca.

Surabaya, 8 Mei 2023

Penulis

(3)

3 DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR... 2

DAFTAR ISI ... 3

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang ... 4

1.2 Kondisi Lembaga ... 5

1.2.1 Visi SDN Medaeng 2 Sidorajo ... 5

1.2.2 Misi SDN Medaeng 2 Sidoarjo ... 5

1.2.3 Tujuan SDN Medaeng 2 Sidoarjo ... 6

1.2.4 Kegiatan Supervisi Sekolah ... 6

BAB II SKENARIO KEGIATAN SUPERVISI KLINIS 2.1 Deskripsi Skenario Supervisi Klinis ... 9

2.2 Instrumen Supervisi Klinis ... 13

2.3 Upaya Tindak Lanjut ... 21

2.4 Kuadran Supervisi ... 22

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan ... 24

3.2 Rekomendasi ... 24

DAFTAR PUSTAKA ... 25

(4)

4 BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Kualitas proses pembelajaran guru di kelas merupakan faktor penting dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Pendidikan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai, tetapi juga kualitas guru dalam memberikan pembelajaran yang efektif dan menarik bagi siswa. Seorang guru yang handal akan menggunakan berbagai cara dan teknik pembelajaran yang menarik dan cocok dengan kebutuhan siswa, sehingga dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Hal ini akan membawa dampak positif pada kemampuan siswa, sehingga mereka akan lebih kreatif, mandiri, dan mampu belajar dengan baik (Herawati, 2022). Namun, dalam kenyataannya masih banyak guru yang menghadapi berbagai kendala dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas. Beberapa kendala tersebut antara lain kurangnya pengalaman mengajar, kurangnya keterampilan dalam mengelola kelas, dan kurangnya pemahaman terhadap kurikulum yang berlaku. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran guru di kelas. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan implementasi supervisi klinis. Supervisi klinis dapat membantu guru untuk memperbaiki kinerja dan meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas melalui pengawasan, bimbingan, dan umpan balik yang diberikan oleh supervisor.

Implementasi supervisi klinis di SDN Medaeng 2 Sidoarjo merupakan salah satu bentuk upaya dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran guru di sekolah tersebut. Secara esensial, supervisi klinis merupakan salah satu bentuk supervisi akademik atau pengajaran.

Namun, supervisi klinis lebih fokus pada mencari penyebab atau kelemahan yang muncul dalam proses belajar mengajar. Setelah kelemahan tersebut teridentifikasi, supervisi klinis akan memberikan upaya langsung untuk memperbaikinya. Sehingga, supervisi klinis dapat dianggap sebagai bentuk supervisi akademik yang lebih terfokus dan praktis (Nurcholiq, 2018). Supervisi klinis adalah suatu bentuk pembinaan atau bimbingan yang diberikan oleh seorang supervisor kepada guru yang mengalami kendala atau kesulitan dalam proses pembelajaran.

Pendekatan yang digunakan dalam supervisi klinis sangat detail dan intensif untuk mencari solusi terbaik yang dapat meningkatkan kompetensi dan keterampilan guru dalam

(5)

5 melaksanakan proses belajar mengajar. Proses supervisi klinis dilakukan secara cermat dan mendalam, sehingga dapat memberikan hasil yang optimal bagi guru yang membutuhkan bimbingan (Syahrul Ahmad Rafiudin, 2022). Diharapkan dengan adanya supervisi klinis, guru dapat memperbaiki dan meningkatkan keterampilan mengajar mereka sehingga dapat memberikan pembelajaran yang lebih efektif dan berkualitas bagi siswa. Dalam jangka panjang, diharapkan implementasi supervisi klinis di SDN Medaeng 2 Sidoarjo dapat memberikan dampak positif pada prestasi belajar siswa.

1.2 Kondisi Lembaga

1.2.1 Visi SDN Medaeng 2 Sidorajo

Sebagai sebuah institusi pendidikan yang bertanggung jawab dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, SDN Medaeng 2 Sidoarjo memiliki visi yang sangat jelas dan berambisi tinggi. Visi tersebut adalah mewujudkan sebuah sekolah yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berakhlakul karimah, bersih, dan berwawasan lingkungan.

1.2.2 Misi SDN Medaeng 2 Sidoarjo

Dalam rangka mencapai visinya mewujudkan sekolah yang berprestasi dan berakhlak, serta berwawasan lingkungan, SDN Medaeng 2 Sidoarjo ini memiliki beberapa misi yang menjadi pijakan dalam setiap kegiatan dan program yang dilaksanakan. Adapun misi yang dimiliki SDN Medaeng 2 Sidoarjo adalah sebagai berikut:

1. Menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agamayang dianut dan berkarakter sehingga menjadi sumber kearipan budi pekerti yang luhur,

2. Menumbuhkan semangat kebersamaan, mandiri dan tangguh kepada seluruh warga sekolah,

3. Membentuk sumber daya manusia yang aktif, kreatif, inovatif dan berprestasi, 4. Membangun citra sekolah melalui lingkungan sekolah yang yang bersih, sehat

dan disiplin sebagai mitra terpercaya di masyarakat

5. Membudayakan kehidupan sekolah yang bersih, tertib, disiplin dan penuh keakraban,

6. Melaksankan pembelajaran dan bimbingan secara efektif serta layanan prima sehingga berkembang secara optimal sesuai potensi yang dimiliki,

(6)

6 7. Mengembangkan sikap toleransi, tanggung jawab, kemandirian dan kecakapan, 8. Membentuk rasa cinta kepada bangsa dan tanah air,

9. Mengembangkan budaya literasi.

1.2.3 Tujuan SDN Medaeng 2 Sidoarjo

SDN Medaeng 2 Sidoarjo dalam mewujudukan visi dan misinya menetapkan sejumlah tujuan yang spesifik dan terukur. Tujuan-tujuan tersebut menjadi landasan bagi setiap program dan kegiatan yang dijalankan sekolah, dengan harapan dapat mencapai hasil yang optimal dalam pembentukan karakter dan prestasi siswa. Adapun tujuan yang dimiliki SDN Medaeng 2 Sidoarjo adalah sebagai berikut:

1. Dapat Mengaktualisasikan keimanan dan ketaqwaan terdapat Tuhan Yang Maha Esa,

2. Dapat menyeimbangkan kemajuan ilmu pengetahuan dan pembentukan insan yang berakhlakul karimah,

3. Menyiapkan kerangka dasar generasi muda yang muda aktif, kreatif dan siap melanjutkan pendidikan,

4. Memiliki dasar kecerdasan, pengetahuan , keterampilan untuk hidup mandiri, 5. Memiliki inovasi, berinisiatif dan bertanggung jawab,

6. Meraih prestasi akademik dan non akademik, 7. Menjadi pribadi berkarakter,

8. Menciptakan lingkungan kaya baca untuk mengembangkan budaya gemar membaca .

1.2.4 Kegiatan Supervisi Sekolah

SDN Medaeng 2 Sidoarjo rutin melaksanakan berbagai macam supervisi seperti supervisi administrasi, supervisi akademik dan supervisi klinis dalam satu semester satu kali. Biasanya supervisi di SDN Medaeng 2 Sidoarjo diagendakan tiap awal dan akhir semester. Akan tetapi SDN Medaeng 2 Sidoarjo lebih sering melaksanakan supervisi terkait proses pembelajaran yakni supervisi akademik.

Supervisi ini dilakukan oleh kepala sekolah dan guru senior sesuai dengan bidang kelasnya, agar penilaian dapat dilakukan secara objektif mendapat dua sudut

(7)

7 pandang yang berbeda. Menurut hasil wawancara dengan Bapak Ifan selaku kepala sekolah SDN Medaeng 2 Sidoarjo, hasil temuan dari supervisi yang dilakukannya adalah masih ada beberapa guru yang masih menggunakan metode pengajaran lama tidak sesuai dengan tuntutan masa kini. Banyak guru yang masih mengunkan metode ceramah dari awal-hingga akhir dalam mengajar, guru menganggap tingkat keberhasilan mengajarnya adalah siswa diam menyimak dengan tenang materi yang di sampaikan guru. Sementara kurikulum merdeka yang terapkan di era ini menuntut siswa lebih aktif daripada guru dalam proses kegiatan belajar mengajar, guru hanya berperan sebagai fasilitator. Dalam metode ceramah yang digunakan guru, pada saat menjaelaskan materi guru lebih sering langsung menjelaskan materi dan memberikan penegrtian definisi materi, contohnya seperti guru langsung menjelaskan mengenai pengertian ekosistem, sementara kegiatan belajar mengajar yang baik adalah guru dapat memberikan kesempatan siswa untuk siswa untuk menjawab dengan memberikan pertanyaan sebelum guru materi menjelaskan mater, seperti “Anak-anak disini apa ada yang sudah tau mengenai ekosistem, ekosistem itu apa yaa?” hal ini dilakukan untuk mendorong partisipasi aktif selama proses pembelajaran berlangsung yang akan menimbulkan hubungan timbal balik dan komunikasi antar dua arah yakni guru dan murid.

Supervisi di SDN Medaeng 2 Sidoarjo dilakukan untuk memastikan semua guru di sekolah memiliki pemahaman dan pandangan yang sama seperti kepala sekolah, serta bisa mengikuti standar pengajaran yang berlaku. Tujuannya adalah untuk memperbarui cara mengajar agar sesuai dengan kondisi dan tuntutan zaman sekarang. Sedangkan permasalah yang dihadapi SDN Medaeng 2 Sidorjo kebanyakan guru masih menggunakan cara mengajar yang sudah ketinggalan zaman dan beberapa guru senior enggan meningkatkan keterampilan mereka dalam mengajar sesuai dengan tuntutan masa kini. Kegiatan supervisi ini juga diharapkan kepala sekolah dalam menjalankan perannya sebagai konsultan bagi para guru. Ada seorang guru yang mengadu pada kepala sekolah bahwa murid nya sulit di atur dan kerap tidak mendengarkan materi yang telah disampaikan guru. Menurut kepala sekolah ini akar tidak sepenuhnya berasal dari murid, tetapi pada materi yang disampaikan guru tidak menarik, gurunya yang tidak bisa membawa suasana kelas atau metode pengajarannya yang kurang bagus. Nah pada saat ini lah guru memerlukan peran kepala sekolah sebagai konsultan untuk mengatasi permasalahan di kelas. Terkadang ada juga guru yang sudah menganggap metode

(8)

8 pengajaran benar, sebelum di supervisi dan di beri masukan kepala sekolah, guru juga perlu di ingatkan dan di arahkan oleh kepala sekolah mengenai bagaimana menciptakan kegiatan pembelajaran yang menarik dan inovatif. Dengan supervisi ini, diharapkan para guru bisa meningkatkan kualitas pengajaran mereka.

Upaya tindak lanjut yang dilakukan kepala sekolah adalah dengan menyesuaikan klasifikasi kuadran sesuai kompetensi guru. Biasanya kepala sekolah tidak menyampaikan secara terang-terangan kekurangan guru dalam mengajar tetapi kepala sekolah sudah mengklasifikasikannya seseuai kuadran untuk mengambil langkah tindak lanjut. Sasaran utama supervisi di SDN Medaeng ini untur guru yang menduduki kuadran rendah. Temuan- temuan supervisi ini dibahas kepala sekolah pada forum rapat setiap sabtu, jika ada guru yang sudah diberitahu dan di ajak berdiskusi tidak ada perubahan, kepala sekolah akan merekomendasikan guru tersebut untuk mengikuti diklat diluar baik offline maupun online untuk meningkatkan kopetensi mengajar guru. Pelatihan rutin dari dinas juga sudah ada, tetapi terkadang terbatas waktu, jadi biasanya kita juga mengambil pelatihan dari tingkat kecamatan, online ataupun yang berbayar jika diperlukan. Diklat yang sering diikuti SDN Medaeng 2 Sidoarjo adalah diklat yang gratis yang di adakan oleh lembaga yang relevan.

(9)

9 BAB II

SKENARIO KEGIATAN SUPERVISI KLINIS

2.1 Deskripsi Skenario Supervisi Klinis

TAHAP PRE CONFERENCE

Guru Permisi Ibu..

Kepala Sekolah Oiya Ibu Sofi silahkan duduk, apa kabar Ibu Sofi ? Guru Alhamdulillah baik Ibu

Kepala Sekolah Keluarga dirumah apa kabar Ibu ? Guru Alhamdulillah sehat semua Ibu

Kepala Sekolah Alhamdulillah kalua begitu, saya dengar anak pertama ibu sudah wisuda ya Bu ?

Guru Oiya kebetulan baru kemarin wisuda Bu

Kepala Sekolah Kalau sekarag udah dapet kerja atau belum Ibu Sofi ?

Guru Alhamdulillah sudah dapat kerja dari tempat magangnya dulu Bu

Kepala Sekolah Alhamdulillah yah kalu begitu, lalu bagaimana pembelajaran hari ini apakah berjalan dengan lancar atau ada kendala ?

Guru Permasalahan pembelajaran hari ini, siswa saya masih banyak yang kurangfokus ibu, banyak yang masih ngobrol sendiri. Nah dari situ dampaknya waktu saya kasih kuis terkait materi yang diajarkan, nilainya banyak yang jelek bu. Jadi masih banyak yang kurang paham begitu terkait pembelajaran pada pagi hari

ini.

Kepala Sekolah Boleh saya lihat perangkat pembelajaranya Ibu Guru Boleh Ibu silahkan..

Kepala Sekolah Baik disini sudah cukup baik ya bu, namun memang ada beberapa yang masih perlu diperbaiki, kalau memang permasalahan seperti yang ibu sofi terangkan tadi yaitu anak- anak masih kurang fokus dalam pembelajaran. Mungkin ibu bisa

lebih kreatif dengan menggunakan media pembelajaran yang

(10)

10 dapat menarik perhatian anak-anak sendiri. Contohnya seperti games, kuis ataupun media pembelajaran yang warna warni agar anak-anak juga tertarik untuk mendengarkan. Karena anak SD kan memang fokus nya agak susah dikontrol jadi ibu sofinya sendiri harus ada inisiatif membawakan pembelajaran yang

kreatif.

Guru Mungkin dari Bu Dea sendiri ada saran mengenai media pembelajaran, agar anak-anak lebih tertarik dan enjoy selama pembelajaran.

Kepala Sekolah Untuk media pembelajaran bisa disesuaikan dengan mata pelajarannya ya bu, misalnya pelajaran matematika bangun ruang.

Ibu sofi bisa membuat bentuk” kubus balok dengan karton warna- warni. Lalu jika peserta didik sudah mulai bosan bisa diadakan ice breaking dengan mini games ataupun tepuk tangan yang membawa semangat. Supaya bisa membangkitkan motivasi Kembali untuk mendengarkan materi yang ibu

bagikan.

Guru Baik Ibu terima kasih atas sarannya, pembelajaran minggu depan akan saya praktekkan saran dari Ibu Dea tadi.

Kepala Sekolah Oiya, Ibu Sofi sendiri apakah sudah ada jadwal untuk supervisi

?

Guru Kebetulan bulan ini belum ada jadwal supervisi bu

Kepala Sekolah Kalau begitu saya lihat jadwal saya terlebih dahulu ya bu, untu saya kosong dihari senin ibu. Ibu Sofi ada waktu hari senin untuk melaksanakan supervisi?

Guru Oiya bisa ibu, kebetulan hari senin saya ngajar kelas 5 ibu Kepala Sekolah Baik kalau begitu hari senin saja ya bu, mungkin pada saat hari

senin besok ibu bisa mempersiapkan media pembelajaran ya bu, agar pada saat disupervisi tidak ada kendala.

Guru Baik ibu dea, terima kasih atas sarannya. Hari senin besok akan saya siapkan media pembelajaran, ice breaking dan kuisnya.

(11)

11 Kepala Sekolah Baik mungkin itu saja saran dari saya, apakah ada keperluan lain

ibu sofi?

Guru Oh tidak Ibu, kebetulan 5 menit lagi saya ada jadwal mengajar lagi Bu

Kepala Sekolah Oiya monggo kalau begitu Ibu Sofi

Guru Nggeh Bu, mari Ibuu Dea..

Kepala Sekolah Iya Bu Sofi, tetap semangat nggeh.

Guru Nggeh Ibu, terima kasih.

TAHAP OBSERVASI DIKELAS

*Masuk Kedalam Kelas

Guru Selamat pagi anak-anak

Siswa Selamat pagi Ibu Sofi dan Ibu Dea..

Guru Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Siswa Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh Guru Halo anak-anak selamat pagi

Siswa Pagi bu…

Guru Bagaimana lkabar kalian hari ini ?

Siswa Baik luar biasa

Guru Syukurlah kalau begitu, nah pagi hari ini kita kedatangan Ibu kepala sekolah untuk mengikuti kegiatan belajar kita pada pagi hari ini. Ibu kepala sekolah bisa menyapa anak-anak.

Kepala Sekolah Baik ibu sofi, halo anak-anak semua, hari ini sehat semua.

Siswa Baik luar biasa

Kepala Sekolah Semua puasa ?

Siswa Puasa..

Kepala Sekolah Alhamdulillah, jadi ibu disini akan melakukan pengawasan ya anak-anak. Nanti ibu akan menemani kalian belajar bersama disini, apakah diizinkan ?

Siswa Diizinkan

Kepala Sekolah Iyaa, nanti pembelajarannya seperti biasa aja, jangan tegang ibu hanya duduk dibelakang mengawasi kalian. Monggo ibu sofi bisa dimulai pembelajarannya..

Guru Baik Ibu..

(12)

12

*Setelah Guru Memaparkan Materi Pembelajaran

Guru Nah tadi udah menyampaikan kesan dan pesan, katanya pembelajaran pagi hari ini menarik. Karena ada gamesnya, dapat hadiah, terus tadi kita belajar tentang penyajian data ada diagram tabel, diagram garis, diagram gambar, dan lain-lain. Lalu sebelum kita mengakhiri pembelajaran pada pagi hari ini, sebaiknya kita berdoa terlebih dahulu. Siapa yang mau mimpin

doa ?

Siswa Saya Bu

Guru Nah iya Krisna, bisa dimpimpin doa pulang.

Siswa Mari teman-teman kita berdoa menurut keyakinan kita masing- masing. Berdoa mulai. Berdoa selesai.

Guru Alhamdulillah pembelajaran hari ini sudah selesai, semoga ilmunya bermanfaat bagi anak-anak sekalian.

Siswa Amin…

Guru Anak-anak jangan patah semangat ya, belajar yang rajin ya.

Siswa Baik Ibu

TAHAP POST CONFERENCE Guru Assalamualikum, selamat pagi

Kepala Sekolah Silahkan masuk Bu Sofi, apa kabar ?

Guru Alhamdulillah baik ibu

Kepala Sekolah Iya, silahkan duduk ibu. Bagaimana perasaan ibu setalah mengajar ?

Guru Alhamdulillah tadikan saya sudah mengajar, saya sudah siapkan media pembelajarannya serta ice breakingnya berupa kusi. Nah anak-anak itu enjoy sekali ibu dalam mengikuti pembelejaran pagi hari ini. Dan semuanya aktif dan partisipatif semua, yang biasanya diam malu-malu sudah berani berbicara. Berkat saran dari ibu dea anak-anak jadi lebih interaktif dan bersemangat belajarnya. Yah meskipun masih ada beberapa anak yang waktu kuis nilainya masih kurang , tapi saya harap kedepannya saya

bisa memperbaiki media pembelajaran saya. Terus saya bisa

(13)

13 mengkondisikan pembelajaran dikelas itu yang menyenangkan dan menarik perhatian anak-anak.

Kepala Sekolah Iyaa, alhamdulillah ya bu kalau begitu. Kalau ada progress untuk saat ini. Dan juga semoga harapan yang ibu harapkan cepat tercapai. Dan juga kalau memang saya lihat tadi didalam kels pembelajaran yang ibu bawa sudah sangat interaktif, anatara guru dengan siswa ada feedback atau timbal balik. Anak-anak yang dulunya kurang fokus sekarang sudah mulai fokus, sudah mulai tertarik dengan pembelajaran yang ibu bawa sendiri. Mungkin prestasi ini bisa dipertahankan ya bu, kalau bisa

ditingkatkan Kembali dari kinerja ibu sendiri.

Guru Baik ibu, mungkin itu yang bisa saya sampaikan pada pembelajaran pagi hari ini, keluh kesah saya hanya itu saja bu. Sekarang ini saya sudah mau balik lagi keruangan saya untuk

melaksanakan tugas.

Kepala Sekolah Oiya silahkan Ibu Sofi

Guru Baik terima kasih ya Bu Dea, assalamualaikum.

Kepala Sekolah Sama-sama Ibu Sofi, waalaikumsalam.

2.2 .Instrumen Supervisi Klinis

Keterangan : (1) kurang (2) cukup (3) baik (4) sangat baik

No. Aspek Yang Diamati

Pelaksanaan Skor Catatan

Supervisor Iya Tidak 1 2 3 4

I. Pendahuluan

1. Guru menyiapkan pembelajaran yang dilandasi dengan

keimanan dan ahlak mulia

Sudah baik dan diterapkan sebelum dan sesudah memulai pembelejaran.

(14)

14 2. Guru mengkondisikan siswa

aktif menentukan informasi yang hendak

dieksplorasi

Sudah baik dengan

menentukan topik yang akan

dibahas. Namun lebih ditingkatkan Kembali dalam pemilihan materi yang menarik bagi peserta didik.

3. Guru melakukan apersepsi dengan

menggali informasi yang sudah siswa kuasai.

Perlu

ditingkatkan Kembali dengan bertanya sebelum memulai materi.

Dan melakukan interaksi dua arah dengan sering melakukan tanya jawab.

4. Guru menetapkan target

pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang siswa capai.

Dalam penetapan target sendiri harus lebih spesifik dalam menentukan indikar

keberhasilannya.

5. Guru menggali

informasi yang siswa kuasai.

Sudah baik, dan ditingkatkan Kembali.

6. Koneksi dan hubungan emosional dengan siswa

Hubunngan

dengan siswa perlu diperbaiki,

(15)

15 dengan

membangun lingkungan yang positif. Disini guru harus mampu

mengidentifikasi kondisi siswa.

Dan untuk memperkuat hubungan anatar guru dan siswa bisa dengan memberikan pujian, menunjukkan kepedulian kepada seluruh siswa tanpa terkecuali.

II. Kegiatan Inti Pembelajaran 7. Menguasai materi

pelajaran.

Penguasaan guru terhadap materi sudah cukup baik.

Namun ada area- are tertentu yang perlu diperbaiki.

Untuk data meningkatkan pemahaman terkait materi, guru bisa melakukan pembelajaran

(16)

16 mandiri atau kolaborasi dengan sesame guru.

8. Materi yang disajikan sesuai dengan RPP

Materi yang disajikan sudah sangat sesuai dengan RPP.

9. Pembelajaran membangun pengalaman meningkatkan penguasaan materi

pelajaran

Dalam hal ini memang guru sudah

menggunakan media

pembelajaran untuk mendukung proses belajar mengajar, namun yang perlu diperhatikan adalah strategi yang berpusat pada siswa. Dimana terkadang guru terlalu fokus menyampaikan informasi tanpa mempertimbangka n kebutuhan individualis siswa.

Kami menyarankan guru menggunakan pendekatan

diferensiasi yang memperhatikan gaya belajar siswa.

(17)

17 10. Guru dapat meningkatkan

daya imajinasi, intuisi dan inovasi Siswa

Dalam hal ini guru sudah baik dan kreatif dalam pemberian

pembelajaran yang kreatif dengan memberikan media pembelajaran berupa gambar- gambar diagram.

Namun yang perlu ditingkatkan Kembali dalam meningkatkan imanjinasi dan inovasi siwadengan memberikan ruang untuk intuisi siswa.

Kami mendorong guru untuk

memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan insuisi mereka melalui diskusi terbuka, pertanyaan reflektif,

ataueksperimen sederhana. Melalui hal tersebut siswa memahami konsep yang lebih

kompleks.

(18)

18 Unsur Pembelajaran

11. Memanfaatkan media pembelajaran yang interaktif

Guru sudah

menyiapkan media pembelajaran yang interaktif dengan gambar-gambar yang sudah disiapkan.

Ditingkatkan Kembali dalam materi selanjutnya.

12. Menggunkan metode pengajaran yang relevan

Metode

pembelajaran yang guru lakukan sudah sesuai dengan kebutuhan siswa.

13. Mengasah siswa bertanya dan tanya jawab

Untuk interaksi tanya jawab yang telah dilakukan memang sudah dilakukan oleh guru namun masih dalam intensitas yang minim. Jadi disarankan agar lebih sering melakukan sesi tanya jawab.

14. Pembelajaran memfasilitasi siswa mengembangkan karakter

Dalam hal ini disarankan guru terus menanamkan sikap toleransi dan menghargai antara satu dengan yang

(19)

19 lain. Dengan demikian dapat menciptakan lingkungan yang positif.

Hasil Evaluasi Belajar 15. Siswa menunjukkan

karakter keimanan (seperti berdoa sebelum dan sesudah

belajar)

Sudah baik dengan selalu dilakukan sebelum atau sesudah pembelajaran.

16. Pengetahuan siswa bertambah melalui eksplorasi dan elaborasi infomasi

Dalam hal ini perlu medorong

ekplorasi siswa dalam memahami materi. Saran kami, guru dapat

memberikan tugas berbasi proyek atau diskusi terbuka yang dapat

meningkatkan rasa ingin tahu siswa.

17. Adanya peningkatan keterampilan belajar dalam berpikir kritis,

memecahkan

masalah, atau berinovasi

Sama halnya dengan saran yang atas yaitu

memberikan ruang kepada peserta didik untu eksplor.

18 Menunjukkan bukti fisik hasil belajar siswa

Dalam hal ini, guru selalu membagikan hasil ujian atau tes untuk evaluasi.

(20)

20 Penampilan Diri

19. Kerapian berpenampilan diri

Sudah rapi dan sopan dalam berpenampilan.

20. Kejelasan berbicara Sudah jelas dalam

berbicara, namun volume suara lebih ditinngkatkan lagi.

21. Interaktif Sudah cukup

interaktif dengan siswa namun lebih ditingkatka

kembali

interaksinya jika ada siswa yang masih kurang aktif dalam

pembelajaran.

22. Humoris, menyenangkan Sudah baik dan

ditingkatkan kembali.

III. Penutup

23. Bersama siswa menyimpulkan

isi pokok/pesan materi pelajaran.

Dalam hal ini sudah baik yaitu guru menanyakan tentng kesimpulan dari pembelajaran yang diikuti. Hal tersebut dapat melihat seberapa paham peserta didik terhadap materi.

(21)

21 24. Merefleksikan hasil

penilaian pencapaian belajar

Dalam hal ini yang perlu ditingkatkan adalah guru megikutsertiakan siswa dalam proses refleksi, dan dalam diskusi tersebut siswa dapat menceritakan terkait dengan kendala, kesulitan, atau keberhasilan yang mereka alami.

Sehingga melalui diskusi tadi guru dapat memberikan strategi atau solusi menghadapi kendala ata kesulitan yang siswa hadapi.

25. Menghargai pencapaian belajar

Sudah baik yang selalu memberikan afirmasi positif kepada setiap peserta didik tanpa terkecuali.

Total 0 1 14 10

84

2.3 Upaya Tindak Lanjut

Dari permasalahan yang di temukan dalam kegiatan belajar dan mengajar pada saat supervisi yang ada di SDN Medaeng 2 Sidoarjo, berikut merupakan upaya tindak lanjut yang dilakukan kepala sekolah:

(22)

22 1. Memberikan masukan dan saran kepada guru: Kepala sekolah memberikan

masukan dan saran kepada guru untuk membangun suasana kelas yang aktif, interaktif, dan menyenangkan. Guru didorong untuk membangun hubungan yang erat dengan siswa dan menarik perhatian mereka dengan mendorong semangat belajar melalui lagu atau jargon. Selain itu, guru diberi apresiasi dan didorong untuk lebih peka terhadap kondisi siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami materi pembelajaran.

2. Memanfaatkan media pembelajaran yang menarik: Kepala sekolah merekomendasikan guru untuk menggunakan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Guru didorong untuk membuat alat peraga DIY (Do It Yourself) dan mengadakan ice breaking serta mini games yang terkait dengan materi pembelajaran. Tujuannya adalah agar siswa dapat lebih memahami materi dengan cara belajar sambil bermain.

3. Diskusi dan rekomendasi: Kepala sekolah mengajak guru untuk berdiskusi mengenai temuan-temuan dari kegiatan supervisi yang telah dilakukan. Setelah itu, kepala sekolah memberikan rekomendasi yang sesuai untuk mengatasi permasalahan yang dialami oleh guru. Rekomendasi tersebut dipantau selama satu bulan, dan jika tidak ada perubahan yang signifikan, guru akan diikutkan dalam pelatihan atau seminar mengenai metode pengajaran yang sesuai dengan tuntutan masa kini.

2.4 Kuadran Supervisi

Berdasarkan karakterisitik dan kondisi ibu Sofi yang telah disupervisi, Ibu Sofi dapat dikategorikan sebagai prototipe guru yang berada di kuadran III (Quadrant III) dalam framework guru yang dikembangkan. Dimana pada kuadran III menyatakan kemampuan

(23)

23 rendah dan motivasi tinggi yang menyatakan Ibu Sofi masuk kategori Pengamat Analitik. Kuadran III pada matriks ini menunjukkan kombinasi semangat mengajar yang tinggi tetapi pengetahuan yang masih minim. Ini menunjukkan bahwa Ibu Sofi memiliki antusiasme dan motivasi yang kuat untuk mengajar, tetapi perlu meningkatkan pengetahuannya agar dapat memberikan pembelajaran yang lebih efektif dan komprehensif kepada siswa-siswanya. Dalam situasi seperti ini, ada beberapa saran dan rekomendasi yang dapat diberikan kepada Ibu Sofi untuk mengatasi kelemahan dalam pengetahuan dan meningkatkan kualitas pengajarannya.

1. Mengikuti Pelatihan dan Pendidikan Tambahan : Ibu Sofi dapat mencari pelatihan atau kursus tambahan dalam bidang pendidikan yang diminatinya. Pelatihan ini dapat membantu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman Ibu Sofi dalam mata pelajaran yang diajarkan dan juga memberikan strategi pengajaran yang efektif.

2. Membentuk Jaringan dan Kolaborasi dengan Rekan Sejawat: Ibu Sofi dapat mencari dukungan dari rekan-rekan sejawat dalam bidang pendidikan. Berdiskusi dengan mereka, berbagi pengalaman, dan bertukar pengetahuan dapat memberikan wawasan baru dan pemahaman yang lebih baik.

3. Menggali Pengetahuan Melalui Riset Mandiri: Ibu Sofi dapat melakukan riset mandiri untuk memperdalam pemahamannya tentang topik-topik yang diajarkan.

Dengan melakukan riset, dia dapat menemukan sumber-sumber baru, mengembangkan pengetahuannya, dan mengintegrasikan temuan-temuan tersebut ke dalam pengajaran.

4. Mencari Mentor atau Pembimbing: Menemukan seorang mentor atau pembimbing yang berpengalaman dalam bidang pendidikan dapat membantu Ibu Sofi dalam mengatasi kekurangan pengetahuan dan meningkatkan keterampilan mengajarnya.

Mentor dapat memberikan penduan.

(24)

24 BAB III

PENUTUP

3.1 .Kesimpulan

Supervisi klinis adalah suatu bentuk pembinaan atau bimbingan yang diberikan oleh seorang supervisor kepada guru yang mengalami kendala atau kesulitan. Pendekatan yang digunakan dalam supervisi klinis sangat detail dan intensif untuk mencari solusi terbaik yang dapat meningkatkan kompetensi dan keterampilan guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Proses supervisi klinis dilakukan secara cermat dan mendalam, sehingga dapat memberikan hasil yang optimal bagi guru yang membutuhkan bimbingan. SDN Medaeng 2 Sidoarjo secara rutin menjadwalkan kegiatan supervisi, termasuk supervisi administrasi, supervisi klinis, dan supervisi akademik, yang dilakukan setiap semester. Hal ini dilakukan sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru di sekolah. Temuan dalam kegiatan supervisi di SDN Medaeng 2 Sidoarjo ini akan di bahas pada rapat guru untuk ditemukan solusinya bersama-sama dan diberikan rekomendasi oleh kepala sekolah. Tahap tindak lanjut akan dipantau selama satu bulan oleh kepala sekolah, jika guru masih tidak mengalami kemajuan yang signifikan, kepala sekolah akan merekomendasikan guru tersebut untuk mengikut diklat atau pelatihan baik online maupun offline yang fokus pada aspek pembelajaran.

3.2 .Rekomendasi

Untuk meningkatkan efektivitas supervisi klinis di SDN Medaeng 2 Sidoarjo, disarankan agar kegiatan supervisi dilakukan lebih dari satu kali dalam satu semester. Dengan supervisi yang lebih sering, guru dapat mendapatkan bimbingan dan umpan balik yang kontinu dalam pembelajaran. Penting juga bagi kepala sekolah untuk mendekatkan diri dengan guru, menciptakan hubungan akrab agar guru lebih terbuka dan inisiatif dalam meminta supervisi. Hubungan yang baik antara kepala sekolah dan guru akan menciptakan suasana kolaboratif dan mendukung dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan demikian, supervisi klinis di SDN Medaeng 2 Sidoarjo dapat menjadi lebih proaktif, responsif, dan berdampak positif pada pengembangan profesional guru dan peningkatan kualitas pembelajaran.

(25)

25 DAFTAR PUSTAKA

Herawati, E. (2022). Supervisi Klinis Peningkatan Kemampuan Guru Dalam Discovery Learning Di Sdn Muneng Leres Ii Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo. Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora, 1(2), 239–255.

Nurcholiq, M. (2018). Supervisi Klinis. Journal EVALUASI, 1(1), 1.

https://doi.org/10.32478/evaluasi.v1i1.62

Syahrul Ahmad Rafiudin, N. H. (2022). Optimalisasi Kompetensi Guru Melalui Proses Supervisi Klinis. IAI An Nur Lampung, 8(2), 171.

Referensi

Dokumen terkait

Kepada guru, dalam melaksanakan proses pembelajaran, lebih baik tidak terpaku hanya pada metode ceramah (konvensional) yang biasa digunakan dalam memberikan materi

10 Mahasiswa mengetahui dan memahami tentang komunikasi horizontal, komunikasi vertikal Memahami definisi komunikasi horizontal dan vertikal Metode ceramah dengan menjelaskan

- Guru menjelaskan strategi belajar yang akan digunakan (strategi belajar Kerja Kelompok) dan memberikan garis besar materi mata diklat yang akan dipelajari dalam penelitian ini

Metode diskusi dilakukan guru ketika guru menanyakan apa yang siswa ketahui tantang saxophone, metode ceramah digunakan guru saat guru menerangkan materi dalam

digunakan dalam mengajarkan mata pelajaran matematika khususnya pada materi pembagian. Metode ceramah yang digunakan guru pada pengajaran matematika materi pembagian

Guru menggunakan metode belanja soal. Metode ini digunakan setelah guru menerangkan materi dengan ceramah dan tanya jawab.. 1) Guru membagikan anak induk kepada

Metode yang digunakan Guru dalam Menjelaskan Pembelajaran Matematika Metode yang digunakan guru dalam menjelaskan materi pembelajaran matematika di kelas, ibu Asmawati,S.Pd.SD wali

Mahasiswa terbiasa dengan metode ceramah dimana dosen langsung menjelaskan materi kuliah sedang dalam pendekatan kontekstual mahasiswa memahami suatu materi mata kuliah melalui